cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Studi Literatur Pengolahan Air Limbah Menggunakan Mixed Aquatic Plants Yuridna Afifah; Sarwoko Mangkoedihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.677 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29334

Abstract

Berkembangnya populasi penduduk serta banyak industri kecil seperti industri tahu dan industri batik kebanyakan menyatu dengan penduduk. Selain itu, kebanyakan dari hasil kegiatan tersebut membuang limbah cair langsung kebadan air sehingga mencemari dan dapat menganggu kesehatan. Wetland atau lahan basah merupakan salah satu teknologi pengolahan air limbah dengan menggunakan tumbuhan air. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pengolahan air limbah menggunakan mixed aquatic plant yang difokuskan pada kemampuan tumbuhan air terhadap penurunan kontaminan yang nantinya dapat diterapkan dibadan air. Pengumpulan data didapatkan dari jurnal internasional maupun nasional, prosiding, peraturan yang berlaku, tugas akhir, tesis, dan disertasi. ada lebih dari satu jenis kontaminan yang ada pada badan air. Hasil studi menunjukkan penurunan kontaminan dalam pengolahan air limbah dengan menggunakan mixed plant sebagai agen bioremediasi lebih efektif untuk kontaminan yang lebih komplek dengan kemampuan tiap tumbuhan dalam menyerap polutan berbeda.
Potensi Klorofil Ekstrak Mikroalga Hijau (Chlorella sp.) dan Daun Suji (Pleomele angustifollia) Menggunakan Metode Soxhlet sebagai Dye Sensitizer pada Dye Sensitized Solar Cells (DSSC) Aisyah Triana Chintiyah Dewi; Fitria Romadhoni; Lailatul Qadariyah; Mahfud Mahfud
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.508 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28744

Abstract

Energisurya merupakan energi yang dimanfaatkan dalam konversi energi cahaya menjadi listrik yaitu dengan sel surya. Teknologi sel surya telah dikembangkan oleh Gratzel yang disebut dengan sel Grätzel atau Dye Sensitized Solar Cells (DSSC). Peneliti telah mendapatkan efisiensi konversi energi yang lebih baik pada turunan pewarna(dyes)klorofil karena memiliki gugus carboxylate. Klorofil banyak terdapat pada tumbuhan hijau, salah satunya daun suji(Pleomele angustifolia)dan mikroalga hijau(Chlorella sp). Dalam pengambilan ekstrak klorofil terdapat beberapa macam metode, salah satunya metode soxhlet. Metode soxhlet dalam penelitian ini dimulai denganmelakukan pre-treatment untuk daun suji yaitu dengan cara membersihkan daun suji kemudian dipotong dengan ukuran ±0,2cm sedangkan untuk mikroalga hijau tidak dilakukan pre-treatment. Kemudian melakukan pengambilan ekstrak menggunakan metode Soxhletdengan etanol 96%.Ekstrak klorofil yang didapatkan dari metode soxhletditambahkan dengan CO2 padat (dry ice) sampai membeku/mengental kemudian dipanaskan agar terbentuk padatan ekstrak klorofil. Kemudian dilakukan analisa Uv-Vis untuk mengetahui kadar klorofil. Pada ekstraksi zat warna alami menggunakan Soxhlet diperoleh yield untuk daun suji sebesar 9,3933% dan untuk mikroalga hijau sebesar 25,4267%. Selain itu juga diperoleh konsentrasi klorofilzat warna alami dari daun suji sebesar 45,5628 µg/mL dan untuk mikroalga hijau sebesar 8,1605 µg/mL. Berdasarkan data-data tersebut disimpulkan bahwa daun suji memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan chlorella sp untuk dijadikan dye sensitizer pada DSSC.
Pengolahan Tepung Sagu dengan Fermentasi Aerobik menggunakan Rhizopus sp. Claudya Patricia Caesy; Christa Kathleen Sitania; Setiyo Gunawan; Hakun Wirawasista Aparamarta
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.658 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28811

Abstract

Tepung sagu dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mensubsitusi kebutuhan tepung terigu di Indonesia. Hal ini didorong oleh kebutuhan tepung terigu yang semakin tinggi dalam industri pangan. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut Indonesia harus mengimpor gandum yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri. Sehingga menimbulkan ketergantungan komoditi pangan terhadap negara lain. Sagu dipilih karena Indonesia memiliki hutan sagu terluas di dunia yakni seluas 1,2 juta hektar (ha) atau setara dengan 52% dari areal sagu dunia. Berdasarkan hasil uji proksimat, kandungan protein tepung sagu adalah 1,11 %, sedangkan protein tepung sagu yang difermentasi meningkat sebanyak lima sampai delapan kali. Menurut SNI 3751:2009, komposisi proksimat tepung terigu memiliki kadar protein minimal 7,0%, kadar air maksimal 14,5%, dan kadar abu maksimal 0,6%. Sedangkan, proksimat sagu setelah fermentasi secara aerob memiliki kadar protein 8,0%, kadar air 13,41%, dan kadar abu 0,35%. Sehingga berdasarkan data komposisi proksimat tersebut, tepung sagu memiliki potensi untuk menjadi alternatif tepung terigu, baik sebagai bahan subsitusi maupun bahan yang digunakan bersamaan dengan tepung terigu dalam pembuatan berbagai macam pengolahan pangan. Pabrik sagu ini akan didirikan di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Riau merupakan daerah penghasil sagu terbanyak di Indonesia dengan angka produksi mencapai 246.000 ton per tahun. Proses pembuatan tepung sagu dengan proses fermentasi dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu tahap pengolahan bahan baku, fermentasi, dan pengolahan produk. Pabrik pengolahan tepung sagu ini direncanakan beroperasi secara semi-kontinyu selama 24 jam dengan waktu produksi 330 hari/tahun. Berdasarkan analisa ekonomi yang telah dilakukan diperoleh internal rate of return sebesar 31% dengan pay out time selama 3,39 tahun dan break even point sebesar 21,54%. Ditinjau dari uraian di atas, maka secara teknis dan ekonomis, pabrik pengolahan tepung sagu layak untuk didirikan.
Aplikasi Lean Manufacturing pada PT. Kelola Mina Laut (KML) Gresik untuk Mereduksi Pemborosan Proses Produksi Nugget Stik Arie Diputra Ersam; Putu Dana Karningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28813

Abstract

PT. Kelola Mina Laut (PT. KML) adalah salah satu perusahaan berbasis pengolahan hasil laut. PT. KML Gresik memproduksi beberapa produk yang dapat dikategorikan sebagai produk frozen dan produk olahan.. Produk nugget adalah varian yang terbanyak pada kategori produk olahan di PT. KML Gresik. Varian produk nugget yaitu nugget stik cenderung mengalami penurunan penjualan dalam beberapa tahun terakhir. Selama proses produksi ditemukan indikasi pemborosan pada produksi nugget stik seperti. Penelitian ini bertujuan untuk mereduksi pemborosan pada sistem produksi nuget stik di PT.KML dengan menggunaka metode lean manufacturing. Produksi nugget stik dipengaruhi oleh purchase order (PO) dari customer. Dalam sehari PT.KML memiliki target produksi sebanyak delapan hingga 10 ton. Tahapan penyelesaian masalah tersebut adalah memetakan alur informasi adan aliran produk menggunakan Value Stream Mapping (VSM) dan Procces Activity Mapping (PAM), identifikasi akar penyebab pemborosan kritis (5 whys), menentukan akar penyebab pemborosan (pendekatan analisis risiko. Dari VSM dan PAM didapat manufacturing lead time 1986 menit, total cycle time 1440 menit, dan 34 aktifitas pada proses produksi (delapan diantaranya pemborosan). Didapatkan sembilan akar penyebab pemborosan dari analisis 5 whys. Dan mengambil lima akar penyebab pemborosan dengan pendekatan analisis risiko untuk dibuat rekomendasi perbaikan.
Pra-Desain Pabrik Asam Sulfat dari Belerang dengan Proses Doubel Kontak Doubel Absorber Muhammad Luqman Hakim; Ferry Ida Nur Aini; Nuniek Hendrianie; Sri Rachmania Juliastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.516 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28816

Abstract

Asam sulfat merupakan salah satu bahan penunjang yang sangat penting dan banyak dibutuhkan industri kimia. Bahan baku untuk produksi asam sulfat didapat dari tambang belerang dari Gunung Ijen, Jawa Timur. Katalis untuk menunjang pembuatan asam sulfat adalah Vanadium Pentaoksida (V2O5). H2SO4 menggunakan proses Double Kontak Double Absorb. Pabrik direncanakan  berkapasitas 247.777 ton/tahun, dimana pabrik akan beroperasi selama 24 jam sehari, 350 hari operasi. Proses pembuatan asam sulfat dengan proses Double Contact Double Absorb ada 4 tahap. Tahap pertama adalah persiapan bahan baku dimana sulfur granular di cairkan dalam melter berpengaduk menjadi sulfur cair. Tahap kedua adalah pembentukan gas SO2 dimana sulfur cair dipompakan ke sulfur burner untuk dibakar dengan fuel gas dan udara kering. Reaksi tahap ke 2 yaitu : S + O2 → SO2 - 70,96. 103 Kcal/kmol. Tahap ketiga yaitu proses kontak pertama untuk pembentukan gas SO3 dimana gas SO2 hasil pembakaran dikonversikan kedalam converter melalui 3 bed dengan bahan penunjang katalis vanadium pentaoksida, hasil konversi gas SO3 sebesar 98,5%. Reaksi tahap ke 3 yaitu : SO2 + ½ O2 SO3 - 23,49. 103 Kcal/kmol Tahap keempat yaitu  Absorbsi gas SO3 dan Drying Air dimana gas SO3 hasil konversi diabsorb di absorber tower I menggunakan media pengabsorb kandungan air dalam H2SO4 98,5% menjadi produk H2SO4, produk diparalel ke Drying Tower untuk pembuatan udara kering dengan mengontakkan udara bebas dengan H2SO4 kemudian kandungan air dalam udara bebas diserap, Gas SO3 yang gagal terabsorb di absorber tower I diumpankan ke converter bed 4 kemudian diabsorb di absorber tower II, produk H2SO4 kemudian didinginkan dan disimpan di Storage Tank. Reaksi tahap ke 4 yaitu : SO3 + H2O     H2SO4 - 32,8 kcal/kmol
Pra Desain Pabrik Pupuk MgSO4.7H2O dari Bittern Nur Faizah; Liga Indriyani; Juwari Juwari; Renanto Handogo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28823

Abstract

Ketersediaan bahan baku Bittern (limbah garam) yang melimpah di Indonesia dan masih belum terproduksi sendiri oleh Indonesia menjadikan prospek pendirian pabrik pupuk MgSO4.7H2O dari Bittern di Indonesia ini sangat bagus karena selama ini Indonesia  masih impor pupuk MgSO4.7H2O  dari luar negeri. Selama ini Bittern seringkali dibuang langsung di perairan oleh masyarakat padahal kaya akan kandungan magnesium dan unsur lainnya. MgSO4.7H2O banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri, salah satunya dapat digunakan untuk pupuk pertanian. Dalam pertanian, magnesium sulfat digunakan untuk memenuhi kurangnya magnesium atau belerang dalam tanah, magnesium merupakan elemen penting dalam molekul klorofil, dan sulfur adalah makronutrien penting lainnya. Dengan melihat tingkat konsumsi yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat pula, pada masa yang akan datang, kebutuhan Indonesia akan pupuk MgSO4.7H2O akan semakin bertambah oleh karena itu didirikan Pabrik pupuk MgSO4.7H2O dari Bittern ini tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam maupun luar negeri. Bahan baku pembuatan pupuk MgSO4.7H2O adalah Bittern, dengan bahan pembantu Natrium hidroksida (NaOH) dan larutan asam sulfat (H2SO4). Karena sampai saat ini, pemenuhan kebutuhan pupuk MgSO4.7H2O dari Bittern sebagian besar masih impor dari negara seperti China dan India. Berdasarkan analisis ekonomi, laju pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 89,98% pada tingkat suku bunga per tahun 12%, dengan laju inflasi sebesar 4% per tahun. Sedangkan untuk waktu pengembalian modal (POT) adalah 2,5 tahun dan titik impas (BEP) sebesar 33% melalui cara linear. Umur dari pabrik selama 10 tahun dan masa konstruksi adalah 2 tahun. Untuk memproduksi pupuk MgSO4.7H2O dari Bittern sebanyak 20.000 ton/tahun, diperlukan biaya total produksi per tahun (TPC) sebesar Rp 211.692.880.452,00 dengan biaya investasi total (TCI) sebesar Rp 145.044.056.977,00 dan total penjualan sebesar Rp 220.000.000.014,00 Dengan melihat aspek penilaian analisis ekonomi dan teknisnya, pupuk MgSO4.7H2O dari Bittern ini layak untuk didirikan.
Ekstraksi Asam Oksalat Pada Umbi Porang (Amorphophallus Oncophyllus) dengan Metode Mechanical Separation Martha Riana Sitompul; Fidianto Suryana Suryana; Mahfud Mahfud; Donny Satria Bhuana
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28831

Abstract

Umbi Porang (Amorphophallus Oncophyllus) adalah umbi porang yang memiliki kandungan asam oksalat yang tinggi yang dapat menimbulkan iritasi dan gatal apabila dikonsumsi namun memiliki kandungan glukomannan yang sangat bermanfaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses ekstraksi asam oksalat pada umbi porang (Amorphophallus Oncophyllus) dengan metode mechanical separation. Adapun metode yang dilakukan yaitu penggilingan chip porang, melakukan pengayakan, melakukan analisa di mikroskop dan melakukan proses titrasi. Dari hasil proses titrasi, asam oksalat yang dihasilkan kemudian dianalisis yield dan recovery nya. Yield dan Recovery tertinggi yang didapatkan sebesar 24,9894% dan 86,1173% dari mesh 100 menggunakan pelarut natrium bicarbonate, sedangkan untuk pengujian sifat fisik dilakukan melalui analisa mikroskop cahaya didapatkan kandungan asam oksalat yang ditandai dengan terbentuknya morfologi jarum kristal.
Identifikasi Faktor Keberhasilan Pengelolaan Distribusi Retail Energi Listrik di PLN Unit Layanan Salatiga Wahyu Nugraheni; Nugroho Priyo Negoro; Syafi’i M
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.188 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28853

Abstract

PT PLN Persero saat ini melakukan pilot project distribusi retail energi listrik yang disebut service point di PLN Unit Layanan Salatiga. Service point (SP) merupakan suatu sistem dimana PLN tidak lagi menggunakan unit layanan tiga layer (distribusi, area, rayon), tetapi hanya dua layer (distribusi dan area). Tujuan penerapan SP adalah untuk melakukan peningkatan efektivitas, efisiensi, kualitas operasi dan pelayanan dengan mengubah prosedur pelayanan dan mekanisme fungsi administrasi. Penerapan service point di PLN Unit Layanan Salatiga merupakan satu-satunya proyek percontohan yang berhasil dan masih diterapkan hingga saat ini. Dalam rangka mengetahui ketercapaian penerapan SP, perusahaan perlu mengetahui faktor keberhasilannya. Sehingga perusahaan dapat mengetahui faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam menerapkan service point ke depannya, mengingat keberhasilan SP akan di duplikasi di PLN Unit lainnya di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah in-depth interview untuk mengidentifikasi faktor keberhasilan SP. Faktor keberhasilan tersebut akan dikelompokkan menjadi empat perspektif balanced scorecard (BSC). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 16 faktor keberhasilan yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan service point ke depannya.
Identifikasi Critical Success Factor pada Hubungan Kerjasama Pemasok dalam Persaingan Penyediaan Material Proyek Konstruksi Jalan Tol Ngawi-Kertosono Lidya Dwi Vega; Negoro N P; Ardiantono D S
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.916 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28854

Abstract

Pembangunan konstruksi jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi Kertosono melibatkan tiga General Contractor (GC) serta tujuh subkontrator. GC bekerja sebagai perusahaan konsorsium dan subkontraktor sebagai penyedia pasokan material. Hubungan yang harmonis antara GC dengan subontraktor akan tercipta apabila subkontraktor mampu memenuhi segala permintaan dan tuntutan GC. Kondisi di lapangan yang tidak selalu mendukung pencapaian permintaan GC menuntut para subkontraktor untuk melakukan strategi yang optimal. Salah satunya yaitu melakukan kerjasama dengan subkontraktor lain (horizontal cooperation) untuk memenuhi tuntutan GC. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk melakukan perbandingan pembobotan tiap indikator. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh subkontraktor dalam proyek konstruksi jalan tol Ngawi-Kertosno. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas material, keterlibatan masyarakat, harga yang sesuai, komitmen terhadap proyek, serta pemenuhan sarana transportasi merupakan CSF yang mendasari hubungan kerjasama horizontal pada proyek konstruksi jalan tol Ngawi-Kertosono.
Identifikasi Faktor Kritis dalam Perancangan Jasa Rental Mobil Raka Ayuda Rahman; Nugroho Priyo Negoro; Aang Kunaifi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.289 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28855

Abstract

Bisnis jasa rental mobil semakin berkembang setiap tahunnya setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor faktor kritis dari sisi produk dan jasa yang dapat meningkatkan kepuasan konsumen. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dimana menilai apakah faktor dari metode Product Service System yang berpengaruh signifikan dalam bisnis rental mobil. Faktor kebutuhan dari PSS rental mobil yang digunakan dalam rancangan model PSS bisnis rental mobil berjumlah 38, yang terdiri dari 26 faktor kritis technical artefact dan 12 faktor services. Setelah dilakukan product and service realtionship matrix yang merupakan adaptasi dari house of quality, penelitian ini menghasilkan 6 faktor kritis dengan nilai hubungan tertinggi dari tabel product and service analysis matrix yang ada, tiga faktor kritis dari sisi produk adalah related product, availability dan flexibility. Faktor kritis dari sisi jasa adalah required resource, estimated result dan location of service application.