cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Perancangan Instalasi Pompa Cooling System pada Kapal Bantu Rumah Sakit Studi Kasus: PT. PAL Indonesia (Persero) Rr. Yuanita Dewi Saresty; Heru Mirmanto
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.95523

Abstract

Saat ini, PT. PAL Indonesia (Persero) sedang memproduksi 2 buah Kapal Bantu Rumah Sakit. Pada sebuah kapal membutuhkan engine sebagai penggerak. Agar kinerja [engine tetap optimal, dibutuhkan sistem pendinginan yang sesuai. Proyek akhir ini bertujuan untuk melakukan perancangan pada instalasi pompa pendinginan engine menggunakan dua fluida yaitu fluida fresh water dan juga sea water. Penelitian dilakukan dengan melakukan perhitungan Head efektif, daya, efisiensi, dan pemilihan pompa. Metode penyelesaian yang digunakan adalah melalui perhitungan analitis dan numerik menggunakan software pipe flow expert v7.40. Hasil perhitungan dari perancangan instalasi fresh water, Heff = 26,323 m dengan kapasitas 72 m3/h maka dipilih pompa yang sesuai merek Grundfoss TP 80-330/2 dengan daya penggerak pompa sebesar 9,32 kW. Sedangkan pada instalasi sea water, Heff = 7,872 m dengan kapasitas 38 m3/h maka dipilih pompa yang sesuai merek Grundfoss TP 65-180/2 dengan daya penggerak pompa sebesar 1,51 kW.
Arahan Pengembangan Jalur Pejalan Kaki Ramah Disabilitas di Kota Surabaya (Studi Kasus Koridor Mayjend Sungkono) Sri Nurkhalishah Rachmi Dewi; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.90976

Abstract

Keadilan spasial dalam suatu kota dapat diwujudkan dengan melakukan penyediaan akses terhadap infrastruktur yang bersifat universal salah satunya infrastruktur jalur pejalan kaki. Kota Surabaya merupakan kota dengan tingkat perkembangan jalur pejalan kaki yang sangat pesat namun pada kenyataanya belum mampu mendukung seluruh lapisan masyarakat meliputi masyarakat rentan penyandang disabilitas salah satunya pada Koridor Mayjend Sungkono. Oleh karena itu, penelitian ini dibuat untuk memberikan arahan pengembangan jalur pejalan kaki ramah disabilitas di Kota Surabaya dengan studi kasus pada Koridor Mayjend Sungkono. Penelitian dilakukan dengan melakukan survei primer melalui observasi, penyebaran kuesioner kepada 60 penyandang disabilitas dan wawancara kepada pakar sedangkan survei sekunder dilakukan melalui studi literatur. Dengan analisis AHP berdasar hasil kuisioner, didapatkan ranking prioritas variabel pengembangan jalur pejalan kaki ramah disabilitas yaitu, 1) Ukuran Dasar Ruang, 2) Konflik Pejalan Kaki, 3) Tekstur dan Permukaan, 4) Kebersihan, 5) Jalur Pemandu, 6) Convenience, 7) Ramp, 8) Gaya Alam dan Iklim, 9) Partisipasi Masyarakat, 10) Keindahan, 11) Penerangan Jalan, 12) Tangga, 13) Tingkat Kebisingan, 14) Vegetasi dan 15) Resting Area. Dengan pendekatan triangulasi, didapatkan beberapa arahan utama pengembangan jalur pejalan kaki ramah disabilitas di Koridor Mayjend Sungkono yaitu pelebaran jalur pejalan kaki menjadi minimal 2 meter, penyediaan bollard sesuai dimensi khususnya bagi pengguna kursi roda dan penggantian material jalur pejalan kaki menjadi beton atau paving.
Penentuan Lokasi Tempat Pemakaman Umum di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur Albertus Aryobimo Bagas Amandaru; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.94030

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi pemakaman umum di Kecamatan Cakung, Provinsi DKI Jakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat dua sasaran penelitian. Sasaran yang pertama adalah menentukan kriteria penentuan lokasi tempat pemakaman umum baru di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dianalisis dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Sasaran berikutnya adalah merumuskan rekomendasi lokasi prioritas tempat pemakaman umum baru, yang diolah menggunakan analisis spasial, yaitu raster overlay, menggunakan fuzzy membership dan weighted sum. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa variabel sosial paling diprioritaskan oleh responden dalam kriteria penentuan lokasi tempat pemakaman umum dengan bobot sebesar 43%, disusul variabel aksesibilitas (20,8%), variabel penggunaan lahan (18,4%), dan variabel fisik dasar (17,8%). Dari hasil analisis spasial, terdapat tujuh titik lokasi yang dapat dijadikan prioritas tempat pemakaman umum baru, yaitu di RW 14 Cakung Timur, RW 09 Cakung Barat, RW 09 Jatinegara, dan RW 05 Pulo Gebang.
Karakteristik Permukiman Kumuh di Kampung Nelayan Kejawan Lor berbasis Eco-Settlements Nabila Azzahra Tiara Diska; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.94547

Abstract

Surabaya dikenal dengan kota yang berwawasan lingkungan masih terdapat kurang lebih 145,89 Ha yang termasuk pada kawasan permukiman kumuh yang persebarannya hampir di seluruh kelurahan. Kampung Nelayan Kejawan Lor termasuk diantaranya dimana pertumbuhan serta perkembangan Kampung Nelayan Kejawan Lor di Kelurahan Kenjeran masih belum didukung dengan pemenuhan prasarana dasar permukiman yang baik sehingga makin mengarahkan pada lingkungan yang identik dengan kekumuhan. Pendekatan Eco-Settlements dipilih karena menggunakan indikator sosial, ekonomi serta ekologi yang tentunya membantu dalam penanganan permukiman kumuh disertai pula peran institusi yang kapabel. Oleh karena itu penentuan karakteristik permukiman kumuh di Kampung Nelayan Kejawan Lor dilakukan menggunakan pendekatan Eco-Settlements dan menjadi tujuan dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap masyarakat di area penelitian. Metode analisa yang digunakan adalan analisa deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dilihat dari indikator ekonomi masyarakat masih dibawah UMK Kota Surabaya, indikator sosial terlihat jumlah pendatang yang bertambah tiap tahunnya disertai dengan pendidikan rata-rata adalah SMP, indikator ekologi terlihat bahwa sampah yang ada berpengaruh terhadap kondisi drainase serta kepadatan bangunan yang tergolong tinggi, dan indikator kelembagaan terlihat sudah adanya peran institusi namun diperlukan konsistensi dalam implementasinya dan adanya kebijakan yang berlaku.
Konsep Revitalisasi Rusunawa Sombo Berdasarkan Persepsi Penghuni Raflie Irvanda; Prananda Navitas
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.96485

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan menimbulkan peningkatan kebutuhan akan rumah. Hal ini berakibat pada meningkatnya harga lahan sehingga tidak semua masyarakat mampu memiliki hunian yang layak terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Untuk memenuhi kebutuhan terhadap hunian layak bagi MBR dilakukan pembangunan rumah susun (rusun) baik yang bersifat milik ataupun sewa. Salah satunya adalah Rusunawa Sombo yang dibangun pada tahun 1984 sebagai salah satu bentuk penyediaan rumah layak bagi MBR. Namun, seiring berjalannya waktu Rusunawa Sombo berkembang menjadi permukiman kumuh akibat padatnya jumlah penduduk serta kondisi bangunan yang sudah termakan usia. Revitalisasi merupakan salah satu cara yang dapat dipilih untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di Rusunawa Sombo ini. Revitalisasi merupakan upaya untuk meningkatkan nilai lahan/kawasan melalui pembangunan kembali dalam suatu kawasan yang dapat meningkatkan fungsi kawasan sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Merumuskan konsep revitalisasi yang dapat mengatasi permasalahan di Rusunawa Sombo berdasarkan pada persepsi penghuni. Penelitian ini termasuk kedalam jenis mixed method dan dilakukan dengan menggunakan metode content analysis guna mengetahui kondisi dan permasalahan terkait variabel komponen kualitas hidup yang terdapat di Rusunawa Sombo, dilanjutkan dengan analisis IPA (Importance Performance Analysis) guna mengidentifikasi kinerja dan harapan terhadap hunian berdasarkan persepsi penghuni Rusunawa Sombo, dan diakhiri dengan triangulasi guna merumuskan konsep revitalisasi Rusunawa Sombo. Hasilnya, diketahui bahwa masih terdapat variabel yang kinerjanya masih belum dapat memenuhi harapan penghuni Rusunawa Sombo. Adapun variabel yang dimaksud antara lain adalah kondisi fisik bangunan, luas unit hunian, sarana keamanan, sarana pendidikan, sarana kesehatan, harga sewa, kebersihan lingkungan serta sarana pendukung lainnya seperti tempat parkir, alat pemadam kebakaran dan tempat bermain. Untuk meningkatkan kinerja variabel tersebut dirumuskan konsep revitalisasi yang berfokus pada intervensi fisik sehingga nantinya dapat memenuhi harapan dari penghuni.
Arahan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang dengan Konsep Livable Settlement Ibrahim Aris; Ummi Fadlilah Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.97904

Abstract

Tingginya angka urbanisasi dan tidak adanya penataan permukiman yang baik, tentunya permukiman tersebut akan menjadi permukiman yang kumuh. Keterbatasan kemampuan masyarakat baik secara ekonomi maupun kemampuan untuk mengelola ruang juga menjadi penyebab terbentuknya permukiman kumuh. Permasalahan ini pun terjadi pada RW 01, RW 07, dan RW 09 Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang. Dalam penataan permukiman kumuh harus memandang aspek lingkungan fisik, sosial budaya dan ekonomi. Dengan konsep livable settlement, penataan permukiman kumuh dapat membuat permukiman menjadi permukiman yang layak dan nyaman bagi penghuni untuk tinggal maupun bekerja di sekitar permukiman. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menentukan arahan peningkatan kualitas permukiman kumuh di Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang dengan konsep livable settlement. Untuk mewujudkan tujuan tersebut perlu adanya sasaran yang akan dicapai, yaitu: Pertama, menentukan variabel yang berpengaruh untuk peningkatan kualitas permukiman kumuh Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang menggunakan teknik analisis delphi. Kedua, menilai permukiman kumuh terhadap konsep livable settlement pada permukiman kumuh Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang berdasarkan preferensi penghuni menggunakan teknik Importance Performance Analysis (IPA). Ketiga, menentukan arahan peningkatan kualitas permukiman kumuh Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang yang berfokus pada kuadran I IPA sebagai prioritas utama menggunakan teknik analisis delphi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima sub variabel livable settlement yang berada pada kuadran I, artinya memiliki tingkat kinerja rendah namun tingkat harapan dari masyarakat sangat tinggi. Kelima sub variabel livable settlement tersebut antara lain Kondisi jalan lingkungan, perbaikan jalan yang berlubang dan jalan yang belum diperkeras aspal. Pendapatan per bulan, melakukan evaluasi program-program kesejahteraan sosial untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Jenis drainase, perbaikan jaringan drainase yang berwawasan lingkungan/ ecodrain. Penjaga keamanan, pembangunan pos satpam/hansip yang multifungsi beserta penjaganya. Sistem pengelolaan air limbah, pembuatan IPAL Komunal yang dapat mengolah air limbah kawasan permukiman.
Studi Penggunaan Tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) sebagai Subtitusi Tulangan Baja Konvensional pada Model Bangunan Gedung 8 Lantai Wildan Pramadistya Rifliansah; Tavio Tavio; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.88961

Abstract

Dalam dua dekade terakhir, tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) telah banyak digunakan sebagai pengganti tulangan baja konvensional pada perkuatan struktur beton. Tulangan GFRP memiliki kelebihan yakni kuat tarik yang tinggi, berat jenis yang relatif ringan dan durabilitas yang baik terhadap korosi. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Canada, China, Jepang, dan Jerman telah membuat pedoman dan berhasil dalam mengaplikasikan tulangan GFRP sebagai perkuatan pada struktur bangunannya. Di Indonesia, Standar Nasional Indonesia (SNI) baru mengeluarkan peraturan terkait panduan perancangan dan pelaksanaan beton struktural bertulangan batang serat berpolimer yang diatur dalam SNI 8970:2021. Dengan adanya SNI tersebut dan menimbang kelebihan GFRP, maka diperlukan persiapan dan studi untuk membuktikan kelayakan penerapan teknologi perkuatan tulangan GFRP di Indonesia. Pada studi ini, dilakukan komparasi desain elemen struktur beton dengan perkuatan tulangan baja dan tulangan GFRP dari aspek batas kekuatan, aspek batas kelayakan, dan efisiensi pada model bangunan gedung 8 lantai dengan pembebanan dan dimensi profil elemen struktur yang sama. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui efisiensi dari penggunaan tulangan GFRP sebagai subtitusi tulangan baja konvensional untuk perkuatan pada elemen struktur beton. Dari hasil komparasi disimpulkan bahwa meskipun tulangan GFRP memiliki kuat tarik yang lebih tinggi sampai 2 kali dan berat jenis yang lebih rendah sampai 4 kali dibanding tulangan baja, akan tetapi penggunaan tulangan baja masih lebih efisien hingga 41% aspek kebutuhan panjang total tulangan dan 64% biaya total material tulangan dibandingkan dengan penggunaan tulangan GFRP. Namun pada aspek berat total tulangan, struktur bertulangan GFRP lebih efisien sampai 61% dibanding struktur bertulangan baja. Mayoritas desain elemen struktur beton terkontrol oleh batas kelayakan khususnya lebar retak dibandingkan kontrol batas kekuatan. Syarat detailing pada tulangan GFRP juga lebih kritis dibandingkan dengan detailing pada tulangan baja. Hal tersebut yang mengakibatkan tulangan GFRP tidak lebih efisien dibandingkan tulangan baja sebagai perkuatan pada struktur beton.
Modifikasi Desain Struktur Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) Serpong dengan Metode Beton Pracetak Menurut SNI 2847:2019 Nathanael Christopher Sutopo; Tavio Tavio; Candra Irawan
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.91197

Abstract

Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) di Tangerang Selatan merupakan sebuah gedung yang dibangun dengan metode beton cor di tempat atau cor in situ. Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) terdiri dari 39 lantai tower dan 1 lantai basement. Dalam tugas akhir ini, akan dilakukan modifikasi perencanaan Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) dengan menggunakan metode beton pracetak. Diharapkan dengan menggunakan metode beton pracetak, untuk menghasilkan waktu pengerjaan yang lebih cepat dan efisien, serta memastikan kualitas struktur sesuai perencanaan awal. Perencanaan pada tugas akhir ini memiliki acuan dasar SNI 1947:2019 untuk perhitungan beton struktural, PCI Handbook 7th Edition sebagai acuan dasar perencanaan elemen beton pracetak, SNI 1726:2019 untuk perhitungan gempa, SNI 1727:2019 untuk pembebanan struktur, dan. Analisa struktur dari perencanaan akan menggunakan aplikasi bantu ETABS 18 dan spColumn. Sedangkan hasil perhitungan akan disajikan dalam gambar teknik. Elemen beton pracetak yang direncanakan adalah struktur pelat, balok, dan kolom. Serta sambungan dari Peikko Group Modix Rebar Coupler untuk sambungan balok, dan sambungan NMB Splice Sleeve untuk sambungan antar kolom.
Arahan Pengembangan Daya Tarik Wisata Desa di Desa Wisata Betisrejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen Rozana 'Iffa Ananda; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.92454

Abstract

Desa Betisrejo merupakan sebuah desa wisata bercorak agro yang terletak di Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen. Pengembangan Desa Wisata Betisrejo dilakukan melalui Program PEL pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kondisi Desa Wisata Betisrejo saat ini tidak beroperasi karena kurangnya pengelolaan sejak tahun 2014. Adanya potensi yang beraneka ragam dari tiga desa di Desa Wisata Betisrejo, dapat dikembangkan suatu model integrasi pariwisata. Tujuan penelitian ini adalan merumuskan arahan pengembangan daya tarik wisata di Desa Wisata Betisrejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen agar semakin berkembang sehingga lebih menarik antusiasme wisatawan untuk berkunjung. Penelitian ini menggunakan analisis Delphi untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh sebagai daya tarik wisata desa, analisis deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik pariwisata desa, dan analisis Triangulasi untuk merumuskan arahan pengembangan daya tarik wisata desa. Hasil dari penelitian ini didapatkan faktor yang mempengaruhi daya tarik wisata desa, yaitu daya tarik alam/bio hayati, daya tarik buatan, daya tarik budaya desa, daya tarik sikap dan tata kehidupan masyarakat, jaringan jalan, akomodasi, rumah makan, lahan parkir, sumber daya manusia, dan kelembagaan pengelola desa wisata. Berdasarkan identifikasi karakteristik eksisting pariwisata desa didapatkan potensi dan permasalahan pada masing-masing variabel. Penelitian ini menghasilkan arahan pengembangan daya tarik wisata desa untuk Desa Wisata Betisrejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen berupa peningkatan kapasitas lembaga pengelola desa wisata dengan memperjelas struktur organisasi dan edukasi terhadap masyarakat, pemeliharaan secara rutin terhadap potensi yang sudah unggul, serta penyediaan fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung wisata desa.
Kajian Phytomining Nikel di Lokasi Penambangan Nikel di Papua Barat Alya Rohadatul `Aisy; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.92507

Abstract

Pengambilan nikel dari dalam tanah di Pulau Gag, Papua Barat masih menggunakan metode konvensional, yaitu dengan penggalian, pengerukan, dan penambangan, yang berpotensi dapat merusak lingkungan, sehingga perlu dilakukan evaluasi dan penerapan teknologi yang ramah lingkungan, seperti phytomining. Phytomining dalam penerapannya memanfaatkan tumbuhan dengan sifat hiperakumulator dapat menyerap logam nikel dari dalam tanah, tanpa perlu dilakukan penggalian dan penambangan yang dapat merusak kondisi dari tanah tersebut. Proses pengambilan nikel tersebut dilakukan dengan cara menanam tumbuhan yang bersifat hiperakumulator. Adanya penerapan teknologi Phytomining tersebut, diharapkan dapat meningkatkan estetika lingkungan dan juga meningkatkan ekonomi dari masyarakat di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat. Mekanisme proses yang terjadi selama kegiatan phytomining di lokasi studi, yaitu pemilihan lahan ultramafik yang terkandung nikel di dalamnya, kemudian penanaman dan pembibitan tumbuhan hiperakumulator, penyerapan nikel dari dalam tanah oleh tumbuhan hiperakumulator melalui proses fitostabilisasi, dilanjutkan dengan pengakumulasian Ni di dalam akar tumbuhan, setelah itu dilakukan pemanenan. Proses selanjutnya yaitu penimbangan tumbuhan yang telah dipanen untuk memperoleh berat basah biomassa tumbuhan tersebut, lalu dilakukan metode pasca panen untuk memperoleh logam nikel, yang dapat diolah menjadi berbagai bentuk. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan phytomining nikel, yaitu faktor abiotik (pH, senyawa pengelat, ketersediaan biomassa, dan kelarutan) dan faktor biotik (mikoriza dan bakteri). Tumbuhan yang diterapkan untuk ditanam dalam phytomining di lokasi studi kasus, yaitu Vetivera zizanioides L., yang berjenis rumput-rumputan. Jumlah Ni yang dihasilkan pada lahan seluas 0,2 hektar adalah 146.160 kg, sehingga jumlah tumbuhan Vetivera zizanioides L. yang diperlukan sebanyak 4.350 tumbuhan.