cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pra Desain Pabrik Refined Bleached Deodorized (RBD) Olein dari Crude Palm Oil (Oil) Zelika Nidya Damarani; Latifah Maratis Sholihah; Siti Zullaikah; M Rachimoellah
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.952 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41671

Abstract

Refined, Bleached, Deodorized (RBD) Olein ialah produk hasil rafinasi dan fraksinasi Crude Palm Oil (CPO) yang digunakan sebagai minyak goreng. Minyak goreng merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki tingkat konsumsi yang tinggi. Pada umumnya, minyak goreng berfungsi sebagai medium penghantar panas, menambah rasa gurih, menambah nilai gizi dan kalori dalam makanan. Karena konsumsi dalam negeri yang cukup besar dan dengan mempertimbangkan kapasitas produksi pabrik RBD Olein skala kecil dan menengah yang sudah ada, pra desain pabrik ini didesain untuk memproduksi minyak goreng dari CPO sebagai bahan baku dengan menggunakan proses pemisahan secara fisika yaitu dengan distilasi uap yang dilakukan pada suhu tinggi dilanjutkan pemurnian dengan proses fraksinasi kering. Secara umum, proses pemurnian RBD Olein terbagi menjadi dua proses yaitu secara fisika dan kimia. Proses secara kimia melibatkan reaksi netralisasi dengan penambahan larutan soda kaustik (NaOH). Proses pemurnian terbagi menjadi proses dry, detergent dan solvent fractionation. Proses dry memiliki keunggulan biaya yang dikeluarkan lebih ekonomis, namun yield yang dihasilkan hanya 75%. Pada proses detergent dan solvent, yield yang dihasilkan lebih besar dari 80% tetapi memerlukan biaya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pada pra desain pabrik ini dipilih proses physical refinery dengan dry fractionation karena dapat memberikan biaya yang lebih murah serta ramah lingkungan. Pada proses ini akan dihasilkan produk berupa RBD Olein, dimana produk RBD Olein bila diturunkan dapat digunakan pula sebagai shortenings dan margarin. Pabrik RBD Olein dari CPO akan didirikan di kawasan industri Maloy, Kalimantan Timur, dengan estimasi waktu produksi pada tahun 2021. Berdasarkan analisis ekonomi untuk kapasitas 120.000 ton/tahun, diperlukan biaya produksi sebesar Rp 2.346.355.959.311,68 dan akan dihasilkan keuntungan rata-rata pertahunnya sebesar Rp. 1.083.337.130.934,00 dengan harga penjualan RBD Olein sebesar Rp 12.579/liter. Dari keuntungan yang diperoleh dapat dihitung laju pengembalian modal (IRR) pabrik sebesar 20,16 % pada tingkat suku bunga per tahun 12,5 %.
Development of Activated Carbon Material from Oil Palm Empty Fruit Bunch for CO2 Adsorption Irsandi Dwi Oka Kurniawan; Randy Yusuf Kurniawan; Nurul Widiastuti; Lukman Atmaja; Anis Shofiyani
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1322.092 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49700

Abstract

This study aims to determine the CO2 adsorption capacity of activated carbon doped with nitrogen. Activated carbon is carbonized from oil palm empty fruit bunches (OPEFB). The results of lignocellulose analysis from OPEFB, 42.87 wt% of hemicellulose, 27.31 wt% of lignin, 23.02 wt% of cellulose and 6.80 wt% of ash. Potassium hydroxide is used as an activating agent and urea as a nitrogen precursor with an OPEFB mass: urea is 1: 1 to 1: 5. The method used is single-step, where carbonization-activation-doping is made into one process. Activated activated carbon is characterized by Fourier-Transform Infrared (FTIR), X-ray diffraction (XRD), Brunauer–Emmett–Teller (BET) isotherm, and scanning electron microscope (SEM) with energy dispersive X-ray. Infrared spectra showed that N-doped activated carbon was successfully synthesized. Diffractogram shows an amorphous structure with graphitic plane (002) and (100). ACN11 produces the highest surface area of 1309.47 m2 g-1. The results of gravimetric CO2 adsorption at 30 °C and 1 atm conditions resulted in the largest CO2 adsorption capacity of ACN14 at 15.02 wt%. The ACN11 and ACN14 adsorption kinetics models followed the intraparticle diffusion model with R2 values of 0.95 and 0.97.
Analisis Pengaruh Variasi Holding Time dan Temperatur Tempering terhadap Kekerasan Baja AISI 4340 untuk Komponen Poros Pompa Sentrifugal Multistage Horizontal dengan Metode Kang dan Lee Equation Ghazi Labib Naufal Insan; Rochman Rochiem; Alvian Toto Wibisono
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.43657

Abstract

Pompa merupakan salah satu jenis mesin konversi energi yang berfungsi untuk memindahkan zat cair dari suatu tempat ke tempat yang diinginkan. Pada pompa multistage, terdapat poros yang dipasangi impeler dimana umur pakai poros pompa setrifugal multistage horizontal di PG.Gending seharusnya adalah 4 tahun, tetapi ditemui kegagalan pada poros pompa buatan lokal ketika baru beroperasi selama 4 bulan. Material poros pompa multistage yang gagal tersebut tidak memenuhi standar yang ditentukan yaitu ASSAB 705. Maka optimalisasi sifat mekanik material tersebut perlu dilakukan yaitu menggunakan perlakuan panas pada material yang memiliki komposisi setara dengan ASSAB 705 yaitu baja AISI 4340. Proses perlakuan panas yang dilakukan meliputi proses hardening dengan temperatur 830oC dan holding time 30 menit. Setelah melakukan proses hardening, spesimen diberi perlakuan panas tempering dengan variabel holding time dan temperatur tempering berdasarkan perhitungan Kang dan Lee equation, yaitu 60 menit dan 120 menit dengan masing-masing terdapat tiga variabel temperatur, yaitu 535oC, 575oC dan 615oC. Pengujian kekerasan dan keausan dilakukan dan didapatkan hasil spesimen dengan kekerasan dan ketahanan aus tertinggi adalah yang diberikan tempering dengan temperatur 535oC dengan holding time 60 menit. Sedangkan yang paling rendah adalah yang diberikan tempering dengan temperatur 615oC dengan holding time 120 menit. Dimana semakin lama waktu tahan dan semakin tinggi temperatur, nilai kekerasan dan nilai tahan aus material semakin menurun.
Analisa Faktor Intensitas Tegangan dan Usia Siklus pada Simulasi Perambatan Retak Komponen Poros Menggunakan Metode Smart Crack Growth Anky Fitrian Wibowo; Mas Irfan Purbawanto Hidayat; Rochman Rochiem
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.964 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.44096

Abstract

Poros berfungsi untuk meneruskan tenaga baik berupa puntiran, torsi maupun bending dari suatu bagian ke bagian yang lain. Akibatnya suatu poros sering mengalami kegagalan dalam operasinya. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengestimasi usia siklus dari poros dengan mempertimbangkan perhitungan faktor intensitas tegangan untuk retak semi elliptical yang diaplikasikan displacement. Analisa metode elemen hingga dengan opsi smart crack growth ANSYS 19.1 untuk melakukan simulasi perambatan retak yang kemudian didapatkan nilai faktor intensitas tegangan dengan variasi panjang retak dan jenis material. Range dari faktor intensitas tegangan digunakan untuk memprediksi laju perambatan retak dan estimasi usia siklus dengan menggunakan hukum Paris. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa semakin kecil intial crack maka energi yang dibutuhkan semakin besar sehingga siklus yang dibutuhkan untuk menyelesaikan patahan lebih lama kemudian untuk penambahan unsur paduan yang bersifat sebagai pembentuk karbida dan penstabil karbida maka semakin mudah membentuk karbida yang mampu menghambat pertumbuhan butir dan meningkatkan ketangguhan.
The Effect of Solid Rate on Cyclones Pressure Drop and Erosion Rate at Coal Boiler Plant Using Computational Fluid Dynamics Brario Anindito; Tantular Nurtono; Sugeng Winardi
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.936 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49810

Abstract

Gas-solid separation systems with turbulent swirl flow that occur inside the cyclone will cause pressure drop and erosion on the cyclone wall. Both of these can cause a decrease in performance and increase maintenance costs for cyclones. CFD simulation is carried out on the actual cyclone dimensions used in the coal boiler industry. It was performed using the Reynolds Stress Model (RSM) for turbulent flow in the gas phase and Oka erosion model for its erosion model. The inlet velocity is fixed 6 m/s with variations in the solid rate ranged from 30 to 40 kg/s. This study will analyze the pressure drop and erosion rate on the cyclone walls in various solid rate variations. The simulation results show that the higher the solid rate with the same speed will reduce the pressure drop by 4% and at selected local area, increase the erosion rate on the cyclone wall by about 19%
Simulasi Perambatan Retak pada Baja dan Aluminium Akibat Pembebanan Statis dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Nimba Sharon Lande; Mas Irfan Purbawanto Hidayat; Wikan Jatimurti
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.846 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.44245

Abstract

Mengetahui mekanisme terjadinya retakan membantu industri untuk menghindari kerugian. Penelitian ini dilakukan dengan bentuk simulasi berbasis metode elemen hingga, dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh jenis material dan pengaruh lubang pada spesimen terhadap perambatan retak. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah jumlah lubang, posisi lubang dan jenis material, yaitu AISI 1020 dan AA 2024 – T3. Hasil dari penelitian ini berupa kekuatan spesimen terhadap perambatan retak dengan membandingkan faktor intensitas tegangan (K). K terkecil pada spesimen satu, dua, dan empat lubang adalah 8,23 x 106 MPa.mm0,5, 6,96 x 106 MPa.mm0,5 dan 5,96 x 106 MPa. Semakin banyak lubang maka semakin tinggi kekuatan spesimen, dengan perbandingan K pada spesimen dua lubang dan empat lubang yang sejenis sebesar 6,96 x 106 MPa.mm0,5 dan 5,96 x 106 MPa.mm0,5. AA 2024 – T3, dengan K senilai 3,94 x 106 MPa.mm0,5, memiliki ketahanan terhadap retak lebih tinggi dari AISI 1020, dengan K senilai 9,95 x 106 MPa.mm0,5.
Analisis Kesesuaian Lahan Dalam Rangka Perencanaan Lahan Taman Parkir Menggunakan Metode Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE) (Studi Kasus: Kecamatan Coblong dan Bandung Wetan, Kota Bandung) Desviachmad Caprilio Putra Wicaksana Sumartono; Agung Budi Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.116 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.44482

Abstract

Kota Bandung sebagai salah satu kota pariwisata di Indonesia mengalami peningkatan volume wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Hal ini mengakibatkan kepadatan transportasi di dalam Kota Bandung, terutama di area perbelanjaan, menjadi meningakat pula sehingga kebutuhan area parkir pun meningkat. Dibutuhkan sebuah metode untuk melakukan analisis terhadap kesesuaian lahan yang dapat dialihfungsikan untuk lokasi area parkir di kawasan padat transportasi dan pusat perbelanjaan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis Spatial Multi-Criteria Evaluation dengan kriteria aksesibilitas, kepadatan penduduk, jenis jalan, dan pola ruang untuk mendapatkan nilai kesesuaian lahan taman parkir di Kota Bandung dan pembuatan Peta Kesesuaian Lahan Taman Parkir Kecamatan Coblong dan Bandung Wetan, Kota Bandung skala 1:5000 sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Bandung No. 10 Tahun 2015 Pasal 81 Ayat (2) e. Hasil analisis menunjukkan adanya kesesuaian tinggi pada Kecamatan Coblong seluas 90,2 Ha (12,7%) dan pada Kecamatan Bandung Wetan seluas 119,6 Ha (34,1%).
Pembuatan MOCAF (Modified Cassava Flour) dengan Kapasitas 91000 Ton/Tahun Brilian Prima Anindita; Atika Tri Antari; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.654 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.45058

Abstract

Modified Cassava Flour (MOCAF) merupakan produk turunan dari tepung singkong menggunakan prinsip modifikasi sel singkong oleh fermentasi, di mana peran enzim mikroba mendominasi selama fermentasi berlangsung. Proses pembuatan MOCAF dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap pengolahan bahan baku, fermentasi, dan pengolahan hasil fermentasi. Pembuatan MOCAF pada skala besar, dilakukan pada prarancangan pabrik MOCAF dengan kapasitas 91000 ton/tahun dengan 300 hari kerja selama 24 jam. Pabrik MOCAF ini direncanakan akan didirikan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Pembuatan MOCAF dilakukan dengan proses fermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus plantarum dengan waktu fermentasi selama 120 jam. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 219 orang dengan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT) yang dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang dibantu oleh Direktur Produksi dan Direktur Keuangan dengan struktur organisasi line and staff. Sumber dana investasi berasal dari modal sendiri sebesar 60% biaya investasi dan modal pinjaman sebesar 40% biaya investasi dengan bunga sebesar 6,20% per tahun. Dari analisa perhitungan ekonomi didapat hasil investasi Rp 420.782.696.977 dengan Internal Rate of Return (IRR) 23,73%, dan Break Even Point (BEP) 36%.
Electrospraying Micronization of Phytochemical Compounds Extract from Eucheuma Cottonii Dwi Setyorini; Siti Machmudah; Sugeng Winardi; Kusdianto Kusdianto; Wahyudiono Wahyudiono; Hideki Kanda; Motonobu Goto
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.373 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49726

Abstract

A side from being a raw material for agar, Eucheuma cottonii algae have many other benefits because they contain various phytochemical compounds. The phytochemical compounds in Eucheuma cottonii have many benefits in the industrial and pharmaceutical fields. A method to get phytochemical compounds is through the extraction process. In the traditional method, the extraction is using organic solvents that dangerous to the environment. Therefore, this study used an environmentally friendly hydrothermal extraction method. Extraction was carried out at 160oC and a pressure of 7 MPa. The extraction results were then micronized using electrospraying. The electrospraying process was carried out with precursor solution concentration of 4 and 6% w/v, the applied voltage of 12, 14 and 16 kV, and the distance between tip and collector of 6.8 and 10 cm. The particles produced was characterized by Scanning Electron Microscope (SEM), Thermal Gravimetry Analysis (TGA), and antioxidant efficiency (AE) analysis. The morphological form of particles were spheres with a diameter below 3 μm. The largest AE value was 0.1818 obtained at operating conditions of 6% precursor solution, 10 cm tip distance, 16 kV applied voltage. The Operating conditions did not affect the TGA results.
Reducing Sugar Production in Subcritical Water and Enzymatic Hydrolysis Using Plackett-Burman Design and Response Surface Methodology Maktum Muharja; Irfan Albana; Jayyid Zuhdan; Agra Bachtiar; Arief Widjaja
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.108 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49727

Abstract

Subcritical water is one method of hydrolysis that can convert coconut husk to produce reducing sugars. However, this method has the disadvantage of producing derivative products such as furfural and phenolic compounds that act as inhibitors. One effective method is the addition of additives to the subcritical water process. The purpose of this study was to determine the effect of adding additives to subcritical water processes and optimizing the operating conditions on the production of reducing sugars. The analysis of reducing sugar was conducted by the dinitrosalicylic acid (DNS) method. Variables used in this study were time, temperature, pressure, water volume, pH, and several types of additives. Plackett-Burman was used for screening significant factors for the production of reducing sugars. The three most affecting factors were further investigated to find out the optimum point using Response Surface Methodology (RSM). The optimum point for subcritical water pretreatment operating conditions was the addition of sodium dodecyl sulfate (SDS) of 0.24 grams, reaction time for 80 minutes, and pH 11 yielding a reducing sugar yield of 22.7%, energy use of 291.3 kJ/g with desirability of 85%. Furfural content of all liquids after pretreatment can be neglected (<2 ppm) because of the effect of surfactant.