cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Kajian Literatur Enhanced Phytoremediation pada Lahan Tercemar Logam Berat Merkuri Imroatin Sakinah Rahmatina; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.92509

Abstract

Pertambangan emas skala kecil (PESK) merupakan salah satu sumber pencemar logam berat dengan konsentrasi merkuri yang tinggi. Logam berat dapat membahayakan makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya. Salah satu upaya untuk menurunkan konsentrasi pencemar logam berat merkuri pada tanah yaitu dengan fitoremediasi. Proses fitoremediasi dapat ditingkatkan dengan metode enhanced phytoremediation, salah satunya yaitu dengan penambahan rizobakteri (Plant Growth-Promoting Rhizobacteria - PGPR). Terdapat banyak jenis tumbuhan yang mampu meremediasi tanah tercemar logam berat merkuri, diantaranya Cyperus kyllingia atau rumput teki, Vetiveria zizanioides atau akar wangi, dan Lindernia crustacea atau kerak nasi. Selain itu penambahan bakteri PGPR berupa Pseudomonas sp. dan Bacillus sp. dapat meningkatkan proses reduksi logam berat merkuri dalam tanah dan membantu meningkatkan pertumbuhan tumbuhan fitoremediator. Konsentrasi rata-rata logam berat merkuri yang dihasilkan oleh PESK di Kulon Progo yaitu 22 mg/kg. Karakteristik tanah tercemar logam berat merkuri yaitu berwarna kuning hingga kecoklatan, memiliki nilai pH tanah asam hingga basa yaitu 4,6 – 8,02, memiliki kandungan C dan N yang rendah hingga sangat rendah, yaitu 0,22% - 1,34% untuk C, dan 0,001% - 0,23% untuk N, serta memiliki struktur tanah lanau dan berpasir atau lempung berpasir.
Analisis Perbandingan Volume pada Tikungan Jalan Menggunakan Metode Perhitungan Volume yang ada pada Aplikasi Pengolah Data Survei Ivan Firmansyah; Yuwono Yuwono; Yanto Budisusanto
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.96172

Abstract

Dalam survei rekayasa, penentuan volume tanah adalah hal yang penting, seperti halnya pada perencanaan pondasi, galian dan timbunan pada jalan raya. Pada pekerjaan jalan raya, bentuk volume tanah galian dan timbunan digambarkan dalam sebuah profil sesuai dengan rencana perkerasan jalan untuk menunjukkan pertimbangan pengangkutan material. Perhitungan dari volume sangat penting peranannya dalam pembangunan jalan raya karena dari perhitungan tersebut dapat mempengaruhi jumlah dana yang akan diperoleh dan. Dalam melakukan proses perhitungan volume material, terdapat berbagai metode, Kondisi eksisting jalan lingkar tuban yang saat ini dilakukan pembangunan dimana pihak kontraktor dalam melakukan pembangunan masih melakukan perhitungan secara manual. Penelitian ini bertujuan perhitungan volume menggunakan metode perhitungan yang ada pada aplikasi pengolah data survey (penampang rata- rata dan composite volume ) pada tikungan jalan yang hasilnya akan dibandingkan dengan volume hasil perhitungan manual sebagai data yang dianggap benar. Analisis perhitungan volume menggunakan metode paired sample T- test untuk menguji kelayakan penggunaan metode penampang rata- rata dan composite volume dalam perhitungan volume, serta uji toleransi ASTM untuk menguji akurasi perhitungan volume masing-masing metode dengan batas toleransi sebesar 2,78%. Berdasarkan hasil paired sample T-test dengan tingkat kepercayaan 95%, diperoleh hasil bahwa penggunaan metode penampang rata – rata dan composite volume layak digunakan untuk perhitungan. Pada uji toleransi ASTM yaitu 2,78% untuk perhitungan cut, metode yang memiliki selisih terkecil adalah metode penampang rata – rata pada tikungan 2, sedangkan untuk selisih perhitungan fill terkecil adalah pada metode penampang rata - rata utuk tikungan 3. Dengan hasil uji tersebut penggunaan metode penampang rata – rata lebih baik karena memiliki selisih yang lebih kecil.
Pola Spasial Tingkat Aksesibilitas Suroboyo Bus dengan Metode PTAL (Public Transport Accessibility Levels) di Kota Surabaya Syahrul Fathoni; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.97645

Abstract

Pemerintah Kota Surabaya meresmikan layanan moda transportasi massal berbasis bus dengan nama “Suroboyo Bus” pada tanggal 7 April 2018. Pada tahun 2022 terdapat 4 rute yang melayani masyarakat Kota Surabaya. Rute Suroboyo Bus tersebut diantaranya yaitu Terminal Purabaya - Rajawali (PP), Gunung Anyar – Kenjeran Park (PP), Terminal Intermoda Joyoboyo – Jono Soewojo (PP), dan Terminal Purabaya – Tembaan (PP). Namun, pemanfaatan Suroboyo Bus sebagai moda transportasi utama belum optimal dilihat dari rata-rata angka keterisian (load factor) kurang dari 50% pada Tahun 2021 - 2022. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor penting seperti kondisi aksesibilitas dan pola spasial terkait keterjangkauan jarak tempuh dengan berjalan kaki yang masih cukup terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial tingkat aksesibilitas Suroboyo Bus di Kota Surabaya. Metode analisis yang digunakan adalah metode PTAL (Public Transport Accessibility Levels) untuk mengukur tingkat aksesibilitas Suroboyo Bus berdasarkan indeks Accessibility Levels di Kota Surabaya. Setelah mengetahui nilai indeks aksesibilitas tersebut, dilanjutkan dengan menganalisis pola spasial dengan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW), selanjutnya dikaitkan dengan sistem kegiatan melalui metode overlay peta penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93,34% dari luas Kota Surabaya tidak terjangkau (worst accessibility) layanan Suroboyo Bus berdasarkan jarak tempuh berjalan kaki secara ideal sejauh 400 meter dari halte dan 85,46% tidak terjangkau berdasarkan jarak tempuh maksimal dengan berjalan kaki 800 meter dari halte. Selain itu, 6 – 15% area lainnya mempunyai tingkat aksesibilitas dengan kategori sangat kurang terjangkau dan kurang terjangkau. Jika dikaitkan dengan sistem kegiatan, penggunaan lahan untuk fasilitas umum, perdagangan dan jasa, perkantoran serta perumahan memiliki kategori aksesibilitas yang tidak terjangkau mencapai 60 – 95% dari luas total setiap penggunaan lahan tersebut. Oleh karena itu, peningkatan aksesibilitas Suroboyo Bus sangat diperlukan melalui integrasi sistem jaringan angkutan umum dengan sistem kegiatan untuk meningkatkan pola mobilitas berbasis transit di Kota Surabaya.
Perencanaan Park and Ride Stasiun Lintas Rel Terpadu (LRT) Cikunir 1 Ricky Achmad Subagya; Catur Prastyanto; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.99125

Abstract

Transportasi adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan penduduk suatu kota. Tranportasi adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia karena menjadi sarana dalam memperlancar kehidupan sehari hari dan juga sebagai roda perekonomian suatu wilayah. Permasalahan transportasi di Jabodetabek salah satunya adalah kemacetan yang selalu terjadi di pagi hari. Hal ini dikarenakan pada pagi hari kendaraan bergerak bersamaan untuk memulai aktivitas sehari hari. Salah satu penyebab kemacetan tersebut adalah kecenderungan warga untuk lebih memilih kendaraan pribadi dibanding dengan transportasi umum. Melihat permasalahan dan penyebabnya, dengan adanya moda transportasi baru yaitu Lintas Rel Terpadu (LRT) yang dapat meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan transportasi umum, maka salah satu gagasan yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan fasilitas penunjang didalam stasiun yang saat ini masih belum tersedia seperti ketersediaan area parkir (Park and ride). Dalam perencanaan ini dibutuhkan beberapa data yaitu data traffic counting dan survey wawancara dengan calon pengguna Park and ride yaitu pengguna kendaraan pribadi. Data data tersebut digunakan untuk menganalisis berapa banyak demand yang didapat menggunakan metode regresi linear, dan analisis logit model split sederhana berbasis selisih cost. Hasil dari perencanaan Park and ride ini didapatkan demand untuk sepeda motor sebanyak 5752 kendaraan, dan untuk mobil sebanyak 903 kendaraan. Dari demand tersebut dibangun gedung Park and ride diatas lahan seluas ±6313 m2 yang dapat menampung parkir sepeda motor sebanyak 6770 Kendaraan dan mobil sebanyak 936 kendaraan.
Perbandingan Biaya Pelaksanaan Perkerasan Kaku Metode Cast in Situ dan Metode Precast-Prestressed Concrete Pavement pada Proyek Jalan Frontage Waru-Buduran Khafi Arsya Sintya; Achmad Faiz Hadi Prajitno
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.100587

Abstract

Infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi serta memiliki peran yang signifikan dalam pengembangan suatu wilayah. Adanya infrastruktur yang memadai, aktivitas ekonomi menjadi semakin tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Provinsi Jawa Timur memiliki 5.495 perusahaan industri berdasarkan pada survei industri besar dan sedang tahun 2019. Banyaknya perusahaan industri mendorong perkembangan infrastruktur pada suatu daerah. Salah satunya yaitu Kabupaten Sidoarjo yang merupakan Kabupaten dengan jumlah industri terbanyak di Jawa Timur. Seiring berjalannya waktu, Sidoarjo sering mengalami kemacetan akibat meningkatnya volume kendaraan yang tidak diiringi dengan perluasan area jalan yang salah satunya terletak di Jalan Raya Aloha. Dengan adanya Proyek Pembangunan Jalan Frontage Waru-Buduran diharapkan mampu mengurangi kemacetan di daerah tersebut. Struktur jalan yang digunakan dalam proyek tersebut yaitu menggunakan perkerasan kaku metode cast in situ. Dalam tugas akhir ini, metode yang diajukan untuk pekerjaan perkerasan kaku yaitu metode precast-prestressed concrete pavement (PPCP) dimana memiliki kelebihan dalam efisiensi material dan durasi pengerjaan yang lebih cepat dari metode cast in situ. Perbandingan biaya pelaksanaan pada proyek ini dimulai dengan menyusun item pekerjaan, menghitung volume, menentukan metode pelaksanaan, menghitung produktivitas dan durasi, menghitung biaya pelaksanaan, menganalisis perbandingan biaya pelaksanaan, dan membuat network planning dan bar chart. Hasil analisis biaya dan waktu menunjukkan bahwa pada pekerjaan perkerasan kaku metode cast in situ membutuhkan waktu pelaksanaan selama 132,95 hari dengan biaya pelaksanaan sebesar Rp27.954.230.935 dan metode precast-prestressed concrete pavement membutuhkan waktu pelaksanaan selama 111,68 hari dengan biaya pelaksanaan sebesar Rp27.539.255.038. Selisih waktu sebesar 21,27 hari dan selisih biaya sebesar Rp414.975.898.
Perencanaan Gerbang Tol Ciawi Sukabumi Alfian Ravi Roshan; Hera Widyastuti; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.107635

Abstract

Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari – hari dalam ruas jalan nasional Ciawi – Sukabumi. Hal ini mendorong Pemerintah Pusat untuk membangun jaringan jalan bebas hambatan atau jalan tol Ciawi – Sukabumi. Jalan tol ini dibangun untuk membantu meningkatkan konektivitas dan mengembangkan potensi ekonomi daerah sekitar untuk Provinsi Jawa Barat. Jalan tol ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah yang telah ditetapkan didalam Peraturan Daerah Kota Sukabumi Nomor 8 tahun 2008 tengang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Sukabumi Tahun 2005 – 2025 tentang pembangunan jalan tol yang berdampak pada upaya pertumbuhan ekonomi kota. Jalan tol merupakan fasilitas transportasi dengan tujuan untuk memperlancar lalu lintas daerah dan meningkatkan mobilitas orang dan barang. Jalan tol sendiri memiliki gerbang tol yang merupakan tempat proses pelayanan transaksi tol terjadi. Gerbang tol terdiri dari beberapa gardu tol. Sistem yang dapat digunakan pada gerbang tol yaitu sistem gardu tol otomatis (GTO), On Board Unit (OBU), dan Multi Lane Free Flow (MLFF). Perencanaan ini akan merencanakan Gerbang Tol Ciawi - Sukabumi pada tahun 2021, 2026, dan 2031.Metodologi yang digunakan sebagai disiplin antrian adalah First In First Out untuk disiplin antrian dan Single Channel – Single Phase sebagai struktur dasar antrian pada perencanaan gerbang tol ini. Serta mempertimbangkan gerbang tol otomatis dan On Board Unit, dan Multi Lane Free Flow (MLFF). Setelah dilakukan pengolahan data, didapatkan hasil untuk perencanaan gerbang tol pada tahun 2021 untuk gerbang tol Ciawi hingga Sukabumi Timur terdapat 1 GTO Khusus, 1 GTO, dan 1 OBU. Pada perencanaan gerbang tol tahun 2026 untuk gerbang tol Ciawi terdapat 2 GTO Khusus, 2 GTO, dan 1 OBU dan Pada perencanaan gerbang tol tahun 2031 untuk gerbang tol Ciawi terdapat 2 GTO Khusus, 3 GTO, dan 1 OBU. Hasil perencanaan MLFF pada tahun 2021 untuk gerbang tol Ciawi didapatkan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,172.
Pra Desain Pabrik Konnyaku dari Umbi Porang (Amorphophallus oncophyllus) dengan Metode Kombinasi Enzim α-Amilase dan Ekstraksi Etanol Eunike Rhiza Febriana Setyadi; Amani Salsabil Husodo; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.87845

Abstract

Glukomanan merupakan salah satu kandungan dalam umbi porang yang baik untuk diet dan kesehatan, antara lain dapat mengurangi kolesterol darah, memperlambat pengosongan perut, mempercepat rasa kenyang sehingga cocok untuk makanan diet dan bagi penderita diabetes. Tepung glukomanan memiliki banyak sekali manfaat, namun hingga tahun 2021, produksi tepung glukomanan dan produk sehat siap konsumsi seperti konnyaku hanya ada 3 pabrik saja di Indonesia. Pada tahun 2012, Indonesia belum bisa memenuhi seluruh permintaan ekspor porang yang mencapai 200 ton/tahun sehingga Indonesia perlu meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri. Pra Desain Pabrik Konnyaku dari Umbi Porang (Amorphophallus oncophyllus) direncanakan mulai beroperasi tahun 2025 dengan kapasitas produksi sebesar 10.000 ton/tahun. Lokasi pendirian pabrik direncanakan di Desa Banjaranyar Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dalam pemenuhan kapasitas tahunan, pabrik akan beroperasi kontinyu 24 jam per hari selama 330 hari. Dengan bahan baku sebesar 1.239,90 kg/jam dapat dihasilkan produk konnyaku sebesar 1.262,65 kg/jam. Proses produksi konnyaku dari tepung glukomanan umbi porang dapat diuraikan menjadi 3 tahapan proses. Proses pertama adalah pembuatan tepung porang dari umbi porang. Tahap kedua yaitu proses pemurnian glukomanan. Tahap ketiga adalah tahap pembuatan konnyaku. Pra Desain Pabrik Konnyaku dari Umbi Porang ini dirancang sebagai perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staff. Untuk dapat mendirikan pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 10.000 ton/tahun, maka diperlukan total modal investasi sebesar Rp 440.909.029.759,84 dan total biaya produksi sebesar Rp 341.370.098.851,44 dengan estimasi hasil penjualan sebesar Rp 649.320.228.564,79 per tahun. Sehingga didapatkan harga pokok penjualan (HPP) sebesar Rp 30.389.283,13 per ton produk. Estimasi umur pabrik ini adalah 10 tahun dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 38,33%, Pay Out Time (POT) 4 tahun 10 bulan, dan Break Even Point (BEP) sebesar 23,42%.
Pra-Desain Pabrik Minyak Goreng Dedak Padi dengan Metode Physical Refining Francis Sjarifudin; Neza Anizar; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.87920

Abstract

Minyak dedak padi merupakan salah satu minyak yang bukan berbahan dasar kelapa sawit yang berpotensi sebagai pengganti minyak kelapa sawit. Di Indonesia, minyak yang tidak dibuat dari kelapa sawit masih langka karena masih diimpor dari negara lain. Minyak dedak padi dihargai lebih tinggi daripada minyak paling umum seperti minyak kelapa sawit dan kelapa tetapi masih dengan harga yang wajar. Minyak harus memiliki kandungan asam lemak bebas yang rendah untuk dianggap sebagai minyak goreng. Minyak dedak padi berpotensi untuk menjadi pengganti minyak kelapa sawit karena dedak padi adalah sebuah produk sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Pada tahun 2020, 9.944.538 ton dedak padi diproduksi di Jawa Timur dan menunjukkan bahwa Indonesia sangat berpotensi untuk menghasilkan minyak dedak padi Proses produksi terdiri dari 3 proses utama yaitu pre-treatment, ekstraksi dan pemurnian. Pabrik tersebut akan dibangun di Lamongan, Jawa Timur karena kabupaten tersebut menghasilkan dedak padi yang paling banyak dan juga faktor-faktor lainnya. Pembangunan pabrik diperkirakan dimulai pada tahun 2026. Pabrik tersebut memiliki kapasitas 11.000 ton/tahun dengan 24 jam operasi per hari dan 330 hari per tahun. Produk minyak dari pabrik ini mengandung 0,05% asam lemak bebas. Dari analisa ekonomi, dengan harga jual minyak dedak padi 2000 US$/ton, de-oiled rice bran 85 U$/ton, sekam 50 US$/ton dan distilat asam lemak dedak padi 350 US$/ ton, Internal Rate of Return (IRR) untuk pabrik adalah 25,23% dengan tingkat bunga 7,95% dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp. 22.848.823,8/ton. Selain itu, Pay Out Time (POT) dihitung pada 4 tahun 6 bulan dengan Break Even Point (BEP) 33%. Oleh karena itu, pabrik ini dianggap menguntungkan.
Evaluasi Proses Pengeringan Lumpur pada Unit Sludge Drying Bed dengan Media Filter Cloth di IPAL Komunal Telaga Abadi Kabupaten Gresik Sulthan Muchammad Quds; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.88712

Abstract

Operasi pengolahan air limbah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Telaga Abadi yang berlokasi di Kelurahan Bedilan, Kabupaten Gresik, menghasilkan residu berupa limbah lumpur. Dalam mengolah limbah lumpur tersebut USAID IUWASH PLUS telah bekerja sama dengan ITS Tekno Sains untuk membangun sebanyak 4 unit Sludge Dewatering (SD) yang dilengkapi dengan media filter cloth. Namun sampai saat ini belum ada penelitian yang dilakukan untuk mengetahui berapa lama waktu pengeringan yang optimum pada unit SD tersebut untuk menghasilkan lumpur kering dengan karakteristik kadar air <60% sesuai Lampiran II Permen PUPR No 4 Tahun 2017. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis proses pengeringan lumpur pada unit SD dengan melakukan sampling pada lumpur IPAL Komunal yang dikeringkan setiap harinya. Sampel lumpur yang diambil akan dibawa menuju laboratorium untuk diuji karakteristik kadar air lumpur, total solid (TS), volatile solid (VS) dan fixed solid (FS), pengujian dilakukan setiap hari untuk mengetahui kandungan dan perubahan persentase nya selama proses pengeringan lumpur. Lalu, pengujian kadar fosfor (P), karbon (C), nitrogen (N), rasio C/N, pH, serta coliform akan dilakukan pada akhir pengeringan lumpur untuk mengetahui apakah lumpur olahan yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan baku kompos organik sesuai standar spesifikasi kompos yang tercantum dalam SNI 19-7030-2004. Setelah rangkaian pengujian laboratorium dilakukan, didapatkan waktu pengeringan optimum lumpur IPAL pada unit SD dengan media filter cloth adalah 7 – 23 hari pada periode 1 dan 9 – 21 hari pada periode 2. Selanjutnya, lumpur yang telah dikeringkan dapat dijadikan sebagai bahan baku kompos apabila dicampur dengan kapur dolomit untuk menetralkan derajat keasamannya.
Fraksinasi Lignoselulosa dari TKKS dengan Metode Steam Explosion Pretreatment Disertai Penambahan Asam Formiat Bayu Yusuf Eka Saputra; Muhammad Fakhrizal Fahmi; Tri Widjaja
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.89395

Abstract

Tandan Kosong Kelapa Sawit merupakan salah satu limbah dari kelapa sawit yang sering kali kurang begitu dilirik untuk dimanfaatkan, sehingga produk samping ini hanya sering dijadikan limbah industri kelapa sawit. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, produksi kelapa sawit semakin meningkat dengan rata-rata 9,471% setiap tahun, oleh karenanya limbah TKKS yang dihasilkan juga meningkat tiap tahun. Terdapat tiga fraksi penting yang terkandung di dalam TKKS yaitu selulosa, hemiselulosa dan lignin yang masing-masing memiliki nilai ekonomis sehingga dapat dimanfaatkan lebih lanjut. dalam produksi energi terbarukan berupa biohidrogen serta bioetanol. Steam explosion merupakan salah satu metode pretreatment lignoselulosa dengan menggunakan uap bertekanan tinggi. Dalam proses ini, biomassa diperlakukan dengan uap panas (180 hingga 240°C) diikuti dengan peningkatan tekanan secara drastis yang kemudian uap tersebut diledakkan ke atmosfer sehingga tekanan akan kembali secara cepat. Pelepasan tekanan tiba-tiba menghasilkan aksesibilitas yang lebih baik dari selulosa untuk hidrolisis enzimatik dan fermentasi. Diharapkan pabrik fraksinasi TKKS ini dapat memenuhi kebutuhan etanol Indonesia sebesar 27,4%, sehingga direncanakan pabrik ini beroperasi dengan asumsi 330 hari produksi dan waktu kerja pabrik 20 jam/hari. Proses fraksinasi lignoselulosa ini terdiri dari 2 dua unit proses yang digolongkan berdasarkan fungsi utama dari keseluruhan proses. Unit pertama ialah pre-treatment dan unit kedua ialah fraksinasi bertujuan untuk memisahkan tiga senyawa lignoselulosa yakni selulosa, hemiselulosa dan lignin ke dalam 3 aliran yang terpisah sebagai produk dari pabrik ini. Pabrik fraksinasi lignoselulosa dari TKKS ini didirikan di Kawasan Industri Dumai, dengan pertimbangan ketersediaan bahan, lokasi pemasaran, ketersediaan air, dan lain-lain. Dari analisa perhitungan ekonomi didapat hasil berupa IRR sebesar 24,33%, POT yaitu 4,48 tahun, dan BEP sebesar 28,86%. Secara keseluruhan, rata-rata %IRR, BEP dan POT masih menunjukkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.