cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode Bowtie pada Proyek The Grandstand Surabaya Breegas Bramantio; Farida Rachmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.72060

Abstract

Risiko dapat didefinisikan sebagai suatu kemungkinan dari suatu kejadian yang dapat mempengaruhi suatu tujuan. Proyek konstruksi The Grandstand merupakan bagunan tingkat tinggi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja sehingga perlu dilakukan analisa risiko untuk mengantisipasi kemungkinan kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan standar Risk Management Standard AS/NZ 4360:1999. Penelitian ini dilakukan identifikasi risiko dengan menyebarkan kuisioner survey pendahuluan dan survey utama. Setelah itu dilakukan penilaian risiko berdasarkan hasil penyebaran kuisioner pada survey utama, dengan perhitungan likehood dan severity yang kemudian didapatkan matriks analisis risiko sehingga dapat diketahui risiko kecelakaan kerja yang paling dominan. Kemudian risiko tersebut di analisis penyebab, dampak, dan kontrolnya menggunakan analisis metode bowtie. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui risiko kecelakaan kerja yang paling dominan yaitu alat berat excavator terjatuh pada hazard kondisi tanah becek/licin dan pekerja jatuh dari ketinggian pada hazard pengerjaan bekisting kolom. Setelah itu dilakukan analisis menggunakan metode bowtie sehingga diperoleh hasil bahwa penyebab dari risiko tersebut yaitu pekerja ceroboh atau tidak fokus, dampak dari risiko tersebut adalah alat berat(excavator) terperosok ke lubang dan pekerja terjatuh dari ketinggian yang bisa dimitigasi dengan dilakukannya pemakaian APD dan fall arrest system yang benar dan melakukan¬ kampanye pemakaian APD oleh pihak K3 untuk mencegah risiko kecelakaan kerja.
Kajian Risiko Proses Pengolahan Lumpur Tinja Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) (Studi Kasus: Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Kota Batu) Sasi Kirana Iswara Mawangi; Atiek Moesriati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.72607

Abstract

Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Batu merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah Domestik Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu. Pada tahun 2017-2019 debit pengolahan IPLT Kota Batu sebesar 36 m3/hari. Berdasarkan hasil analisis laboratorium tahun 2017 – 2019, diperoleh hasil bahwa parameter indikator pencemaran tidak memenuhi baku mutu. Nilai effluent pada IPLT Kota Batu Tahun 2019 untuk parameter BOD, COD, TSS, pH, dan minyak lemak masing-masing sebesar 59,42 mg/L; 188,7 mg/L; 46,8 mg/L; 9,2; dan 6,5 mg/L. Sehingga diperlukan identifikasi terhadap terjadinya kegagalan pengolahan lumpur tinja untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko kegagalan serta saran perbaikan yang dapat dilakukan. Lingkup penelitian ini adalah mengevaluasi pengolahan air limbah pada operasional sebelum tahun 2019 dengan debit pengolahan 36 m3/hari. Analisis untuk meminimalisir kegagalan dalam pengolahan lumpur tinja menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Risiko terjadinya kegagalan pada instalasi pengolahan lumpur tinja dianalisis dengan menggunakan metode fishbone. Risiko tersebut dapat dihitung nilai severity, occurence, dan detection dari metode FMEA dan dari nilai tersebut dapat ditentukan prioritas penanganan dan perbaikan dengan mengalikan hasil nilai severity, occurence, dan detection yang dinyatakan dalam bentuk Risk Priority Number. Berdasarkan dari hasil analisis dan kuisioner yang didapatkan, upaya untuk memperkecil kegagalan pengolahan lumpur tinja diantaranya pengurasan rutin barscreen, memperketat SOP penyedotan lumpur tinja, pelatihan atau seminar tentang pengolahan tinja, mengontrol limbah masuk, perawatan pada unit ABR, Kolam Fakultatif, Kolam Maturasi, dan pompa vacuum truk tinja secara rutin.
Faktor- Faktor yang Berpengaruh dalam Pengembangan Ekowisata di Mangrove Edu Park, Kelurahan Berbas Pantai, Kota Bontang Berdasarkan Preferensi Stakeholder Claudia Natassya Toar; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.73882

Abstract

Kota Bontang merupakan salah satu daerah pesisir dengan kawasan yang tertutup hutan mangrove dan tersebar pada garis pantainya. Salah satu kawasan hutan mangrove di Kota Bontang terletak pada Kelurahan Berbas Pantai. Pada kelurahan ini, telah terdapat Mangrove Edu Park yang memanfaatkan keberadaan mangrove sebagai objek destinasi wisata. Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Bontang Tahun 2020-2030, Mangrove Edu Park diarahkan pengembangannya sebagai kawasan ekowisata. Namun pada kenyataannya pengembangan yang dilakukan belum optimal sesuai dengan konsep ekowisata. Terdapat permasalahan seperti sampah yang menumpuk di area mangrove, fungsi edukasi yang masih belum optimal, belum adanya penarikan biaya tiket masuk/ gratis untuk wisatawan, dan adanya peningkatan pengunjung yang tidak diimbangi dengan adanya pengaturan batasan pengunjung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor- faktor yang berpengaruh dalam pengembangan ekowisata Mangrove Edu Park Kelurahan Berbas Pantai berdasarkan preferensi stakeholder. Dalam proses analisis menggunakan metode content analysis dengan hasil in- depth interview pada stakeholder terpilih sebagai input. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 24 faktor yang berpengaruh dalam pengembangan ekowisata di Mangrove Edu Park Kelurahan Berbas Pantai Kota Bontang.
Perumusan Faktor Prioritas Pengembangan Pariwisata Kreatif Brem di Desa Kaliabu, Kabupaten Madiun Almassani' Nailan Shafa'; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.73564

Abstract

Kabupaten Madiun dikenal memiliki salah satu industri kreatif berupa oleh-oleh khas jajanan brem. Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Madiun Tahun 2018-2025, Desa Kaliabu termasuk kedalam Kawasan Pengembangan Pariwisata Caruban Raya (KPPK) dengan fungsinya adalah untuk mengembangkan potensi budaya tradisi dan industri kreatif. Akan tetapi, potensi kepariwisataan di Desa Kaliabu belum digali secara maksimal. Terdapat permasalahan seperti kurangnya atraksi wisata pendukung, belum terpenuhinya sarana & prasarana pariwisata, minimnya partisipasi dan SDM pada sektor pariwisata, rendahnya regenerasi industri brem, serta belum aktifnya peran pokdarwis mengakibatkan belum berjalannya kegiatan pariwisata. Dari permasalahan tersebut, sehingga tercetus tujuan penelitian yaitu untuk merumuskan faktor prioritas yang tepat dalam melakukan pengembangan pariwisata kreatif brem di Desa Kaliabu. Penelitian ini ditempuh dengan 2 tahap analisis. Pertama, merumuskan faktor internal (IFAS) dan faktor eksternal (EFAS) pengembangan pariwisata kreatif brem menggunakan metode Content Analysis. Kedua, merumuskan faktor prioritas pengembangan pariwisata kreatif brem menggunakan metode AHP. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode primer berupa in depth interview dan kuesioner AHP, serta metode sekunder berupa survey instansi dan dan studi literatur. Dari hasil penelitian didapatkan 14 faktor strength, 11 faktor weakness, 11 faktor opportunity dan 6 faktor threat. Kriteria strength memiliki bobot tertinggi (0,453) dan kriteria threat memiliki bobot terendah (0,113). Dipilih 3 faktor prioritas pengembangan pariwisata kreatif brem dari masing-masing kriteria berdasarkan pada sub variabel penelitian diantaranya : kegiatan menciptakan produk dari industri kreatif, tingkat pengetahuan dan keterampilan masyarakat, sektor pekerjaan masyarakat, serta kegiatan promosi/penjualan produk industri kreatif dan kegaitan pariwisata
Arahan Pengembangan Infrastruktur Berdasarkan Protokol CHSE pada Daya Tarik Wisata Pantai Pasir Putih Malikan, Desa Lojejer, Kabupaten Jember Selama Pandemi COVID-19 Inas Shafira Lailani; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.73666

Abstract

Pantai Pasir Putih Malikan atau yang lebih dikenal dengan Pantai Papuma merupakan pantai yang berada di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Meski letaknya berada 40 km dari pusat kota, kunjungan ke pantai ini masih cukup ramai dikarenakan keindahan dan keeksotisannya. Namun sejak adanya pandemi COVID-19, Pantai Papuma mengalami penurunan pengunjung yang sangat signifikan. Salah satu strategi untuk mengembalikan keadaan adalah dengan penerapan protokol CHSE pada lokasi wisata. Namun, dalam kondisi di lapangan, infrastruktur yang berdasarkan protokol CHSE tersebut masih dinilai dan dirasa kurang. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan arahan pengembangan infrastruktur berdasarkan protokol CHSE pada Daya Tarik Wisata Pantai Pasir Putih Malikan, Desa Lojejer, Kabupaten Jember selama pandemi COVID-19. Sasaran pertama adalah mengidentfikasi kondisi eksisting infrastruktur pariwisata berdasarkan protokol CHSE di kawasan daya tarik wisata Pantai Pasir Putih Malikan. Kedua, menganalisis tingkat kepentingan dan tingkat kinerja infrastruktur pariwisata berdasarkan protokol CHSE pada daya tarik wisata Pantai Pasir Putih Malikan Jember. Ketiga, memberikan arahan infrastruktur pariwisata berdasarkan protokol CHSE pada daya tarik wisata Pantai Pasir Putih Malikan Jember berdasarkan analisis tingkat kepentingan. Menggunakaan analisis IPA diketahui bahwa arahan pengembangan infrastruktur terbagi dalam tiga kategori prioritas. Infrastruktur yang masuk dalam kategori prioritas pertama yaitu Ruang Isolasi, Wastafel, Fasilitas pembelian tiket/pintu masuk, Penyediaan jaringan jalan, Moda Transportasi Umum, dan jaringan persampahan. Selanjutnya pada kuadran ke-II terdapat pos kesehatan, penandaan, jaringan air bersih, jaringan telekomunikasi, penyediaan lahan parkir terpusat, penyediaan pos keamanan, dan penyediaan toilet.
Penjadwalan Probabilistik pada Proyek Jalur Lintas Selatan LOT. 6 Irfananda Setiadi hutomo; Mohammad Arif Rohman
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.74300

Abstract

Pada umumnya dalam proses perencanaan jadwal proyek dibuat secara manual sehingga hasil penjadwalan dapat terjadi perbedaan dengan desain awal. Hal ini dapat disebabkan oleh tidak dimasukkannya unsur ketidakpastian dalam perencanaan jadwal proyek. Metode yang umum digunakan merupakan Metode deterministik dimana hanya memuat 1 durasi proyek saja. Untuk itu diperlukan pendekatan penjadwalan probabilistik yang dapat mengakomodasi ketidakpastian tersebut. Namun hal ini tidak memperhitungkan adanya penambahan durasi akibat kegiatan yang berbentuk paralel. Tujuan utama dari Tugas Akhir ini adalah melakukan penjadwalan probabilistik sebagai alternatif penjadwalan existing yang bersifat deterministik untuk menampung uncertainty pada proyek. Obyek yang ditinjau pada Tugas Akhir ini adalah Proyek Jalur Lintas Selatan LOT. 6 yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan hasil analisis Metode PERT, kondisi ekisting proyek didapatkan probabilitas durasi penyelesaian sebesar 95%. Simulasi Monte Carlo dilakukan sebanyak 2000 kali iterasi. Durasi berdasarkan hasil simulasi Monte Carlo yang dijalankan pada penjadwalan proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan LOT. 6 untuk Persentil 95, yaitu 1136 hari.
Penilaian Tingkat Kelayakhunian pada Kawasan yang Mengalami Proses Studentifikasi di Sukolilo Surabaya Adinia Nurusyifa Kaesi; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.77768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kelayakhunian kawasan yang mengalami studentifikasi di Sukolilo, Surabaya. Penilaian tingkat kelayakhunian ini dilakukan berdasarkan persepsi masyarakat. Langkah pertama adalah mengidentifikasi kriteria dan indikator kelayakhunian kawasan yang mengalami studentifikasi menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Langkah kedua adalah mengidentifikasi kelayakhunian kawasan menggunakan Importance-Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan persepsi masyarakat terdapat 4 kriteria dan 19 indikator kelayakhunian kawasan. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas layanan secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Selain itu, berdasarkan hasil identifikasi indikator prioritas untuk penanganan,terdapat itu 6 dari 19 indikator kelayakhunian meliputi, kondisi tingkat pendapatan, ketersediaan lapangan pekerjaan, kondisikebisingan, kualitas kesehatan masyarakat, kualitas udara, dankondisi keamanan. Hal itu disebabkan oleh yang kondisi kinerja enam indikator tersebut dibawah rata-rata sementara harapan/ekspektasi masyarakat mengenai performanya tinggi.
Konfigurasi Ruang Kawasan Pondok Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang Sonia Catarina Amalia; Karina Pradinie Tucunan
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.77427

Abstract

Makam Gus Dur yang terletak di Kawasan Tebuireng Jombang telah berkembang pesat menjadi kawasan wisata religi yang ramai dikunjungi oleh peziarah. Dalam perkembangannya, kawasan ini kemudian direncanakan sebagai kawasan wisata religi berskala nasional sehingga kedepannya akan dilakukan banyak pembangunan. Agar rencana ini dapat berjalan selaras dengan kehidupan masyarakat dan fungsi utama kawasan sebagai kawasan pendidikan berbasis Agama Islam, maka perlu diketahui konfigurasi ruang dari Kawasan Makam Gus Dur Tebuireng. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan yakni identifikasi delineasi Kawasan Makam Gus Dur Tebuireng Jombang dan perumusan konfigurasi ruang Kawasan Makam Gus Dur Tebuireng Jombang. Penulis melakukan pengumpulan data dengan melakukan In Depth Interview dan Focus Group Discussion serta observasi. Metode pengolahan data yang digunakan adalah content analysis dan mapping. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Kawasan Tebuireng dibatasi oleh batas-batas fisik seperti bangunan yang dikelola oleh Yayasan Pondok Pesantren Tebuireng dan bangunan lainnya serta batas sensori berupa jangkauan suara adzan dan juga transforming space berdasarkan kegiatan pengajian rutin dan pelaksanaan kegiatan eventual masyarakat setempat. Terdapat tiga pembagian ruang pada Kawasan Makam Gus Dur Tebuireng berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan di dalamnya yakni ruang berdasarkan fungsi dan fisikal, ruang spiritual, dan ruang berdasarkan konsepsi. Ruang berdasarkan fungsi dan fisikal adalah ruang yang terbagi menurut fungsi dan fisiknya serta kegiatan utama dominan yang ada pada kawasan tersebut. Ruang spiritual adalah ruang-ruang dimana terjadi hubungan vertikal antara manusia, Tuhan, dan energi abstrak lainnya. Ruang berdasarkan konsepsi (Transforming space) adalah ruang yang mampu berubah fungsinya sesuai situasi dan kondisi yang dikehendaki manusia yang menempatinya diantaranya perumahan dan jalan raya. Kebiasaan dan tradisi masyarakat yang beriringan dengan berjalannya kepercayaan masyarakat beragama Islam memunculkan ruang-ruang yang mampu berubah fungsinya (Transforming Space). Kegiatan-kegiatan yang ada di Kawasan Tebuireng juga mempengaruhi sifat-sifat masing-masing ruang mengakibatkan adanya perbedaan ruang publik dan ruang privat.
Analisis Penilaian Usaha dan Manajemen Risiko pada Keputusan Kelayakan Investasi dengan Mempertimbangkan Ketidakpastian (Studi Kasus : Akuisisi Jalan Tol oleh PT. X) Eka Vera Dewi; Naning Aranti Wessiani
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.61331

Abstract

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020 – 2024, proyek pembangunan jalan tol menjadi proyek prioritas pemerintah. Investasi jalan tol membutuhkan dana investasi yang besar sehingga pemerintah membuka kesempatan pihak swasta untuk mendanai proyek melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). PT X merupakan perusahaan swasta yang berperan sebagai operator sekaligus investor pada proyek jalan tol. Dalam proses akuisisi suatu saham jalan tol dari PT Y atau pemegang hak konsesi saat ini, perlu dilakukan penilaian usaha untuk menentukan nilai wajar dari proyek tersebut melalui parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PBP). Dengan WACC sebesar 8,742%, nilai NPV proyek sebesar Rp 2.576.439.484.130,00, IRR sebesar 15,39% dan PBP pada tahun ke-10 sehingga proyek layak untuk diakuisisi. Selain itu, terdapat masalah arus kas negatif yang perlu diatasi untuk menghindari kemungkinan kegagalan proyek dengan mengubah capital structure menjadi 38,5%:61,5% (self financing: bank loan) dan mengubah debt repayment profile atau melakukan working capital injection. Dalam bernegosiasi dengan PT Y, PT X perlu menetapkan harga maksimal akuisisi sehingga terhindar dari potensi kerugian. Harga akuisisi maksimal yang dapat dibayarkan oleh PT X adalah Rp 2.372.500.000.000. Berdasarkan karakteristik proyek jalan tol yang rentan akan risiko dan ketidakpastian, maka hasil uji kelayakan perlu diuji sensitivitas dengan menerapkan integrasi proses manajemen risiko berbasis ISO AS/NZS 31000:2018 dan proses assessment ketidakpastian dengan metode NPV-at-Risk berbasis simulasi Monte Carlo. Variabel risiko yang diidentifikasi adalah laju inflasi, forecast error volume LHR, volume LHR awal, biaya konstruksi dan biaya O&M. Output dari proses manajemen risiko berupa mitigasi risiko laju inflasi yaitu risk transfer kepada pemerintah dengan diubah menjadi fixed rate 3% yang menyebabkan standar deviasi dari rata – rata NPV semakin kecil dan level risiko laju inflasi menurun dari high risk menjadi low risk. Sedangkan untuk variabel risiko lain, mitigasi yang tepat adalah risk acceptance.
Perancangan Geometri dan Perkerasan Kaku Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan Seksi 5 Anna Aulya Pantja Gelora; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.63337

Abstract

Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan seksi 5 merupakan proyek strategis nasional yang dibangun oleh pemerintah untuk mencapai konektivitas 1,5 jam per 100 km dan sebagai penghubung menuju Bandara Kertajati untuk meningkatkan perekonomian di daerah sekitar. Pembangunan jalan tol dilakukan dengan perencanaan geometri, yaitu berupa bentuk fisik jalan yang baik dan sesuai dengan kondisi topografi. Tugas akhir ini merencanakan geometri, tebal perkerasan kaku, dan dimensi drainase berdasarkan peraturan Pengerjaan tugas akhir dimulai ini dari studi literatur, pemgumpulan data, perencanaan geometri jalan tol berupa alinyemen horizontal yang dilakukan untuk mendapatkan perancangan trase baru dengan memerhatikan kondisi topografi yaitu daerah perbukitan dan alinyemen vertikal yang dilakukan untuk mengetahui galian dan timbunan. Perencanaan tebal perkerasan kaku sesuai dengan beban lalu lintas yang terjadi, perencanaan dimensi saluran drainase sesuai dengan curah hujan yang terjadi, dan rencana anggaran biaya dengan batasan tertentu berdasarkan Harga Satuan Pokok Kegiatan Kota Madiun yang dikonversi dengan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) ke Kabupaten Sumedang. Hasil perancangan tugas akhir ini adalah Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan Seksi 5 dengan panjang 13,289 km, 10 PI dengan jenis tikungan Spiral-Circle-Spiral (SCS), 10 PVI (4 lengkung cembung dan 6 engkung cekung), tipikal dimensi drainase B = 0,45 m dan H = 1 m, volume galian 5.192.500,5 m3, volume timbunan 4.309.199,7 m3 , tebal pelat beton 305 mm, tebal lapis Lean Mean Concrete (LMC) 100 mm, tebal lapis drainase 150 mm, stabilisasi semen 300 mm, sambungan batang pengikat berdiameter 16 mm, sambungan susut melintang dengan diameter ruji 38 mm, dan total Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp936.254.823.670,42.