cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Identifikasi Waste dengan Metode Waste Assessment Model dalam Penerapan Lean Manufacturing untuk Perbaikan Proses Produksi (Studi Kasus pada Proses Produksi Sarung Tangan) Reza Alfiansyah; Nani Kurniati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28858

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur sarung tangan rajut. Sarung tangan rajut merupakan sarung tangan yang digunakan sebagai Alat Pelindung Diri (APD) pada industri perkebunan, perikanan maupun kegiatan konstruksi. Dalam proses produksinya, masih ditemukan berbagai indikasi waste yang menyebabkan menurunnya efisensi dan efektivitas proses produksi. Salah satu permasalahan terbesar adalah defect dengan presentase defect BS diatas 4.6% dan defect afkir sebesar 1.813%. Selain itu, ditemukan berbagai indikasi waste terkait waste waiting, transportation dan berbagai waste lainnya. Adanya berbagai waste tersebut menyebabkan munculnya potential profit loss yang hilang bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeliminasi waste pada proses produksi sarung tangan di PT. X dengan implementasi metode lean manufacturing. Langkah awal penelitian dilakukan dengan identifikasi proses produksi dan waste menggunakan Operation Process Chart (OPC), Value Stream Mapping (VSM) dan Waste Assessment Model (WAM). Berdasarkan WAM, diketahui 3 waste kritis yaitu defect, waiting dan transportation. Selanjutnya dilakukan analisis akar masalah dengan Root Cause Analysis (RCA) 5Why’s dan mencari nilai risiko kegagalan menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). FMEA dikategorikan kritis ketika nilai RPN ≥240 untuk kemudian dilakukan analisis perancangan rekomendasi perbaikan. Terdapat 3 alternatif perbaikan yaitu pengurangan defect proses produksi, perbaikan sistem serta perbaikan sistem manajemen dan produksi. Pemilihan alternatif dilakukan dengan menggunakan value management. Berdasarkan value management, didapatkan kombinasi alternatif perbaikan terbaik adalah alternatif 1 dan 2.
Identifikasi Indikator Prioritas Implementasi Green Supply Chain Management (GSCM) pada Instalasi Penjernihan Air Minum (IPAM) Legundi PDAM Giri Tirta Gresik Intan Pravitasari; Nugroho Priyo Negoro; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.794 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28859

Abstract

Instalasi Penjernihan Air Minum (IPAM) Legundi merupakan salah satu operator penyedia layanan air minum yang dimiliki oleh PDAM Giri Tirta Gresik dengan kapasitas terpasang sebesar 550 liter/detik. Kebutuhan air minum yang lebih besar dibandingan pasokan air yang didistribusikan ke masyarakat mengakibatkan pemenuhan akan kebutuhan air tidak maksimal. Salah satu elemen penting dalam proses produksi air minum adalah pengadaan air baku yang mayoritas berasal dari air sungai. Kondisi lingkungan sekitar air sungai yang tercemar dapat mengakibatkan kualitas dan kuantitas air berkurang, sehingga dapat memunculkan permasalahan dalam pengadaan air baku. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan konsep green supply chain management (GSCM). Penelitian ini bertujuan untuk memilih prioritas indikator implementasi GSCM pada IPAM Legundi. Indikator tersebut dibobotkan untuk mengetahui prioritas indikator terpilih yang harus diperhatikan terlebih dahulu menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan prioritas indikator implementasi GSCM pada IPAM secara berturut-turut adalah indikator desain mutu untuk mendukung regulasi (ECO4), indikator sertifikasi ISO 9001 (IEM11), indikator membangun sistem daur ulang limbah lumpur (IR4), indikator kerjasama dengan pelanggan untuk penghematan air (CC2) dan indikator sertifikasi pemasok ISO 9001 (GP4).
Studi Pemetaan Persebaran Sedimen Boezem Morokrembangan Rahmah Fitrianingtyas; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.94 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28904

Abstract

Boezem Morokrembangan Sisi Selatan merupakan salah satu retention basin atau embung pengendali banjir di Kota Surabaya yang memiliki 2 inlet saluran drainase yaitu Kali Greges dan Kali Purwodadi. Kedua saluran tersebut merupakan badan air kelas IV menurut PP No.82/2001 yang tertuang dalam PERDA Kota Surabaya No. 02 Tahun 2004. Penelitian dilakukan 2 tahap yaitu observasi di lapangan dan analisis pemetaan persebaran sedimen dengan Surfer 10. Hasil penelitian ini didapatkan laju akumulasi lumpur berdasarkan pengukuran dengan metode Imhoff cone pada air Boezem Morokrembangan sisi selatan adalah 11010,30 sampai 12653,64 m3/tahun dan dengan metode mass balance adalah 4481,22 sampai 5150,04 m3/tahun. Dari peta persebaran atau isokonsentrasi total suspended solid menggunakan Surfer 10 menunjukkan perubahan yang dinamis yaitu terjadi penurunan dari inlet menuju tengah Boezem dan meningkat menuju ke outlet. Kondisi tersebut disebabkan oleh adanya pengerukan dan pertumbuhan alga.  Pada tepi Boezem juga menunjukkan adanya dead zone yang disebabkan oleh aliran air rendah dan adanya alga pada perairan. Rekomendasi penanganan pengendapan sedimen atau lumpur di Boezem Morokrembangan dapat menggunakan barrier dan menggunakan eceng gondok (Eichornia crassipes).  
Pra Desain Pabrik Produksi Gasoline pada Kilang Minyak Skala Kecil Bilal Chabibulloh; Wisnu Kusuma Atmaja; Juwari Purwo Sutikno; Renanto Handogo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.618 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28915

Abstract

Ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar minyak, membuat bahan bakar minyak menjadi komoditas utama dan krusial di sektor energi,. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia masih melakukan impor minyak bumi demi memenuhi kebutuhan BBM masyarakat. Saat ini, negara melalui PT. Pertamina (persero) menyediakan sekitar Rp1,15 triliun setiap hari untuk impor minyak mentah dan BBM. Dintaranya untuk impor BBM. Permasalahan lain mengenai BBM yang sering terjadi adalah masalah distribusi BBM ke seluruh pelosok negeri. Data menyebutkan bahwa distribusi penggunaan minyak bumi di Indonesia cenderung terpusat di Pulau Jawa. Di luar Pulau Jawa, bahan bakar minyak sangat sulit didapat. Faktanya, Indonesia memiliki cadangan minyak bumi yang tersebar hampir di setiap pulau. Namun, hal ini tidak didukung dengan jumlah kilang minyak bumi yang memadai. Salah satu solusinya adalah dengan membangun kilang-kilang baru. Namun, membangun kilang dengan skala besar dengan produksi minimum 300,000 bpd akan membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama. Oleh karena itu pemerintah menargetkan pembangunan kilang-kilang skala kecil untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri. Karena produksi minyak di Indonesia dalam skala kecil maka akan lebih efisien dan ekonomis bila membangun kilang mini (<20,000 bpd) di setiap daerah sumber crude oil. Berdasarkan analisis ekonomi, laju pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 43 % pada tingkat suku bunga per-tahun 10,25% dan laju inflasi sebesar 3,35% per-tahun. Sedangkan untuk waktu pengembalian modal (POT) adalah 4,235 tahun dan titik impas (BEP) sebesar 54,18% melalui pembuatan grafik linear BEP. Umur dari pabrik selama 10 tahun dan masa konstruksi selama 2 tahun. Untuk mengolah 10000 barrel crude oil per-hari menjadi beberapa produk diperlukan biaya total produksi (TPC) sebesar Rp 3.713.409.763.696,68 dengan biaya investasi total Rp 292.774.958.752,83 dan total hasil penjualan sebesar Rp 3.903.215.502.396,54 . Dengan memperhitungkan aspek penilaian analisa ekonomi dan teknisnya, maka Pabrik Produksi Gasoline pada Kilang Minyak Skala Kecil ini layak untuk didirikan.
Uji Kemampuan Adsorpsi Arang Batok Kelapa pada Efluen Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Pertambangan Iodium Menggunakan Parameter COD Secara Batch Faizal Shah Alam; Mohammad Razif
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.284 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28931

Abstract

Dalam proses produksi industri pertambangan iodium, dihasilkan limbah cair yang dibuang ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dalam setahun terakhir, terdapat ganggang pada air limbah industri pertambangan iodium. Adanya ganggang merupakan indikasi bahwa zat pencemar pada air limbah belum tereduksi dengan baik sehingga tidak aman apabila dibuang langsung ke lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode untuk mereduksi zat pencemar yang efisien dan inovatif. Salah satunya yaitu adsorpsi menggunakan arang batok kelapa. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan nilai efisiensi removal adsorben arang batok kelapa pada parameter COD dan nilai adsorpsi isotermisnya menggunakan analisis jartest secara batch. Hasil penelitian pada analisis adsorpsi secara batch didapat bahwa efisiensi removal COD menggunakan arang batok kelapa sebesar 28,13 – 53,13 % dengan nilai kinetika adsorpsinya masing-masing sebesar  (1 – 9) x 10-4 mg COD / mg adsorben. Konsentrasi air limbah, ukuran butiran adsorben, dan massa adsorben optimum dari sistem batch adalah 50%, diameter mesh 12, dan 12,5 gr/L.
Recovery Fosfat dan Amonium Menggunakan Teknik Presipitasi Struvite Widya Prihesti Iswarani; IDAA Warmadewanthi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.227 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28939

Abstract

Limbah industri pupuk yang mengandung fosfat dan amonium dengan konsentrasi tinggi dapat diolah menggunakan teknik presipitasi struvite. Penelitian ini dilakukan dengan sistem batch. pH diatur pada pH 8; 8,2; dan 8,5. Rasio molar yang digunakan adalah 1,5:15:1; 2:15:1; 2,5:15:1; dan 3:15:1 dengan presipitan MgCl2. Running presipitasi dilakukan dengan kecepatan pengadukan 158 rpm selama 60 menit dan dilanjutkan dengan sedimentasi selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan pH optimum untuk presipitasi struvite adalah 8,5 dan rasio molar [Mg2+]:[NH4+]:[PO43-] optimum adalah 1,5:15:1. Konsentrasi awal amonium adalah 12.282,60 mg/L dan residual amonium adalah 8.215,28 mg/L. Konsentrasi awal fosfat adalah 4180,33 mg/L dan residual fosfat adalah 1,90 mg/L.
Optimasi Multiple Can-Order Level Pada Can-Order Policy Menggunakan Algoritma Simulated Annealing (Studi Kasus: Spare Part Inventory PT X) Faldy Maulana Yuantoro; Budi Santosa
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.652 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28967

Abstract

Persediaan merupakan stok dari barang-barang yang disimpan dan akan digunakan di masa yang akan datang. Salah satu permasalahan yang terjadi adalah apabila permintaan pada suatu item tergolong permintaan yang intermittent. Kebijakan persediaan pada jenis permintaan tersebut sulit untuk ditentukan karena pola pemintaan yang tidak pasti sehingga tingkat kesalahan prediksinya besar. Permasalahan jenis permintaan tersebut muncul pada kebutuhan spare part di PT X yang merupakan perusahaan peleburan aluminium. Untuk mengatasinya, model kebijakan can order policy menggunakan multiple can-order level (si, cij, Sij) dapat menyelesaikan permasalahan dengan joint replenishment untuk mengkoordinasikan pesanan antar item. Model tersebut diketahui merupakan integer non-linear programming (INLP) yang dapat digolongkan ke dalam permasalahan NP-Hard. Pendekatan metaheuristik yaitu simulated annealing akan digunakan untuk mendapatkan solusi yang memuaskan dengan waktu penyelesaian yang cepat. Metode Global Criterion juga akan digunakan untuk mendapatkan fungsi multi objective, yaitu meminimasi total biaya persediaan dan meminimasi jumlah carrier supplier. Berdasarkan eksperimen dengan 3 supplier dam 157 item didapatkan hasil yang lebih baik dari kebijakan persediaan di PT X dengan adanya penghematan dari kondisi eksisting yang diterapkan perusahaan sebesar 2,6% pada jumlah carrier dan penghematan biaya sebesar 14,43% atau sebesar $81.570,79 (Rp 1.060.420.270).
Pemetaan Tingkat Kebisingan di Rumah Sakit Islam A. Yani Surabaya Mirza Arianti Savitri; Arie Dipareza Syafei
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.192 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28998

Abstract

Rumah Sakit di kota besar saat ini cenderung berada di lingkungan dengan intensitas kebisingan yang lebih besar dari batas baku mutu yang telah ditetapkan. Salah satu Rumah Sakit di Surabaya, yaitu Rumah Sakit Islam A. Yani, berada di pinggir kota dengan arus lalu lintas yang cukup ramai, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui besar tingkat kebisingan di lingkungan rumah sakit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan di Rumah Sakit Islam A. Yani Surabaya dan dibandingkan dengan baku mutu, serta untuk mengetahui distribusi tingkat kebisingan dengan program surfer. Teknik pengambilan data mengacu pada KEPMEN LH RI No. 48 / MENLH / PER / XI / 1996 tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan. Pengukuran tingkat kebisingan dilakukan selama tujuh hari pada sepuluh lokasi yang berbeda.Hasil pada hari Senin, nilai tingkat kebisingan berkisar antara 63-72 dBA. Pada hari Selasa nilai kebisingan berkisar antara 64-74 dBA. Untuk hari Rabu nilai kebisingan berkisar antara 64-73 dBA, hari Kamis nilai kebisingan berkisar antara 59-72 dBA. Pada hari Jumat nilai kebisingan berkisar antara 58-74 dBA. Pada hari Sabtu nilai kebisingan berkisar antara 60-74 dBA dan hari Minggu nilai kebisingan berkisar antara 67-71 dBA. Hasil menunjukkan bahwa pada hari Senin hingga Minggu, nilai tingkat kebisingan menunjukkan melebihi baku mutu. Peta persebaranvikebisingan pada hari Senin sampai Minggu menunjukkan bahwa semakin bertambahnya jarak dari sumber kebisingan jalan, maka semakin terjadi penurunan nilai tingkat kebisingan.
Desain Modifikasi Apartemen One East dengan Menggunakan Precast Dual System Sesuai dengan Peraturan ACI 318M-14 Vincentius Felix Susanto; Faimun Faimun; Tavio Tavio
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1372.484 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29025

Abstract

Beton pracetak merupakan metode yang digunakan pada perancangan bangunan selain cara pengecoran dengan metode konvensional. Seiring dengan perkembangannya, metode pracetak kini semakin banyak digunakan. Tingkat kecepatan pembangunan dan kontrol kualitas merupakan keunggulan utama metode pracetak. Perencanaan Gedung Apartemen One East Surabaya pada kondisi sebenarnya dirancang menggunakan metode konvensional dengan ketinggian 33 lantai dan 3 buah basement. Dalam tugas akhir ini, gedung tersebut akan dilakukan perancangan menggunakan metode pracetak. Pemilihan metode pracetak didasari oleh kecepatan pelaksanaan, kontrol kualitas mutu yang tinggi, ramah lingkungan, serta pengurangan jumlah tenaga kerja. Metode pracetak diterapkan pada elemen-elemen struktur primer, seperti pelat, balok, tangga, kolom dan shearwall. Dalam perencanaan struktur pada tugas akhir ini, metode menggunakan peraturan seperti perencanaan beton secara konvensional sesuai dengan SNI 2847:2013, PCI Handbook dan beberapa referensi lainnya. Selain perencanaan elemen struktur sendiri, perlu dilakukan perencanaan sambungan untuk menyambungkan elemen-elemen tersebut. Metode penyambungan yang digunakan berdasarkan dari beberapa sumber seperti, produk dari Peikko Group, dan jurnal “Horizontal Connection for Precast Concrete Shear Wall Subjected to Cyclic Deformations”. Analisis perhitungan sambungan pada balok berdasarkan pada kekuatan aksial sambungan yang dibandingkan dengan kekuatan tulagan setelah mengalami leleh serta panjang penyaluran. Untuk analisa kekuatan sambungan pada kolom dan shearwall, digunakan peraturan ACI 318M-14 dimana nilai ϕSn ≥1,4 Se sedangkan ϕMn ≥0,4 Mpr.
Pengolahan Lindi Menggunakan Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dengan Pre-treatment Kimiawi untuk Menurunkan Konsentrasi Organik dan Nitrogen Arina Wida Imania; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.598 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29051

Abstract

Lindi mengandung senyawa organik dengan konsentrasi tinggi sehingga berpotensi mencemari lingkungan. MBBR mampu mereduksi senyawa organik melalui proses aerobik-anoksik. Penelitian dilakukan secara batch dengan kapasitas pengolahan 5 L dan media Kaldness (K1) 1 L. Variasi yang digunakan adalah variasi durasi pre-treatment ozon dan variasi durasi proses aerobik-anoksik pada MBBR. Pengolahan aerobik-anoksik dilakukan secara bertahap dalam reaktor yang sama selama 5 kali siklus dalam waktu 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pre-treatment dengan ozon dan MBBR optimum dalam mengoksidasi zat organik. Pre-treatment dengan ozon optimum pada variasi waktu operasi 48 jam dengan reduksi mencapai 53,85%. Sedangkan, pengolahan lindi dengan MBBR optimum mereduksi COD pada variasi durasi proses aerobik 36 jam dan anosik 9 jam dengan besar reduksi 92%