cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pengolahan Limbah Domestik Menggunakan Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dengan Proses Aerobik-Anoksik untuk Menurunkan Konsentrasi Senyawa Organik dan Nitrogen Ana Anisa; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.026 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25166

Abstract

Limbah domestik memiliki kandungan organik, ammonium, nitrat yang tinggi dan dapat menyebabkan pencemaran jika langsung dibuang ke badan air. Sehingga diperlukan pengolahan terhadap limbah agar memenuhi kualitas baku mutu yang berlaku. Salah satu pengolahan limbah adalah dengan melalui proses pengolahan biologis yang dilakukan dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mendegradasi polutan. Salah satu unit pengolahan secara biologis yang sudah umum digunakan adalah Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Media biofilm yang digunakan dalam penelitian ini adalah media kaldness (K1).   Dalam pelaksanaan penelitian ini, digunakan limbah yang berasal dari unit ABR Jurusan Teknik Lingkungan ITS dengan variasi konsentrasi COD sesuai dengan konsentrasi yang berasal dari inlet dan outlet unit ABR guna menguji kemampuan MBBR dalam mengolah limbah domestik dengan beban organik yang berbeda-beda. Variasi konsentrasi COD yang digunakan adalah konsentrasi low (130 – 170)  mg/L ; konsentrasi medium (270 – 310) mg/L dan konsentarsi high (370 – 460)  mg/L. Selama berlangsungnya penelitian, unit ini dijalankan dengan durasi proses aerobik–anoksik yang berbeda pada masing–masing reaktor dengan tujuan menentukan waktu durasi pengolahan aerobik dan anoksik yang paling optimal. Reaktor terbuat dari pipa PVC dengan volume pengolahan sebanyak 5 L. Parameter yang digunakan adalah COD, ammonium-nitrogen, nitrat-nitrogen, nitrit-nitrogen, BOD, pH, DO, MLSS, MLVSS. Berdasarkan hasil analisis terlihat bahwa MBBR dengan media kaldness mampu menurunkan kandungan organik sebesar 81,4%; BOD sebesar 83,6%; ammonium-nitrogen sebesar 92,8%; nitrat-nitrogen sebesar 66,4% dan nitrit-nitrogen sebesar 99,7%. Selain itu, durasi pengolahan limbah dengan hasil optimum dicapai pada reaktor dengan durasi pengolahan aerobik selama 31,5 jam dan anoksik selama 13,5 jam.
Studi Kehilangan Air Komersial (Studi Kasus: PDAM Kota Kendari Cabang Pohara) Iis Puspitasari Taini; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.728 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25181

Abstract

Kehilangan air merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh PDAM di Indonesia. Menurut data resmi PDAM Kota Kendari tahun 2015, rata-rata kehilangan air PDAM Kota Kendari Cabang Pohara mencapai 57,99% yaitu sebesar 3.041.257 m3. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi komponen kehilangan air komersial dan menetapkan strategi penurunan kehilangan air komersial pada PDAM Kota Kendari Cabang Pohara. Penelitian ini menggunakan metode neraca air yang didapatkan dari data primer dan sekunder yaitu konsumsi resmi dan kehilangan air. Analisis perhitungan neraca air digunakan agar dapat mengetahui komponen kehilangan air komersial pada PDAM secara lebih spesifik. Tingkat kehilangan air yang diperoleh dari hasil perhitungan neraca air yaitu kehilangan air fisik sebesar 54,23% dan kehilangan air komersial sebesar 3,76%. Kehilangan air komersial ini setara dengan 197.302 m3 per tahun dengan kerugian sebesar Rp 2.261.825.700,- per tahun.
Uji Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Lindi Dengan Penambahan Bakteri Starter Terhadap Pertumbuhan Tanaman Hortikultura (Solanum Melongena dan Capsicum Frutescens) Dania Dwi Dimiati; Wahyono Hadi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.534 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25199

Abstract

Air lindi apabila tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan dampak negatif karena mengandung zat pencemar organik dan anorganik yang tinggi.  Namun, air lindi memilik kandungan unsur hara makro berkadar tinggi. Selain itu, saat ini penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan akan mengurangi tingkat kesuburan tanah dan menurunnya produktivitas tanaman. Maka dilakukan penelitian untuk mengolah air lindi yang berasal dari Stasiun Peralihan Antara (SPA) Rangkah Surabaya untuk menghasilkan pupuk cair organik dengan memanfaatkan bakteri starter melalui proses fermentasi. Variabel yang digunakan adalah variasi pengenceran lindi dan penambahan bakteri starter (cair dan bubuk). Tahapan persiapan terdiri atas uji karakteristik lindi awal serta pembuatan media penanaman. Kemudian tahap utama terdiri pembuatan reaktor, proses fermentasi,  uji Total Plate Count (TPC), uji karakteristik hasil fermentasi, dan pengamatan pertumbuhan tanaman dengan pemberian pupuk organik cair lindi. Tanaman yang digunakan sebagai bahan uji adalah terong (Solanum melongena) dan cabai (Capsicum frutescens). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara faktor penambahan bakteri dan pengenceran lindi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan amonium dan nitrat hasil fermentasi. Reaktor yang memiliki pengaruh paling signifikan adalah B3 (untuk starter serbuk) dan C3 (untuk starter cair). Sedangkan yang memiliki konsentrasi optimum penambahan bakteri adalah reaktor B3 dan D1. Pemberian pupuk organik cair variasi B3 dan D1 pada tanaman seharusnya memberikan respon cepat terhadap laju pertumbuhan tanaman, namun pada hasil pengamatan di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda.
Karakterisasi Morfologi Sifat Akustik Dan Sifat Fisik Komposit Polypropylene Berpenguat Serat Dendrocalamus Asper Untuk Otomotif Angga Dea Saputra Hidayat; Moh Farid; Alvian Toto Wibisono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.092 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25275

Abstract

Kebisingan dapat mempengaruhi kenyamanan saat berkendara. Kebisingan yang disebabkan oleh lalu lintas memiliki tekanan bunyi 80-100 dB. Oleh karena itu pembuatan interior penumpang haruslah menggunakan material yang dapat mengabsorbsi suara. Sebelumnya sudah ada penelitian mengenai mengenai polypropylene berpenguat serat tandan kosong kelapa sawit dan diaplikasikan untuk interior mobil. Sehingga di penilitian ini menggunakan serat berpenguat bambu betung dengan permasalahan yang dikaji untuk mengetahui nilai koefisien absorpsi suara, sifat fisik, serta sifat mekanik. Komposisi fraksi berat serat yang digunakan adalah 10%, 15%, 20%. Tujuannya untuk mendapatkan nilai koefisien absorpsi suara terbaik. Dengan metode yang digunakan berdasarkan standartd ASTM E 1050 untuk pengujian absorbs suara. Komposit yang dibuat diharapkan mempunyai koefisien adsopsi suara yang bagus untuk diaplikasikan pada bagian interior kendaraan. Dari penelitian ini didapatkan kesimpulan, diantaranya nilai absorbsi suara yang terbaik diperoleh dari campuran 10% serat bambu betung dan 90% polypropylene dengan nilai α 0,5142.
EVALUASI PERFORMANSI DAN STRATEGI PERBAIKAN PADA LINI PRODUKSI PRESS FORMING DI PT DIRGANTARA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN LEAN ASSESSMENT DAN LEAN MANUFACTURING Imandio Wicaksono; Putu Dana Karningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.5 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25444

Abstract

PT Dirgantara Indonesia merupakan industri pesawat terbang yang telah mengimplementasikan konsep lean manufacturing sejak tahun 2013. Namun, masih terdapat permasalahan pada proses produksinya, diantaranya adalah tidak tercapainya target SQCDP (Safety, Quality, Cost, Delivery & People) dan lead time produksi yang tinggi. Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa implementasi lean manucaturing belum sesuai dengan rencana, sehingga perlu untuk dilakukan penilaian (lean assessment) dan perbaikan terhadap implementasi lean manufacturing tersebut. Dalam Tugas Akhir ini, lean assessment dilakukan dengan cara kuantitatif dan kualitatif. Dimensi yang diukur adalah efektivitas waktu, kualitas, proses, biaya, sumber daya manusia, pengiriman, pelanggan dan inventory. Setelah dilakukan pengukuran nilai leanness setiap dimensi digambarkan value stream mapping dan activity classification serta ditentukan dimensi dan waste kritis dengan borda count method. Kemudian dilakukan analisa penyebab waste kritis, analisa dampak permasalahan, penyusunan rekomendasi perbaikan, dan perhitungan nilai NPV untuk alternatif perbaikan terpilih. Berdasarkan hasil lean assessment, diketahui 3 dimensi kritis yaitu sumber daya manusia, pengiriman, dan efektivitas waktu. Value stream mapping yang diperoleh menunjukkan value added time sebesar 2.512 menit dari production lead time sebesar 18.844 menit. Output dari metode borda menunjukkan bahwa waiting, motion, dan transportation merupakan waste kritis.  Untuk meminimasi pemborosan tersebut, perlu dilakukan penentuan jumlah mesin, operator, dan material handling yang optimal serta perhitungan jumlah sampling pada proses inspeksi.
Sistem Pengaturan Oksigen Terlarut Menggunakan Metode Logika Fuzzy Berbasis Mikrokontroler Teensy Board Luthfi Riadhi; Muhammad Rivai; Fajar Budiman
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.213 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26014

Abstract

Oksigen terlarut merupakan faktor kritis dalam budidaya pembenihan ikan dan menentukan tingkat keberhasilan dan kegagalan dalam proses meningkatkan kualitas serta kuantitas pembenihan ikan. Kadar oksigen terlarut yang rendah menyebabkan proses penguraian, reproduksi, dan pertumbuhan di dalam kolam tidak berjalan dengan baik sehingga menyebabkan kematian pada ikan. Pada penilitian ini penulis membuat sistem yang dapat mengatur kadar oksigen terlarut dalam air dengan memanfaatkan sensor Dissolved Oxygen Meter AZ-8403. Presentase kadar oksigen dikendalikan dengan Fuzzy Logic yang diimplementasikan di dalam mikrokontroler Teensy board. Ketika level oksigen di bawah nilai setting point maka aerator diaktifkan untuk menghasilkan kadar oksigen terlarut di dalam air. Hasil pengujian yang dilakukan pada akuarium yang berisi ikan di dalamnya didapatkan nilai kesalahan untuk pembacaan sensor oksigen terlarut sebesar 0.075%. Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa respon sistem membutuhkan waktu 1 menit untuk mencapai nilai setting point.
Penurunan BOD dan COD Limbah Cair Industri Batik Menggunakan Karbon Aktif Melalui Proses Adsorpsi secara Batch Nikmatul Rochma; Harmin Sulistyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26300

Abstract

Industri tekstil merupakan pendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Sidoarjo. Semakin tinggi permintaan tekstil batik, dapat meyebabkan peningkatan yang seimbang antara produksi dan limbah produksi. Kandungan limbah batik dengan zat organik seperti BOD dan COD yang tinggi, dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi karbon aktif batu bara pada proses adsorpsi. Karbon diaktivasi terlebih dahulu, bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja absorben selama proses adsorpsi. Aktivator yang digunakan adalah larutan kimia asam kuat-HCL. Penelitian ini menggunakan variasi absorben 86 gram, 190 gram, dan 278 gram. Sedangkan waktu kontak yang digunakan 2,5 jam dan 5 jam. Penelitian skala laboratorium ini menggunakan alat yang sederhana namun bersifat aplikatif dengan menggunakan botol bekas air mineral. Berdasarkan proses adsorpsi yang dilakukan, efisiensi penyisihan COD terbesar adalah 16.444,08 mg/L. Dengan persentase penyisihan sebesar 98,74 % pada waktu kontak 2,5 jam. Sedangkan efisiensi penyisihan BOD terbesar adalah 1.640,70 mg/L. Dengan persentase penyisihan sebesar 92,30 % pada waktu kontak 2,5 jam. Jumlah adsorben yang menghasilkan nilai efisiensi penyisihan tersebut adalah sebesar 190 gram. Didapatkan juga isoterm yang paling tepat adalah isoterm BET. Dengan nilai Y =0,5881ln(x) + 2,22 dan nilai Regresinya (R2) 0,8295. Berdasarkan perhitungan isoterm model BET, proses adsorpsi yang terjadi adalah adsorpsi secara fisika dan multilayer. Setelah proses adsorpsi akan dilakukan analisa karbon menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Untuk mengetahui perbedaan permukaan  sebelum dan sesudah proses adsorpsi dilakukan. Hasil Analisa SEM menunjukkan bahwa rongga  yang mulanya masih kosong telah tertutupi oleh adsorbat yang teradsorpsi. Adsorpsi terjadi pada multilayer pada pori karbon aktif yang terlihat berdasarkan hasil foto SEM. Kesimpulannya, karbon aktif ini dapat digunakan sebagai adsorben untuk menghilangkan zat organik BOD dan COD pada limbah cair industri batik
Analisa Perubahan Ionosfer Akibat Gempa Bumi Sumatra Barat Tanggal 2 Maret 2016 Febrian Adi Saputra; Mokhamad Nur Cahyadi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.28 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26469

Abstract

Pada saat gempa bumi terjadi, ada tiga jenis gelombang yang dihasilkan, yaitu : (1) Gelombang Acoustic (kecepatan 1 km/s)  yang dihasilkan dekat dari pusat gempa bumi, gelombang tersebut menyebar dan naik hingga ketinggian lapisan F di ionosfer dalam waktu 10 menit atau lebih. (2) Gelombang gravity (kecepatan 0.3 km/s) yang dihasilkan dari gelombang tsunami akibat dari gempa bumi yang besar, dan (3) Gelombang Rayleigh (kecepatan 4 km/s) yang dihasilkan dari gelombang permukaan dan merambat menjauh mengelilingi bumi dari pusat gempa bumi. Gelombang Acoustic yang dihasilkan secara tegak lurus dari kerak bumi selama gempa merambat ke ionosfer,  lalu membuat penyimpangan kerapatan elektron. Fenomena ini terdeteksi sebagai CIDs (Coseismic Ionosphere Disturbances), yaitu fluktuasi TEC yang terjadi 15 menit hingga 1 jam setelah gempa terjadi. Akibat dari penyimpangan tersebut , gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh satelit GNSS akan mengalami delay ketika melewati ionsfer kira-kira 300km dari permukaan bumi. Variasi ionosfer diamati pada saat time-delay ini berdasarkan kuantitas Total Electron Content (TEC). Nilai TEC dinyatakan dalam TECU, dimana 1 TECU sama dengan 1016 elektron/m2. Nilai anomali TEC tersebut akan menggambarkan besaran gangguan akibat adanya gempa. Indonesia sebagai negara yang sering terjadi gempa, perlu dilakukan pemantauan untuk mengetahui perubahan atmosfer akibat gempa, salah satunya yaitu dengan analisa TEC pada lapisan ionosfer. Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan perubahan TEC dua hari sebelum, saat, dan dua hari sesudah terjadinya gempa bumi di Sumatra Barat pada tanggal 2 Maret 2016 dengan metode pengolahan data GNSS dari stasiun CORS milik Badan Informasi Geospasial (BIG) yang berada di daerah Sumatra, yaitu stasiun CAIR, CBKT, CPAR, CPDG, dan CSEL. Hasil dari pengolahan data menunjukkan anomali TEC muncul pada waktu 11 – 15 menit setelah gempa dengan besar anomali 1,5 – 3,5 TECU yang direkam oleh satelit GPS nomor 17 dan 0,5 – 1,7 TECU yang direkam oleh satelit Glonass nomor 14.
Pengaruh Temperatur Austenisasi dan Proses Pendinginan Terhadap Strukturmikro dan Proses Pendinginan Baja Paduan 05CCrMnSi Kharisma Yuko Rasyidy; Suwarno Suwarno
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.527 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26796

Abstract

Penelitian ini mencari pengaruh temperatur austenisasi dan proses pendinginan terhadap baja paduan 05CcrMnSi. Baja paduan ditempa terlebih dahulu untuk mengurangi cacat porositas yang diakibatkan oleh proses pengecoran. Perlakuan panas pada penilitian ini meliputi pemanasan spesimen sampai temperatur austenit stabil (800oC, 850oC, dan 900oC) dan ditahan selama 1 jam kemudian didinginkan dengan tiga cara yaitu, pendinginan di air, udara, dan dapur. Pengujian terhadap spesimen meliputi pengamatan strukturmikro, pengujian kekerasan, dan ketangguhan impak. Hasil penempaan menunjukkan bahwa intensitas porositas dan ukuran porositas berkurang. Pengamatan strukturmikro menunjukkan bahwa dengan pendinginan di udara ditemukan strukturmikro martensit. Didapatkan strukturmikro perlit dan ferit pada proses pendinginan di dapur sedangkan pada proses pendinginan di air didapatkan strukturmikro martensit dan austenit sisa. Pada pendinginan di air, jumlah austenit sisa mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya temperatur austenisasi. Nilai kekerasan tertinggi didapatkan dari proses pendinginan di air, baik pada temperatur austenisasi 800oC, 850oC, maupun 900oC. Sementara itu nilai kekerasan terendah didapatkan oleh proses pendinginan di dapur. Pada ketiga proses pendinginan, tingginya temperatur austenisasi tidak berpengaruh terhadap nilai kekerasan spesimen. Dalam pengujian ketahanan impak, nilai impact strength dimiliki oleh spesimen dengan proses pendinginan di air kemudian diikuti oleh spesimen dengan proses pendinginan dapur dan udara.
Minimasi Waste dan Lead Time Pada Proses Produksi Leaf Spring Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Riza Nur Madaniyah; Moses Laksono Singgih
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.046 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26863

Abstract

Perusahaan leaf spring (PLS) adalah perusahaan yang memproduksi  leaf spring di Indonesia. Perusahaan ini mengalami beberapa permasalahan seperti terjadinya complaint customer dan internal defect. Dimana kedua permasalahan tersebut tidak sejalan dengan target perusahaan. Sehingga untuk dapat mencapai target yang diinginkan PLS amatan, maka diperlukan sebuah pendekatan untuk mengetahui berbagai aktivitas yang bernilai tambah, waste yang terjadi serta lead time proses produksi. Salah satunya dengan pendekatan lean manufacturing. Dengan strategi lean, perusahaan diharapkan mampu mengurangi terjadinya waste dan mengurang lead time proses produksi serta mampu meningkatkan rasio aktivitas yang bernilai tambah. Kondisi proses produksi leaf spring jenis multi leaf spring lokal pada perusahaan amatan akan digambarkan dalam value stream mapping. Waste yang terjadi akan diidentifikasi menggunakan metode waste assessment model, lalu dilakukan pemetaan secara detail menggunakan VALSAT dan analisis akar penyebabnya dengan root cause analysis (5 why), serta mengadopsi perhitungan RPN pada FMEA untuk mencari nilai RPN tertinggi dari akar penyebab hasil 5 Why. Pada kondisi awal, lead time yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 100 unit multi leaf spring lokal adalah 901.64 menit, serta waiting 651.68 menit. Sedangkan pada kondisi setelah perbaikan adalah total lead time sebesar 824.97 menit dan waiting 416.66 menit. Sehingga dengan perbaikan yang diusulkan dapat menurunkan lead time 8.5% dan penurunan waiting 36.06%.