cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Ensuring Water Availability in Surabaya Through Integrated Water Resources Management Implementation Murti Sari Amalia; Eddy Setiadi Soedjono
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.529 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49707

Abstract

Surabaya is inhabited by 3.074.883 lives with majority drinking water comes from local water company (97%). It uses raw water from Surabaya River that is located in the downstream of Brantas River Basin. The streamflow is smaller than upstream because it is used by another water user. Moreover, the pollution load is accumulated so that the degree of treatment is complicated.Brantas River Basin management is needed to ensure water availability, especially in Surabaya. It can be achieved with the implementation of integrated water resources management (IWRM). A survey using in-depth interview (IDI) were conducted to management agency of Brantas River Basin called Jasa Tirta 1 Public Company (Perum Jasa Tirta 1). It will be compared with the principle of IWRM to assess the state of implementation on the Brantas River Basin.The result shows that the management pattern corresponding with IWRM, except for the mitigation of climate change. Climate change influences water availability and sustainability. An important factor in ensuring water availability in Surabaya is the adoption of effective water management. Even though the implementation of IWRM is not complete yet, it can be achieved by making water supply and demand effectively
Strategi Pengembangan Industri Pengolahan Hasil Perikanan di Kecamatan Bulak Melalui Pendekatan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) Nimas Asriningputri; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33116

Abstract

Kecamatan Bulak memiliki potensi sumber daya perikanan yang menjadi sektor basis dan lapangan usaha yang berkembang melalui subsektor perikanan. Namun potensi ini belum dapat dikembangkan secara optimal karena terdapat permasalahan dimana masyarakat pelaku usaha belum memanfaatkan keberadaan bangunan pusat pemasaran dan bangunan tempat pengolahan produk karena adanya perbedaan persepsi antar stakeholder yang disebabkan oleh pendekatan yang kurang melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan hingga penyediaan infrastruktur pendukung pengolahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merumuskan strategi prioritas pengembangan industri pengolahan hasil perikanan berbasis pengembangan ekonomi lokal di Kecamatan Bulak. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah statistik deskriptif, analisis konten, IFAS EFAS, dan analisis SWOT. Terdapat lima strategi prioritas pengembangan meningkatkan nilai jual produk melalui pemberian label pada kemasan produk kerupuk serta ikan asin dan pemberian kemasan vacuum pada produk ikan asap, menerapkan sistem penyortiran bahan baku dan pemasaran hasil produk secara terpusat di SIB, memanfaatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran hasil produk olahan, memperluas jangkauan pemasaran melalui kegiatan pameran dan pengadaan kemitraan dengan toko oleh-oleh khas Surabaya, dan meningkatkan kerjasama pemerintah dan pelaku usaha terkait pengembangan kualitas tenaga kerja dalam pengolahan produk dan pengelolaan modal.
Desain Modifikasi Struktur Gedung Apartemen One East Surabaya Menggunakan Struktur Flat Slab Dengan Penambahan Shear Wall Firly Ayu Agus Dian; Tavio Tavio; I Gusti Putu Raka
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34000

Abstract

Abstrak Gedung Apartemen One East Surabaya merupakan gedung yang difungsikan sebagai hunian vertikal yang dibangun di kawasan perumahan. Apartemen One East sendiri merupakan gedung dengan struktur 31 lantai yang memiliki tipe tipikal sehingga mulai dari lantai 4 ke atas mempunyai konfigurasi denah yang sama. Gedung ini dibangun dengan beton bertulang menggunakan metode cor ditempat sehingga memerlukan waktu pengerjaan yang relatif lama. Dalam pengerjaannya pun, seringkali kurang memerhatikan ketelitian dan faktor kenyamanan seperti tinggi ruang bebas sehingga hasil pengerjaan tidak maksimal. Pada Desain struktur gedung apartement One East ini akan di desain ulang dengan menggunakan struktur Flat Slab. Rangka utama akan didesain sebagai Sistem Rangka Gedung dan dinding struktur didesain sebagai dinding struktur beton khusus. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan didapatkan ringkasan bahwa rangka utama gedung mampu menahan beban lateral arah X dan Y yang masing-masing arah sebesar 8,41% dan 4,85% sehingga syarat Sistem Rangka Gedung terpenuhi. Analisa harga terhadap perbedaan tebal pelat dilakukan untuk mengetahui efektivitas pemilihan tebal pelat yang efisien dan ekonomis. Dari hasil analisa tersebut didapatkan bahwa biaya pembuatan Option 1 (t pelat=350 mm, t drop panel =100 mm) menghasilkan harga pembuatan sebesar Rp74.553.887 dan biaya pembuatan Option 2 (t pelat=250 mm, t drop panel =200 mm) menghasilkan harga pembuatan sebesar Rp66.499.595. Sehingga dalam pembuatannya Option 2 dapat menghemat biaya pembuatan pelat sebesar 10,803%.
Pengaruh Lipatan Baja JIS SUP 9 dan 0,5 CCrMnSi Terhadap Nilai Kekerasan, Struktur Mikro dan Pattern Pada Permukaan Pisau Luthfan Natakesuma Lamoni; Suwarno Suwarno
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.486 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34022

Abstract

Pisau sebagai salah satu jenis alat potong terus berkembang seiring dengan semakin beragamnya kebutuhan manusia. Kualitas pisau yang tinggi ditinjau dari segi kekerasan, ketangguhan, maupun ketajamannya ditentukan oleh bahan dan proses pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pisau tempa manual tradisional yang ada di indonesia. Dengan memanfaatkan metode penempaan welded forging. Pada penelitian ini digunakan lembaran plat baja JIS SUP 9 dan baja cor 0,5CCrMnSi yang disusun membentuk 2 benda kerja yaitu B1 dan B2 dengan dimensi 75 x 30 x 15 mm yang terdiri dari 7 lapisan. Benda kerja kemudian ditempa secara manual dengan beberapa tahap penempaan. Pada setiap tahap terjadi beberapa siklus yang membentuk dimensi ketebalan akhir 3 mm. Pada penelitian ini didapatkan nilai kekerasan pada penampang pisau B1 sebesar 351 HV. Pada permukaan pisau B1 nilai kekerasannya sebesar 339,8 HV. Sedangkan pada penampang pisau B2 nilai kekerasannya sebesar 434,9 HV, pada permukaannya sebesar 383,8 HV. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukan ukuran butir yang terbentuk setelah proses penempaan lebih kecil dan halus. Batas2 antara material yang berbeda tetap terlihat dan tidak berdifusi antara satu dengan yang lainnya. Fase yang terbentuk adalah pearlite, ferrite, dan martensite tempered.
Analisis dan Perbaikan Kinerja Green Supply Chain Management Perusahaan (Studi Kasus: Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java) Mamduh Abdul Jawad; Imam Baihaqi; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.393 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.34363

Abstract

Masyarakat disekitar wilayah JOB P-PEJ merasakan keresahan mengenai aktivitas disepanjang rantai pasok perusahaan yang berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Walaupun JOB P-PEJ menerima penghargaan PROPER Hijau dan sudah mengimplementasikan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 yang menandakan kegiatan perusahaan telah melakukan operasinya dengan tetap menjaga lingkungan hidup dan masyarakat sekitar wilayah operasi namun perusahaan masih belum memiliki sistem pengukuran kinerja Green Supply Chain Management yang merupakan aktivitas operasional yang dominan bagi perusahaan sehingga perusahaan tidak mengetahui aktivitas mana dalam rantai pasoknya yang perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kinerja GSCM perusahaan. Hasil penelitian ini teridentifikasi 25 indikator kinerja dari 5 proses yang sesuai digunakan dalam pengukuran kinerja GSCM JOB P-PEJ. Secara keseluruhan kinerja GSCM perusahaan mendapatkan nilai 83 yang masuk dalam kategori “good”, namun terdapat lima indikator yang memiliki nilai kinerja kurang baik dan selanjutnya dilakukan perumusan perbaikan yang menghasilkan prioritas tindakan perbaikan melewati pelatihan manajemen aset yang mempertimbangkan aspek lingkugan sebagai bentuk peningkatan pengelolaan rantai pasok dan lingkungan perusahaan secara menyeluruh dan berkelanjutan
Pengaruh Variasi Kuat Arus Terhadap Ketebalan, Kekerasa dan Ketahana Korosi Hasil Elektroplating Nikel-Hard Chromium Pada Baja AISI 4340 Kevin Bimariga; Lukman Noerochiem
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5211.741 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38327

Abstract

Elektroplating hard chromium merupakan salah satu jenis metode pelapisan yang sering digunakan untuk memberikan sifat tahan korosi dan tahan aus karena sifatnya yang keras, namun banyak jenis cacat yang terjadi pada hasilnya salah satu faktor penyebabnya adalah kuat arus yang tidak optimal. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh kuat arus terhadap hasil pelapisan hard chromium. Dalam penelitian ini, sebelum pelapisan hard chromium, akan diberikan lapisan dasar dengan menggunakan metode elektroplating juga yaitu berupa lapisan nikel tanpa variasi dengan larutan nikel sulfat (Ni2SO4) sebagai elektrolitnya. Namun sebelum proses pelapisan, spesimen akan diberikan perlakuan berupa degreasing yang berupa pencelupan spesimen dalam larutan 150/g/l NaOH selama 5-15 menit dan setelah itu diberikan perlakuan pickling yang berupa pencelupan spesimen pada larutan 200g/l H2SO4 selama 5-10 detik. Pada proses pelapisan hard chromium akan diterapkan variasi kuat arus dengan variasi 0,2 A, 0,4 A, 0,6 A, dan 0,8 A dimana sumber lapisan endanpan krom berasal larutan CrO3 sebagai sumber deposit kromnya. Sampel akan diuji dengan X-Ray Diffraction (XRD) dan SEM-EDX untuk mengetahui komposisi lapisan dan SEM Cross Section untuk ketebalan lapisannya. Untuk menguji kekerasannya akan dilakukan pengujian microhardness vickers test, sedangkan untuk mengetahui sifat ketahanan korosinya, akan dilakukan dengan Tafel test dengan media korosif HCl 0,5 M. Hasil pengujian XRD menunjukkan bahwa intensitas krom tertinggi terdapat pada sampel dengan variasi kuat arus 0,8 A dengan peak pada 2θ 44,5274o, 64,8058o, dan 82,2202o, juga pada variasi kuat arus yang sama tercapai kekerasan tertinggi sebesar 522,03 VHN, dan laju korosi terendah dengan laju 0,012318 mm/a dan juga ketebalan lapisan tertinggi dengan ketebalan 57,467µm
Vibration Analysis of Narrow Tilting Three-Wheeled Vehicle Suspension System During Cornering Maulana Syarif Habibi; Unggul Wasiwitono
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.712 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.37090

Abstract

In Indonesia, there are a lot of vehicle on the road. These vehicles are used by the owner even there are only one or two passangers. That is the main reason of traffic jam in Indosia. However, motorbike is the best solution to fully use all part of the road that is provided in Indonesia because of its size, despite of motorbike has less safety than car. Therefore, combination between motorbike and car advantages have to be delivered through new type of vehicle which is narrow tilting three-wheeled vehicle. The goal that we want to achive from this final project is to test the vibration which affected the Narrow Tilting Three-Wheeled Vehicle (NTTWV). The condition that we analize is when the Narrow Tilting Three-Wheeled Vehicle (NTTWV) oscilliating during cornering. This condition is important because in Indonesia, there are a lot of hole located on the cornering part of the road. This is important in order to make the vehicle comfortable to be use in any condition. To have a better analysis, we use three variation which are suspension angle, spring constant and length of the arm. From the research, we could conclude that in order to feel less vibration acceleration we have to decrease the spring constant. Another way to lessen the vibration impact, we could lowering the suspension angle. Lastly, we could extend the arm length in order to have lower vibration impact.
Pra-Desain Pabrik Pembuatan Natrium Karbonat (Soda Abu) Dengan Menggunakan Proses Solvay Retno Dwi Nyamiati; Arnesya Ramadhani; Siti Nurkhamdah; Yeni Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.841 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.39038

Abstract

Berkembangnya ilmu dan teknologi menuntut bangsa Indonesia untuk mengembangkan sektor industri, salah satunya adalah pabrik bahan kimia. Kebutuhan akan bahan-bahan kimia di dalam negeri perlu ditingkatkan untuk menuju kemandirian di bidang industri kimia. Natrium karbonat (Na2CO3) atau yang biasa dikenal dengan Soda Ash merupakan salah satu komoditi ekspor atau impor terbesar di dunia. Dalam tahun 2005, kapasitas total produksi Na2CO3 di dunia sekitar 48 juta metric ton. Produsen Na2CO3 yang paling besar adalah kawasan Asia Timur yaitu China dan kawasan Amerika Utara yaitu USA & Meksiko. Terdapat beberapa proses pembuatan natrium karbonat, yaitu proses secara alami dan secara sintesis. Proses terpilih yaitu dengan menggunakan proses solvay dimana terdapat empat tahapan proses dalam pembuatan natrium karbonat (soda abu) yaitu brine purification, lime section, ammonia absorption dan carbonation column serta calcination section. Pabrik natrium karbonat ini akan didirikan di Arosbaya, Bangkalan Madura, Jawa Timur dengan estimasi waktu mulai produksi pada tahun 2021. Berdasarkan Analisa ekonomi untuk kapasitas 185.000 ton/tahun, laju pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 22,3 % pada suku bunga per-tahun 12 % dan laju inflasi sebesa 4,36 %. Sedangkan untuk waktu pengembalian modal (POT) adalah 4,511 tahundan titik impas (BEP) sebesar 20,3 %.
Failure Analysis of NbVC Coating Formation onto AISI D2 Tool Steel during Thermo Reactive Diffusion by Pack Method Izdada Rotaal Khamda; Fahmi Mubarok
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.213 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41474

Abstract

Threads of metal fasteners can be created by thread rolling process using specific thread dies. The quality of the thread rolling die is determined by their wear-resistant and hardness properties. In order to increase the hardness and the wear resistance of the dies, thermo reactive diffusion can be applied. The TRD process is carried out by powder-pack method in a sealed steel container containing powder mixture of niobium and vanadium as master alloy, alumina (Al2O3) as inert filler and ammonium chloride (NH4Cl) as activator. The samples were covered with powder mixture and then heated in the electric resistance furnace at temperature of 950, 1000 and 1050 ˚C for 6 hours. Upon finishing the process, the sample is allowed to cool in the open air. The coating cross section was analyzed using optical microscope. The hardness measurement also performed on the same sample. XRD was utilized to investigate the coating chemical composition. The wear of the coatings are assessed using revolving tribological test under dry sliding condition. The XRD and microstructure test results did not find any niobium-vanadium carbide coating on AISI D2 substrate. In untreated and untreated specimens found chromium carbide (Cr7C3). Untreated specimen has hardness number of 277.8 HV. After TRD treatment, the hardness number is increase. For heating temperature variation of 950°C, 1000°C, and 1050°C have hardness number of 798.21HV, 787.3HV, 774.2HV respectively. The value of hardness rises due to the hardening of the AISI D2 specimen. The highest wear resistance owned by temperature variation of 950°C and the lowest wear resistance owned by the untreated specimen.
Studi Pemilihan Proses Pabrik Gliserol Monostearat Delyana Ratnasari; Sahara Tulaini; Heru Setyawan; Ni Made Intan Putri Suari
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2442.765 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41477

Abstract

Surfaktan berfungsi menjaga kestabilan suatu emulsi agar tetap homogen, dengan cara menurunkan tegangan permukaan. Saat ini, industri yang memproduksi surfaktan di Indonesia masih menggunakan bahan baku yang berasal dari minyak bumi tak terbarukan (surfaktan sintetis). Gliserol monostearat (GMS) merupakan jenis surfaktan yang sering digunakan dan hingga saat ini belum ada pabrik gliserol monostearat yang didirikan di Indonesia. Kegunaan gliserol monostearat dalam industri misalnya sebagai pearlizing agent, emulsifier dan dispersan. Pemilihan proses untuk memproduksi gliserol monostearat perlu dianalisis agar produksi yang dihasilkan lebih optimal. Gliserol monostearat dapat diproduksi melalui dua macam proses, yaitu proses esterifikasi dan transesterifikasi. Pada proses esterifikasi, digunakan bahan baku berupa gliserol dan asam stearat menggunakan katalis asam atau basa. Sedangkan pada proses trans-esterifikasi (gliserolisis), bahan baku yang digunakan yakni trigliserida berupa tristearat dan gliserol menggunakan katalis basa. Dari studi yang telah dilakukan, proses esterifikasi lebih dipilih karena ditinjau dari aspek teknis, aspek operasi dan aspek lingkungan, proses esterifikasi lebih baik daripada proses transesterifikasi.