cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Penentuan Lokasi Kawasan Industri Tekstil Terpadu di Kabupaten Majalengka Irwan Bisri Rianto; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.641 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28970

Abstract

Kabupaten Majalengka merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang direncanakan sebagai pengembangan kawasan industri tekstil Jawa Barat. Kecamatan Ligung dan Kecamatan Jatitujuh merupakan kawasan peruntukan industri terutama sebagai pengembangan industri tekstil. Kabupaten Majalengka sebagai bagian dari wilayah pengembangan kawasan Ciayumajakuning memiliki arahan dari Departemen Perindustrian Republik Indonesia untuk merelokasi kawasan industri tekstil dan produk tekstil dari Bandung Selatan ke Kabupaten Majalengka. Hal ini disebabkan sektor industri di Kabupaten Bandung Selatan mengalami kejenuhan. Penelitian ini menggunakan teori lokasi dan pengembangan kawasan industri dengan menggunakan analisis Delphi untuk mengindentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh terhadap penentuan lokasi kawasan industri tekstil menurut preferensi stakeholder, analsisis AHP untuk menentukan tingkat kepentingan dari variabel - variabel, dan analisis GIS Overlay untuk menentukan lokasi kawasan industri tekstil terpadu. Dari hasil penelitian terdapat lima indikator yang berpengaruh terhadap penentuan lokasi kawasan industri tekstil terpadu yaitu tapak/lahan, risiko bencana, utilitas, aksesibilitas, dan prinsip pengembangan kawasan. Dari hasil analisis overlay didapatkan hasil berupa peta lokasi terpilih yang dapat digunakan sebagai lokasi kawasan industri tekstil terpadu. Tingkat kesesuaian kawasan industri paling tinggi berada rentang 0.8924-1. Dari hasil analisis diperoleh bahwa lahan yang sesuai untuk dijadikan kawasan industri tekstil terpadu seluas 2.325 Ha tersebar di Kecamatan Jatitujuh dan Ligung dengan luas per kawasan yaitu 54,9 ha hingga 319,6  ha.
Identifikasi Litologi Lapisan Sedimen pada Daerah Karst Pacitan Menggunakan Metode Mikrotremor HVSR Paul Chemistra; Ayi Syaeful Bahri; Widya Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29370

Abstract

Kabupaten Pacitan merupakan bagian kecil dari Kawasan Karst Gunung Sewu yang membentang dari Pacitan Barat – Pacitan Timur. Karst merupakan daerah yang terbentuk oleh pelarutan batu gamping. Pada penelitian ini digunakan metode mikrotremor HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) untuk mengidentifikasi lapisan sedimen berdasarkan frekuensi resonansi dominan (f0) dan nilai puncak dari HVSR (A) yang menunjukkan frekuensi resonansi dominan (f0) dan nilai puncak dari HVSR (A) yang menunjukkan karakteristik sedimen. Berdasarkan analisis kurva HVSR, zona I memiliki ketebalan lapisan sedimen 10-12,5 m dengan rentang f0 3,05 – 5,45 Hz dan zona II memiliki ketebalan 3,7 – 4,8 m dengan rentang f0 10,4 – 13,25 Hz.
Tipologi Ketertinggalan Desa di Kabupaten Situbondo dengan Analisis Kluster pada ArcGIS dan Excel Luqman Raharjo; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.629 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29152

Abstract

Permasalahan ketertinggalan suatu daerah dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya adalah sarana dan prasarana, perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, dan kelembagaan. Kabupaten Situbondo merupakan salah satu potret daerah tertinggal di Provinsi Jawa Timur yang ditetapkan oleh Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Jumlah desa tertinggal di Kabupaten Situbondo tidak mengalami perubahan kuantitas dalam rentang waktu antara 2004 hingga 2015, yakni berjumlah 12 desa. Penelitian untuk menentukan tipologi ketertinggalan desa di Kabupaten Situbondo mendesak untuk dilakukan. Penelitian ini mengkuantifikasi data-data dari 4 indikator yang berisikan 13 variabel dengan analisis kluster melalui perangkat lunak Excel dan ArcGIS untuk memudahkan pembacaan kondisi ketertinggalan desa melalui peta. Penulis menetapkan jumlah kluster (tipologi) sejumlah 3 kluster. Analisis kluster dimulai dari variabel-variabel untuk menemukan rentang ketertinggalan per variabel. Hasil dari analisis kluster per variabel digabungkan untuk menentukan ketertinggalan per desa sehingga dapat membentuk tipologi ketertinggalan desa. Terdapat tiga tipologi ketertinggalan desa di Kabupaten Situbondo, yaitu tipologi 1, sangat tertinggal, berisikan 4 desa dengan tingkat ketertinggalan parah pada aspek sarana dan prasarana dasar dan menengah pada aspek perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, dan kelembagaan. Tipologi 2, moderat, berisikan 6 desa dengan tingkat ketertinggalan menengah pada sarana dan prasarana dasar serta perekonomian masyarakat dan kelembagaan serta ringan pada sumber daya manusia. Tipologi 3, berpotensi maju, berisikan 2 desa dengan tingkat ketertinggalan menengah pada sarana dan prasarana dasar dan perekonomian masyarakat, serta ringan pada sumber daya manusia dan kelembagaan.
Penentuan Lokasi Makam Umum di Kota Kediri M. Sayfuddin Anshori
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.009 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29366

Abstract

Penggunaan lahan pada makam umum di Kota Kediri semakin meningkat. Sementara itu, luas makam umum di Kota Kediri tidak bertambah. Salah satu hal untuk mengatasinya adalah dengan mengembangkan makam umum. Untuk mencapai tujuan penelitian, penulis akan melakukan empat sasaran penelitian. Pertama menentukan faktor variabel penentu skor kesesuaian lahan makam umum. Adapun alat analisisnya yaitu menggunakan Analisis Analytical Hierarchy Process (AHP). Kedua, menentukan perkiraan kebutuhan lahan makam umum di Kota Kediri. Ketiga, menentukan alternatif lokasi makam umum berdasarkan skor kesesuaian lahan. Analisis pada sasaran ini menggunakan analisis kesesuaian lahan menggunakan GIS. Keempat, menentukan lokasi fasilitas makam umum yang ada di Kota Kediri. Analisisnya menggunakan analisis kesesuaian lahan berdasarkan ketentuan RTRW yang berlaku. Dari sejumlah lokasi alternatif, kemudian dipilih satu lokasi makam umum. Dari hasil analisis diketahui lokasi makam yang paling tepat. Yakni berada di timur Gunung Klotok dengan luas 60,84 hektar.
Penentuan Zona Pengembangan Bangunan Tinggi Di Koridor Jalan Raya Jemursari Dhimas Yogi Nurrohman; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.699 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29205

Abstract

Terkait dengan padatnya pembangunan fisik yang sudah menghiasi kota Surabaya, dalam penelitian ini khususnya wilayah Surabaya Selatan pada Koridor Jalan Raya Jemursari, sedangkan pengajuan pembangunan bangunan tinggi dari investor terus berdatangan, maka dari itu diperlukan suatu bentuk pembatasan agar pembangunan bangunan tinggi lebih terkontrol karena pada dasarnya bangunan tinggi tidak dapat dibangun disembarang tempat. Oleh karena itu perlu diteliti mengenai zona yang potensial bagi pembangunan bangunan tinggi.  
Kriteria Lokasi Keramba Jaring Apung (KJA) Offshore di Perairan Provinsi Jawa Timur Satrio Dwi Atmojo; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.147 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29218

Abstract

Provinsi Jawa Timur memiliki potensi budidaya ikan laut yang besar, namun belum memiliki teknik budidaya yang dapat menghasilkan panen yang dapat memenuhi permintaan pasar, berupa teknik Keramba Jaring Apung (KJA) offshore. Tujuan penelitian ini menentukan kriteria lokasi Keramba Jaring Apung (KJA) offshore di perairan Provinsi Jawa Timur. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan dengan 2 (dua) tahapan. Tahapan pertama menentukan kriteria lokasi KJA offshore menggunakan analisis Delphi. Tahapan kedua menentukan parameter lokasi KJA offshore menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis didapatkan 17 kriteria  yang digunakan untuk menentukan lokasi KJA offshore di perairan Jawa Timur. Kriteria-kriteria tersebut adalah suhu perairan, kecepatan arus, salinitas, oksigen terlarut, kedalaman laut, ketinggian gelombang, kadar keasaman, kecerahan, kecepatan angin, zat padat tersuspensi, jarak dari pantai, sosial-ekonomi, resiko bencana, sumber benih, kualitas air, kegiatan lain di sekitar KJA, dan rencana zonasi. Selanjutnya kriteria-kriteria tersebut dijabarkan menjadi parameter penentuan KJA offshore di empat kluster perairan Jawa Timur.
Persepsi Pengunjung Dalam Pengembangan Wisata Pantai Hamadi Di Kota Jayapura Errick Worabay; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.232 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29230

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan arahan pengembangan wisata Pantai Hamadi di Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalisme dengan jenis eksploratif dan deskriptif. Analisis tahap pertama dilakukan untuk menentukan faktor – faktor yang mempengaruhi pengembangan wisata berdasarkan persepsi pengunjung dengan menggunakan skala likert dan analysis service quality (servqual), kemudian analisis tahap kedua menganalisis arahan pengembangan wisata Pantai Hamadi berdasarkan dengan faktor - faktor yang mempengaruhi dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil Penelitian didapat 5 faktor yang mempengaruhi pengembangan Wisata Pantai Hamadi di Kota Jayapura antara lain: Lingkungan Alamiah (Kebersihan dan kelestarian), Sarana Wisata (Tempat Jualan dan Sarana Penunjang), Desain Perancangan, Transportasi, dan Pelayanan yang akan menjadi arahan pengembangan Pantai Hamadi
Faktor Penentu Berkembangnya Wisata Alam Air Terjun Coban Canggu Pacet Kabupaten Mojokerto Rasy Febrian Gustin; Arwhi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.969 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29236

Abstract

Pada tahun 2014 jumlah pengunjung Air terjun Coban Canggu mencapai 463.275 pengunjung, pada tahun 2015 jumlah pengunjung mengalami peningkatan menjadi 617.712 pengunjung (DISPORABUDPAR Kabupaten Mojokerto), namun kondisi eksisting yang ada menunjukkan bahwa wisata alam Coban Canggu ini belum optimal pengembangannya, sehingga penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan wisata alam air terjun Coban Canggu di Kecamatan Pacet. Sasaran penelitian ini adalah menganalisa faktor penentu berkembangnya wisata alam air terjun Coban Canggu menggunakan analisis. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik wisata alam Coban Canggu didukung oleh keberadaan Daya Tarik Wisata berupa air terjun dengan kolam airnnya, akses jalan, dan kesejahteraan masyarakat dari kegiatan wisata ini. Selanjutnya didapatkan faktor yang mendukung pengembangan wisata air Coban Cangu Pacet adalah keberadaan Daya Tarik Wisata, Aksesibilitas, Fasilitias Pariwisata, Kesejahteraan masyarakat, Infrastruktur, Kepuasan  Wisatawan dan Keterpaduan dengan lingkungan.
Pengukuran Kesesuaian Kawasan Transit Blok M, Jakarta Terhadap Kriteria Konsep TOD (Transit Oriented Development) Muhammad Afif Arsyad; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.225 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29865

Abstract

Terletak diantara central business district Kota Jakarta, Blok M yang merupakan salah satu kawasan strategis memiliki potensi dikembangkan berdasarkan prinsip dari Transit Oriented Development (TOD). Hal ini juga didukung dari dokumen perencanaan yang menyatakan bahwa kawasan Blok M, Jakarta merupakan kawasan yang direncanakan dan dikembangkan berdasarkan standar TOD. Konsep TOD merupakan suatu pendekatan rekayasa ruang yang terfokus pengembangannya di sekitar titik transit. Ruang yang dikembangkan nantinya memiliki ciri yakni densitas yang tinggi, diversitas yang beragam serta desain kawasan yang ramah terhadap pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan analisis spatial query dan perhitungan rata-rata untuk mengukur tingkat kesesuaian kawasan transit Blok M terhadap kriteria TOD. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa tingkat kesesuaian kawasan transit Blok M, Jakarta berdasarkan dari kriteria minimal yang ada dalam konsep TOD hanya sebesar 85,215%. Artinya pengembangan kawasan Blok M, tingkat kesesuaiannya belum sepenuhnya memenuhi kriteria TOD. Secara keseluruhan kawasan Blok M sudah memenuhi ciri densitas yang tinggi, namun diveritas dan desain kawasan yang ramah pejalan kaki masih belum sesuai dengan konsep TOD
INTERPRETASI DATA RESISTIVITAS 1D (VES) KAWASAN KARST STUDI KASUS DESA SEKAR, PACITAN Fuadur Zakki K; Wien Lestari; Ayi Syaeful B
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29948

Abstract

Kawasan Pacitan memiliki kondisi geologi yang khas, karena sebagian besar kawasan pacitan terdiri dari batuan karbonat yang telah mengalami proses karstifikasi. Proses karstifikasi dapat menghasilkanpori, rongga dan goa pada kedalaman tertentu dan ditambah sifat fisik batuan karbonat yang  impermeable sehingga membentuk sistem sungai bawah permukaan.Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi karakteristik bawah permukaan kawasan karst desa Sekar, Pacitan menggunakan metode geolistrik 1D Konfigurasi Schlumberger.Hasil pengolahan data memperlihatkanbahwa batuan penyusun kawasan karst Desa Sekar, Pacitan adalah batugamping klastik dengan nilai resisitivitas semu dan batugamping terumbu dengan nilai resistivas semu.