cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pra Desain Pabrik Bioetanol dari Limbah Batang Sorgum Difermentasikan dengan Kluyveromyces marxianus Yumna Dian Pawitra; Irham Raditya Putra; Sri Nastiti Rachmania Juliastuti; Nuniek Hendrianie
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.616 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24755

Abstract

Pencemaran lingkungan dan krisis energi kini sudah menjadi topik hampir di semua kalangan. Karena hampir semua penggunaan energi menggunakan bahan bakar fosil yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan sekitar. Dimana hal tersebut terdapat di hasil pembuangan dan pembakarannya yang sangat berbahaya, salah satunya karbon dioksida (CO2). Tetapi dengan meningkatnya karbon dioksida (CO2) kini dapat dikurangi dengan menggunakan beberapa metode dengan bahan baku yang tergolong ramah lingkungan untuk mendapatkan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan seperti bioetanol. Salah satunya menggunakan limbah batang sorgum, karena kadar glukosa yang cukup tinggi. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari limbah batang sorgum ini menggunakan tahapan proses pre-treatment, hidrolisis, fermentasi dan pemurnian. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Kluyveromyces marxianus. Mikroorganisme ini termasuk anaerob dan menghasilkan etanol dan karbon dioksida. Konsumsi premium pada 2018 diperkirakan sebanyak 62.774.588 kL/tahun. Proses pembuatan bioetanol ini berlangsung secara batch , 24jam/hari dan 330 hari/tahun dengan perencanaan sebagai berikut, Kapasitas produksi : 3.044.462 kL/tahun, Bahan baku : 3430 kg/jam. Pabrik bioetanol ini akan didirikan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur pada tahun 2018. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut : Internal Rate of Return : 10% per tahun, Pay Out Time : 1,45 tahun, dan BEP : 42,17%
Analisa Morfologi dan Spektroskopi Infra Merah Serat Bambu Betung (Dendrocalamus Asper) Hasil Proses Alkalisasi Sebagai Penguat Komposit Absorbsi Suara Aji Pambudi; Moh. Farid; Haniffudin Nurdiansah
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.601 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24808

Abstract

Semakin bertambahnya jumlah kendaraan bermotor juga menyebabkan masalah lingkungan. Selain itu, pengembangan inovasi sangat dibutuhkan dalam pembuatan material yang lebih efisien, ringan, dan ramah lingkungan. Pada penelitian sebelumnya, sudah diteliti mengenai penguat dalam komposit absorpsi suara menggunakan serat bambu betung (Dendrocalamus asper). Akan tetapi, penelitian sebelumnya masih dilakukan penelitian untuk prosesnya dan belum diaplikasikan untuk penguat komposit absorpsi suara. Sehingga dibuatlah penelitian yang bertujuan untuk menganalisa serat bambu betung (Dendrocalamus asper) sebagai penguat komposit absorbsi suara. Permasalahan yang dikaji untuk mengetahui pengaruh alkalisasi terhadap morfologi dan hasil FTIR dari serat bambu betung (Dendrocalamus asper). Serat bambu betung yang digunakan mengalami proses alkalisasi dengan cara direndam pada larutan NaOH 2M pada temperatur 70oC selama 3 jam. Tujuannya untuk menghilangkan kadar lignin yang terdapat pada serat bambu betung. Dari hasil pengujian dapat dilihat pada FTIR serat bambu betung (Dendrocalamus asper) dengan perlakuan alkalisasi masih terdapat sisa lignin pada daerah serapan sekitar 1600 cm-1 dengan gugus aromatik C=C yang ditunjukkan dari peak pada grafik FTIR, dan diperjelas pada hasil morfologi serat bambu betung yang menunjukkan bahwa permukaan serat lebih halus dan terlihat sedikit lignin.
Timbulan dan Pengurangan Sampah di Kecamatan Klojen Kota Malang Rizqi Meuthia Widyaningsih; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.859 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24825

Abstract

Kecamatan Klojen merupakan salah satu kecamatan di Kota Malang yang memiliki kepadatan penduduk paling tinggi dengan kontribusi sampah terbesar yaitu kurang lebih sekitar 38,00 m3/hari dengan jumlah penduduk terendah. Besarnya timbulan sampah mengakibatkan penumpukan sampah di TPS. Manajemen Bank Sampah Malang (BSM) merupakan salah satu program yang dibuat untuk membantu pemerintah daerah dalam mereduksi sampah khususnya yaitu sampah anorganik dan mendorong perilaku memilah sampah. Data primer yang dibutuhkan antara lain pengukuran timbulan dilakukan selama 8 hari. Pemilihan lokasi sampling berdasarkan hasil pemetaan TPS. Data reduksi sampah didapatkan dari wawancara dan pengukuran komposisi sampah tereduksi oleh bank sampah, petugas pengumpul sampah, dan sektor informal. Data reduksi juga didapatkan dari pengukuran langsung terhadap hasil pilahan dengan cara menimbang. Laju timbulan sampah rumah tangga di Kecamatan Klojen adalah sebesar 0,28 kg/orang/hari. Komposisi sampah sejenis sampah rumah tangga terdiri dari dikomposkan sebesar sebesar 67,29%, sedangkan komposisi lainnya terdiri dari sampah plastik 8,29%, diapers 8,00%, kertas 7,22%, kain 1,90%, logam 1,78%, kaca 1,06%, kayu 0,09%, karet 0,15%, residu 3,66%, dan B3 0,57%. Reduksi sampah di sumber dilakukan oleh masyarakat melalui Bank Sampah dan sektor informal. Jumlah bank sampah yang ada di Kecamatan Klojen sebanyak 93 bank sampah. Persentase pelayanan Bank Sampah di Kecamatan Klojen sebesar 14,6%. Pengurangan sampah melalui Bank Sampah sebesar 1,1%. Sedangkan pengurangan sampah melalui sektor informal sebesar 2,6%.
Pengaruh Pengenceran Lindi dan Penambahan Bakteri Starter terhadap Pertumbuhan Tanaman Pangan Nur Diana Safitri; Wahyono Hadi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.007 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25064

Abstract

Permasalahan mengenai lindi sampah merupakan salah satu dampak dari timbulan sampah. Timbulan sampah menghasilkan lindi yang dapat mencemari lingkungan. Salah satu cara untuk mengurangi dampak adanya lindi adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk. Dalam pemanfaatannya menjadi pupuk organik, lindi difermentasikan menggunakan bakteri penambat N, yaitu Azospirillum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengenceran lindi dengan konsentrasi bakteri starter terhadap laju pertumbuhan tanaman pangan yang baik. Variabel yang digunakan adalah pengenceran lindi dan konsentrasi penambahan bakteri starter. Pengenceran yang digunakan yaitu 50x, 75x, 100x, dengan volume sampel sebanyak 10 ml. penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan tanaman uji berupa Sorghum bicolor dan Zea mays. Proses fermentasi pada masing-masing reaktor uji dilakukan selama 14 hari. Analisis dilakukan pada jumlah koloni bakteri, BOD5, COD, amonium, nitrat, serta parameter fisik berupa pH dan suhu. Hasil dari penelitian berupa besarnya pertambahan batang dan daun tanaman uji. Pertambahan tinggi batang tanaman yang terbaik adalah penambahan dari pupuk D1 untuk tanaman Sorghum bicolor dan D2 untuk tanaman Zea mays. Kedua pupuk tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman uji.
Fito Pengolahan untuk Dekosentrasi Warna Rhodamin B, Metilen Biru dan Metil Violet dengan Tumbuhan Air Eichhornia crassipes Amanda Herrena; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.353 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25075

Abstract

Pengolahan air limbah dengan menggunakan tumbuhan air atau phytotreatment telah menjadi salah satu alternatif pengolahan air limbah yang cukup murah dan efisien dalam penerapannya. Tumbuhan air lebih efektif dalam pengolahan air limbah dibandingkan dengan tanaman lainnya karena pertumbuhan mereka lebih cepat dan produksi biomassa yang lebih besar. Kemampuannya relatif lebih tinggi untuk meyerap polutan karena kontak langsung dengan air yang terkontaminasi. Pada penelitian untuk mengetahui efisiensi tumbuhan air yaitu Eceng gondok (Eichhornia crassipes) dalam dekonsentrasi warna. Dilakukan tahapan yaitu propagasi tumbuhan, tahap aklimatisasi, tahap range finding test dan uji phytotreatment selama 30 hari dengan parameter utama uji warna dan parameter pendukung yaitu uji suhu, pH, analisa morfologi, berat basah dan berat kering. Dilakukan juga uji toksisitas pada LC-50 dan uji plant cells analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji toksisitas LC-50 dari ketiga warna tersebut, bahwa tumbuhan eceng gondok memiliki ketahanan respons biologis yang lebih besar. Nilai LC-50 tumbuhan E. crassipes terhadap pewarna rhodamin B 99,5 mg/L > metil violet 83,2 mg/L> metilen biru 74,5 mg/L. Hasil penyisihan warna pada hari ke 30 oleh tumbuhan E.crassipes terhadap warna metilen biru mencapai 59% sedangkan pada kontrol mencapai 59%, warna rhodamin B mencapai 52% dan pada kontrol mencapai 52% dan metil violet sebesar 51% sedangkan pada kontrol mencapai 51%. Berdasarkan hasil persentase penyisihan warna yang dihasilkan maka dapat disimpulkan bahwa penyisihan warna rhodamin B, metilen biru dan metil violet oleh tumbuhan E.crassipes sampai 30 hari pemaparan kurang efektif karena mikroorganime indigenous yang lebih berperan dan terjadinya proses reduksi oksidasi terhada pewarna sintesis.    
Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Tiga Fasa Menggunakan Metode Flux Vector Control Berbasis Self-Tuning PI Ferry Arvianto; Mochammad Rameli
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.995 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25079

Abstract

Motor induksi tiga fasa adalah penggerak elektrik yang  banyak digunakan di dunia industri karena konstruksinya yang kokoh, perawatan yamg mudah, dan lebih ekonomis dibandingkan motor jenis lain dengan kapasitas data yang sama. Keunggulan yang banyak itu juga diimbangi dengan kelemahan berupa sulitnya motor induksi dalam hal pengontrolan kecepatan dibandingkan dengan motor jenis DC. Motor induksi tiga fasa sulit dikontrol kecepatannya karena motor ini tidak linier dan parameter motornya dapat berubah-ubah yang disebabkan oleh suhu, saturasi magnetik, dan frekuensi. Penggunaan metode flux vector control dengan ontroler Self-Tuning Regulator Tipe PI dipilih untuk mendapatkan pengaturan kecepatan motor induksi yang baik. Metode flux vector control akan membuat motor induksi tiga fasa bisa dikontrol seperti motor dc penguatan terpisah. Sedangkan penggunaan Self-Tuning Regulator digunakan untuk mengatasi perubahan parameter motor induksi. Sistem yang sudah dibuat disimulasikan di MATLAB  dan hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan menggunakan kontroler Self-Tuning Regulator Tipe PI lebih baik dibandingkan menggunakan kontroler PI konvensional, dimana kecepatan motor mampu mengikuti referensi kecepatan yang diberikan meskipun  diberi pembebanan dan perubahan resistansi stator.
Fitoremediasi Air yang Tercemar Limbah Laundry dengan Menggunakan Kayu apu (Pistia stratiotes) Dea Ghiovani Raissa; Bieby Voijant Tangahu
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.74 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25092

Abstract

Dampak negatif dari limbah laundry yaitu adanya pencemar limbah cair yang dihasilkan dari sisa proses pencucian baju sehingga menyebabkan kekeruhan dan menghalangi sinar matahari masuk ke dalam air yang akan mengakibatkan eutrofikasi. Tumbuhan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kayu apu.  Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kemampuan tumbuhan Kayu apu (Pistia stratiotes)  dalam menurunkan kandungan organik dalam limbah laundry dan menentukan kerapatan yang optimum pada tumbuhan Kayu apu (Pistia stratiotes) terhadap penurunan limbah laundry. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  tumbuhan Kayu apu mampu menyisihkan BOD sebesar 98% atau setara dengan 6 mg/L, COD sebesar 96% atau setara dengan 17 mg/L, fosfat sebesar 99% atau setara dengan 0,07 mg/L pada kerapatan 35 mg/cm2 . Dalam penelitian ini kerapatan tumbuhan yang digunakan yaitu 14 mg/cm2, 25 mg/cm2, 35 mg/cm2. Dari hasil penelitian didapat, tumbuhan Kayu apu dengan kerapatan 35 mg/cm2 memiliki efisiensi  removal yang tertinggi.
Prediksi Dampak Lingkungan Pengelolaan Sampah di TPA Jabon, Kabupaten Sidoarjo Martha Lumban Gaol; I D A A Warmadewanthi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.715 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25127

Abstract

Tingginya jumlah penduduk Kabupaten Sidoarjo berbanding lurus dengan jumlah timbulan sampah yang dihasilkan individu maupun fasilitas umum. Namun, pelayanan pengelolaan sampah hanya sebesar 35% dari total keseluruhan. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jabon merupakan satu-satunya TPA yang aktif di Kabupaten Sidoarjo dengan sistem controlled landfill sebagai metode panimbunan sampahnya. Lahan landfill akan diperkirakan penuh akhir tahun 2017 sehingga TPA Jabon sedang dalam proses peluasan lahan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan skenario pengelolaan sampah di TPA yang menghasilkan dampak lingkungan paling kecil terhadap lingkungan. Metode analisis menggunakan Life Cycle Assessment (LCA) dengan menggunakan software SimaPro v.8.3 dan menggunakan metode Environmental Product Declaration (EPD). Jumlah timbulan sampah yang masuk ke TPA dihitung dengan metode load count analysis, karakteristik fisik dengan analisis proximat, analisis kimia sampah dengan analisis ultimat serta data penduduk Kabupaten Sidoarjo digunakan untuk proyeksi penduduk tahun 2027. Penelitian ini menggunakan 4 skenario pengelolaan sampah di TPA yakni skenario 0 (controlled landfill), skenario 1 (daur ulang, pengomposan, dan insinerasi), skenario 2 (daur ulang, pengomposan, dan sanitary landfill) dan skenario 3 (daur ulang, pengomposan, insinerasi, dan sanitary landfill). Hasil analisis dampak lingkungan menunjukkan bahwa skenario 2 merupakan skenario pengelolaan sampah yang tepat untuk TPA Jabon.
Kajian Teknologi dan Mekanisme Stabilisasi/Solidifikasi untuk Pengolahan Limbah B3 Royyan Anrozi; Yulinah Trihadiningrum
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.187 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25134

Abstract

Pencemaran tanah oleh limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sering terjadi akibat aktivitas manusia. Salah satu teknologi untuk pengolahan limbah B3 adalah stabilisasi/solidifikasi (S/S). Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mengidentifikasi teknologi dan mekanisme aplikasi proses S/S dalam pengolahan limbah B3. Artikel ini disusun dengan mengumpulkan data terkait stabilisasi/solidifikasi dari berbagai sumber pustaka. Sumber pustaka yang digunakan berupa text book, jurnal ilmiah nasional dan internasional. Teknologi S/S terbagi menjadi tiga bagian yaitu S/S secara fisik, kimia, dan termal. S/S secara fisik tidak melibatkan reaksi kimia. S/S secara kimia memerlukan reaksi kimia untuk memungkinkan proses S/S berlangsung. S/S secara termal (vitrifikasi) menggunakan panas untuk melelehkan dan mensolidifikasi senyawa berbahaya pada massa yang solid seperti bahan-bahan yang mempunyai sifat seperti gelas. Teknologi stabilisasi/solidifikasi yang dapat diterapkan untuk pengolahan limbah B3 adalah kapsulasi mikro, vitrifikasi, dan stabilisasi/solidifikasi secara kimia. Kapsulasi mikro efektif untuk meremediasi tanah berpasir yang terkontaminasi kontaminan hidrokarbon. Vitrifikasi secara termal mampu digunakan untuk meremediasi tanah tercemar limbah B3 baik organik maupun anorganik. Imobilisasi kontaminan dilakukan dengan cara mengubah limbah menjadi gelas atau bahan kristalin. S/S berbasis semen portland dan pozzolan baik diterapkan untuk remediasi tanah tercemar limbah B3 dengan pH rendah dan mengandung senyawa halida. S/S berbasis pozzolan juga mampu mengatasi kontaminan mengandung senyawa sulfat. Mekanisme S/S adalah mengurangi sifat berbahaya kontaminan dengan cara mengurangi laju migrasi dan toksisitasnya.   Kata Kunci— limbah B3, mekanisme S/S, stabilisasi/solidifikasi, tanah tercemar, teknologi S/S
Penurunan COD dan Deterjen pada Saluran Kalidami Kota Surabaya dengan Oksidator H2O2 dan KMnO4 Waninda Aji Wulandari; Eddy Setiadi Soedjono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.632 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25147

Abstract

Deterjen memiliki kemampuan untuk menghilangkan berbagai kotoran yang menempel pada kain, alat-alat rumah tangga, dan peralatan lainnya. Oleh karena itu, deterjen masuk ke badan air sebagai buangan rumah tangga atau sering disebut dengan limbah domestik. Air yang penuh dengan limbah deterjen mengalir menuju hilir dan berkumpul pada ujung rumah pompa. Kemudian saat rumah pompa beroperasi, turbulensi dari pompa yang ada menyebabkan terbentuknya buih yang melimpah yang dapat menutupi badan air. Penelitian ini menggunakan hidrogen peroksida (H2O2) dan Kalium Permanganat (KMnO4) sebagai oksidator penurun senyawa organik dan deterjen. Penelitian ini dilakukan pada salah satu rumah pompa yang ada di kota Surabaya yaitu Rumah Pompa Boezem Kalidami. Pengambilan sampel dilakukan pada inlet rumah pompa Boezem Kalidami. Dalam penelitian dilakukan dua variasi berbeda yaitu dosis dari oksidator yaitu KMnO4 dan H2O2 dan pH pada sampel yang diuji. Jenis hidrogen peroksida yang digunakan adalah hidrogen peroksida teknis dengan kadar 50%, masing-masing sebanyak 0,1 mL, 0,2 mL dan 0,3 mL sedangkan variasi penambahan KMnO4 sebanyak 0,6 mL, 0,65 mL dan 0,70 mL. Nilai penyisihan COD dan surfaktan dengan menggunakan oksidator H2O2 optimum pada saat dosis penambahan 0,1 mL dengan pH netral hingga didapatkan nilai penyisihan COD sebesar 53% dan penyisihan LAS dan ABS masing-masing sebesar 39% dan 33%. Nilai penyisihan COD dengan menggunakan oksidator KMnO4 optimum pada saat penambahan 0,65 mL dengan pH netral sehingga didapatkan nilai COD sebesar 58% dan penyisihan nilai surfaktan berada pada penambahan dosis 0,6 mL pada pH netral dengan nilai penyisihan LAS dan ABS masing-masing sebesar 53% dan 45%.