cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Kontrol Laju Alir Pompa Air Berpenggerak Brushless DC Motor Arista Ainurrohmah; Muhammad Rivai; Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.539 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31133

Abstract

Saat ini telah banyak dikembangkan sistem irigasi menggunakan tenaga matahari. Hal ini lebih diminati karena memanfaatkan energi alternatif dari alam. Namun penggunaan energi tersebut tidak efektif karena pada sistem irigasinya masih menggunakan pompa air listrik berpenggerak motor induksi yang membutuhkan arus bolak-balik (AC), sehingga dibutuhkan inverter untuk mengkonversi tegangan searah (DC) menjadi tegangan AC. Pada penelitian ini telah dilakukan rancang bangun untuk mengontrol laju aliran pompa air berpengerak Brushless DC motor (BLDC). Laju alir pompa air dibuat konstan dengan mengatur kecepatan putar motor BLDC menggunakan kontrol Proportional-Integral-Derivative (PID) yang terdeteksi dari sensor hall-effect. Laju alir pompa air akan terbaca oleh sensor water flow yang kemudian akan dibandingkan nilainya dengan nilai yang telah ditentukan sebagai nilai setpoint. Sistem ini diintegrasikan menggunakan mikrokontroler Arduino Due. Pada hasil pengujian keseluruhan sistem menunjukkan bahwa apabila diberikan beban berupa putaran kran pada sistem didapatkan laju aliran air yang stabil dan mendekati nilai setpoint yaitu dengan nilai rata – rata error nya mencapai 0.9%. Sistem ini dapat mempertahankan laju aliran air yang konstan mendekati nilai setpoint.
Mesin Pemanggang Biji Kopi dengan Suhu Terkendali Menggunakan Arduino Due Irwan Juniar Sasongko; Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.392 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31205

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang menghasilkan produk berupa biji kopi baik mentah maupun dalam kemasan. Produk ini merupakan salah satu komoditas unggulan bagi pendapatan nasional Negara Indonesia. Banyak teknologi pemanggangan biji kopi yang telah dibuat, namun kebanyakan memanfaatkan energi listrik sebagai sumber pemanas sehingga meningkatkan biaya operasional. Pada penelitian ini telah dibuat mesin pemanggang biji kopi dengan suhu terkendali menggunakan arduino due. Mesin pemanggang didesain seperti oven yang memiliki 2 lapisan bagian dalam dan luar. Peralatan ini memanfaatkan kompor gas portable sebagai alat pemanas pemanggang kopi dan menggunakan sensor suhu RTD (Resistance Temperature Detector). Sensor suhu akan memberikan feedback pada sistem kontrol proportional yang akan menggerakkan motor servo sebagai pengatur besar kecilnya nyala api yang digunakan pada proses pemanggangan biji kopi. Mikrokontroler dipilih menggunakan arduino due karena memiliki kecepatan akses data yang cepat. Devais ini merupakan mikrokontroler ARM (Advanced RISC Machine) dengan keunggulan memiliki performa yang baik dan juga efisiensi daya dengan tegangan kerja mikrokontroler ARM sebesar 3.3Volt. Terdapat beberapa kecocokan nilai histogram RGB (Red Green Blue) dari hasil penyangraian biji kopi dengan kopi yang telah disangrai oleh seorang ahli. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa tingkat kematangan biji kopi dapat ditentukan berdasarkan suhu akhir dari biji kopi 235℃ untuk tingkat kematangan medium roast, dan 240℃ untuk tingkat kematangan dark roast.
Evaluasi dan Peningkatan Performansi Lini Perakitan Speaker dengan Menggunakan Ekonomi Gerakan dan Line Balancing Renny Fatmawati; Moses Laksono Singgih
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.416 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.37910

Abstract

Lini Perakitan 1 pada Perusahaan Speaker dioperasikan secara manual. Lini ini dibagi menjadi dua sub lini yaitu Lini 1A dan Lini 1B. Pada lini ini, speaker tipe 12in ACR-1230 BLACK merupakan produk terbanyak yang diproduksi selama Tahun 2018 dengan rata-rata permintaan 1.238 unit per hari. Lini ini memiliki permasalahan ketidakseimbangan lini yang ditunjukkan dengan operasi yang menganggur atau bottleneck. Hal ini menunjukkan bahwa performansi Lini Perakitan 1 masih rendah. Pada penelitian ini, dilakukan evaluasi terhadap operasi yang bottleneck menggunakan perbaikan metode kerja dengan menerapkan prinsip ekonomi gerakan. Kemudian dari perbaikan pertama dilakukan penyeimbangan lini menggunakan Heuristic Line Balancing. Metode yang digunakan antara lain Largest Candidate Rule, Killbridge and Wester dan Ranked Positional Weight. Alternatif-alternatif perbaikan ini dipilih menggunakan value engineering yang telah dimodifikasi menggunakan parameter efisiensi lini keseimbangan dan biaya tenaga kerja. Hasil dari penelitian ini adalah rekomendasi untuk Lini 1A adalah alternatif perbaikan dengan ekonomi gerakan yang dikombinasikan dengan Line Balancing Killbridge and Wester atau Ranked Positional Weight dengan value sebesar 2,88. Sedangkan rekomendasi untuk Lini 1B adalah alternatif perbaikan dengan ekonomi gerakan yang dikombinasikan dengan Line Balancing Largest Candidate Rule atau Ranked Positional Weight dengan value sebesar 3,69.
Sistem Autodocking Mobile Robot Berbasis Suara Untuk Pengisian Ulang Baterai Ari Hidayanto; Muhammad Rivai; Astria Nur Irfansyah
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.04 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31225

Abstract

Siklus kerja autonomous mobile robot dirancang penuh untuk mampu berjalan dan bekerja secara kontinyu dengan lintasan yang sudah ditentukan oleh waypoint Global Positioning System (GPS) tanpa ada campur tangan manusia. Salah satu sistem yang cukup penting pada mobile robot untuk masalah tersebut adalah sistem autodocking yang digunakan ketika baterai dalam level rendah atau akan habis supaya kembali ke power station untuk mengisi ulang baterai. Dalam proses menuju power station diperlukan keakuratan mobile robot agar posisi antara transmitter dengan receiver baterai berada pada jarak transfer Wireless Power Transmision (WPT). Penelitian ini mengimplementasikan mobile robot yang dirancang menggunakan Arduino Mega 2560 sebagai kontrol utama sistem, GPS Ublox Neo M8N, modul kompas HMC5883L, modul mikrofon kondenser, modul HC-SR04, motor driver L298N dengan 4 buah motor DC, dan LCD. Sedangkan untuk sumber suara menggunakan speaker Polytron Muze (PSP B1) dengan suara sonar yang memiliki rentang frekuensi 900 Hz hingga 1100 Hz. Modul mikrofon ditempatkan pada sisi kanan dan kiri mobile robot dengan metode mencari arah sumber suara pada WPT berdasarkan different level intensity. Hasil pengujian penelitian ini menunjukkan mobile robot yang dirancang memiliki kemampuan menuju titik waypoint dengan error jarak posisi mencapai 6 meter. Penggunaan corong pengarah pada sensor suara memiliki efektifitas sudut directivity 90° dan -90° membuat sensor suara menjadi lebih sensitif. Sedangkan mobile robot dapat mendeteksi suara dan menuju ke sumber suara dengan efektifitas jarak kurang dari 100 cm yang memiliki waktu tempuh kurang dari 60 detik.
Kontrol Lengan Robot Yang Meniru Pergerakan Tangan Untuk Inspeksi Objek Yang Mengandung Gas Berbahaya Wahyu Satrio Prayogo; Muhammad Rivai; Fajar Budiman
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.663 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31293

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini banyak sekali teror bom yang ada di Indonesia, hal tersebut menyebabkan ketidaknyamanan  orang dalam melakukan aktifitas sehari-hari di tempat umum. Untuk itu pada penelitian  ini telah dibuat suatu lengan robot  yang dapat dikendalikan berdasarkan pergerakan lengan manusia secara wireless. Pergerakan lengan dideteksi oleh sensor IMU MPU6050. Sensor ini dapat mendeteksi perubahan posisi pada sumbu x, y dan z, sehingga lengan robot dapat bergerak sesuai dengan perubahan posisi dari lengan operator. Pergerakan gripper dideteksi oleh sensor  flex yang diletakkan pada jari operator, sehingga dari pergerakan jari dapat mengontrol pergerakan gripper yang ada pada lengan robot. Posisi lengan robot dikendalikan menggunakan kontrol Proporsional. Alat ini dilengkapi dengan sensor gas MQ2 yang digunakan sebagai sensor gas berbahaya. Mikrokontroler Arduino Uno digunakan mengakuisisi data sensor gas, menggerakkan motor servo dan sistem pengendali. Sedangkan mikrokontroler Arduino Nano digunakan untuk mengakuisisi data sensor IMU dan Flex. Dari hasil eksperimen menunjukkan bahwa nilai kesalahan posisi pada lengan robot untuk sumbu pitch dan yaw masing – masing sebesar 4% dan 0,2%. Nilai Threshold untuk sensor gas MQ2 adalah 0,33 Volt . Jarak maksimal modul Bluetooth dalam mengirimkan data adalah 5 meter tanpa terhalang apapun. Hasil dari rancang bangun lengan robot ini diharapkan dapat membantu pekerjaan manusia dan juga memperkecil risiko terluka akibat bahan peledak atau gas yang membahayakan manusia.
Analisis Pengaruh Waktu Pencelupan Terhadap Ketebalan Kekerasan dan Ketahanan Korosi Hasil Elektroplating Nikel-Hard Krom Mohammad Adnan Rachmadi; Lukman Noerochiem; Haniffudin Nurdiansah
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.348 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31642

Abstract

Dalam suatu industri manufaktur, terkadang diperlukan logam yang memiliki gabungan sifat dari beberapa jenis logam. Misalnya logam yang memiliki kekerasan yang tinggi tetapi juga tahan terharap korosi. Salah satu metode yang dapat digunakan dengan menggunakan metode elektroplating hard krom, selain dapat melindungi permukaan baja, juga dapat meningkatkan kekerasan permukaan dan sifat ketahanan korosi. Sebelum  melakukan  pelapisan pada hard krom dilakukan terlebih dahulu menggunakan pelapisan dasar dengan menggunakan  nikel. Langkah pertama yang dilakukan metode elektroplating adalah dengan mempersiapkan spesimen dalam hal ini menggunakan baja AISI 4340, kemudian melakukan pemotongan, selanjutnya melakukan pengamplasan spesimen dengan grade 120-500 setelah itu dilakukan proses degreasing dengan menggunakan larutan basa  NaOH 35 gram, pada proses ini benda kerja dicelupkan dalam larutan selama ±5  menit dengan temperatur 60o C kemudian dilakukan pembilasan dengan menggunakan aquades pada temperatur kamar, selanjutnya dilakukan proses pickling, larutan ini menggunakan larutan asam yaitu H2SO4 penggunakan dilakukan pada temperatur 50 oC selama 10-15 detik kemudian dilakukan pembilasan dengan aquades dengan cara mencelupkan benda kerja pada temperatur kamar. Kemudian dilakukan elektroplating lapisan dasar dengan menggunakan Nikel yaitu dengan menggunakan larutan Watt’s Bath. Larutan ini terdiri dari 250 g/l NiSO4, 50 g/l NiCl dan 40g/l. Proses ini dilakukan pada rentang rapat arus 1 A/dm2 dan pada rentang temperatur 50 oC. Pelapisan hard chromium merupakan tahap pelapisan terakhir. Dimana pada proses pelapisan ini akan diberlakukan  kuat arus 1 Ampere yang mana jenis larutan yang digunakan adalah larutan Chromic Sulfate, yang terdiri dari 250g/l asam kromat (CrO3) dan 2,5 g/l asam sulfat. Proses pelapisan ini dilakukan pada kisaran temperatur 50oC dan waktu pencelupan divariasikan selama 5 menit, 10 menit,15 menit, 20 menit. Pada proses elektroplating hard krom yang menggunakan lapisan dasar nikel didapat kesimpulan bahwa Ketebalan tertinggi  berada pada variasi waktu waktu 20 menit 19,95 µm. Nilai kekerasan tertinggi juga terjadi pada variasi waktu 20 menit 526 HVN variasi waktu 20 menit corrosion ratenya terendah 0,040 mm/a.
Perbaikan Kualitas Proses Thermoforming Round Drinking Cups menggunakan FMEA Nur Annisa Kusuma Dewi; Moses L Singgih
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.82 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.37966

Abstract

PT PPA merupakan perusahaan yang memproduksi plastik kemasan thermoformed. Salah satu produk yang dihasilkan dan menjadi objek pada penelitian ini yaitu round drinking cups. Pada proses produksi round drinking cups terdapat banyak produk defect yang dihasilkan. Proses yang menghasilkan defect paling banyak yaitu proses thermoforming. Defect yang sering terjadi pada proses thermoforming yaitu defect diameter tidak standar dan meleyot. Adanya defect akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan karena produk defect memerlukan rework dan sebagian harus dibuang. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi defect diameter tidak standar dan meleyot. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan failure mode and effect analysis (FMEA). Dari data defect yang telah dikumpulkan, kemudian dilakukan penentuan defect yang menjadi prioritas perbaikan menggunakan pareto chart, selanjutnya dilakukan identifikasi penyebab-penyebab defect menggunakan cause and effect diagram dan dilakukan analisis lebih lanjut menggunakan 5 whys untuk mengidentifikasi akar penyebab defect. Hasil analisis akar penyebab defect menunjukkan terdapat 6 akar penyebab defect diameter tidak standar dan 23 akar penyebab defect meleyot. Kemudian dari akar penyebab yang telah diidentifikasi dilakukan penilaian risiko menggunakan FMEA dengan mempertimbangkan efisiensi dan downtime yang terjadi pada mesin thermoforming. Rekomendasi perbaikan diberikan berdasarkan analisis FMEA dengan nilai RPN tertinggi. Pada penelitian ini didapatkan hasil RPN tertinggi pada defect diameter tidak standar dan meleyot disebabkan permasalahan pada valve forming. Rekomendasi yang diberikan untuk mengurangi permasalahan tersebut yaitu melakukan pengecekkan valve forming, melakukan pengecekkan komponen dan pencatatan kondisi mesin secara periodik, serta meningkatkan kinerja karyawan melalui pelatihan maupun pemberian motivasi. Apabila ketiga rekomendasi tersebut diterapkan, maka diperkirakan terjadi penurunan defect diameter tidak standar sebesar 20%, dan penurunan defect meleyot sebesar 15%.
Analisis Pengaruh Komposisi Aluminium (Al) Terhadap Struktur Mikro, Kekerasan dan Laju Korosi Anoda Tumbal Berbasis Seng (Zn) untuk Kapal dengan Metode Pengecoran Herald Matius Unggul; Hosta Ardhyananta; Alvian Toto Wibisono
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.085 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31835

Abstract

Baja telah digunakan dalam bidang pembuatan kapal, akan tetapi, baja rentan terhadap korosi yang menyebabkan penurunan kualitas suatu bahan akibat reaksi antara bahan dengan lingkungannya. Untuk mengatasi masalah korosi pada logam tersebut salah satunya dapat dilakukan dengan proteksi katodik, yaitu salah satu metodenya adalah dengan anoda tumbal. Salah satu material yang banyak digunakan sebagai anoda tumbal pada kapal adalah seng(Zn). Seng murni dapat digunakan sebagai anoda jika kadar kotoran besi kurang dari 0,0014%. Dari penelitian terdahulu telah diketahui bahwa kadar Fe meski sangat kecil jumlahnya, misalnya 0,001%, berbahaya bagi kinerja anoda tumbal seng dimana dapat menyebabkan pengurangan arus keluaran dan daya dukung potensial anoda, karena pembentukan lapisan dari produk korosi seng terisolasi(menumpuk) di permukaan anoda. Namun, penambahan aluminium sebagai paduan pada anoda seng dapat secara efektif mengurangi dan menghilangkan efek dari Fe serta dapat mentolelir jumlah kadar Fe yang terdapat pada logam seng. Proses pemaduan logam aluminium dan seng dapat dilakukan dengan teknik pengecoran, salah satu metodenya, yaitu dengan sand casting. Dalam prosesnya peleburan logam seng(Zn) dan aluminium(Al) dilakukan dengan menggunakan electric furnace. Peleburan logam dilakukan hingga pada temperature ± 700oC. Untuk mengurangi atau mencegah adanya logam yang teroksidasi akan ditambahkan gas inert(Argon) pada proses peleburan. Dari penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kekerasan, struktur mikro dan laju korosi dari paduan Zn-Al. Komposis daripada aluminium yang akan dipadukan adalah 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6% yang kemudian akan dilakukan pengujian, yaitu Optical Emission spectroscopy, metallografi, dan X-RD untuk mendapatkan komposisi kimia, struktur mikro dan fasa kristalin dari logam paduan Zn-Al. Dari uji kekerasan didapatkan Zn tanpa penambahan Al mempunyai kekerasan terendah, yaitu 50,53 HB dan Zn-0,6Al dengan kekerasan tertinggi, yaitu 59,26 HB. Dari uji Tafeldidapatkan data laju korosi tertinggi, yaitu Zn-0,6Al sbesar 1,63 mm/year dan laju korosi terendah dimiliki Zn tanpa penambahan Al, yaitu sebesar 0,82 mm/year.
Pengaruh Variasi Arus Pulsed Current, Continuous Current, dan Flowrate Gas Pelindung Argon Terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro Dengan Metode Tungsten Inert Gas (TIG) Priagung Surya Binathara; Wikan Jatimurti; Alvian Toto Wibisono
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1546.835 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31938

Abstract

Paduan Tembaga-Nikel Material 90/10 CuNi merupakan salah satu material utama pemakaiannya di bidang kemaritiman, karena sifatnya yang tahan terhadap korosi baik. Paduan ini dapat disambung dengan metode las TIG. Parameter pengelasan yang tepat dengan metode las TIG dibutuhkan agar meghasilkan las yang baik. Penelitian pengelasan ini dilakukan dengan metode TIG dengan parameter variasi arus continuous current 100 Ampere, pulsed current 3 Hz, pulsed current 5 Hz dan flowrate gas pelindung argon 8 L/menit 12 L/menit, dan 16 L/menit/ Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji makro, uji komposisi kima, uji XRD, uji Mikro, dan uji kekerasan menggunakan Microvickers. Dari hasil peneltian fasa yang terbentuk setelah pengelasan adalah αCu. Struktur mikro yang terbentuk pada bagian weld metal adalah dendritik sedangkan pada bagian base metal adalah poligonal. Seiring meningkatnya flowrate gas pelindung argon, kekerasan semakin meningkat, dan pengelasan menggunakan arus pulsed current memiliki kekerasan lebih tinggi jika dibandiingkan dengan arus continous current. Nilai kekerasan tertinggi dihasilkan pada pengelasan variasi arus pulsed current 5 Hz dan flowrate gas pelindung argon 16 L/menit dengan nilai kekerasan 118 HV
Peningkatan Performansi Assembly Line Untuk Mereduksi Defect Voice Coil Touch Pada Perusahaan Speaker Meilia Dwi Suryani; Moses Laksono Singgih
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.37974

Abstract

Permasalahan pada Perusahaan Speaker, khususnya pada Assembly Line 1 adalah terjadinya defect Voice Coil Touch (VCT) yang cukup besar. Defect VCT merupakan defect suara yang ditimbulkan karena pergerakan voice coil tidak sesuai spesifikasi. Selama sembilan bulan terakhir (Januari-September 2018), pada Assembly Line 1 terdapat sebesar 4736 defect VCT dan menyebabkan timbulnya rework cost sebesar Rp.74.986.667. Untuk mengurangi defect VCT tersebut, maka diperlukan suatu identifikasi untuk mengetahui akar penyebab defect VCT.  Identifikasi akar penyebab dilakukan dengan Root Cause Analysis (RCA) menggunakan 5 why’s method. Selanjutnya dilakukan analisa Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan memberikan ranking penilaian tingkat keseriusan efek/dampak yang ditimbulkan, peluang terjadinya kegagalan dan kemampuan untuk mendeteksi kegagalan yang akan terjadi.  Setelah itu, dilakukan perhitungan Risk Priority Number (RPN) untuk mengetahui tingkat resiko yang ditimbulkan dari terjadinya kegagalan. Nilai RPN tetinggi akan menjadi prioritas untuk melakukan suatu improvement. Berdasarkan analisa FMEA yang dilakukan, RPN tertinggi terdapat pada pemasangan voice coil yang longgar, pemasangan spider pada chassis tidak center, pengeleman magnet dan yoke dengan center yoke tidak rata, pengeleman magnet assy dan chassis assy tidak rata serta tipe center yoke salah. Adapun rekomendasi perbaikan yang diusulkan adalah melakukan upgrading sebanyak tiga kali dalam setahun, pengecekan komponen dan perlengkapan, dan menggunakan alat pencabut VCG. Penerapan rekomendasi pertama diperkirakan dapat mereduksi defect sebesar 3%, rekomendasi kedua sebesar 5%, rekomendasi ketiga 8%, kombinasi rekomendasi 1 dan 2 sebesar 8%, kombinasi rekomendasi 1 dan 3 adalah 11%, dan kombinasi rekomendasi 2 dan 3 adalah 13%, serta kombinasi rekomendasi 1,2 dan 3 adalah 20%.