cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Dampak Pembangunan Terminal Kijing Terhadap Rencana Pengembangan Terminal Eksisting dan Biaya Transportasi Nur Indra Suryani; Christino Boyke Surya Permana; Irwan Tri Yunianto
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.209 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36941

Abstract

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pontianak saat ini sedang membangun terminal baru yaitu Terminal Kijing berdasarkan Peraturan Presiden Nomor: 43 Tahun 2017. Dengan adanya pembangunan Terminal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya dampak dari pembangunan tersebut terhadap perubahan biaya transportasi muatan serta menganalisis rencana pendalaman alur di Terminal Peti Kemas (TPK) Dwikora (Terminal Eksisting). Penelitian ini menggunakan metode analisis perhitungan berdasarkan pada besar biaya transportasi. Hasil dari Penelitian ini yaitu; pertama, pendalaman alur di TPK Dwikora dapat menurunkan biaya transportasi muatan 8.1% pertahun yaitu sebesar Rp 81 Miliar. Kedua, pembangunan Terminal Kijing dapat menurunkan biaya transportasi muatan 2% pertahun yaitu Rp 17 Miliar. Ketiga, adanya pendalaman alur dan pembangunan Terminal Kijing dengan pembagian hinterland dapat menurunkan biaya transportasi muatan 8.4% pertahun yaitu Rp 85 Miliar. Hinterland TPK Dwikora yaitu Kabupaten Sanggau, Ketapang, Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Kubu Raya, dan Kota Pontianak. Hinterland Terminal Kijing yaitu Kabupaten Sambas, Bengkayang, Landak, dan Pontianak. Dari hasil diatas, rencana pendalaman alur di TPK Dwikora dan pembangunan Termina Kijing perlu dilakukan dengan biaya pendalaman alur sebesar Rp 709 Miliar dan investasi pembangunan Terminal Kijing untuk muatan peti kemas sebesar Rp 4.9 Triliun
Perencanaan Kebutuhan Jumlah Gate Berdasarkan Jumlah Rute Penerbangan yang Dilayani pada Bandara Internasional New Yogyakart Akbar Bayu Kresno Suharso; Ervina Ahyudanari
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.423 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34829

Abstract

Gate sebagai akses yang digunakan untuk proses perpindahan penumpang dari terminal menuju ke sisi udara bandara. Dalam suatu perencanaan kebutuhan jumlah gate terkadang hanya dipertuntukkan untuk maskapai tertentu terhadap rute. Hal ini mempengaruhi jumlah gate yang tersedia. Penggunaan serta ketersediaan gate harus mencukupi dalam pelayanan penumpang dan pelayanan dari jadwal penerbangan yang tersedia terkait dengan rute penerbangan yang dilayani. Lamanya waktu pemakaian gate ini berbeda beda tergantung dari pelayanan boarding oleh pihak airlines dan penumpang yang akan melakukan penerbangan. Bandara yang akan ditinjau dalam tugas akhir ini adalah bandara baru yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan diberi nama New Yoyakarta Internasional Airport (NYIA). Bandara NYIA ini diharapkan dapat menggantikan peran Bandara sebelumnya yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Bandara Internasional Adi Sutjipto yang sudah dikatakan kelebihan kapasitas dengan jumlah penumpang mencapai 4 juta lebih per tahunnya dan tidak dapat dikembangkan lagi karena adanya ketebatasan lahan. Data – data yang akan diperoleh nantinya adalah data jenis pesawat yang beroperasi, data pola pergerakan pesawat, jadwal penerbangan bandara Adisutjipto, dan layout Bandara Internasional New Yogyakarta. selanjutnya dari data – data yang didapat akan dilakukan berbagai analisa yang menghasilkan bahwa tipe pesawat terbesar yang dapat beroperasi pada bandara nyia adalah boeing 747-400. dari hasil perhitungan jangkauan maksimum yang dapat ditempuh sebesar 10551 km.  berdasarkan hasil analisa lainnya, rute yang dapat dilayani bandara nyia ini  sebanyak 37 destinasi yang diantaranya terdapat 23 rute penerbangan domestik dan 14 rute penerbangan internasional. setelah itu dilakukan analisa terhadap jadwal penerbangan dan menghasilkan perencanaan jumlah gate pada bandara nyia sebanyak 14 buah gate dan seluruh gate ini akan dapat melayani hingga 234 penerbangan
Pengaruh Variasi Penambahan Agregat Buatan Terhadap Kadar Aspal Optimum untuk Perkerasan Aspal Lapis Aus Iik Radevi Burhamsi Putri; Hariyadi Hariyadi; I Dewa Made Alit Karyawan; Ervina Ahyudanari
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.395 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.37874

Abstract

Agregat yang digunakan pada konstruksi perkerasan umumnya menggunakan batu pecah yang didapatkan dari batu gunung maupun sungai yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan alam. Oleh karena itu diperlukan agregat buatan yang dapat menggantikan fungsi agregat alami maupun dapat mengurangi penggunaan agregat alami secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan agregat buatan terhadap kadar aspal optimum untuk perkerasan aspal lapis aus. Penelitian ini menggunakan agregat buatan geopolimer berbahan dasar fly ash yang digunakan ke dalam campuran dan dijadikan sebagai pengganti agregat kasar untuk perkerasan lapis aus untuk jalan raya. Variasi komposisi agregat buatan yang digunakan yaitu 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Terdapat lima sampel untuk masing-masing variasi dengan menggunakan tiga kadar aspal yaitu 5%, 6% dan 7%. Hasil yang didapatkan pada penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal optimum untuk variasi penambahan 0% agregat buatan dan 25% penambahan agregat buatan memiliki kadar aspal optimum, sementara untuk variasi penambahan agregat buatan 50%, 75% dan 100% agregat buatan, hasilnya tidak mencukupi syarat spesifikasi yang ada, sehingga tidak dapat ditarik kadar aspal optimum
Disain Fasilitas Pergerakan Kedatangan Penumpang di Terminal Bandara New Yogyakarta International Airport Catharina Tiffani Wulandari; Ervina Ahyudanari
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.303 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35931

Abstract

Bandara baru yang diberi nama New Yogyakarta International Airport terletak di Kabupaten Kulonprogo, tepatnya di Kecamatan Temon. Bandara ini diharapkan dapat mengimbangi pesatnya pertumbuhan kebutuhan transportasi udara di Yogyakarta, serta meningkatkan kenyamanan dan pelayanan bagi para pengguna jasa transportasi udara. Seiring dengan perkembangan lalu lintas, perlu diimbangi dengan fasilitas yang memadai guna memproses pergerakan penumpang menuju ruang pemrosesan selanjutnya. Oleh karena itu, disediakan fasilitas yang bertujuan untuk mempercepat proses pergerakan penumpang menuju ruang pemrosesan selanjutnya. Hal ini memungkinkan penumpang yang hendak mengambil bagasi, tiba lebih cepat di baggage claim area dari bagasi yang akan diambil. Waktu yang lebih cepat ini akan menyebabkan penumpang harus menunggu lagi. Dalam studi ini mencoba memberikan solusi masalah tersebut dengan memperhatikan proses penanganan bagasi. Berdasarkan hasil analisis peramalan jumlah penumpang menggunakan metode Regresi Linear, diperkirakan jumlah penumpang di Bandara NYIA pada tahun 2038 yaitu 20,000,000 penumpang. Total luas terminal penumpang diperkirakan adalah 97,000 m². Didapatkan waktu penumpang menunggu di baggage claim area dengan memperhatikan proses penanganan bagasi yaitu 23,69 menit untuk domestik & 23,19 menit untuk internasional. Hasil tersebut memenuhi standar pelayanan pengguna jasa bandar udara (Permenhub No. 38/2015) yang menyatakan bahwa standar waktu menunggu penumpang mengambil bagasi di baggage claim area adalah 30 menit
Kelayakan Finansial Kereta Bandara New Yogyakarta International Airport Dengan Analisis Sensitivitas Terhadap Perubahan Kebutuhan Lahan Kevin Andrea; Ervina Ahyudanari
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.949 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36228

Abstract

Pada tahun 2011, penumpang Bandara Adisutjipto Yogyakarta dikatakan melebihi kapasitas yaitu mencapai 4 juta penumpang per tahun, melebihi kapasitasnya yaitu 1,2 juta penumpang per tahun. Untuk mengatasi masalah tersebut, PT. Angkasa Pura 1 memutuskan untuk membangun Bandara New Yogyakarta International Airport yang terletak di Wates, .K.abupaten Kulon Progo. Akses bandara ini difasilitasi moda kereta api. Dalam perencanaan yang ada, terdapat dua desain trase yang berbeda yang disajikan oleh PT. Angkasa Pura 1. Oleh karena itu, dibutuhkan analisa kelayakan finansial kereta bandara NYIA dengan memperhatikan perubahan kebutuhan lahan pada kedua desain trase. Dari data-data yang didapat, dilakukan perhitungan jumlah penumpang kereta Bandara NYIA dengan hasil 77,89% penumpang Bandara NYIA menggunakan kereta bandara. Setelah itu dilakukan analisis biaya investasi untuk kedua rute. Investasi untuk trase 1 sebesar Rp544,973,487,977 dan investasi untuk trase 2 adalah Rp1,145,963,930,152.92. Setelah itu dilakukan kelayakan finansial metode NPV, BCR dan IRR untuk kedua trase. Perhitungan kelayakan secara finansial menunjukkan nilai NPV untuk trase 1 adalah Rp10,791,607,297,048.50 sedangkan nilai NPV untuk trase 2 adalah Rp10,333,668,097,720.70. Nilai BCR untuk trase 1 adalah 9.797 sedangkan nilai BCR untuk trase 2 adalah 6.626. Nilai IRR untuk trase 1 adalah 112.68% sedangkan nilai IRR untuk trase 2 adalah 58.28%. Berdasarkan perhitungan kelayakan secara finansial, trase 1 kereta bandara memiliki nilai kelayakan finansial yg lebih baik dari trase 2.
Analisis Dampak Pengembagan Pelabuhan di Suatu Wilayah: Studi Kasus Terminal Kendal Jawa Tengah Rafidah Agni; Irwan Tri Yunianto; Christino Boyke Surya Permana
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.459 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36860

Abstract

PDRB Jawa Tengah berdasarkan lapangan usaha tahun 2016 menunjukkan sektor industri pengolahan memiliki kontribusi terbesar dan terus mengalami kenaikan 4,3%. Untuk meningkatkan perekomian, Kementrian Perindustrian merencanakan pengembangan zona industri. Sehingga diperlukan infrastruktur transportasi sebagai penunjang kegiatan industri. Pelabuhan Tanjung Emas merupakan pelabuhan yang sangat berperan di Jawa Tengah dimana 47% total arus muatan Jawa Tengah melalui Pelabuhan Tanjung Emas pada tahun 2016. Di sisi lain Terminal Kendal saat ini sedang dalam pengembangan yang direncanakan menjadi penunjang Pelabuhan Tanjung Emas. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting muatan peti kemas dan curah kering di Jawa Tengah dan Pelabuhan Tanjung Emas serta mengetahui dampak Terminal Kendal terhadap zona industri di Jawa Tengah. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah peti kemas di Jawa Tengah tahun 2016 sebesar 67% dan curah kering 12%. Sedangkan di Pelabuhan Tanjung Emas jumlah peti kemas tahun 2016 sebesar 61% dan muatan curah kering sebesar 19%. Kemudian untuk mengetahui dampak Terminal Kendal terhadap zona industri dilakukan analisis biaya transportasi menggunakan 3 skenario. Hasil analisis menunjukkan bahwa Terminal Kendal tidak memberikan dampak terhadap zona industri dengan skenario 1 dan 2. Sedangkan dengan menggunakan skenario 3, Terminal Kendal memberikan dampak penurunan biaya transportasi yaitu untuk muatan curah kering tujuan Kabupaten tegal terjadi penurunan biaya sebesar 4% dan untuk muatan peti kemas terjadi penurunan 9% terhadap zona industri di Kabupaten Banyumas, Kabupaten Batang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Kendal, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo.
Analisis Kekuatan dan Re-design Box Body Mobil Pick-up Multiguna Pedesaan akibat Gaya Angin, Inersia, dan Sentrifugal Maulika Gustina Jaisyah; Julendra Bambang Ariatedja
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.036 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36911

Abstract

Departemen Teknik Mesin ITS dipercayai oleh KEMENRISTEK untuk mengembangkan mobil pick-up multiguna pedesaan dan saat ini sudah sampai tahap finishing prototype yang kedua. Mobil ini memiliki empat fungsi dimana dua diantaranya menggunakan bagian box. Bagian ini hingga rancangan prototype mobil yang kedua belum dilakukan analisis kekuatan terhadap massanya. Kondisi tersebut menjadi latar belakang dilakukan analisis pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan perangkat lunak berbasis Metode Elemen Hingga (MEH). Pembebanan yang dilakukan adalah beban akibat gaya angin, inersia sentrifugal maupun muatan. Hasil yang didapatkan adalah baik desain box pertama dan kedua ketika diberikan muatan penuh 2000 kg memiliki tegangan von misses yang melebihi tegangan yield material. Tegangan von misses terbesar terjadi saat mobil dikendarai berbelok, yaitu sebesar 348,69 Mpa dengan deformasi maksimum 8,357 mm dan safety factor 0,63. Berdasarkan analisis ini dilakukan re-design dengan mengganti material pada beberapa bagian box dan modifikasi geometri kerangka box. Hasil yang didapatkan menjadi lebih aman dengan tegangan von misses sebesar 108,01 Mpa, deformasi maksimum 1,0892 mm dan safety factor 2,04.
Analisis Karakteristik Traksi Serta Redesign Rasio Transmisi Jetbus 2 High Deck Adiputro Muhammad Alawy Djufri; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.61 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.37039

Abstract

Penjualan kendaraan bermotor Indonesia tahun 2017 mengalami peningkatan 5,96 persen dari tahun sebelumnya. (Gaikindo). Tingginya penjualan kendaraan tersebut tidak diiringi dengan upaya produsen untuk mencerdaskan konsumen mengenai performa kendaraan. Hal tersebut yang mendasari penulis untuk melakukan analisa karakteristik traksi pada Jetbus 2 High Deck Adiputro. Dalam penelitian ini menganalisa menggunakan dua Engine dengan volume ruang bakar yang sama (cc). Telah dilakukan tiga tahapan pengujian. Tahapan pertama adalah dilakukan analisa perhitungan kecepatan dan percepatan bus. Tahap kedua dilakukan analisa perhitungan sudut tanjak maksimum yang mapu dilalui oleh bus. Selanjutnya Tahap ketiga telah dilakukan redesign rasio transmisi bus adiputro menggunakan progressi geometri. Dari penelitian ini di dapatkan data berupa kecepatan, percepatan, dan sudut tanjakan pada kondisi standar  dari 2 engine yang di analisa serta hasil redesign rasio transmisi bus adiputro dari 2 engine J08 E  VD dan  J08E UN . Setelah dilakukan analisa kedua engine tersebut gradeability maksimum yang mampu di tempuh tidak sesuai dengan klaim pabrikan sebesar 32.3%. Sedangkan analisa kecepatan maksimum yang mampu di capai kendaraan adalah 116 Km/jam untuk engine J08E VD dan 117 Km/jam untuk engine J08E UN dengan klaim dari pabrikan 100 Km/jam. Setelah dilakukan redesign gradeability maksimum yang mampu di capai meningkat 38% untuk engine J08E VD dan 39% untuk engine J08E UN.
Perancangan Coupler untuk LRT di Indonesia Andhika Muttaqien Priyambodo; Achmad Syaifudin
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.645 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.37478

Abstract

PT INKA menggunakan coupler tipe knuckle, yang biasa dipakai untuk kereta api, untuk sambungan gerbong pada kereta ringan (light rail transit, LRT). Namun, pemakaian coupler tipe ini sangat tidak sesuai sebab coupler untuk kereta api dapat menarik beban hingga 42 ton, sedangkan berat gerbong LRT hanya 25 ton. Dalam penelitian ini, dilakukan studi numerik untuk re-design ukuran coupler.  Optimasi ukuran dipilih sebagai basis dalam metode re-design. Analisis numerik dilakukan dengan bantuan Catia Simulia V6 – Structural  Validation. Material yang digunakan adalah AAR M201 grade E dan grade D sesuai dengan yang digunakan oleh PT INKA. Beban yang diterapkan adalah beban aktual LRT Jabodebek dengan jumlah trainset 6 buah. Optimasi ukuran dilakukan dengan reduksi ukuran head coupler knuckle hingga 50%. Panjang leher coupler dipertahankan untuk menyesuaikan dengan ruang sambungan pada carbody. Analisis angka keamanan dilakukan pada tiap model yang telah direduksi. Hasil simulasi mengindikasikan bahwa ukuran coupler yang paling optimum, yaitu ukuran pada skala reduksi 80% dari model awal. Tegangan tarik dan tekan maksimum yang terjadi berturut-turut sebesar 450 MPa dan 308 MPa, yang mana masih berada dalam zona aman.
Perencanaan Tahapan Pekerjaan Pelapisan Ulang Perkerasan Landasan Pacu Yang Dipengaruhi Waktu Operasional Bandara (Studi Kasus: Bandar Udara Internasional Stefanus Stefanus; Ervina Ahyudanari
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.212 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.39064

Abstract

Bandar Udara Internasional Juanda atau secara internasional disebut Juanda International Airport (JIA) yang terletak di Surabaya memiliki tingkat frekuensi penerbangan yang sangat tinggi di Indonesia. Semakin tahun, jumlah pergerakan penumpang pada Bandar Udara Internasional Juanda akan semakin meingkat. Sangat ideal, apabila Bandar Udara dapat beroperasi 24 jam. Namun saat ini, bandara tersebut tidak beroperasi 24 jam dikarenakan pelaksanaan pekerjaan pelapisan ulang perkerasan. Pekerjaan pelapisan ulang tersebut direncanakan selama 36 bulan. Lama waktu pengerjaan ini menyebabkan operasional bandara terganggu karena adanya pengurangan jam operasional untuk pelaksanaan overlay. Waktu overlay selama 36 bulan tersebut perlu dikaji ulang untuk mengetahui apakah proses pekerjaan pelapisan ulang perkerasan pada Bandar udara Internasional Juanda memerlukan waktu selama itu atau mungkin lebih. Kajian dimulai dengan mendapatkan data perencanaan tahapan pekerjaan pelapisan ulang Bandar Udara Juanda.  Hasil total perhitungan pelapisan ulang kemudian diakumulasikan untuk mengetahui lama total pelaksanaan pekerjaan. Dari hasil analisis tugas akhir ini, didapAtkan bahwa saat ini sedang dilaksanakan pekerjaan weakspot dan pekerjaan pelapisan ulang pada bandar udara Juanda. Pada satu hari opening time, pekerjaan weakspot dapat dikerjakan seluas 11,7 x 18 meter. Produktivitas yang didapatkan untuk pekerjaan pelapisan ulang adalah 7,6, 5,8, dan 3,9 meter x 45 meter untuk masing-masing pekerjaan 5cm, 6cm, dan 7cm. Waktu total yang dibutuhkan untuk mengerjakan pekerjaan perbaikan weakspot adalah selama 145 hari, sedangkan untuk pekerjaan pelapisan ulang adalah 1100 hari.