cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Penentuan Faktor-Faktor Prioritas Pengembangan Kawasan Candi Penataran Berdasarkan Pengalaman Wisatawan Nisa, Zahratun
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.131388

Abstract

Pariwisata kreatif dan pengalaman budaya menjadi perhatian utama, dan penting untuk memberikan pengalaman wisata yang berkesan bagi para pengunjung. Integrasi dengan potensi wisata lainnya di sekitarnya juga perlu dilakukan untuk meningkatkan daya tarik kawasan. Terlebih kawasan Candi Penataran merupakan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang memiliki potensi budaya dan sejarah yang tinggi. Untuk itu perlu adanya identifikasi faktor-faktor prioritas yang mempengaruhi pengembangan Kawasan Candi Penataran berdasarkan pengalaman wisatawan.. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan rasionalistik dengan kombinasi penelitian kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh dari review-review Google yang dianalisis menggunakan analisis sentimen untuk mengklasifikasikan ulasan menjadi sentimen positif dan negatif. Terdapat 10 variabel penelitian yang telah ditentukan sebelumnya untuk mengukur pengalaman wisatawan di kawasan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel "Interpretasi" memiliki jumlah ulasan terbanyak, sedangkan variabel "Keamanan" jarang diulas. Variabel "Fasilitas" mendapatkan sentimen negatif terbanyak, menunjukkan adanya kekurangan atau ketidakmemadaiannya fasilitas di kawasan Candi Penataran. Oleh karena itu, variabel-variabel prioritas yang menjadi fokus utama untuk meningkatkan pengalaman wisatawan adalah "Fasilitas", "Kualitas Layanan", dan "Keamanan". Kawasan Candi Penataran harus dikelola dengan baik dan terintegrasi dengan potensi wisata lainnya di sekitarnya, seperti potensi ikan koi, wisata desa, dan kuliner, untuk meningkatkan daya tariknya. Dengan memprioritaskan pengembangan variabel "Fasilitas", "Kualitas Layanan", dan "Keamanan", diharapkan kawasan Candi Penataran dapat memberikan pengalaman wisata yang lebih baik dan memuaskan bagi para pengunjung, serta berkontribusi positif bagi pariwisata Kabupaten Blitar secara keseluruhan.
Evaluasi Tingkat Keterpaduan Pengembangan Pariwisata Budaya di Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember Denisha, Winona; Umilia, Ema
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.131871

Abstract

Kabupaten Jember memiliki potensi pariwisata yang khas, yaitu adanya keberagaman wisata budaya di Kecamatan Arjasa. Namun dalam pengembangan wisata budaya tersebut terdapat beberapa permasalahan. Kecamatan Arjasa memiliki banyak daya tarik wisata yang tersebar di beberapa desa, namun belum ada keterkaitan antar ODTW dalam hal pengembangan jalur wisata, belum terintegrasinya pengelolaan antar ODTW, dan penyediaan fasilitas serta sarana dan prasarana transportasi yang beberapa belum memadai. Terdapat ketimpangan jumlah kunjungan wisatawan khususnya pada ODTW yang lokasinya berdekatan, di mana merupakan salah satu dampak dari belum terintegrasinya ODTW di Kecamatan Arjasa. Dengan kondisi tersebut, maka diharapkan adanya konsep pengembangan wisata budaya terpadu ini dapat memecahkan permasalahan pengembangan wisata budaya di Kecamatan Arjasa. Analisis Isi digunakan untuk mendapatkan variabel-variabel yang menjadi kriteria pengembangan pariwisata terpadu. Selanjutnya dilakukan analisis penilaian kondisi pengembangan wisata di Kecamatan Arjasa berdasarkan penilaian stakeholders dengan Teknik Skoring yaitu memberikan skor dengan rentang 1-4 pada setiap kriteria. Berdasarkan hasil Analisis Isi yang dilakukan, didapatkan lima (5) kriteria pengembangan wisata budaya terpadu, yaitu Jaringan Internal, Jaringan Eksternal, Ketersediaan Sarana Transportasi, Ketersediaan Prasarana Transportasi, dan Keterlibatan Masyarakat. Selanjutnya berdasarkan analisis penilaian tingkat keterpaduan pengembangan wisata di Kecamatan Arjasa berdasarkan stakeholders didapatkan nilai tingkat keterpaduan wisata meliputi tiga (3) kriteria dengan nilai Tinggi, yaitu Jaringan Internal, Jaringan Eksternal, dan Keterlibatan Masyarakat, satu (1) kriteria dengan nilai Rendah yaitu Prasarana Transportasi, dan satu (1) kriteria dengan nilai Sangat Rendah yaitu Sarana Transportasi.
Studi Preferensi Pelayanan Jalur Pejalan Kaki dan Halte untuk Menunjang Suroboyo Bus di Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya Wahyu, Fannisa Amara; Navitas, Prananda
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.131661

Abstract

Optimalisasi kualitas  pelayanan Suroboyo Bus meningkatkan minat masyarakat untuk menaiki transportasi umum yang ada di Kota Surabaya. Hal tersebut terbukti dari adanya peningkatan pengguna bus setiap tahunnya. Adanya peningkatan kualitas layanan transportasi umum perlu diikuti dengan peningkatan kualitas penunjangnya yang terdiri dari non-motorized mode feeder dan motorized mode feeder. Jalur pedestrian sebagai salah satu non-motorized mode feeder memiliki peran penting dalam memberikan kenyamanan pengguna bus dari titik asal hingga tujuan, yakni halte atau pemberhentian bus. Namun, jalur pedestrian dan halte di Kecamatan Mulyorejo saat ini kondisinya banyak yang memprihatinkan, seperti sulit dilewati dan tidak terlihat keberadaannya di beberapa titik yang dilewati oleh transportasi umum. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pembangunan jalur pedestrian dan halte dibangun tanpa mempertimbangkan konektivitas keduanya.  Fakta demikian dapat berpengaruh terhadap minat pengguna jalur pedestrian dan halte. Untuk itu, perlu diketahui preferensi penduduk Kecamatan Mulyorejo terhadap penggunaan jalur pedestrian dan halte sebagai penunjang Suroboyo Bus. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan pengkajian faktor-faktor berpengaruh dengan metode Systematic Literature Review yang hasilnya adalah faktor keamanan kenyamanan, daya tarik, landuse, konektivitas, dan service availability. Kemudian, enam faktor tersebut digunakan untuk mendapatkan preferensi penduduk terhadap penggunaan jalur pedestrian dan halte. Melalui penelitian ini, dihasilkan preferensi pengguna jalur pedestrian dan halte terhadap tiap-tiap faktor berpengaruh sehingga diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kota Surabaya dalam penyediaan jalur pedestrian yang terhubung dengan halte bus sebagai penunjang Suroboyo Bus.
Identifikasi Pipa dan Kabel Bawah Permukaan Menggunakan Metode Ground Penetrating Radar (GPR) Hadi, Joeliardi Tirta; Warnana, Dwa Desa; Purwanto, Mohammad Singgih
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.136906

Abstract

Metode Ground Penetrating Radar (GPR) adalah Metode Geofisika yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik, dimana metode ini digunakan untuk berbagai ilmu seperti pada geologi, konstruksi, arkeologi dan lain sebagainya. Salah satu pemanfaatan yang sering digunakan metode ini adalah sebagai metode untuk mengidentifikasi utilitas bawah permukaan yaitu berupa pipa dan kabel bawah permukaan. Identifikasi utilitas bawah permukaan ini sangatlah penting sebagai proses pencegahan kerusakan fasilitas tersebut karena adanya pembangunan atau penggalian. Penelitian ini menggunakan 13 lintasan GPR untuk mengidentifikasi utilitas bawah permukaan berupa pipa gas, pipa air dan kabel bawah permukaan. Pada proses pengolahan digunakan software MatGPR R3.1 dengan proses pengolahan dari penyesuaian data dan pemakaian beberapa filter. Dibahas 3 lintasan yang mewakili untuk menampilkan kemungkinan anomali target yang dicari dengan diinterpretasi lebih lanjut. Didapatkan ketiga anomali (pipa gas, pipa air dan kabel bawah permukaan) pada kedalaman 0,5 meter hingga 1 meter dengan dibedakan berdasarkan respon dari reflektor (pipa atau kabel) membentuk anomali hiperbola, dimana anomali pipa berbahan logam akan lebih terlihat tebal karena amplitudo yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan kabel bawah permukaan yang berbahan HDPE pada bagian luar.
Analisis Waktu dan Biaya Pelaksanaan pada Proyek Pembangunan Gedung Perkuliahan Jurusan Akuntansi dan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Malang Menggunakan Metode Hollow Core Slab Riza, Fitri; Moeljono, Triaswati; Purnamasari, Ragil
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.142327

Abstract

Dalam menentukan analisis biaya dan waktu diperlukan adanya metode pelaksanaan konstruksi yang benar. Metode yang dianggap tepat untuk menggantikan beton cor konvensional yaitu beton pracetak. Keunggulan yang ditawarkan beton pracetak seperti dapat mempercepat durasi serta mengurangi biaya penggunaan bekisting. Dalam penelitian ini menggunakan salah satu jenis beton precast yaitu Hollow Core Slab sebagai pengganti beton konvensional. Biaya dan waktu pelaksanaan diperhitungkan berdasarkan literatur maupun peraturan yang berlaku yang bertujuan memperoleh hasil yang sesuai dengan kondisi real lapangan. Durasi proyek diperhitungkan dengan menggunakan program bantu Microsoft Project. Sehingga diperoleh hasil analisis perhitungan durasi proyek pembangunan gedung perkuliahan akuntansi dsn administrasi niaga Politeknik Negeri malang 329 hari dengan biaya pelaksanaan proyek sebesar Rp26.298.329.150,51. Sedangkan menggunakan beton cor konvensional mencapai 340 hari kerja dengan total biaya pelaksanaan proyek sebesar Rp26.166.507.179,00.
Manajemen Pelaksanaan Dinding Inlet Saluran Terbuka pada Proyek Pembangunan Sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur Raditya, Akmal; Harijanto, Didik; Sa'ud, Ismail
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.142962

Abstract

Proyek Pembangunan Sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) berlokasi di Kota Jakarta Timur, Kecamatan Jatinegara (awal sodetan di kali Cliwung Kelurahan Bidara Cina, akhir sodetan di kali Cipinang atau Kanal Banjir Timur Kelurahan Cipinang Besar Selatan). Proyek ini merupa-kan proyek yang diprakarsai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Proyek ini merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah khususnya Provinsi DKI Jakarta dalam mengurangi banjir yang sering terjadi di daerah Kali Ciliwung. Perhitungan waktu dan biaya pada proyek ini dilakukan dengan membuat Work Breakdown Structure (WBS) dan perhitungan volume terlebih dahulu pada tiap item pekerjaannya. Perhitungan waktu diperoleh dari perhitungan produktivitas tiap alat yang digunakan sehingga menghasilkan durasi, koefisien alat, dan tenaga kerja. Perhitungan biaya meliputi biaya tenaga kerja, bahan dan juga alat yang harga satuannya menggunakan dari data harga survei dan juga harga-harga satuan yang diperoleh dari perusahaan yang lokasi proyeknya berdekatan dengan lokasi penelitian, sehingga dari perhitungan tersebut didapatkan Rencana Anggaran Pelaksa-naan (RAP). Penyusunan penjadwalan proyek menggunakan program bantu Microsoft Project hingga mendapatkan hasil akhir Kurva-S. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah waktu pembangunan Dinding Inlet hingga Dinding Pintu Air, yaitu 248 hari. Biaya total untuk pelaksanaan pembangunan proyek sebesar Rp67.317.201.244,00 yang terbilang enam puluh tujuh milyar tiga ratus tujuh belas juta dua ratus satu ribu dua ratus empat puluh empat rupiah.
Perhitungan Waktu dan Biaya Pelaksanaan Pengembangan Menara 17 PWNU Jatim Menggunakan Aluminium Formwork Hafizhah, Almas; Khoiri, Mohamad; Purnamasari, Ragil
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.142991

Abstract

Penggunaan bahan bangunan material beton pada proyek konstruksi digunakan di hampir seluruh komponen struktur bangunan konstruksi. Untuk menopang berat beton dan pekerja di atasnya, bekisting yang digunakan sebagai cetakan beton harus kuat, kaku, dan kokoh. Untuk memotong biaya, disarankan untuk penggunaan material bekisting secara berulang. Proyek akhir ini merencanakan manajemen konstruksi pada proyek Pembangunan Menara 17 PWNU JATIM Kota Surabaya yang berlokasi di Jl. Masjid Al-Akbar Timur No. 9, Kota Surabaya, Jawa Timur dengan 17 lantai dan atap. Proyek akhir ini merencanakan dan menghitung biaya serta waktu penggantian metode pelaksanaan dari yang sebelumnya menggunakan metode bekisting konvensional menjadi metode bekisting aluminium formwork mulai dari lantai 2 sampai lantai 17. Hal ini dikarenakan proyek memiliki desain lantai tipikal. Penyusunan proyek akhir dimulai dari mengidentifikasi item pekerjaan, kemudian menghitung volume dan produktivitas pekerjaan yang akan digunakan dalam menentukan durasi setiap item pekerjaan sehingga dapat menyusun penjadwalan. Hasil analisa perhitungan waktu diperoleh selama 316 hari kerja dan biaya pelaksanaan sebesar Rp51.705.176.000,00.
Perhitungan Percepatan Waktu dan Biaya dengan Metode Time Cost Trade Off (TCTO) pada Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium dan Perkuliahan UPN “Veteran” Jawa Timur Destiane, Ane Aulia; Fauzi, Aan; Purnamasari, Ragil
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.143015

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan mengatasi keterlambat-an pada pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium dan Perkuliahan UPN “Veteran” Jawa Timur dengan deviasi yang terjadi di lapangan sampai -36,420% pada minggu ke-40 pelaksanaan proyek sehingga mengalami keterlambatan selama 100 hari kerja. Dilakukan analisa percepatan memakai metode Time Cost Trade Off pada minggu ke-40 karena mengalami keterlambatan pekerjaan mencapai deviasi yang paling maksimal. Metode Time Cost Trade Off (TCTO) atau pertukaran waktu dan biaya adalah pemampatan waktu pelaksanaan proyek dengan tujuan untuk mendapatkan waktu (durasi) maupun biaya optimum proyek dengan pengurangan durasi proyek. Pemakaian metode percepatan ini bertujuan agar dapat mempersingkat waktu pelaksanaan proyek dengan penambahan biaya seminimum mungkin terhadap kegiatan yang dipercepat. Dalam melakukan percepatan, dilakukan pada aktivitas yang berada pada lintasan kritis agar lebih efisien. Analisis percepatan dilakukan pada struktur lantai 1 hingga lantai atap dengan jumlah 9 lantai. Alternatif percepatan yang digunakan adalah alternatif penambahan tenaga kerja dan alternatif penambahan shift kerja dengan metode perhitungan pada kelima tahap kompresi iterasi. Kedua alternatif tersebut nantinya akan digunakan dalam saat melakukan kompresi iterasi. Hasil dari analisis percepatan dengan metode Time Cost Trade Off (TCTO) didapatkan bahwa pada tahap kelima kompresi iterasi dengan alternatif penambahan tenaga kerja dan penambahan shift kerja menghasilkan waktu dan biaya yang paling optimum. Didapatkan percepatan waktu dari durasi dan total biaya keterlambatan awal sebesar 198 hari dan biaya Rp18.931.543.453,00 menjadi 98 hari dengan biaya Rp14.658.150.989,00. Dimana hasil percepatan iterasi 5 meru-pakan alternatif percepatan yang paling efisien dan paling opti-mum dikarenakan dapat mengatasi keterlambatan selama 100 hari sesuai kontrak awal dan memiliki biaya total yang paling murah.
Perkuatan Terowongan Pengelak Menggunakan Rockbolt dan Shotcrete Bendungan Bagong Trenggalek Wijaya, Farid Pandu; Sungkono, Sungkono
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.143057

Abstract

Terowongan pengelak bendungan Bagong ter-letak di sisi kanan sungai Bagong (sisi barat), dibangun pada lapisan batuan keras (fresh rock) yang menunjukan relatif stabil. Pelaksanaan konstruksi terowongan penge-lak menggunakan metode peledakan (blasting) dalam penggaliannya, yang menyebabkan beberapa potensi risiko berkaitan dengan kestabilan. Sehingga pada tahap-an konstruksi terowongan pengelak bendungan Bagong perlu diberikan perkuatan untuk menjaga kestabilan. Perkuatan yang digunakan adalah angkur batuan (Rock bolt), dan beton semprot (Shotcrete). Plaxis V.20 meru-pakan salah satu perangkat lunak dalam bidang geotek-nik yang menggunakan metode elemen hingga yang bisa digunakan untuk memodelkan stabilitas terowongan menggunakan perkuatan Rock bolt dan Shotcrete. Dengan demikian tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganali-sis stabilitas terowongan. Dari hasil pemodelan diperoleh hasil setiap penambahan perkuatan akan menyebabkan penambahan nilai angka keamanan dan menurunkan nilai deformasi. Besarnya nilai keamanan dipengaruhi oleh nilai massa batuan atau rock mass rating (RMR) dan faktor disturbansi. Pada zona 1 yang memiliki nilai RMR sebesar 68 dan faktor disturbansi sebesar 0,8 didapatkan angka keamanan 6,110 dengan deformasi sebesar 0,0010 m. Pada Zona 2 didapatkan angka keamanan sebesar 1,717 dan deformasi sebesar 0,00801. Pada Zona 3 dida-patkan angka keamanan sebesar 1,993 dan deformasi sebesar 0,00482. Pada Zona 4 didapatkan angka keaman-an sebesar 2,240 dan deformasi sebesar 0,00873. Pada Zona 5 didapatkan angka keamanan sebesar 1,936 dan deformasi sebesar 0,00707.
Evaluasi Perhitungan Waktu dan Biaya Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Tower ITS 2 Surabaya Menggunakan Metode Earned Value Management (EVM) Hadju, Azzahra Putri Fidelia; Fauzi, Aan; Purnamasari, Ragil
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.143137

Abstract

Pekerjaan konstruksi merupakan suatu bidang pekerjaan yang mengalami fluktuasi dan cenderung mengandung risiko yang memberikan pengaruh terhadap produktivitas, kualitas, dan biaya suatu proyek. Maka dari itu, pada setiap proyek diperlukan adanya tindakan pengendalian biaya dan waktu dengan mengetahui kinerja proyek yang telah berlangsung. Salah satu teknik manajemen proyek untuk mengukut dan menilai kemajuan dari suatu proyek berdasarkan parameter waktu dan biaya, yaitu Earned Value Management (EVM) yang kemudian akan diterapkan pada Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Tower ITS 2 Surabaya. Perhitungan metode EVM didasarkan pada nilai Planned Value (PV), Earned Value (EV), dan Actual Cost (AC). Data tersebut kemudian digunakan untuk menganalisis Schedule Variance (SV), Cost Variance (CV), Cost Performance Index (CPI), Schedule Performance Index (SPI), serta memperkirakan waktu penyelesaian akhir proyek (ECD) dan perkiraan biaya penyelesaian proyek (EAC). Pengontrolan performa proyek ditinjau mulai dari minggu ke-1 hingga minggu ke-36. Hasil analisis pada minggu ke-36 menunjukkan bahwa yang dikeluar-kan lebih kecil dari yang telah dianggarkan dan waktu pelak-sanaan lebih lama 1 (satu) minggu dari jadwal rencana, yang ditunjukkan dengan nilai CPI=1,118 (CPI>1) dan SPI=0,984 (SPI<1). Hasil perhitungan didapatkan estimasi biaya akhir proyek sebesar Rp32.888.496.220,53 dengan perkiraan waktu penyelesaian pekerjaan, yaitu selama 49 minggu.