cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Inventarisasi Fluktuasi Emisi Polutan NOx, CO2, dan CH4 di Bandar Udara Internasional Juanda Kabupaten Sidoarjo Afifah Raudloh Anni'mah; Abdu Fadli Assomadi; Joni Hermana
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.532 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29322

Abstract

Inventarisasi emisi dilakukan dengan mendaftar besaran polutan dari sumber pencemar dari sektor energi, yaitu transportasi on-road, transportasi off-road, dan sektor limbah yang meliputi limbah padat domestik dan limbah cair domestik. Rentang waktu invetarisasi adalah tahun 2006 hingga tahun 2016. Perhitungan menggunakan worksheet Atmospheric Brown Clouds (ABC) – Emission Inventory Manual (EIM) Excel 2013 dan worksheet IPCC 2006 Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories (GL) Excel. Identifikasi menunjukkan NOX dan CH4 berasal dari pembakaran kurang sempurna pada transportasi on-road maupun off-road. Fluktuasi emisi sektor transportasi on-road sangat bergantung pada jenis kendaraan, sedangkan sektor transportasi off-road sangat bergantung pada tipe pesawat. Fluktuasi emisi sektor limbah padat domestik bergantung pada efisiensi pembakaran di insenerator, sedangkan faktor emisi limbah cair domestik bergantung pada bangunan pengolahan. Alternatif yang disarankan pada sektor off-road berupa menejemen LTO (kegiatan taxi). Pada transportasi on-road, yaitu realisasi pengadaan dan penggunaan kereta api.
Analisis Air Baku Prioritas Skala Kota (Studi Kasus: PDAM Surya Sembada Surabaya) R. Cipta Anugerah Persada; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.807 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29323

Abstract

Pasokan air baku Kali Surabaya sebesar 20 m3/detik masih belum mencukupi kebutuhan air rata-rata. Penambahan pasokan air baku dari air mata Umbulan sebesar 1 m3/detik diperkirakan hanya mencukupi hingga tahun 2017. Padahal semakin tahun pertumbuhan penduduk semakin naik dan kebutuhan air baik domestik maupun non domestik akan naik pula. Maka dari itu perlunya penambahan sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air tersebut. Padahal jatah debit Kali Surabaya yang diperoleh dari PT Jasa Tirta hanya 10,5 m3/detik. Analisa penelitian ini dimulai dari mencari tahu kebutuhan air domestik maupun non domestik, kemudian dibandingkan dengan pasokan air dari PDAM Surya Sembada Surabaya. Dari analisa tersebut, akan diketahui apakah pasokan air tersebut sudah memenuhi kebutuhan air Kota Surabaya dalam jangka waktu tertentu. Kemudian bila terjadi defisit, maka akan dicari sumber air-sumber air potensial yang nantinya bisa digunakan untuk sumber air baru.  Pemilihan sumber air baku yang berpotensi dipilih berdasar beberapa kriteria yaitu kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan.
Analisis Pengaruh Variasi Temperatur dan Waktu Tahan Tempering pada Proses Hardening terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Material Hamer Crusher Argyabrata Argyabrara; Rochman Rochiem; Dian Mughni Felicia
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.092 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28120

Abstract

Clinker Cooler adalah salah satu peralatan yang memiliki fungsi sangat penting dalam industri semen. Clinker cooler berfungsi untuk mendinginkan terak (clinker) yang diproduksi oleh kiln sebelum terak diproses lagi sebagai bahan baku pembuat semen. Terak yang dihasilkan oleh kiln didinginkan di dalam clinker cooler, kemudian ukuran terak tersebut diperkecil dengan hammer crusher yang ada di dalam clinker cooler . Hammer crusher merupakan alat penghancur clinker di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Hammer crusher mengalami keausan yang cepat dan tidak sesuai dengan umur pakainya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi dengan menganalisis pengaruh variasi temperatur dan waktu tahan tempering pada proses hardening terhadap sifat mekanik dan struktur mikro material hammer crusher. Spesimen uji dipanaskan pada temperatur 1000°C dengan waktu tahan 60 menit dan di-quench mengunakan oli, dilanjutkan tempering pada temperatur 200°C, 250°C, dan 300°C dengan variasi waktu tahan 2 jam dan 3 jam pada masing-masing variasi temperatur. Hasil proses perlakuan panas kemudian diuji kekerasan, metalografi, keausan, dan XRD (X-ray diffraction). Nilai kekerasan optimum dari material hammer crusher paduan krom tinggi adalah sebesar 699,60 HVN, yang dihasilkan dari proses hardening pada temperatur tempering 200 °C dan waktu tahan 2 jam. Tingginya harga kekerasan yang dihasilkan dari proses tersebut adalah akibat terbentuknya fasa martensit dan karbida Cr7C3.
Usulan Penyelesaian Masalah Rekayasa Tanah untuk Jalan dan Gedung di Atas Tanah Ekspansif Studi Kasus Surabaya Barat Samuel Giovanni; Indrasurya Budisatria Mochtar; Noor Endah
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.316 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28980

Abstract

Tanah ekspansif merupakan salah satu jenis tanah bermasalah yang paling sering ditemui di Indonesia. Tingginya kemampuan kembang susut saat mengalami perubahan kadar air merupakan sifat yang menonjol pada tanah ekspansif. Dalam kondisi basah, volume tanah ekspansif akan bertambah dan sebaliknya di saat kering, volume tanah ekspansif akan mengecil. Perubahan volume inilah yang sering menyebabkan kerusakan pada bangunan sipil yang berdiri di atas tanah ekspansif. Surabaya Barat juga mengalami masalah akibat tanah ekspansif, oleh karena itulah dibutuhkan suatu alternative usulan penyelesaian untuk menyelesaikan masalah ini. Kontur tanah Surabaya Barat yang naik turun menyerupai bukit dan lembah membuat perencanaan perbaikan tanah untuk jalan dan gedung di 2 jenis lokasi tersebut menjadi berbeda. Hal ini disebabkan karena, daerah lembah akan sangat mungkin tergenang air pada saat musim penghujan dikarenakan air hujan secara langsung maupun air hujan yang mengalir dari bukit, oleh karena itu digunakan metode Keep it Wet untuk setiap perencanaan yang dilakukan. Sedangkan di daerah bukit tidaklah demikian, pembasahan hanya terjadi di daerah permukaan karena sifat alami air yang mengalir ke tempat yang lebih rendah menyebabkan tidak mungkinnnya terjadi genangan. Namun tetap dibutuhkan perencanaan untuk memastikan agar tidak mempengaruhi kadar air dalam tanah di atas bukit. Oleh karena itu pada perencanaan di Bukit, digunakan metode Keep it Dry.
Pengaruh Penambahan Serat Cangkang Kelapa Sawit (Palm Kernel Fiber) Terhadap Sifat Mekanik Dan Stabilitas Termal Komposit Epoksi/Serat Cangkang Kelapa Sawit Olga Leonev Vasdazara; Hosta Ardhyananta; Sigit Tri Wicaksono
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.814 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28200

Abstract

Epoksi adalah jenis polimer termoseting dengan kekuatan tarik, stabilitas termal yang tinggi dibandingkan jenis polimer lainnya. Tetapi pada aplikasi yang dibutuhkan sifat fleksibilitas tinggi, epoksi menunjukkan performa yang rendah. Maka dibutuhkan material tambahan berupa pengisi serat alam untuk meningkatkan sifat mekanik dan stabilitas termal dari epoksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan material Biopolimer dan memiliki sifat mekanik, dan stabilitas termal yang baik pada aplikasi Papan Partikel. Produk polimer ini menggunakan bahan dasar Epoksi dengan variasi pengisi Serat Cangkang Sawit. Pengujian yang dilakukan yaitu uji Morfologi SEM, Uji FTIR, Uji Kekerasan Shore D, Uji kekuatan tarik, dan Uji TGA. Pengujian kekerasan menunjukkan peningkatan nilai kekerasan dengan variasi pengisi Serat Cangkang Sawit 20, 40, 60% dengan nilai tertinggi pada variasi Cangkang Kelapa Sawit 60% sebesar 79 HD. Pengujian kekuatan tarik menunjukkan penurunan dengan variasi pengisi serat cangkang sawit 20, 40, 60% dengan nilai 29,6 MPa, 23,19 MPa, dan 24,45 MPa. Pengujian stabilitas temperatur menunjukkan peningkatan dengan variasi pengisi serat cangkang sawit 20, 40, dan 60%. Stabilitas temperatur tertinggi terdapat pada variasi pengisi serat cangkang sawit 20% dengan T5 360 oC. Berdasarkan  hasil tersebut terdapat pengaruh penambahan serat cangkang sawit terhadap sifat mekanik dan stabilitas termal untuk resin epoksi pada aplikasi papan partikel.
Analisis Pengaruh Flow Rate dan Pressure pada In Situ Well Repair Menggunakan Material Polyacrylamide dengan CFD-FEM Coupling Method Halida Azmi Falah; Mas Irfan Purbawanto Hidayat; Sungging Pintowantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28397

Abstract

Kebocoran pipa produksi (production tubing) dalam kegiatan eksplorasi minyak bumi dan gas alam dapat mengganggu proses produksi. Untuk itu, diperlukan metode yang tepat untuk memperbaiki kebocoran tubing tanpa menghentikan proses (shutdown). Salah satu metode perbaikan yang dapat digunakan adalah in situ well repair. In situ well repair dilakukan dengan penambalan (patching) menggunakan polimer superabsorbent jenis polyacrylamide pada flow rate dan tekanan tertentu. Pada penelitian ini dilakukan simulasi dengan CFD dan FEM untuk menganalisis pengaruh tekanan dan flow rate yang menghasilkan kemampuan in situ well repair paling optimum untuk mengatasi kebocoran tubing dengan menggunakan software ANSYS. Hasil yang diperoleh yaitu semakin besar flow rate dan tekanan, maka akan semakin besar pula kemungkinan terjadinya deformasi patch pada lokasi in situ well repair. Flow rate yang menghasilkan kemampuan in situ well repair paling optimum adalah 1000 bpd dengan nilai tekanan sebesar 36,82 Pa pada lokasi patch dengan jarak 180 inch dari dasar tubing.
Analisis Hasil Simulasi Sifat Mekanik Single Walled Carbon Nanotube dengan Metode Elemen Hingga Ayu Furoidah; Mas Irfan P. Hidayat; Diah Susanti
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28267

Abstract

Carbon nanotube merupakan material allotropi carbon yang memiliki sifat mekanik, thermal dan elektrik cukup baik. Saat ini para peneliti masih banyak menganalisa kebutuhan sifat mekanik yang tepat untuk dapat diterapkan lebih diberbagai bidang. Ukurannya yang nano membuat sulitnya pengujian untuk menganalisa sifat dan perilaku CNT. Sehingga diperlukan adanya simulasi komputasi untuk menyederhanakan penelitian. Hasil simulasi dibuat untuk menganalisa sifat mekanik berupa modulus elastisitas SWCNT dengan membandingkan variasi struktur tipe zigzag dan armchair menggunakan software ANSYS 17.1 Mechanical APDL. Hasil simulasi juga digunakan untuk menganalisa pengaruh diameter, ketebalan, dan aspek rasio terhadap nilai Young’s modulus SWCNT. Diperoleh bahwa struktur yang sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan tingkat kelenturan yang tinggi akibat pembebanan bending dan buckling adalah struktur armchair. Dimana semakin besar diameter single walled carbon nanotube maka nilai Young’s modulusnya. Semakin meningkat. Dan semakin tinggi aspek rasio dan ketebalan struktur SWCNT maka semakin rendah nilai Young’s modulusnya.
Studi Pengaruh Tubing pada Performa In-Situ Well Repair Menggunakan Material Polyacrylamide dengan Coupled CFD-FEM Arifa Nuriyani; Mas Irfan P. Hidayat; Sungging Pintowantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28288

Abstract

Tubing N80 sering digunakan sebagai production tubing, namun sering dilaporkan sering mengalami kebocoran akibat kontak langsung dengan fluida. Beberapa faktor penyebab kebocoran tubing ini yaitu perbedaan temperatur dan tekanan yang berlebih. Terdapat teknologi terbaru yaitu metode patch repair dengan menggunakan material non-logam, polimer superabsorbent. Polimer yang digunakan adalah Polyacrylamide, yang memiliki sifat unik dalam menyerap dan memelihara aliran fluida bertekanan. Akibat keterbatasan informasi tentang teknologi ini, maka mulai dikembangkan simulasi patch terhadap kebocoran tubing. Dalam penelitian ini akan menganalisis distribusi thermal dan deformasi pada tubing beserta patchnya, dengan temperatur operasi yang berbeda. Pembuatan geometri dan simulasi dilakukan dengan menggunakan software ANSYS Mechanical APDL Release 18.0 berdasarkan metode elemen hingga. Penelitian ini diharapkan dapat membantu industri minyak dan gas mensimulasikan kinerja patch terhadap kebocoran tubing, sebelum dilakukan secara praktik.
Pengaruh Variasi Holding Temperature dan Holding Time Pada Post Weld Heat Treatment Terhadap Struktur Mikro dan Distribusi Kekerasan Hasil Pengelasan Bisclad 600 dengan Metode SMAW di PT. Holcim Indonesia Amy Reza Andrea; Lukman Noerochim; Wikan Jatimurti
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28290

Abstract

Pengelasan terhadap material Bisclad 600 telah dilakukan dengan menggunakan metode pengelasan SMAW. Spesimen pengelasan dibuat dengan ukuran 100 mm x 100 mm x 10 mm sebanyak 6 spesimen. Proses pengelasan dilakukan dengan menggunakan parameter arus 100 A, tegangan 12 volt, dan kecepatan 100 mm/s. pengelasan dilakukan dengan dua jenis filler metal yaitu E7018-H4R untuk bagian base metal dan elektroda Ni-C1 untuk bagian hardfacing. Setelah itu, spesimen diberi perlakuan panas pada temperatur 650oC dan 750oC dengan waktu tahan sebesar 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Material kemudian diuji dengan liquid penetrant test, metalografi, dan kekerasan. Hasil pengujian menunjukkan adanya fasa γ Nickel pada daerah weld metal . Pada daerah HAZ dan base metal struktur mikro yang diamati adalah perlit dan dua karbida hasil transformasi isothermal dengan jenis sama. Kekerasan area las terendah dicapai oleh weld metal sedangkan kekerasan pada daerah HAZ dan base metal lebih tinggi dibanding dengan weld metal dengan distribusi kekerasan beragam.
Analisis Kegagalan pada Shaft Gearbox Mesin Palletizer di PT. Holcim Tbk. Tuban Asia Asia; Lukman Noerochim; Rochman Rochiem
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28298

Abstract

Shaft merupakan bagian yang cukup penting di dalam motor karena shaft berfungsi sebagai penyalur gaya atau tenaga. Shaft bekerja sesuai dengan kerja mesin dan motor. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penyebab kegagalan yang terjadi pada shaft gearbox mesin palletizer. Beberapa pengujian dilakukan untuk mendukung analisis ini. Dari hasil uji komposisi didapatkan bahwa material shaft tersebut merupakan AISI 1030 dan material shaft tersebut sesuai dengan ASTM A291. Dari pengujian metallography didapatkan hasil struktur mikro yang terdiri dari ferit dan perlit. Pengujian SEM dilakukan pada permukaan patahan dan hasil dari uji SEM menunjukkan adanya retakan dan terdapat garis striasi halus akibat adanya pembebanan berulang dan terus menerus. Uji kekerasan dilakukan pada 2 daerah yaitu daerah dekat patahan dan daerah yang jauh dari patahan. Semakin jauh titik pengujian dari patahan maka hasil kekerasan semakin menurun. Dari hasil analisis rietvield didapatkan nilai regangan dan tegangan sisa pada daerah yang dekat dari patahan lebih besar dari pada daerah yang jauh dari patahan. Pada patahan shaft ini terdapat retakan yang ditandai dengan adanya awal retakan (crack initiation) pada daerah ujung rumah pasak, penjalaran retak (crack propagation) yang ditandai dengan garis pantai dan final fracture dengan permukaan yang kasar