cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Torsional Rigidity dan Uji Tabrak pada Chassis Go-kart Tonykart menggunakan Finite Element Method Benedictus Bayu Bagaskoro; Julendra Bambang Ariatedja
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.844 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42305

Abstract

Torsional rigidity pada chassis go-kart sangatlah penting, karena go-kart dituntut lincah saat berbelok dengan ketiadaan differential gear dan sistem suspensi dalam chassis go-kart. Maka dari itu chassis harus cukup fleksibel untuk meningkatkan kemampuan berbeloknya. Selain itu, go-kart merupakan kendaraan yang terbuka untuk pengendaranya, dibutuhkan chassis yang dapat terjamin keamanan pengendaranya saat terjadi benturan. Pengujian kali ini membandingkan 2 bentuk element saja, yaitu solid element dan surface element untuk pengujian Torsional Rigidity, karena dilihat dari thickness ratio yang < 1, geometri chassis ini cocok untuk menggunakan surface element. Pengujian ini mencoba membandingkan hasil torsional rigidity dari chassis go-kart dengan 2 bentuk elemen tersebut. Pengujian impact dilakukan untuk mengetahui keamanan chassis tersebut akibat benturan. Hasil dari simulasi kali ini berupa torsional rigidity,yan menjelaskan kekakuan gokart tersebut, lalu juga akan didapatkan bentuk dan nilai deformasi chassis tersebut dari uji impact.Hasil kekakuan dari chassis Tonykart dengan menggunakan surface element yaitu sebesar 166,17 Nm/deg untuk ukuran elemen 4,5 mm dan 172,47 Nm/deg untuk ukuran elemen 3,5 mm, untuk solid element sebesar 188,6 Nm/deg. Hasil ini kemudian juga dibandingkan dengan eksperimen torsional rigidity pada oleh Solazzi yang memiliki nilai kekakuan sebesar 175 Nm/deg. Surface element mempunyai perbedaan terhadap eksperimen sebesar 5,1 % untuk ukuran elemen 4,5 mm dan 1,44% untuk ukuran elemen 3,5 mm, sementara solid element mempunyai perbedaan sebesar 7,8 %. Hasil uji tabrak menyatakan bahwa chassis Tonykart ini dinilai aman dari uji tabrak depan, belakang dan samping. Bentuk dan nilai deformasi yang terjadi tidak melewati batasan deformasi yang diizinkan.
Analisa Sistem Pengereman Pada Mobil Multiguna Pedesaan Deajeng Prameswari; Yohanes Yohanes
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.24 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42494

Abstract

Merespon pesatnya pasar otomotif di Indonesia, pada tahun 2012 Universitas Negeri Semarang (UNNES) bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemperin) merancang kendaraan multiguna untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan mobilitas serta produktifitas masyarakat pedesaan. Kendaraan harus memenuhi standar layak jalan yang ditetapkan oleh Dinas Perhubungan agar dapat dipasarkan, salah satunya pada sistem pengereman kendaraan. Oleh karena itu, tugas akhir ini menganalisa kinerja sistem pengereman dan pengaruhnya terhadap kestabilan arah mobil multiguna pedesaan. Analisa kinerja dilakukan dengan melakukan perhitungan jarak minimum pengereman dan membandingkannya dengan standar layak jalan, serta menghitung proporsi gaya pengereman (K_bf dan K_br) untuk mengetahui kestabilan arah kendaraan (understeer, oversteer). Kinerja pengereman dianalisa dengan variasi kecepatan (20, 40 dan 80 km/jam) dan beban muatan (600, 800, dan 1000 kg). Dari hasil penelitian diketahui bahwa distribusi pengereman menurut kemampuan sistem adalah K_bf=0,82 dan K_br=0,18. Nilai dari besar gaya rem depan adalah 5.181,34 N sedangkan untuk gaya rem belakang sebesar 1.100,58 N. Pada kendaraan kosong dengan nilai gaya pengereman yang dihasilkan oleh sistem, maka kendaraan cenderung bersifat understeer. Namun dengan penambahan muatan kecenderungan kendaraan berubah menjadi understeer. Untuk sistem pengereman pada mobil pedesaan ini dari kecepatan 20 km/jam ke 40 km/jam jarak pengereman bertambah 300 persen. Oleh karena itu gaya pengereman oleh sistem belum memenuhi. Agar gaya pengereman dapat memenuhi keinginan (variasi) maka penulis menyarankan untuk mengatur tekanan pada master silinder, dinaikkan sebesar 19717228,91 Pa, diharapkan dapat memenuhi kriteria standar dari Dinas Perhubungan.
Analisis Perbandingan dan Studi Eksperimen Karakteristik Traksi Transmisi Manual dengan Transmisi Otomatis pada Mobil Suzuki All New Ertiga 2018 Rachma Dwi Mahmuddah; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.049 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42495

Abstract

Menurut Federal Chamber of Automotive Industries, pada tahun 2014 penjualan mobil transmisi manual hanya 13% dari jumlah mobil penumpang yang terjual. Penjualan ini mengalami penurunan dari 33% pada tahun 2000. Mobil transmisi otomatis lebih unggul dibandingkan dengan mobil transmisi manual karena kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaannya. Namun, tidak banyak masyarakat yang mengetahui dan memahami kinerja traksi yang bagaimana yang sesuai dengan kondisi jalan di Indonesia karena kurangnya informasi dari pihak produsen. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis untuk membandingkan karakteristik traksi pada masing-masing sistem transmisi berdasarkan perhitungan teoritis dan pengujian. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap pengujian, yaitu pengujian dynotest untuk mengetahui efisiensi transmisi, analisis perhitungan untuk mendapatkan grafik karakteristik traksi, kecepatan maksimum, dan sudut tanjak maksimum pada mobil Suzuki All New Ertiga 2018 transmisi manual dan transmisi otomatis kemudian dilakukan evaluasi serta dibandingkan pada hasil analisis perhitungan. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah gaya dorong maksimum untuk transmisi manual sebesar 6,288 kN dengan sudut tanjak maksimum 31,509º dan kecepatan maksimum pada tingkat gigi keempat sebesar 152,427 km/jam sedangkan untuk transmisi otomatis sebesar 4,809 kN dengan sudut tanjak maksimum 23,459º dan kecepatan maksimum pada tingkat gigi keempat sebesar 127,962 km/jam. Maka dapat disimpulkan bahwa transmisi manual memiliki performa yang lebih baik dengan efisiensi yang lebih tinggi yaitu 82,97% dibandingkan dengan transmisi otomatis yang hanya 77,17%.
Desain dan Analisis Sistem Tenaga dan Transmisi pada Mobil Bertenaga Listrik Ezzy ITS II Nyoman Budi Kusuma Yoga; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.861 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42484

Abstract

Efek samping dari melonjaknya kapasitas kendaraan bermotor meliputi beberapa hal di antaranya adalah polusi dan kebutuhan akan bahan bakar. Melihat kondisi dimana jumlah bahan bakar yang ada sudah menipis dan pengaruh emisi dari kendaraan bermotor yang mencemari lingkungan serta kesehatan, sehingga kendaraan berbasis listrik dapat menjadi solusi. Mobil listrik dirasa akan lebih efektif, karena memiliki efisiensi lebih tinggi dibanding dengan kendaraan berbahan bakar minyak. Namun, permasalahan dari kendaraan bertenaga listrik adalah menentukan driveability dan torsi motor yang dapat dicapai agar menghasilkan tenaga yang setara dengan kendaraan berbahan bakar minyak pada berbagai medan jalan serta jarak tempuh yang lebih panjang. Pada penelitian ini terdapat 2 tahapan, yaitu tahap perhitungan dan tahap analisa terhadap sistem tenaga dan transmisi dari Mobil Listrik Ezzy II ITS. Pada tahap perhitungan adalah menghitung besar dari gaya hambat yang terjadi pada kendaraan, selanjutnya mencari spesifikasi dari motor dan baterai yang digunakan kendaraan dan yang terakhir adalah menghitung traksi dan power dari transmisi yang digunakan. Pada tahap analisa akan dilakukan analisa terhadap karakteristik traksi serta karakteristik power yang terjadi dari transmisi tersebut. Dari penelitian ini diperoleh spesifikasi motor yang sesuai adalah YASA Motor P400 series 30kw dan baterai LiFePO4 120Ah. Mobil Listrik Ezzy ITS II menggunakan 2 tingkat transmisi dengan rasio tingkat pertama 2.362 dan tingkat kedua 0,36. Dari rasio transmisi tersebut karakteristik yang dihasilkan adalah dengan transmisi pertama kendaraan dapat melaju sampai 12 km/jam pada sudut tanjakan 30 derajat, serta kecepatan maksimum dari transmisi pertama adalah 93,09 km/jam pada jalan mendatar. Sedangkan untuk transmisi kedua dapat digunakan pada jalan mendatar dengan kecepatan mencapai 127 km/jam. Mobil Listrik Ezzy II ITS dengan daya motor 30 Kw dapat dipilih karena sudah mampu memenuhi parameter rancangan yaitu dapat melewati tanjakan 30 derajat dengan kecepatan 10 km/jam dan pada jalan datar dengan kecepatan 100 km/jam.
Analisis dan Studi Eksperimen Perbandingan Transmisi Manual dengan Transmisi CVT pada Mobil Honda Jazz 2018, Berdasarkan Karakteristik Traksi dan Efisiensi Transmisi Rafi Rasyad; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.252 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42492

Abstract

Teknologi otomotif mengalami perkembangan pesat beberapa tahun terakhir, begitu pula dari sektor mobil. Variabel yang mengalami perubahan adalah tipe transmisi yang digunakan. Melihat banyak nya penjualan mobil bertransmisi otomatis, seharusnya pihak produsen mengimbanginya dengan upaya memberikan informasi detail mengenai perbedaan transmisi pada mobil kepada konsumen dalam upaya mencerdaskan konsumen. Perbedaan sistem transmisi juga menghasilkan performa yang berbeda juga. Sehingga perbedaan itulah yang mendasari penulis untuk melakukan analisis dan studi eksperimen perbandingan transmisi manual dengan transmisi cvt pada mobil Honda Jazz 2018, berdasarkan karakteristik traksi dan efisiensi transmisi.  Dalam penelitian ini, penulis akan melakukan tiga tahapan penelitian. Tahapan pertama adalah melakukan pengujian dynotest pada kedua tipe transmisi mobil untuk mengetahui daya aktual serta efisiensi transmisi. Tahap kedua, dilakukan analisa perhitungan sehingga di dapatkan grafik karakteristik mobil. Selanjutnya tahap ketiga dilakukan perbandingan terhadap grafik karakteristik tiap transmisi mobil berdasarkan efisiensi transmisi yang akan diolah dalam bentuk perbandingan grafik. Dari penelitian ini diperoleh grafik karakteristik traksi mobil. Pengujian dynotest menunjukan efisiensi transmisi total dari mobil Jazz transmisi cvt sebesar 60,2% dan manual sebesar 71,2%. Setelah dilakukan analisa, terhadap karakteristik traksi pada tiap tipe transmisi didapatkan bahwa transmisi cvt memiliki nilai traksi maksimum 3,708 kN, mampu melewati tanjakan maksimum sebesar 19,862°, memiliki kecepatan maksimum 188 km/jam dan percepatan sebesar 3,332 m/s2 sedangkan transmisi manual memiliki nilai traksi maksimum 5,33 kN, mampu melewati tanjakan maksimum sebesar 32,248°, memiliki kecepatan maksimum 182 km/jam dan percepatan sebesar 5,232 m/s2.   Kata kunci — transmisi, manual, cvt, dynotest, efisiensi, karakteristik traksi
Analisis Kekuatan Chassis Terhadap Impact pada Kendaraan Bus Mitsubishi FUSO FE 84G BC dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Dwi Dani Aufar Fakhri; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1495.212 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42493

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia berdampak pada kebutuhan alat transportasi di Indonesia, terutama alat transportasi umum yaitu bus. Padatnya transportasi tidak menutup kemungkinan terjadinya kecelakaan, sehingga keselamatan dan keamanan dalam berkendara merupakan hal yang sangat penting. Dampak paling besar saat terjadi kecelakaan salah satunya dari depan kendaraan, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan pengemudi dan penumpang. Oleh karena itu dalam merancang suatu kendaraan, faktor keamanan dan kenyamanan merupakan hal yang sangat penting. Sehingga keselamatan pengemudi menjadi perhatian penting apabila bus ini mengalami kecelakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi dengan menggunakan metode elemen hingga. Mekanisme pemodelan pengujian impact yang dilakukan yaitu full width frontal collision dan offset frontal collision. Variasi uji tabrak ini dilakukan  pada chassis bus Mitsubishi FUSO FE 84G BC yang menggunakan bumper depan dan tanpa bumper depan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yakni dengan variasi kecepatan 48 km/jam sampai 96 km/jam. Deformasi terbesar yaitu 5,662 mm pada full width frontal collision tanpa bumper pada kecepatan 96 km/jam. Sesuai standart FMVSS 204 besar deformasi tidak melebihi dari 127 mm dan dinyatakan aman. Bumper yang terpasang pada chassis kendaraan dapat mengurangi defleksi yang terjadi pada chassis . Pada full widht frontal collision reduksi defleksi terbesar pada kecepatan 75 km/jam yaitu 21,628%, Sedangkan pada  offset frontal collision reduksi terbesar pada kecepatan 96 km/jam yaitu 27,667%. Besar energi serapan yang diterima oleh chassis saat terjadi tumbukan maksimum beragam sesuai besar kecepatan. Semakin tinggi kecepatan collision semakin besar pula nilai energi serapan yang diterima oleh chassis bus. Perbandingan energi yang diserap antara chassis tanpa bumper lebih besar dari pada yang menggunakan bumper.
Analisa Fatigue pada Rangka Sepeda Trandem dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Arief Maulana; Julendra Bambang Ariatedja
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.399 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42547

Abstract

Sepeda Trandem diciptakan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat akan sepeda solo dan sepeda tandem dalam satu sepeda. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian-penelitian selanjutnya untuk melengkapi dan mendukung inovasi tersebut. Penelitian dimulai dengan studi literatur, studi awal, serta pengumpulan data-data dari penelitian sebelumnya yang nantinya akan dijadikan dasaran untuk melakukan permodelan pada perangkat lunak elemen hingga. Dilakukan permodelan dengan menggunakan solid meshing dengan ukuran 5 mm dan Span Angle Fine, serta pembebanan diakibatkan oleh pengendara dengan massa 100 kg tanpa memperhatikan kondisi jalan pada pembebanan minimum, dan memperhitungkan kondisi ketika menghadapi speed bump dengan tinggi ± 0.2 m sehingga diberikan koefisien dinamis sebesar 3, data yang akan didapatkan berupa Maximum Stress Principal (Von Mises), yang selanjutnya akan diolah menjadi Fatigue Life dan Fatigue Safety Factor dari sepeda Trandem. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa terjadi overdesign dari segi fatigue, dikarenakan nilai fatigue life yang terlalu besar, sehingga dilakukan improvement pada rangka sepeda Trandem. Improvement dilakukan dengan mengecilkan ketebalan rangka sepeda Trandem, yang semula memiliki tebal sebesar 3 mm menjadi 1.5 mm, dan didapatkan penurunan nilai fatigue life yang signifikan menjadi ±18 tahun dengan nilai fatigue safety factor 0.8626.
Prediksi Keandalan Pengendara Mobil Terkait Drowsiness (Studi Kasus Pengendara Mobil di Jalan Tol Surabaya-Surakarta). Muhammad Miqdad Shiddiq Afif; Arief Rahman
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.867 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.45249

Abstract

Kecelakaan lalu lintas saat ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. World Health Organization (WHO) mencatat selama 2017 terdapat 1,35 juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Begitu pula di Indonesia, angka kecelakaan lalu lintas masih stabil berada di kisaran 90-100 ribu kasus tiap tahunnya. Menurut Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, manusia menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan dengan lebih dari 90% kasus kecelakaan disebabkan oleh manusia. Di antara faktor-faktor manusia tersebut, drowsiness menjadi penyebab terbesar nomor lima dari sepuluh penyebab terjadinya kecelakaan yang diakibatkan oleh manusia. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat pengendara yang mengalami drowsiness, penelitian ini dilakukan terhadap pengendara di jalan tol Surabaya-Surakarta untuk dinilai keandalannya. Tiga responden akan diamati selama mengemudi dari gerbang tol Surabaya di Warugunung sampai dengan gerbang keluar tol di Sragen dan sebaliknya. Pengamatan meliputi frekuensi kedipan mata serta detak jantung dari responden selama berkendara. Kedipan mata sebanyak lebih dari 24 kali dalam satu menit diindikasikan sebagai gejala drowsiness dan dianggap sebagai eror, kemudian akan digunakan untuk menghitung keandalan responden. Sementara itu detak jantung digunakan sebagai pembanding kondisi responden. Hasilnya frekuensi kedipan mata responden berdistribusi Weibull dengan shape parameter sebesar 274,674 dan scale parameter sebesar 1,3161. Keandalan responden mengalami penurunan secara konstan selama pengamatan berlangsung. Sementara itu keandalan sebesar 0,5 akan dicapai responden setelah megnemudi selama 300 menit, sementara untuk mencapai 0,6 dan 0,7 responden harus berkendara selama masing-masing 165 menit dan 125 menit. Sementara dari pola frekuensi kedipan mata, responden terindikasi mengalami drowsiness setelah mengemudi selama 60-90 menit.
Perencanaan Angkutan Bus Trayek Terminal Bubulak - Terminal Baranang Siang (Lewat Stasiun Bogor) Rizki Alfiansyah; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.088 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.45630

Abstract

Kota Bogor dikenal dengan permasalahan angkutan umumnya terutama Angkutan Kota. Seiring dengan pesatnya kenaikan jumlah kendaraan di Kota Bogor dirasa perlu untuk mengganti jenis layanan transportasi yang semula Angkutan Kota (AK) menjadi angkutan massal jenis bus yang memiliki kapasitas angkut yang lebih banyak demi mengurangi kepadatan lalu lintas yang sering terjadi saat ini. Menurut data yang terdapat dalam RENSTRA Kota Bogor 2014-2019, sampai tahun 2014 terdapat 32 Angkutan Kota (AK) dengan jumlah armada sebanyak 3.412 unit, 10 trayek Angkutan Antar Dalam Propinsi (AKDP) dengan jumlah armada sebanyak 4.426 unit, 3 Angkutan Massal Trans Pakuan dengan jumlah 30 unit yang beroperasi di Kota Bogor. Dan terdapat 11 titik kemacetan yang 6 diantaranya berada dalam jalur Perencanaan Angkutan Bus Terminal bubulak-Terminal Baranang Siang. Dengan adanya permasalahan kepadatan lalu lintas yang mengakibatkan kemacetan pada area tersebut, diperlukannya perencanaan angkutan bus pada trayek Terminal Bubulak-Terminal Baranang Siang (lewat Stasiun Bogor) serta meninjau operasionalnya pada awal tahun yang dilihat dari pembebanan, frekuensi dan headway dan dilakukan forecast selama 5 dan 10 tahun rencana ke depan dilihat dari pembebanan, frekuensi, dan headway. Pada perencanaan angkutan bus ini dalam pengerjaannya menggunakan analisa demand penumpang yang didapatkan dari survey lapangan yang diolah dengan kalibrasi occupancy, analisa forecasting demand penumpang dengan cara furness model, analisa kapasitas kendaraan dan headway yang terjadi. Hasil perhitungan operasional kendaraan pada tahun 2019 dibutuhkan 26 jenis bus midi dengan kapasitas 37 penumpang, headway 4 menit dan frekuensi 14 bus/jam. Sedangkan untuk hasil dari perhitungan operasional kendaraan setelah dilakukan forecast untuk 5 dan 10 tahun kedepan pada tahun 2024 dibutuhkan 30 jenis bus midi dengan kapasitas 37 penumpang, headway 4 menit dan frekuensi 17 bus/jam. Untuk tahun 2029 dibutuhkan 37 jenis bus midi dengan kapasitas 37 penumpang, headway 3 menit dan frekuensi 21 bus/jam.
Alternatif Perencanaan Timbunan dan Perbaikan Tanah Dasar pada Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (STA 12+434 s/d STA 12+684) Alam Maulana; Noor Endah Mochtar; Putu Tantri Kumalasari
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.182 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.45914

Abstract

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia. Hal ini ditunjukan dengan laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur pada triwulan III 2017 mencapai 5,21%. Hal ini tidak terlepas dari dua kota industri penting di Jawa Timur yakni Sidoarjo dan Gresik. Laju pertumbuhan ekonomi yang besar mengakibatkan kedua kota tersebut perlu akses jalan yang cepat dan saling terintegerasi. Pemerintah sudah merencanakan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sepanjang 38,29 km sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan serta mempermudah akses kedua kawasan industri tersebut. Pada seksi II pengerjaan tol tersebut, tepatnya pada STA 12+434 s/d STA 12+684 akan dibangun jembatan yang melewati jalan raya yang menghubungkan Desa Katimoho barat dengan timur. Pada awalnya oprit jembatan direncanakan menggunakan pile slab dikarenakan kedalaman tanah lunak yang mencapai 14 meter. Tanah lunak yang relatif dalam dikhawatirkan akan mengakibatkan penurunan tidak seragam yang besar dan dapat menganggu pengerjaan proyek jalan tol KLBM ini. Namun penggunaan pile slab dirasa kurang efektif mengingat harganya yang sangat mahal. Oleh sebab itu perlu direncanakan alternatif timbunan yang murah, aman terhadap longsor, dan penurunan tidak seragam yang dapat dikendalikan. Pada penulisan tugas akhir ini akan memodifikasi desain awal oprit  jembatan yang awalnya dengan konstruksi pile slab, dirubah menjadi timbunan tanah atau EPS geofoam. Pemilihan material timbunan tanah ditinjau dari segi ekonomi dan ketersediaan material dilapangan. Untuk mengendalikan penurunan yang terjadi pada tanah dasar, maka pada timbunan tanah digunakan prefabricated vertical drain (PVD) untuk mempercepat penurunan yang terjadi. Dalam perencanaan timbunan tanah juga akan digunakan perkuatan berupa geotextile dan encapsulated stone column (ESC). Hasil dari perencanaan dan perhitungan biaya didapatkan alternatif yang paling efisien adalah menggunakan timbunan tanah dengan pemasangan PVD pola segitiga jarak 1,1 meter dan perkuatan timbunan berupa geotextile dengan kuat tarik 120 kN. Harga yang diperlukan untuk alternatif timbunan dan perbaikan tanah dasar tersebut sebesar 12,088 milyar rupiah.