cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Desain Konsep Solar Energy Assisted Water Bus Sebagai Sarana Transportasi Rute Marunda-Muara Baru, Jakarta I Wayan Suputra; Ahmad Nasirudin; Gita Marina Ahadyanti
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.016 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42077

Abstract

Kapal penumpang sebagai sarana antar jemput terjadwal bagi warga Marunda untuk menghindari kepadatan lalu lintas darat menuju Muara Baru Jakarta, menempuh jarak 10.26 mil dengan mengangkut rata-rata 20 penumpang per hari. Namun dengan penggerak kapal yang masih menggunakan BBM, pengoperasian kapal hingga akhir 2016 sempat mengalami kendala, karena telatnya pasokan BBM menyebabkan kapal penumpang berhenti beroperasi. Tugas Akhir ini bertujuan mendesain water bus sebagai kapal penumpang dengan pelayanan terjadwal, yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi untuk penggerak kapal agar mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan penggunaan BBM. Metode yang di gunakan dalam mendesain kapal ini yaitu metode trend curve approach. Ukuran utama kapal yang didapat adalah LOA = 9.71 m, B = 3.15 m, T = 0.56 m, H = 1.17 m, B1 = 1.06 m, Cb = 0.409, dan Vs = 11 knots dengan kapasitas jumlah penumpang 20 orang. Daya baterai sebesar 60 Kwh dan daya panel surya yang terpasang sebesar 3000 Wp.
Redesign Kerangka Box Body Mobil Pickup Multiguna Pedesaan Berbasis Metode Elemen Hingga Lina Damayanti; Julendra Bambang Ariatedja
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.034 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41560

Abstract

Mobil pickup multiguna pedesaan adalah sebuah mobil pickup yang digabungkan dengan box yang dapat dilepas atau pasang sesuai kebutuhan. Penggunaan box khususnya untuk kegiatan berniaga kurang maksimal, dengan ruang yang tidak terlalu besar membuat penjual membatasi barang yang akan dijajakan, sehingga perlu adanya redesign agar lebih fungsional untuk kegiatan berniaga. Selain itu massa total box yang masih dapat dikurangi dengan pemilihan material yang lebih ringan seperti polycarbonathe. Untuk melakukan redesign box mobil ini, pertama merancang box body dengan menggunakan software solid modeling. Selanjutnya adalah perhitungan beban yang meliputi beban akselerasi, pengereman dan belok. Simulasi dengan metode elemen hingga menggunakan software ANSYS 19.1 dilakukan kemudian. Pengujian ini diakhiri dengan memperoleh data hasil simulasi berupa tegangan von Mises, deformasi total dan safety factor, kemudian mengevaluasi hasil yang diperoleh. Hasil simulasi didapatkan penurunan massa box sebesar 8,65%. Saat mobil pickup multiguna pedesaan mengalami efek percepatan pada lintasan datar diperoleh nilai von Mises stress maksimum yang terjadi sebesar 87,346 MPa, nilai total deformation maksimum sebesar 5,35 mm dengan safety factor 3,034. Sebaliknya saat pengereman nilai von Mises stress maksimum yang terjadi sebesar 81,671 MPa, nilai total deformation maksimum sebesar 5,56 mm dengan safety factor 7,02. Saat melewati lintasan belok nilai von Mises stress maksimum yang terjadi sebesar 26,04 Mpa, nilai total deformation maksimum sebesar 1,63 mm dengan safety factor 3,28. Dari analisis dan verifikasi hasil uji terhadap persyaratan desain, box body memenuhi kelayakan keamanan.
Analisis Kelayakan Ekonomi dan Finansial Pembangunan Jalan Tol Pandaan - Malang Nur Fajar Aprilia Sari; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.523 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41495

Abstract

Pembangunan Jalan Tol Pandaan – Malang memerlukan pertimbangan ekonomi dan finansial untuk menghindari adanya penanaman modal yang terlalu besar. Analisis kelayakan ini sangat penting bagi masyarakat pengguna jalan, pemerintah, dan investor. Pertimbangan ekonomi dibutuhkan untuk mengetahui manfaat dari adanya Jalan Tol Pandaan - Malang terhadap masyarakat sekitar, sedangkan pertimbangan finansial dibutuhkan sebagai acuan dalam investasi agar jalan tol ini merupakan perencanaan yang efisien. Oleh karena itu perlu dilaksanakan analisis kelayakan dari adanya Jalan Tol Pandaan – Malang agar mengetahui apakah jalan tol ini layak untuk dibangun. Pada studi ini, akan dianalisis kelayakan Jalan Tol Pandaan – Malang dengan merekapitulasi data-data volume kendaraan di jalan eksisting, yaitu jalan dari Kecamatan Pandaan sampai Kota Malang dengan pembagian ruas tertentu yang nantinya akan memberikan pengaruh terhadap jalan tol rencana. Data-data ini berupa data sekunder dari survey traffic counting, yang didapatkan dari Laboratorium Perhubungan Departemen Teknik Sipil ITS. Kemudian menghitung derajat kejenuhan dari jalan eksisting sebelum dibangun Jalan Tol Pandaan – Malang untuk mengetahui kinerja lalu lintas jalan tersebut. Setelah itu dilakukan perhitungan untuk mengetahui presentase perpindahan kendaraan dari jalan eksisting ke Jalan Tol Pandaan – Malang dengan analisis trip assignment menggunakan 3 metode, yaitu Metode Smock, Metode Davidson, dan Metode JICA I. Namun akhirnya menggunakan Metode Smock dikarenakan banyak pertimbangan. Dari analisis trip assignment, maka didapatkan volume kendaraan yang akan melewati jalan tol rencana sehingga dapat menghitung derajat kejenuhan dari jalan tol rencana. Dari hasil analisis, didapatkan untuk kelayakan ekonomi BCR sebesar 2,796 > 1 dan nilai NPV sebesar Rp. 15.531.872.832.729 > 0. Untuk kelayakan finansial didapatkan nilai BCR sebesar 2,938 > 1, nilai NPV sebesar Rp. 16.760.098.491.986 > 0 dan nilai IRR sebesar 11,926% > 4,86% (MARR). Serta waktu Payback Period selama 17 tahun 6 bulan 22 hari. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan pembangunan Jalan Tol Pandaan – Malang dikatakan layak dari segi ekonomi dan finansial
Analisis Perencanaan Pola Operasi Armada Kapal Penyeberangan: Studi Kasus Pelabuhan Ujung-Kamal Achmad Muchlis Sodik; Achmad Mustakim; Pratiwi Wuryaningrum
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.749 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41602

Abstract

Sebelum beroperasinya Jembatan  pada tahun 2009, Pelabuhan Kamal adalah pelabuhan penyebrangan di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Pelabuhan penyebrangan Kamal Madura merupakan pelabuhan angkutan penyeberangan antar pulau yang menghubungkan Pulau Madura dengan Pulau Jawa, dengan jarak tempuh sekitar 2,5 mil laut dan lama waktu pelayaran kurang lebih 30-45 menit. Sejak beroperasinya Jembatan Suramadu, pengguna pelabuhan ini mengalami penurunan. Sehingga menyebabkan PT ASDP Ujung-Kamal Mengurangi armada yang dari awalnya memiliki 19 armada dengan waktu operasional 24 jam menjadi 3 armada dengan waktu 15 jam saja. Tidak hanya itu, jumlah armada yang beroperasi terkadang tidak menentu sehingga mengakibatkan jadwal yang ada menjadi tidak konsisten. tidak sedikit penumpang yang harus menunggu atau tertinggal oleh kapal.Tugas akhir ini bertujuan untuk merencanakan pola operasi Penyeberangan Ujung-Kamal yang optimal,setelah melakukan optimasi dari 3 kapal yang beroperasi terpilih 2 kapal yaitu KMP Jokotole dan KMP Gajah Mada. jadwal penyeberangan di rubah hanya melayani 8  dan 10 trip dalam satu hari. Dari hasil optimasi penjadwalan tersebut di dapatkan minimum unit cost yaitu sebesar Rp.Rp14.887.966 per hariuntuk KMP Gajah Mada dan Rp. Rp11.230.715 per hari untuk KMP Jokotole.
Analisa Insulasi Kebisingan Interior pada Kereta LRT Palembang Berdasarkan Nilai Sound Transmission Class Mayang Ananda Putri; Wiratno Argo Asmoro
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.253 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41881

Abstract

Kereta api merupakan salah satu moda transportasi massal yang  murah, efisien serta terjangkau untuk mengatasi kemacetan yang ada di Indonesia. Akan tetapi, kereta api juga memiliki masalah kebisingan yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang di dalamnya. Bising kereta api disebabkan oleh berbagai sumber. Penelitian ini membahas mengenai analisa insulasi kebisingan interior pada LRT Palembang berdasarkan nilai sound transmission class yang tujuannya adalah mengurangi tingkat kebisingan yang dihasilkan sehingga tidak berdampak negatif bagi kesehatan penumpang di dalam kereta tersebut. Salah satu parameter untuk menilai kualitas serap bunyi suatu material adalah nilai STC. Berdasarkan hasil pengukuran, simulasi dan perhitungan menurut kondisi existing, didapatkan bahwa nilai STC pada bagian penyusun LRT Palembang yaitu pintu dan jendela masih belum memenuhi standar yaitu di bawah 30. Kemudian dilakukan rekomendasi bahan berdasarkan analisa STC dengan perhitungan dan simulasi. STC rekomendasi berdasarkan simulasi yaitu pada bagian pintu sebesar 31 (untuk material AA6063 T5) dan 30 (untuk material Tempered Glass), pada bagian jendela sebesar 31, dan side wall sebesar 43, sedangkan menurut perhitungan didapatkan nilai STC pada bagian pintu sebesar 29 (untuk material AA6063 T5) dan 27 (untuk material Tempered Glass), pada bagian jendela sebesar 33, dan side wall sebesar 47. Hasil analisa menunjukkan bahwa pada frekuensi 250 Hz masih belum memenuhi kondisi standar pengurangan bising yang dibutuhkan, sedangkan pada frekuensi 500 – 4000 Hz, sebagian besar sudah memenuhi kondisi standar menurut permenhub. Rekomendasi material antara simulasi dan perhitungan menunjukkan perbedaan yang tidak jauh.
Penentuan Lokasi Terminal Angkutan Umum Tipe C di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan Rizqia Mintarsih; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.195 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41959

Abstract

Sebagai ibukota kabupaten, Bangil dilalui oleh beberapa rute trayek angkutan umum tanpa ada simpul yang jelas. Simpul yang sesuai dengan kebutuhan pemberhentian angkutan umum antar pusat kegiatan lokal adalah terminal angkutan umum tipe C yang sejalan dengan arahan RTRW Kabupaten Pasuruan 2009 – 2029. Penentuan lokasi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi faktor penentu menggunakan alat Delphi dilanjutkan dengan pemetaan (GIS, weighted overlay). Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi terminal angkutan umum tipe C di Kecamatan Bangil adalah jenis tanah, daerah rawan banjir, jaringan jalan, jaringan angkutan umum sumber penumpang potensial, permukiman penduduk, penggunaan lahan eksisting, rencana penggunaan lahan, jaringan listrik, dan jaringan air bersih. Setelah dilakukan pemetaan maka diperoleh dua titik alternatif lokasi yaitu yang berada di Desa Pogar dan Desa Kalirejo. Dengan mempertimbangkan faktor lain seperti ketersediaan lahan, keterpaduan antar moda dan lainnya, maka terpilih satu titik yang direkomendasikan sebagai lokasi terminal angkutan umum tipe C di Desa Pogar Kecamatan Bangil.
Analisis Daerah Rawan Kecelakaan Lalu Lintas pada Ruas Jalan Tol Surabaya-Gempol. Asep Fahza; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.371 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42123

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan indikator utama tingkat keselamatan jalan raya. Di negara maju masalah keselamatan jalan merupakan masalah yang sangat diperhatikan guna mereduksi kuantitas kecelakaan yang terjadi. Hal ini menjadi indikator terhadap pentingnya  memahami karakteristik kecelakaan. Jumlah korban yang cukup besar akan memberikan dampak ekonomi (kerugian material) dan sosial yang tidak sedikit. Tujuan tugas akhir ini adalah menghitung besarnya angka kecelakaan pada ruas jalan tol Surabaya-Gempol, menghitung nilai ekonomi akibat kecelakaan berdasarkan tingkat keparahan korban menggunakan metode The Gross Output (Human Capital). Menganalisis  daerah rawan kecelakaan (Balck Site) dengan metode Z-Score dan Cummulative Summary (Cusum), membuat titik daerah rawan kecelakaan pada ruas jalan yang sering terjadi kecelakaan. Dari hasil  analisis  menunjukkan bahwa ruas jalan yang memiliki Accident Rate tertinggi untuk  korban meninggal dunia dunia di jalan tol Surbaya-Gempol adalah pada tahun 2016, untuk luka berat pada tahun 2016, untuk korban luka ringan adalah pada tahun 2014. Uji Hipotesis One Way-ANNOVA membuktikan bahwa bulan dan harinya terjadinya kecelakaan lalu lintas memberikan hasil yang sama identik,tidak berpengaruh terhadap kejadian kecelakaan, sedangakn jam terjadi, jenis kelamin dan cuaca kejadian kecelakaan memberikan hasil sebaliknya yaitu berbeda nyata atau berpengaruh pada terjadnya kecelakaan.  Dari hasil perhitungan menggunakan metode The Gross Output (Human Capital) didapat nilai ekonomi akibat kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan korban meninggal dunia (tahun 2012-2016) sebesar Rp. 14.931.019.884,70, sedangkan korban luka berat (tahun 2012-2016) sebesar Rp. 2.711.662.398,14, dan korban luka ringan (tahun 2012-2016) sebesar Rp. 1.338.232.607,76 . Dengan metode Z-Score diperoleh daerah rawan kecelakaan pada ruas jalan tol Waru-Sidoarjo pada STA 24-25. Lokasi Black spot terletak di STA 18-19 dan STA 22-24.
Studi Eksperimental Dan Analisa Pengaruh Sinar Matahari Terhadap Laju Keausan Material Ethylene Propylene Diene Monomers (EPDM) Pada Wiper Blade Muzayin Ahmad Fuadi; Yusuf Kaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.599 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42272

Abstract

Wiper merupakan komponen yang sangat penting dan erat hubungannya dengan keselamatan pengendara terutama pada saat turun hujan karena wiper blade akan menyapu air hujan yang jatuh ke kaca mobil. Pada saat wiper blade bekerja akan terjadi gesekan pada material wiper blade dengan kaca yang dapat mengakibatkan adanya keausan pada material wiper yang biasanya terbuat dari rubber dengan jenis Ethylene Propylene Diene Monomers (EPDM). Penelitian untuk mengetahui pengaruh sinar matahari terhadap laju keausan (wear rate) dan life time dari material wiper blade dilakukan menggunakan tribometer pin on disk dengan variasi material pada pin berupa material Ethylene Propylene Diene Monomers (EPDM) dan Nitrile Rubber (NBR) dimana pada masing-masing material disinari matahari dengan lama waktu yang berbeda yaitu tanpa penyinaran, dengan 100 jam penyinaran, dan dengan 200 jam penyinaran. Kecepatan putar yang digunakan adalah 31,3 rpm dengan pembebanan 14,71 N dan panjang lintasan 1000 m. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa nilai specific wear rate dari material Ethylene Propylene Diene Monomers (EPDM) dan material Nitrile Rubber (NBR) akan semakin besar seiring semakin lama material terkena matahari. Life time terbaik untuk material Ethylene Propylene Diene Monomers (EPDM) adalah sekitar 3,7 tahun dan life time terbaik untuk material Nitrile Rubber (NBR) adalah sekitar 5,5 tahun. Material Nitrile Rubber (NBR) memiliki ketahanan terhadap keausan serta life time lebih baik daripada material Ethylene Propylene Diene Monomers (EPDM) sehingga dapat dijadikan sebagai material pengganti.
Analisis Karakteristik Traksi Serta Redesign Rasio Transmisi Articulated Bus Transjakarta Billy Firmansyah; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.065 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42290

Abstract

Permasalahan kemacetan di Indonesia yang tak kunjung usai terutama di Ibukota Jakarta membuat kerugian yang luar biasa. Sehingga diperlukan beberapa penilitian lebih lanjut untuk mengatasi permasalahan ini karena memiliki kerugian yang luar biasa hingga 12,21 triliun. Salah satu solusinya adalah articulated bus Transjakarta yang merupakan transportasi massal yang mampu menyerap penumpang hingga 123.710 penumpang / harinya, terlebih lagi di koridor 13 yang merupakan elevated road yang mampu menyerap hingga 24.000 penumpang / harinya. Namun, penggunaan articulated bus pada elevatd road menimbulkan permasalahan yaitu traksinya, dikarenakan beban yang diangkut dua kali beban bus biasa. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan redesign tingkat transmisi pada articulated bus Dalam penilitan ini, dilakukan beberapa tahapan pengujian. Pertama, penulis melakukan pencarian data dynotest dan torsi konverter pada articulated bus agar bisa diketahui efisiensi transmisi, efisiensi torsi konverter, rasio kecepatan (csr) dan rasio torsi konverter (ctr) yang terdapat pada bus. Kedua, analisa perhitungan sehingga dapat diketahui grafik karakteristik bus pada kondisi standar. Ketiga, dilakukan evaluasi terhadap karakteristik traksi bus kondisi standar yang kemudian dilanjutkan redesign tingkat transmisi untuk mengoptimalkan kinerja mobil dengan menggunakan teori progressi geometri. Dari penilitian ini didapatkan data berupa traksi bus dengan kondisi rasio gigi standar. Kemudian dievaluasi untuk mengetahui tahap redesign yang harus dilakukan pada beberapa tingkat kecepatan. Kondisi standar memiliki nilai losses traksi sebesar 14.830,70 N, kemudian hasil redesign 6 tingkat nilai losses traksi sebesar 9.786,21 N dari semula, kemudian hasil redesign 7 tingkat sebesar 9.107,87 N, kemudian hasil redesign 8 tingkat sebesar 8.429,74 N, kemudian hasil redesign 9 tingkat sebesar 5.011,84 N, kemudian hasil redesign 10 tingkat sebesar 2.777,05 N. Artinya losses traksi dapat diminimalisir dengan menambah jumlah tingkatan kecepatan. Pada kondisi hasil redesign, bus mampu melalui kondisi tanjakan lebih dari 18 derajat, sudah sesuai dengan standar elevasi tanjakan jalan di koridor 13 Transjakarta yaitu 12 derajat.
Analisis Karakteristik Traksi Serta Redesign Rasio Transmisi dan Rasio Gardan Pada Bus Super Double Decker Nafi'an Zukhrufal Muttaqi; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.517 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42292

Abstract

Pada tahun 2016 penjualan bus di atas 24 ton yang mencapai 106 unit. Serta kurangnya pengetahuan spesifik dari segi transmisi yang memiliki peran penting untuk mengetahui kecepatan dan kemampuan bus untuk melewati tanjakan agar kecelakaan bisa diminimalisir. Sehingga diperlukan beberapa penilitian lebih lanjut untuk mengatasi permasalahan. Dalam penilitan ini, dilakukan tiga tahapan pengujian. Pertama, penulis melakukan perhitungan kecepatan dan percepatan bus. Kedua, melakukan perhitungan tanjakan maksimum dan membuat grafik karakteristik traksi dengan menghitung gaya dorong pada bus. Ketiga, dilakukan evaluasi terhadap karakteristik traksi bus kondisi standar yang kemudian dilanjutkan redesign tingkat transmisi untuk mengoptimalkan kinerja bus dengan menggunakan teori progressi geometri. Dari penelitian ini di dapatkan data berupa kecepatan, percepatan, dan sudut tanjakan pada kondisi standar dari engine yang di analisa serta hasil redesign rasio transmisi bus adiputro dengan engine Mercedes-Benz OC 500 RF 2542. Setelah dilakukan analisa, engine tersebut memiliki kecepatan maksimum yang mampu di tempuh melebihi klaim pabrikan sebesar 128 km/jam. Sedangkan analisa gradeability yang mampu di capai kendaraan adalah 18%. Setelah dilakukan redesign, gradeability maksimum yang mampu di capai meningkat menjadi 36%.