cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Studi Kinerja Slow Sand Filter dengan Bantuan Lampu Light Emitting-Diode (LED) Putih Carissa Yumna Ekadewi; Wahyono Hadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.236 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29054

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan proses filtrasi dengan menggunakan slow sand filter sebagai salah satu metode dalam pengolahan air bersih. Selanjutnya dilakukan analisis efisiensi penurunan tingkat kekeruhan, total coliform, dan zat organik (KMnO4) yang dapat diturunkan oleh unit slow sand filter untuk mengolah air sumur dengan bantuan lampu Light Emitting Diode (LED) putih dan adanya geotekstil dalam setiap unit slow sand filter. Variasi pada penelitian ini yaitu: jarak lampu ke air permukaan sebesar 20 cm dan 40 cm dengan rate filtrasi 0,3 m3/m2.jam dan 0,1 m3/m2.jam. Pada penelitian ini digunakan air baku yaitu air sumur di daerah Mulyorejo dengan nilai awal kekeruhan 8,43 NTU, nilai awal total coliform 16.000 per 100 ml sampel, dan nilai awal zat organik (KMnO4) 29,072 mg/L. Dihasilkan bahwa efisiensi penurunan tingkat kekeruhan, total coliform, dan zat organik (KMnO4) pada variasi jarak lampu sebesar 40 cm ke air permukaan dan rate filtrasi 0,1 m3/m2/jam adalah yang paling baik dengan nilai rata-rata efisiensi kekeruhan sebesar 96,71%, total coliform sebesar 99,76%, dan zat organik (KMnO4) sebesar 89,96%.
Kinerja Slow Sand Filter dengan Bantuan Lampu Light-Emitting Diode (LED) Biru dan Merah Vanny Widiyanti; Wahyono Hadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.713 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29066

Abstract

Kebutuhan air bersih yang semakin besar terutama pada wilayah perkotaan yang minim sumber daya air mengakibatkan kebutuhan persediaan air bersih bagi masyarakat meningkat. Selain masalah kualitas air masalah yang muncul saat ini adalah terbatasnya lahan untuk pengolahan air untuk mengatasi permasalahan mengenai pengolahan air tersebut maka digunakan sistem pengolahan air minum dengan menggun slow sand filter (SSF) dengan bantuan lampu light-emitting diode (LED) Biru dan Merah sebagai cahaya dalam proses SSF. Dalam penelitian yang bertujuan untuk menentukan kontribusi dari penggunaan lampu LED biru dan merah ini dilakukan tahapan yaitu tahap analisis awal, tahap aklimatisasi dan tahap pengoperasian dengan tiga variasi kecepatan yaitu 0,1 m3/m2.jam, dan 0,3 m3/m2.jam, serta dilakukan analisis parameter uji kekeruhan, zat organik, dan total coliform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SSF dengan bantuan lampu LED biru dan merah terhadap parameter kekeruhan memiliki efisiensi sebesar 84,45%-95,49% dengan kontribusi penggunaan lampu LED sebesar 1,28%-11,98%, dan pada parameter uji zat organik nilai efisiensi sebesar 81,67%-91,91% dengan ekontribusi penggunaan lampu LED biru dan merah sebesar 42,71%-75,36%, dan pada parameter total coliform efisiensi removal sebesar 92,89%-99,37% dengan kontribusi dari penggunaan lampu sebesar 2,86%-12,23%. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan lampu LED berwarna merah dengan kecepatan laju filtrasi 0,1 m3/m2.jam memiliki rata-rata efisiensi removal paling optimal.
Aplikasi Prinsip Ergonomi pada Perancangan Alat Perajang Bahan Baku Keripik Syafi`atul Ummah; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29583

Abstract

Alat perajang bahan baku keripik yang beredar di masyarakat Indonesia sudah bermacam-macam bentuknya. Salah satunya perajang konvensional dan perajang keripik semi-otomatis. Alat tersebut juga memiliki kapasitas yang kecil dan kurang nyaman saat yang digunakan. Perancangan alat perajang bahan baku keripik ini membutuhkan 2 tahap pengerjaan, yaitu perancangan serta perhitungan transmisi dan perancangan serta perhitungan rangka alat perajang bahan baku keripik. Perancangan serta perhitungan transmisi merupakan tahap pertama yang dimulai dengan mencari nilai gaya potong bahan baku, tegangan geser, torsi, daya motor yang akhirnya didapatkan rasio transmisi yang diperlukan. Sedangkan, perancangan serta perhitungan rangka merupakan tahap kedua yang dimulai dengan mengukur (tinggi bahu tegak) TBD, (tinggi siku duduk) TSD, (tinggi plopotel) TP, dan (jarak tangan depan) JTD yang akan digunakan untuk menghitung dimensi alat perajang bahan baku keripik dan nilai kenyamanan penggunaan (ergonomis). Perancangan ini menghasilkan alat perajang bahan baku keripik yang ergonomis dengan ukuran 72x60x99.9 cm dan menggunakan material ST 37. Alat perajang tersebut mampu merajang sebanyak 65 kg/jam dengan putaran sebesar 70 RPM dibantu dengan 2 pisau pada 1 piringan pisau. Piringan pisau memiliki diameter sebesar 30 cm dengan tebal 1.5 cm yang memiliki 2 lubang dengan ukuran 10x3 cm dan terbuat dari stainless steel. Lubang pada piringan digunakan untuk tempat pisau potong, pisau potong memiliki ukuran 10x2x0.2 cm berbahan dasar baja steel. Alat perajang tersebut memiliki 4 ketebalan yang berubah-rubah untuk memenuhi kebutuhan perajangan pada bahan yang berbeda-beda.
Analisis dan Redesign Kekuatan Struktur pada Girder Overhead Crane 6.3 Ton Ayzam Sunainah; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29586

Abstract

Pada era globalisasi ini, menurut data BPS Statistik Industri Manufaktur dari tahun 2013 hingga 2015 terdapat kenaikan pada jumlah industri manufaktur yang ada di Indonesia. Overhead crane merupakan crane yang sering digunakan di workshop industri manufaktur sebagai alat bantu untuk penataan barang, proses produksi, serta perbaikan produk. Karena perannya yang sangat penting, maka dari itu diperlukan overhead crane yang mampu digunakan sesuai kebutuhan, aman, dan tahan lama atau tidak mudah rusak, sehingga biaya yang diperlukan lebih ekonomis. Pada penelitian tugas akhir ini, akan dilakukan analisis kekuatan struktur overhead crane dengan mensimulasikan pada softwere berbasis metode elemen hingga (finite element analysis) serta perhitungan umur fatigue. Sebelum simulasi dilakukan, akan dibuat pemodelan 3D girder kemudian dimasukkan gaya-gaya yang bekerja pada crane yaitu, gaya berat, gaya angkat, dan gaya ayun beban. Gaya-gaya yang diaplikasikan akan diposisikan pada x=3.5 m, x=10.788 m, dan x=18.576 m. Untuk analisis fatigue akan dilakukan pengolahan data hasil simulasi tegangan untuk mengetahui umur siklus crane. Berdasarkan hasil tersebut akan dilakukan desain ulang untuk mendapatkan struktur yang diinginkan yaitu, berupa struktur yang diharapkan kuat terhadap beban statis dan dinamis, mempunyai umur siklus yang lama, serta mempunyai distribusi tegangan yang lebih merata. Hasil dari penelitian ini tegangan von Mises yang mempunyai stress range dan mean stress terbesar ada pada siklus kedua yaitu pada saat posisi pembebanan di x = 10,788 m. Tegangan yang dimiliki oleh siklus tersebut adalah tegangan maksimum 230,393 MPa dan tegangan minimum 79,482 MPa. Tegangan ini sudah aman menurut Soderberg failure line tetapi belum aman dengn angka keamanan 1,5 dan memiliki usia fatigue 644409 siklus. Sedangkan tegangan pada girder setelah redesign pada siklus yang sama mempunyai tegangan maksimum 204,589 MPa dan tegangan minimum 70,055 MPa. Tegangan ini sudah aman menurut angka keamanan 1,5 dan mempunyai umum 91033 siklus.
Pengaruh Temperatur Penempaan pada Baja 0.5CCrMnSi dan JIS SUP 9 terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro Ayu Suprapto; Suwarno Suwarno
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29615

Abstract

Pada dasarnya kualitas dari sebuah pisau ditentukan oleh bahan dan proses pembuatan. Untuk pisau dengan bahan dasar logam dibuat dengan proses tempa. Proses penempaan menghaluskan struktur butir dan mengurangi proses permesinan. Butir yang halus searah dengan penempaan dapat meningkatkan kekuatan dan kekerasan pisau. Sebagai upaya untuk mengetahui pengaruh komposisi kimia dan temperatur penempaan terhadap kekerasan baja dan struktur mikro dari pisau, penelitian ini dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan proses penempaan pada baja 0.5CCrMnSi dan JIS SUP 9. Penempaan dilakukan dalam tiga tahap siklus dengan dua variasi temperatur. Pada tahap pertama dan kedua penempaan dilakukan pada temperatur 1000oC sampai 700oC. Penempaan pada tahap 3 diberikan variasi, 750oC sampai 600oC untuk variasi 1 dan 650oC sampai 500oC untuk variasi 2. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa pisau dengan penempaan temperatur variasi kedua memiliki peningkatan kekerasan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan variasi satu.  Struktur mikro dengan variasi temperatur kedua memiliki ukuran butir yang lebih kecil bila dibandingkan dengan variasi temperatur pertama. Terdapat pola pada permukaan pisau dengan bahan JIS SUP 9 dan 0.5CCrMnSi.
Analisis Pengaruh Variasi Temperatur dan Waktu Tahan Tempering terhadap Kekerasan Baja ASSAB 705 yang Di-Hardening untuk Aplikasi Poros Pompa Multistage Muhamad Junda Azizi; Wikan Jatimurti; Rochman Rochiem
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.503 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38059

Abstract

Ditemukan kegagalan pada poros pompa multistage di Pabrik Gula Gending yang baru beroperasi beberapa bulan dari 4 tahun umur pakai yang direncanakan. Kegagalan pada poros tersebut adalah patah dan aus pada ulirnya. Menurut ASTM A291, material standar untuk poros tersebut adalah ASSAB 705. Namun pengujian komposisi dan kekerasan menunjukkan bahwa poros pompa yang patah tidak sesuai dengan standar ASSAB 705. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai pengaruh variasi parameter perlakuan panas tempering terhadap baja ASSAB 705 untuk aplikasi poros pompa. Perlakuan yang diberikan adalah water quench hardening dengan temperatur 815oC dan waktu tahan 30 menit. Kemudian dilakukan tempering dengan temperatur 300oC, 350oC dan 400oC dimana variasi waktu tahan tiap temperatur tersebut adalah 60 menit dan 120 menit. Uji metalografi menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur dan waktu tahan, martensit tampak semakin sedikit akibat terdekomposisi menjadi struktur ferrit dan bainit. Uji XRD memberikan hasil yang sejalan dengan fenomena tersebut, yaitu berkurangnya struktur BCT (martensit) seiring bertambahnya struktur BCC (bainit dan ferrit) pada temperatur dan waktu tahan yang makin tinggi. Hal ini tentu berdampak pada kekerasan dan ketahanan ausnya. Spesimen dengan kekerasan dan ketahanan aus tertinggi adalah yang diberikan tempering dengan temperatur 300oC dan waktu tahan 60 menit. Sedangkan yang memiliki kekerasan dan ketahanan aus paling rendah adalah yang diberikan tempering dengan temperatur 400oC dan waktu tahan 120 menit.
Unmanned Surface Vehicle Untuk Mencari Lokasi Tumpahan Minyak Menggunakan Ardupilot Mega Dedy Permana; Muhammad Rivai; Astria Nur Irfansyah
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.123 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30999

Abstract

Minyak adalah sumber energi yang sering digunakan dalam dunia industri. Akhir-akhir ini penggunaan minyak meningkat yang dapat menyebabkan meningkatnya polusi minyak di perairan akibat dari tumpahan minyak mentah. Meningkatnya polusi minyak ini menjadi perhatian yang cukup serius dibidang lingkungan hidup. Akibat adanya polusi minyak ini menyebabkan sektor pariwisata kelautan menjadi tidak optimal dan dapat mencemari lingkungan laut. Pada penelitian ini telah dibuat suatu alat untuk mendeteksi tumpahan minyak di perairan berupa Unmanned Surface Vehicle (USV) yang dapat menyisir area dengan waypoint tertentu untuk mendeteksi lokasi dari tumpahan minyak. USV ini dilengkapi dengan sensor berupa sensor resistif yang digunakan untuk mendeteksi adanya tumpahan minyak di perairan. Agar USV dapat berjalan secara autonomous, maka digunakan Global Positioning System (GPS) untuk mengetahui keberadaan USV dan lokasi tumpahan minyak. GPS yang digunakan adalah tipe ublox neo 6m. IMU sensor MPU6000 digunakan untuk mengetahui arah dan kecepatan dari USV. Untuk mikrokontroler yang digunakan adalah Ardupilot Mega karena memiliki fitur yang meliputi sensor barometer, akselerometer, gyrometer dan magnetometer. USV dapat mendeteksi lokasi tumpahan minyak dengan metode waypoint yang diberikan pada ardupilot mega dengan ketebalan minyak minimal 3mm dan maksimal 40mm. Jarak antara lokasi yang dikirim GPS dengan lokasi sesungguhnya bergeser sejauh 30cm. USV ini mampu mengirimkan data-data tersebut secara real time.
Sistem Peringatana Dini Menggunakan Deteksi Kemiringan Kepala pada Pengemudi Kendaraan Bermotor yang Mengantuk Mustofa Amirullah; Hendra Kusuma; Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.835 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31011

Abstract

Tingginya tingkat kecelakaan yang disebabkan oleh human error masih menjadi permasalahan yang dihadapi di Indonesia. Sebesar 69,7% kecelakaan kendaraan bermotor disebabkan oleh human error. Kondisi pengemudi yang mengantuk merupakan salah satu faktor penyebab human error, sehingga diperlukan sebuah  sistem keamanan dalam berkendara untuk menekan permasalahan tersebut. Ketika seseorang berada dalam kondisi mengantuk, terdapat kondisi khusus yang dapat diidentifikasi. Salah satu kondisi tersebut adalah perubahan posisi kepala yang terjadi secara tiba – tiba.  Pada tugas akhir ini, dirancang suatu sistem peringatan dini untuk pengemudi yang mengantuk berdasarkan perubahan posisi kepala (perubahan sebesar 10 cm dalam waktu 18 ms). Sistem dirancang wearable dalam bentuk headgear yang dilengkapi dengan sensor accelerometer MPU-6050 GY-521 dan dipasang pada kepala pengemudi mobil.Proses pengenalan kondisi kantuk dapat diperoleh dengan cara mengidentifikasi perubahan nilai percepatan  pada sumbu X, sumbu Y, dan sumbu Z yang terjadi serentak. Perubahan posisi kepala untuk kondisi kantuk dideteksi dengan cara memberikan nilai ambang (threshold) untuk tiap sumbu. Deteksi kantuk yang dilakukan di dalam mobil, dilakukan sebanyak 10 kali pergerakan kepala, dengan nilai ambang untuk sumbu X  sebesar 1, sumbu Ysebesar 3.5 dan sumbu z sebesar 0.5. Dari 10 kali pergerakan kepala, 7 pergerakan kepala berhasil terdeteksi dan 3 pergerakan tidak berhasil terdeteksi. Persentase keberhasilan dari pengujian tersebut sebesar 70%.
Alat Sortir Biji Kopi Berbasis Metode Getaran Menggunakan Arduino Due Dandi Zulfikar Azis; Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.16 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31070

Abstract

Ukuran biji kopi yang tidak seragam pada saat proses sangrai mengakibatkan tingkat kematangan biji kopi tidak merata. Jika proses tersebut terus dilanjutkan hingga menjadi bubuk kopi siap saji, hal itu sangat mempengaruhi kualitasnya. Penelitian ini mengimplementasikan alat sortir biji kopi dengan menggunakan getaran sebagai pengayaknya yang bertujuan untuk klasifikasi ukuran biji kopi agar proses sangrai dapat lebih merata. Alat sortir ini dilengkapi dengan motor getar sebagai sumber getaran yang digunakan, sensor percepatan ADXL345 sebagai monitor dan kendali getaran yang dihasilkan, sensor berat (Load Cell) sebagai monitoring berat total biji kopi yang sedang diayak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kecepatan motor getar sebanding dengan perubahan getaran yang dihasilkan dan berat beban yang diampu berbanding terbalik dengan getaran yang dihasilkan. Pada penelitian ini, proses kendali getaran dengan mengendalikan kecepatan motor getar yang memiliki setpoint getaran ± 3 m/s2 menghasilkan getaran yang cukup stabil. Hasil implementasi alat sortir biji kopi ini dapat bekerja dengan baik, yaitu dapat melakukan proses sortasi biji kopi dengan berat 2 Kg dapat meloloskan total biji kopi sebesar 1,91 – 1,95 Kg, dengan tingkat error akhir pada biji kopi ukuran besar sebesar 1,91 – 2,24 % dan tingkat error pada biji kopi ukuran sedang sebesar 1,14 – 1,46 %.
Physical and Chemical Properties of Gelatin from Red Snapper Scales : Temperature Effects Meliana Wahyuningtyas; Nurul Jadid; Perry Burhan; Lukman Atmaja
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.717 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49703

Abstract

The extent of applications in various fields makes the need for gelatin continue to increase in the global market. Fish gelatin is an alternative to mammalian gelatin and its use is more universal because it can be consumed by all religious followers. The high variability of fish gelatin properties is caused by the availability of many extraction methods to obtain it. This preliminary study was carried out to find the optimum range of gelatin extraction procedures using Red Snapper scales because it had not been widely studied, although it was reported that gelatin yield was not significantly different from the bone and skin part. The optimum condition of the extraction procedure was obtained by pre-treatment using 5 % CH3COOH with extraction temperature of 60 °C which produces 58.19% swelling of fish scales and yield of gelatin is 8.76% with the moisture quality of 6.68%, pH of 6.225, viscosity of 15.54 cP and the melting point of 60 °C. The functional groups of gelatin was also successfully confirmed by FT-IR spectra.