cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Desain Interior Museum Arkeologi Penanggungan Mojokerto-Jawa Timur dengan Konsep Modern Interaktif Muhammad Hidayatullah; Firman Hawari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.258 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20232

Abstract

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1995, museum memiliki tugas, menyimpan, merawat, mengamankan dan memanfaatkan koleksi berupa benda cagar budaya. Jika dilihat dari kajian analisis Direktorat Pelestarian Cagar Budaya Permuseuman Tahun 2005, jumlah kunjungan ke museum masih sangat sedikit. Hal ini dikarenakan museum belum memiliki daya tarik bagi pengunjung sebagai tujuan wisata utama. Selain itu juga kurangnya perhatian pihak pengelola museum baik pemerintah maupun swasta dalam mengelola dan merawat museum, dalam hal ini fungsi museum dalam memanfaatkan benda koleksi masih belum maksimal. Salah satu cara untuk meningkatkan minat pengunjung datang ke museum adalah melalui perancangan desain interior. Desain interior Museum Arkeologi Penanggungan mengusung konsep modern interaktif, tujuan dari konsep ini adalah untuk mengintegrasikan multimedia interaktif dengan benda koleksi museum. Keunggulan dari multimedia interaktif memberikan kebebasan kepada pengguna dalam mengakses informasi dan dapat menampilkan visualisasi yang menarik. Penataan lay out benda koleksi dibuat berdasarkan jenis dan tempat ditemukannya, sehingga pengunjung dapat mengikuti alur cerita dari setiap benda koleksi. Metode desain yang digunakan meliputi pengumpulan data langsung dan tidak langsung. Survey dan observasi langsung dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi eksisting lokasi dan benda koleksi. Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan data mengenai standar perancangan, data pendukung, dan pembanding untuk memperkuat konsep desain. Data yang didapat kemudian akan diolah dan dianalisa sehingga dapat diterapkan pada objek desain. Hasil yang diharapkan dari perancangan desain interior Museum Arkeologi Penanggungan ini adalah untuk menciptakan desain interior museum yang dapat memperbaiki citra museum arkeologi yang terkesan kuno dan tidak menarik dengan penerapan konsep modern interaktif pada elemen interiornya.
Redesain Interior Hotel Bisnis dengan Konsep Minimalis Montana Citra Nurfadilah; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.668 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20398

Abstract

Pada era global ini bisnis perhotelan berkembang seiring dengan kemajuan sektor pariwisata dan bisnis. Kondisi ini tidak lepas dari mobilisasi yang dilakukan oleh manusia di seluruh dunia dari waktu ke waktu. Perkembangan bisnis yang pesat di kota besar seperti Surabaya membuat orang- orang berdatangan ke kota ini untuk berbisnis. Akibatnya, industri hotel berbasis bisnis bersaing ketat. Tema perancangan desain interior hotel bisnis ini ditentukan setelah melewati beberapa tahapan, seperti studi mengenai hotel bisnis, observasi, kuesioner, wawancara dengan pihak hotel dan lain sebagainya. Data- data yang ada kemudian disimpulkan menjadi tema yang cocok untuk desain interior Hotel Bisnis, yakni minimalis montana. Proses desain dilakukan melalui brainstorming dengan membuat berbagai sketsa-sketsa ide desain. Hasil akhir dari perancangan ini dapat disajikan melalui sebuah presentasi dengan output gambar kerja, modelling 3D, dan lain-lain. Penggunaan tema minimalis lebih dominan pada ruangan. Penerapan tema ini terlihat dari furnitur yang berbentuk sederhana, minimnya ornamen pada dinding, pengaplikasian finishing glossy dan warna netral seperti putih dan abu- abu yang cukup banyak digunakan pada interior. Aplikasi konsep Montana dilakukan dengan menggunakan material alam seperti kayu dan batu, juga pengaplikasian transformasi bentuk pohon- pohon yang ada di hutan montana pada elemen estetis yang ada di ruangan seperti partisi, lampu dan backdrop. Selain itu juga terdapat lukisan dan elemen estetis lain untuk menguatkan kesan montana.
Redesain Interior Rumah Sakit Negeri Kelas B dengan Konsep Healing Environment Rr. Lina Qonitah Herdyanti; Nanik Rachmaniyah; Prasetyo Wahyudie
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.038 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20400

Abstract

Rumah sakit bukan hanya sebagai sebuah bangunan yang memberikan pelayanan kesehatan namun juga menawarkan keindahan dan kenyamanan dalam rancangan lingkungan fisiknya. Lingkungan fisik harus dirancang untuk mendukung kebutuhan dan preferensi konsumen serta penyedia layanan kesehatan secara bersamaan. Kondisi lingkungan fisik di Rumah Sakit Negeri Kelas B banyak memerlukan peningkatan dan penyesuaian dengan standar yang benar guna menciptakan sirkulasi yang komunikatif, membantu proses penyembuhan pasien, serta meningkatkan kinerja staf. Tradisi dalam perancangan ini menggunakan metode intuistik, dimana perancangan ini merupakan perancangan berbasis intuisi. Metode ini melalui 6 langkah yaitu, brainstorming/overview pada objek, pra-desain dengan membuat sketsa-sketsa desain, penyesuaian terhadap konsep desain, studi standar tentang pola elemen-elemen interior, optimalisasi pra-desain, dan yang terakhir adalah presentasi desain. Konsep healing environment merupakan suatu desain lingkungan terapi yang dirancang untuk membantu proses pemulihan pasien secara psikologis. Sehingga banyak diantara rumah sakit yang memiliki lingkungan fisik memadai menggunakan konsep healing environment dalam mendesain. Perpaduan ketiga unsur healing environment dalam desain interior dan eksterior merupakan solusi dalam mengatasi masalah stres dan ketidaknyamanan pasien, keluarga maupun staf pada saat berada dalam rumah sakit. Hasil desain yang ditunjukkan merupakan suatu desain lingkungan terapi yang tercipta dari hasil perpaduan tiga unsur yaitu alam sebagai komponen desain, indra sebagai penerima rangsangan, dan psikologis sebagai efek/pengaruh yang dirasakan secara spiritual.
Desain Interior Restoran pada Rest Area di Kabupaten Probolinggo Berkonsep Jawa Rustik dengan Sentuhan Ikon Khas Probolinggo Ersadhea Sekar Oktiviana; Anggri Indraprasti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.291 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20442

Abstract

Restoran yang terletak pada rest area merupakan salah satu restoran yang dituntut untuk mempunyai desain interior yang nyaman serta menarik. Dalam perkembangannya, restoran pada rest area juga mengembangkan unsur budaya kedalam bentuk kuliner dan desain interior restoran. Berdasarkan hal tersebut diperlukan desain interior yang memperhatikan aspek kenyamanan dan sirkulasi ruang. Selain hal tersebut, perlu adanya inovasi desain yang dapat menarik minat pengunjung antara lain pengembangan budaya. Metode desain yang digunakan meliputi pengumpulan data yang dilaksanakan secara langsung maupun tidak langsung. Survei dan pengamatan langsung ke lapangan bertujuan untuk mengetahui kondisi restoran. Sedangkan studi pustaka mengenai restoran merupakan cara untuk mendapatkan data pendukung, standar perancangan dan perkembangan desain tentang objek guna menghasilkan desain interior yang sesuai. Restoran pada rest area di Kabupaten Probolinggo ini menciptakan sebuah konsep masakan – masakan tradisional. Untuk mendukung konsep kuliner yang telah digunakan maka diperlukan desain interior berkonsep Jawa rustik dengan sentuhan ikon khas Probolinggo. Selain itu, restoran ini juga menyajikan media edukasi tentang budaya Kabupaten Probolinggo. Diharapkan desain interior tersebut mampu membuat restoran pada rest area di Kabupaten Probolinggo ini terlihat lebih menarik dan membuat pengunjung merasa nyaman.
Desain Interior Hotel Horison Bekasi Berkesan Mewah dengan Sentuhan Etnik Rosita Sari; Anggri Indraprasti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.44 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20463

Abstract

Dalam dunia kerja dan bisnis, umumnya pebisnis dan pekerja melakukan pertemuan-pertemuan penting dengan rekan bisnis dan rekan kerjanya. Hotel menjadi salah satu tempat yang sering digunakan untuk pertemuan penting. Setiap hotel memiliki suasana, tema dan desain interior tersendiri yang mampu membuat pengunjung merasa nyaman berada di hotel tersebut. Desain interior yang memiliki ciri khas tersendiri memberikan impresi tema hotel yang berbeda dengan hotel lainnya.Hotel Horison Bekasi merupakan salah satu hotel bintang 4 yang berada di Kota Bekasi, Jawa Barat. Letak hotel yang berada di Kota Bekasi sebagai hotel urban membuat Hotel Horison Bekasi menjadi hotel yang kental akan kehidupan perkotaan, namun minim dengan nuansa budaya Bekasi. Inilah yang menjadi landasan penulis untuk meneliti potensi Hotel Horison Bekasi untuk mendapatkan sebuah konsep perancangan dengan mengangkat budaya Bekasi kedalam interior hotel. Sebelum menentukan konsep perancangan untuk Hotel Horison Bekasi, penulis melakukan beberapa tahapan metodologi desain terlebih dahulu. Tahapan ini diawali dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada pada eksisting, merumuskan permasalahan tersebut dan menentukan tujuan dari desain akhir yang akan didapatkan nanti. Tahapan selanjutnya adalah mengumpulkan data, baik data primer yang didapatkan melalui observasi dan penyebaran kuisioner maupun data sekunder melalui studi pustaka dan pembanding. Selanjutnya data dianalisa hingga ditemukan beberapa permasalahan dan konsep desain yang sesuai untuk Hotel Horison Bekasi. Kemudian penulis melanjutkan tahapan dengan membuat beberapa alternatif desain yang akan dipilih satu buah desain untuk terus dikembangkan hingga mendapatkan desain akhir.Dari tahap analisa diharapkan menghasilkan sebuah konsep perancangan untuk interior Hotel Horison Bekasi yang memiliki perpaduan antara kesan mewah dan sentuhan etnik. Kesan mewah ditampilkan melalui aspek material, pencahayaan dan warna. Sedangkan sentuhan etnik ditampilkan melalui bentuk- bentuk khas dari kebudayaan Kota Bekasi. 
Perancangan Serial Animasi 3 Dimensi “Adri at the Undermouth World” Tentang Kesehatan Gigi untuk Siswa Sekolah Dasar Afrizal Amri Rahman; Rahmatsyam Lakoro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.426 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20495

Abstract

Usia 4-12 tahun merupakan usia perpindahan gigi dari gigi susu hingga gigi permanen. Pada fase tersebut, sangat dibutuhkan perawatan gigi dan mulut salah satunya adalah dengan menggosok gigi. Dari permasalahan tersebut, perlu adanya sebuah media pembelajaran yang menarik agar anak-anak tertarik dan penasaran untuk belajar. Metode penelitian ini memakai pendekatan pada anak-anak dan wawancara dari dokter-dokter dan perawat, hingga menciptakan sebuah media belajar berupa animasi berdurasi sepuluh menit yang mengangkat cerita fantasi seputar kesehatan gigi dan mulut. Animasi pada akhir episodenya aka nada pembelajaran singkat mengenai kesehatan gigi dan mulut, mulai dari penyakit hingga isu-isu kesehatan gigi di masyarakat. Dari hasil riset yang telah dilakukan dan telah di uji coba kepada anak-anak, menyatakan bahwa anak-anak menyukai sesuatu yang menarik perhatiannya, salah satunya adalah sebuah animasi yang mengandung unsur fantasi dan aksi. Dalam penelitiannya pula mendapatkan hasil bahwa animasi pada anak-anak masih sangat disukai dan merupakan salah satu media pembelajaran yang cukup efektif. Dan diharapkan untuk dikembangkan dan mampu memberi dampak positif kepada anak-anak.
Perancangan Karakter Serial Animasi 3D “ Sanggramawijaya” Dengan Studi Archetype Adaptasi Literatur Tokoh Film Action Lokal Indonesia M Fiky; Rahmatsyam Lakoro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.956 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20540

Abstract

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan terbesar yang pernah menguasai hampir seluruh Asia Tenggara. Oleh karena itu pada tanggal 20 – 22 November 2014, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, dalam Rakor Pelestarian Seni Budaya Jawa Timur, menyusun sebuah strategi untuk mengangkat kekayaan budaya lokal tersebut melalui film animasi. Perancangan ini menggunakan teknik sampling: secara geografis, bertempat tinggal di Indonesia yang terjangkau sinyal televisi analog; secara demogrfis, berusia antara 13-17 tahun, pendidikan SMP - SMA; secara psikografis, suka petualangan, suka nonton TV, tidak memiliki ketertarikan pada sejarah. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan pengumpulan data secara kualitatif dengan data primer berupa literatur- literatur ilmiah dan pakar animasi serta pakar sejarah. Dan data sekunder berupa studi eksisting berdasarkan film-film lokal Indonesia, literatur dan teori-teori terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk membuat karakter animasi yang unik berlatarbelakang sejarah, tidak cukup dengan mencontoh data sejarah yang ada namun perlu dimodifikasi sesuai dengan tren yang ada saat ini baik dari bentuk tubuh, pakaian dan warna secara keseluruhan tanpa menghilangkan ciri khas berdasarkan data sejarah yang ada. Adapun hasil akhir dari perancangan ini adalah video turntable masing-masing karakter dan trailer film animasi 3D berjudul “Sanggramawijaya”.
Perancangan Video Trailer ‘Pandawa Sokalima’ dengan Teknik Stop Motion Latifah Rien Yuliati; Sayatman Sayatman
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.428 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20649

Abstract

Penelitian ini didasari atas kurangnya tayangan animasi di televisi Indonesia yang mengangkat konten lokal karena sebagian besar serial animasi yang ditayangkan merupakan tayangan impor. Hal ini dikarenakan pihak stasiun televisi masih ragu akan kualitas animasi karya dalam negeri. Selain itu, teknik dan konten yang monoton juga menjadi hal yang dipertimbangkan, hingga akhirnya muncul sebuah serial animasi dengan jenis stop motion yang menduduki peringkat utama dalam Top 5 Program Anak berdasarkan survey AGB Nielsen. Banyaknya prosentase jumlah penonton anak usia 7-12 tahun juga mempengaruhi konten dalam tayangan televisi tersebut. Dalam melengkapi tujuan akhir dari penelitian ini, dilakukan depth interview kepada psikolog anak, dalang, serta animator stop motion. Dilakukan pula observasi terhadap literatur dan trailer animasi lain untuk mendapatkan referensi mengenai konsep trailer, teknik animasi stop motion dan konten yang sesuai dengan karakteristik audiens dimana mereka dinilai mampu berfikir secara logis serta terikat dengan sesuatu yang konkret, suka berkompetisi, serta mampu membedakan konsep baik-buruk dan sebab-akibat. Luaran dari hasil penelitian ini adalah serial animasi stop motion yang mengangkat kisah Pandawa Sokalima yang dirangkum dalam sebuah video trailer dengan pesan cerita yang mengandung unsur informatif, normatif, dan edukatif yang dapat dipahami oleh audiens. Mereka juga mampu membedakan karakter yang ditampilkan dengan mengenali karakteristik secara fisik, maupun sifat. Selanjutnya, diharapkan penelitian ini mampu memberi inspirasi kepada animator lainnya untuk mengembangkan industri animasi Indonesia.
Perancangan Video Promosi Pasar Seni Tradisional Kumbasari Sebagai Pusat Busana Khas Bali Di Denpasar Hendry Kurniawan; Octaviyanti Dwi Wahyurini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.169 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20732

Abstract

Pasar Seni Tradisional Kumbasari merupakan salah satu pasar seni tradisional yang terbesar di Bali, yang dikelola Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Denpasar. Pasar ini menjual beraneka ragam barang seperti, kain, kerajinan tangan, makanan, pajangan, sarana persembahyangan bagi umat Hindu, dan lainnya. Akan tetapi, kondisi pasar Kumbasari saat ini sepi pengunjung, hanya sedikit wisatawan nusantara yang mengetahui pasar Kumbasari sebagai tempat berbelanja oleh-oleh khas Bali di Denpasar, sebagian besar memilih pusat oleh-oleh modern sebagai tempat berbelanja. Maka dari itu perlu adanya usaha untuk memperkenalkan pasar Kumbasari sebagai pilihan alternatif berbelanja oleh-oleh khas Bali di Denpasar. Beberapa metode penelitian yang digunakan penulis untuk mengatasi permasalahan di atas diantaranya seperti, penelitian deskriptif berupa pengolahan data sekunder, observasi lapangan, dokumentasi, depth interview, kuesioner, diagram afiniti, brainstorming dan sketsa untuk menyampaikan konsep desain yang disimpulkan. Kemudian luaran desain yang dihasilkan diujikan dengan post test kepada target pasar. Hasil akhir dari perancangan ini berupa video promosi untuk memperkenalkan dan mempromosikan pasar Kumbasari ke wisatawan nusantara. Nantinya hasil akhir dari penilitian ini akan diimplementasikan dalam bentuk video promosi yang ditempatkan di berbagai media, seperti website PD Pasar Kota Denpasar, website travel, Youtube, dan Youtube ads, Facebook, dan BBM.
Perancangan Buku Visual Pelestarian Lingkungan Berkonsep Tematik untuk Anak Kelas 5 SD Afifah Devi Arifianti; Senja Aprela Agustin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.61 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20738

Abstract

Kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pembakaran dan penebangan hutan merupakan salah satu faktor yang mampu memberikan dampak signifikan bagi keberadaan lingkungan dan kehidupan di dalamnya. Perlu adanya perhatian manusia dalam upaya melestarikan lingkungan dan membangun budaya masyarakat yang memiliki wawasan terhadap lingkungan yang mulai ditanamkan sejak usia sekolah dasar. Namun, kendala yang ada adalah tidak banyak media yang memuat konten mengenai kerusakan lingkungan beserta upaya pelestarian dengan memanfaatkan media informasi untuk anak-anak yang mampu memberikan pemahaman tentang pelestarian lingkungan, penanaman dalam kegiatan sehari-hari, serta sebagai sarana belajar. Sehingga, dibutuhkan sebuah media edukasi yang memuat konten pelestarian lingkungan bagi anak usia sekolah dasar. Dalam menunjang proses perancangan, dibutuhkan beberapa data yang mampu memperkuat studi yang akan dilakukan, diantaranya adalah menggunakan data primer dan sekunder. Data primer memanfaatkan metode contextual inquiry untuk mengetahui suasana belajar-mengajar di sekolah dan interaksi antara guru dengan murid, shadowing untuk mengenali karakteristik dan kegiatan anak sehari-hari, dan depth interview dengan guru untuk mempelajari peran media edukasi bagi anak. Data sekunder diperoleh dari studi literatur, media eksisting, dan internet. Data-data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode kualitatif. Wujud dari perancangan ini adalah sebuah buku visual pelestarian lingkungan berkonsep tematik dengan menampilkan gambar ilustrasi bertema lingkungan, disertai materi dan soal pengayaan yang disesuaikan dengan standar kompetensi pendidikan tema 9 untuk anak kelas 5 SD.