cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Evaluasi Kinerja Gedung Menggunakan Base Isolation Tipe High Damping Rubber Bearing (HDRB) Pada Modifikasi Gedung J-Tos Jogjakarta Dengan Perencanaan Analisa Pushover Wiki Andrian; Faimun Faimun; Endah Wahyuni
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.853 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26356

Abstract

Base isolation merupakan salah satu alat peredam gempa yang banyak digunakan pada dunia konstruksi, salah satunya pada Gedung J-Tos Jogjakarta. Pada studi ini akan dianalisa  kinerja gedung tersebut dengan melakukan perencanaan gempa pada daerah gempa kecil kemudian hasil analisys tersebut digunakan untuk mendesain bagunan pada daerah gempa kuat dengan menambahkan base isolation tipe high damping rubber bearing (HDRB) pada dasar bangunan selanjutnya dilakukan analisa pushover. Gedung dimodifikasi pada jumlah lantainya yang sebelumnya 6 lantai menjadi 8 lantai. Dari hasil perhitungan analisa struktur. Displacement pada gedung yang menggunakan HDRB lebih besar dari pada gedung yang menggunakan sistem fixed-base yaitu akibat beban gempa dinamik displacement meningkat 66,97% untuk arah x dan 57,53% untuk arah y, Simpangan antar lantai (Δ) pada gedung yang menggunakan HDRB lebih kecil dari pada gedung yang menggunakan sistem fixed-base yaitu akibat beban gempa dinamik Δrata-rata tereduksi 82,52% untuk arah x dan 78,08% untuk arah y, Dari hasil analisa pushover, level kinerja gedung denganisolasi berdasarkan ATC-40, FEMA 356 dan FEMA 400 adalah B (Operational)
Arahan Pengembangan Pariwisata Heritage Terpadu di Kota Madiun Burhanudin Fahmi Fathoni
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.417 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26476

Abstract

Kota Madiun merupakan kota yang memiliki peninggalan bangunan cagar budaya baik dari era Kolonial dan peninggalan era Mataraman, yang tersebar di 3 kecamatan yaitu kecamatan Taman, Manguharjo, dan Kartoharjo. Didalam ketiga kecamatan tersebut memiliki potensi, baik di lihat dari artefak yang memiliki nilai sejarah yang tinggi serta budaya kota madiun yang mengakar. Dalam potensi potensi tersebut terdapat permasalahan di mana tidak adanya integrasi dari setiap kawasan cagarbudaya. Integrasi disini digunakan sebagai upaya menjadikan kawasan heritage menjadi kawasan heritage tourism yang terpadu dan saling berkesinambungan. Di tinjau dari peraturan daerah yang belum berjalan dengan ideal dengan memanfaatkan potensi kawasan heritage yang memiliki ciri khas masing masing. Penelitian ini memiliki 3 tahapan analisa. dimana tahap pertama yaitu mengidentifikasi Potensi fisik dan non fisik yang dimiliki kawasan Heritage dengan menggunakan analisis descriptive. Tahap kedua adalah menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan heritage tourism di kota Madiun dengan menggunakan analisis dhelfie. dan tahap ketiga menggunakan analisis triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kota Madiun memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata budaya. Arahan pengembangan kawasan dan pengintegrasian kawasan ditunjang dengan analisa area, serta faktor pendukung pengembangan kawasan heritage kota madiun yang di bedakan menjadi dua cluster, yaitu cluster era kolonial dan cluster Islam. Sementara output dalam analisa dibedakan menjadi 2, yakni arahan makro dan mikro. Arahan pengembangan kawasan sebagai wisata heritage secara mikro adalah pembagian area pengembangan kegiatan wisata menjadi 3 area, antara lain area inti, area pendukung langsung, dan area pendukung tidak langsung. Hasil analisis area tersebut, area inti pada cluster era kolonial berada pada koridor jalan pahlawan dengan patung kolonel mahardi beserta rumah kapiten cina. dan pada cluster era islam berada pada 2 masjid kuno yaitu masjid taman dengan masjid Kuncen. Sementara arahan pengembangan makro merupakan arahan umum untuk kedua cluster sehingga nantinya akan di integrasi menjadi satu rangkaian heritage tourism.
Desain Modifikasi Struktur Gedung Star Hotel dan Apartemen Lombok Barat dengan Sistem Ganda dan sebagian Balok Pratekan Fajrin Ramadhani; Januarti Jaya Ekasaputri; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.745 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26618

Abstract

Pada tugas akhir ini penulis mendesain gedung Star Hotel dan Apartemen Lombok barat dimana desainnya menggunakan desain Star Hotel dan Apartemen Semarang, yang sebagian strukturnya telah dimodifikasi yang mana nantinya pada lantai 11 akan dibuat sebuah ruangan yang bebas kolom atau hanya terdapat kolom ditepi, yang berfungsi sebagai ballroom. Dari modifikasi tersebut diperlukan suatu struktur balok yang bisa menjangkau bentang panjang pada ruangan tersebut. Dari sini alternatif yang diperlukan adalah menggunankan balok Pratekan yang dapat menahan lendutan yang besar. Selain itu gedung ini direncanakan menggunakan sistem ganda, yaitu gabungan antara sistem rangka pemikul momen dengan dinding geser. Perencanaan struktur gedung ini meliputi plat, balok, kolom, shearwall dan tangga mengikuti peraturan beton bertulang (SNI 2847-2013) dan perhitungan gempa mengikuti peraturan SNI 1726-2012. Hasil dari tugas akhir ini adalah struktur gedung termasuk kategori desain seismik D,sehingga dapat menggunakan sistem ganda dengan sistem rangka pemikul momen khusus yang dimana direncanakan saat terjadi gempa mengalami simpangan maksimum sebesar 31,4 mm. Sedangkan untuk perencanaan balok beton pratekannya didapatkan 60/80 cm yang terdiri dari 1 tendon dengan 22 strand.
Arahan Pengendalian Penggunaan Lahan di Koridor Jalan Raya Juanda Sidoarjo Annisa Rakhmawati Kushidayati; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.005 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27046

Abstract

Pesatnya perubahan penggunaan lahan dan intensitas pemanfaatan ruang di Jalan Raya Juanda menimbulkan dampak bagi keseimbangan lingkungan di sekitarnya. Hal tersebut mengakibatkan permasalahan seperti gangguan keamanan penerbangan, timbulnya bangkitan/tarikan pergerakan baru yang dapat mengurangi tingkat pelayanan Koridor Jalan Raya Juanda, perkembangan kawasan yang tidak merata, serta tumbuhnya pusat-pusat kegiatan baru di Jalan Raya Juanda. Upaya pengendalian yang ada masih belum optimal untuk mengendalikan perubahan penggunaan lahan dan mengurangi dampak yang telah dan mungkin akan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun arahan pengendalian penggunaan lahan di Koridor Jalan Raya Juanda.Metode penelitian dilakukan dengan menentukan pola perubahan penggunaan lahan di Kawasan Koridor Jalan Raya Juanda menggunakan teknik analisa deskriptif. Perumusan dampak yang disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan di Kawasan Koridor Jalan Raya Juanda dan analisis arahan pengendalian penggunaan lahan di Kawasan Koridor Jalan Raya Juanda yang dilakukan dengan delphi. Pengendalian penggunaan lahan di Kawasan Koridor Jalan Raya Juanda diatur dengan mengatur perizinan pemanfaatan yang dibedakan menjadi diijinkan, terbatas, bersyarat, dan dilarang. Adapun jenis-jenis kegiatan yang diijinkan adalah restoran, jasa bengkel, jasa pencucian mobil dan motor, jasa persewaan mobil, jasa travel, jasa bank, jasa pengiriman barang, apotek, makanan dan minuman, toko oleh-oleh, lapangan tenis. Sedangkan untuk kategori kegiatan yang diijinkan secara terbatas adalah penginapan losmen, rumah kost, SPBU, klinik kesehatan, penyaluran grosir. Ketentuan bersyarat adalah kompleks ruko, gudang, kantor, gereja, vihara, masjid, minimarket. Ketentuan khusus terkait keamanan penerbangan juga diberlakukan di Koridor Jalan Raya Juanda. Hal ini berkaitan dengan Koridor Jalan Raya Juanda yang termasuk dalam area Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan Bandara Juanda. Ketentuan khusus mengatur ketinggian bangunan dalam batas KKOP maksimal 3 lantai, mempunyai alat pengahalau burung untuk pemilik sawah, dan mengatur agar penggunaan ruang tanah, air, dan udara tidak mengganggu rambu-rambu pegunungan.
Penerapan Metode Continuous Wavelet Transform pada Data Self-Potential Studi pada Tanggul Lapindo Sidoarjo Rayhan Syauqiya Haf; . Sungkono; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.32 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27197

Abstract

Peristiwa semburan panas lumpur Sidoarjo yang terletak di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo telah memasuki usia 11 tahun. Beragam peristiwa secara fisik telah terjadi seperti rusaknya tanggul yang terjadi akibat adanya saturasi air melalui retakan atau pori-pori tanggul. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengidentifikasi zona rembesan tanggul. Salah satunya dengan menerapkan metode Continuous Wavelet Transform (CWT) pada data Self-Potential (SP). Data yang diperoleh kemudian diolah dengan tujuan untuk mengetahui aplikasi metode CWT pada analisa data SP serta menentukan posisi dan kedalaman anomali. Dari hasil analisa data SP diketahui bahwa metode CWT dapat mengidentifikasi posisi dan kedalaman anomali tanggul Lumpur Sidoarjo serta didapatkan beberapa anomali yang dapat menyebabkan rembesan. Pada Lintasan 1 terdapat 2 anomali, Lintasan 2 terdapat 2 anomali, Lintasan 3 terdapat 3 anomali dan Lintasan 5 terdapat 1 anomali.
Identifikasi Zona Tersaturasi Air Pada Daerah Longsor Desa Olak Alen, Blitar DENGAN Metode Polarisasi Terinduksi (IP) Domain Waktu Hasibatul Farida Rismayanti; Anik Hilyah; Widya Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.271 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27247

Abstract

Longsoran massa tanah dapat terjadi dalam waktu yang singkat dan dengan volume yang besar. Beberapa faktor yang memicu terjadinya longsor antara lain lereng yang curam, intensitas hujan yang tinggi, lapisan bawah permukaan yang permeable, dan adanya lapisan tersaturasi air di bawah permukaan. Salah satu daerah rawan longsor adalah Kabupaten Blitar, pada tahun 2014 terjadi 6 peristiwa longsor dan tahun 2015 terjadi 10 peristiwa longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona tersaturasi air serta hubungannya dengan longsor pada daerah longsor di Desa Olak Alen, Blitar. Penelitian dilakukan dengan metode IP (Polarisasi Terinduksi) domain waktu. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa zona tersaturasi air merupakan pasir kelanauan dengan respon chargeability -0,51 hingga 1,09 ms. Zona ini memiliki nilai derajat saturasi 99 %, kadar air 76,45 %, dan kandungan lempung 0,72 %. Zona tersaturasi air pada lintasan 5 (lintasan yang tepat berada di samping lereng yang mengalami longsor) terletak di permukaan dengan ketebalan sekitar 3 m. Adanya zona tersaturasi ini dapat mengganggu kestabilan tanah.
Estimasi Ketebalan Lapisan Sedimen dan Amplifikasi Desa Olak Alen Blitar Menggunakan Metode Mikrotremor HVSR Nomensen M. H. Sitorus; M Singgih Purwanto; Widya Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.206 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27344

Abstract

Tanah longsor yang terjadi di Desa Olak Alen Blitar pada Desember 2016 berada di lokasi dengan lapisan sedimen yang tebal (>30meter). Lapisan sedimen yang tebal dan berasosiasi dengan kemiringan lereng yang tinggi sangat rentan terhadap potensi gerakan tanah. Selain itu faktor perbesaran perambatan gelombang (Amplifikasi) yang semakin tinggi juga akan meningkatkan resiko terjadinya gerakan tanah. Oleh karena itu telah dilakukan pengukuran mikrotremor dengan metode HVSR di Desa Olak Alen. Melalui metode HVSR akan diperoleh nilai amplifikasi dan frekuensi natural dari kurva H/V. Berdasarkan nilai frekuensi natural dan N-SPT dari data bor dihitung nilai ketebalan sedimen. Ketebalan lapisan sedimen Desa Olak Alen berkisar antara 17,03 – 221,39 meter dengan nilai amplifikasi antara 1,3 – 6,2. Longsor yang terjadi di Desa Olak Alen berada di lokasi dengan ketebalan lapisan sedimen 52-87 meter dan nilai amplifikasi 4,1 – 5,7
Analisa Highest and Best Use Pada Lahan Kosong Di Jalan Raya Diponegoro Nomor 110-112 Surabaya Yehezkiel Fridly Timang; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.634 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27363

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Surabaya menyebabkan kebutuhan akan penggunaan tanah atau lahan juga meningkat. Penggunaan lahan yang dimaksud dapat berupa pembangunan perumahan, apartemen, hotel, gedung perkantoran, ataupun kompleks pertokoan. Salah satu kawasan di Surabaya yang memiliki lahan kosong yang semakin sedikit adalah Jalan Raya Diponegoro tepatnya lahan kosong tersebut berlokasi di Jalan Raya Diponegoro Nomor 110-112. Lahan tersebut memiliki luas sebesar 3.584 m2. Kawasan ini merupakan kawasan pemukiman penduduk sekaligus juga perkantoran dan jasa komersial lainnya seperti kantor Bank Mandiri, klinik Prodia, hotel Artotel Surabaya, toko Nike Factory Outlet, beberapa tempat makan, dan lain sebagainya. Selain dikelilingi oleh bangunan perkantoran dan jasa komersial lainnya, kawasan ini juga dekat dengan pusat kota dan ramai dilalui pengemudi yang hendak ke arah Surabaya Barat. Lokasi yang strategis dan fasilitas yang memadai sangat mendukung lahan tersebut untuk dikembangkan menjadi sebuah properti.Salah satu cara untuk menentukan penggunaan lahan di di Jalan Raya Diponegoro Nomor 110-112 adalah dengan metode Highest and Best Use (HBU). HBU adalah suatu analisa  tentang penggunaan terbaik atau tertinggi dari suatu lahan kosong ataupun lahan yang sudah terpakai. Analisa ini terdiri dari beberapa aspek yaitu, aspek kelayakan secara legal, aspek kelayakan secara fisik, aspek kelayakan secara finansial, dan aspek produktivitas secara maksimal. Sebuah properti dikatakan memenuhi syarat atau kriteria HBU jika secara legal diijinkan, memungkinkan secara fisik, layak secara finansial, dan dapat memberikan hasil yang maksimal. Berdasarkan hasil analisa aspek legal, aspek fisik, dan aspek finansial, diperoleh alternatif penggunaan yang layak untuk dibangun yakni perkantoran dan hotel. Lalu berdasarkan hasil analisa produktivitas maksimum, lahan kosong tersebut sangat cocok untuk dibangun dengan alternatif perkantoran yang mampu memberikan nilai lahan sebesar Rp 80.627.669,383/m2.==============================================================================================Increasing the population in Surabaya causes the need for land or land use is also increasing. The use of land in question can be the construction of housing, apartments, hotels, office buildings, or shopping complex. One of the areas in Surabaya which has a vacant lot of land is Jalan Raya Diponegoro precisely empty land is located on Jalan Raya Diponegoro Number 110-112. The land has an area of ​​3,584 m2. This area is a residential area as well as offices and other commercial services such as Bank Mandiri office, Prodia clinic, hotel Artotel Surabaya, Nike Factory Outlet store, some places to eat, and so forth. In addition to being surrounded by office buildings and other commercial services, the area is also close to the city center and crowded by drivers who want to go to West Surabaya. Strategic location and adequate facilities strongly support the land to be developed into a property.One way to determine land use in Jalan Raya Diponegoro Number 110-112 is by Highest and Best Use (HBU) method. HBU is an analysis of the best or highest use of an empty land or used land. This analysis consists of several aspects, legal aspects of feasibility, feasibility aspects physically, financially feasibility aspects, and aspects of the maximum productivity. A property is said to meet the requirements or criteria HBU if legally permitted, allowing physically, financially feasible, and can provide maximum results.Based on analysis of the legal aspects, physical aspects and financial aspects, the use of alternative obtained feasible to build the offices and hotel. Then based on the analysis results maximum productivity, vacant land is very suitable to be built with alternative office is able to provide land value of Rp 80,627,669.3/m2. 
Penentuan Magnitudo Gempa Bumi Dengan Menganalisis Amplitudo Anomali Manetik Prekusor Gempa Bumi Dan Jarak Hypocenter Adhitama Rachman; Amien Widodo; Juan Pandu Gya Nur Rochman
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.066 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27583

Abstract

Gempabumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempabumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan dipancarkan kesegala arah berupa gelombang gempabumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi. Dikarenakan munculnya gempabumi secara tiba-tiba, maka tidak dapat dihindari adanya kerugian secara materi hingga adanya korban jiwa. Akan tetapi saat ini hal tersebut bisa saja dihindari dikarenakan saat ini sudah ada studi yang membahas prekursor gempabumi. Dengan studi ini kita dapat mengetahui kapan, dimana, dan seberapa besar magnitudo suatu gempabumi dengan menganalisis anomali magnetik. Sehingga secara tidak langsung dengan mengetahui anomali magnetik, magnitudo suatu gempabumi dapat diketahui. Anomali magnetik dioalah sehingga menghasilkan amplitudo polarisasi Z/H yang mana amplitudo inilah yang akan menjadi salah satu variable dalam penentuan magnitudo suatu gempabumi. Variabel lain yang digunakan adalah jarak hypocenter suatu gempabumi dengan stasiun pengamatan BMKG yang terletak di Kupang. Didapatkan hasil persamaan magnitudo dengan nilai error selisih hasil ± 0.3 M.
Karakteristik Pengguna Ruang Terbuka Hijau pada Kawasan Perumahan di Kecamatan Rungkut Kezia Irene Yosefa; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.222 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27906

Abstract

Sebagai wilayah pengembangan perumahan di Surabaya Timur, Kecamatan Rungkut perlu dilengkapi dengan prasarana RTH untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Namun saat ini masih terdapat ketidakseimbangan kualitas dan distribusi RTH pada kawasan perumahan di Kecamatan Rungkut. Padahal RTH di kawasan perumahan memiliki peran penting sebagai pengatur iklim mikro serta media pemanfaatan aktivitas masyarakat. Oleh karena itu perlu terus dilakukan pengembangan untuk mengoptimalkan RTH pada kawasan perumahan di Kecamatan Rungkut. Untuk mewujudkannya, peran dan unsur masyarakat sebagai pengguna sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan karakteristik dan pola perilaku pengguna nantinya akan mempengaruhi kebutuhan pengembangan RTH yang sesuai dengan masyarakat sebagai penggunanya. Pada penelitian ini kemudian dilakukan analisis mendalam terkait karakteristik pengguna RTH kawasan perumahan di Kecamatan Rungkut yang sangat beragam. Metode yang dilakukan dengan observasi, wawancara, dan penyebaran kuisioner terhadap pengguna RTH untuk diperolah karakteristiknya. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis cluster untuk dikelompokkan berdasarkan kesamaan karakteristiknya untuk masukan dalam pengembangan RTH ke depannya. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat tiga kelompok karakteristik pengguna dengan perbedaan karakteristik: kepadatan penduduk, usia, daerah asal, status rumah tangga, dan pendapatan.