cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Implementasi Six Sigma untuk Perbaikan Proses Bisnis dan Perancangan Prosedur Operasional Standar: Studi Kasus pada Nasi Krawu Bu Tiban Gresik Mathara Rizkiah Wahyudi; Imam Baihaqi; Prahardika Prihananto
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54031

Abstract

Usaha kuliner di Indonesia saat ini semakin hari semakin diminati oleh para pebisnis. Hal ini menyebabkan bertambah ketatnya persaingan bisnis kuliner. Restoran Nasi Krawu Bu Tiban (NKBT) adalah UMKM dalam sektor kuliner yang merupakan salah satu pelopor restoran nasi krawu di Gresik dan memiliki citra yang baik. Meskipun demikian, restoran NKBT memiliki beberapa permasalahan khususnya permasalahan pada proses bisnisnya yang menyebabkan para konsumen tidak puas sehingga terdapat beberapa komplain dari pelanggan. Melakukan perbaikan dan pengelolahan proses bisnis adalah salah satu cara untuk mempertahankan konsumen Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses bisnis dan melakukan perancangan prosedur operasi standar pada restoran NKBT. Metode yang digunakan adalah Six Sigma dengan langkah-langkah DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Hasil penelitian terhadap proses bisnis eksisting di restoran NKBT ini adalah didapatkan 11 permasalahan dengan tiga permasalahan utama yang diprioritaskan untuk diperbaiki Hal ini perlu diperbaiki dengan melibatkan secara penuh oleh stakeholder restoran NKBT. Lalu, telah dirancang prosedur operasional standar untuk mengontrol perbaikan proses bisnis yang dibuat dengan mempertimbangkan permasalahan yang terjadi agar perbaikan bisa terkendalikan secara terus menerus.
Pra Desain Pabrik Garam Industri dari Garam Rakyat Safira Nadila Putri; Yusril Ihza Satria; Nuniek Hendrianie
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54321

Abstract

Jumlah kebutuhan garam industri di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan. Namun, peningkatan tersebut tidak diimbangi dengan jumlah produksi garam industri di Indonesia yang masih cukup rendah. Oleh karena itu, demi memenuhi kebutuhan garam industri di Indonesia, pemerintah meningkatkan jumlah impor garam industri. Hal tersebut berdampak pula pada peningkatan anggaran impor pemerintah. Berdasarkan perhitungan proyeksi data impor, ekspor, konsumsi, dan produksi garam industri di Indonesia diperoleh jumlah kebutuhan garam industri di Indonesia pada tahun 2024 adalah sebesar 806.817 Ton. Untuk membantu pemerintah dalam memenuhi 14,84% kebutuhan garam industri di Indonesia demi mengurangi impor garam industri, pada penelitian ini dilakukan Perancangan Pabrik Garam Industri dari Garam Rakyat dengan kapasitas produksi 119.960 Ton/tahun. Bahan baku yang digunakan oleh pabrik ini berupa garam rakyat yang dari Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur karena Kabupaten Sumenep memproduksi garam rakyat sekitar 235.888 Ton/tahun. Produksi garam rakyat tersebut merupakan sebuah potensi yang baik bagi industri yang acuannya berasal dari garam rakyat. Direncanakan Pabrik Garam Industri ini akan didirikan di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dengan pertimbangan ketersediaan bahan baku. Pada proses pembuatan garam industri dari garam rakyat ini terdiri dari empat tahapan proses, yaitu Pre-Treatment, Washing and Filtration, Drying and Product Packing, serta Brine Preparation. Dari perhitungan analisa ekonomi didapatkan IRR sebesar 26,21%, POT selama 4,3 tahun dan BEP sebesar 40%. Dengan investasi berasal dari modal sendiri 60% dan pinjaman sebesar 40% dengan total investasi US$ 11.599.755. Secara keseluruhan dari segi teknis dan ekonomis, Pabrik Garam Industri dari Garam Rakyat ini layak untuk didirikan.
Perencanaan dan Pengendalian Proyek Konstruksi dengan Metode Critical Chain Project Management dan Root Cause Analysis Widiasatria Utama; Bambang Syairudin
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54339

Abstract

Dalam proses mencapai tujuan, proyek memiliki karakteristik yang disebut sebagai triple constraint, antara lain target waktu, biaya, dan persyaratan kinerja yang spesifik. Keterlambatan pengerjaan proyek merupakan permasalahan yang sedang dihadapi oleh PT. Hasta Karya Perdana sebagai kontraktor utama proyek pengadaan barang dan jasa konstruksi GI 150 kV Arjasa, secara umum hal ini disebabkan oleh permasalahan yang dialami oleh stakeholder internal dan eksternal proyek. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner penyebab keterlambatan pengerjaan proyek pada manajemen proyek dan tim proyek GI 150 kV Arjasa PT. Hasta Karya Perdana didapat 3 penyebab utama keterlambatan pengerjaan proyek terdiri dari kategori method, material, dan man. Dari hasil dokumentasi pembelajaran dan pengetahuan proyek didapatkan 7 aspek yang menjadi keberhasilan dalam pengerjaan proyek, digolongkan dalam kelompok kontraktor utama, subkontraktor, dan pemilik proyek. Sedangkan terdapat 14 aspek yang menghambat pengerjaan proyek, dapat digolongkan dalam kelompok kontraktor utama, subkontraktor, pemilik proyek, dan faktor eksternal. Kemudian berdasarkan hasil pengolahan dengan Microsoft Project didapatkan durasi pengerjaan proyek dengan CCPM menjadi 601,05 hari kalender termasuk dengan buffer waktu dan pengurangan biaya tenaga kerja sebesar Rp495.389.930.
Pra-Desain Pabrik Pupuk NPK dengan Metode Mixed Acid Route Hendy Pandu Hogantara; Muhammad Ilham Ramdlani; Orchidea Rachmaniah
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55132

Abstract

Sebagai negara agraris dengan ketersediaan lahan pertanian yang luas, Indonesia diharapkan mampu mandiri berswasembada pangan. Dalam usaha untuk mewujudkannya perlu ditunjang oleh sektor lain yang mendukung sektor pertanian, antara lain industri pupuk. Pupuk merupakan material yang ditambahkan pada tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara. Unsur N, P, dan K adalah unsur tambahan yang paling dibutuhkan oleh tanaman melalui pupuk. Pada penelitian ini dilakukan perancangan pabrik pupuk NPK dengan kapasitas produksi 360.000 ton/tahun. Perancangan pupuk NPK ini dimaksudkan untuk memenuhi 10% kebutuhan pupuk NPK yang diperkirakan akan meningkat sebesar 3.552.579 ton/tahun pada tahun 2022. Pabrik direncanakn berdiri berlokasi di Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik dengan pertimbangan kesediaan bahan baku dan utlitas yang memadahi. Tahap produksi pupuk NPK terdiri dari persiapan bahan baku padat, persiapn slurry, granulasi, pengeringan, penyaringan, pendinginan, dan pelapisan. Untuk mendirikan pabrik pupuk NPK diperlukan modal tetap (FCI) sebesar Rp 332.846.240.119,00 dan modal kerja (WCI) sebesar Rp 58.737.571.786,00. Dari perhitungan analisa ekonomi didapatkan niai Pay Out Time (POT) 4,03 tahun dengan Break Event Point (BEP) sebesar 51.01 % dan Internal Rate of Return sebesar 23,4%/tahun. Secara keseluruhan dari segi teknis dan ekonomis pabrik pupuk NPK dengan metode mixed acid route layak untuk didirikan.
Membangun Green Supply Chain Management (GSCM) Scorecard Regita Irvastava Pramesti; Imam Baihaqi; Geodita Woro Bramanti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54504

Abstract

Green supply chain management (GSCM) merupakan konsep yang mengintegrasikan aspek-aspek lingkungan ke dalam manajemen rantai pasok, termasuk desain produk, pengadaan, pemilihan bahan baku, proses manufaktur, pengiriman produk akhir ke konsumen hingga pengaturan alur produk setelah digunakan oleh konsumen (Srivastava, 2007). Evaluasi praktik dan kinerja GSCM sudah banyak diteliti, tetapi belum ada publikasi mengenai matriks pengukuran yang jelas tentang tingkat implementasi GSCM pada perusahaan. Matriks pengukuran tingkat implementasi GSCM berfungsi untuk mengetahui sejauh mana implementasi GSCM melalui tingkatan level atau tingkat penerapannya. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk membangun matriks pengukuran tingkat implementasi GSCM atau Green Supply Chain (GSCM) Scorecard pada perusahaan. Metode yang digunakan yaitu literature review karena, serta memiliki output berupa level implementasi GSCM di perusahaan sehingga mempermudah dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan acuan model SCOR diantaranya Plan, Source, Make, Deliver dan Return dalam penerapan GSCM. Dimana measurement items yang digunakan dalam penelitian ini merupakan hasil dari kombinasi measurement items melalui penelitian terdahulu. Berdasarkan hasil analisis diperoleh dimensi-dimensi yang digunakan dalam penyusunan GSCM Scorecard, di antaranya green design, green purchasing, green transformation/production, green logistics, reverse logistics dan internal environmental management.
Simulasi Aliran pada Proses Pengecoran Connecting Rod Berbahan Aluminium 7075 untuk Mesin Motor 150 cc dengan Variasi Tinggi Sprue Cetakan dan Temperatur Penuangan Menggunakan Metode Elemen Hingga Farid Miftahul Anwar; Mas Irfan Purbawanto Hidayat; Mavindra Ramadhani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54627

Abstract

Connecting rod saat ini dimanufaktur melalui tiga metode yaitu forging, powder metallurgy, dan casting. Secara ekonomi, proses casting merupakan yang paling murah dibanding metode lain. Pada proses melakukan casting seringkali menggunakan trial and error untuk mendapatkan parameter casting yang dapat menghasilkan produk yang baik. Maka saat ini mulai digunakanlah simulasi numerik untuk menekan biaya produksi. Sudah banyak perangkat lunak yang diciptakan untuk menyimulasikan proses casting, namun banyak juga biaya yang dibutuhkan untuk membeli perangkat lunak tersebut. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian mengenai simulasi numerik casting menggunakan perangkat lunak numerik umum yaitu ANSYS Workbench. ANSYS Workbench menyediakan berbagai fitur analisis sehingga sebuah perangkat hanya perlu menggunakan satu perangkat lunak untuk berbagai kebutuhan. Salah satu di dalamnya adalah ANSYS Fluent yang berguna menganalisis perilaku suatu fluida. Seperti diketahui proses pengisian cetakan harus menghindari aliran turbulen agar didapat produk cor yang baik. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah pouring temperature dan tinggi sprue cetakan terhadap sifat logam cair di dalam cetakan pada pengecoran connecting rod. Variasi tinggi sprue yang digunakan adalah 20 mm, 60 mm, dan 100 mm. Sedangkan untuk variasi temperatur penuangan adalah 715℃, 740℃, dan 765℃. Untuk material yang digunakan untuk connecting rod adalah aluminium 7075. Langkah-langkah penelitian ini dimulai dari desain model connecting rod dan gating system, kemudian melakukan simulasi dan analisis hasil. Berdasarkan simulasi ini, model yang memiliki intensitas turbulensi terkecil adalah tinggi sprue 20 mm dengan temperatur penuangan 740oC dan 765oC. Untuk fraksi volume logam terbesar yang masuk ke dalam rongga cetak terjadi pada model tinggi sprue 20 mm dengan temperatur penuangan 740oC. Dengan mempertimbangkan dua variabel tersebut, maka model pengecoran connecting rod untuk mesin motor 150 cc yang paling baik adalah menggunakan tinggi sprue 20 mm dengan temperatur penuangan 740oC.
Evaluasi Tingkat Kesiapan Manajemen Risiko Rantai Pasok PT Pertamina EP Asset 4: Poleng Field Bagaspati Atibrata Cahyolaksono; Imam Baihaqi; Geodita Woro Bramanti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54644

Abstract

Ketersediaan cadangan minyak dan gas bumi yang semakin menipis menyebabkan pemerintah berupaya untuk meningkatkan cadangan minyak dan gas bumi. Salah satu cara pemerintah mencapai hal tersebut adalah dengan melakukan eksploitasi minyak dan gas bumi melalui badan usaha milik negara (BUMN). PT Pertamina EP adalah salah satu anak perusahaan dari perusahaan BUMN milik Indonesia yaitu PT Pertamina (Persero) yang berfokus pada kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. PT Pertamina EP memiliki lima area kerja (asset), yang terbagi lagi menjadi 22 field yang tersebar di seluruh Indonesia, salah satunya adalah Poleng Field yang merupakan field offshore milik PT Pertamina EP. Sebagai salah satu field offshore yang dimiliki PT Pertamina EP, Poleng Field memerlukan supply chain management (SCM) yang tepat dan efektif. Salah satu cara untuk mengendalikan SCM adalah dengan pengendalian risiko pada kegiatan manajemen rantai pasok Poleng Field. Dalam pelaksanaan manajemen risiko rantai pasok, perlu didukung dengan adanya pengelolaan risiko yang dievaluasi secara terus menerus oleh perusahaan. PT Pertamina EP Asset 4: Poleng Field sampai saat ini belum pernah melakukan evaluasi kesiapan perusahaan dalam melaksanakan supply chain risk management (SCRM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan PT Pertamina EP Asset 4: Poleng Field dalam menerapkan SCRM. Penelitian ini menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas perusahaan pada proses SCRM dan metode Likert Summated Ratings (LSR) untuk melakukan penilaian kesiapan pada masing-masing proses SCRM. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa nilai kesiapan manajemen risiko rantai pasok 3,9904. Dengan jumlah enam belas indikator penilaian yang sesuai dengan proses manajemen risiko rantai pasok di Poleng Field, terdapat tujuh indikator yang nilainya sedikit dibawah dari nilai kesiapan manajemen risiko pada kegiatan rantai pasok perusahaan. Sehingga perusahaan masuk dalam kategori siap dalam melaksanakan manajemen risiko.
Studi Literatur Bioremediasi Tanah Terkontaminasi Kromium di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto Menggunakan Bakteri Azotobacter S8 dan Bacillus substillis Muhammad Awaluddin; Bieby Voijant Tangahu
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54695

Abstract

Kromium banyak digunakan pada industri electroplating, industri logam, industri tekstil, dan penyamakan kulit juga pada pupuk dan pestisida. Pemetaan konsentrasi kromium pada tanah di wilayah Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto menunjukkan bahwa seluruh tanah mengandung konsentrasi kromium melebihi baku mutu TK-C PP 101 Tahun 2014 yang artinya tercemar dan wajib dikelola. Bioremediasi merupakan salah satu alternatif pengolahan yang dapat digunakan karena relatif lebih ramah lingkungan serta dapat memperbaiki sebuah lahan tercemar secara menyeluruh. Bacillus subtilis dan Azotobacter S8 merupakan bakteri yang resisten dan dapat digunakan sebagai agen bioremediasi logam berat kromium. Studi literatur ini mengkaji berbagai pustaka yang berkaitan dengan kromium, pencemaran tanah oleh kromium, bioremediasi, bakteri Azotobacter S8 dan Bacillus subtillis serta Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Hasil tabulasi pustaka digunakan untuk menganalisis dan membahas penyelesaian dari permasalahan studi kasus di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Hasil dari studi literatur ini yaitu potensi kontaminasi kromium pada tanah di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto diakibatkan sektor pertanian sebesar 57,2% dan sektor industri berpotensi 23,6% terhadap luas total Kecamatan Jetis. Kemampuan degradasi kromium pada tanah oleh bakteri Bacillus subtillis lebih baik dari bakteri Azotobacter S8 yaitu sebesar 95-98% dengan konsentrasi dan waktu kontak yang sama. Prioritas remediasi pada Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto dilakukan pada Desa Mojojeblak menggunakan teknik bioremediasi in-situ dengan bioaugmentasi bakteri Bacillus subtillis selama 14 hari dan volume bakteri yang dibutuhkan sebesar 372,6 m3.
Studi Literatur Kemampuan Tumbuhan Salvinia molesta dan Salvinia natans Terhadap Penyerapan Fe dan Mn pada Pengolahan Air Asam Tambang Rifki Adhi Saputra; Bieby Voijant Tangahu
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54696

Abstract

Kegiatan pertambangan mengakibatkan perubahan lingkungan yang dapat berdampak pada kualitas air tanah dan air permukaan. Air asam tambang merupakan air yang berasal dari pengaliran tambang yang berpotensi mencemari badan perairan jika tidak dikelola dan dikontrol dengan baik. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan studi literatur tentang pengolahan limbah air asam tambang. Studi literatur ini bertujuan menentukan kemampuan tumbuhan Salvinia molesta dan Salvinia natans sebagai penyerapan logam (Fe dan Mn) yang dapat digunakan pada pengolahan air asam tambang berdasarkan literatur dan menentukan efisiensi removal tumbuhan Salvinia molesta dan Salvinia natans berdasarkan studi kasus yang diambil. Tumbuhan yang digunakan dalam studi literatur ini adalah Salvinia molesta dan Salvinia natans. Tumbuhan ini dapat digunakan untuk pengolahan limbah karena tingkat pertumbuhannya yang tinggi dan kemampuannya untuk menyerap hara langsung dari air limbah. Selain itu, tumbuhan ini dapat bertahan hidup di lingkungan tercemar dan cocok dimanfaatkan untuk fitoremediasi air tercemar. Studi kasus yang diambil adalah pengolahan air asam tambang pada PT. Semesta Centramas (Balangan Coal) Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan literatur fitoremediasi, S.molesta dapat menurunkan kadar Fe dan Mn hingga 29% dan 73%. S.natans mampu menurunkan kadar Fe dan Mn hingga 56% dan 69%. Sedangkan jika disesuaikan pada studi kasus pada air asam tambang yang memiliki kadar Fe 23,12 mg/L dan Mn 25,5 mg/L, S. molesta dan S. natans membutuhkan efisiensi removal sebesar 69,7% dan 84,3% untuk menurunkan Fe dan Mn supaya mencapai baku mutu.
Perencanaan Program Sedot Air Limbah Keliling (SIMBALING) untuk IPAL PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) Wororeni Wororeni; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54733

Abstract

Banyak pelaku usaha mikro di Kota Surabaya yang belum melakukan pengolahan air limbahnya. Saat ini unit IPAL PT SIER memiliki idle capacity sebesar 5000 m3/hari, sehingga Pemerintah Kota Surabaya dan Provisi Jawa Timur, menugaskan PT SIER untuk menerima dan mengolah air limbah dari usaha di luar kawasan PT. SIER. Usaha rumah makan dan laundry dipilih karena memiliki jumlah terbesar di Kota Surabaya. Perencanaan kapasitas pelayanan, zona pelayanan, kendaraan pengangkut, holding tank, jadwal pengangkutan, rute pengangkutan, dan biaya retribusi dengan mengacu pada Buku E Panduan Perencanaan Pelayanan Lumpur Tinja PUPR. Hasil Perencanaan tahap pertama dilakukan untuk 5 Zona dengan kapasitas pelayanan air limbah sebesar 989 m3/hari, dimana unit usaha perlu membuat holding tank, dengan volume 1,3,6, atau 9 m3, terbuat dari beton. Jadwal penyedotan dan pengangkutan direncanakan dengan siklus 1,2,3, atau 7 hari. Jumlah armada yang dibutuhkan 81 truk dan 19 motor. Biaya retribusi rata – rata untuk rumah makan dan laundry menggunakan motor adalah Rp. 90.900/m3 dan truk adalah Rp. 96.200/m3.