cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Studi Eksperimental Efek Interaksi Antara Silinder Sirkuler dan Sudu Returning terhadap Kinerja Turbin Angin Savonius Fahrizal Aji Nurcahya; Triyogi Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.60966

Abstract

Kemungkinan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui akan semakin habis. Turbin angin Savonius merupakan opsi terbaik dalam pemanfaatan energi terbarukan sebagai sumber tenaga pembangkit listrik. Prinsip kerja turbin angin Savonius adalah memanfaatkan selisih torsi akibat gaya drag pada advancing blade dan returning blade sehingga turbin dapat berputar menghasilkan energi mekanis yang akan dikonversi menjadi energi listrik. Penelitian yang dilakukan digunakan turbin angin Savonius dua sudu dengan rasio diameter (d/D) 0,2, aspect ratio (H/L)  1, jarak silinder pengganggu terhadap diameter sudu turbin (S/D) sebesar 2,5, dan variasi kecepatan angin bernilai 4 sampai dengan10 (m/s). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menambahkan silinder pengganggu di depan returning blade efektif meningkatkan performa turbin. Nilai tertinggi diperoleh pada kecepatan angin 5 m/s yaitu diperoleh coefficient of power maximum sebesar 0,0576 pada tip speed ratio (λ) sebesar 0,662. Sedangkan peningkatan nilai coefficient of power maximum tertinggi pada kecepatan angin (U) 8 m/s yaitu sebesar 13,62% dengan nilai 0,0417 pada tip speed ratio (λ) 0,58 dan diperoleh peningkatan nilai coefficient of moment maksimum pada kecepatan 10 m/s sebesar 25,23%. Namun, penggunaan silinder pengganggu untuk semua variasi kecepatan belum mampu menyebabkan turbin Savonius memiliki self-starting pada semua posisi angular sudu.
Usulan Perbaikan Proses Bisnis dan Penyusunan Prosedur Standar Operasi Menggunakan Metode DMAIC (Studi Kasus pada Asrama Mahasiswa ITS) Vevy Febrilian; Imam Baihaqi; Mushonnifun Faiz Sugihartanto
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.62673

Abstract

Tingginya persaingan perguruan tinggi di Indonesia berimbas kepada tuntutan di setiap perguruan tinggi dalam memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas, salah satunya dari segi fasilitas umum. Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, ITS berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk civitas akademikanya dengan menyediakan berbagai fasilitas umum. Asrama Mahasiswa merupakan unit hunian di ITS yang masih menjadi akomodasi pilihan bagi mahasiswa baru selama menjalani masa studinya. Seiring meningkatnya minat mahasiswa baru untuk tinggal di Asrama Mahasiswa, maka UPT Asrama berupaya meningkatkan kualitas layanannya agar dapat bersaing dengan bisnis akomodasi lain. Meningkatkan kualitas layanan dapat dilakukan dengan memperbaiki proses bisnis. Saat ini, Asrama Mahasiswa sedang menghadapi beberapa permasalahan terkait proses bisnisnya. Dalam rangka memperbaiki proses bisnis, metode DMAIC Six Sigma dinilai sebagai metodologi sistematis dan terukur untuk memperbaiki proses bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan pada proses bisnis Asrama Mahasiswa ITS dengan menggunakan metode DMAIC, dimana hasil dari perbaikan ini akan didokumentasikan dengan menyusun prosedur standar operasi yang tepat. Desain penelitian yang dipilih yaitu penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana penulis melakukan analisis secara mendalam menggunakan metode seperti observasi dan wawancara. Berdasarkan pemetaan proses bisnis dari proses reservasi hingga check-out yang dilakukan pada tahap Define, terdapat 14 permasalahan yang diidentifikasi. Pada tahap Measure, penulis melakukan analisis risiko menggunakan FMEA. Hasilnya, terdapat 3 permasalahan dengan nilai risiko tertinggi. Pada tahap Analyze dilakukan identifikasi akar permasalahan. Dari akar-akar permasalahan tersebut, penulis mengusulkan sebanyak 8 perbaikan pada tahap Improve dan terpilih sebanyak 4 usulan perbaikan yang menjadi prioritas. Lalu, pada tahap Control penulis menyusun prosedur standar operasi berdasarkan usulan perbaikan tersebut guna memantau kinerja layanan UPT Asrama.
Evaluasi Teknis Instalasi Pengolahan Air Unit Ultrafiltrasi pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Siwalanpanji PDAM Sidoarjo Fitriana Rachmawati; Bowo Djoko Marsono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.63281

Abstract

Salah satu Instalasi Pengolahan Air yang ada di Siwalan Panji menggunakan teknologi ultrafiltrasi. Pada umumnya air baku dengan kadar kekeruhan tinggi membutuhkan pretreatment pada unit ultrafiltrasi untuk mencegah fouling pada membran. Unit Ultrafiltrasi tersebut perlu dievaluasi kualitas, kuantitas dan operasi. Metoda evaluasi yang dilakukan dengan membandingkan kriteria teknis dan spesifikasi teknis pada setiap unit pengolahan, serta membandingkan dengan unit konvensional yang ada di Siwalan Panji. Sehingga dapat diketahui kondisi yang ada pada bangunan pengolahan air tersebut. Parameter kualitas air baku yang memenuhi syarat adalah temperatur, pH, TSS, NO3N, dan PO3P, sedangkan parameter yang lain tidak memenuhi standar baku mutu PP No. 22 Tahun 2021. Kualitas air produksi di IPA Siwalanpanji telah memenuhi standar baku mutu Permenkes RI No.492/MENKES/PER/IV/2010, kecuali untuk nilai zat organik. Evaluasi kinerja operasi pada tiap unit pengolahan yang berkaitan dengan unit membran pada Instalasi Pengolahan Air di Siwalanpanji sudah memenuhi kriteria desain. Namun, penggunaan unit ultrafiltrasi menghasilkan kualitas air olahan yang setara dengan unit pengolahan konvensional. Sehingga pada evaluasi ini didapatkan rekomendasi perlu adanya pretreatment yang lebih baik untuk air baku yang akan diolah menggunakan ultrafiltrasi.
Penerapan Teknologi Membran untuk Mengolah Limbah Cair Industri Tahu (Studi Kasus: UKM Sari Bumi, Kabupaten Sumedang) Moh. Risky Maulana; Bowo Djoko Marsono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.63453

Abstract

Limbah cair industri tahu hingga saat ini masih sering dibuang ke badan air tanpa melalui proses pengolahan sebelumnya. Limbah cair ini mengandung zat organik (BOD, COD, TSS) yang sangat tinggi. Hal ini dapat mencemari badan air dan merusak biota perairan. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) industri tahu pada umumnya menggunakan sistem pengolahan konvensional antara lain secara biologis yaitu aerobik, anaerobik, kombinasi aerob dan anaerob, gabungan fisik kimiawi dan fitoremediasi. Kekurangan sistem konvensional adalah membutuhkan lahan yang sangat luas. Saat ini penggunaan teknologi membran sedang populer dalam pengolahan air limbah baik domestik maupun industri. Teknologi membran memiliki keunggulan seperti rendah konsumsi energi, tidak membutuhkan tambahan bahan kimia dalam pengoperasiannya sehingga tidak menghasilkan limbah lainnya, pengoperasian dan perawatan cukup mudah, dan tidak membutuhkan lahan yang luas. Hasil kajian pada Industri Tahu Sari Bumi di Kabupaten Sumedang menunjukkan bahwa untuk mengolah limbah cair tahu menggunakan teknologi membran harus didahului dengan pra-pengolahan. Pada studi kasus ini digunakan opsi pra-pengolahan menggunakan biofiltrasi anaerobik dengan efisiensi mencapai 70%. Teknologi membran yang diterapkan sendiri menggunakan MBR dengan konfigurasi membran terendam menggunakan jenis ultrafiltrasi. Rangkaian pengolahan ini dapat memiliki efisiensi sampai 90%.
Kajian Penerapan Membran Mikrofiltrasi Terendam pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Siwalanpanji PDAM Sidoarjo Helma Alwiga Triskio Ronanda; Bowo Djoko Marsono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.63556

Abstract

Air baku IPA Siwalanpanji PDAM Sidoarjo memiliki kandungan zat organik dan E. coli yang tinggi. Karena keterbatasan kinerja sistem pengolahan konvensional pada IPA Siwalanpanji, maka diterapkan pre-klorinasi untuk membunuh bakteri. Membran mikrofiltrasi (MF) terendam dapat menyisihkan bakteri, sehingga dapat menghemat biaya zat kimia untuk pre-klorinasi. Membran MF terendam juga memiliki kelebihan dibandikan filter pasir cepat. Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi kinerja dari filter pasir cepat IPA Siwalanpanji dan mengkaji peningkatan filter pasir cepat menjadi unit membran mikrofiltrasi terendam. Evaluasi menunjukkan bahwa kualitas air pada efluen filter pasir cepat pada paremeter warna dan zat organik melebihi baku mutu air minum Permenkes No. 492 Tahun 2010. Sedangkan, kecepatan backwash dan nilai UFRV tidak memenuhi kriteria desain. Desain membran mikrofiltrasi terendam untuk menggantikan filter pasir cepat, yaitu membran berbentuk flat sheet dengan bahan ceramic. Membran memiliki ukuran pori 0,1 µm dan laju fluks 100 m3/m2.hari. Kapasitas produksi sebesar 50 L/detik, maka jumlah membran yang dibutuhkan sebesar 288 plate yang disusun menjadi sebuah modul. Pompa yang digunakan untuk mengoperasikan membran MF terendam adalah pompa model FSDA dengan kapasitas 3 m3/menit dan head 5 m. Modul dan pompa direncanakan masing-masing 2 buah dengan operasi secara bergantian yaitu proses filtrasi dan pencucian membran.
Studi Kemampuan Desalinasi Air Laut Menggunakan Sistem Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) pada Kapal Pesiar Artia Anandea Ragetisvara; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.63933

Abstract

Industri kapal pesiar merupakan industri penting pada sektor transportasi laut dalam dunia maritim, yang berperan sebagai bisnis pariwisata bersifat kompleks. Perkembangan industri kapal pesiar diiringi oleh perkembangan teknologi pada kapal, salah satunya berupa teknologi desalinasi air laut untuk menghasilkan air tawar. Reverse Osmosis (RO) merupakan salah satu sistem dalam teknologi desalinasi yang seringkali dipergunakan untuk memenuhi persediaan air tawar pada kapal. Pengaplikasian sistem RO sangat dibutuhkan mengingat besarnya kebutuhan air tawar dan untuk mencukupi kebutuhan air tawar. Kinerja RO bergantung pada kualitas air laut sebagai sumber air bakunya. RO bekerja dengan memanfaatkan tekanan osmosis. Adanya tekanan hidrostatik yang lebih besar dari tekanan osmotik dimanfaatkan untuk membalikkan aliran, sehingga menghasilkan air tawar. RO memanfaatkan proses pompa bertekanan tinggi untuk mengalirkan air laut melewati struktur polimer membran. Pada RO terdapat konfigurasi modul membran utama yang memiliki dua fungsi, yaitu mendukung kinerja membran RO dan menyediakan manajemen fluida yang efisien. Dalam studi kasus yang berada pada Pelabuhan Palma, berlokasi di Kota Palma (Mallorca, Kepulauan Balearic, Spanyol) menunjukkan bahwa pada pelabuhan tersebut terjadi peningkatan penarikan air tawar oleh kapal pesiar. Kapal pesiar mengisi ulang kebutuhan air tawar setiap berlabuh, sehingga aktivitas kapal pesiar menjadi ancaman bagi ketersediaan air di pulau tersebut. Penanganan permasalahan kebutuhan air tawar pada kapal pesiar adalah dengan diaplikasikannya sistem RO pada kapal. RO mampu memasok kebutuhan air dengan debit produksi yang dibutuhkan, yakni sebesar 32,25 m3/jam. Rangkaian sistem RO disusun berdasarkan kualitas air laut yang digunakan sebagai air baku. Disamping sistem RO, dibutuhkan pula pengolahan air limbah termasuk pengolahan brine effluent atau RO Concentrate (ROC) sebagai produk samping dari RO.
Kajian Pengaruh Penggunaan Biosurfaktan Rhamnolipida dan Surfaktin pada Proses Bioremediasi Tanah Tercemar Crude Oil Nelly Amelia; Titah Harmin Sulistiyaning
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.64012

Abstract

Kegiatan eksplorasi, transportasi dan pemurnian minyak dan gas memiliki potensi menimbulkan limbah yang berbahaya, salah satunya adalah crude oil. Lingkungan yang tercemar crude oil akan memiliki dampak serius terhadap tanah. Salah satu pencemaran tanah yang terjadi di Indonesia berada di pertambangan minyak bumi rakyat Desa Wonocolo, Kecamatan Kadewan, Kabupaten Bojonegoro. Desa Wonocolo sendiri merupakan desa dengan jumlah sumur dan produksi minyak terbanyak di kawasan tambang minyak bumi rakyat di Kecamatan Kedewan. Kondisi ini berpotensi mengakibatkan terjadinya pencemaran tanah oleh crude oil akibat kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya tumpahan atau ceceran dari berbagai kegiatan tersebut secara terus menerus yang masih dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, tradisional, dan tanpa teknik operasional yang baik. Bioremediasi merupakan salah satu metode alternatif yang potensial dalam mengolah tanah tercemar minyak mentah karena dinilai lebih murah dan ramah lingkungan. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja mikroba dalam proses bioremediasi adalah dengan menggunakan biosurfaktan. Biosurfaktan yang terbukti efektif dalam mengolah crude oil pada proses bioremediasi tanah tercemar adalah rhamnolipida dan surfaktin karena memiliki kemampuan dalam mendegradasi hidrokarbon.
Pengolahan Air Limbah dari Kegiatan Pemeliharaan dan Pencucian Lokomotif dengan Menggunakan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Niswah Nafiat; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.64013

Abstract

Kegiatan pemeliharaan dan pencucian lokomotif menghasilkan air limbah yang mengandung fosfat, COD, dan BOD yang tinggi. Metode pengolahan yang digunakan yaitu dengan tumbuhan atau disebut fitoproses. Penelitian ini menggunakan tumbuhan eceng gondok (Eichhornia crassipes). Sebelum dilakukan fitoproses, tahap propagasi, aklimatisasi, dan range finding test (RFT) dilakukan terlebih dahulu terhadap tumbuhan air yang digunakan. Kemudian, penelitian utama atau fitoproses dilakukan pada reaktor berupa kontainer berukuran 30 L dengan dimensi 38,5 x 30 x 24 cm selama 14 hari. Penelitian ini menggunakan air limbah yang berasal dari Depo Lokomotif Sidotopo, Surabaya yang memiliki nilai pH 6,3, fosfat 91,25 mg/L, COD 20944 mg/L, dan BOD 7960 mg/L. Pada tahap RFT menunjukkan bahwa tumbuhan eceng gondok dapat bertahan pada konsentrasi 40%. Lalu, hasil fitoproses menunjukkan bahwa tumbuhan eceng gondok dapat menyisihkan fosfat sebesar 99,9%, COD sebesar 90,5%, dan BOD sebesar 99,7%.
Kajian Kualitas Produksi Depot Air Minum Isi Ulang Kecamatan Genteng Kota Surabaya dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Esti Dyah Arum Mawarni; Atiek Moesriati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.64156

Abstract

Depot air minum isi ulang (DAMIU) saat ini hadir di kalangan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air minum. Pada tahun 2020 ditemukan 7 dari 9 DAMIU di Kecamatan Genteng belum memenuhi baku mutu kualitas air minum untuk parameter mikrobiologi. Risiko tidak memenuhi baku mutu ini dapat muncul karena kegagalan selama proses produksi di depot air minum. Identifikasi dan analisis risiko kegagalan terhadap kualitas produksi air minum isi ulang dilakukan dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode ini merupakan salah satu metode manajemen risiko untuk mengidentifikasi kegagalan potensial dalam suatu proses produksinya yang dapat digunakan untuk membantu menentukan tindakan perbaikan guna mengurangi atau menghilangkan kegagalan selama proses produksi. Uji korelasi antara kondisi lingkungan dan nilai total coliform air produksi dibutuhkan untuk mengetahui akar penyebab kegagalan pada DAMIU Kecamatan Genteng. Selanjutnya akar penyebab kegagalan yang signifikan disusun menggunakan diagram fishbone. Setiap akar penyebab kegagalan tersebut dihitung nilai severity (tingkat keparahan), occurrence (tingkat frekuensi kegagalan), dan detection (tingkat deteksi kegagalan). Hasil dari pekalian ketiganya disebut sebagai Risk Priority Number (RPN). Berdasarkan nilai RPN tertinggi didapatkan prioritas kegagalan adalah sebagai berikut, waktu kontak lampu UV terhadap air saat pengolahan (75), backwash filter awal (48), dan pemahaman operator mengenai unit pengolahan dan cara perawatan (36). Usulan perbaikan yang diberikan adalah menyalakan lampu UV selama jam operasi DAMIU, melakukan pencucian filter awal setiap satu bulan sekali, mengikutkan operator pada pelatihan Higiene Sanitasi DAMIU yang diselenggarakan Dinas Kesehatan.
Analisis Kualitas Bahan Baku Tebu Melalui Teknik Pengklasteran dan Klasifikasi Kadar Gula Sebelum Giling (Studi Kasus Pabrik Gula PT. XYZ) Merisa Khristanti Febriana Hanka; Budi Santosa
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.64924

Abstract

Sub sektor Perkebunan berkontribusi sebesar 3,27% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai urutan pertama di sektor pertanian pada tahun 2019. Tebu merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai peran strategis dalam perekonomian di Indonesia. Salah satu Pabrik Gula (PG) milik PT. XYZ yang berlokasi di Jawa Timur memiliki mitra lebih dari 2000 petani tebu. Analisis mutu BBT PT. XYZ berdasarkan kriteria uji visual masih membuat adanya kemungkinan terjadi bias atau penyimpangan yang dilakukan terhadap analisis kadar gula. Menganalisis mutu BBT berdasarkan uji kadar gula diperlukan untuk mengetahui bagaimana klasifikasi dari kualitas BBT yang dikirim oleh mitra petani tebu sebelum masuk ke proses giling. Sistem ini dapat digunakan sebagai evaluasi kinerja petani tebu untuk dapat meningkatkan kualitas BBT serta keuntungan dalam bentuk bagi hasil antara petani tebu dan perusahaan. Penentuan mutu gula BBT bisa diatasi dengan pendekaan data mining yaitu teknik pengklasteran Hierarchical K-Means Clustering berdasarkan atribut kadar gula selama 116 hari giling pada tahun 2020. Hasil dari penelitian ini, atribut kualitas kadar gula terdiri dari rendemen sementara, pct brix, dan pct pol. Mutu dari kriteria visual tidak memiliki korelasi dengan atribut gula dan membuktikan tidak ditemukan bias antara mutu dari uji visual BBT dengan atribut kadar gula pada PT. XYZ. Jumlah klaster yang digunakan adalah empat klaster. Mutu A merupakan mutu terbaik karena memiliki nilai rata-rata dan range data tertinggi untuk setiap atribut kadar gula, kemudian mutu B, C, dan D. Urutan metode prediksi terbaik yang diuji yaitu, SVM Polinomial, SVM RBF, dan KNN. Performansi SVM lebih baik dibandingkan KNN jika terdapat set data yang kompleks dan berukuran besar dari atribut atau fitur prediktornya. Jenis kernel pada SVM mempengaruhi hasil akurasi, kernel membuat atribut atau fitur data asli dapat diproyeksikan ke dimensi yang lebih tinggi sehingga data tersebut dapat diklasifikasi dengan baik.