cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Studi Optimisasi Heat Flux dan Welding Speed pada Pengelasan Laser Fiber terhadap Lebar Lasan, Kedalaman Penetrasi dan Tegangan Sisa Esshete 1250 dengan Metode Elemen Hingga Tiara Ansellya Resty Yolanda; Mas Irfan P Hidayat; Wikan Jatimurti
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28306

Abstract

Parameter input pengelasan laser berpengaruh terhadap kualitas hasil pengelasan. Hasil pengelasan berupa lebar lasan, kedalaman penetrasi dan tegangan sisa menentukan kualitas dari sambungan logam. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil pengelasan laser optimal digunakan Finite Elemen Method (FEM) dan Response Surface Methodology (RSM). Proses simulasi pada material Esshete 1250 dilakukan sebanyak 12 kali dengan parameter input yang berbeda. Parameter input pertama adalah heat flux dengan variasi power input 2000 W, 2250 W, 2500 W, dan 2750 W. Parameter input yang kedua adalah welding speed dengan variasi 2,3 m/min, 3 m/min, dan 3,5 m/min. Hasil simulasi menggambarkan pengaruh heat flux yang semakin tinggi akan meningkatkan lebar lasan, memperdalam kedalaman penetrasi dan tegangan sisa. Hasil simulasi juga menggambarkan pengaruh welding speed yang semakin tinggi akan mempersempit lebar lasan, mengurangi kedalaman penetrasi, dan mengurangi tegangan sisa. Hasil dari simulasi divalidasi menggunakan persamaan matematis dan didapatkan hasil yang valid.
Analisa Pengaruh Variasi Leaching dan Penambahan Template Terhadap Pembentukan Hollow Mesoporous Silika Nanopartikel Ni Komang Alit Juliani; Hariyati Purwaningsih; Diah Susanti; Vania Mitha Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh efektifitas leaching dalam menghasilkan silika, dan menganalisa pengaruh penambahan senyawa template OA (Octyl Amine) pada pembentukan mesopori silika nanopartikel. Penelitian ini menggunakan bahan dasar sekam padi yang di leaching menggunakan asam kuat yaitu HNO3, HCl, dan H2SO4. Berdasarkan hasil pengujian EDX kadar silika yang paling tinggi dihasilkan pada leaching menggunakan HNO3 sebesar 39.21 (wt%). Gugus fungsi hasil FTIR menjelaskan adanya gugus siloksan. Hasil XRD menunjukkan bahwa silika mesopori silika nanopartikel hasil proses ekstraksi mempunyai fasa amorfus. Hasil SEM pada mesopori silika nanopartikel memiliki bentuk partikel yang lebih kecil dan penyebarannya merata. Dari hasil TEM didapatkan ukuran partikel pada mesopori silika nanopartikel berkisar antara 16-80nm. Mesopori silika nanopartikel memiliki diameter pori rata-rata sebesar 12.6 nm. Penggunaan OA berhasil untuk menyeragamkan ukuran partikel.
Analisis Sistem Tenaga dan Redesign Tower Crane Potain MD 900 Intan Kumala Bestari; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29380

Abstract

Tower crane adalah alat yang digunakan untuk mengangkut material secara vertikal dan horizontal ke suatu tempat yang tinggi pada ruang gerak yang terbatas. Prinsip yang digunakan dalam menentukan beban yang mampu diangkut oleh tower crane adalah berdasarkan prinsip momen. Semakin berat beban yang harus diangkut, maka radius operasi yang dicapai menjadi semakin kecil. Berdasarkan studi lapangan yang telah dilakukan di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya tower crane dengan merek Potain MD 900 berkapasitas angkat 50 ton pada jarak lengan 21,10 meter hanya mampu mengangkat beban sebesar 40 ton. Sedangkan pada spesifikasi tower crane Potain MD 900 pada jarak lengan yang sama yaitu 21,10 meter beban yang dapat diangkut sebesar 50 ton. Dalam menentukan daya motor pada tower crane selain gaya berat (gaya statis) dari beban angkat juga terjadi percepatan (gaya dinamis) yang perlu diperhitungkan. Oleh karena perbedaan nilai dari daya motor terhadap kapasitas angkat ini maka pada tugas akhir ini akan dilakukan analisis pada perhitungan statis maupun dinamis dalam menentukan daya motor pada tower crane. Selain itu perlu juga dilakukan analisis terhadap nilai rasio gearbox yang terdapat pada tower crane saat ini, sehinga dapat dilakukan redesign agar mendapat nilai rasio gearbox yang lebih kecil dari saat ini dan harga gearbox akan lebih murah. Pada tugas akhir ini terdapat 2 tahapan, yaitu tahap analisis pada perhitungan dinamis maupun statis dalam menentukan daya motor dan rasio gearbox yang dibutuhkan dengan kondisi tower crane saat ini. Kemudian setelah analisis dilakukan redesign pada komponen hoisting yaitu tali baja, pulley dan drum untuk meningkatkan kemampuan angkat tower crane dan juga memperkecil nilai rasio gearbox. Hasil perhitungan daya motor dengan kapasitas angkat maksimum sebesar 50 ton pada perhitungan statis didapatkan daya sebesar 88 kW sedangkan pada perhitungan dinamis didapatkan daya sebesar 110 kW. Pada desain lama dengan rope reeving 2/1 dan kapasitas 40 ton, dengan perhitungan dinamis didapat daya motor 88 kW dan rasio gearbox sebesar 76,76 sedangkan pada hasil redesign dengan rope reeving 8/1 dan kapasitas 50 ton didapat daya motor 110 kW dan rasio gearbox sebesar 10,5.
Analisis Pengaruh Variasi Temperatur dan Waktu Tahan Tempering Terhadap Kekerasan Material Chain Shackle yang di-Hardening sebagai Solusi Kegagalan pada Chain Shackle Redy Rizky Santoso; Rochman Rochiem; Wikan Jatimurti
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28346

Abstract

Bucket elevator merupakan sebuah komponen yang berfungsi untuk mengakut material yang belum terbentuk menjadi semen. dalam penggunaannya, bucket elevator di hubungkan dengan chain shackle. Chain shackle pada bucket elevator telah mengalami masalah keausan karena material tersebut tidak sesuai dengan standar DIN 745 sehingga diperlukan optimalisasi dengan perlakuan panas. Dalam penelitian ini dilakukan proses analisis pengaruh variasi temperatur dan waktu tahan tempering terhadap kekerasan material chain shackle yang di hardening sebagai solusi kegagalan pada chain shackle. Pengujian yang dilakukan meliputi uji komposisi, metalografi, hardness dan ketahanan aus. Dari hasil uji komposisi didapatkan bahwa material chain shackle adalah baja AISI 1030. kemudian diberi pelakuan hardening-tempering dengan temperatur austenisasi 850oC dan dilakukan pendinginan dengan air. Spesimen kemudian ditemper dengan temperatur 200 oC, 250 oC, dan 300 oC dengan waktu tahan tempering 1 jam dan 2 jam. Kekerasan tertinggi terdapat pada spesimen dengan perlakuan tempering 200 oC dan waktu tahan 1 jam sebesar 588 HV dengan laju keausan 2mm/jam. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa kekerasan berbanding terbalik dengan laju keausan
Perancangan Model Human Capital Readiness Tenaga Kependidikan yang Terlibat dalam Core Process Departemen di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Studi Kasus : Departemen Teknik Industri) Rada Febbyandani Sugianto; Naning Aranti Wessiani
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28617

Abstract

Perubahan status ITS dari PTN-BLU menjadi PTN- BH menyebabkan ITS harus mengubah tatanan birokrasi agar sesuai dengan tatanan PTN-BH, salah satunya terkait dengan sumber daya manusia. Selain itu, tenaga kependidikan di ITS juga dituntut untuk dapat mensukseskan target organisasi yang semakin tinggi. Namun saat ini, di ITS belum memiliki pengukuran kesiapan tenaga kependidikan yang terstruktur yang mana menyebabkan ITS kesulitan dalam mengelola tenaga kependidikan saat ini. Oleh sebab itu, dilakukan perancangan model pengukuran Human Capital Readiness untuk mengetahui level kesiapan tenaga kependidikan. Hasil dari pengukuran dapat digunakan sebagai analisis untuk perancangan program pengembangan human capital sehingga kompetensi tenaga kependidikan dapat sesuai dengam kebutuhan. Penelitian ini dilakukan dengan identifikasi proses bisnis identifikasi unit kerja dan pemetaan jabatan yang terlibat dalam core process. Selanjutnya dilakukan identifikasi kompetensi serta tools dan resource yang digunakan. Kemudian dilanjutkan validasi dan penentuan target oleh expert kemudian pembuatan scorecard pengukuran Human Capital Readiness. Hasil dari penelitian ini yaitu jabatan yang terlibat langsung dalam core process di Departemen adalah Pengadministrasi akademik, Pengadministrasi mahasiswa dan alumni, Petugas perpustkaan dan Teknisi Sarana Prasarana. Dimensi Human Capital Readiness yaitu kompetemsi inti, pendukung dan teknis, tools serta resource. Hasil identifikasi kompetensi yaitu 7 kompetensi inti, 13 Kompetensi Pendukung dan 16 Kompetensi Teknis untuk Jabatan Pengadministrasian Akademik, 11 Kompetensi Pendukung dan 8 Kompetensi Teknis untuk Jabatan Pengadministrasi Kemahasiswaan dan alumni, serta 12 Kompetensi pendukung dan 8 Kompetensi Teknis untuk Petugas Perpustakaan dan Teknisi Sarana Prasarana.
Perancangan Model Organization Capital Readiness pada Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya Isabella Sekarwangi Boedhiantari; Naning Aranti Wessiani
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.048 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28621

Abstract

Perubahan status Institut Teknologi Sepuluh Nopember menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) membuat ITS harus menyesuaikan tata laksana kinerjanya sesuai dengan tatanan PTNBH. Dalam menghadapi perubahan status menjadi PTNBH, diperlukan adanya manajemen perubahan oleh ITS. Manajemen perubahan merupakan salah satu komponen yang paling penting dalam pelaksanaan manajemen strategi untuk membantu sebuah organisasi dalam mencapai tujuannya. Salah satu area yang mengalami perubahan adalah organisasi. Perubahan yang dilakukan pada organisasi sebagai aset tak berwujud dapat menjadi keunggulan kompetitif guna pengembangan ITS secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan ITS dalam mengembangkan sustainabilitas organisasinya adalah dengan membangun sebuah model dari Organization Capital Readiness yang mampu memberikan gambaran tingkat maturitas ITS. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah model Organization Capital Readiness dengan framework Organization Readiness Assessment System sebagai dasar aspek-aspek didalamnya. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang mekanisme sistem pengukuran model maturitas Organization Capital Readiness berdasarkan framework Process and Enterprise Maturity Model dan Peraturan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor 4 Tahun 2016 mengenai Penilaian Maturitas Sistem Pengendalian Intern Permerintah serta mekanisme sistem penyusunan perubahan organization capital dengan framework Organization Change Agenda. Hasil dari penelitian ini berupa kerangka model maturitas Organization Capital Readiness ITS, mekanisme sistem pengukuran model maturitas, dan mekanisme sistem penyusunan perubahan modal organisasi. Kerangka yang diusulkan pada penelitian ini juga akan digunakan ITS dalam menilai tingkat maturitas organisasinya. Kata Kunci— Organization Capital Readiness, Model Maturitas, Organization Readiness Assessment System, Organization Change Agenda
Identifikasi dan Pengukuran Ketercapaian Implementasi Knowledge Transfer pada Direktorat Human Resource Development PT. Pelindo III (Persero) Abyan Naufal Allam; Bambang Syairudin
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28645

Abstract

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) merupakan salah satu perusahaan BUMN terbesar yang bergerak dibidang operator pelabuhan. Dengan dikeluarkanya peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2008, memberikan ancaman tersendiri bagi PT Pelindo III akan munculnya pesaing-pesaing usaha sejenis. Melihat bahwa sebelumnya PT Pelindo III merupakan perusahaan pelabuhan satu-satunya di Indonesia yang memiliki knowledge penting, membuat PT Pelindo III menginisiasikan untuk melakukan perancangan knowledge management pada perusahaan tekhusus pada direktorat human resource development. Namun dalam berjalannya knowledge management tersebut masih sering terjadi kesalahan-kesalahan kerja pada pegawai. sehingga diperlukan suatu pengukuran terhadap knowledge transfer yang menjadi pilah pada knowledge management itu sendiri. Dalam penelitian ini akan dirancang sebuah pengukuran ketercapaian implementasi knowledge transfer pada direktorat human resource development di PT Pelindo III (Persero). Proses pengidentifikasian knowledge akan dilakukan dengan menggunakan knowledge audit, kemudian dilakukan pembobotan dan pengukuran aspek knowledge transfer dengan menggunakan framework SECI, dan dilakukan pengolahan data menggunakan river diagram serta stairs diagram. Bedasarkan hasil identifikasi terdapat total 79 knowledge yang terdiri dari empat divisi pada direktorat human resource development. Dan didapatkan adanya gap ketercapaian implementasi knowledge transfer pada tiap knowledge yang ada.
Rancang Bangun Edugame sebagai Upaya Peningkatan Safety Awareness Penumpang terhadap On Board Behaviour and Carried Things Wisbang Puritano Wiguna; Adithya Sudiarno
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28683

Abstract

Pertumbuhan minat masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi udara yakni pesawat sebagai akses untuk mempermudah pekerjaan maupun berlibur menjadi fokus pada penelitian ini. Aspek keselamatan dan keamanan menjadi aspek utama yang perlu diperhatikan oleh penumpang sebelum memutuskan untuk menggunakan pesawat. Aspek keamanan berupa peraturan barang bawaan penumpang menjadi tanggungjawab aviation security sedangkan peraturan perilaku penumpang dijelaskan oleh pramugari dalam bentuk safety induction sebelum take-off. Materi edukasi mengenai keselamatan dan keamanan penumpang pesawat ditampilkan dalam betuk game (Edugame) yang berjudul Airport Guardian. Penyampaian edukasi melalui Edugame Airport Guardian ini cukup efektif sebagai sebuah tool pemahaman masyarakat. Efektivitas ini dapat diuji melalui metode pengujian “Pre and post test”. Hasil dari pengujian ini juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengujian sebelum dan sesudah mencoba game Airport Guardian. Parameter keberhasilan sebuah game yang dibangun dapat ditentukan dari tingkat usabilitas game tersebut. Edugame Airport Guardian telah memenuhi variabel usabilitas learnability, efficiency, memorability, errors yang didapatkan dari hasil kuesioner umum dan variabel satisfaction melalui kuesioner System Usability Scale (SUS). Standar kepuasan pengguna dapat terpenuhi setelah dilakukan beberapa perbaikan pada game. Perbaikan pada game dilakukan berdasarkan tanggapan pengguna saat usability testing.
Potensi Emisi Gas Rumah Kaca pada Boezem Morokrembangan Tanjung Mega Dwi Puspita; Bieby Voijant Tangahu
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.137 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28696

Abstract

Boezem Morokrembangan merupakan salah satu Boezem terbesar di Kota Surabaya yang terletak di Kecamatan Krembangan di wilayah Surabaya bagian Utara. Air influen Boezem Morokrembangan bagian selatan berasal dari Sungai Greges dan Purwodadi. Besarnya kapasitas tampungan air Boezem Morokrembangan menyebabkan akumulasi bahan organik akibat air limbah domestik yang berasal dari Sungai Greges dan Sungai Purwodadi. Proses degradasi bahan organik secara anaerobik pada Boezem Morokrembangan menghasilkan gas rumah kaca yaitu CO2 dan CH4. Penelitian ini dilakukan dalam skala lapangan dan laboratorium. Data primer untuk penelitian lapangan yaitu data debit Boezem Morokrembangan. Pada penelitian laboratorium data primer diambil dari analisa parameter kualitas air yaitu BOD, COD, MLSS, MLVSS. Data sekunder yang digunakan meliputi data dimensi Boezem Morokrembangan. Prakiraan emisi CO2 dan CH4 pada Boezem Morokrembangan berdasarkan model persamaan dari US. EPA tahun 2010. Hasil penelitian menunjukkan Boezem Morokrembangan menghasilkan produksi gas CO2 sebesar 5,83 ton CO2/hari sedangkan gas CH4 sebesar 2,301 ton CH4/hari.
Range Finding Test (RFT) Cyperus rotundus L dan Scirpus grossus sebagai Penelitian Pendahuluan dalam Pengolahan Limbah Cair Tempe Marissa Olivia Damanik; Ipung Fitri Purwanti
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.371 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28708

Abstract

Tempe merupakan hasil fermentasi kedelai. Bahan-bahan organik yang terkandung di dalam buangan industri tempe pada umumnya sangat tinggi. Senyawa-senyawa organik di dalam air buangan tersebut dapat berupa protein, karbohidrat, lemak dan minyak. Salah satu alternatif untuk memperbaiki air yang tercemar adalah dengan mengolahnya dengan fitotreatment menggunakan tanaman air. Uji Range Finding Test (RFT) merupakan tahap awal dalam rangkaian pengolahan limbah cair tempe menggunakan system reed bed. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam RFT ini adalah untuk mengetahui konsentrasi limbah cair tempe yang mana Cyperus rotundus L dan Scirpus grossus masih bisa bertahan hidup. Konsentrasi maksimum yang mana tumbuhan masih bisa bertahan hidup ditunjukkan tidak terjadinya perubahan fisik (warna daun) tumbuhan. Selama 7 hari pengamatan, didapatkan kadar maksimum yang dapat ditolerir oleh Cyperus rotundus dan Scirpus grossus adalah 10% limbah rebusan, 10% limbah campuran dan 25% limbah rendaman.