cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisa Pengaruh Variasi Tekanan terhadap Distribusi Tegangan pada Frangible Bullet dengan Metode Elemen Hingga Eka Nurul Falah; Widyastuti Widyastuti; Vania Mitha Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.64907

Abstract

Frangible bullet harus memiliki karakteristik sesuai dengan standar. Untuk menganalisa karakteristik proyektil dapat dilakukan secara eksperimen dan simulasi menggunakan metode elemen hingga. Simulasi pada proyektil dapat menganalisa pengaruh tekanan terhadap distribusi tegangan yang terjadi pada proyektil. Untuk memproduksi proyektil digunakan mesin kompaksi hidrolik 4 kolom yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Pada jurnal ini dilakukan analisa pengaruh variasi tekanan terhadap distribusi tegangan pada proyektil. Berdasarkan hasil simulasi semakin tinggi variasi tekanan yang diberikan, semakin tinggi distribusi tegangan yang terjadi pada proyaktil. Hasil simulasi menunjukkan pada variasi tekanan yang diberikan diperoleh hasil distribusi tegangan maksimal yaitu 240 Mpa. Nilai distribusi tegangan tesebut masih dibawah nilai yield strength material yang sebesar 280 MPa sehingga kekuatan tekan proyektil dapat mencapai lebih dari variasi tekanan yang diberikan.
Titrator Otomatis untuk Mengukur Kadar Kalsium Karbonat (CaCO3) pada Batu Kapur I Nyoman Rio Indrajaya; Astria Nur Irfansyah; Harris Pirngadi
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.67249

Abstract

Kadar Kalsium Karbonat pada batu kapur dapat menjadi indikator dalam klasifikasi batu kapur yang nantinya akan diolah lagi dan digunakan dalam berbagai kebutuhan industri, pertanian, maupun kesehatan. Penentuan kadar kalsium karbonat dapat dilakukan melalui metode titrasi. Titrasi merupakan salah satu metode analisis kuantitatif untuk menentukan konsentrasi dari suatu zat yang ada dalam larutan yang mengacu pada proses pengukuran volume titran yang diperlukan untuk mencapai titik ekuivalen. Metode ini dinilai cukup akurat sehingga metode titrasi konvensional sering dipakai hingga saat ini. Namun demikian, ada kelemahan pada metode titrasi konvensional, yaitu hasilnya sangat tergantung dari analis sehingga faktor human error dapat menurunkan akurasi dari pengukuran serta kapasitas kerja yang terbatas. Sebagai alternatif, titrator otomatis (auto titrator) dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Rancangan titrator otomatis menetukan hasil titrasi berdasarkan perubahan pH dan perubahan warna saat titik ekuivalen. Titran yang dialirkan oleh pompa peristaltik dikontrol oleh nilai pH larutan hingga sensor warna mendeteksi adanya perubahan warna larutan yang menandakan titik akhir titrasi. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, titrator otomatis ini dapat mengukur kadar Kalsium Karbonat pada batu kapur menggunakan metode titrasi dengan nilai error 4,2% untuk sampel dengan kadar 10,29%.
Sistem Penakar Bahan Baku Premix Roti Manis Menggunakan Metode PID Muhammad Miftahul Farihin; Joko Priambodo; Berlian Al Khindi
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.68131

Abstract

Proses penakaran pada premix roti manis menjadi tahapan penting yang merupakan proses awal pada pembuatan roti manis. Ketika proses penakaran bahan baku premix roti manis, posisi putaran motor stepper perlu di tentukan agar tidak merusak tekstur roti manis. Kontrol terhadap posisi motor dibutuhkan untuk mendapatkan hasil takaran premix roti manis yang sesuai. Untuk mengatasi masalah tersebut penggunaan kontrol posisi motor stepper menggunakan metode Propotional Integral Derivative (PID) diaplikasikan, untuk mendapatkan hasil takaran premix roti manis yang sesuai. A4988 sebagai driver motor digunakan agar mampu mengontrol nilai posisi motor stepper berdasarkan set point yang diinginkan. Posisi motor stepper di atur pada posisi 100 step, sehingga diharapkan mampu menghasilkan takaran premix roti manis yang sesuai. Berdasarkan pemodelan Ziegler Nichols ke-1 dan trial pada arduino mega 2560, kontroler PI dengan nilai Kp = 1,55 dan Ki = 15,8 menghasilkan respons sistem yang baik dengan nilai error = 0,2%.
Pra Desain Pabrik Biodiesel dari Minyak Goreng Bekas dengan Proses Transesterifikasi Achmad Rizaldi; Tahan Aprijal Simamora; Rachmad Ramadhan Yogaswara; Nove Kartika Erliyanti; ERWAN ADI SAPUTRO
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.81241

Abstract

Biodiesel dapat digunakan sebagai energi alternatif pengganti Bahan Bakar Minyak untuk jenis diesel / solar mendukung mandatori pemerintah terkait pemakaian Biodiesel (B30). oleh karena itu, Biodiesel mulai berkembang cepat sejalan dengan pelaksanaan kebijakan mandatori BBN yang mengamanatkan campuran BBN ke BBM sebesar 30% (B30) . Keuntungan apabila menggunakan bahan baku minyak goreng bekas yakni biaya produksi lebih hemat 35 persen dibandingkan biodiesel dari CPO. dikarenakan Apabila 1,2 juta kiloliter biodiesel dari kelapa sawit diganti dengan minyak jelantah yang dikumpulkan dari sektor rumah tangga, bisa menghemat sekitar Rp4,2 triliun. Metode yang paling umum digunakan untuk memproduksi biodiesel yaitu menggunakan metode transesterifikasi dikarenakan metodenya relatif sederhana tanpa membutuhkan peralatan yang rumit serta tahapan reaksi yang lebih singkat dengan tetap menjaga kualitas produk biodiesel sesuai standar. Oleh sebab itu, akan didirikan Pabrik biodiesel dengan bahan baku minyak goreng bekas dan methanol dengan proses transesterifikasi dengan kapasitas 40.000 ton/tahun di Kawasan Industrial Banyuwangi di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Produk yang dihasilkan yakni biodiesel 98% dan produk samping berupa crude gliserin.  Dengan desain umur pabrik selama 10 tahun serta masa konstruksi 2 tahun didapatkan bahwa Internal Rate of Return (IRR) sebesar 26,29 % lebih besar dari pada bunga bank yang sebesar 9,95%. kemudian Rate Of Investment setelah pajak sebesar 35,21%, Pay Back Periode 2,7 Tahun serta Break Even Point (BEP) 30,8%.
Analisis Risiko Supply Chain pada Peternakan Itik Petelur Menggunakan Metode SCOR: Studi Kasus pada Peternakan Itik Petelur di Kabupaten Nganjuk Maulana Yusuf Mahroby; Imam Baihaqi; Geodita Woro Bramanti
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.68143

Abstract

Salah satu usaha peternakan itik petelur berada di kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk. Sistem pemeliharaan ternak dilakukan secara tradisional, sedangkan untuk manajemen perorganisasian dan pengelolaan dirasa masih kurang, karena kebanyakan peternak hanya mengandalkan ingatan saja, pendistribusian telur itik masih sangat sederhana. Supply chain merupakan jaringan dari sejumlah organisasi dalam berbagai proses dan kegiatan dengan keterkaitan mulai dari hulu hingga hilir, untuk menghasilkan value produk dan service untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Supply Chain Operations Reference (SCOR). SCOR adalah suatu model acuan dari operasi supply chain yang mengintegrasikan business process reengineering, benchmarking, dan process measurement. Tahapan pada penelitian ini yaitu mengidentifikasi kejadian risiko dan penyebab risiko, menentukan hubungan antara kejadian dan penyebab risiko, dan menentukan mitigasi yang dilakukan untuk mengurangi atau meminimalisir dampak risiko. Dalam penelitian ini teridentifikasi 24 risk event dan 32 risk agent. Tahap selanjutnya terdapat 6 usulan perbaikan yang yang dapat peternak lakukan. Urutan usulan perbaikan yang dapat diterapkan pada peternakan itik petelur adalah pembuatan prosedur pembelian dan atau kontrak dengan supplier, pembuatan SOP pekerjaan dalam pemeliharaan itik, mengkaji pemeliharaan itik melalui literatur ataupun membandingkan dengan peternak lain, menggunakan aplikasi yang mudah diakses untuk ketersediaan pakan, telur dan koordinasi dengan pembeli, pembuatan prosedur pembelian dan atau kontrak dengan konsumen atau retailer, dan melakukan peramalan permintaan telur itik secara global.
Rancang Bangun Sistem Pengendalian Temperatur Menggunakan IMC-PID pada Shell and Tube Heat Exchanger Segmental Baffle Vieri Limanto; Totok Ruki Biyanto
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.68037

Abstract

Dalam dunia industri diperlukan metode kontrol yang optimal agar produk yang dihasilkan dapat sesuai dengan yang diinginkan. Salah satu equipment yang perlu dikendalikan adalah heat exchanger. Heat exchanger merupakan equipment yang bertujuan melakukan pertukaran panas dari fluida yang bertemperatur tinggi ke fluida yang bertemperatur rendah. Terdapat beberapa jenis heat exchanger, namun salah satu heat exchanger yang sering digunakan adalah heat exchanger shell and tube (STHE). Pada bagian dalam STHE terdapat baffle. Baffle sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya yaitu single segmental baffle, setelah diketahui desain dari STHE yang digunakan, perlu adanya sistem pengendalian agar tercapainya kriteria produk yang sesuai dengan setpoint. Sistem pengendalian yang baik perlu dilakukan pemilihan metode kontrol yang tepat, pada penulisan tugas akhir ini akan membahas pengaruh metode kontrol IMC-PID yang dibandingkan dengan Ziegler Nichols-PID terhadap STHE segmental baffle. Hasil yang diperoleh dengan diterapkannya IMC-PID serta menggunakan berbagai variasi lambda(λ), agar pengendalian sesuai degan setpoint. Didapatkan IMC-PID dengan lambda (λ > 0.1τ) memberikan hasil yang lebih baik dalam menjaga kestabilan walaupun ditambahkan disturbance. Hal ini diperoleh dari nilai IAE sebesar 455.0447, nilai tersebut merupakan hasil yang terbaik dari berbagai metode kontrol yang dilakukan.
Pra Desain Pabrik Poly Lactic Acid (PLA) dari Porang Mathilda Jowito Pasaribu; Berlina Yunita Sari Romaji; Yeni Rahmawati; Fadlilatul Taufany
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.69208

Abstract

Poly Lactic Acid atau disingkat PLA merupakan termoplastik biodegradable turunan dari sumber daya terbarukan. Kebutuhan dunia akan plastik yang terus meningkat diiringi dengan pencemaran lingkungan akan plastik yang juga terus meningkat, membuat PLA menjadi alternatif baik pengganti plastik non-degradable seperti PET, PP dan PS. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, PLA dapat membantu mengurangi penggunaan sumber daya fosil serta mengurangi emisi CO2 secara bersamaan. Bahan baku utama yang digunakan untuk membuat PLA adalah umbi Porang basah (Amorphophallus muelleri). Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan adanya peluang ekspor yang masih terbuka, maka dirancang pabrik PLA dengan kapasitas 10.000 ton/tahun. Pabrik direncanakan berdiri di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pada tahun 2025. Proses pembuatan PLA melalui beberapa tahap proses, meliputi proses pembentukan asam laktat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus pentosus B-227, proses pemurnian asam laktat melalui proses esterifikasi, dan proses polimerisasi melalui proses ring-opening polymerization. Dengan desain umur pabrik selama 10 tahun, didapatkan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 14,50% yang dimana nilainya lebih besar dari bunga pinjaman bank sebesar 8%. Kemudian didapatkan Pay Out Time (POT) sebesar 8,08 tahun dan Break Even Point (BEP) sebesar 35,6%.
Penilaian Praktik Green Supply Chain Management (Studi Kasus: Perusahaan Pedagang Besar Farmasi di Indonesia) Wildan Bregas Syuhada; Imam Baihaqi; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.69721

Abstract

Industri saat ini dihadapkan dengan isu-isu lingkungan yang semakin meningkat. Kondisi ini mendesak para pelaku industri untuk menerapkan konsep Green Supply Chain Management (GSCM). PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada perdagangan besar farmasi di Indonesia yang sadar dengan isu lingkungan yang saat ini semakin meningkat. Isu ini kemudian direspon oleh perusahaan melalui komitmennya untuk menciptakan zero waste selama proses bisnisnya berlangsung. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada perusahaan mengenai kondisi kinerja eksisting GSCM pada PT XYZ melalui rancangan sistem pengukuran kinerja yang didapatkan dengan metode Green SCOR (Green Supply Chain Operations Reference) dan AHP (Analytical Hierarchy Process). Hasil penelitian ini mengidentifikasi 19 Key Performance Indicator (KPI) dari 5 proses utama yang digunakan dalam pengukuran kinerja GSCM PT XYZ. Didapatkan nilai keseluruhan kinerja GSCM sebesar 66,65 yang masuk dalam kategori “Average”. Namun, terdapat 5 KPI GSCM dengan nilai di bawah kategori “Average”, yaitu adanya manajemen lingkungan, persentase material biodegradagble, tingkat limbah yang dihasilkan ketika produksi, persentase limbah yang dibuang langsung ke lingkungan, dan persentase limbah yang diproses kembali.
Desain Pabrik Ethylene dari Sales Gas di Sumatera Selatan dengan Proses OCM Anik Andayani; Maudina Alfira Adzany; Annas Wiguno; Kuswandi Kuswandi
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.68941

Abstract

Ethylene (ethene), H2C––CH2, adalah bahan penyusun terbesar petrokimia. Ethylene disebut pula hidrokarbon tak jenuh atau olefin digunakan untuk menghasilkan banyak produk akhir seperti plastik, resin, serat, dll. Berdasarkan rencana induk pembangunan industri nasional, Ethylene sendiri termasuk dalam 10 industri prioritas dalam penggerak utama pembangunan ekonomi nasional. Menurut laporan tahunan PT. Chandra Asri (2019), 50% kebutuhan olefin di Indonesia berasal dari Chandra Asri, 23% Pertamina dan 27% masih impor. Pabrik Ethylene ini dibangun guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dan rencananya akan didirikan di Kawasan Ekonomi Terpadu (KEK) Sumatera Selatan dengan kapasitas produksi sebesar 330 KTA. Metode yang digunakan dalam pembuatan Ethylene pada pabrik ini yaitu Oxidative Coupling Methane dengan bahan baku sales gas. Proses ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu tahap reaksi, tahap separasi dan tahap purifikasi. Pabrik Etilena ini akan berlangsung secara kontinu 24 jam selama 330 hari per tahun. Berdasarkan perhitungan analisa ekonomi, diperoleh biaya investasi total (CAPEX) USD 138.614.588 dan total biaya produksi (OPEX) sebesar USD 227.872.433; laju pengembalian modal atau Internal Rate of Return (IRR) sebesar 69%; laju inflasi sebesar 3% per tahun; waktu pengembalian modal atau Pay Out Time (POT) sebesar 2,9 tahun; dan titik impas atau Break Even Point (BEP) sebesar 13%. Sehingga, berdasarkan analisa BEP, POT, dan IRR, pabrik etilena ini layak untuk didirikan.
Pra Desain Pabrik Asam Klorida dari Elektrolisis Garam Industri Kevin Kevin; Vincentius Lukas Aria; Renanto Handogo; Juwari Purwo Sutikno
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.68949

Abstract

Pra-desain pabrik asam klorida (HCl) akan didirikan di Kota Gresik, Jawa Timur. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 50.000 ton/tahun. Produk yang dihasilkan adalah larutan HCl 33% dan produk samping larutan NaOH 32%. Bahan baku utama yang digunakan adalah garam industri NaCl beserta beberapa bahan baku penunjang seperti asam sulfat (H2SO4) 98%, natrium karbonat, dan bahan pretreatment lainnya. Metode produksi yang digunakan adalah elektrolisis garam klorida (NaCl) yang menghasilkan gas H2 dan Cl2 yang kemudian direaksikan untuk membentuk HCl. Mula-mula, garam masuk ke unit pretreatment dengan tujuan untuk menghilangkan impurities pada garam. Garam akan dilarutkan dengan air dan ditambahkan natrium karbonat serta flocculant sebagai reagen. Pengotor-pengotor akan terendap sebagai CaCO3 dan MgCO3. Larutan garam yang sudah bersih kemudian masuk ke sel elektrolisis. Tipe sel elektrolisis yang digunakan adalah sel membrane agar menghasilkan yield Cl2 yang optimal serta meminimalisir penggunaan energi listrik dalam prosesnya. Pada bagian anoda, ion Cl- teroksidasi menghasilkan gas Cl2. Sementara pada bagian katoda akan diumpankan larutan NaOH 30,5%. Pada katoda, air akan tereduksi menghasilkan gas H2 sementara ion Na+ pada anoda akan bergerak melalui membran berikatan dengan ion OH- menghasilkan larutan NaOH dengan konsentrasi 32% sebagai produk samping. Gas reaktan Cl2 dan H2 akan melalui proses treatment untuk menghilangkan air. Gas Cl2 perlu dibersihkan dari air sebab Cl2 basah bersifat korosif [1]. Proses dilakukan dengan cara pendinginan sehingga air terkondensasi, dilanjutkan dengan penyerapan air oleh larutan H2SO4 pekat. Sementara itu, H2 dipisahkan dari air melalui pendinginan. Gas yang cukup terbebas dari air direaksikan dalam reaktor untuk membentuk gas HCl. Gas HCl kemudian dikontakkan dengan air dalam falling film absorber sehingga terbentuk larutan HCl 33%. Pabrik ini memerlukan capital expenditure sebesar Rp 549.807.392.118 dan operating expenditure sebesar Rp 148.890.808.466. Melalui analisa ekonomi didapat NPV pabrik senilai Rp 2.040.057.494.912, IRR sebesar 32,29%, POT 3,75 tahun, dan BEP 22,45%. Berdasarkan analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik HCl ini layak untuk didirikan.