cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisa Penilaian Kerusakan dan Perbaikan Jalan dengan Metode Bina Marga Pada Jalan Mayjend Sungkono Kabupaten Gresik Alir Ahmad Nafis; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.84878

Abstract

Jalan merupakan prasarana yang memiliki peranan penting sebagai penghubung suatu daerah dan juga sebagai penggerak perekonomian masyarakat. jalan mempunyai peranan penting dalam terciptanya pemerataan pembangunan di Indonesia. Di daerah industri seperti kabupaten Gresik, jalan dibutuhkan untuk mempercepat arus distribusi barang industri. Dengan semakin pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gresik, juga mempengaruhi laju pertumbuhan lalu lintas di Gresik dengan meningkatnya volume kendaraan. Salah satu jalan yang mengalami peningkatan volume adalah Jalan Mayjend Sungkono di Kecamatan Kebomas. Apabila jalan sebagai prasarana penghubung mengalami kerusakan maka akan menghambat laju kendaraan yang melintasi jalan tersebut, karena itu perlu dilakukan pemeliharaan jalan agar dapat melayani dengan optimal kendaraan yang melintas. Pada Studi ini membahas terkait Analisis kerusakan jalan dan kondisi saluran drainase meenggunakan metode dari Bina Marga. Untuk penilaian kondisi jalan menggunakan metode Bina Marga 1990 dan metode Surface Distress Index (SDI), sedangkan untuk penilaian kondisi saluran drainase tepi jalan hanya menggunakan metode Bina Marga 1990. Berdasarkan hasil analisis data, kondisi perkerasan dan kondisi saluran drainase pada Jalan Mayjend Sungkono Gresik STA 3+000 sampai STA 5+000 masuk dalam program pemeliharaan rutin dan pemeliharaan berkala, dengan angka urutan prioritas terkecil didaptakan sebesar 4 dalam analisis kondisi perkerasan. Dan angka terbesar untuk kondisi saluran drainase sebesar 15. Untuk faktor jenis kendaraan yang paling berpengaruh dalam kerusakan jalan adalah kendraan tipe 7c yaitu truk trailer. Untuk perbaikan kerusakan ada 4 jenis perbaikan yaitu P1 (Penebaran Pasir), P2 (Laburan Aspal Setempat), P3 (Melapis Retakan), P5 (Penambalan). perbaikan tidak hanya dilakukan pada badan jalan tetapi juga sistem drainase tepi jalan dengan merencanakan saluran drainase baru pada beberapa segmen jalan. Dengan total biaya perbaikan jalan dan perencanaan saluran drainase baru sebesar Rp221.228.765 menggunakan HSPK kabupaten Gresik tahun 2021.
Perencanaan Geometrik Jalan Rel Kereta Cepat Surabaya-Banyuwangi Hafizh Afif Rinanto; Budi Rahardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.84979

Abstract

Perkembangan kereta api didunia sudah sangat pesat dapat dilihat dengan berkembangnya kereta cepat yang dapat mencapai kecepatan lebih dari dua ratus km/jam. Namun perkembangan kereta cepat di Indonesia untuk saat ini hanya perencanaan kereta cepat Jakarta-Bandung. Untuk rute Surabaya-Banyuwangi belum memiliki rencana pengembangan kereta cepat, hal ini dikarenakan perencanaan kereta cepat memiliki kecepatan yang tinggi, yang dalam hal ini mempengaruhi radius dari lengkung horizontal dan lengkung vertikal jalur kereta. Selain itu pengalokasian ruang untuk pengoperasian kereta cepat yang berbeda harus disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Peraturan terkait kereta cepat di Indonesia untuk saat ini belum ada, sehingga pembangunan kereta cepat harus menggunakan peraturan dari negara luar. Oleh karena itu diperlukan studi untuk merencanakan kereta cepat Surabaya-Banyuwangi. Dalam penelitian ini dilakukan pemilihan peraturan untuk perencanaan kereta cepat di Indonesia, pemilihan trase, dan perencanaan geometrik. Metode yang digunakan adalah perbandingan peraturan kereta cepat dari negara China (Code for Design of High-speed Railway, TB10621-2009), Swedia (Spårgeometrihandboken: Track geometry handbook, BVF 586.41, BVH 586.40), dan Jerman (Netzinfrastruktur Technik entwerfen; Linienführung (Net Infrastructure Technical Draft; Alignment, 900.0110). Perencanaan geometrik yang dilakukan adalah perhitungan alinyemen horizontal dan alinyemen vertical,sesuai dengan spesifikasi kereta cepat CRH1A/B/E. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pemilihan peraturan dari China (Code for Design of High-speed Railway, TB10621-2009). Trase kereta cepat Surabaya-Banyuwangi mebentang sepanjang 269,703 km dan melalui 3 stasiun.. Hasil tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengembangan kereta cepat di provinsi Jawa Timur.
Sistem Karakterisasi dan Perencanaan Pengendali PID sebagai Kontrol Kecepatan Motor Brushless DC untuk Kursi Roda Tricycle Dzikrur Rohmani Zuhkrufur Rifqi Muwafiqul Hilmi; Achmad Arifin; Andhika Estiyono
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.85505

Abstract

Kursi roda merupakan salah satu alat bantu yang paling sering digunakan penyandang disabilitas untuk meningkatkan mobilitas pribadi mereka. Seiring berkembangnya teknologi, inovasi kursi roda mulai bermunculan. Seperti kursi roda yang dikombinasikan dengan tricycle. Karena ditujukan untuk penggunaan jarak menengah hingga jarak jauh, inovasi ini memerlukan kecepatan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, motor brushless DC (BLDC) hadir sebagai pengganti motor DC konvensional yang selama ini telah banyak diimplementasikan karena memiliki karakteristik torsi yang lebih baik, respons dinamis tinggi, efisiensi tinggi, umur operasi yang panjang, rentang kecepatan tinggi, serta biaya perawatan rendah. Kendati demikian, motor brushless DC memiliki kekurangan pada mekanisme pengendaliannya yang cukup sulit dan rumit karena tidak memiliki brush (sikat) yang menunjang proses komutasi. Oleh karena itu, pada penelitian ini dirancang sebuah instrumen yang dapat digunakan untuk karakterisasi motor brushless DC sekaligus perancangan dan implementasi pengendali PID sebagai kontrol kecepatan kursi roda tricycle untuk memenuhi kebutuhan tingkat keamanan yang tinggi pada teknologi asistif tersebut. Dari penelitian yang dilaksanakan, instrumen yang dirancang berhasil digunakan untuk melakukan pengambilan data. Selain itu, instrumen melakukan karakterisasi terhadap motor listrik brushless DC dari kursi roda tricycle yang diteliti dengan baik. Lebih lanjut, pengendali PID yang dirancang berdasarkan data yang diperoleh saat karakterisasi dapat dijalankan oleh instrumen. Dari percobaan didapatkan parameter K_p, K_i, dan K_d yang terbaik adalah 0,2, 0,00012, dan 0,0035 dibandingkan parameter yang lain dengan RMSE dari hasil step response sebesar 294,09. Setelah diimplementasikan, pengendali PID yang dirancang mampu mengendalikan kecepatan motor. Meskipun memiliki performa yang kurang baik, nilai aktual yang dibaca oleh sensor ditunjukkan perlahan-lahan mendekati nilai referensi yang diberikan.
Pengujian dan Analisa Performa Daya dan Torsi Electric Scooter 2 kW dengan Menggunakan Chassis Dynamometer Derryl Veante Parinussa; Harus Laksana Guntur
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.85587

Abstract

Kendaraan listrik merupakan kendaraan yang menggunakan motor listrik sebagai tenaga penggeraknya. Salah satu contoh kendaraan listrik adalah electric scooter atau E-sooter. Pada penelitian ini dilakaukan pengujian dan analisa performa daya dan torsi pada electric scooter 2 kW. Pengujian dilakukan dengan menggunakan chassis dynamometer superflow SF-250A. Electric scooter yang digunakan adalah electric scooter SH, DJ dan QS. Pada mode normal dan sport electric scooter SH didapatkan power maksimal berturut-turut sebesar 3,1 kW dan 5 kW dengan torsi maksimal sebesar 147,67 Nm dan 263,47 Nm. Untuk electric scooter DJ, power maksimal yang didapatkan pada mode eco, normal dan sport berturut-turut sebesar 3,7 kW, 3,5 kW dan 4,2 kW dengan torsi maksimal sebesar 178,04 Nm, 161,77 Nm dan 189,57 Nm. Terakhir pada electric scooter QS, power maksimal yang didapatkan pada mode eco, normal dan sport berturut-turut sebesar 4 kW, 4 kW dan 4,1 kW dengan torsi maksimal sebesar 181,25 Nm, 184,34 Nm dab 196,53 Nm.
Perencanaan Kebutuhan Pedestrian pada Ruas Jalan Panca Usaha Mataram Wilyan Bayu Dwi Perwira; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.86392

Abstract

Jalur pejalan kaki atau trotoar menurut Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 45 ayat (1) menyebutkan bahwa “pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain”. Pada ruas Jl. Panca Usaha, Cakranegara, daerah tersebut merupakan pusat perkotaan sekaligus banyak terdapat pertokoan, jalan menuju perhotelan dan akses menuju mataram mall. Bersumber pada kondisi eksisting, Saat ini pada ruas jalan tersebut masih belum memiliki trotoar sebagai penunjang kebutuhan pejalan kaki atau pedestrian. Hal tersebut mengakibatkan pejalan kaki harus berjalan pada jalur yang tidak semestinya. Untuk menciptakan rasa nyaman dan aman bagi pejalan kaki pada daerah tersebut maka harus dipenuhinya pelayanan pedestrian. Untuk memperoleh data-data primer yang diperlukan maka harus dilakukan survey terhadap data volume pejalan kaki, volume penyeberangan jalan, volume lalu lintas, fasilitas pelengkap pejalan kaki dan lebar efektif dari perencanaan trotoar sedangkan data- data sekunder dapat dilihat dari peta land use yang ada dan peta lokasi. Dari hasil analisa dan perhitungan yang telah dilakukan, perhitungan volume maksimum dengan menggunakan analisa regresi liniear model greenshield pada setiap titik pengamatan pada weekdays dan weekend. Volume maksimum yang paling besar ada pada STA 1+350 yaitu 47 ped/mnt/m. Volume rata – rata per menit pada interval puncak V= 5 org/mnt/m. Sedangkan untuk tingkat pelayanan trotoar yang di dapat dengan menggunakan metode HCM, terdapat 2 tipe Level of service yaitu A dan B, pada perencanaan trotoar didapatkan lebar efektif terbesar pada STA 1+100 terdapat pada ruas kanan 3 m, memiliki Vp atau volume per menit sebesar 20 ped/menit/meter, dengan kualitas Level of service B. Dan Pada perencanaan fasilitas penyeberangan didapatkan 1 variasi tipe jenis fasilitas penyeberangan pada segmen yang telah direncanakan, variasi tersebut merupakan pelican.
Studi Eskperimen Pengaruh Penempatan Dinding Dekat Sudu Returning pada G/D = 1,214 terhadap Kinerja Turbin Angin Savonius Faikar Hadian; Tri Yogi Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.84080

Abstract

Kebutuhan akan enerrgi listrik di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya. Kebutuhan akan energi listrik ini masih disuplai oleh bahan bakar yang tidak terbarukan. Apabila diteruskan, Indonesia akan mengalami krisis energi. Indonesia punya potensi energi baru dan terbarukan yang luas, salah satunya sumber energi dari aliran angin. Pemanfaatan energi angin dapat menggunakan turbin angin, salah satu turbin angin yang cocok digunakan di Indonesia adalah turbin angin Savonius. Turbin angin Savonius dapat dipasang di atap maupun di samping bangunan, tujuannya untuk memanfaatkan aliran bebas hambatan serta menjadi sumber listrik bagi gedung tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan turbin angin Savonius dengan dua bilah sudu, dan dimater sudu (D) sebesar 165,2 mm. Selanjutnya model dinding bangunan terbuat dari kayu multiplies dan dipasangan dekat sudu returning dengan rasio jarak gedung dengan sudu returning Savonius (G/D) sebesar 1,214. Hasil dari penelitian ini berupa kecepatan turbin angin Savonius optimum pada kecepatan 9 m/s, dengan peningkatan nilai Coefficient of Power sebesar 21,15% dan peningkatan nilai Coefficient of Moment sebesar 25%. Selain itu turbin angin Savonius dekat dengan model dinding juga mengalami peningkatan kemampuan self-start untuk seluruh variasi kecepatan.
Studi Eksperimental Pengaruh Penempatan Dinding Dekat Sudu Returning pada Jarak G/D = 1,335 terhadap Kinerja Turbin Angin Savonius Miftihatul Jannah; Tri Yogi Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.84715

Abstract

Bertambahnya penduduk Indonesia tiap tahun mengakibatkan konsumsi energi yang semakin tinggi. Dengan sumber energi yang masih didominasi oleh energi fosil dimana terus mengalami penurunan produksi, maka diperlukan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Turbin angin Savonius merupakan pilihan terbaik untuk memanfaatkan potensi energi angin menjadi energi listrik dengan menginstalasikannya didekat bangunan tinggi guna mendapatkan aliran bebas hambatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan turbin angin Savonius dua sudu berdiameter (D) sebesar 165,2 mm. Adapun parameter penelitian yang digunakan adalah G/D = 1,335; H/L = 1; S/D = 4,91; T/D = 1,16; K/D = 1,31 dan kecepatan angin divariasikan sebesar 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 10 m/s. Eksperimen dilakukan dengan meletakkan model dinding bangunan didekat returning blade turbin angin Savonius. Hasil didapatkan bahwa performa optimum turbin tercapai pada kecepatan angin 9 m/s dengan nilai Coefficient of Power (CP) maksimum sebesar 0,0361 pada ???? = 0,459 dan nilai Coefficient of Moment (CM) maksimum sebesar 0,0788 pada ???? = 0,459. Selain itu, penempatan model dinding juga mampu meningkatkan kemampuan self-starting turbin angin Savonius pada seluruh variasi kecepatan angin.
Studi Eksperimen Efek Penempatan Dinding di Samping Sudu Returning Terhadap Kinerja Turbin Angin Savonius Pada Jarak G/D=1,0018 Hilmi Rahmat Fauzi; Tri Yogi Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.85174

Abstract

Seiring meningkatnya kebutuhan listrik dan terbatasnya ketersediaan energi tidak terbarukan, maka pentingnya beralih ke energi baru terbarukan (EBT). Salah satu potensi energi baru terbarukan yang ada di Indonesia adalah energi angin. Pemasangan turbin angin Savonius pada gedung di perkotaan diharapkan mampu memanfaatkan aliran angin yang bebas hambatan dan meningkatkan peran energi baru terbarukan. Penelitian ini dilakukan dengan menempatkan sudu returning turbin angin Savonius di samping model dinding bangunan dengan rasio jarak antara pusat turbin dan dinding terhadap diameter sudu turbin (G/D) sebesar 1,0018 dan variasi kecepatan angin yang digunakan sebesar 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 m/s. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa penempatan model dinding di samping returning blade turbin angin Savonius pada jarak G/D = 1,0018 tidak efektif dalam meningkatkan nilai Coefficient of Power dan Coefficient of Moment pada semua kecepatan. Selain itu, penempatan model dinding di samping returning blade turbin angin Savonius pada jarak G/D = 1,0018 efektif dalam meningkatkan kemampuan self-starting turbin pada kecepatan 5 dan 6 m/s yang ditunjukkan oleh peningkatan Koefisien Torsi Statis minimum (CTsmin).
Otomatisasi Lampu Selasar Departemen Instrumentasi Menggunakan Light Intensity Detector Bh1750 Berbasis Expert System Hilmy Rahman; Ahmad Fauzan Adziima; Safira Firdaus Mujiyanti
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.86576

Abstract

Sistem rangkaian lampu di Departemen Teknik Instrumentasi yaitu menggunakan timer pada lampu di lorong lantai satu, dua, dan tiga dan masih manual untuk lampu di selasar. Teknologi yang sudah diterapkan tadi kurang efektif saat mendung yang menurunkan intensitas cahaya, juga ketika terjadinya pergeseran waktu terbit dan terbenamnya matahari. Untuk mengoptimalkannya diperlukan otomatisasi lampu yang dipengaruhi intensitas cahaya dan monitoring energi listrik agar dapat diketahui berapa besar penghematannya. Otomatisasi dan monitoring lampu dilakukan dengan penambahan lux sensor BH1750 dan module PZEM004t untuk monitoring energi listrik yang sudah termasuk sensor arus, tegangan, daya, energi (KWh), dan frekuensi listrik AC. Sensor-sensor ditanamkan dalam ESP32 dan Wemos sebagai controller yang memutus aliran listrik SSR dan dihubungan dengan webserver berbasis protokol MQTT yang diakses melalui Raspberry Pi. Komponen utama hardware terdiri dari perancangan sensor BH1750 dengan Wemos dan modul PZEM 004t dengan ESP32 sampai menghubungkan Raspberry Pi dengan monitor dan software adalah membuat program pengiriman data (subscribe) ke broker MQTT dan mendesain GUI di Node Red, selanjutnya karakterisasi sistem dilakukan untuk mengetahui performansi sistem otomatisasi dan monitoring lampu. Hasil dari Tugas Akhir ini merupakan penerapan yang akan dijadikan sebagai upaya penghematan energi listrik lampu di Departemen Teknik Instrumentasi.
Analisis Pengaruh Arah Orientasi Serat terhadap Defleksi dan Tegangan pada Laminated Composite Box-Beam – Studi Kasus Riset AVATAR Angga Fernando Putra; Putu Suwarta; Galih Bangga
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.87038

Abstract

Salah satu upaya peningkatan efisiensi turbin angin adalah dengan meningkatkan ukuran dari turbin angin, terutama pada bagian sudu turbin. Namun permasalahannya adalah turbin angin yang lebih besar cenderung lebih sering mengalami kegagalan dan membutuhkan perawatan yang lebih dibanding turbin angin yang kecil. Hal ini dikarenakan blade yang digunakan lebih berat dan menerima beban yang lebih besar. Oleh karena itu, diperlukan riset lebih banyak terhadap desain turbin angin yang handal dan efisien untuk memaksimalkan pemanfaatan energi yang dari angin tersebut. Pada penelitian ini, dilakukan studi terhadap pengaruh tiga material yang berbeda sebagai material pilihan untuk penggunaan struktur spar pada sudu turbin angin. Dilakukan juga studi terhadap pengaruh arah orientasi ply terhadap besar defleksi dan tegangan yang bekerja pada struktur. Pada kasus ini, spar turbin angin dimodelkan sebagai laminated composite box-beam yang menerima pembebanan seperti cantilever beam. Permodelan matematika dirancang guna mendapatkan nilai defleksi dan distribusi tegangan pada spar tersebut, yang mana pemberian pembebanan digunakan data yang diperolah dari hasil riset AVATAR. Untuk memastikan model matematika yang dirancang sudah benar, dilakukan proses validasi terlebih dahulu menggunakan penelitian terdahulu sebagai acuan pembanding hasil. Didapatkan hasil validasi dengan perbedaan terbesar sebesar 1.26%, sehingga permodelan matematis yang sudah dirancang layak untuk digunakan pada kasus riset AVATAR. Nilai defleksi terbesar dimiliki oleh material S-Glass/Epoxy sebesar 10.057 m, lalu diikuti oleh TC35/Epoxy sebesar 4.021 m, dan defleksi terkecil pada M55/Epoxy sebesar 1.641 m. Nilai distribusi tegangan maksimum terbesar dimiliki oleh S-Glass/Epoxy dan yang terkecil adalah M55/Epoxy. Walaupun nilai defleksi pada ketiga material tersebut berbeda cukup besar, tegangan maksimum yang bekerja pada ketiga material tersebut tidak berbeda jauh. Ini disebabkan oleh adanya perbedaan sifat mekanik elastisitas E1 diantara ketiga material tersebut. Seperti pada M55/Epoxy, dengan defleksi yang kecil akan menghasilkan regangan yang kecil, namun dengan nilai E1 yang besar, tegangan yang dihasilkan menjadi besar. Adapun pengaruh perubahan arah orientasi ply pada defleksi dan distribusi tegangan maksimum adalah berbanding lurus. Dimana semakin besar arah sudut yang diberikan, maka nilai defleksi semakin besar. Dengan semakin besarnya defleksi yang timbul, regangan pada material pun membesar, sehingga tegangan maksimum yang dihasilkan juga turut membesar. Hal tersebut dapat menurunkan efisiensi dari turbin angin dan meningkatkan risiko kegagalan pada sudu turbin angin.