cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Prioritas Pengembangan Potensi Ekonomi Subsektor Tanaman Pangan di Kabupaten Tulungagung Bagian Selatan Alvynia Vinthesa Fahmi; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.76624

Abstract

Terdapat kekayaan sumber daya alam yang dimiliki wilayah selatan Jawa Timur, namun belum bisa tergarap secara optimal karena aksesibilitas yang terbatas. Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Jawa Timur merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi disparitas yang terjadi pada wilayah utara-selatan provinsi tersebut. Salah satu wilayah yang dilewati oleh infrastruktur ini adalah Kabupaten Tulungagung yang merupakan salah satu dari lima kabupaten andalan lumbung pangan Provinsi Jawa Timur. Dengan dibangunnya JLS akan membuka akses wilayah-wilayah yang dilewatinya dan berdampak pada pengembangan wilayah tersebut. Namun, upaya pembangunan tidak hanya berhenti di penyediaan infrastruktur saja. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi komoditas unggulan prioritas guna mengoptimalkan pembangunan ekonomi wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekonomi pada subsektor tanaman pangan dalam skala komoditas yang terdapat di daerah pembangunan JLS di Kabupaten Tulungagung, yakni Kecamatan Besuki, Tanggunggunung, Kalidawir, dan Pucanglaban, serta menentukan prioritas dan arahan pengembangan guna mengoptimalkan tujuan dari pembangunan. Terdapat tiga tahapan untuk mencapai tujuan tersebut, tahap 1 yaitu menentukan bobot dari kriteria-kriteria pengembangan ekonomi wilayah dengan analisis AHP, selanjutnya tahap 2 adalah menetapkan prioritas pengembangan potensi ekonomi wilayah dengan analisis TOPSIS, dan tahap 3 merumuskan arahan pengembangan prioritas potensi ekonomi wilayah dengan analisis Triangulasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jagung merupakan komoditas unggulan prioritas pengembangan dalam subsektor tanaman pangan di Kabupaten Tulungagung bagian selatan. Selanjutnya perlu adanya bantuan kepada petani untuk penggunaan benih berlabel, bermutu, dan berkualitas dalam meningkatkan produksi komoditas jagung.
Prediksi Potensi Deviasi Pola Ruang Permukiman Berbasis Cellular Automata (Studi Kasus: Kawasan Ekonomi Khusus Mekarputih, Kabupaten Kotabaru) Khairun Nisa Abdillah; Nursakti Adhi Pratomoatmojo; Fendy Firmansyah; Surya Hadi Kusuma
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.70325

Abstract

Kawasan mekaputih sebagai Kawasan Ekonomi Khusus memiliki rencana tata ruang yaitu RDTR kawasan mekaputih 2020-2040 yang berfokus pada industri. Dalam hal pelaksanaan, rencana tata ruang secara umum masih banyak terjadi penyimpangan di lapangan sehingga tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun. Didukung dengan RDTR kawasan mekaputih serta peluang besar dari minat investor dalam berinvestasi, akan menyebabkan urbanisasi yang menambah kebutuhan tempat tinggal khususnya untuk kebutuhan industri di kawasan mekarputih. Untuk mengantisipasi dampak negatif yang tidak terkontrol, maka kawasan mekaputih memerlukan sebuah prediksi perkembangan penggunaan lahan permukiman guna memberikan gambaran perkembangan penggunaan lahan permukiman, serta mengetahui potensi deviasi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model spasial prediksi potensi deviasi pola ruang permukiman Kawasan Ekonomi Khusus mekaputih, Kabupaten Kotabaru hingga tahun 2040 dengan menggunakan metode analisis cellular automata yang digunakan untuk melakukan prediksi perkembangan permukiman hingga tahun 2040, analisis delphi dan AHP (Analytical Hierarchy Process) dalam menentukan faktor yang mempengaruhi perkembangan permukiman di kawasan mekaputih beserta bobotnya. Hasil penelitian ini adalah model perkembangan permukiman di kawasan mekaputih tahun 2020-2040 dengan akurasi sebesar 95,52 % dan melihat potensi deviasi yang terjadi di masa mendatang. Perkembangan permukiman di kawasan mekaputih disebabkan oleh faktor fasilitas pendidikan, perdagangan dan jasa, jalan utama, jalan lingkungan, kawasan pabrik/industri, permukiman eksisting, serta peruntukkan ruang permukiman. Potensi deviasi yang terjadi apabila hasil prediksi dibandingkan dengan rencana pola ruang kawasan mekaputih yaitu permukiman yang mengkonversi penggunaan lahan lain seperti fasilitas umum, hutan, industri, pertanian, sempadan pantai, transportasi, dan RTH seluas 337,99 Ha, rencana pola ruang permukiman yang tidak berkembang menjadi permukiman seluas 229,018 Ha, perkembangan permukiman yang sesuai dengan RDTR seluas 487,87 Ha. Kebutuhan permukiman berdasarkan prediksi hingga tahun 2040 seluas 828,09 Ha, sedangkan di rencana pola ruang kawasan mekaputih hanya merencanakan permukiman seluas 580,36 Ha, sehingga berpotensi terjadi perubahan penggunan lahan yang tidak terkontrol.
Alternatif Perencanaan Dinding Penahan Tanah dan Pondasi pada Basement Gedung Menara Mandiri Denpasar Manatap Advent Christian; Suwarno Suwarno; Musta'in Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.70488

Abstract

Provinsi Bali merupakan provinsi mengalami pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang cukup pesat, untuk itu kebutuhan akan fasilitas kegiatan ekonomi juga semakin meningkat. Untuk menjawab kebutuhan tersebut Bank Mandiri memodifikasi gedung yang berlokasi di Jl. Surapati No.15 – 17, Denpasar, Bali menjadi gedung setinggi tiga lantai dengan dua lantai basement. Pada perencanaan pondasi eksisting direncanakan bored pile dengan diameter 0,8 meter. Evaluasi yang dilakukan yaitu kontrol daya dukung dan kontrol lateral. Berdasarkan evaluasi perencanaan eksisting didapatkan 2 titik pile yang tidak memenuhi terhadap kontrol lateral. Selanjutnya sebagai alternatif perencanaan pondasi direncanakan pondasi tikar dengan tebal pondasi sebesar tiga meter. Berdasarkan perhitungan daya dukung pondasi dangkal, didapati daya dukung tanah mampu menahan beban bangunan diatasnya. Kemudian, evaluasi dilakukan pada perencanaan contiguous bored pile sebagai struktur perencanaan. Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa struktur penahan pada area luar STP tidak mampu menahan momen akibat beban tanah dan tidak memenuhi syarat defleksi. Selain itu, pada area STP diketahui bahwa struktur penahan tidak memenuhi syarat kedalaman penurapan sehingga berpotensi mengalami kegagalan akibat heave. Setelah itu dilakukan alternatif perencanaan struktur penahan tanah berupa diaphragm wall dengan ketebalan dinding sebesar 0,6 meter dan dilengkapi oleh strut baja yang bertujuan untuk mengurangi momen dan defleksi yang diterima struktur penahan tanah.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Gedung Kampus II UINSA Surabaya Riski Nugrahaning Gusti; Putu Artama Wiguna
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.74036

Abstract

Risko merupakan kemungkinan atau ketidakpastian terjadinya suatu peristiwa yang tidak diharapakan ketika sedang melakukan pekerjaan yang dapat merugikan pihak yang sedang melakukan kegiatan tersebut. Dalam berkegiatan salah satu risiko yang mungkin muncul adalah risiko kecelakaan kerja, kecelakaan kerja dapat terjadi dalam semua bidang pekerjaan, salah satunya adalah bidang konstruksi. Kecelakaan kerja dalam bidang konstruksi sesungguhnya adalah hasil dari mitigasi risiko yang kurang tepat sasaran dalam menangani risiko kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh beberapa faktor utama yaitu faktor kondisi lingkungan, peralatan pekerjaan, dan pekerja itu sendiri. Oleh karena itu demi meminimalisir angka kecelakaan kerja diperlukan manajemen risiko kecelakaan kerja pada proyek konstruksi demi keselamatan pekerja dan keberhasilan suatu proyek. Tahapan yang akan dilakukan pada penelitian ini meliputi identifikasi risiko, penilaian risiko, analisis penyebab risiko, dan penanganan risiko. Identifikasi risiko dilakukan berdasarkan studi literatur tentang risiko yang ada pada pekerjaan di Proyek Pembangunan Gedung Kampus II UINSA. Setelah itu risiko akan dinilai menggunakan panduan sesuai dalam AS/NZS 4360:2004 yang menggunakan probability and impact matrix dalam penilaiannya. Kemudian risiko yang tergolong extreme akan dicari penyebabnya dengan Fault Tree Analysis. Setelah itu akan dilakukan perencanaan mitigasi risiko berdasarkan hasil penilaian risiko dan MOCUS. Hasil yang didapatkan dari penelitian penelitian ini adalah penyebab dari risiko extreme yang ada pada proyek yaitu risiko pekerja tertabrak alat berat yang disebabkan 13 penyebab dasar (basic event) dan analisa Minimal Cut Set menghasilkan 8 kombinasi penyebab dasar (basic event), serta risiko pekerja terjatuh dari ketinggian yang disebabkan 17 penyebab dasar (basic event) dan analisa Minimal Cut Set menghasilkan 9 kombinasi penyebab dasar (basic event). Selain penyebab dari risiko juga didapatkan bentuk penanganan untuk penyebab risiko salah satunya adalah adanya pengawasan yang dilakukan terhadap pekerja untuk menangani penyebab dasar (basic event) tidak konsentrasi dan terburu – buru dalam bekerja.
Ekstraksi Tapak Bangunan dari Orthophoto Menggunakan Model Mask R-CNN (Studi Kasus: Kelurahan Darmo, Kota Surabaya) Alfian Bimanjaya; Hepi Hapsari Handayani; Mohammad Rohmaneo Darminto
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.74747

Abstract

Peta dasar skala besar sangat dibutuhkan oleh kota besar/metropolitan seperti Kota Surabaya untuk perencanaan kota dan menunjang pembangunan kota cerdas. Salah satu informasi utama yang paling dibutuhkan dari peta skala besar adalah fitur bangunan. Ekstraksi tapak bangunan sendiri adalah pekerjaan yang sangat menantang karena banyak alasan, termasuk sifat heterogen dari geometri dan spektral bangunan, kompleksitas bangunan yang sulit diprediksi, dan data sensor yang kurang baik (yaitu bayangan, kontras yang buruk, dan perspektif citra yang buruk). Intepretasi yang dilakukan oleh operator secara visual masih merupakan pendekatan yang umum digunakan untuk ekstraksi informasi dari orthophoto. Akurasi intepretasi yang dihasilkan tergantung pada keterampilan dan pengalaman dari operator. Sehingga, dapat terjadi inkonsistensi pada data yang dihasilkan oleh operator yang berbeda. Beberapa tahun terakhir ini, ekstraksi otomatis tapak bangunan dari citra satelit resolusi tinggi maupun orthophoto menjadi isu penelitian penting dan menantang yang mendapat perhatian lebih besar. Banyak penelitian terbaru telah mengeksplorasi metode deteksi objek berbasis deep learning untuk meningkatkan kualitas ekstraksi bangunan. Dalam penelitian ini, penulis menerapkan metode deteksi objek berbasis Mask Region-based Convolutional Neural Network (Mask R-CNN) untuk ekstraksi tapak bangunan memanfaatkan orthophoto di daerah urban, yaitu Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya. Model Mask R-CNN secara kuantitatif sudah cukup baik dalam mendeteksi objek namun kualitas geometri delineasi batas bangunan masih perlu diperbaiki. Beberapa strategi dirancang dan digabungkan dengan model deteksi objek berbasis Mask R-CNN, termasuk segmentasi orthophoto, post-processing menggunakan alat otomatis yang terdiri dari regularisasi poligon untuk membuat bangunan lebih teratur, remove overlap untuk menghilangkan tumpang tindih antar bangunan, fill gap untuk mengisi celah antar bangunan dan integrasi hasil ekstraksi untuk keseluruhan area studi. Metode otomatis yang penulis terapkan menghasilkan kinerja yang baik dengan presisi 91,43%; kelengkapan (recall) 82,97%; dan skor-F1 86,99%.
Prediksi Perubahan Tutupan Lahan Pasca Pembangunan Gerbang TOL Soreang di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung Menggunakan Regresi Logistik Biner Andre Saputra Dabukke; Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.75266

Abstract

Wilayah yang berubah menjadi kawasan perkotaan umumnya disertai dengan peningkatan jumlah infrastruktur untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Hal ini dialami oleh Kecamatan Soreang yang mulai bertumbuh menjadi kawasan perkotaan serta didukung oleh infrastruktur transportasi berupa Gerbang TOL. Adanya Gerbang TOL di Kecamatan Soreang berpotensi untuk memicu perkembangan lahan di kawasan sekitarnya. Dengan adanya penelitian yang memprediksi perubahan tutupan lahan diharapkan dapat membantu pemerintah sebagai pemangku kebijakan untuk mencegah terjadinya perubahan lahan yang tidak terkendali. Tujuan dari penelitian ini dicapai dengan menentukan variabel penentu perubahan tutupan lahan berdasarkan persepsi stakeholder, membuat model matematis perubahan tutupan lahan di Kecamatan Soreang menggunakan metode regresi logistik biner yang divalidasi menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE), serta membuat prediksi perubahan tutupan lahan menggunakan analisis spasial yang didukung oleh teknik validasi Confusion Matrix. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat 14 variabel yang dinilai berpengaruh terhadap perubahan tutupan lahan di Kecamatan Soreang pasca pembangunan Gerbang TOL Soreang. Tinggi rendahnya probabilitas perubahan tutupan lahan dipengaruhi oleh jarak dari variabel – variabel tersebut. Hasil perumusan model spasial perubahan tutupan lahan menghasilkan nilai probabilitas sebesar 0,000000001858 sampai dengan 0,999804. Luasan lahan non – terbangun yang memiliki potensi untuk mengalami perubahan tutupan lahan adalah penggunaan lahan Hutan, Perkebunan, Pertanian dan Peternakan, serta Area Terbuka dengan total luasan sebesar 309,109 hektar. Selain itu terdapat potensi pelanggaran pada rencana pola ruang kawasan lindung, yakni pada Sempadan Sungai dan Perairan dengan total luasan sebesar 63,117 hektar.
Penentuan Faktor-Faktor Prioritas Pengembangan Kawasan Agropolitan Komoditas Unggulan Tanaman Pangan Padi di Kecamatan Balung Kabupaten Jember Siska Brilliant Ramadhanty; Surya Hadi Kusuma
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.77388

Abstract

Arah kebijakan konsep pengembangan agropolitan di Kecamatan Balung Kabupaten Jember ditetapkan sejak tahun 2015, dan tertuang dalam RTRW Kabupaten Jember tahun 2015-2035. Namun, sampai saat ini penerapannya di lapangan belum ada. Produksi tanaman padi merupakan komoditas unggulan terbesar diantara komoditas tanamana pangan lainnya dan penyumbang utama sektor pertanian dalam pemasukan PDRB Kabupaten Jember tiap tahunnya. Hasil produksi komoditas tanaman padi (pada sub sistem agropolitan hulu) mengalami angka penurunan produksi dari tahun 2016 (41.452 Kuintal) hingga 2018 (35.872 Kuintal), sehingga kontribusi nilai komoditas tanaman pangan padi terhadap PDRB Kabupaten Jember juga mengalami penurunan. Kecamatan Balung merupakan kawasan penghasil tanaman pangan padi di Kabupaten Jember. Jumlah petani di Kecamatan Balung juga mengalami penurunan dikarenakan pekerjaan sebagai petani dianggap tidak mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, diperlukan arahan pengembangan kawasan agropolitan komoditas unggulan tanaman pangan padi di Kecamatan Balung. Penelitian ini menggunakan teknik Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan software expert choice untuk menentukan faktor-faktor prioritas yang berpengaruh dalam pengembangan kawasan agropolitan. Selanjutnya untuk mengetahui kesesuaian faktor-faktor prioritas tersebut dengan kondisi fakta (potensi masalah) di lapangan digunakan teknik Analisa Deskriptif. Terdapat 17 (tujuh belas) faktor yang berpengaruh dari 4 (empat) aspek pengembangan kawasan. Aspek lahan memiliki faktor prioritas lahan pertanian; aspek sarana dan prasarana memiliki faktor prioritas penyediaan air baku; aspek tenaga kerja memiliki faktor prioritas tenaga kerja produksi; dan aspek sistem kelembagaan memiliki faktor prioritas organisasi petani.
Identifikasi Pola Perkembangan Wilayah di Kabupaten Sidoarjo Tahun 2009-2020 Lusiana Resantie; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.78928

Abstract

Kabupaten Sidoarjo sebagai bagian dari Surabaya Metropolitan Areas (SMAs) mengalami proses urbanisasi yang pesat, diiringi dengan laju peningkatan jumlah penduduk. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduknya, Kabupaten Sidoarjo menjadi salah satu pasar untuk kegiatan pengembangan perumahan. Urban growth berkontribusi pada pelayanan sarana dan prasarana, pertumbuhan ekonomi yang juga menyediakan kesempatan kerja. Lebih jauh sprawl juga memiliki dampak negatif seperti kemacetan, penuruan kualitas dan kuantitas air bersih, polusi udara, kurangnya lahan hijau, dsb. Untuk mengurangi dampak negatif dari sprawl, perlu adanya pemahaman terkait karakteristik perkembangan yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur urban growth di Kabupaten Sidoarjo dan korelasinya terhadap bentuk kota. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis nilai kawasan perkotaan yang baru tumbuh menggunakan indeks ekspansi perkotaan dengan bantuan software ArcGIS. Kemudian menentukan hasil perhitungan indeks ekspansi perkotaan dan mengelompokkannya kedalam 3 tipe yakni edge growth (EG), infilling (IF) dan leapfrog (LF). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengembangan kawasan terbangun seluas 9.539,35 ha dari tahun 2009 hingga 2020 dengan dominasi tipe infilling sebesar 58%, edge growth 40% dan leapfrog development 2%. Selanjutnya adalah perubahan pada penggunaan lahan hijau seluas 6.032,694 ha, dengan konversi terbesar ada pada penggunaan sawah irigasi yakni seluas 3.313,714 ha.
Deliniasi Zona Pengembangan Agrowisata Herbal di Desa Oro-oro Ombo Kota Batu Berdasarkan Kesesuaian Lahan Ferry Dwi Cahya; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.79354

Abstract

Kota Batu sebagai salah satu sentra pariwisata menginisiasi pengembangan agrowisata yang sesuai dengan visi yang tercantum dalam RPJMD Kota Batu tahun 2017-2022. Namun, akibat pandemi COVID-19 terjadi pergeseran anggaran belanja yang berkurang sebesar 35,17% dalam program promosi dan pemasaran pariwisata, setelah kurang lebih 16 bulan pandemi COVID-19 berlalu, salah satu langkah pencegahan virus corona adalah dengan mengonsumsi obat-obatan herbal, hal tersebut melatarbelakangi adanya pengembangan arahan agrowisata herbal. Desa Oro-oro Ombo memiliki potensi sebagai kawasan agrowisata herbal dengan luas lahan perkebunan yang mencapai 276 ha dengan kondisi fisiografis dataran tinggi dan sebagian besar masyarakatanya bekerja sebagai petani. Namun, masih terdapat permasalahan terkait kesesuaian lahannya, yaitu geomorfologi yang bervariatif sehingga aksesnya cukup sulit, serta belum adanya arahan pengembangan agrowisata herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun arahan pengembangan agrowisata herbal di Desa Oro-oro Ombo berdasarkan kesesuaian lahan agar sesuai dengan karakteristik dan fungsi agrowisata. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif. Pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode overlay dengan data-data berupa peta kesesuaian lahan dan penggunaan lahan yang diolah dalam software ArcGIS untuk mengidentifikasi zona yang sesuai sebagai pengembangan klasifikasi tanaman herbal dan mendeliniasi zona pengembangan agrowisata herbal. Sedangkan untuk pendekatan kualitatif menggunakan metode analisis triangulasi untuk dapat menyusun arahan pengembangan agrowisata herbal di Desa Oro-oro Ombo berdasarkan kesesuaian fungsi tiap karakteristik. Hasil dari penelitian ini adalah deliniasi zona pengembangan yang terbagi menjadi 5 zona. Pada tiap zonanya memiliki karakteristik pengembangan pembentuk agrowisata yang bermacam-macam dan saling bersinergi.
Arahan Pemanfaatan Ruang untuk Aktivitas Pendukung Bandar Udara Juanda Adelline Fibriana; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.79686

Abstract

Sistem transportasi yang layak dan efisien merupakan komponen fundamental dan penting bagi perekonomian wilayah mana pun. Perkembangan Bandar Udara Juanda meningkat pesat dan memiliki peran yang vital bagi perekonomian Indonesia, baik dari segi komersial maupun militer. Bandar Udara Juanda juga berperan penting sebagai pintu gerbang Indonesia ke perekonomian dunia melalui penerbangan internasionalnya. Besarnya peran yang dimiliki bandara ini membuat ditetapkannya Kawasan Ekonomi Khusus perdagangan di sekitar Bandar Udara Juanda yang berada di Kecamatan Sedati, guna mendukung keberadaan dan peran bandara. Namun, di wilayah tersebut, perdagangan yang tumbuh masih berskala lokal. Selain itu, muncul berbagai permasalahan ruang, seperti banjir, kemacetan, dan kawasan kumuh. Sehingga perkembangan kawasan sekitar tidak dapat mendukung keberadaan bandar udara. Perlu adanya penelitian yang mengkaji bagaimana arah pemanfaatan ruang sehingga aktivitas yang ada dapat mendukung bandar udara. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Delphi, Analytical Hierarchy Process (AHP), analisis komparasi deskriptif, dan triangulasi data. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa ada 20 aktivitas pendukung Bandar Udara Juanda, dan terdapat lima aktivitas yang paling penting, yaitu Ruang Terbuka Hijau, Jaringan Jalan, Sistem Persampahan, Jalur Kereta Api, dan Minimarket. Adapun arah pemanfaatan ruang untuk lima aktivitas tersebut, yaitu perlunya dilakukan penambahan luas RTH pada bagian Barat dan Timur Bandar Udara yang masuk ke dalam kawasan kebisingan tingkat tiga, pelebaran jalan untuk aksesibilitas internal kawasan sekitar Bandar Udara Juanda, yakni di Jalan Sedati Gede, Garuda, Rajawali, Pulungan, dan Buncitan, pengembangan teknologi dalam sistem pengolahan persampahan, pengembangan jalur kereta api, serta penambahan pengembangan minimarket secara lebih spesifik dalam rencana tata ruang.