cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Evaluasi dan Desain Ulang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Rumah Susun Sederhana Sewa Randu Kota Surabaya Fitria Indaryani; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54864

Abstract

Rusunawa Randu merupakan salah satu Rusunawa di Surabaya. Rusunawa Randu menghasilkan air limbah domestik baik blackwater (kakus) maupun greywater (non kakus). Rusunawa ini sudah memiliki unit pengolahan air limbah kakus berupa tangki septik di setiap bloknya, Anaerobic Biofilter dan Anaerobic Baffled Reactor (ABR). Anaerobic Biofilter berkapasitas 12 m3 dan secara eksisting melayani efluen dari tangki septik Blok D saja, sedangkan ABR berkapasitas 45 m3. Namun ABR tersebut secara eksisting belum dioperasikan, dan direncanakan untuk mengolah air limbah non kakus dari semua blok. Evaluasi IPAL Anaerobic Biofilter dan ABR dilakukan dengan cara mengukur dimensi masing-masing unit, menganalisis sampel air mbah dan membandingkan parameter waktu detensi, OLR dan HLR eksisting dengan kriteria desain. Hasil evaluasi menunjukan bahwa IPAL tersebut tidak memenuhi kriteria desain, maka dari itu hasil efluen belum memenuhi baku mutu Permen LHK No. 68 Tahun 2016. Rekomendasi dari hasil evaluasi yaitu IPAL Anaerobic Biofilter dan ABR eksisting tetap digunakan dengan menyesuaikan debit yang masuk. Anaerobic Biofilter akan mengolah air limbah kakus dari blok B, C, D dan F, dan ABR akan mengolah air limbah non kakus dari blok A, B, D dan F. Kedua IPAL eksisting tersebut, masing-masing dilengkapi unit grease trap, untuk mengolah minyak dan lemak.
Kajian Pengelolaan Limbah Elektronik Tingkat SD dan SMP di Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya Fathia Dianti Anandita; Yulinah Trihadiningrum
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54983

Abstract

Hampir seluruh sekolah menggunakan barang elektronik guna mendukung kegiatan intra-kurikuler, termasuk SD dan SMP di Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Barang elektronik yang tidak digunakan lagi akan menjadi limbah yang tergolong limbah B3. Oleh karenanya limbah elektronik dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis limbah elektronik dan kondisi pengelolaan limbah elektronik di sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Sukolilo. Selanjutnya pengelolaan limbah elektronik sekolah yang diteliti dibandingkan dengan kondisi pengelolaan di luar negeri. Pengumpulan data limbah elektronik habis pakai dilakukan dengan meletakkan dropbox. Sedangkan limbah elektronik inventaris dilakukan dengan observasi langsung ruang penyimpanan masing-masing sekolah. Data limbah elektronik dikumpulkan untuk menentukan jenis, berat, dan dimensi limbah elektronik. Pengumpulan data mengenai kondisi pengelolaan limbah elektronik di masing-masing sekolah dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara. Kondisi pengelolaan tersebut selanjutnya dikaji berdasarkan peraturan pengelolaan B3 di Indonesia.Jenis limbah elektronik yang dihasilkan antara lain CPU, monitor, printer, speaker, keyboard, baterai, lampu, dan lain-lain. Jenis limbah elektronik di setiap sekolah sudah dikelola namun masih terdapat beberapa kondisi yang tidak sesuai dengan peraturan pengelolaan limbah B3, terutama pada sistem pengumpulan dan penyimpanan. Pengelolaan limbah elektronik sekolah di luar negeri dengan sekolah swasta di Sukolilo menggunakan metode daur ulang. Pengelolaan yang dilakukan hampir sama namun berbeda perantara, yaitu sekolah di luar negeri melakukan daur ulang di pusat daur ulang/mandiri. Sedangkan sekolah di Sukolilo melakukan daur ulang dengan jasa loak/pengepul.
Pengembangan Wisata Bahari Mangrove di Kota Surabaya Berdasarkan Tingkat Keberlanjutan Novia Indah Permatasari; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55048

Abstract

Pariwisata bahari mangrove merupakan merupakan salah satu sektor pariwisata yang patut dikembangkan secara berkelanjutan. Namun, keadaan wisata bahari mangrove bertolak belakang dengan potensi bahari yang sesungguhnya dimiliki oleh Kota Surabaya. Hal tersebut disebabkan oleh penurunan kualitas lingkungan, terjadi endapan sedimentasi pesisir dan beberapa sarana dan prasarana wisata kurang terawat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pengembangan pariwisata bahari mangrove keberlanjutan di Kota Surabaya. Dalam penelitian ini terdapat 3 tahapan diawali dengan menganalisis penentuan variabel berpengaruh dengan menggunakan metode analisis content. Berdasarkan hasil analisis content selanjutnya, dengan menggunakan input variabel berpengaruh tersebut dilakukan dengan penilaian tingkat keberlanjutan dengan menggunakan metode skoring. Kemudian pada tahap terakhir perumusan pengembangan kawasan wisata berdasarkan tingkat berlanjutan wisata dengan menggunakan analisis Deskriptif Komparatif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan pariwisata bahari mangrove berkelanjutan sedang (Mangrove Gunung Anyar) berfokus pada jenis atraksi wisata, event kebudayaan, moda transportasi, area parkir, rumah makan, toko cinderamata, kamar mandi, jaringan air bersih, prioritas pengembangan produk dan layanan jasa berbasis lingkungan, pengelolaan lingkungan air dan berkelanjuta tinggi (Mangrove Wonorejo) berfokus pada jenis atraksi wisata, event kebudayaan, moda transportasi, area parkir, rumah makan, toko cinderamata, jaringan air bersih dan pengelolaan lingkungan air.
Alternatif Perencanaan Pondasi Dangkal pada Runway dan Gedung Terminal dengan Memperhatikan Pengaruh Likuifaksi (Studi Kasus: Bandara Internasional Yogayakarta) Tsasca Dewi Arsyia Asyiffa; Herman Wahyudi; Yudhi Lastiasih
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55263

Abstract

Bandara Internasional Yogyakarta berlokasi di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Kabupaten Kulon Progo memiliki Peak Ground Acceleration (PGA) hingga sebesar 0,4 g. Di samping itu, lokasi bandara tersebut memiliki kondisi tanah yang didominasi tanah pasir. Mengingat kondisi tanah yang didominasi oleh tanah pasir dan nilai PGA yang cukup tinggi, lokasi tersebut memungkinkan memiliki potensi terjadinya likuifaksi. Akibat potensi likuifaksi tersebut, dalam pembangunan bandara telah dilakukan pemadatan tanah. Saat ini, gedung terminal bandara setinggi 3 lantai dan 1 basement telah dibangun menggunakan pondasi bored pile sepanjang 26 meter serta runway telah dibangun dengan panjang 3250 meter dan lebar 45 meter. Makalah ini membahas perhitungan lapisan tanah yang berpotensi likuifaksi pada data tanah sebelum dan sesudah perbaikan tanah, evaluasi pondasi eksisting pada gedung terminal, dan perencanaan alternatif pondasi cakar ayam pada area runway serta perencanaan pondasi cakar ayam dan pondasi sarang laba-laba (KSLL) di gedung terminal. Berdasarkan hasil analisis, diketahui lapisan tanah yang berpotensi likuifaksi dengan data tanah sebelum pemadatan pada area runway sedalam 2 meter dan pada area gedung terminal sedalam 4 meter. Namun, hasil kedalaman lapisan tanah yang berpotensi likuifaksi berdasarkan data tanah sesudah pemadatan pada area runway sedalam 1 meter dan tidak ditemukan potensi likuifaksi pada area gedung terminal. Berdasarkan hasil analisis evaluasi pondasi eksisting gedung terminal, diketahui tidak semua pondasi memiliki hasil evaluasi yang memuaskan dari segi beban aksial dan lateral. Perencanaan pondasi cakar ayam pada area runway memiliki dimensi panjang 3250 meter, lebar 45 meter dengan tebal 0,30 meter serta panjang pipa diketahui sebesar 10 meter dengan diameter 1,2 meter. Perencanaan alternatif pondasi dangkal, baik pondasi cakar ayam dan KSLL, pada gedung terminal tidak dapat dilaksanakan karena SF bearing capacity kurang dari satu (1) dan settlement yang terjadi melampaui settlement maksimum yang disyaratkan.
Kajian Pembakaran Sampah Plastik Jenis Polipropilena (PP) Menggunakan Insinerator Annisa Jasmine Rudend; Joni Hermana
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55410

Abstract

Pada kajian ini dilakukan perhitungan teoritis pembakaran sampah plastik jenis polypropylene menggunakan sistem batch dengan variabel kadar air dan jumlah sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh kadar air dan jumlah PP terhadap perubahan suhu dan emisi gas pada sistem insinerasi serta menghitung Destruction Removal Efficiency (DRE) sampah pada insinerator. Kajian ini dilakukan berdasarkan unit insinerator yang memiliki kemampuan membakar sampah domestik dengan kapasitas 10 kg/jam. Sampah yang digunakan adalah sampah plastik jenis PP, kain, kayu, kertas dan kardus. Parameter uji dalam penelitian ini yaitu suhu ruang bakar insinerator dan emisi gas buang insinerator berupa SO3 dan Cl2. Kajian ini dilakukan berdasarkan: 1) Perhitungan termodinamika, 2) Perhitungan stoikiometri, 3) Perhitungan emisi polutan insinerator dan 4) Perhitungan DRE. Hasil dari kajian ini adalah peningkatan jumlah PP dan penurunan kadar air sampah akan menyebabkan kenaikan pada temperatur pembakaran. Sedangkan peningkatan jumlah PP dan penurunan kadar air sampah menyebabkan kenaikan pada konsentrasi emisi gas buang SO3 dan Cl2. Temperatur paling rendah adalah 1103,832 °C yang dihasilkan oleh jumlah PP 50% dan kadar air 5,13%, sedangkan temperatur paling tinggi adalah 1122,98 °C yang dihasilkan oleh jumlah PP 80% dan kadar air 2,148%. Konsentrasi emisi gas buang paling rendah adalah 27,895 ppm SO3 dan 63,137 ppm Cl2 yang dihasilkan oleh jumlah PP 50% dan kadar air 7,58%, sedangkan konsentrasi paling tinggi adalah 32,564 ppm SO3 dan 73,704 ppm Cl2 yang dihasilkan oleh jumlah PP 80% dan kadar air 2,148%. Nilai DRE paling tinggi adalah 96% dan paling rendah adalah 94,9%.
Pengelolaan Air Limbah Domestik Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang Salsabyla Zakkhita Nurmala Devi; Ipung Fitri Purwanti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55461

Abstract

Kecamatan Bergas, khususnya Kelurahan Pagersari merupakan salah satu area pengembangan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T). Menurut SSK Semarang tahun 2017, Kelurahan Pagersari adalah daerah yang memiliki tingkat resiko tinggi dengan penyebab utama resiko ialah air limbah. Masyarakat masih menyalurkan greywater pada selokan atau saluran drainase yang mengakibatkan pencemaran. Sehingga daerah ini membutuhkan perencanaan sistem pengolahan air limbah terpusat. Perencanaan sistem ini terdiri atas Perencanaan Sistem Penyaluran Air Limbah dan Instalasi Pengolahan Air Limbah untuk greywater. Perencanaan dimulai dengan pengumpulan data primer dan sekunder, selanjutnya melakukan analisis hasil survei, analisis kualitas dan kuantitas air limbah, perencanaan sistem penyaluran dan IPAL, serta penyusunan rencana anggaran biaya. Sistem penyaluran air limbah menggunakan sistem konvensional, dengan pipa PVC diameter 76 mm hingga 216 mm. Sedangkan IPAL menggunakan unit sumur pengumpul yang dilengkapi barscreen, anaerobic baffled reactor (ABR), aerobic biofilter (ABF) serta desinfeksi. Kualitas efluen yang dapat dicapai dengan unit pengolahan tersebut adalah TSS 8,36 mg/l, BOD 4,92 mg/L, COD 18,12 mg/L, minyak lemak 2,8 mg/L, Amonia 1,08 mg/L NH3-N, dan Total coliform 2,4 x 107 mg/L. Luas lahan IPAL yang dibutuhkan ialah 138,25 m2. Sedangkan total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sebesar Rp 1.445.350.450.
Perencanaan Ulang Saluran Drainase pada Perumahan Sutorejo, Surabaya Timur Jagad Dhita Kustyaningrum; Umboro Lasminto; Novi Andriany Teguh
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55498

Abstract

Pembangunan pemukiman terbilang cukup tinggi pada daerah Surabaya, khususnya Surabaya Timur. Sutorejo salah satunya juga menjadi salah satu sasaran pembangunan perumahan dengan luas ±84,08 ha. Sutorejo yang terletak di dekat pantai memiliki kontur yang cukup rendah dan datar. Apabila memasuki musim penghujan dan terjadi intensitas hujan tinggi maka dapat menyebabkan banjir pada sistem drainasenya. Hal ini dikarenakan saluran eksistingnya banyak yang berubah dan tidak direncanakan dengan pembangunan saat ini, sehingga limpasan air yang terjadi mengakibatkan munculnya genangan banjir. Hal ini perlu diatasi dengan cara membuat fasilitas drainase penunjang seperti pembuatan kolam tampung, pompa, dan pintu, atau bias juga penambahan dan perubahan dimensi saluran. Metode yang akan digunakan untuk mengatasi genangan banjir pada perumahan Sutorejo yaitu dengan menggunakan analisis hidrologi dan hidrolika menggunakan program bantu Storm Water Management Model. Lalu dicek pada program bantu SWMM apakah saluran mengalami banjir atau tidak. Setelah dilakukan analisis dilanjutkan ke perencanaan ulang saluran dan penambahan fasilitas drainase yang dibutuhkan untuk menunjang agar saluran yang ada tidak mengalami banjir. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkannya limpasan air hujan yang dapat mengalir dari hulu sampai hilir tanpa menyebabkan munculnya genangan banjir. Kemudian didapatkan debit limpasan dari air hujan maksimum sebesar 12,01 m3/dtk ketika satu jam setelah hujan dimulai. Kolam Tampung yang berada di hilir dengan luas 1600 m2 dengan kedalaman 3 m. Pompa sebanyak 2 unit dengan model 650HW-7 dan flow 3600 m3/h atau 1 m3/dtk. Pintu air 1 yang terletak pada bagian hilir setelah kolam tampung dekat outfall 1 dengan lebar 0,8 m, tinggi 1 m, tebal 0,01 m, dan diameter stang 5 cm. Pintu air 2 yang terletak sebelum kolam tampung dengan lebar 0,8 m, tinggi 0,65 m, tebal 0,01 m, dan diameter stang 5 cm.
Penentuan Lokasi Rusunawa di Kawasan Surabaya Timur Annafii Nandya Alifna; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi Rusunawa di Kawasan Surabaya Timur. Penelitian ini menggunakan analisis delphi dan analisis skoring. Objek penelitiannya adalah tanah asset Pemerintah Kota Surabaya. Analisis delphi melibatkan responden dari pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk menghasilkan kriteria yang tepat dalam menentukan lokasi Rusunawa di Kawasan Surabaya Timur. Selanjutnya, analisis skoring dilakukan dengan menghitung jarak dari tiap-tiap kriteria terhadap tanah asset kemudian diberikan skor, sehingga didapatkan prioritas lokasi tanah asset yang dapat dijadikan Rusunawa. Penelitian ini menghasilkan enam belas kriteria penentu lokasi Rusunawa di Kawasan Surabaya Timur. Dengan mempertimbangkan kriteria yang telah dihasilkan, didapatkan tujuh belas lokasi Rusunawa di Kawasan Surabaya Timur di tanah asset milik Pemerintah Kota Surabaya. Tujuh belas lokasi tersebut adalah lokasi yang memiliki akumulasi skor yang termasuk kelas I. Dari tujuh belas lokasi tersebut terdapat 3 prioritas lokasi yang dilihat dari akumulasi skor tertinggi, yaitu adalah lokasi tanah aset yang berada di (1) Jl. Nginden VI-I; (2) Jl. Babatan Pantai Timur; (3)Jl. Keputih Gang Makam.
Perencanaan Bored Pile dengan dan Tanpa Perbaikan Tanah dengan Memperhatikan Potensi Likuifaksi (Studi Kasus: Apartemen Grand Sagara) Savira Amelia Ramadhan; Yudhi Lastiasih; Noor Endah Mocthtar
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55509

Abstract

Apartemen Grand Sagara terletak di Jalan Tambak Wedi, Surabaya. Apartemen ini direncanakan terdiri atas 50 lantai tanpa basement. Nilai SPT rata-rata pada tanah kedalaman 0 – 15 meter di lokasi proyek adalah sebesar 9 sehingga dapat dikategorikan sebagai tanah pasir lepas. Kondisi ini menyebabkan tanah pada lokasi proyek berpotensi mengalami likuifaksi apabila terjadi gempa, dimana pada lokasi tersebut diketahui nilai PGA adalah sebesar 0,322 g (puskim.pu.go.id). Untuk itu diperlukan perencanaan pondasi dengan memperhatikan potensi likuifaksi dan perencanaan perbaikan tanah yang dapat mengurangi potensi likuifaksi. Dari analisis yang dilakukan, diketahui bahwa tanah pada kedalaman 0.0–15.0 meter berpotensi mengalami likuifaksi. Perbaikan tanah sedalam 15 (lima belas) meter dengan menggunakan metode vibrokompaksi jenis alat BJV130 dengan spacing sebesar 2,5 meter dapat menghasilkan peningkatan nilai SPT rata-rata dari 9 (sembilan) dengan konsistensi tanah pasir lepas menjadi 20 (dua puluh) dengan konsistensi tanah pasir medium. Jenis pondasi bored pile yang dikombinasi dengan pondasi rakit direncanakan untuk masing-masing bagian gedung. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kedalaman dari bored pile yaitu lebih dalam 1.0 meter untuk kondisi tanah yang tanpa perbaikan. Hanya saja, biaya perbaikan tanah yang mahal menyebabkan pondasi bored pile tanpa perbaikan tanah tetap lebih murah dari pada pondasi bored pile dengan perbaikan tanah. Total biaya pekerjaan pondasi tanpa perbaikan tanah adalah Rp 23.502.896.918,00, sedangkan biaya pekerjaan pondasi dengan perbaikan tanah adalah sebesar Rp 28.991.248.358,00.
Perencanaan Tipikal Unit Pengolahan Lumpur Tinja Skala Kecil Kota Surabaya Zahratun Nuraida; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56396

Abstract

Beberapa fasilitas MCK di Surabaya diketahui menghasilkan effluent yang tidak memenuhi baku mutu. Hal ini disebabkan oleh terakumulasinya lumpur dalam fasilitas tersebut. Akumulasi lumpur yang berlebih merupakan akibat dari tidak dilakukannya pengurasan lumpur secara berkala yang dikarenakan oleh kendala jarak serta keterbatasan alat angkut. Pengolahan lumpur tinja pada umumnya menggunakan dewatering. Semakin tebal media pasir yang digunakan maka semakin tinggi efesiensi penurunan beban polutan pada filtrat. Namun hal tersebut akan mengakibatkan volume pasir yang dibutuhkan semakin besar dan mengurangi efektifitas filter. Penambahan media filter geotextile merupakan alternatif yang direkomendasikan untuk mengurangi volume pasir yang dibutuhkan serta mempermudah pencian media filter. Berdasarkan hasil diperoleh bahwa penambahan geotextile non woven 6cm pada media filter, mampu meningkatkan kemampuan media filtrasi berupa kenaikan penyisihan pada TSS hingga 99,99%, TN 98%, ammonia 99,99%, BOD5 99,99%, TVS 99,99% dan Total Coliform 99,99%. Dimensi unit dewatering yang direncanakan adalah menggunakan bak pengering berukuran P=4,3m, L= 2,3m tinggi 1,06m dan bak penampung filtrat P= 2,3m dan L=1,3m.