cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Operational Drilling Risk Analysis Using Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Method in an Oil and Gas Company Kolopaking, Steven Raynard; Gunarta, I Ketut
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.152835

Abstract

Drilling operations in the oil and gas industry are among the riskiest activities, with high potential for injury and environmental damage. Therefore, thorough risk analysis and assessment are crucial to minimize these risks. This research aims to reassess and prioritize operational risks, recommending mitigation actions using Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) and ISO 31000:2018 standards. The study involves risk identification through expert interviews, resulting in the identification of 364 combined risks, including failure modes, probable causes, and effects. Using the Risk Priority Number (RPN), risks were prioritized, and responses were categorized into mitigate (60%), transfer (25%), accept (11%), and avoid (4%). This approach enables the company to manage risks more effectively, ensuring safety and operational efficiency. The findings indicate that proper risk prioritization and response can significantly reduce potential damage. However, this research highlights the need for a more comprehensive analysis, including financial risk assessments, to maximize the effectiveness of risk management strategies. The results provide valuable insights for improving the company’s risk management framework, contributing to the overall safety and sustainability of drilling operations. Future research should focus on integrating financial risk evaluations to enhance the robustness of the risk management process.
Pengaruh Penambahan Syngas Hasil Gasifikasi Pelet Kayu terhadap Unjuk Kerja Mesin Diesel Dual Fuel Adani, Hafidh Fajar; Sudarmanta, Bambang
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.155409

Abstract

Kebutuhan energi di Indonesia semakin meningkat, sementara pasokan energi yang tersedia semakin terbatas. Kondisi ini mendorong penggunaan energi alternatif. Salah satu energi altrernatif yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan adalah biomassa kayu. Biomassa kemudian diolah melalui proses gasifikasi yang menghasilkan syngas. Syngas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar diesel sistem dual fuel. Oleh karena itu, pada penelitian ini terdapat penambahan syngas hasil gasifikasi pelet kayu pada mesin diesel. Tujuan utama untuk mengkarakterisasi unjuk kerja mesin diesel dan mendapatkan substitusi syngas yang maksimal pada sistem dual fuel. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan mesin diesel pada putaran mesin konstan 3000 rpm dengan variasi bukaan valve syngas dan pembebanan dari 500 watt hingga 4500 watt dengan interval kenaikan 500 watt. Sistem pemasukkan syngas menggunakan mixer secara langsung dari reaktor. Valve syngas dilakukan variasi bukaan ¼, ½, ¾, dan bukaan penuh. Pengukuran dilakukan terhadap arus dan tegangan listrik tiap pembebanan, waktu konsumsi biodiesel 25 ml, opasitas emisi gas buang, serta temperatur operasi: oli, mesin, dan gas buang. Hasil penelitian didapat pada variasi bukaan penuh menghasilkan unjuk kerja yang paling optimal. Penurunan specific fuel consumption (SFC) biodiesel sebesar 26,25% dari 0,240 kg/kWh menjadi 0,177 kg/kWh. Nilai efisiensi termal mengalami penurunan sebesar 0,6% dari kondisi single fuel. Nilai AFR terendah pada kondisi dual fuel, angka ini menurun sebesar 73% dari kondisi single fuel. AFR yang tidak ideal juga memberikan dampak terhadap temperatur operasi, temperatur mesin tertinggi 62°C meningkat 7,4%, temperatur oli tertinggi 112°C meningkat 9,6%, dan temperatur gas buang tertinggi 221°C meningkat 18,5% dibandingkan dengan kondisi single fuel. Nilai opasitas emisi didapat penurunan sebesar 36,1% dari 1,55 m-1 menjadi 0,99 m-1. Penambahan syngas dapat mensubstitusi biodiesel terbaik hingga 28,6%.
Analisis Penentuan Lokasi Rumah Sakit Darurat Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus : Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, Jawa Timur) Zakaria, Mikail; Nurwatik, Nurwatik
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.123357

Abstract

Merujuk pada WHO (World Heath Organization), pandemi merupakan fenomena penyebaran penyakit baru ke seluruh dunia. Salah satu fenomena pandemi besar yang mempengaruhi  dunia  dan  melumpuhkan  sebagian  besar kegiatan diberbagai sektor adalah pandemi COVID-19 yang dimulai pada akhir tahun 2019 di Wuhan, China, dan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat. Mayoritas pandemi merupakan penyakit menular dengan masa terjangkit yang singkat dan mematikan. Pada penelitian ini digunakan dua metode analisis, pertama Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode tersebut merupakan suatu metode pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Model pendukung keputusan  ini  akan  menguraikan  masalah  multi  faktor  atau multi  kriteria  yang  kompleks  menjadi  suatu hierarki. Metode analisis  kedua  adalah  menggunakan  Weighted  Sum.  Weighted Sum memberikan kemampuan untuk menimbang dan menggabungkan beberapa input untuk membuat analisis terintegrasi. Weighted Sum bekerja dengan mengalikan nilai bidang yang ditentukan untuk setiap input raster dengan bobot yang ditentukan. Ini kemudian menjumlahkan (menambahkan) semua input raster bersama-sama untuk membuat output raster. Setiap input raster dapat diberi bobot, atau diberi persentase pengaruh,  berdasarkan  kepentingannya.  Pengolahan  data diawali  dengan  mengolah  hasil  pengisian  kuesioner menggunakan expert  choice v11  dan didapatkan hasil  berupa, aksesibilitas memiliki bobot tertinggi (0,608), diikuti oleh utilitas publik (0,196), kesesuaian RDTR (0,096), bebas bangunan 20 meter (0,067), dan zonasi COVID-19 (0,033). Selain itu, nilai inconsistency pada  matriks  perbandingan  ditemukan  sebesar 0,08, yang berada di bawah batas 0,1, menunjukkan bahwa matriks tersebut dapat diterima. Berdasarkan pengolahan menggunakan  weighted  sum  didapatkan 4  lokasi  yang  sangat berpotensi, 7 lokasi yang cukup memiliki potensi, dan sisanya tidak memiliki potensi. Dimana peringkat 1 berada di Kel. Manukan Kulon yang memiliki skor tertinggi dari 14 lokasi di kelurahan tersebut, lalu peringkat 2 dan 4 berlokasi di Kel. Tandes Kidul dari 2 lokasi, dan terakhir peringkat 3 berlokasi di Kel. Tandes Lor dari 1 lokasi potensi Rumah Sakit Darurat di Kelurahan Tersebut.
Analisis Keterjangkauan Fasilitas berdasarkan Konsep 15-Minutes City di UP Rungkut Kota Surabaya Fabiansa, Ahimsa; Navastara, Ardy Maulidy
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.126543

Abstract

Pandemi COVID-19 berimplikasi terhadap kualitas hidup masyarakat, tak terkecuali di Rungkut, Surabaya. Hal tersebut diperparah dengan masifnya penggunaan kendaraan bermotor yang menambah polusi serta memperbanyak biaya transportasi yang dikeluarkan sehingga memperbesar dampak negatif terhadap sistem perkotaan yang seharusnya menciptakan sistem yang lebih tanggap, efisien, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan tersebut. Oleh karenanya terdapat urgensi yang jelas untuk mewujudkan distribusi sarana dan prasarana ke dalam unit yang lebih kecil, yang salah satu pencapaiannya dengan konsep 15-Minutes City. Penelitian ini menggunakan Content Analysis dan Network Analysis secara berurutan untuk mengidentifikasi jenis fasilitas dan fasilitas serta mengukur keterjangkauan hunian terhadap setiap fasilitas. Ditemukan sebanyak 15 fasilitas yang tergabung ke dalam 7 jenis fasilitas. Penelitian ini menghasilkan bahwa dalam 15 menit terdapat fasilitas-fasilitas yang paling banyak dijangkau dengan berjalan kaki, yaitu: toko kebutuhan sehari-hari, apotek, dan TK serta dengan bersepeda, yaitu:  toko kebutuhan sehari-hari, tempat ibadah, dan TK. Harapannya melalui hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan   penyediaan fasilitas berdasarkan keterjangkauan beragam moda transportasi, khususnya berjalan kaki dan bersepeda.
Konsep Penyediaan Infrastruktur Darurat Logistik dalam Menghadapi Dampak Potensi Bencana Gempa Bumi di Kota Surabaya Pramestiara, Salwa; Pamungkas, Adjie
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.123865

Abstract

Kota Surabaya memiliki ancaman terjadi bencana gempa bumi dengan kekuatan 6.5. Hal ini disebabkan adanya Sesar Surabaya dan Sesar waru yang melewati Kota Surabaya. Dalam menghadapi ancaman tersebut, diperlukan adanya infrastruktur darurat logistik sehingga dapat mengurangi dampak kerugian yang ditimbulkan. Studi sebelumnya menunjukkan kesiapan infrastruktur darurat logistik dalam merespon potensi gempa bumi di Kota Surabaya masih belum cukup. Penelitian akan dilakukan dengan merumuskan kriteria dan konsep penyediaan infrstruktur darurat logistik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan teknik analisis konten melalui wawancara mendalam terhadap 10 responden terpilih berdasarkan purposive sampling dan teknik validasi triangulasi dengan membandingkan kriteria, studi kasus, dan kebijakan terkait. Hasil penelitian mengungkapkan terdapat 47 kriteria penyediaan infrastruktur darurat logistik. Selanjutnya diperoleh konsep infrastruktur darurat logistik yang terbagi atas dua fase pengelolaan risiko, mitigasi dan tanggap darurat. Dalam fase mitigasi berfokus pada pendataan barang logistik yang ada, pengaktifan ruang penyimpanan, pengalokasian anggaran logistik darurat, pemeliharaan kendaraan distribusi, dan kerja sama dengan pihak terlibat terkait persiapan logistik darurat saat ini (tidak terjadi bencana). Fase tanggap darurat berfokus pada mobilisasi tim TRC, mobilisasi logistik darurat, pendirian titik distribusi dan ruang penyimpanan sementara, dan pengaktifan klaster logistik dalam operasi tanggap darurat.
Strategi Pengembangan Sektor Ekonomi Kreatif Kabupaten Karanganyar dengan Kolaborasi Penta Helix Aryanto, Ananda; Santoso, Eko Budi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.127257

Abstract

Kabupaten Karanganyar memiliki potensi di berbagai subsektor ekonomi kreatif, khususnya di subsektor seni pertunjukan. Selain seni pertunjukan, subsektor ekonomi kreatif yang potensial dikembangkan adalah subsektor kriya, fesyen, kuliner, musik, dan lain-lain. Sementara itu, belum adanya arahan/strategi khusus mengenai pengembangan ekonomi kreatif. Kabupaten Karanganyar menghadapi permasalahan strategis di bidang perekonomian seperti tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi serta rendahnya kualitas SDM. Dalam bidang ekonomi kreatif sendiri belum terdapat penelitian mengenai pengembangan yang terfokus pada subsektor tertentu. Untuk memaksimalkan potensi dan menuntaskan permasalahan yang ada, diperlukan identifikasi subsektor ekonomi kreatif unggulan dan potensial serta strategi pengembangannya yang berfokus pada usaha kecil dan menengah. Diperlukan kolaborasi aktif lima aktor penta helix, yaitu akademisi, pelaku usaha ekonomi kreatif, komunitas/kelompok usaha, pemerintah, dan media guna merumuskan arahan yang optimal dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Karanganyar dengan kolaborasi penta helix. Tahapan dalam penelitian ini yang pertama adalah dilakukannya identifikasi kinerja subsektor ekonomi kreatif yang merupakan sektor unggulan, potensial, kurang berkembang, dan tidak efektif dengan metode analisis tipologi. Tahapan kedua adalah melakukan identifikasi faktor internal dan eksternal yang berpengaruh dalam pengembangan subsektor ekonomi kreatif unggulan dan potensial di Kabupaten Karanganyar dengan sumber data dari wawancara mendalam yang kemudian dianalisis menggunakan metode Content Analysis. Tahapan selanjutnya adalah perumusan strategi dengan data hasil sasaran kedua yang dianalisis menggunakan metode SWOT (IFAS EFAS). Berdasarkan hasil analisis, diketahui terdapat lima subsektor ekonomi kreatif yang menjadi unggulan di Kabupaten Karanganyar, yaitu dua subsektor jasa kreatif (seni pertunjukan dan musik) dan tiga subsektor barang kreatif (kuliner, fesyen, dan kriya). Berdasarkan matriks SWOT, subsektor barang kreatif berada di posisi kuadran III, yaitu “ubah strategi yang posisi dari tersebut dirumuskan strategi meminimalkan kelemahan dengan memanfaatkan peluang yang ada. Sementara subsektor jasa kreatif berada di posisi kuadran IV, yaitu “strategi bertahan” yang dari posisi tersebut perlu dirumuskan strategi meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Identitas Tempat Kampung Kayutangan sebagai Kawasan Wisata Budaya di Kota Malang Darmawan, Ahmad Adyatma Maulana; Umilia, Ema
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.126263

Abstract

Kampung Kayutangan merupakan kawasan yang diarahkan pengembangannya sebagai kawasan wisata budaya berdasarkan RTRW Kota Malang Tahun 2010 – 2030. Potensi wisata budaya yang ditawarkan oleh Kampung Kayutangan adalah wisata budaya yang bermuatan edukasi sejarah dengan menampilkan bangunan kolonial yang memiliki nilai estetika arsitektural, makanan khas tempo dulu, aktivitas sosial budaya yang dilakukan secara turun temurun, dan makam yang mempunyai sejarah spesifik. Namun demikian, kondisi koridor Kayutangan yang banyak mengalami perubahan baik dari aspek fisik dan non fisik berpengaruh terhadap perkembangan Kampung Kayutangan sebagai area penyangga koridor tersebut yang menyebabkan pudarnya identitas tempat Kampung Kayutangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi identitas tempat Kampung Kayutangan sebagai kawasan wisata budaya di Kota Malang. Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi identitas tempat Kampung Kayutangan sebagai kawasan wisata budaya di Kota Malang menggunakan metode analisis Delphi. Hasil dari penelitian didapatkan 29 (dua puluh sembilan) faktor yang memengaruhi identitas tempat Kampung Kayutangan sebagai kawasan wisata budaya di Kota Malang.
Identifikasi Karakteristik dan Tingkat Partisipasi Masyarakat Desa Wisata Jambu di Kabupaten Kediri Berbasis Community-Based Tourism Putri, Dona Cronwilia Diana; Umilia, Ema
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.127276

Abstract

Desa Wisata Jambu di Kabupaten Kediri Jawa Timur merupakan salah satu desa wisata yang terus berupaya melakukan pengembangan. Pengembangan desa wisata ini akan berpengaruh terhadap pendapatan yang akan diterima Desa Wisata Jambu. Disamping itu, masih terdapat beberapa permasalahan pengembangan Desa Wisata Jambu ini adalah terkait pemenuhan fasilitas pendukung pariwisata, pemberdayaan masyarakat dan keterlibatan masyarakat dalam proses pengembangan Desa Wisata Jambu. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara jelas permasalahan dan potensi yang ada dengan proses identifikasi karakteristik Desa Jambu dan tingkat partisipasi masyarakat. Penelitian ini tergolong kedalam jenis penelitian campuran (kuantitaif-kualitatif). Dalam memenuhi sasaran pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk mendapatkan karakteristik Desa Wisata Jambu dan analisis pembobotan untuk memperdalam gambaran mengenai tingkat partisipasi masyarakat eksisting. Hasil dari analisis akan menggambarkan karakteristik Desa Wisata Jambu yang ditinjau berdasarkan variabel hasil sintesa pustaka yang dilakukan peneliti. Dimana pada penelitian ini dihasilkan 20 variabel dalam pendekatan CBT yang terbagi menjadi 3 (tiga) indikator/dimensi yaitu dimensi lingkungan dan budaya, dimensi sosial, dan dimensi politik
Konsep Kampung Tematik di Kelurahan Kota Bambu Utara Jakarta Barat dan Efektifitasnya terhadap Penataan Permukiman Kumuh Basri, Marsa Tanzila Putri Nur; Umilia, Ema
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.127318

Abstract

DKI Jakarta merupakan pusat pertumbuhan yang sangat menarik bagi mereka yang tinggal disekitarnya. Masyarakat yang datang ke Jakarta untuk bekerja juga memanfaatkan fasilitas pelayanan yang ada. Hal ini mengakibatkan banyak permintaan untuk perumahan sedangkan lahan yang tersedia terbatas, menyebabkan terjadinya permukiman kumuh. Sejumlah kampung tematik mulai dibangun sebagai bentuk dari program kampung terpadu di sejumlah kecamatan di DKI Jakarta. Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 90 Tahun 2018 memiliki 8 kecamatan di Jakarta Barat yang menjadi tempat pelaksanaan peningkatan kualitas permukiman dalam rangka penataan kawasan permukiman terpadu. Salah satunya adalah Kampung Budaya pada Kelurahan Kota Bambu Utara, Kecamatan Palmerah. Masyarakat merasa terbantu dengan adanya perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana. Namun masih terdapat permasalahan di antaranya permasalahan sanitasi, kepadatan bangunan yang tinggi sehingga berpotensi tinggi rawan bencana kebakaran. Untuk itu diperlukan adanya penilaian efektivitas dari penerapan konsep kampung tematik terhadap upaya penataan permukiman kumuh. Untuk dapat menjawab tujuan penelitian, digunakan dua metode yaitu Content Analysis untuk mengidentifikasi kriteria kampung tematik terhadap upaya penataan permukiman kumuh dan Importance Performance Analysis untuk menilai efektivitas penerapan konsep kamung tematik di Kelurahan Kota Bambu Utara. Jenis penelitian kombinasi menggunakan strategi eksploratoris sekuensial. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan hasil bahwa penerapan konsep kampung tematik dapat dikatakan sudah cukup efektif dari segi penyediaan dan kualitas sarana dan prasarana serta partisipasi masyarakat dan pelibatan stakeholders. Adapun aspek yang tidak efektif di antaranya tingkat kepadatan bangunan, tingkat keteraturan bangunan, pemberdayaan masyarakat, aktivitas masyarakat, dan kesejahteraan sosial.
Penggunaan Data UAV dalam Menentukan Rute Kendaraan Menghindari Area Rentan Longsor Menggunakan Metode SMORPH dan Least Cost Path Analysis (Studi Kasus: Lapangan Semanggi PT Pertamina EP Cepu) Maulidini, Talita Rifda; Hariyanto, Teguh
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.127522

Abstract

Tingginya kebutuhan masyarakat Indonesia akan energi migas menyebabkan industri migas harus mengimbanginya dengan meningkatkan produktivitas industri, salah satunya dengan pengembangan sumur eksplorasi minyak baru. Salah satu aset PT Pertamina EP Cepu adalah sumur yang terletak di Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Membuka area sumur baru membutuhkan jalan aman yang terlindung dari geohazard atau bencana alam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data yang diperoleh dari pemetaan menggunakan metode fotogrametri yang dilengkapi dengan GCP (Ground Control Point) untuk mendapatkan orthoimage dan DTM (Digital Terrain Model). Kemudian dilakukan identifikasi area rentan longsor dengan SMORPH (Slope Morphology) yang menghasilkan 8,952 ha daerah rawan longsor, 17,258 ha waspada dan 13,636 ha tidak stabil. Serta dilakukan analisis Least Cost Path yang menghasilkan rute jalur dengan panjang rata- rata sebesar 390,084 m pada area penelitian yaitu di Lapangan Semanggi PT Pertamina EP Cepu (SMG).