cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Kecamatan Kota, Kota Kediri Alna Nur Rahma; Ipung Fitri Purwanti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56924

Abstract

Kecamatan Kota Kediri termasuk dalam kategori kepadatan penduduk paling tinggi di Kota Kediri. Kelurahan yang menjadi wilayah perencanaan berdasarkan zona prioritas dalam penanganan masalah air limbah. Oleh karena itu, diperlukan perancangan SPAL (Sistem Penyaluran Air Limbah) dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) di kelurahan tersebut. Metode perencanaan untuk SPAL dan IPAL Kecamatan Kota Kediri dimulai dengan studi literatur terkait pengelolaan air limbah domestik, pengumpulan data primer dan sekunder, pengolahan data, pembahasan, dan penarikan kesimpulan. Perencanaan ini dilakukan pendekatan pada aspek teknis dan finansial. Pada aspek teknis, menentukan SPAL dan menentukan unit pengolahan untuk IPAL. Selain merencanakan aspek teknis, juga akan dihitung rencana anggaran biaya (RAB) yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana tersebut. Sistem penyaluran menggunakan sistem konvensional dengan cakupan pelayanan 60%. Pipa yang dipakai adalah PVC berdiameter 140 mm hingga 318 mm. unit pengolahan pada ipal adalah sumur pengumpul, bak ekualisasi, bak pengendap awal, aerobik biofilter, wetland, dan desinfeksi. Total Rencana Anggaran Belanja (RAB) untuk pembangunan SPAL dan IPAL sebesar Rp11.357.533.907.
Persebaran Logam Berat pada Tanah dan Air Tanah Akibat Aktivitas Industri Rumah Tangga Peleburan Limbah Elektronik Citra Nur Fadilah; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57497

Abstract

Industri pengolahan PCB di suatu daerah di Jawa Timur telah beroperasi sejak tahun 2015 hingga tahun 2020, Paska penutupan industri belum diketahui dampak terhadap lingkungan sekitar. Kemudian dilakukan analisis pendahuluan pada kualitas air tanah dan tanah di wilayah tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi pencemaran logam berat Pb sebesar 0,52 mg/L dan Cu sebesar 0,27 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran logam berat Pb dan Cu pada tanah dan air tanah di sekitar wilayah industri dan mengetahui jarak aman sumur yang layak konsumsi terhadap sumber kontaminan sesuai dengan Pergub Jatim Nomor 72 Tahun 2013. Metode yang digunakan untuk mengukur sebaran logam berat adalah model transport kontaminan satu dimensi. Model ini menggunakan solusi numerik dengan metode beda hingga. Langkah dasar metode ini antara lain membagi grid waktu hingga 5 tahun dan membagi grid jarak per 100 meter hingga jarak terjauh yaitu 700 meter, mentransformasikan persamaan diferensial parsial model transport satu dimensi ke persamaan kerja beda hingga, dan melakukan simulasi konsentrasi. Hasil model simulasi konsentrasi Pb dari konsentrasi sumber 0,52 mg/L, 0,92 mg/L, 1.72 mg/L, 2.53 mg/L, 3.26 mg/L, 4.34 mg/L dan simulasi konsentrasi Cu dari konsentrasi sumber 0,27 mg/L, 0,65 mg/L, 0,83 mg/L, 1.64 mg/L, 1.94 mg/L, 2.18 mg/L, menunjukkan bahwa seluruh hasil persebaran logam berat Pb dan Cu dari grid jarak 100 hingga 700 m yang disimulasikan mengalami persebaran melebihi grid jarak terjauh 700 meter. Hal ini ditunjukkan dari hasil simulasi semua konsentrasi pada grid jarak dan waktu masih terdapat sisa konsentrasi. Jarak aman sumur terhadap titik pembakaran untuk logam berat Pb minimal 200 m dan logam berat Cu minimal 100 m. Faktor yang paling mempengaruhi persebaran kontaminan pada air tanah berdasarkan simulasi model secara berurutan adalah adveksi, disperse, dan faktor retardasi.
Optimasi Penataan Site Layout pada Proyek Grand Dharmahusada Surabaya dengan Metode Logika Fuzzy AHP Dwinanda Fadhlan; I Putu Artama Wiguna; Mohammad Arif Rohman
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58373

Abstract

Di dalam proses konstruksi, tentunya banyak permasalahan yang berkaitan dengan manajemen konstruksi. Dimana banyak aspek yang dapat mempengaruhi jalannya suatu proyek tersebut. Salah satunya adalah manajemen tata letak fasilitas dalam suatu proyek. Hal tersebut dapat menyelesaikan permasalahan, dalam memobilisasi bahan-bahan dan peralatannya. Sehingga manajemen tata letak fasilitas ini menjadi lebih optimal. Pada penelitian proyek Grand Dharmahusada Surabaya, fuzzy AHP digunakan sebagai metode untuk mendapatkan nilai urutan prioritas fasiitas sementara yang terdapat pada lokasi proyek, dimana hasilnya nanti akan digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk tindakan yang perlu dilakukan untuk mengoptimasi site layout. Untuk memperoleh data, dilakukan dengan melakukan wawancara dengan staf ahli dan site engineer proyek. Selanjutnya, perencanaan optimasi tata letak fasilitas suatu proyek akan mempertimbangkan jarak tempuh dan jumlah pekerja yang melewati fasilitas-fasilitas sementara. Pengukuran jarak dilakukan di lapangan dan disesuaikan dengan pengukuran pada draft site layout yang diberikan oleh drafter proyek. Sementara untuk mengetahui nilai keamanan pada proyek digunakan rumusan safety index. Nilai keamanan didapatkan melalui wawancara dengan pihak K3. Hasil dari perhitungan tersebut, dievaluasi dan ditentukan site layout yang paling optimum. Dari hasil penelitian ini. Didapatkan urutan prioritas fasilitas sementara dari yang tertinggi hingga terendah. Fasilitas tersebut adalah fabrikasi besi 1 untuk prioritas tertinggi dan stok scaffolding untuk prioritas terendah. Lalu, didapatkan site layout yang paling optimum dari beberapa opsi yang telah dicoba dengan melakukan pertukaran antar fasilitas sementara. Lokasi fasilitas yang ditukar adalah gudang K3 dengan gudang bata ringan dan baja bekisiting kolom dengan fabrikasi bekisiting kolom, dimana didapatkan nilai untuk travelling distance sebesar 72.660 dan nilai safety index sebesar 2398 penurunan yang didapatkan melalui proses optimasi ini sebesar 1.33% dari kondisi eksisting dengan menggunakan perbandingan rumusan yang diperoleh dari kontraktor.
Desain Modifikasi Gedung At-Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya dengan Menggunakan Balok Beton Pratekan pada Lantai Atap Muhammad Ridho; Harun Al Rasyid; Candra Irawan
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57809

Abstract

Gedung At-Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya yang ditinjau penulis merupakan gedung multifungsi yang terdiri dari 13 lantai dengan tinggi bangunan 48 meter. Dimana pada lantai 12 terdapat ruang pertemuan tanpa adanya struktur kolom di tengah ruangan dengan bentang balok sepanjang 12 meter. Sebagai solusi dari struktur ruang pertemuan tersebut maka diperlukan perencanaan balok beton pratekan. Perkembangan sistem beton pratekan yang semakin pesat dalam perencanaan gedung membutuhkan pertimbangan tertentu, untuk itu digunakan sistem post tension (pasca tarik) untuk kemudahan konstruksi pada gedung. Selain balok pratekan perencanaan juga memperhitungkan kondisi kegempaan yang ada. Berdasarkan identifikasi data tanah hasil uji Standart Penetration Test (SPT) dan Peta Hazard 2010, diketahui bahwa Kota Surabaya merupakan wilayah dengan jenis tanah sedang serta memiliki nilai respon spektra percepatan 0,2 detik sebesar 0,6g dan nilai Sds sebesar 0,528 sehingga masuk kondisi desain seismik D (KDS D). Dengan kondisi tanah yang masuk KDS D, maka struktur bangunan direncanakan dengan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Desain struktur pada bangunan ini meliputi perhitungan struktur atas dan struktur bawah. Dimana struktur atas terdiri dari perhtungan kolom, balok, pelat lantai, tangga. Sedangkan struktur bawah terdiri dari perhitungan poer, dan fondasi. Untuk material dalam perencanaan struktur menggunakan mutu bahan: fc’ = 30 Mpa, fy = 400 Mpa. Perhitungan yang dilakukan dalam tugas akhir ini mengacu pada peraturan yang ditetapkan pada SNI 2847-2013 tentang persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung, SNI 1726-2012 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa, dan SNI 1727-2013 untuk beban minimum untuk perencanaan bangunan gedung dan struktur lain. Dari perhitungan dan analisa yang telah dilakukan, gaya pratekan yang didapat sebesar 2000 kN dengan kehilangan gaya pratekan sebesar 23,50%. Dan selanjutnya akan dituangkan dalam bentuk laporan perhitungan struktur dengan disertai gembar teknik yang dapat dijadikan acuan dalam pembangunan.
Perencanaan Konstruksi Penahan Tanah dan Pondasi yang Efisien pada Apartemen X dengan Memperhatikan Penjadwalan Mobilisasi Material Dikky Prasetyo; Suwarno Suwarno; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58419

Abstract

Apartemen X merupakan salah satu hunian vertikal tingkat tinggi dengan ketinggian mencapai 53 lantai yang dibangun di pusat kota Surabaya yang padat lalu lintas. Oleh karenanya, mengingat lokasi apartemen yang berada di lahan terbatas, diperlukan kebutuhan lahan parkir bagi para pengunjung dan pemilik dengan perencanaan 3 lantai basement, dengan elevasi -12.50 meter di bawah tanah. Dalam perencanaannya, lantai basement membutuhkan konstruksi penahan tanah. Apartemen X dibangun diatas tanah lempung lunak mencapai kedalaman 18 m, dan memiliki kondisi muka air tanah yang cukup tinggi, yaitu pada kedalaman -1 m s/d 2 m. Pada perencanaan eksisting, menggunakan pondasi bored pile yang dipergunakan untuk podium, dan pondasi raft on pile untuk hunian towernya, sedangkan perencanaan eksisting konstruksi penahan tanah, menggunakan jenis secant pile dengan diameter 1,2 m dengan memiliki kedalaman 25 m dan 27 m. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi terhadap perencanaan pondasi bored pile dan evaluasi konstruksi penahan tanah secant pile dan dengan soldier pile. Konstruksi penahan yang terpilih adalah yang biayanya lebih efisien. Setelah itu dilakukan penjadwalan mobilisasi material untuk alternatf terpilih. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi pondasi menggunakan bored pile dengan diameter 1200 mm, serta didapatkan konstruksi penahan tanah yang memiliki biaya lebih efisien menggunakan secant pile dengan diameter 1200 mm. Dari hasil penjadwalan diperoleh durasi pengangkutan material beton adalah 38 hari, dan durasi pengangkutan tanah pekerjaan penggalian tanah penahan tanah adalah 62 hari.
Analisis Sensitivitas dan Probabilitas Kejadian Batas-Batas Penerimaan Investasi Tower Caspian, Apartemen Grand Sungkono Lagoon, Surabaya Mohammad Ryan Rama Albertino; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58405

Abstract

Iklim investasi di Indonesia mengalami perlambatan, salah sektor yang mengalami perlambatan adalah sektor apartemen. Salah satu daerah dengan tingkat perlambatan iklim investasi apartemen yang tinggi adalah Surabaya. Kondisi tersebut menciptakan ketidakpastian pada investasi apartemen dan dapat memberikan pengaruh buruk dalam segi ekonomi. Pemahaman terhadap ketidakpastian yang mempengaruhi investasi sektor apartemen merupakan salah satu langkah guna mereduksi dampak buruk yang mungkin terjadi. Pemahaman dapat dilakukan dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi investasi. Pendekatan yang bisa dilakukan adalah (1) Pendekatan dengan metode analisis sensitivitas untuk mengetahui batas-batas minimum dari penerimaan investasi. (2) Pemahaman probabilitas kejadian batas-batas penerimaan investasi guna mengukur frekuensi terjadinya faktor tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan analisis investasi proyek, NPV > 0 dan IRR > MARR. Dengan analisis sensitivitas, didapatkan batas kenaikan bunga pinjaman tidak lebih 5,4%, penurunan pendapatan tidak lebih 5,5 %, peningkatan biaya investasi tidak lebih besar 7%, peningkatan MARR tidak lebih 10,8 %, penurunan penjualan tipe 2 tidak lebih besar 12,65%, tipe 1 tidak lebih besar 15 %, tipe 3 tidak lebih besar 20% dan peningkatan biaya operasional tidak lebih besar 120%. Dari sensitivitas terhadap IRR, didaptkan variabel dengan sensitivitas tertinggi adalah (1) Kenaikan bunga pinjaman dengan batas 5,4 % memiliki probabiltas 53%, (3) Penurunan pendapatan dengan batas 5,5% memiliki probabiltas 40%, (2) Kenaikan biaya investasi dengan batas 7% memiliki probabiltas 40%.
Perencanaan Pondasi Tiang Lekatan pada Gedung Tingkat 3 s/d 5 di Atas Tanah Lunak yang Tebal dengan Ketentuan Penurunan Merata dalam Jangka Panjang Widya Indriyani Manurung; Indrasurya Budisatria Mochtar; Putu Tantri Kumala Sari
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58744

Abstract

Di Banjarmasin, bangunan-bangunan berlantai dua yang menggunakan pondasi friction pile masih berdiri tetap tetapi banyak bangunan berlantai tiga s/d lima mengalami differential settlement jika menggunakan pondasi end bearing pile pada bangunan tingkat tiga s/d lima, biaya pondasi tiang akan lebih mahal dibandingkan biaya konstruksi karena pondasi tiang mencapai tanah keras. Pada studi ini, dilakukan perencanaan pondasi friction pile yang dapat menjamin penurunan merata pada bangunan tingkat tiga s/d lima dengan kondisi tanah lunak yang tebal menggunakan metode P-Z curve. Perencanaan pondasi tersebut akan dibandingkan dengan metode konvensional, yaitu pondasi end bearing pile. Dari hasil perencanaan didapatkan suatu kesimpulan bahwa perencanaan pondasi friction pile lebih efektif dibandingkan dengan perencanaan pondasi end bearing pile dimana pondasi friction pile sudah memperhitungkan penurunan merata (tidak terjadi differential settlement) sehingga juga kuat untuk menahan gedung tingkat tiga s/d lima. Pondasi end bearing pile kuat juga untuk menahan gedung tersebut tetapi dalam segi biaya, perencanaan pondasi friction pile lebih hemat daripada perencanaan end bearing pile. Untuk jumlah dan kedalaman tiang dari hasil perencanaan pondasi friction pile pada gedung tingkat tiga s/d lima berturut-turut adalah 14m;116 buah, 18m;149 buah, dan 24m;198 buah sedangkan untuk pondasi end bearing pile pada gedung tiga s/d lima berturut-turut adalah 40 m;116 buah, 40m;149 buah, dan 40m;198 buah.
Penilaian dan Penanganan Kerusakan Perkerasan Jalan Mercedes Benz, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Beryl Visa Ariza; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50222

Abstract

Kondisi Jalan Mercedes Benz sepanjang 3,4 km ini mengalami kerusakan berupa jalan bergelombang, berlubang, dan konstruksi beton yang hancur. Penyebab utamanya adalah perubahan pemanfaatan lahan menjadi lahan industri yang menimbulkan banyaknya aktivitas kendaraan berat yang melintas dan berdampak pada jalan ini. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dilakukan perbaikan pada jalan tersebut. Pertama dilakukan peninjauan kerusakan jalan dengan cara visual dan riding quality untuk mengetahui nilai dan tingkat kerusakan yang terjadi pada jalan tersebut. Kemudian perlu diketahui karakteristik lalu lintas pada saat ini dan analisis karakteristik lalu lintas sesuai umur rencana. Lalu, dilakukan perencanaan tebal struktur perkerasan lentur dan kaku. Dan analisis perbandingan kedua jenis perkerasan tersebut untuk menjadi rekomendasi perbaikan yang sesuai pada jalan tersebut. Pemilihan jenis perkerasan yang sesuai berdasarkan biaya konstruksi dan pemeliharaan yang lebih rendah antara kedua jenis perkerasan tersebut. Dari hasil perhitungan dan analisis tersebut didapatkan perkerasan kaku dengan umur rencana 40 tahun dengan tebal pelat beton 28,5 cm, lapis pondasi LMC 10 cm, dan lapis drainase 15 cm sebagai rekomendasi konstruksi perkerasan jalan yang sesuai untuk menangani kerusakan Jalan Mercedes Benz. Dengan biaya konstruksi sebesar Rp 3.722.769,- /m3 dan biaya pemeliharaan Rp 638.793,- /m3.
Studi Preferensi Konsep Integrasi Angkutan Feeder Suroboyo Bus Rute Purabaya-Rajawali dengan Metode Conjoint Biyan Shandy Paramayudha; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.47704

Abstract

Salah satu permasalahan yang terjadi di Kota Surabaya adalah kurangnya minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum. Untuk menghadapi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Surabaya telah mengembangkan dan merencanakan Suroboyo Bus beserta jaringan feeder untuk mendukungnya. Upaya tersebut berpotensi untuk menjawab permasalahan yang ada apabila didukung dengan penerapan konsep integrasi angkutan umum. Konsep integrasi tersebut dapat diterapkan kepada Suroboyo Bus dan layanan feeder, di mana feeder tersebut merupakan feeder yang berbasis terminal. Untuk menciptakan konsep integrasi antara Suroboyo Bus yang optimal, diperlukan studi preferensi masyarakat. Oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk menggali preferensi masyarakat tersebut dengan menggunakan metode Conjoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memlilih konsep integrasi yang meliputi desain stasiun/titik transfer yang mempermudah perpindahan ke angkutan umum, fasilitas pejalan kaki dengan prioritas kenyamanan, jaringan yang terhubung ke seluruh angkutan, penyediaan informasi rute secara elektronik, penyediaan informasi jadwal secara non-elektronik, pemberian identitas angkutan dengan dua pembeda tariff yang terintegrasi dengan Suroboyo Bus, keamaanan yang ditunjang dengan CCTV, kenyamanan yang ditunjang dari fasilitas di dalam angkutan, serta waktu tunggu maksimal 26 menit. Selain itu, penerapan konsep integrasi disarankan untuk memiliki prioritas dalam aspek desain stasiun/titik transfer, penyediaan informasi rute, dan waktu tungu.
Studi Penanganan Kerusakan pada Ruas Jalan Nganjuk- Bojonegoro, KM 55+500 sampai KM 61+700, Kabupaten Mganjuk Anggoro Dias Ainur Rasyid; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50302

Abstract

Terjadi kerusakan jalan pada ruas Jalan Nganjuk – Bojonegoro. Tepatnya sepanjang 1,2 kilometer dari panjang total kurang lebih 6,2 kilometer, yang mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan tersebut terjadi akibat muatan kendaraan berat yang mengangkut material pada saat pelaksanaan pembangunan jalan tol segmen Nganjuk - Kertosono dan pembangunan jalan rel kereta ganda (double track). Selain muatan berlebih, kondisi saluran drainase pada ruas jalan tersebut tidak berfungsi secara maksimal, karena saluran juga berfungsi sebagai irigasi sawah sekitar. akan direncanakan perbaikan kerusakan perkerasan, dengan membandingkan secara menyeluruh antara perkerasan lentur dan perkerasan kaku. Perencanaan tebal struktur keduanya menggunakan metode Bina Marga 2017. Dengan usia rencana 20 tahun untuk perkerasan lentur dan usia rencana 40 tahun untuk perkerasan kaku. Dalam perencanaan, ada dua jenis data yang digunakan, yaitu data primer dan data sekunder. Setelah ditetapkan tebal struktur untuk masing - masing jenis perkerasan, dilakukan analisis biaya awal konstruksi dan pemeliharaan, setelah itu memilih alternatif jenis konstruksi yang akan ditetapkan. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa, didapatkan jenis perkerasan kaku sebagai perbaikan kerusakan Jalan Nganjuk – Bojonegoro dengan tebal perkeraan lapis drainase 15 cm, lapis pondasi LMC 10 cm dan tebal plat beton 30,5 cm. Dengan biaya awal konstruksi dan pemeliharaan sebesar Rp 65.515.137.600.