cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Pengaruh Pergerakan Barge terhadap Pergerakan Struktur Riser Support Jacket pada Proses Lifting Tahap Instalasi Rifki Mahardi; Yoyok Setyo Hadiwidodo; Rudi Walujo Prastianto
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.66967

Abstract

Proses instalasi merupakan tahap terakhir dari serangkaian tahapan fabrikasi struktur Jacket. Pada penelitian ini, struktur Jacket akan diinstalasi dengan metode lifting. Keamanan pada proses lifting perlu diperhitungkan secara tepat agar selama proses tidak terjadi kegagalan. Salah satunya adalah bagaimana pengaruh pergerakan barge terhadap pergerakan struktur saat dilakukan proses lifting. Barge yang digunakan pada penelitian terlebih dahulu dimodelkan menggunakan Software MOSES untuk mengetahui bagaimana pergerakannya ketika proses lifting dilakukan. Struktur riser support dimodelkan menggunakan Software SACS untuk mengetahui titik beratnya, selanjutnya dilakukan perhitungan panjang sling. Model lifting kemudian diinput pada Software OrcaFlex untuk menganalisa pengaruh pergerakan barge terhadap pergerakan struktur. Analisa dilakukan pada lima arah pembebanan yaitu 0°, 45°, 90°, 135°, dan 180°. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pergerakan barge yang memiliki dampak paling besar terhadap pergerakan struktur terjadi saat arah pembebanan 90° dengan nilai maksimum offset pergerakan barge adalah 1,93 m dan maksimum offset pergerakan struktur sebesar 0,96 m terhadap clearance crane boom. Pada kondisi lainnya, arah pembebanan 0° simpangan maksimum yang terjadi pada barge adalah 0,52 m dan simpangan maksimum pergerakan struktur adalah 0,67 m. Pada arah pembebanan 45°, simpangan maksimum pada barge adalah 0,24 m dengan simpangan maksimum pergerakan struktur adalah 0,86 m. Arah pembebanan 135° simpangan maksimum barge adalah 0,89 m dan simpangan maksimum struktur adalah 0,30 m. Sedangkan pada arah pembebanan 180°, simpangan maksimum barge 0,12 m adalah 0,27 m.
Studi Geomatika untuk Rekomendasi Jalur Kabel Laut di Selat Bali Torana Arya Gasica; Khomsin Khomsin; Yuwono Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.69953

Abstract

Sepertiga kebutuhan listrik di Pulau Bali berasal dari transmisi dari Pulau Jawa yang disalurkan melalui kabel bawah laut atau jaringan interkoneksi. Listrik Pulau Bali hidup dari transmisi dari Pulau Jawa karena lebih hemat jika dialirkan lewat kabel bawah laut dibandingkan dari pembangkit listrik. Perencanaan jalur kabel laut harus didukung dengan adanya survei hidrografi yang termasuk dalam keilmuan Geomatika. Studi ini mempelajari aspek geomatika melalui karakteristik fisik lautan dan fitur dasar laut untuk memberikan rekomendasi perencanaan jalur kabel laut di Selat Bali. Parameter yang digunakan adalah peta klasifikasi lereng bawah laut, peta klasifikasi sedimen dasar laut, peta arus, peta jarak terdekat, dan peta batimetri. Penelitian ini menggunakan pendekatan SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk menghasilkan area perencanaan rute kabel. Berdasarkan penelitian ini, peta rekomendasi untuk area perencanaan jalur kabel bawah laut divisualisasikan ke dalam tiga kategori: aman dan direkomendasikan, resiko sedang, dan resiko tinggi. Zona aman dan direkomendasikan memiliki total luas 1496920,86 m2. Zona resiko sedang memiliki total luas 10581508,84 m2, sedangkan area dengan total luas 1728576,47 m2 masuk ke dalam zona resiko tinggi.
Desain Kapal Pengangkut Sapi dan Log Carrier Rute NTB - Kalimantan Timur Andhika Asmara; Hasanudin Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.80008

Abstract

Rencana pemindahan lokasi Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta ke Kabupaten Panajam, Kalimantan Timur memerlukan banyak persiapan. Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim kemungkinan penduduk di Provinsi Kalimantan Timur akan bertambah sebanyak 1.5 juta jiwa. Penambahan itu diprediksi juga akan berimbas pada meningkatnya jumlah konsumsi daging sapi sekitar 50%. Dengan kondisi seperti itu, perlu adanya penambahan distribusi daging sapi ke Provinsi Kalimantan Timur untuk memenuhi peningkatan konsumsi daging sapi di daerah tersebut. Namun desain kapal pengangkut ternak yang ada sekarang memakan biaya untuk perjalanan balik kapal akan sangat tinggi karena kapal tidak bisa membawa muatan selain ternak sapi. Pada Penelitian ini dilakukan desain kapal pengangkut sapi dan log carrier dengan payload yang didapatkan dari analisa suplai dan permintaan untuk daging sapi dan kayu gelondong. Kemudian dilakukan pencarian ukuran utama dengan menggunakan metode geosim. Tahapan selanjutnya adalah menghitung dan melakukan analisa teknis berupa hambatan, kapasitas mesin, berat dan titik berat total, trim, freeboard dan stabilitas. Tahap selanjutnya adalah mengambar rencana garis, rencana umum dan 3D kapal. Tahap terakhir adalah analisa ekonomis. Didapatkan ukuran utama kapal adalah Lpp : 82.6 m, LoA : 87.5 m, Lebar : 13.2m, tinggi : 6.6 m, sarat : 4.4 m, displasemen : 3691 ton. Biaya pembangunan membutuhkan anggaran dana sebesar Rp 51,654,734,805. Biaya operasional sebesar Rp 21.468.555.616. Pendapatan pertahun adalah Rp 34,862,428,065 dengan payback 8 tahun, 3 bulan dan 13 hari.
Optimasi Cantilever Kapal Sesuai Peraturan Biro Klasifikasi Indonesia Menggunakan Bahasa Pemrograman C# Wina Kurnia Fitri Salsabila; Dony Setyawan
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.80227

Abstract

Cantilever merupakan konstruksi pada kapal yang dapat menggantikan fungsi pillar. Dalam peraturan BKI tidak terdapat rumus perhitungan cantilever secara langsung sehingga dibutuhkan pendekatan untuk menghitung modulus cantilever yang memenuhi persyaratan tegangan ijin serta ukuran cantilever yang optimum dari modulus tersebut. Penelitian ini merancang sebuah program komputer mengenai optimasi cantilever kapal menggunakan bahasa pemrograman C#. User perlu memasukkan nilai data kapal seperti ukuran utama dan kondisi persyaratan lain agar program dapat menghitung secara urut mulai dari beban dinamis, beban geladak cuaca, beban geladak muatan, tebal pelat geladak, lebar pelat efektif, modulus minimum, modulus desain, hingga bracket. Modulus minimum yang diperlukan untuk memenuhi tegangan ijin dihitung menggunakan konsep reaksi tumpuan pada 11 titik kelipatan 0,1 x/L. Iterasi dilakukan pada tinggi web cantilever. Validasi hasil perhitungan dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan secara manual dengan menggunakan program. Pengujian program dilakukan menggunakan variasi rasio ujung cantilever 1:1, 1:2, dan 1:3, serta variasi tebal cantilever 6mm, 8mm, 10mm, 12mm, 14mm, dan 16mm. Selisih modulus desain yang didapatkan dari hasil pengujian bervariasi antara 0-5% dengan selisih modulus desain rata-rata sebesar 0.984%. Hasil Pengujian tersebut menunjukkan bahwa semakin besar tebal pelat yang digunakan maka tinggi web yang dihasilkan menjadi lebih kecil dan berat cantilever yang dihasilkan semakin besar.
Analisis Pengaruh Misalignment Center Deck Girder terhadap Tegangan Setempat pada Kapal Patroli Pramudya Ulul Azminulloh; Achmad Zubaydi; Mohammad Nurul Misbah; Rizky Chandra Ariesta
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.80303

Abstract

Pemasangan sambungan center deck girder yang kurang tepat pada konstruksi geladak yang terletak di joint block kapal patroli yang kurang tepat menyebabkan terjadinya misalignment. Misalignment center deck girder dapat menimbulkan konsentrasi tegangan. Tegangan yang terjadi di sekitar center deck girder mengalami peningkatan akibat beban pelat deck & berat superstructure. Sehingga dilakukan analisis tegangan dengan acceptance criteria memenuhi atau tidak dengan tegangan ijin badan klasifikasi (BKI) dan aturan IACS. Perhitungan tegangan pada misalignment center deck girder dilakukan dengan studi numerik menggunakan metode elemen hingga. Variasi yang dilakukan adalah model struktur geladak dengan misalignment center deck girder bagian face plate yang dimodelkan dengan 11 variasi misalignment, yaitu 0 mm; 0,5 mm; 1 mm; 1,5 mm; 2 mm; 2,5 mm; 3 mm; 3,5 mm; 4 mm; 4,5 mm; 5 mm. Pemodelan struktur geladak untuk perhitungan elemen hingga dilakukan dengan finite element analysis software. Hasil analisis menunjukkan peningkatan tegangan pada variasi misalignment center deck girder. Variasi misalignment di atas 3 mm menghasilkan tegangan yang tidak memenuhi tegangan ijin BKI dan sesuai dengan aturan IACS No. 47. Besar nilai tegangan yang dihasilkan dari model tanpa misalignment menghasilkan nilai tegangan yang berbeda dengan model misalignment. Dimana semakin besar misalignment yang terjadi maka semakin besar juga nilai tegangan yang dihasilkan.
Desain Hospital Catamaran untuk Operasional Pulau-pulau di Provinsi Maluku Utara Nur Mutmainah; Hasanudin Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.80268

Abstract

Kapal rumah sakit dapat menjadi solusi untuk permasalahan kesehatan di wilayah dengan banyak pulau seperti Provinsi Maluku Utara. Hal ini dikarenakan kapal bersifat fleksibel dapat menjangkau antar pulau. Pada Penelitian ini, kapal rumah sakit didesain dengan bentuk lambung katamaran karena dibutuhkan geladak yang luas. Kapal didesain setara dengan rumah sakit tipe C yang memiliki 4 jenis pelayanan kesehatan dasar. Kapal direncanakan berkeliling dengan 9 titik pemberhentian. Ukuran utama kapal ditentukan berdasarkan jumlah kebutuhan luasan rumah sakit, akses, dan perlengkapan mooring yaitu sebesar 1023.59 m2. Luasan tersebut dibagi menjadi dua geladak operasional rumah sakit. Ukuran utama yang didapat antara lain lpp 38.43 meter, lwl 40 meter, loa 44 meter, Bm 15 meter, lebar demihull B1 4.3 meter, jarak antar demihull S 10.7 meter, H 4.8 meter, T 2.14 meter, cb 0.397, dan vs 12 knot. Pada Penelitian ini dilakukan analisis performance, keselamatan, dan kenyamanan kapal dan diperoleh nilai hambatan total kapal sebesar 194.36 kN, nilai freeboard aktual kapal 2.66 meter. Berdasarkan hasil analisis kenyamanan penumpang disimpulkan bahwa penumpang tidak mengalami gejala mabuk laut selama 3 jam pelayaran dengan kecepatan 0 knot dan 12 knot pada kondisi following seas, beam seas, dan head seas. Nilai biaya pembangunan satu unit kapal rumah sakit yaitu Rp24,517,140,725.61-, dan biaya operasional per tahun adalah Rp14,100,393,318-,
Analisa Teknis dan Ekonomis Pengembangan Fasilitas Bengkel Reparasi untuk Mendukung Peningkatan Kapasitas Floating Dock Ghazilio Dzakwanramadhanus; Sri Rejeki Wahyu Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.80345

Abstract

Dana PMN yang diterima oleh PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari mencapai nilai 900 miliar rupiah dengan 230 miliar rupiah digunakan pada PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari Galangan Unit Satu untuk mendatangkan floating dock baru yaitu floating dock Kalpataru berukuran 9.000 TLC untuk menggantikan beberapa floating dock yang sebelumnya tidak dapat beroperasi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan fasilitas bengkel reparasi kapal yang akan digunakan untuk mendukung peningkatan kapasitas floating dock menjadi 9.000 TLC. Pertama, dilakukan observasi dan pendataan terhadap fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh bengkel yang digunakan dalam proses reparasi kapal. Kedua, dilakukan analisa terhadap kondisi eksisting berdasarkan data yang telah didapatkan. Ketiga, dilakukan analisa terhadap pengembangan fasilitas bengkel yang akan dilakukan sesuai dengan repair list yang telah didapatkan. Keempat, dilakukan analisa terhadap kelayakan investasi dari pengembangan fasilitas bengkel tersebut. Hasil penelitian ini adalah diperlukan biaya sekitar 13.8 miliar rupiah untuk pengembangan fasilitas bengkel reparasi kapal sebanyak 53 unit mesin untuk mendukung peningkatan kapasitas floating dock Kalpataru 9.000 TLC dengan perkiraan payback period pada tahun ke-3 bulan ke-3 dengan nilai benefit & cost ratio sebesar 1.32 yang dimana nilai tersebut lebih besar dari 1 sehingga investasi untuk pengembangan fasilitas bengkel reparasi kapal layak untuk dilakukan.
Analisis Teknis dan Ekonomis Perbandingan Laju Korosi Material Baja Galvanis dan Aluminium untuk Memprediksi Umur dan Biaya Reparasi Lambung Kapal M. Rafee Revaldi Marcell; Heri Supomo; Mohammad Sholikhan Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.80372

Abstract

Konstruksi pada lambung kapal memegang peranan penting dalam pembangunan kapal. Diperlukan material dengan karakteristik yang tepat untuk dijadikan sebagai bahan lambung kapal. Ketahanan korosi yang buruk pada material baja menjadi salah satu kekurangan yang menyebabkan banyaknya kerugian. Adapun keunggulan material aluminium yaitu massa jenis yang lebih ringan dan memiliki daya tahan korosi yang tinggi. Namun, salah satu kekurangan aluminium adalah nilai jualnya yang tinggi serta memerlukan biaya yang mahal dalam proses pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan kapal. Galvanisasi pada material baja dapat dilakukan untuk melindungi material baja dan meningkatkan daya tahan korosi yang hampir sama baiknya dengan material aluminium sehingga baja galvanis dapat dijadikan alternatif material lambung kapal. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pengujian untuk menganalisis perbandingan korosi Material Baja ASTM A36 Galvanis dan Aluminium 5083 untuk memprediksi umur material dan biaya reparasi yang dihasilkan pada lambung kapal. Rata-rata nilai laju korosi korosi yang diperoleh dari hasil pengujian laju korosi metode sel tiga elektroda adalah sebesar 0,03726 mmpy pada Material Baja ASTM A36 Galvanis dan 0,02592 mmpy pada Material Aluminium 5083. Berdasarkan rata-rata nilai laju korosi yang telah diperoleh, material baja galvanis berumur 32 tahun pada pelat lunas, 21 tahun pada pelat alas dan bilga, dan 24 tahun pada pelat sisi dengan, sedangkan material aluminium berumur 41 tahun pada pelat lunas, 31 tahun pada pelat alas dan bilga, dan 38 tahun pada pelat sisi. Material baja galvanis berumur lebih singkat jika dibandingkan dengan material aluminium, namun proses galvanisasi dan lapisan galvanis yang melindungi Material Baja ASTM A36 terbukti dapat memperpanjang umur material tersebut. Akumulasi total biaya pembangunan dan reparasi kapal penumpang baja galvanis adalah sebesar Rp9.244.130.509,24 sedangkan pada kapal penumpang aluminium adalah sebesar Rp11.799.608.666,56. Perbedaan akumulasi total biaya memiliki persentase sebesar 21,66%.
Optimasi Web Frame dan Senta Kapal Sesuai Peraturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Dengan Bahasa Pemrograman Gea Ihza Miliniati; Dony Setyawan
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.80474

Abstract

Konstruksi kapal terdiri dari tiga jenis utama yaitu sistem konstruksi melintang ,sistem konstruksi memanjang, dan sistem konstruksi campuran. Sistem konstruksi melintang digunakan frame atau gading untuk menyangga konstruksi dibagian sisi kapal. Gading dipasang melintang pada sisi kapal mulai dari bilga sampai geladak atau dari geladak sampai geladak berikutnya. Sebagian dari gading ini digantikan dengan gading besar (web frame) yang pada umunya berjarak 3 sampai 5 jarak gading. Senta sisi merupakan penumpu pembujur yang terbuat dari profil baja atau pelat bilah dan pelat hadap, yang dipasang pada kedua sisi kapal sebelah dalam diatas bilga. Seringkali ukuran profil web frame dan senta tersebut terlalu besar sehingga berat kapal menjadi bertambah dan dapat mengurangi stabilitas kapal. Pengoptimasian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran profil optimum web frame dan senta kapal pada cargo hold dan engine room kapal. tug ini menggunakan software Visual Studio untuk menghitung dan mengoptimasi profil web frame dan senta sesuai dengan peraturan BKI dengan batasan merupakan nilai modulus desain. Berdasarkan hasil optimasi dengan software menunjukkan bahwa aplikasi dapat melakukan optimasi ukuran profil web frame dan senta kapal kargo 10000 DWT sesuai dengan modulus minimum berdasarkan perhitungan dan tidak melebihi batasan selisih modulus profil desain dengan modulus perhitungan BKI yaitu <10%. Perhitungan optimum kapal kargo 10000 DWT ukuran web frame pada modulus 1583.808 cm3 untuk bagian cargo hold adalah 170x510x10 mm dan perbandingan 1:3 adalah perbandingan paling optimum. Ukuran optimum web frame dengan 2632.858 cm3 pada bagian engine room adalah ukuran 325x650x8 mm,dan perbandingan 1:2 adalah perbandingan paling optimum dengan berat per meter paling ringan. Perhitungan optimum ukuran senta pada modulus 799.91 cm3 untuk bagian cargo hold adalah 210x420x6 mm, dan perbandingan 1:2 adalah perbandingan paling optimum. Perhitungan optimum ukuran senta pada bagian engine room sama nilainya dengan perhitungan optimum ukuran web frame pada engine room.
Desain Floating Club House untuk Kawasan Wisata Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara Jesse Tulus Frederick; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.80682

Abstract

Taman Nasional Bunaken merupakan salah satu kawasan wisata yang terletak di Sulawesi Utara, Indonesia. Menikmati keindahan laut serta bawah laut merupakan alasan utama dari sekian banyaknya wisatawan untuk memilih berwisata di Taman Nasional Bunaken. Faktor cuaca (terutama Matahari) sangatlah mempengaruhi dari ketersediaan pilihan wisata di Taman Nasional Bunaken ini. Oleh karena itu dirasa perlu diadakannya inovasi di mana keindahan bawah laut masih dapat dinikmati meski di malam hari atau tidak bergantung pada faktor cuaca (Matahari), yaitu Bunaken Bottom Club (BBC), yakni club house terapung yang di mana area kelab untuk pengunjung terletak di bawah sarat kapal. Payload dari floating club house ini merupakan berat dari jumlah pengunjung untuk setiap harinya, serta luasan dari fasilitas yang akan disediakan untuk pengunjung itu sendiri. Sebagai club house, operasional dari BBC ini juga dapat menjadi venue untuk kegiatan pegelaran event, yang di mana jumlah kapasitas maksimal pengunjung akan dibandingkan dengan club house yang sudah ada di darat. Setelah didapatkan jumlah payload, kemudian dicari deadweight dan penentuan ukuran utama floating club house. Ukuran utama didapat berdasarkan luasan payload maka didapatkan LoA = 40 m, B = 40 m, H = 11 m, T = 8 m dengan pengunjung per-harinya sebanyak 250 pengunjung dan 36 crew. Sementara untuk kapasitas maksimal pengunjung pada pegelaran event sebanyak 900 pengunjung. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan desain rencana garis, rancangan umum, safety plan, serta model 3 dimensi. Selanjutnya akan dilakukan analisis ekonomisnya serta penentuan dari beberapa komponen seperti garbage management yang digunakan adalah garbage container, sewage management yang digunakan adalah sewage holding tank, material jendela bawah air yang dipilih adalah akrilik, serta mooring system yang digunakan adalah spread mooring system dengan biaya total pembangunan adalah sebesar Rp 35.944.558.329.