Articles
2,279 Documents
Meningkatkan Kualitas dan Vitalitas Kawasan melalui Fasilitas Geopark Lumpur Sidoarjo sebagai Katalisator
Widya Wahyuning Permata;
Defry Agatha Ardianta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35308
Fenomena semburan lumpur Sidoarjo adalah peristiwa meletusnya gunungan lumpur di Kecamatan Porong, Sidoarjo di Jawa Timur, Indonesia yang menyebabkan kawasan tersebut mengalami berbagai dampak negatif sehingga menjadi area yang ditinggalkan oleh masyarakat. Geopark sebagai objek rancang yang berada di kawasan lindung geologi menjadi sebuah respon arsitektur untuk menghidupkan area tersebut dengan menggunakan pendekatan katalis untuk mendorong dan mengarahkan pada perkembangan berikutnya. Objek rancang mengeksplorasi pengalaman spasial untuk menciptakan persepsi baru terhadap kawasan terdampak lumpur yang bertujuan menjadi katalisator kawasan yang berkembang menjadi lebih baik, serta menyampaikan makna yang dimiliki wilayah terdampak kepada masyarakat.
Bangunan Komersial untuk Pelatihan Terpadu
Haryo Nur Saifullah;
Vincentius Totok Noerwasito
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36058
Pengangguran adalah salah satu masalah ketenagakerjaan yang dialami oleh setiap kota. Tingkat pengangguran yang tinggi disebabkan antara lain oleh kurangnya keterampilan dan adanya budaya malas pada tenaga kerja. Pembangunan tempat pelatihan vokasi adalah sarana untuk menyalurkan desain yang menjadi solusi dari isyu tersebut. Permasalahan pada desain tempat pelatihan ini adalah bagaimana menghadirkan suasana yang dapat meningkatkan motivasi peserta pelatihan sehingga budaya malas bisa diredam. Dengan metode Inquiry by Design serta pendekatan space and place, tempat pelatihan ini dirancang dengan memperhatikan sirkulasi dan serial vision pengunjung agar terjadi interaksi dengan peserta pelatihan. Deretan vocal point ditata untuk mengajak pengunjung supaya berjalan mendekati dan melihat ke dalam area pelatihan. Change of level diterapkan untuk memberikan kesan terlindungi dan diawasi bagi peserta pelatihan, hal ini adalah upaya untuk mengurangi budaya malas.
Perancangan Apartemen Produktif dengan Pendekatan Arsitektur Hibrid
Nashihatul Barrit;
Arina Hayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36539
Di Indonesia, wilayah peri-urban menjadi salah satu wilayah dengan konversi lahan atau alih fungsi lahan pertanian tertinggi. Fenomena ini terjadi karena tingginya pertumbuhan penduduk dan peningkatan pembangunan fasilitas sarana dan prasarana di wilayah tersebut. Sektor perumahan menjadi salah satu sektor terbesar yang menjadi penyebab adanya konversi lahan. Kondisi ini menyebabkan kurangnya lahan hijau yang produktif, namun tidak bisa dipungkiri kebutuhan akan hunian semakin meningkat. Dari uraian permasalahan tersebut, bangunan arsitektur diharapkan dapat mengakomodasi tingginya kebutuhan akan hunian di wilayah peri-urban, namun tidak melupakan produktivitas suatu lahan. Untuk itu, perancangan arsitektur ini bertujuan merancang sebuah apartemen yang mengakomodasi antara aktivitas berhuni dan aktivitas yang mempertahankan produktivitas lahan. Pendekatan perancangan yang digunakan adalah pendekatan Arsitektur Hibrid. Hibridisasi diterapkan pada penggabungan antara dua aktivitas yaitu berhuni dan aktivitas yang mendukung produktifitas lahan (berkebun). Kedua hibridisasi menjadi konsep utama untuk membuat bangunan multifungsi dalam satu kesatuan bangunan. Metode hibrid yang digunakan dalam perancangan ini adalah Thematic Program dan Fabric Form. Dalam proses awal perancangan, bangunan apartemen produktif ini terbentuk berdasarkan pelaku dan aktivitas-aktivitas yang dilakukan di dalam bangunan. Kemudian beberapa aktivitas yang terkait membentuk sebuah ruang-ruang hibrid yang dapat mengakomodasi berbagai macam aktivitas dalam waktu bersamaan. Penggabungan program secara Thematic memberikan kesan bagi pengguna bangunan akan kedekatannya dengan alam dan tumbuhan. Sehingga selain mengakomodasi kebutuhan akan hunian, apartemen produktif ini dapat menarik ketertarikan bagi penghuni untuk melakukan aktivitas berkebun secara mandiri dan bangunan dapat mempertahankan produktivitas sebuah lahan.
Museum Seni dan Musik Interaktif Berbasis Perilaku Belajar
Rahmi Hadiyanti;
Arina Hayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.807 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36538
Perancangan museum seni dan musik interaktif berbasis perilaku belajar, dilatarbelakangi dengan merespon sebuah fenomena untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap museum. Museum sebagai salah satu fasilitas yang menyediakan informasi untuk mendukung budaya belajar masyarakat. Sebuah museum interaktif dapat menjadi tempat menarik bagi semua kalangan masyarakat, khususnya anak-anak dan usia produktif. Namun, saat ini museum dengan konsep interaktif masih sedikit di Indonesia, terutama Surabaya. Perancangan museum seni dan musik interaktif ini bertujuan mewadahi minat masyarakat yang mencari informasi dan pengetahuan di sekitar mereka. Pendekatan perancangan yang digunakan adalah arsitektur perilaku, melalui hubungan persepsi, aksi, dan reaksi seseorang dalam ruang arsitektur; didukung pendekatan romantika dan penerapan tematik. Hasil rancangan museum seni dan musik interaktif, dieksplorasi berdasarkan aspek formal (site plan, program ruang dan sirkulasi, suasana, dan bentuk bangunan), dan secara teknis (struktur dan pencahayaan ruang).
Adaptabilitas dalam Gelanggang Olahraga sebagai Solusi Penyelesaian Fenomena Short Life Architecture
Faiz Ramadiansyah;
I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (423.158 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37009
Dewasa ini, beberapa arsitektur dan bangunan memiliki permasalahan yang kompleks. Salah satunya adalah arsitektur berumur pendek (short life architecture). Penyebabnya adalah karena arsitektur tersebut hanya memiliki satu jenis fungsi/tipologi. Akibatnya, ketika bangunan tersebut memiliki pergerseran fungsi maka bangunan tersebut tidak memiliki kesiapan untuk berubah fungsi dan cenderung ditinggalkan oleh masyarakat/pengguna. Sehingga untuk membuat bangunan yang memiliki kesiapan untuk berubah fungsi dibutuhkan pendekatan Arsitektur Fleksibel. Arsitektur fleksibel adalah arsitektur yang mampu beradaptasi dengan aktivitas yang ada. Sedangkan untuk membuat arsitektur fleksibel lebih terukur dan dapat ditransformasikan ke dalam elemen arsitektur dipakai metode disjungsi. Disjungsi adalah ‘perusakan’ sebuah tipologi bangunan agar bangunan memungkinkan memiliki fungsi tambahan yang tidak sesuai dengan tipologinya. Perusakan tipologi tersebut dibutuhkan agar Gelanggang Olahraga menjadi lebih adaptif. Adaptabilitas tersebut berupa bentukan/form, dan program ruang atau ruang luar pada Gelanggang Olahraga. Gelanggang Olahraga juga dirancang dengan prinsip superimposisi agar didapatkan bentukan bangunan yang dapat mengakomodasi berbagai macam aktivitas. Dengan demikian, bangunan rancang diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan arsitektur yang berumur pendek (short life architecture).
Desain Kondominium Terpapar sebagai Stimulasi Kecerdasan
Dian Qurrota A'yun;
I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (762.027 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37556
Intelektual manusia merupakan sebuah investasi dalam membangundunia. Manusia merupakan makhluk yang selalu berfikir dengan otak sepanjanghayatnya. Otak terdiri dari kompleksitas sistem saraf yang mengandung lebihdari seratus miliar neuron dan masing – masing neuron memiliki rata-rata 7000koneksi sinaptik dan sekitar 500 triliun sinapsis yang terkoneksi melalui mediumindra. Unsur dasar intelektual kognitif 50% pada otak merupakan indrawi visual,yang kemudian indrawi ini mengarah kepada spesifikasi visual konfigurasiterpapar. Konfigurasi ini mempunyai parameter dalam mendesain yaitu tinjauanspasial dan pencahayaan alami pada Bangunan. Hal tersebut meresponskebutuhan fungsional hunian generasi Homelander yang lahir pada tahun 2005keatas mempunyai kecenderungan sering menghabiskan waktu dirumah danketergantungan dengan alat digital yang menimbulkan dampak negatif,mempengaruhi daya pikir dan penurunan intelektual kognitif seiringperkembangan syaraf pada otak.Proyek ini ditunjang dengan Metode Desain diantaranya Researchsebagai pencapaian kumpulan data parameter dan sumbernya, sertaInterweaving, Repetition dan Rotation metode penyusun massa yang secaraefektif diterapkan pada elemen desain Kondominium.Terapan zoning acak menghasilkan setiap unit dengan luasan ekonomiyang berbeda memanifestasikan kualitas yang relatif sama. Denah menukikmenciptakan berbagai sudut binar dan pandangan kemeruangan luar yangspektakuler. Podium berkontur kompleks bersamaan dengan gubahan massajamak memicu aktivasi sel-sel pada sulkus lingual masyarakat sekitar yangmenjadikan Kondominium merespon kondisi eksisting. Fasad kaca up down leftright view mewujudkan penghuni dapat mengeksplor pandangan ke segala arahdengan jarak pandang yang lebih luas, serta instalasi hollow light pipe dan atriumdi desain sebagai pencahaayan alami area ruang dan koridor bentang lebar yangtidak maksimal tersinari cahaya alami. Batasan kekuatan struktur pun menjadisesuatu yang tereksplor guna menunjang capaian yang ada. Setiap elemen desaindiputuskan berdasarkan parameter terpapar yang secara tegas merealisasikankeintegrasian secara menyeluruh.
Penataan Kampung Mrican dengan Metode Partisipatif
Adli Nibras Pramudia;
Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (865.617 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37521
Dewasa ini kebutuhan hidup semakin lama semakin bertambah dan beraneka ragam. Pada dasarnya manusia akan memenuhi kebutuhan paling dasarnya terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhannya dasar yang tingkatannya lebih tinggi. Dalam hal ini banyak warga pinggiran yang mencoba mengadu nasib ke kabupaten Sleman membuat permasalahan baru pada sekitar daerah aliran sungai Gajahwong. Mereka yang datang mulai mendirikan bangunan di sekitar daerah aliran sungai Gajahwong yang mempunyai fungsi sebagai daerah serapan air hujan. Selain itu permasalahan berikutnya terkait dengan kurangnya interaksi sosial antar warga. Salah satu metode yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan warga Mrican adalah membangun bersama warga dengan metode partisipatif. Metode ini lebih menitikberatkan kepada partisipasi warga dengan tujuan dapat mempersiapkan diri mereka untuk nantinya berpindah ke tempat yang lebih aman dan nyaman. Sehingga ketika pemerintah desa ingin menggunakan tanah yang mereka tinggali, warga telah siap untuk pergi. Hasil desain pada kampung Mrican mencakup penambahan massa vertikal pada sebagian rumah dan sebagian lagi dilakukan peremajaan fasad sesuai dengan budaya lokal masyarakat setempat. Selain itu terdapat bank sampah dan sentra kerajinan guna meningkatkan perekonomian warga.
Konsep Desain Stasiun Besar Kota Bogor dengan Pendekatan Kontekstual
Muhamad Himawan Luthfillah;
Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (79.048 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49515
Arsitektur kontekstual digunakan sebagai salah satu cara menciptakan dan menjaga keselarasan dengan lingkungan sekitarnya. Pembahasan arsitektur kontekstual erat kaitanya dengan kodisi fisik lingkungan sehingga selalu dihubungkan dengan kegiatan konservasi dan preservasi karena berusaha mempertahankan bangunan lama khususnya yang bernilai historis. Kemudian membuat koneksi dengan bangunan baru untuk menciptakan hubungan simpatik yang akan menghasilkan kontinuitas visual. Pembahasan konteks berfokus pada stasiun lama Kota Bogor yang memiliki nilai historis yang besar sebagai salah satu bangunan cagar budaya. Pada Pembahasan ini digunakan kriteria dan konsep untuk mencapai keselarasan antara stasiun baru dengan karakteristik lingkungan sekitarnya berdasarkan teori yang ada. Sehingga dihasilkan bahwa stasiun yang baru memiliki kepaduan yang selaras dengan dengan mengintepretasi unsur detail ornamen, bentuk simetris, proporsi bangunan, skala, dan pola desain bangunan stasiun lama. Maka meskipun kedua massa memiliki bentuk yang berbeda, tapi keselarasan bahasa ini dapat menimbulkan kompabilitas dan keterhubungan antara stasiun lama dan baru.
Variety Concept in Designing A Trading Area (Case Study: Dauh Puri Kangin, Denpasar City, Indonesia)
Putu Bulan Ratna Anggraeni;
Purwanita Setijanti;
Asri Dinapradipta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1515.025 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49738
Variety is the extent to which design can give a choice of activities, types of users, functions, and meanings that occur in an environment. Feasibility of variety is fundamental in supporting the design quality of the trading area, especially in regions that have priority in developing the trading area, such as in Denpasar City. The economy of Denpasar City depends mostly on the trading sector. However, Dauh Puri Kangin, as the trade center area in the city, still has physical and non-physical problems and has not been well developed. In getting a solution, this place needs research to find design criteria that can increase environmental variety. The study used cognitive mapping methods for data collection and qualitative assessment techniques for analysis methods. The analysis process results in the conditions of the problem and the potential related to variations in the study site. Then, it becomes a consideration in the design criteria of the trading area. From the results of the analysis, the problem that occurs in the corridor facilities is have not been able to accommodate the activities of all types of users, both regular users and users with special needs. Based on the results of the analysis, some considerations for the redesign of the area proposed several design proposals related to architectural design, landscape planning, and pedestrian facilities.
Persepsi Visual dalam Rancangan Pusat Belanja Daring dan Luring
Berliani Ghea Ghassani;
Collinthia Erwindi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327.632 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.46404
Saat ini Indonesia dihadapkan dengan sebuah fenomena perubahan kebutuhan masyarakat dalam berbelanja, yang dulunya berbelanja secara luring (offline), perlahan-lahan mulai beralih menjadi berbelanja secara daring (online). Hal ini akan berdampak, juga menjadi tuntutan pada rancangan sebuah obyek pusat perbelanjaan/mall. Karena sesuai namanya, yang merupakan tempat perbelanjaan, sehingga fasilitas-fasilitas didalammnya harus menunjang para pengunjungnya agar tertarik untuk berbelanja. Persepsi Visual merupakan salah satu upaya yang selalu dijadikan hal utama untuk menarik perhatian pengunjung. Karena visual merupakan indera manusia yang paling sering digunakan dengan baik. Sehingga memunculkan persepsi memalui hal-hal yang berhubungan dengan visual akan memudahkan terciptanya daya tarik masyarakat dalam hal berbelanja, khususnya berbelanja pakaian. Dalam obyek rancangan ini, pusat perbelanjaan yang dirancang, menggabungkan antara aktivitas berbelannja daring (online) dan luring (offline), dimana dalam elemen-elemen desain rancangan ini sangat memperhatikan dan menggunakan sebuah pendekatan persepsi visual.