cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Prioritas Variabel Pengembangan Industri Pengolahan Perikanan Tangkap Skala Rumah Tangga di Kabupaten Tapanuli Tengah Andreas Wiratmo Situmeang; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52556

Abstract

Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan salah satu kabupaten dengan produksi ikan tangkap terbesar di Sumatera Utara dengan jumlah 38.348 ton tahun 2018 yang berpotensi diolah dalam industri pengolahan ikan. Industri pengolahan ikan dominan merupakan pengeringan ikan dan pengasinan ikan di Desa Hajoran, Hajoran Indah, dan Muara Nibung yang termasuk dalam skala usaha industri rumah tangga. Ketiga desa mempunyai potensi berupa keuntungan mendapatkan bahan baku, keuntungan aglomerasi dan permintaan pasar tinggi namun terdapat masalah yaitu aktivitas kapal pukat trawl, sulitnya permodalan, kurangnya diversifikasi produk, alat pengolahan tradisional dan masalah sarana prasarana industri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas variabel yang berpengaruh dalam industri pengolahan perikanan tangkap skala rumah tangga di Kabupaten Tapanuli Tengah. Dalam mencapai tujuan tersebut, dilakukan beberapa tahapan analisis yaitu identifikasi variabel yang berpengaruh, dilanjutkan penentuan variabel prioritas. Penentuan variabel berpengaruh dilakukan dengan metode analisa delphi dilanjutkan dengan penentuan priortias variabel dengan menggunakan metode analisa AHP. Responden dalam analisa AHP yaitu Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah,Dinas Kelautan dan Perikanan Tapanuli Tengah, Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Tapanuli Tengah, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tapanuli Tengah, Kantor Kecamatan Pandan, Pengolah Ikan, Kelompok Pengolah Ikan. Berdasarkan analisa AHP, urutan prioritas variabel yang berpengaruh dalam pengembangan industri pengolahan ikan skala rumah tangga di Kabupaten Tapanuli Tengah adalah modal, kualitas tenaga kerja, kontinuitas bahan baku, permintaan pasar, strategi pemasaran, kuantitas bahan baku, wilayah pemasaran, teknologi industri, kelembagaan masyarakat, sarana produksi, cold storage, listrik, air bersih, dan jalan.
Perencanaan Pondasi Bored Pile dan Secant Pile pada Basement Sebagai Alternatif Perencanaan Eksisting di Apartemen Tamansari Emerald Citraland Surabaya Diaz Rachma Isnaeni; Herman Wahyudi; Putu Tantri Kumala Sari
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52696

Abstract

Apartemen Tamansari Emerald berada di jalan Emerald Mansion TX 3 Citraland, Surabaya dan terdiri atas 41 lantai dan 1 lantai basement. Pondasinya menggunakan raft foundation dengan pondasi tiang tipe spun pile berdiamter 60 cm. Adapula dinding penahan tanah pada basement ditanam sedalam 3,55 meter dengan tebal 25 cm. Jenis tanah pada apartemen ini dominan lempung yang memiliki potensi kembang susut dan muka air tanahnya berada pada -0,5 meter dari muka tanah. Demi mendapatkan perencanaan terbaik, dilakukan evaluasi eksisting dan perencanaan alternatif untuk pondasi dan dinding penahan tanah. Berdasarkan hasil evaluasi eksisting diketahui bahwa pondasi eksisting memiliki hasil yang kurang memuaskan dari segi aksial. Sedangkan pada dinding penahan tanah, semua aspek sudah memuaskan. Perencanaan alternatif pondasi dengan tipe bored pile berdiameter 80 cm direncanakan panjang penanaman tiang -60 m dari permukaan tanah untuk area tower dengan tebal dasar basement 3,95 meter. Pada area podium panjang penanaman tiang -46,5 m (pilecap tipe C-K) dan –40 m (pilecap tipe L) dari permukaan tanah dengan tebal pilecap 1,2 meter. Lalu, hasil perencanaan alternatif konstruksi penahan tanah dengan secant pile digunakan diameter primary pile 0,8 m dan secondary pile 1 m dengan panjang total 12,65 m. Berdasarkan analisis volume material, didapatkan kebutuhan volume alternatif pondasi bored pile sebesar 317,179 m3 untuk besi tulangan dan 27581,860 m3 volume beton, serta struktur dinding penahan tanah eksisting dengan volume material besi tulangan 9,895 m3 dan volume beton 280,260 m3. Hal tersebut menjadikan perencanaan alternatif bored pile dan dinding penahan tanah eksisting merupakan perencanaan terbaik.
Penilaian Efektivitas Fungsi Taman Kota Sebagai Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Malang Hartini Muharama Hanan; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefektivan taman kota berdasarkan dampak (outcome) yang ditimbulkan sesuai dengan fungsi-fungsinya di Kota Malang. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dilakukan dengan sasaran (1) Menentukan tipologi berdasarkan karakteristik fungsi dari taman kota di Kota Malang menggunakan teknik analisis Multidimensional Scaling (MDS) (2) Menganalisis penilaian efektivitas fungsi Taman Kota sebagai ruang terbuka hijau publik di Kota Malang menggunakan analisis Service Quality (gap analysis). Adapun hasil penelitian ini adalah terdapat empat tipologi taman berdasarkan efektifitas fungsinya. Pada Kuadran I terdiri dari Taman Alun-Alun Tugu, dimana hanya fungsi estetika saja yang sudah efektif. Pada Kuadran II terdiri dari Taman Alun-Alun Merdeka, Taman Merbabu, dan Taman Trunojoyo, dimana fungsi ekologi, sosial budaya, dan ekonomi dinilai sudah efektif. Pada Kuadran III terdiri dari Taman Pandanwangi, dimana fungsi ekologi saja yang sudah efektif. Pada Kuadran IV terdiri dari Taman Singhamerjosari dan Taman Slamet dimana semua fungsi dinilai sudah efektif.
Studi Kemampuan Instalasi Pengolahan Air untuk Meminimalisasi Trihalometana (Studi Kasus IPA Siwalanpanji Kabupaten Sidoarjo) Bernadet Josopandojo; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53648

Abstract

Dalam pengolahan air minum, desinfektan yang paling umum digunakan adalah senyawa klor. Natural Organic Matter (NOM) yang ada pada air baku bereaksi dengan senyawa klor melalui klorinasi dapat menghasilkan produk sampingan seperti trihalometana (THM) yang memberikan dampak buruk kepada kesehatan. Penelitian ini memprediksi konsentrasi total trihalometana (TTHM) dengan 7 rumus empiris dan membandingkan kemampuan kedua jenis instalasi di lokasi yaitu konvensional dan ultrafiltrasi. Sampel diambil dan dianalisis untuk 6 jenis parameter yakni pH, suhu, dosis klor, COD, UV254, dan waktu kontak. Konsentrasi TTHM diprediksi dengan 7 rumus empiris dan dipilih rumus yang paling sesuai oleh metode ranking. Kemudian, kemampuan kedua instalasi dihitung dengan rumus removal. Hasil penelitian menunjukan bahwa rumus yang memiliki hubungan dan kesesuaian terbesar terhadap kondisi penelitian ini adalah rumus 7. Rumus 7 ini memiliki nilai kesesuaian 0,8644. Kemudian, hasil perhitungan kemampuan jenis instalasi menunjukan dari sebagian besar data bahwa pengolahan konvensional (rata-rata 23,8428%) memiliki kemampuan yang lebih baik dari pengolahan ultrafiltrasi (rata-rata 16,6630%) dalam meminimalisasi konsentrasi TTHM.
Perencanaan Sistem Penyaluran dan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik di Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya Arsita Puspita Dewi; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54772

Abstract

Berdasarkan studi EHRA 2015, Kelurahan Rangkah termasuk ke dalam klasifikasi beresiko tinggi terhadap kesehatan lingkungan yang disebabkan oleh kondisi sanitasi yang masih buruk. Walaupun sebagian besar penduduk sudah memiliki toilet, namun masih ada yang belum dilengkapi dengan tangki septik. Sedangkan grey water dialirkan ke saluran drainase tanpa diolah. Hal tersebut dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Perencanaan ini bertujuan untuk mendesain sistem penyaluran dan instalasi pengolahan air limbah domestik secara komunal. Tahapan perencanaan dimulai dari perizinan, survei lokasi, pengumpulan data, studi literatur, pengolahan data, pembahasan dan kesimpulan. Data yang digunakan dalam perencanaan adalah data primer, berupa kualitas air limbah dan survey kondisi eksisting dan data sekunder yang berupa HSPK Kota Surabaya, data topografi dan data pemakaian air bersih. Data primer diambil dari pengukuran langsung dilapangan dan pengambilan sampel di kelurahan Rangkah sedangkan data sekunder didapat dari dinas terkait. Jumlah penduduk yang dilayani pada perencanaan ini yaitu 21530 jiwa. Kualitas air limbah domestik yang diolah yaitu TSS= 140 mg/L, BOD = 142 mg/L, COD= 235 mg/L, Minyak dan lemak= 12 mg/L, Amoniak= 22,47 mg/L dan Total koliform= 1012 MPN/100 mL sampel. Sistem penyaluran air limbah yang digunakan yaitu shallow sewer dengan diameter pipa yang digunakan 110 mm, 160 mm, 200 mm, 250 mm dan 300 mm. Kedalaman maksimum penanaman pipa air limbah yaitu pada kedalaman 2,99 m dengan titik pemompaan sebanyak 4 tempat. Sedangkan unit instalasi pengolahan air limbah yang digunakan yaitu kombinasi Anaerobic Baffled reactor (ABR) – Aerobic Biofilter dengan volume efektif masing-masing yaitu 696 m3 dan 274 m3 . Kualitas effluen yang dihasilkan yaitu BOD = 4,8 mg/L, COD= 9,5 mg/L, TSS = 4,9 mg/L, NH3 out= 5,1 mg/L ,Total Koliform = 3000 MPN/100 mL. Total biaya yang dibutuhkan yaitu Rp. 29.297.569.000
Penentuan Faktor Pengembangan Ekonomi Lokal Industri Mebel di Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan Gaya Narulita; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53902

Abstract

Salah satu industri pengolahan yang paling dikenal di Kota Pasuruan adalah industri mebel yang berpusat di Kecamatan Gadingrejo. Namun, perkembangan industri tersebut masih mengalami karena laju pertumbuhan industri yang semakin menurun tiap tahunnya sehingga tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menentukan variabel penting yang berpengaruh pada pengembangan industri mebel dengan konsep Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan industri mebel di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan dengan menggunakan analisis Delphi. Hasil dari penelitian ini didapatkan 13 faktor penting yang mempengaruhi pengembangan industri mebel di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan yaitu kualitas tenaga kerja, pemberdayaan tenaga kerja, perolehan bahan baku, ketersediaan bahan baku, kerjasama antar stakeholder, peran pemerintah, peran masyarakat, peran swasta, pemanfaatan teknologi, prosedur pengolahan, strategi pemasaran, permintaan pasar, dan sumber modal.
Perencanaan Pondasi, Dinding Penahan Tanah, dan Oprit Jembatan yang Efisien Studi Kasus: Jembatan Ngabungan Penghubung Ponco-Jatirogo STA 131+046 Septyana Ika Kusumaningrum; Noor Endah; Suwarno Suwarno
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53924

Abstract

Jembatan Ngabungan yang terletak di Jalan Ahmad Yani KM 131+046 merupakan penghubung antara Ponco dan Jatirogo. Karena kondisi jembatan yang sudah tua dan adanya kerusakan akibat gerusan air sungai pada pangkal abutmentnya, maka dilakukan pembangunan jembatan baru di sisi selatan jembatan ekisting; panjang bentangnya 25,6 m dan lebar 8,5 m. Elevasi opritnya akan dipertinggi sekitar 1,5-2,3 m dari oprit eksisting yang tingginya 4,9-5,7 m dari dasar sungai; lebar jalannya 9,5 m. Kondisi lapisan tanah dibawah oprit jembatan didominasi oleh lanau kelempungan dengan nilai SPT sekitar 10 pada kedalaman sekitar 5 m. Pada Tugas Akhir (TA) ini, struktur bawah jembatan Ngabungan direncanakan terletak diatas dua abutment dengan menggunakan dua alternatif pondasi yaitu pondasi sumuran dan pondasi tiang. Dinding penahan tanah di bawah jembatan direncanakan menggunakan sheet pile beton. Sisi timbunan oprit jembatan direncanakan memiliki dua variasi kemiringan yaitu tegak dan miring. Timbunan oprit sisi miring diperkuat dengan geotextile, sedangkan timbunan sisi tegak diperkuat dengan bronjong. Pemilihan alternatif perencanaan yang akan dipakai akan ditinjau berdasarkan biaya material yang ekonomis. Dalam (TA) ini, bangunan atas jembatan tidak direncanakan. Dari hasil perencanaan diketahui bahwa diperlukan 24 buah pondasi tiang dengan diameter 50 cm dan kedalaman 18 m. Apabila pondasi sumuran dipilih sebagai alternative maka diperlukan sumuran dengan diameter 200 cm sebanyak 8 buah dengan kedalaman 6 m. Perkuatan timbunan oprit miring perlu diperkuat dengan geotextile sebanyak 4 lapis, sedangkan untuk timbunan sisi tegak membutuhkan bronjong 27 buah dengan ukuran 2,0mx1,0mx0,5 m. Berdasarkan biaya material, perencanaan pondasi dan perkuatan timbunan oprit yang dipilih adalah masing-masing pondasi sumuran dan sisi timbunan tegak dengan perkuatan bronjong. Selain itu, sheet pile beton dengan kedalaman 9,1 m diperlukan sebagai dinding penahan tanah dibawah jembatan.
Perencanaan Timbunan dan Perbaikan Tanah Dasar pada Proyek Jalan Tol Balikpapan - Samarinda STA 9+550 s/d STA 9+850 Savira Sanya Kirana Aswanda; Suwarno Suwarno; Putu Tantri Kumala Sari
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54285

Abstract

Demi mewujudkan perkembangan ekonomi, Pemerintah Indonesia membangun jalan tol Balikpapan – Samarinda sepanjang 97,99 km. Tanah dasar pada lokasi proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda tersebut cenderung merupakan tanah keras. Namun, pada lokasi tertentu terdapat tanah lunak dengan kedalaman yang cukup dalam mencapai 22,5 m s/d 24 m yaitu pada STA 9+550 s/d STA 9+850. Pada STA 9+550 s/d STA 9+850 ini akan dilakukan pekerjaan penimbunan jalan dengan ketinggian timbunan 5 – 8 m. Dalam tugas akhir ini direncanakan dua alternatif material timbunan, yaitu material tanah dan material EPS geofoam. Untuk timbunan tanah dilakukan perbaikan tanah dengan metode preloading yang dikombinasikan dengan PVD. Pada timbunan tanah juga diperlukan perkuatan agar timbunan tidak mengalami kelongsoran. Terdapat dua alternatif perkuatan yang digunakan pada tugas akhir ini, yaitu geotextile dan micropile. Dari hasil analisis dapat diketahui kebutuhan setiap material sehingga dapat dihitung total biaya untuk setiap alternatif. Kemudian dapat dipilih alternatif yang paling ekonomis yaitu alternatif timbunan tanah yang dikombinasikan dengan PVD dengan digunakan perkuatan tanah geotextile.
Perencanaan Pengolahan Daur Ulang Efluen IPAL PT SIER Menjadi Air Minum untuk Kegiatan Industri Dita Amara Yeranda; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54736

Abstract

PT SIER memiliki IPAL untuk air limbah industri dan domestik dengan kapasitas sebesar 10.000 m3/hari. Efluen IPAL telah memenuhi baku mutu sehingga aman dibuang ke Sungai Tambak Oso. Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih untuk industri di kawasannya, PT SIER berencana membangun sistem IPAM dengan memanfaatkan air efluen IPALnya. Kajian Perencanaan bertujuan untuk mendapatkan perkiraan unit operasi yang diperlukan, biaya investasi dan operasi perawatan. Perencanaan menggunakan data primer kualitas air efluen IPAL dari hasil pencatatan efluen IPAL, serta kebutuhan air tenant yang tertarik membeli air hasil olahan. Hasil perencanaan dengan kapasitas pengolahan sebesar 2700 m3/hari yang terdiri dari unit rapid sand filter, ion exchanger, nanofiltrasi, dan chlorine gas disinfection. Biaya investasi yang diperlukan adalah Rp464.289.037 dan biaya operasional serta pemeliharaan yang dibutuhkan sebesar Rp436.387.676 per tahun.
Evaluasi Sistem Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik Kintan Dyah Pitaloka; Bowo Djoko Marsono
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54834

Abstract

Pada RPJMN 2015 – 2019 Indonesia menargetkan universal access yaitu 100% akses air minum layak bagi penduduk desa dan perkotaan. Cakupan pelayanan air minum di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik tahun 2015 terdiri dari 62,9% jaringan pipa PDAM dan 10,67% jaringan pipa non PDAM. Sebagai kecamatan yang memiliki potensi memacu perekonomian, maka pelayanan air perlu ditingkatkan. Pelayanan air minum non PDAM diselenggarakan melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis masyarakat yang dikelola dan dipelihara oleh lembaga Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM). Dari hasil survei, 10 desa yang menjalankan SPAM berbasis masyarakat telah melayani 5.003 sambungan rumah (SR). Namun, perbedaan pengelolaan dan pemeliharaan dikarenakan perbedaan sumber daya manusia dan permasalahan yang dihadapi oleh setiap desa memberikan dampak terhadap pelayanan air minum. Evaluasi dilakukan dengan metode scoring dan pembobotan untuk menilai dan menganalisis kondisi eksisting terhadap suatu standar. Memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja sistem yang lebih optimal. Evaluasi meliputi aspek teknis dan non teknis. Hasil penilaian evaluasi tertinggi adalah Desa Tanggulrejo sebesar 4,28 (85,5%) dengan kategori sangat baik, sedangkan nilai terendah adalah Desa Pongangan sebesar 2,65 (53%) dengan kategori cukup. Rekomendasi dari hasil analisis optimalisasi unit pengolahan air yang ada dan merencanakan unit pengolahan air; meningkatkan cakupan pelayanan; pengendalian kebocoran pipa; meningkatkan tekanan air dengan membangun menara air dan menggunakan pompa dorong; meningkatkan tarif air dan menetapkan abonemen; menambah petugas pencatat meter; meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan kemampuan manajemen operasional dan teknis pengurus melalui pelatihan HIPPAM