cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Kegiatan Operasional Depo Kereta Sidotopo PT. KAI (Persero) Ouny Rahman Nimassari; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.63655

Abstract

Depo Kereta Sidotopo merupakan salah satu bengkel perawatan, permeliharaan, dan perbaikan armada kereta milik PT. KAI (Persero). Kegiatan operasional bengkel Depo Kereta yang menghasilkan air limbah berasal dari kegiatan pencucian bogie dan perawatan genset kereta. Air limbah industri bengkel banyak tercampur oleh bahan pelarut/pembersih, bahan bakar, oli (minyak pelumas), dan air bekas cucian. Namun, hingga saat ini Depo Kereta Sidotopo belum memilki IPAL untuk mengolah limbah cair dari kegiatan operasionalnya tersebut. Sehingga, diperlukan adanya perancangan pengolahan air limbah dengan teknologi yang tepat sesuai dengan karakteristik air limbah Depo Kereta. Perencanaan pembangunan lPAL diawali dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder yang diperoleh dari survei lapangan, sampling maupun data dari instansi terkait. Setelah itu dilakukan pengolahan data dan perencanaan IPAL sesuai dengan kriteria desain dan prinsip pengolahan air limbah, kemudian diperoleh perencanaan berupa DED IPAL, Bill of Quantity (BOQ), Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan Standar Operasional Prosedur (SOP) operasional dan pemeliharaan IPAL.Berdasarkan hasil sampling terdapat beberapa parameter pencemar yang belum memenuhi baku mutu diantaranya yaitui minyak dan lemak 220 mg/L, BOD 172 mg/L, COD 358 mg/L, TSS 312 mg/L dan Fosfat 19,31 mg/L. Sistem IPAL yang terpilih untuk mengolah air limbah tersebut terdiri dari 1 unit Grease Oil Trap (0,6 m x 0,3 m x 0,8 m), 1 unit Bak Pengumpul (0,8 m x 0,8 m x 1,5 m), 1 unit Elektrokoagulasi (1 m x 0,5 m x 0,8 m), 1 unit Sedimentasi (1,2 m x 0,4 m x 1 m), 1 unit Filtrasi (0,5 m x 0,5 m x 0,65 m) serta 1 unit Sludge Drying Bed (2 m x 2 m x 0,5 m). Biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan IPAL adalah Rp. 78.476.500, sedangkan untuk biaya operasional IPAL pertahunnya membutuhkan listrik dengan biaya Rp. 14.400.000/tahun.
Perencanaan Sistem Daur Ulang Air Buangan Proses di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teritip Kota Balikpapan Abi Asmara Qurba; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.63676

Abstract

Ketersediaan air baku masih menjadi salah satu masalah di Kota Balikpapan. IPA Teritip merupakan satu-satunya yang menggunakan sumber air baku dari Waduk Teritip dan baru beroperasi tahun 2019 sebagai pemenuhan penyediaan air minum untuk sebagian besar wilayah Kecamatan Balikpapan Timur. Sehingga untuk mengatasi ketersediaan air baku yang tidak menentu yaitu dengan melakukan daur ulang dari air buangan pada proses pengolahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teritip. Perencanaan pengembangan ini menggunakan metode penyesuaian dengan prinsip dan kriteria perencanaan SPAM. Analisis dilakukan secara mendalam pada penggunaan air dalam unit proses, debit air buangan proses dan membandingkan efisiensi pengolahan. Sebelum menentukan sistem daur ulang air buangan, dilakukan pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan secara langsung pada survey lapangan dan analisis air buangan di laboratorium. Data sekunder dihimpun melalui arsip PDAM dan penelitian terdahulu. Setelah itu dilakukan pengolahan data dan perencanaan sistem daur ulang berdasarkan kriteria desain dan prinsip pengolahan air minum. Hasil dari pengolahan data dan perencanaan sistem daur ulang berupa jumlah debit air buangan yang dapat digunakan kembali sebesar 574,67 m3/hari, Detail Engineering Design (DED) yang meliputi perhitungan desain dan gambar detail unit ekualisasi (5,3 m x 5,3 x 2 m), unit sedimentasi (8,8 m x 2,2 m x 3 m) dan Sludge Drying Bed (5,3 m x 2,6 m x 1,5 m) dengan volume Bill of Quantity (BOQ) sejumlah 843 m3, Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp 405.970.000 dan biaya pengoperasian dan pemeliharaan sistem pengolahan daur ulang air buangan sebesar Rp. 56.834.064/tahun serta analisis kondisi eksisting pengolahan air minum terhadap pengolahan air buangan kembali yang dilakukan pada unit koagulasi dan flokulasi, unit sedimentasi dan unit filtrasi IPA Teritip.
Tinjauan Pengaruh Penambahan Jenis Filler terhadap Sifat Mekanik dan Biodegrdasi pada Bioplastik Pati Singkong Albin Zuhdi Rafid; Hosta Ardhyananta; Vania Mitha Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.64030

Abstract

Plastik konvensional merupakan peralatan yang telah banyak digunakan, namun memiliki permasalahan yang kompleks di lingkungan. Oleh karena itu dirancanglah sebuah inovasi pada bahan plastik yang lebih ramah lingkungan, yakni bioplastik. Bioplastik merupakan sebuah plastik biodegradasi ramah lingkungan yang terbuat dari bahan alam seperti pati. Pada proses pembuatannya, bioplastik ditambahkan sebuah filler untuk meningkatkan sifat-sifat yang ada pada bioplastik. Sehingga, kualitas plastik biodegradasi ini diharapkan dapat menyamai kualitas plastik konvensional sebelumnya, namun tidak merusak lingkungan. Adapun tujuan pada penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana efek penambahan jenis-jenis filler¬ terhadap sifat mekanik dan kemampuan biodegradasi bioplastik pati singkong. Filler yang digunakan pada tinjauan ini adalah Carboxymethyl Cellulose (CMC), Kenaf, Cellulose Nanofibers (CNF), Mikrokristalin Selulosa (MCC), Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), Kalsium Karbonat (CaCO3), Silika, Seng Oksida (ZnO), Kitosan, dan Clay. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan komparasi beberapa telaah jurnal dengan metode literature review. Berdasarkan studi literatur yang dilakukan, penambahan filler akan berpengaruh secara signifikan. Penambahan filler akan meningkatkan kekuatan tarik dan modulus young, namun akan menurunkan elongasi bioplastik. Selain itu, penambahan filler pada bioplastik juga akan menurunkan kemampuan biodegradasi pada bioplastik.
Identifikasi Kendala Proses Produksi Instalasi Pengolahan Air Minum Menggunakan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) (Studi Kasus: PDAM Tirta Cahya Agung Kabupaten Tulungagung) Rahmadika Bayu Yogaswara; Atiek Moesriati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.64106

Abstract

PDAM Tirta Cahya Agung melayani kebutuhan air minum di Kabupaten Tulungagung dengan mamanfaatkan air baku yang berasal dari hulu Sungai Song untuk diolah agar sesuai dengan parameter dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010. Kendala proses produksi air minum seperti tingkat kekeruhan air baku yang berfluktuasi cukup tinggi pada musim penghujan, tidak berfungsinya unit pengolahan dan faktor risiko yang lain dapat mempengaruhi kualitas air produksi yang dihasilkan oleh PDAM Tirta Cahya Agung. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dalam mengidentifikasi penyebab kegagalan pada proses produksi hingga ditemukan akar dari permasalahan yang dinilai dengan nilai Risk Priority Number (RPN) yaitu perkalian antara nilai severity, occurrence dan detection. Berdasarkan analisis menggunakan FMEA diperoleh nilai RPN yang tinggi pada aspek teknis dengan nilai dengan nilai 75 yaitu kondisi filter instalasi 100 L/detik, RPN dengan nilai 60 pada fluktuasi kekeruhan yang tinggi pada air baku dan nilai RPN 50 pada pelaksanan chlorinasi. Sedangkan pada aspek non teknis nilai RPN tertinggi pada analisis kualitas air. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan adalah pengawasan kualitas air baku, pelaksanaan klorinasi dan dilakukan analisis kualitas air sesuai Peraturan Meteri Kesehatan Nomor 736 Tahun 2010.
Arahan Pengembangan Wisata Budaya Situs Candi Tawangalun di Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo Eko Risdiyanto; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.64959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun arahan pengembangan wisata budaya situs Candi Tawangalun di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Dalam mencapai tujuan tersebut dilakukan melalui 3 sasaran. Pertama, Menentukan faktor - faktor yang berpengaruh dalam pengembangan wisata budaya situs Candi Tawangalun di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo menggunakan Analisis Delphi. Kedua, Mengidentifikasi karakteristik kondisi eksisting berdasarkan faktor yang berpengaruh pada wisata budaya situs Candi Tawangalun menggunakan Analisis Deskriptif, Ketiga, Menyusun arahan pengembangan wisata budaya situs Candi Tawangalun di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo menggunakan Analisis Triangulasi. Hasil dari penelitian ini, pada sasaran 1 didapatkan 17 Faktor yang berpengaruh dalam pengembangan wisata budaya situs Candi Tawangalun diantaranya adalah Keunikan yang dimiliki, karya seni patung, education tourism, nilai sejarah bangunan, produk budaya yang berwujud, produk budaya yang tidak berwujud, gapura, akomodasi, tempat makan, tempat parkir, jaringan air, jaringan listrik, jaringan jalan, moda transportasi umum, peran pemerintah, organisasi pengelola, promosi. Kemudian pada sasaran ke 2 didapatkan hasil berupa potensi dan masalah karakteristik faktor yang memiliki pengaruh terhadap pengembangan situs Candi Tawangalun. Sedangakan pada sasaran 3 didapatkan 23 Arahan pengembangan kemudian digolongkan kembali menjadi 10 arahan yang potensial untuk dikembangkan pada pengembangan situs Candi Tawangalun diantaranya adalah Arahan dari keunikan yang dimilki, Arahan dari Karya Seni Patung, Arahan dari Education Tourism, Arahan dari Nilai sejarah bangunan, Arahan dari produk budaya yang berwujud, arahan dari produk budaya yang tidak berwujud dan arahan dari gapura.
Arahan Optimasi Pemanfaatan Lahan Melalui Pendekatan Telapak Ekologis di Kabupaten Sidoarjo Deddy Setiawan; Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.64615

Abstract

Tingginya laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Sidoarjo yakni sebesar 1,62% berpotensi meningkatkan kebutuhan penduduk terkait luas lahan permukiman. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menciptakan alih fungsi lahan yang tidak terkendali dan akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu, mulai nampaknya pengurangan beberapa luas penggunaan lahan pangan seperti lahan perikanan yang menurun sebesar 53 Ha yang mengakibatkan penurunan produktivitas bandeng sebesar 3.490.500 Kg pada tahun 2009-2013 dan lahan pertanian sebesar ±300 Ha pada tahun 2016-2018. Keadaan tersebut tidak sesuai dengan slogan Kabupaten Sidoarjo yang menyatakan bahwa Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah yang subur sebagai lumbung pangan. Hal dapat menjadi masalah mengingat semakin besar jumlah penduduk, maka semakin besar pula kebutuhan pangan yang dibutuhkan. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan pendekatan telapak ekologis dengan melakukan perhitungan terkait biokapasitas (demand), telapak ekolgis (supply), dan keseimbangan defisit ekologis. Terdapat beberapa variabel penelitian ini, yakni populasi, lahan pertanian, lahan peternakan, lahan perikanan, dan lahan terbangun. Dari pendekatan dan varibel tersebut nantinya dapat diketahui luas eksisting lahan tahun 2018, kebutuhan telapak ekologis tahun 2019, rencana pola ruang tahun 2029, serta kebutuhan lahan tahun 2029. Kemudian hasil perhitungan tersebut digunakan untuk menghasilkan arahan optimasi yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi keseimbangan defisit ekologis Kabupaten Sidoarjo saat ini mengalami surplus sebesar 0,035016 gha/jiwa. Kondisi surplus ini masih dapat dipertahankan hingga tahun 2029 meskipun nantinya terjadi pengurangan penggunaan lahan pertanian, peternakan, dan perikanan yang digantikan dengan lahan terbangun seperti permukiman dan industri jika diarahkan dengan pemanfaatan lahan sebagai berikut: lahan pertanian menjadi seluas 15.234 Ha, lahan peternakan menjadi seluas 12.163 Ha, lahan perikanan menjadi seluas 9.882 Ha, lahan permukiman perdesaan menjadi seluas 5.795 Ha, lahan permukiman perkotaan menjadi seluas 19.235 Ha, dan lahan industri menjadi seluas 6.619 Ha.
Kombinasi Elektrodialisis dan Presipitasi dalam Recovery Amonium dan Fosfat dari Limbah Urin Riang Ursada; Arseto Yekti Bagastyo
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65107

Abstract

Urin manusia menjadi penyumbang nutrisi terbesar pada air limbah domestik dengan kandungan fosfor 50% dan nitrogen 80% padahal volumenya hanya 1% dari total volume limbah domestik. Urin yang terpisah berpotensi menjadi sumber nutrisi terbarukan. Presipitasi struvite (MgNH4PO4.6H2O) adalah pendekatan yang efisien dan sederhana untuk pemulihan nutrisi dari urin. Dalam penelitian ini dilakukan kombinasi elektrodialisis dan presipitasi dalam recovery amonium dan fosfat dari limbah urin sintetis dengan variasi kuat arus dan pH untuk presipitasi. Elektrodialis menggunakan reaktor skala labroatorium yang terbuat dari bahan akrilik dengan 3 kompartemen. Elektrodialisis menggunakan anoda karbon dan katoda stainless steel yang terhubung dengan DC Power Supply. Hasil konsentrat elektrodialisis kemudian dipresipitasi dengan jar test volume aktif 10 x 10 x 14 cm3 berbahan akrilik. Uji presipitasi struvite menggunakan variabel bebas yaitu variasi kuat arus 450 mA, 1150 mA, 1350 mA dan pH 9; 9,3; 9,5. variabel kontrol yaitu kecepatan pengadukan 158 rpm dengan waktu pengadukan 60 menit. Didapatkan kuat arus listrik optimum adalah 450 mA dengan persen removal amonium 36,64% dan persen removal fosfat 16,18%. pH presipitasi optimum terjadi pada pH 9,5. Presipitat yang diprediksi terbentuk selain struvite adalah brucite, trimagnesium phosphate, dan newberyite.
Perencanaan Alternatif Tempat Pembuangan Akhir Karimunjawa dengan Sistem Controlled Landfill Muhammad Syamsu Bachri; Herman Wahyudi; Musta'in Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65434

Abstract

Kepulauan Karimunjawa terdiri dari Pulau Karimunjawa, Kemujan, Parang, dan Nyamuk. Pulau Karimunjawa memiliki tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1,44% dan tingkat pertumbuhan wisatawan sebesar 28,22%. Kenaikan pertumbuhan penduduk dan wisatawan menyebabkan produksi sampah meningkat, sehingga Kementerian PUPR merencanakan TPA yang terletak di Pulau Karimunjawa. Rencana lokasi TPA Karimunjawa berada di kaki Bukit Gajah, sebagai akibatnya direncanakan penggalian tanah agar lahan sesuai dengan layout yang telah direncanakan dan menghasilkan talud galian dengan ketinggian 36,2 meter. Selain stabilitas talud, diperlukan adanya proteksi terhadap rembesan air lindi yang berasal dari timbunan sampah serta stabilitas timbunan sampah dengan ketinggian  20 meter. Berdasarkan hasil analisis dengan program bantu GeoStudio, diperoleh angka keamanan sebesar 0,531 terhadap perencanaan talud oleh Kementerian PUPR, sehingga diperlukan perkuatan talud yang direncanakan untuk mencegah kelongsoran pada talud TPA Karimunjawa dengan menggunakan perkuatan terasering, dinding penahan tanah kantilever, beronjong dengan angkur, serta soil nailing. Proteksi yang digunakan untuk menahan air lindi akibat timbunan sampah adalah lapisan geomembrane HDPE dengan ketebalan 1,5 mm. Dari perhitungan angka keamanan timbunan sampah dengan program bantu GeoStudio, diperoleh angka keamanan sebesar 1,554 sehingga tidak diperlukan perkuatan timnbunan maupun perbaikan tanah dasar pada zona landfill. Penurunan tanah yang terjadi akibat timbunan sampah sebesar 2,37 cm.
Kajian Konsep Alun-alun Surabaya Berdasarkan Persepsi Stakeholder Ni Luh Putri Widyarini Leira Kristina; Putu Rudy Satiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65265

Abstract

Alun-alun dalam konsep tata ruang kota Jawa Alun-alun merupakan lapangan rumput luas berbentuk persegi, dan di tengahnya terdapat pohon beringin yang dapat ditemukan hampir di setiap kediman penguasa daerah di kota Jawa, Alun-alun juga merupakan salah satu identitas bagi kota-kota di Pulau Jawa. Alun-alun juga di maknai sebagai pusat kemasyarakatan atau civic centre. Alun-alun merupakan ruang terbuka publik yang bersifat sakral yang dapat terlihat dari pemanfaatan, unsur fisik dan non fisik yang membentuk Alun-alun. Alun-alun Surabaya sendiri memiliki karateristik fisik dan prinsip-prinsip pengaturan ruang yang berbeda dengan Alun-alun Tradisonal atau Alun-alun pada umumnya, sehingga perlu diteliti mengenai pengaturan ruang serta karateristik fisik terhadap Alun-alun Surabaya, yang akan berdampak pada makna dan nilai kesakralan dari Alun-alun Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode content analysis yang bertujuan untuk mengetahui unsur fisik dan non fisik yang membentuk Alun-alun Surabaya. Dari penelitian ini didapatkan faktor-faktor yang membentuk konsep Alun-alun Surabaya yaitu aktivitas, ruang terbuka, elemen fisik (makro), elemen fisik (mikro), persepsi, sirkulasi, dan orientasi ruang. Faktor-faktor ini kemudian membentuk tema Alun-alun Surabaya yaitu sebagai Gathering Space, lalu pola ruang berdasarkan fungsi ruang yaitu terbentuk zona pemerintahan, zona ibadah, zona multifungsi, zona perdagangan dan jasa, dan zona ruang terbuka dan fungsi-fungsi ruang tersebut dimaknai dalam beberapa ruang antara lain ruang politik, ruang spritiual, ruang sosial, dan ruang ekonomi, serta zonasi kepemilikkan ruang di Alun-alun Surabaya ditemukan mayoritas merupakan ruang publik. Berdasarkan hasil tersebut memperlihatkan bahwa Alun-alun Surabaya mengalami pergeseran fungsi dan makna dari Alun-alun Tradisional.
Konfigurasi Spasial Ruang Publik Tugu Pahlawan Kota Surabaya Muhammad Arfiansyah Husein; Putu Rudy Satiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65237

Abstract

Tugu Pahlawan Kota Surabaya merupakan representasi dari sejarah yang terjadi di Kota Surabaya. Terdapat bangunan yang bersifat simbolik di dalam areal Tugu Pahlawan Kota Surabaya. Dari simbol tersebut dapat menimbulkan pemaknaan berbeda dari berbagai perspektif dan masih belum banyaknya literasi yang membahas Tugu Pahlawan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konfigurasi spasial ruang publik Tugu Pahlawan Kota Surabaya dan dua sasaran yang dapat menentukan zona-zona secara fisik maupun non fisik. Penelitian ini menggunakan metode content analysis dan analisis deskriptif kualitatif berdasarkan data survei menggunakan metode wawancara in-depth interview terhadap 8 responden. Responden berasal 3 stakeholder (pengelola, ahli, dan masyarakat). Lalu menginterpretasikan pendapat responden mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi konfigurasi spasial. Penelitian ini didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya konfigurasi spasial, yaitu: organisasi keruangan, tata letak, sirkulasi, orientasi, penanda, persepsi, perilaku masyarakat, nilai ekonomi, pemanfaatan ruang, nilai ruang dan zonasi ruang. Temuan bentuk konfigurasi spasial yang berupa penggambaran peta mental yang dimaknai sebagai zonasi non fisik. Pembagian zonasi berupa ruang kontemplatif, ruang ceremonial, ruang sosial, dan ruang sarana pendukung. Temuan ini berkontribusi untuk mengkonseptualisasikan dan memahami hubungan struktur spasial pada konteks kawasan lingkungan. Konfigurasi spasial digunakan untuk menjadi pedoman untuk pengembangan lingkungan yang terstruktur.