cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
STUDI PEMISAHAN BITUMEN DARI ASBUTON MENGGUNAKAN MEDIA AIR PANAS DENGAN PENAMBAHAN SURFAKTAN SODIUM DODECYL SULFATE (SDS) DAN SODIUM CARBONATE (Na2CO3) Afri Dwijatmiko; Aditya Akhmad Sony; Susianto Susianto; Ali Altway
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.987 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24334

Abstract

Asbuton adalah aspal alam yang terkandung dalam deposit batuan yang terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Asbuton dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif pengganti aspal minyak setelah bitumen dipisahkan dari mineralnya. Penelitian proses pemisahan bitumen dari asbuton menggunakan hot water process telah dilakukan, tetapi bitumen yang terambil kurang maksimal. Interfacial tension merupakan parameter penting dalam proses pemisahan bitumen menggunakan hot water process disamping viskositas bitumen. Untuk meningkatkan perolehan bitumen, maka perlu dilakukan modifikasi sifat permukaan bitumen. Modifikasi sifat permukaan bitumen dilakukan dengan penambahan surfaktan. Pada penelitian ini, jenis surfaktan yang digunakan adalah surfaktan Sodium Dodecyl Sulfate (SDS) yang berfungsi sebagai wetting agent untuk menurunkan tegangan permukaan antara bitumen dengan mineral. Fokus dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penambahan wetting agent terhadap jumlah larutan total, konsentrasi surfaktan dan pengaruh temperatur terhadap persen (%) recovery bitumen. Proses pemisahan bitumen dari asbuton dalam metode ini dilakukan melalui dua proses utama, yakni proses mixing dan digesting. Kedua proses ini dilakukan pada sebuah tangki berpengaduk disc turbine dan empat buah  baffle. Proses mixing preheating dilakukan dengan cara mengaduk asbuton dengan solar yang memiliki perbandingan 40 : 60 terhadap massa total 1000 gram pada 1100 rpm dengan suhu 60, 70, 80, dan 90oC selama 30 menit. Selanjutnya dilakukan proses digesting dengan mengaduk campuran solar-asbuton dengan wetting agent, yang berupa larutan surfaktan Sodium Dodecyl Sulfate (SDS)-Na2CO3 sebesar 25% terhadap massa total campuran sebesar 1000 gram pada 1700 rpm dengan suhu 60, 70, 80, dan 90oC selama 30 menit. Konsentrasi larutan surfaktan Sodium Dodecyl Sulfate (SDS) yang akan digunakan sebesar 0.125%, 0.25% , 0.375% dan 0.5% (% massa) dan konsentrasi Na2CO3 sebesar 0.25%, 0.5%, 0.75% dan 1% (% massa). Produk proses digesting kemudian dipisahkan secara gravitasi dalam beaker glass dengan menambahkan air sehingga terbentuk tiga lapisan. Lapisan teratas yang merupakan larutan bitumen-solar, ditimbang berat dan diukur densitasnya untuk mengetahui persen (%) recovery yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa % recovery bitumen mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya temperatur dan meningkatnya konsentrasi Na2CO3. Sedangkan % recovery bitumen mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya konsentrasi surfaktan SDS hingga konsentrasi 0.375%, lalu mengalami penurunan pada konsentrasi SDS 0.5%. Hasil akhir yang diperoleh adalah % recovery bitumen yang tertinggi diperoleh sebesar 91.92% pada suhu 90oC dengan konsentrasi Na2CO3 1% dan konsentrasi surfaktan SDS 0.375%.
Studi Anomali Gayaberat Free Air di Kota Surabaya Enira Suryaningsih; Ira Mutiara Anjasmara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.334 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24357

Abstract

Model Geoid Global EGM (Earth Gravitational Model) 2008 merupakan model geoid yang didapatkan dari informasi anomali gayaberat free-air dengan grid 2.5 menit. Grid tersebut dibentuk dari kombinasi data terestrial, turunan altimetri dan data gayaberat dari airborne. Akan tetapi, pengukuran gayaberat di Indonesia masih jarang dilakukan hingga saat ini dan kontribusi nilai gayaberat untuk EGM 2008 di Indonesia kurang. Oleh karena itu, tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui anomali gayaberat free air di Kota Surabaya berdasarkan pengukuran data insitu serta data anomali gayaberat free air EGM 2008. Metodologi penelitian tugas akhir ini yaitu dengan pengambilan data insitu di Kota Surabaya, kemudian diolah menjadi anomali gayaberat free air. Data tersebut di-plotting menggunakan aplikasi Generic Mapping Tools. Data anomali gayaberat free air dari EGM 2008 juga di-plotting menggunakan GMT. Berdasarkan pengolahan dan analisis data insitu didapatkan bahwa nilai anomali gayaberat free air berkisar antara -25 mGal – 20 mGal. Sedangkan nilai anomali gayaberat free air dari EGM 2008 berkisar antara -30 mGal – 10 mGal.
Analisis Kegagalan Komponen Spring Rod dalam Spring Suspension Assembly pada Coal Mill Tuban I PT. Semen Indonesia Tbk. Ryan Tri Kurniawan; Alvian Toto Wibisono; Lukman Noerochim
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.023 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24476

Abstract

Spring rod merupakan bagian komponen dari Coal Mill yang berfungsi untuk menahan getaran dari grinding roller yang berputar menggiling batu bara. Komponen spring rod merupakan batang berulir yang tersambung ke sistem hydraulic. Dalam penelitian ini, dilakukan analisa penyebab terjadinya kegagalan pada spring rod di coal mill dengan tujuan menganalisa faktor penyebab dan mekanisme terjadinya kegagalan komponen spring rod dalam spring suspension assembly pada coal mill. Pengujian yang akan dilakukan untuk menganalisa kegagalan ini adalah uji komposisi, pengamatan makroskopik, uji mikroskopik, dan uji kekerasan. Setelah dilakukan pengujian tersebut didapatkan faktor yang menyebabkan terjadinya kegagalan komponen spring rod pada coal mill Tuban 1 yaitu kesalahan pemilihan material dan kesalahan perlakuan panas. Mekanisme kegagalan komponen spring rod pada coal mill Tuban 1 diawali oleh initial crack pada akar gigi pada ulir dikarenakan adanya tegangan yang berulang yang kemudian retakan merambat pada permukaan spring rod sebelum terjadinya final fracture dikarenakan spring rod tidak mampu menahan tegangan yang terjadi sehingga menyebabkan fatigue failure.
Ekstraksi Minyak Akar Wangi dengan Metode Microwave Hydrodistillation dan Soxhlet Extraction Edwin Fatah Daniswara; Taufik Imam Rohadi; Mahfud Mahfud
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.815 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24483

Abstract

Salah satu minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah minyak akar wangi. Minyak atsiri yang berasal dari tanaman akar wangi biasanya dipakai sebagai pewangi dan bahan fiksatif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari ekstraksi minyak atsiri dari akar wangi dengan metode ekstraksi konvensional soxhlet extraction dan metode hydrodistillation dengan bantuan pemanas microwave atau dikenal dengan microwave hydrodistillation serta membandingkan pengaruh dari penggunaan dua metode tersebut terhadap perolehan yield minyak akar wangi. Pada metode soxhlet extraction digunakan pelarut organik n-Hexane 95,0%  dan waktu ekstraksi selama 8 jam, sedangkan pada metode microwave hydrodistillation digunakan air sebagai pelarut dan menggunakan microwave konvensional merk Electrolux model EMM-2308X dengan daya 450 W dan waktu ekstraksi selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan metode soxhlet extraction memiliki yield sebesar  0,6744%, sedangkan metode microwave hydrodistillation diperoleh yield 0,5704%. Dari segi waktu dan yield yang dihasilkan metode microwave hydrodistillation memberikan hasil yang lebih baik daripada metode soxhlet extraction dengan  recovery dari metode microwave hydrodistillation sebesar 84,57%.
Studi Efektivitas Ekstraksi (Capsaicin) Dari Cabai (Capsicum) Dengan Metode Sfme (Solvent Free Microwave Extraction) Lutvianto Pebri Handoko; Yeni Variyana; Mahfud Mahfud
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.449 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24484

Abstract

Cabai merupakan salah satu jenis komoditi holtikultura yang penting dan digemari oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Cabai dapat digunakan untuk bumbu masak sehari-hari, Industri makanan dan obat-obatan. Namun masalah yang terjadi adalah ketika adanya fluktuasi harga yang sangat merugikan petani cabai. Terlebih apabila hasil panen sedang meningkat sehingga ketersediaan komoditas ini semakin banyak, tentu hal ini dibarengi dengan turunnya harga yang membuat hasil penjualan petani tidak mampu menutup biaya produksi yang digunakan. Oleh karena itu, melalui serangkaian proses penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan proses ekstraksi cabai yang digunakan sekelompok petani cabai untuk mengekstraksi produk cabai yang melimpah pada saat musimnya sehingga bisa diubah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Pada penelitian ini akan dilakukan beberapa tahap yaitu meliputi tahap persiapan berupa studi literatur dan observasi laboratorium; perancangan alat dimana alat yang akan digunakan adalah MASE (Microwave Assisted Soxhlet Extraction). Untuk treatment bahan baku diambil sampel cabai rawit segar dilanjutkan dengan proses ekstraksi yaitu dengan menggunakan metode MASE dan tahap analisa dengan variabel-variabel massa cabai dengan jenis bahan baku Cabai Rawit segar yaitu massa cabai rawit (0,04; 0,08; 0,12; 0,16; dan 0,2 gram). Daya microwave (400 W, 600 W, dan 800 W). Siklus proses di microwave ( 2; 4; 6; 8; dan 10 cycle). Kemudian uji kadar ekstrak cabai dengan secara kuantitatif; dan menghitung yield yang dihasilkan sehingga dapat diketahui kondisi yang paling tinggi. Hasil Penelitian menghasilkan yield ekstrak cabai rawit segar dengan metode Microwave Assisted Soxhlet Extraction (MASE) adalah 400 W dengan 8 extraction cycle, massa cabai rawit 20 gram menghasilkan yield sebesar 8,4824%. Hasil Uji High Performance Liquid Chromatography (HPLC) mengandung capsaicin sebesar (0,453±0,004) %b/b atau sebesar (45.3±0,4) ppm.  
Analisis Kegagalan Komponen Driver Plate dalam Cooler Clinker Pada Unit Tuban I PT. Semen Indonesia Tbk. Mohamad Miftah Fadlika Makmur; Alvian Toto Wibisono; Lukman Noerochim
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.949 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24490

Abstract

Mesin pendingin terak (clinker cooler) berfungsi sebagai pendingin terak (clinker) yang keluar dari mesin pemanas (kiln). Drive plate berfungsi untuk membawa terak dari kiln dengan menggerakan crossbar dalam proses pendinginan terak. Beberapa pengujian dilakukan untuk mendukung hasil analisis. Uji komposisi didapatkan material driver plate berkesesuaian komposisinya dengan ASTM A709. Pengamatan makroskopik menunjukkan adanya deformasi, terlihat dari perubahan geometri. Pengamatan mikroskopik menunjukkan struktur mikro daerah yang terdeformasi mengalami strain hardening. Analisa dengan bantuan software menunjukan besar total deformation dan equivalent stress. Besar total deformasi sebesar 4.4 mm. Dan uji kekerasan menunjukkan adanya peningkatan nilai kekerasan di daerah dekat dengan kegagalan, dari 348.2 ± 9 BHN menjadi 370.6 ± 17 BHN. Faktor yang menyebabkan kegagalan adalah pemilihan material dan deformasi.Mesin pendingin terak (clinker cooler) berfungsi sebagai pendingin terak (clinker) yang keluar dari mesin pemanas (kiln). Drive plate berfungsi untuk membawa terak dari kiln dengan menggerakan crossbar dalam proses pendinginan terak. Beberapa pengujian dilakukan untuk mendukung hasil analisis. Uji komposisi didapatkan material driver plate berkesesuaian komposisinya dengan ASTM A709. Pengamatan makroskopik menunjukkan adanya deformasi, terlihat dari perubahan geometri. Pengamatan mikroskopik menunjukkan struktur mikro daerah yang terdeformasi mengalami strain hardening. Analisa dengan bantuan software menunjukan besar total deformation dan equivalent stress. Besar total deformasi sebesar 4.4 mm. Dan uji kekerasan menunjukkan adanya peningkatan nilai kekerasan di daerah dekat dengan kegagalan, dari 348.2 ± 9 BHN menjadi 370.6 ± 17 BHN. Faktor yang menyebabkan kegagalan adalah pemilihan material dan deformasi.
Ekstraksi Minyak Atsiri dari Gaharu (Aquilaria Malaccensis) dengan Menggunakan Metode Microwave Hydrodistillation dan Soxhlet Extraction Isabel Triesty; Mahfud Mahfud
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.821 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24491

Abstract

Abstract—Minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomis tinggi salah satunya yaitu minyak gaharu. Minyak atsiri yang berasal dari tanaman gaharu ini biasanya dipakai sebagai pewangi, obat-obatan dan bahan kosmetik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mempelajari ekstraksi minyak atsiri dari gaharu dengan metode ekstraksi konvensional soxhlet extraction dan metode hydrodistillation dengan bantuan pemanas microwave atau dikenal dengan sebutan microwave hydrodistillation serta membandingkan pengaruh dari penggunaan kedua metode tersebut terhadap perolehan yield minyak gaharu. Pada metode soxhlet extraction digunakan pelarut organik n-Hexane 95% dengan waktu ekstraksi selama 16 jam, sedangkan pada metode microwave hydrodistillation menggunakan pelarut aquades dengan lama waktu 12 jam dan menggunakan microwave konvensional merk Electrolux model EMM-2308X dengan daya 450 W. Didapatkan hasil penelitian dengan metode soxhlet extraction memiliki yield sebesar 1,67%, sedangkan metode microwave hydrodistillation diperoleh yield 1,38%. Dari segi waktu dan yield yang dihasilkan metode microwave hydrodistillation memberikan hasil ekstraksi yang lebih baik daripada metode soxhlet extraction dengan  recovery dari metode microwave hydrodistillation sebesar 76,55%.
Pemetaan Foto Udara Menggunakan Wahana Fix Wing UAV (Studi Kasus : Kampus ITS Sukolilo Ahmad Solihuddin Al Ayyubi; Agung Budi Cahyono; Husnul Hidayat
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.383 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24518

Abstract

Beberapa tahun belakangan ini, teknologi foto udara terus berkembang dengan pesat. Salah satu manfaat yang bisa digunakan adalah untuk pekerjaan pemetaan skala besar. Di Indonesia, penyediaan data informasi geospasial masih sedikit. Oleh karena itu teknologi foto udara tanpa awak atau yang biasa disebut dengan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dapat menunjang penyedia data spasial dalam skala yang cukup besar. Selain efektif dan efisien baik dari segi biaya maupun waktu penggunanaan, UAV juga dapat menghasilkan foto yang cukup jelas. Dalam melakukan proses pembuatan ortofoto pun dapat dilakukan secara otomatis dengan software pengolahan foto udara. Penelitian ini dilakukan di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Sukolilo – Surabaya dengan luas (±184 Ha) dengan menggunakan Fix Wing UAV jenis SkyWalker sebagai wahana dan Canon PowerShot S100 sebagai kamera. Pengukuran ground control point  yang digunakan adalah 16 titik yang menyebar di kawasan Kampus ITS. Dari hasil penelitian ini telah dilakukan pemetaan dengan metode fotogrametri menggunakan UAV jenis Fix Wing dengan jumlah foto 686 dan tinggi terbang rata-rata 277 m. Hasil georeferencing didapatkan pergeseran nilai error terbesar adalah 5,92 cm yaitu pada GCP 10 dan proyeksi error terkecil adalah 0,59 cm yaitu pada GCP 14.
Pemisahan Selulosa dari Lignin Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Proses Alkalisasi untuk Penguat Bahan Komposit Penyerap Suara Muhammad Aditya Pradana; Hosta Ardhyananta; Mohammad Farid
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.126 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24559

Abstract

Komposit merupakan salah satu material yang dikembangkan sebagai material penyerap suara. Sebelumnya sudah diteliti mengenai penguat dalam komposit penyerap suara menggunakan serat tandan kosong kelapa sawit. Akan tetapi, penelitian sebelumnya masih dilakukan penelitian untuk prosesnya dan belum diaplikasikan untuk penguat komposit penyerap suara. Sehingga dibuatlah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses alkalisasi pada serat tandan kosong kelapa sawit terutama pada pemisahan selulosa dari lignin serat tersebut. Penelitian ini menggunakan NaOH 2% sebagai pelarut pada proses alkalisasi serat tandan kosong kelapa sawit. Pengujian yang dilakukan yaitu uji FTIR pada serat tandan kosong kelapa sawit tanpa perlakuan dan dengan perlakuan alkalisasi. hasil uji FTIR menunjukkan serat tandan kosong kelapa sawit dialkalisasi secara kurang optimal dengan masih menyisakan sebagian kadar lignin yang ditunjukkan dengan masih terdapatnya peak gugus aromatik C=C pada rentang 1200-1300 cm-1.
Pra Desain Pabrik Pemanfaatan Gas Alam Natuna Menjadi Dietil Karbonat Melalui Proses Direct Synthesis Yesaya Reuben Natanael; Lukas Rudy Paembong; Annas Wiguno; Gede Wibawa
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.16 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24747

Abstract

Konsumsi bahan bakar minyak yang terus meningkat menyebabkan polusi CO2. Eksplorasi dan pemanfaatan gas alam, seperti pada Natuan Gas field, akan menghasilkan banyak emisi CO2. Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan pabrik Dietil Karbonat dengan bahan baku CO2 dimana kapasitas produk DEC sebesar 10.565.449 ton/tahun dan sales gas sebesar 45.299.932 MMBtu/tahun, dengan umur pabrik 20 tahun yang berjalan kontinyu selama 330 hari / tahun. Tujuan perancangan pabrik dietil karbonat adalah untuk memanfaatkan CO2 dari hasil gas alam pada Natuna gas field. Pabrik dietil karbonat direncanakan didirkan pada Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Tempat ini dipilih karena tersedia akses terhadap bahan baku utama berupa gas alam pada perairan Natuna, sarana transportasi darat dan laut, ketersediaan listrik, air dan pemasaran produk dapat dilakukan pada daerah Balikpapan, dan luar negeri melalui Singapura. Pada pabrik ini digunakan proses direct synthesis menggunakan bahan baku CO2, etanol, dan etilen oksida dimana katalis KI dan sodium etoksida digunakan dalam proses sintesa. Produk samping dari proses ini ialah etilen karbonat (4.319.760 ton/tahun), etilen gilkol (5.501.320 ton / tahun) dan cellosolve (846.776,7 ton/tahun) yang memiliki nilai jual yang baik. Secara analisa ekonomi didapatkan total investment cost : 25.047,69 Juta USD, net pressent value : 148,121 juta USD, IRR : 35,84%, dan POT : 3,611 tahun sehingga pabrik pemanfaatan gas alam pada Natuna gas field perlu dipertimbangkan.