cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pra Desain Pabrik Triple Superphosphate (TSP) dari Batuan Fosfat Imanuel Berin; Naufal Ahmad Murtadho; Siti Nurkhamidah; Fadlilatul Taufany
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54802

Abstract

Fosfat adalah salah satu unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh semua jenis tanaman untuk memacu perkembangan akar, batang, bunga, dan buah menjadi lebih cepat. Kekurangan fosfat dapat menyebabkan tanaman akan tumbuh kerdil, daun berwarna hijau tua, anakan sedikit, pemasakan lambat dan sering tidak menghasilkan buah. Pupuk TSP (Triple Superposphate) merupakan jenis pupuk anorganik multi-komponen yang memiliki kandungan komponen hara N atau P secara parsial yang lebih besar jika dibanding dengan pupuk NPK. Bahan baku utama yang digunakan untuk membuat pupuk TSP ini adalah batuan fosfat. Pemilihan proses untuk memproduksi pupuk TSP perlu dianalisis agar produksi yang dihasilkan lebih optimal. Pupuk TSP dapat diprodiksi melalui dua macam proses, yaitu proses Odda dan Dorr-Oliver. Pada proses Odda, digunakan bahan baku berupa batuan fosfat dan asam nitrat atau asam klorida. Sedangkan pada proses Dorr-Oliver, digunakan bahan baku berupa batuan fosfat dan asam fosfat. Dari studi yang telah dilakukan, proses Odda lebih dipilih karena ditinjau dari aspek bahan baku, konversi, kondisi operasi, dan ekonomi, proses Odda lebih baik daripada proses Dorr-Oliver. Dengan desain umur pabrik selama 30 tahun, didapatkan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 18.6% yang dimana nilainya lebih besar dari bunga pinjaman bank sebesar 9.18%. Kemudian didapatkan Pay Out Time (POT) sebesar 5.1 tahun dan Break Even Point (BEP) sebesar 26%.
Simulasi Transient Thermal Pada Pengecoran Connecting Rod Berbahan Aluminium 7075 untuk Aplikasi Mesin 150 CC dengan Variasi Material dan Desain Cetakan Menggunakan Metode Elemen Hingga Muhammad Puri Yogatama; Mas Irfan Purbawanto Hidayat; Mavindra Ramadhani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54954

Abstract

Connecting rod merupakan komponen yang penting pada sebuah kendaraan. Pembuatan connecting rod dilakukan dengan pengecoran. Dalam proses pengecoran terdapat banyak fenomena tidak dapat dikontrol secara langsung seperti distribusi temperatur, tegangan termal. Oleh karena itu digunakan ANSYS Mechanical Workbench untuk memprediksi fenomena dalam proses pengecoran. Menggunakan cetakan pasir silika untuk cetakan pasir dan besi cor kelabu sebagai permanent mold. Material yang digunakan untuk coran adalah alumunium alloy 7075 . pada simulasi ini menganalisa distribusi temperatur pada saat pendinginan dan tegangan termal, setelah simulasi didapatkan hasil bahwa kecepatan pendingiann cetakan besi cor kelabu untuk mencapai temperatur minimum 30oC lebih tinggi daripada cetakan pasir yaitu sebesar 36,64 detik untuk model 1 dan 34,64 detik untuk model 2 dibanding cetakan pasir sebesar 44,766 detik untuk model 1 dan 45,334 detik untuk model 2 detik dan tegangan termal pada material besi cor kelabu lebih besar daripada cetakan pasir yaitu tegangan termal tertinggi maksimum pada model 1 cetakan besi cor kelabu sebesar 1,5541e+015 pa dan teredah pada model 2 cetakan pasir sebesar 6,0414e+014 pa
Perbaikan Metode dan Stasiun Kerja Menggunakan Teknik Pengukuran Kerja dan Ergonomi Partisipatif di PT Terminal Teluk Lamong Irma Paramadina Iskandar Putri; Anny Maryani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55044

Abstract

PT Terminal Teluk Lamong merupakan perusahaan logistik yang berfokus di bidang bongkar-muat peti kemas dan bongkar curah kering (dry bulk). Pada kegiatan bongkar curah kering, kinerja grab ship unloader (GSU) menentukan efisiensi bongkar. Saat ini performa curah kering PT Teluk Lamong memiliki rata-rata flow rate sebesar 675,71 ton/jam dari kapasitas maksimal 2500 ton/jam. Untuk meningkatkan kinerja GSU, ditentukan variabel yang mempengaruhi yaitu operator dan stasiun kerja. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran kerja berupa stopwatch time study untuk operator GSU. Selain itu dilakukan penerapan ergonomi partisipatif berupa pelibatan operator dalam identifikasi permasalahan serta pemecahannya melalui metode wawancara dan diskusi. Selain itu juga dilakukan perbaikan kondisi stasiun kerja yang berfokus pada kondisi lingkungan. Pada perbaikan stasiun kerja juga digunakan hasil kuesioner menggunakan Nordic Body Map untuk mengukur potensi cedera operator GSU. Hasil dari penelitian yang dilakukan merupakan perubahan metode serta perbaikan stasiun kerja GSU. Rekomendasi metode kerja GSU yang dihasilkan adalah perubahan pola pergerakan pengambilan material dari dalam palka. Sedangkan untuk rekomendasi stasiun kerja disusun untuk memastikan bahwa kondisi tubuh operator saat bekerja tidak terbebani.
Evaluasi dan Perencanaan Ruang Terbuka Hijau Berbasis Serapan Emisi Karbon Dioksida (CO2) di Zona Barat Kota Surabaya Salma Nuradzkia Syafaati; Sarwoko Mangkoedihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55076

Abstract

Kegiatan pembangunan yang diiringi dengan perkembangan teknologi pada sektor transportasi, permukiman, dan industri menyumbangkan emisi akibat penggunaan bahan bakar fosil berupa gas Karbon Dioksida (CO2) yang menyebabkan dampak menurunnya kualitas udara dan lingkungan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai rosot karbon (carbon sink) perlu dievaluasi mengenai ketercukupan nya dalam penyerapan CO2 serta perlu dilakukan perencanaan RTH untuk waktu yang akan datang agar dapat terwujudnya lingkungan yang sustainable. Analisis dilakukan berdasarkan hasil perhitungan mengenai jumlah emisi primer CO2 dan kecukupan RTH dalam menyerap emisi CO2 berdasarkan luasan RTH Publik di wilayah Zona Barat Kota Surabaya, kemudian dilakukan perencanaan mengenai evaluasi RTH untuk mencukupi kebutuhan daya serap emisi tersebut. Dari hasil penelitian, emisi CO2 di Zona Barat Kota Surabaya dari sektor transportasi, permukiman, dan industri sebesar 3.864.836 ton CO2 / tahun dan kemampuan daya serap RTH Publik pada daerah tersebut sebesar 69.004,54 ton CO2 / tahun. Setelah dilakukan evaluasi dan upaya peningkatan daya serap CO2 dengan penggantian dan penambahan vegetasi pohon pelindung serta penambahan luas RTH, didapatkan penaikan daya serap RTH sebesar 415.014 ton CO2 / tahun.
Reduksi Waste untuk Perbaikan Proses Produksi Spare Part Menggunakan Pendekatan Lean Thinking Latifah Salsabila; Yudha Prasetyawan
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55554

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang memproduksi spare part untuk internal pabrik dengan sistem make-to-order (MTO). Pada proses produksi ditemukan berbagai indikasi waste yang menyebabkan aktivitas produksi terhambat. Salah satunya yaitu terjadinya waiting antar stasiun produksi karena waktu proses antar jenis spare part yang berbeda-beda dan juga breakdown pada mesin. Indikasi pemborosan lain yaitu produk defect dengan persentase diatas 20% jauh dari target perusahaan sebesar maksimal 1,25%. Selain itu ditemukan indikasi waste inspeksi berulang kali (inappropriate processing) dan routing yang kurang efektif (transportation dan motion). Adanya berbagai waste menyebabkan timbulnya lead time proses produksi yang lebih lama dari seharusnya dan menyebabkan kerugian finansial bagi perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan mengelompokkan spare part berdasarkan kesamaan proses produksi kemudian dilakukan penyelesaian permasalahan menggunakan konsep Lean Thinking. Langkah awal penelitian dilakukan dengan pemetaan proses produksi menggunakan Operation Process Chart, Value Stream Mapping, dan Process Activity Mapping. Selanjutnya dilakukan Root Cause Analysis menggunakan 5 why’s untuk mencari akar permasalahan. Rekomendasi perbaikan disusun berdasarkan action taken yang dikembangkan dari analisis risiko menggunakan Failure Mode and Effect Analysis dengan nilai Risk Priority Number ≥200. Terdapat 3 alternatif perbaikan yaitu perbaikan sistem dan manajemen produksi, perbaikan sistem inspeksi dan pemeliharaan, serta perbaikan sistem pengelolaan bahan baku pada lantai produksi. Pemilihan alternatif dilakukan dengan menggunakan Value Management dan didapatkan bahwa keseluruhan alternatif perbaikan merupakan kombinasi alternatif terpilih. Hasil estimasi dari penerapan rekomendasi perbaikan yaitu menurunnya persentase defect, menurunnya cycle time dan production lead time, serta meningkatnya efisiensi proses.
Proses Pembuatan Besi Menggunakan Injeksi Gas Hidrogen ke Dalam Blast Furnace: Sebuah Alternatif untuk Mengurangi Emisi CO2 Fakhreza Abdul; Sungging Pintowantoro; Mas Irfan Purbawanto Hidayat
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.59337

Abstract

Semakin ketatnya aturan lingkungan hidup khususnya emisi karbon membuat industri besi dan baja yang sudah stabil dan mapan selama puluhan tahun menghadapi tantangan baru di masa depan. Adanya Paris Agreement tahun 2015, dengan target nol emisi CO2 pada tahun 2050 membuat banyak industri besi dan baja di dunia mulai mengembangkan berbagai alternatif teknologi untuk mereduksi emisi gas CO2 nya. Saat ini, industri besi dan baja telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan emisi gas CO2, salah satu alternatif untuk mereduksi gas CO2 tanpa mengubah jalur produksi dan teknologi pembuatan besi dan baja yang sudah ada, yaitu dengan menggunakan injeksi gas hidrogen ke dalam blast furnace. Tentunya, penggunaan injeksi gas hidrogen dalam jumlah yang besar akan mempengaruhi proses dan fenomena yang ada di dalam blast furnace. Terdapat beberapa reaksi reduksi oksida besi yang menjadi semakin banyak terjadi dan mengakibatkan perubahan yang cukup signifikan dalam proses di dalam blast furnace. Sehingga, blast furnace dengan injeksi gas hidrogen membutuhkan banyak penelitian dan studi yang lebih rinci.
Rancangan Observer Kecepatan Untuk Motor DC pada PLC Erlangga Maharddhika; Bambang Lelono Widjiantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55160

Abstract

Programmable Logic Controller (PLC) merupakan sebuah perangkat untuk mengontrol sebuah plant. Plant yang digunakan dalam hal ini adalah motor DC. Motor DC biasanya menjadi penggerak mesin produksi dan mesin CNC, Biasanya penggunaan sensor untuk mengetahui kecepatan dari motor DC. Salah satu metode pengestimasian adalah observer. Tujuan dari tugas akhir ini merupakan pengimplementasian observer kecepatan untuk mengestimasi kecepatan dari motor DC untuk menjadi sensorless. Software yang digunakan untuk simulasi merupakan Totally Integrated Automation (TIA) Portal adalah Software dari Siemens yang memiliki banyak program didalamnya digunakan untuk memprogram HMI, PLC, drive. Dalam hal ini Observer yang digunakan adalah Leunberger Observer reduced order observer. Persamaan reduced order observer akan dimasukkan kepada blok perhitungan PLC. Untuk implentasi Observer pada PLC dibutuhkan output voltase dari plc sendiri 0-10 V dan pembuatan function block untuk observer. Input yang digunakan merupakan analog input. Hasil pengimplementasian observer memiliki ess dengan rata-rata 1,833%. Observer dapat diimplementasikan terhadap PLC dengan persamaan observer yang diinput terhadap function block di PLC.
Observasi Business Process dari Toko Zero-Waste di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Yogyakarta Putu Ayu Indira Ardiyatna; Maria Anityasari
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55270

Abstract

Permasalahan mengenai isu-isu lingkungan semakin marak adanya di dunia ini. Beberapa hal tersebut sudah terjadi sejak lama, namun baru beberapa waktu belakangan ini muncul dan menarik perhatian masyarakat umum. Salah satu nya adalah mengenai permasalahan sampah plastik. Banyak gagasan yang dicetuskan untuk menyelesaikan masalah tersebut, seperti pembuatan Toko Zero-Waste. Toko Zero-Waste atau Zero-Waste Stores bermula dari negara-negara di Eropa, yang bertujuan untuk menghilangkan kemasan dari berbagai macam produk. Konsumen diharapkan untuk membawa wadah sendiri untuk membawa pulang produk yang diinginkan. Sudah banyak toko yang bermunculan di seluruh dunia, seperti di Indonesia. Indonesia memiliki toko Zero-Waste yang tersebar di pulau Jawa dan Bali, dimana toko-toko ini kebanyakan sudah dua tahun beroperasi. Observasi yang dilakukan terhadap proses bisnis atau business process yang dimiliki oleh toko-toko berkonsep Zero-Waste ini menunjukkan bahwa walaupun ada potensi pengembangan dari konsep toko ini, masih perlu dilakukannya inovasi agar dapat membantu menyelesaikan permasalahan sampah plastik Indonesia.
Pengembangan Model Evaluasi Total Cost of Ownership untuk Mengestimasi Umur Ekonomis pada Sebuah Subsistem Produksi yang Terdiri dari Beberapa Komponen (Studi Kasus di Industri Semen) Stanley Simon Mariono; Yudha Andrian Saputra
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55350

Abstract

Dalam ekonomi global, khususnya untuk item dengan nilai yang besar, pertimbangan biaya tidak berhenti hanya pada akuisisi melainkan sepanjang siklus hidup. Total Cost of Ownerhip (TCO) merupakan penjumlahan dari seluruh biaya dalam produk selama siklus hidup. Penggunaan istilah TCO dibandingkan life cycle cost (LCC) dipilih karena penelitian terfokus pada kepemilikan aset fisik. TCO dapat digunakan sebagai alat untuk membantu dalam pembuatan keputusan penggantian aset melalui penentuan umur ekonomis yang dihitung melalui equivalent uniform annualized cost (EUAC) TCO dengan mempertimbangkan discount rate dan tingkat inflasi per tahun. TCO melalui EUAC diproyeksikan ke dalam jangka waktu tertentu hingga mendapatkan nilai minimum untuk menentukan umur ekonomis. Umur ekonomis pada penelitian ini dipertimbangkan dalam ruang lingkup sistem untuk menemukan jangka waktu pengoperasian sistem yang dapat meminimalkan biaya dan menemukan komponen kritis yang berdampak pada EUAC dan umur ekonomis sistem tersebut. Pada penelitian ini, model TCO akan dikembangkan pada subsistem produksi yaitu Raw Mill dan Packer dengan mengakomodasi faktor ketidakpastian yang berkaitan dengan operasional, pemeliharaan, dan faktor produksi yang digunakan untuk mengestimasi umur ekonomis. Tujuan penelitian ini antara lain adalah melakukan evaluasi atau analisis terkait struktur TCO dan komponen penyusun dari TCO, mengembangkan teknik solusi dan rekayasa matematis yang diperlukan untuk mendapatkan profil TCO yang dapat digunakan untuk mengevaluasi TCO, dan menentukan estimasi umur ekonomis sistem, EUAC, profil biaya komponen, dan komponen kritis pada sistem Raw Mill dan Packer. Pengembangan model TCO dilakukan dengan metode simulasi monte carlo. Hasil estimasi umur ekonomis untuk sistem Raw Mill adalah 15 tahun dan Packer adalah 28 tahun. Nilai umur ekonomis dan EUAC pada sistem Raw Mill dipengaruhi secara signifikan oleh Roller Mill dari aspek kerusakan dan Raw Mill Fan dari aspek operasional, sedangkan untuk Packer dipengaruhi oleh Packing Machine secara keseluruhan.
Evaluasi Pemilihan Mesin Mobile Packer untuk Industri Semen dengan Metode MCDM Revino B Akmaldi; Yudha Andrian Saputra
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55353

Abstract

PT X merupakan perusahaan yang menguasai pangsa pasar Indonesia dengan memiliki market share sebesar 53,4%. Salah satu fasilitas produksi dengan kapasitas terbesar adalah Tuban Plant. Proses krusial di dalam penentuan output produksi pada fasilitas tersebut adalah proses packing. Konsep mobile packer machine mampu mengatasi permasalahan yang terjadi apabila salah satu atau beberapa mesin packer rusak sehingga kapasitas produksi semen bag menurun. Pada penelitian ini akan dicoba untuk membandingkan dua merek packer yang telah dimiliki oleh PT X, yaitu HB dan CP untuk diterapkan pada konsep mobile packer machine. Perbandingan dilakukan menggunakan metode MCDM dengan pertimbangan kriteria finansial dan non-finansial.. Kriteria finansial akan didapatkan menggunakan metode TCO dengan indikator nilai minimum EUAC dan umur ekonomis sebagai kriteria. Kriteria non-finansial akan menjadi representasi mobilisasi sesuai dengan konsep mobile packer machine. Bobot mesin dan set-up time akan menjadi kriteria non-finansial pada permasalahan ini. Perhitungan bobot dilakukan menggunakan metode CRITIC. Dengan hasil perhitungan menunjukkan bahwa kriteria nilai minimum EUAC memiliki bobot 0,579, umur ekonomis 0,203, bobot mesin 0,131, dan set-up time 0,087. Jika ditinjau dari kriteria finansial saja HB memiliki rata-rata nilai minimum UEAC yang lebih rendah dibandingkan CP yaitu sebesar Rp 726 juta dibandingkan dengan Rp 1.092 juta. Sedangkan dari umur ekonomis HB memili nilai rata-rata umur ekonomis yang lebih besar dibandingkan CP yaitu 33 tahun dibandingkan dengan 26 tahun. Berdasarkan nilai scoring yang didapatkan dari metode VIKOR dan comprehensive VIKOR jika mempertimbangkan kriteria finansial dan non-finansial maka alternatif yang paling baik juga HB. Pada penelitian ini juga akan ditampilkan bagaimana model evaluasi bisa digunakan untuk proses procurement dengan alternatif selain merek existing.