cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pemilihan Supplier Berbasis Lingkungan: Studi Kasus pada PT. Warisan Eurindo Bagus Haryo Ardi Cakra; Imam Baihaqi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50428

Abstract

Banyaknya isu lingkungan yang terjadi menyebabkan meningkatnya kesadaran masyarakat global akan pentingnya kelestarian lingkungan. Hal tersebut mengharuskan perusahaan untuk melakukan penerapan green supply chain management. Salah satu strategi pada green supply chain management adalah melakukan kerja sama dengan supplier yang ramah lingkungan atau green supplier. PT Warisan Eurindo merupakan salah satu perusahaan yang membutuhkan penerapan penilaian green supplier. Keperluan PT Warisan Eurindo didasarkan pada empat kondisi. Pertama, adalah kondisi dimana industri furnitur kayu di Indonesia yang menghadapi persaingan ketat di pasar global karena berkembangnya kesadaran konsumen dunia terhadap permasalahan lingkungan. Kedua, karena adanya regulasi pemerintah tentang FLEGT (Forest Law Enforcement Governance and Trade) yang mengatur tentang bagaimana perusahaan mendapatkan bahan baku kayu dengan cara yang ramah lingkungan. Ketiga, kondisi PT Warisan Eurindo yang saat ini hanya melayani pembuatan furnitur kayu yang berorientasi ekspor. Keempat, adanya kebijakan lingkungan yang ditekankan oleh manajemen perusahaan dalam melakukan pengadaan bahan baku. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mendapatkan bobot dari setiap kriteria dan sub-kriteria green supplier sehingga dapat dilakukan penilaian alternatif supplier yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh kriteria dan 22 sub-kriteria yang diperlukan dalam penilaian green supplier, dengan hasil Perum Perhutani ditetapkan sebagai green supplier terbaik.
Perencanaan Penjadwalan dengan Aplikasi BIM Menggunakan Analisa Probabilistik (Studi Kasus Proyek Jembatan Bedadung) Gabriel Henry; Supani Supani; Tri Joko Wahyu Adi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50825

Abstract

Perencanaan penjadwalan umunya dibuat secara manual sehingga hasil penjadwalan dapat terjadi perbedaan dengan desain. Untuk membuat jadwal yang terintergrasi dengan rancangan desain dapat menggunakan aplikasi BIM, namun penjadwalan BIM bersifat determistik. Untuk penjadwalan probabilistik dapat menggunakan metode PERT sebagain analisa probabilistiknya. Pada Tugas Akhir ini dilakukan modeling Proyek pembangunan Jembatan Bedadung pada aplikasi BIM berupa Tekla Structures dan dilakukan penjadwalan pada BIM menggunakan dua macam metode pelaksanaan, metode Service Crane dan metode Launcher Girder. Setelah dilakukan penjadwalan, maka dilakukan analisa probabilistik menggunakan Microsoft Project. Dari hasil analisa yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa jadwal dengan metode Service Crane dan Launcher Girder perlu dilakukan iterasi penjadwalan dengan durasi 843 hari untuk metode service crane dan 853 hari untuk Launcher Girder agar memiliki tingkat keyakinan 75%.
Pengaruh Holding Time Proses Solution Treatment dan Variasi Media Pendingin pada Cu-Zn-Al Shape Memory Alloys terhadap Efek Shape Memory dan Struktur Mikro Mavindra Ramadhani; Rochman Rochiem; Luckyta Rizkivany
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.52139

Abstract

Studi tentang smart materials cukup menyita perhatian dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya yaitu tentang Shape Memory Alloys (SMA). Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengembangkan SMA menggunakan paduan Ni-Ti, namun karena paduan tersebut memiliki beberapa kekurangan, maka muncullah untuk membuat alternatif paduan lain yaitu paduan Cu-Zn-Al. Untuk medapatkan SMA dapat dilakukan dengan cara pengecoran. Pada penelitian ini paduan Cu-21Zn-5Al diberikan proses perlakuan panas homogenizing, annealing, dan solution treatment dengan holding time 10, 30, dan 60 menit dengan masing-masing holding time dilakukan quenching dengan media pendingin brine solution dan dry ice untuk mengetahui pengaruhnya terhadap efek shape memory dan struktur mikro. Selanjutnya dilakukan pengujian, XRD, metalografi, dan efek shape memory. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa efek shape memory dimiliki oleh semua spesimen, dimana recovery yang paling tinggi dimiliki oleh spesimen pada holding time 10 menit dengan media pendingin brine solution sebesar 36,67%. Selain itu pada semua spesimen terbentuk fasa α, β, γ, serta martensit akibat pendinginan cepat.
Pra Perancangan Pabrik Karbon Aktif dari Tempurung Kelapa dengan Proses Aktifasi Kimia pada Kapasitas 20.000 ton/tahun Bellani Yunfa Winata; Nove Kartika Erliyanti; Rachmad Ramadhan Yogaswara; Erwan Adi Saputro
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52338

Abstract

Karbon aktif adalah karbon yang diproses sedemikian rupa sehingga mempunyai daya serap/adsorpsi yang tinggi terhadap bahan yang berbentuk larutan atau uap. Karbon aktif dapat dibuat dari bahan yang mengandung karbon baik organik atau anorganik, tetapi yang biasa beredar di pasaran berasal dari tempurung kelapa, kayu dan batubara. Karbon aktif dapat dipergunakan untuk berbagai industri, antara lain yaitu industri obat-obatan, makanan, minuman, pengolahan air (penjernihan air) dan lain-lain. Hampir 70% produk karbon aktif digunakan untuk pemurnian dalam sektor minyak kelapa, farmasi dan kimia. Banyak industri yang membutuhkan karbon aktif sebagai bahan pembantu atau bahan penunjang dalam proses, sehingga pabrik karbon aktif ini sangat potensial untuk didirikan baik untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri dikarenakan kebutuhan karbon aktif setiap tahun meningkat. Pada tahun 2018 kebutuhan akan karbon aktif mencapai 11860,851 ton. Melihat banyaknya kebutuhan karbon aktif didalam negeri maka direncanakan pendirian pabrik karbon aktif di Indonesia. Pabrik karbon aktif direncanakan didirikan pada tahun 2022 yang berlokasi di kawasan industri Kota Dumai – Riau dengan kapasitas produksi sebesar 20000 ton/tahun. Proses yang digunakan pada pembuatan karbon aktif adalah menggunakan proses pembakaran (pirolisis) dan proses aktivasi secara kimia. proses pembuatan karbon aktif harus melalui 4 tahap, yaitu tahap pre-treatment, pirolisis, aktivasi, dan penyelesaian. Berdasarkan analisa ekonomi yang telah dilakukan diperoleh internal rate of return sebesar 10.82 % dengan pay out time selama 4,11 tahun dan break even point sebesar 32%. Ditinjau dari uraian di atas, maka secara teknis dan ekonomis, pabrik karbon aktif dari tempurung kelapa layak untuk didirikan
Perilaku Generasi Z Terhadap Service Recovery pada Bisnis Online Ribka Anintha Miyagi; Satria Fadil Persada
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54148

Abstract

Generasi Z, kelompok generasi yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan kelompok generasi lainnya dan memiliki jumlah yang paling dominan di dunia pada saat ini. Generasi ini sangat dekat dengan teknologi sehingga juga dapat turut menjadi pelanggan potensial untuk bisnis online. Dengan potensi pasar untuk generasi Z, bisnis online perlu menunjukkan keseriusannya dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Tidak hanya pada fase pembelian, namun juga pada fase pasca pembelian. Pada fase pasca pembelian, sering terjadi kegagalan dalam memberikan pelayanan yang seharusnya dirasakan oleh pelanggan. Maka, service recovery perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pelanggan tidak lagi merasa kecewa terhadap bisnis online. Penelitian ini melakukan penyelidikan terhadap perilaku generasi Z terhadap bentuk service recovery yang dilakukan pada bisnis online. Penelitian ini melakukan tabulasi silang untuk beberapa data demografi dan data usage dari 170 responden yang terlibat untuk memperoleh beberapa implikasi manajerial yang dapat memberikan persepsi positif tehadap bentuk service recovery pada bisnis online untuk para generasi Z.
Potensi Metode Co-Composting pada Bioremediasi Tanah Tercemar Pelumas Bekas Menggunakan Sampah Organik Biodegradable Shafiyah Setianingsih; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52699

Abstract

Perawatan mesin khususnya di bengkel menghasilkan pelumas bekas rentan mencemari perairan dan tanah. Metode co-composting dapat diaplikasikan sebagai teknik bioremediasi tanah tercemar pelumas bekas karena cukup murah dan ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menentukan kemampuan metode co-composting dalam menyisihkan Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) pada tanah tercemar pelumas bekas dengan penambahan sampah organik biodegradable serta menentukan jenis sampah organik biodegradable yang menghasilkan efisiensi penyisihan TPH terbaik pada bioremediasi tanah tercemar pelumas bekas dengan metode co-composting. Proses co-composting berlangsung selama 30 hari dengan penambahan bioaktivator EM4 kecuali reaktor T100 (kontrol) dalam skala laboratorium. Penelitian ini menggunakan reaktor plastik tebal berdimensi 44 cm x 30 cm x 11 cm. Pelumas bekas didapat dari Bengkel Dasyi Surabaya. Tanah tercemar dibuat artifisial konsentrasi 10% (b/b). Variasi penelitian meliputi rasio komposisi campuran tanah tercemar dengan sampah organik (T/S) sebanyak 1 kg berat basah (100/0, 50/50; dan 75/25) dan jenis (sampah daun ranting, rumen sapi, dan campuran keduanya). Hasil analisis menggunakan gravimetri menunjukkan kadar TPH dalam tanah tercemar pelumas bekas mencapai 6,05%. Co-composting berjalan dengan baik ditandai dengan optimalnya faktor-faktor pendukung yaitu suhu, pH, kadar air diukur setiap 3 hari sekali dan C-Organik, N-Nitrat, N-Nitrit, TKN dalam rasio C/N dianalisis setiap 10 hari sekali. Hasil penelitian penyisihan kadar TPH terbaik ditemukan pada reaktor DR/RS50 (T/S: 50/50 dengan jenis sampah campuran sampah daun ranting dan rumen sapi lokal). TPH yang tersisihkan yaitu dari 4,79% sampai 3,06% dengan efisiensi penyisihan sebesar 36,16%. Berdasarkan hasil uji statistik Anova Two-way diketahui tidak ada pengaruh signifikan variasi jenis sampah organik, variasi komposisi tanah dan sampah serta interaksi kedua variasi terhadap tingkat penyisihan TPH (P>0,05).
Studi Fitoremediasi Polutan Minyak Bumi di Wilayah Pesisir Tercemar Menggunakan Tumbuhan Mangrove (Studi Kasus: Tumpahan Minyak Mentah Sumur YYA-1 Pesisir Karawang Jawa Barat) Atmira Dinha Astuti; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53046

Abstract

Pesisir Indonesia mengalami pencemaran akibat minyak bumi yang berasal dari berbagai aktivitas industri perminyakan dan kegiatan melaut. Polutan minyak bumi merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) karena membahayakan makhluk hidup dan lingkungannya. Pencemaran dari polutan minyak bumi mengakibatkan ekosistem pesisir terganggu. Polutan minyak bumi mengandung petroleum hidrokarbon yang perlu didegradasi agar tidak menimbulkan dampak negatif. Salah satu metode dalam mendegradasi polutan minyak bumi adalah fitoremediasi. Metode ini dipilih karena dapat mendegradasi polutan secara kontinyu, operasional mudah, murah, dan aman. Tumbuhan yang digunakan adalah mangrove karena merupakan tumbuhan yang kuat salinitas payau pada pesisir. Metode dari penulisan ini yaitu menggunakan studi literatur dengan mengumpulkan serta menganalisis berbagai pustaka. Jenis pustaka antara lain jurnal, buku, laporan, website dengan pokok pembahasan terkait minyak bumi, fitoremediasi, dan mangrove. Tujuan penulisan sebagai referensi dalam membahas metode fitoremediasi menggunakan mangrove terhadap polutan minyak bumi di wilayah pesisir. Studi kasus yang diambil adalah kebocoran minyak di Pesisir Karawang Jawa Barat. Metode dalam mendegradasi polutan minyak bumi dengan fitoremediasi menggunakan skenario penanaman empat jenis mangrove yaitu Avicennia, Rhyzophore, Burguiera, dan Sonneratia. Skenario jenis mangrove yang ditanam menyesuaikan dengan zonasi hutan mangrove. Konsentrasi pencemar minyak bumi di pesisir karawang sebesar 10%. Pertumbuhan mangrove membutuhkan waktu selama dua belas minggu untuk menurunkan hingga sisa TPH% menjadi 1,84%.
Kajian Penambahan EDTA Pada Fitoremediasi Logam Berat Timbal Ulfa Nadhila; Harmin Sulistyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53280

Abstract

Pencemaran Pb yang terjadi di dalam tanah dapat disebabkan oleh proses alam dan kegiatan antropogenik. Sumber utama polusi Pb adalah cerobong asap dari pabrik yang menggunakan bahan baku Pb, limbah dari industri penyimpanan baterai, peleburan dan ekstraksi logam dari bijih Pb, kegiatan pelapisan logam, pupuk dan pestisida, serta penggunaan Pb pada bahan aditif bensin. Pb dapat dihilangkan dengan proses fitoremediasi. Fitoremediasi merupakan proses remedasi lingkungan tercemar menggunakan tumbuhan. Penggunaan agen pengkelat seperti EDTA dalam proses fitoremediasi logam berat Pb dapat membantu proses fitoektraksi dan meningkatkan kelarutan Pb di tanah agar dapat dengan mudah diserap oleh tumbuhan. EDTA merupakan agen pengkelat yang terbukti efektif untuk Pb karena memiliki afinitas yang kuat dengan Pb.
Tinjauan Pengaruh Jenis Material Sizing Poliuretan, Silane Coupling Agent, dan Poliimida pada Serat Karbon terhadap Morfologi dan Sifat Mekanik Komposit Epoksi/Serat Karbon untuk Aplikasi Bilah Turbin Angin Hardina Putri Kinanty Z; Hosta Ardhyananta; Amaliya Rasyida
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53873

Abstract

Komposit dapat menghasilkan material ringan dengan kekuatan tinggi yang dapat diaplikasikan pada bilah turbin angin. Epoksi adalah salah satu kelompok polimer termoset yang sering digunakan sebagai matriks pada komposit karena sifat mekanik nya yang baik. Serat karbon merupakan salah satu penguat yang paling diminati karena sifat mekanik nya yang luar biasa, menjadikannya sebagai penguat ideal dalam material komposit canggih. Namun serat karbon memiliki permukaan yang halus dan inert yang menghasilkan adhesi pada antarmuka yang lemah dengan epoksi. Sizing adalah salah satu metode perlakuan pada permukaan untuk melindungi permukaan serat, selain itu juga dapat membantu meningkatkan sifat adhesi pada antarmuka dengan matriks nya. Pada tinjauan ini telah di analisis terkait potensi dan keefektifan jenis material sizing yaitu poliuretan, silane coupling agent dan poliimida. Pengujian SEM, FTIR dan XPS dilakukan untuk mengetahui morfologi dari serat karbon dan komposit epoksi/serat karbon, sedangkan untuk mengetahui sifat mekanik komposit epoksi/serat karbon dilakukan dengan pengujian IFSS dan ILSS. Didapatkan bahwa poliuretan adalah material sizing paling efektif untuk komposit epoksi/serat karbon.
Tinjauan Pengaruh Jenis Partikel Halloysite Nanotubes dan Montmorillonite Nanoclay terhadap Morfologi dan Sifat Mekanik pada Komposit Poliester Tak Jenuh/Partikel Nano untuk Aplikasi Lapisan Gel pada Kapal Laut Imam Prayoga; Hosta Ardhyananta; Amaliya Rasyida
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53995

Abstract

Material baru yang kuat dan ringan merupakan fokus utama pada dunia penelitian maupun industri. Komposit merupakan jenis material baru dengan mengandalkan matriks dan penguatnya. Poliester tak jenuh merupakan salah satu jenis matriks yang memiliki sifat ketahanan terhadap air dan kimia yang baik. Namun, poliester tak jenuh memiliki keterbatasan dalam sifat mekaniknya yang kaku. Nanokomposit dengan penguat nanopartikel merupakan salah satu metode untuk meningkatkan sifat mekanik, serta ketahanan termal pada komposit polimer. Nanopartikel dengan berbagai macam jenis telah diteliti pengaruhnya terhadap polimer poliester tak jenuh. Pada tinjauan ini, telah dipelajari pengaruh dari penambahan nanopartikel terhadap morfologi menggunakan SEM, sifat mekanik berupa kekuatan tarik, kekuatan tekan, dan kekuatan lentur dari bentuk dan jenis partikel halloysite nanotubes dan montmorillonite nanoclay terhadap nanokomposit polimer poliester tak jenuh. Didapatkan bahwa pada semua jenis penambahan nanopartikel telah memengaruhi morfologi dari nanokomposit. Kemudian, didapatkan bahwa jenis nanopartikel pada tinjauan ini juga meningkatkan sifat mekanik dengan penambahan pada rasio tertentu.