cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Mengabadikan Makna Enjoyment pada Sentra Kuliner dan Oleh-Oleh I Made Denny Krishnantara Surya; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.334 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35082

Abstract

Penutupan aktivitas prostitusi di kawasan Putat Jaya pada tahun 2014 lalu memberi dampak pada kehidupan masyarakat sekitar. Dampak tersebut terjadi akibat hilangnya daya tarik dari kawasan ini sehingga membutuhkan daya tarik atau brand baru. Re-brand-ing dilakukan dengan menggunakan teori makna dalam arsitektur. Citra yang akan dibentuk untuk kawasan Putat Jaya merupakan penggeseran citra “pleasure” yang erat dengan kegiatan prostitusi menjadi citra atau makna “enjoyment” yang akan diabadikan pada sebuah objek desain. Objek desain ini merupakan respon terhadap kebutuhan, potensi, dan profesi masyarakat setempat, yaitu sentra kuliner dan oleh-oleh. Pada proses desain sentra kuliner dan oleh-oleh, digunakan metode naratif untuk menceritakan mengenai makna enjoyment dalam objek desain. Sentra kuliner dan oleh-oleh didesain agar bisa menstimulus indra visual dan kinestetik, sehingga bisa menimbulkan kedekatan (immediacy) terhadap objek desain dan memunculkan makna enjoyment. Eksplorasi indra visual dan kinestetik dipadukan sehingga terbentuk konsep permukaan dinamis. Narasi desain dikaitkan dengan konsep permukaan dinamis untuk ditransformasi menjadi sebuah sentra kuliner dan oleh-oleh yang mengabadikan makna enjoyment. Maknn enjoyment pada arsitektur ini akan hadir pada bentuk permukaannya yang bergelombang dan berlipat-lipat.
Desain Arsitektur dengan Penggabungan Ruang Hijau dan Fasilitas Publik Anggraeni Retnoningtiyas; Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1201.27 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34930

Abstract

Ruang terbuka hijau publik adalah RTH yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah kota/kabupaten yang digunakan untuk kepentingan masyarakat secara umum. Syarat sebuah kota adalah memiliki 30% RTH dari luas wilayahnya, namun Kota Bekasi baru memenuhi 15% dari luas wilayahnya. Kota Bekasi sebagai kota penunjang ibukota Jakarta yang harus dapat mengimbangi terutama pada fasilitas publik. Ruang publik yang tersedia kurang diperhatikan dengan baik. Ruang publik seharusnya memberikan rasa nyaman dan rileks bagi penggunanya. Untuk itu dibutuhkan sebuah fasilitas ruang publik yang dapat menampung aktivitas masyarakat namun juga tidak menjadi bagian yang terpisah dari lingkungan sekitarnya. Metoda yang digunakan dalam perancangan fasilitas publik diatas adalah architecture as landscape methods untuk mendapatkan massa yang sesuai untuk menjawab permasalahan diatas, yaitu dengan menggabungkan ruang hijau dan fasilitas publik menjadi satu kesatuan. Pendekatan biophilik dipilih untuk memunculkan suasana nyaman pada objek rancang. Pendekatan biophilik dimasukan pada massa yang merupakan hasil dari metode yang telah dibuat sebelumnya.
Penerapan Human-Centered Design dalam Perancangan Apartemen SOHO Biofilik sebagai Respon Pola Bekerja Era Bonus Demografi Laily Sholikhah; Rullan Nirwansjah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34916

Abstract

Indonesia membutuhkan penduduk yang produktif untuk memperoleh keuntungan dari fenomena bonus demografi yang puncaknya akan terjadi pada tahun 2028-2032. Setiap tahun produktivitas tenaga kerja Indonesia cenderung mengalami peningkatan, namun masih di bawah rata-rata tingkat produktivitas Negara Asean. Untuk menjawab permasalahan tersebut, arsitektur sebagai ruang gerak aktivitas manusia yang turut berperan dalam mempengaruhi produktifitas harus memperhatikan aspek physical environment dari sebuah ruang kerja, yang terbagi menjadi faktor tata letak dan faktor kenyamanan. Generasi x dan milenial sebagai kelompok individu yang mendominasi tenaga kerja era bonus demografi memiliki preferensi kerja yang berbeda dan dapat mempengaruhi faktor tata letak, karena individu yang berbeda membutuhkan lingkungan kerja yang berbeda pula untuk mencapai performa kerja yang baik. Pendekatan biofilik diterapkan dalam objek rancang karena ruang kerja dengan konsep biofilik dirasa mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan dari pekerjanya. Hasil objek rancang berupa apartemen small office home office (SOHO) biofilik yang memperhatikan perbedaan preferensi kerja generasi x dan milenial diharapkan dapat membantu mewujudkan produktivitas penduduk di era bonus demografi.
Redesain Pasar UMKM dengan Pendekatan Kontekstual Hertrisna Ayu Dahlima; Andy Mappajaya
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34982

Abstract

Fenomena UMKM dapat dilihat pada kampung-kampung di Surabaya, salah satunya adalah kampung Genteng Candirejo. Identitas Genteng sebagai Pusat Oleh-oleh Surabaya menjadikan kawasan ini memiliki potensi untuk mewadahi dan menjadi pertahanan UMKM Surabaya. Redesain Pasar Genteng menjadi respon arsitektural dalam perencanaan keberlanjutan UKM Surabaya. Redesain Pasar Genteng dalam perancangan ini menggunakan metoda penggabungan fungsi bangunan/ Mixed Use. Yaitu dengan memaksimalkan fungsi komersial yang dihubungkan dengan fungsi penunjang untuk keberlanjutan UMKM Surabaya. Pendekatan yang digunakan ialah Pendekatan Kontekstual sebagaimana perancangan merupakan respon dari konteks kampung UMKM sekitar. Selain itu konsep Mix Use digunakan sebagai pendekatan Urban Katalis untuk memaksimalkan fungsi bangunan sekaligus sebagai ikon/ landmark kawasan. Hasil dari rancangan merupakan Pasar yang memunculkan fungsi-fungsi baru dengan mempertahankan fungsi yang sudah ada. Rancangan juga memperbaiki aspek kenyamanan pasar dari desain yang sebelumnya.
Revitalisasi Ruang Publik Kampung Luar Batang dengan Metode Hybrid Architecture Adistria Dwirachmayanti; Johanes Krisdianto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.694 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34998

Abstract

Kampung Luar Batang memiliki potensi wisata yang cukup besar dengan adanya Masjid dan Makam Luar Batang. Kegiatan wisata kampung tersebut memunculkan berbagai mata pencaharian dan pola hidup dari masyarakat Kampung Luar Batang yang mayoritas merupakan pewirausaha. Seluruh aspek tersebut memunculkan ide untuk merevitalisasi Kampung Luar Batang sebagai salah satu solusi menaikkan potensi wisata kampung dan tempat kegiatan masyarakat Kampung Luar Batang. Revitalisasi Kampung Luar Batang ini didasarkan pada pendekatan pada aspek sosiologi manusia didalamnya yang mempertimbangkan perilaku sosial di Kampung Luar Batang. Hal ini dilakukan dengan menggunakan metode desain Hybrid Architecture yaitu perpaduan dari aspek yang akan divitalkan pada Kampung Luar Batang dipadukan dengan ide modernisasi yang akan diusulkan untuk menunjang ide perancangan yang akan menunjang peningkatan kualitas tersebut. Revitalisasi Kampung Luar Batang ini akan mencakup perbaikan dan pengadaan kualitas ruang dari Kampung Luar Batang. Beberapa seperti pengadaan mix-use building, penataan ulang Kawasan Masjid Luar Batang, serta penataan ulang kawasan ruang usaha pewirausaha Kampung Luar Batang
Peningkatan Kualitas Ruang dan Infrastruktur pada Perbatasan Surabaya Barat Joshua Gama Wastara; Defry Agatha Ardianta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1353.029 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35039

Abstract

Sebagai kota besar bukan berarti setiap wilayah Surabaya harus menjadi kawasan wisata dan destinasi. Setiap wilayah kota memiliki fungsinya masing masing. Namun tidak memiliki fungsi wisata bukan berarti infrastruktur suatu wilayah tidak perlu diperhatikan. Wilayah perbatasan Surabaya barat (benowo) tidak memiliki area wisata yang menarik, sampai pertengahan 2017 tidak memiliki taman satupun, infrastruktur kota kurang dan akses jalan sangan minim, dan menjadi wilayah yang tidak dikenal sebagai apapun selain tempat pembuangan sampah akhir. Tujuan akhir pada desain berfokus pada arsitektur yang meningkatkan infrastruktur wilayah benowo perbatasan kota Surabaya dan Kabupaten Gresik. Namun arsitektur tetap mengintegrasikan hubungan bangunan, ruang terbuka hijau dan kebutuhan masyarakat sekitar. Privasi dalam desain ini menjadi poin yang sangat penting karena pertemuan antara penghuni dan pengunjung tiap hari akan mempengaruhi personal space masing – masing orang. Programatik fasilitas dan ruang harus menjadi sangat fleksibel untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekitar juga.
Perancangan Akuarium dengan Biomorphic Form & Patterns I Dewa Bagus Andi Kurniata; Johanes Krisdianto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.772 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35110

Abstract

Menurunnya populasi ikan khususnya tuna di Indonesia terjadi karena adanya illegal fishing dan eksploitasi berlebih. Ikan ditangkap tanpa melihat usia dari ikan tersebut. Hal ini menyebabkan ikan yang tertangkap belum memasuki masa reproduksi sehingga berdampak pada jumlah ikan yang ada dilautan. Selain itu penangkapan tanpa melihat usia ikan juga dapat menurunkan kualitas dari ikan yang ditangkap sehingga banyak ikan yang terbuang sia-sia. Arsitektur dapat membantu menyelesaikan masalah menurunnya populasi ikan dengan menciptakan sebuah wadah yang mampu menekan berkurangnya sumber pangan ini. Salah satu fasilitas tersebut adalah akuarium air laut. Dengan mempertimbangkan dampak ekologi akuarium ini tidak hanya digunakan sebagai konservasi biota laut, namun juga diharapkan mampu menjadi sarana edukasi budidaya bagi masyarakat. Untuk membuat objek rancang lebih menarik dan sesuai dengan konteks rancangnya maka dalam perancangannya dapat dilakukan penerapan Biomorphic Form & Patterns yang merupakan bagian dari Biophilic Design.
Eco Bike Retreat: Arsitektur Regeneratif Lahan Tambang Kapur Gresik Fabio Brestianto; Vincentius Totok Noerwasito
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35421

Abstract

Rusaknya kondisi lahan karena proses pertambangan batu kapur untuk memenuhi kebutuhan percepatan pembangunan meninggalkan dampak negatif bagi ekosistem alam dan manusia. Lapisan terluar tanah yang terkikis menyebabkan terjadinya longsor dan menyebabkan kondisi lahan menjadi tidak produktif. Arsitektur mempunyai peran penting dalam pembangunan. Pertimbangan desain dan penggunaan material bangunan yang kurang memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dapat menimbulkan dampak buruk terhadap ekosistem alam. Manusia mempunyai tanggung jawab untuk memperbaiki dan menjaga lingkungannya agar dapat diwariskan ke generasi yang akan datang. Lalu bagaimana cara untuk memperbaiki isu permasalahan kerusakan lahan tersebut dengan arsitektur. Dengan mengunakan pendekatan regenerative design, fokus utama dari perancangan ini adalah memperbaiki kondisi lahan yang telah rusak. Dengan didukung kerangka kerja desain regeneratif, objek arsitektur yang dihasilkan tidak hanya dapat meperbaiki kerusakan lahan namun, objek arsitektur harus berdiri selaras dengan alam dan objek arsitektur juga dapat berkelanjutan untuk masa yang akan datang menjadi sarana pengerak perubahan oleh manusia dengan memasukan fungsi bangunan sesuai konteks lahan yaitu fasilitas bersepeda yang berwawasan lingkungan.
Penggunaan Big Data dalam Perancangan Arsitektur Penjara Muhammad Fikri Rajal Izza; Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.165 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35496

Abstract

Satu dekade terakhir berbagai bidang seperti ekonomi, kedokteran, periklanan, media massa dan seterusnya mulai menggunakan big data atau dalam bahasa Indonesia maha data dalam menentukan berbagai keputusan. Penggunaannya begitu luas dan dari lingkup paling formal seperti pekerjaan hingga lingkup yang paling privat seperti bagaimana kita mengatur hubungan percintaan kita. Penelitian ini bertujuan untuk mencari adakah posibilitas pemanfaatan big data dalam merancang sebuah desain arsitektur. Dalam mencari konteks yang optimal bagi penggunaan big data dalam merancang sebuah desain arsitektur pada penelitian ini perancang menggunakan Complex Controlled Data sebagai proposisi yang membawa perancang pada tipologi penjara tepatnya di Rutan Klas 1 Surabaya. Lewat proposisi yang sama pula perancang melakukan analisa pendekatan perilaku pada konteks yang ditentukan dengan metode statistik data yang kemudian membawa perancang pada sebuah masalah lokal yaitu minimnya posibilitas interaksi antara narapida atau tahanan yang membuat kian hari identitasnya tergerus. Hal tersebut kontradiktif mengigat bahwa sistem peradilan di Indonesia menamai penjara dengan sebutan Lembaga Pemasyarakatan. Pada riset ini objek penjara hanya merupakan tipologi atau objek uji dari isu yang perancang angkat yaitu tentang penggunaan metode pengolahan big data dalam perancangan sebuah arsitektur. Titik berat perancangan ini terletak pada proses perancangan arsitekturnya, tentang pengumpulan, pengolahan, dan pengambilan keputusan rancang berbasis data. Melihat hasil akhir rancang (dalam riset ini data mengantarkan perancang untuk menjadikan tipologi penjara sebagai objek rancang yang dianggap dapat mendapatkan dampak paling optimum dengan analisa big data) Penjara Medaeng Rutan Klas 1 Surabaya yang didasarkan oleh kompleksitas dan prefensi hidup manusia berhasil ditransformasikan menjadi aspek formal dari bangunan rancang dan hal membuktikan bahwa Big Data dapat juga diterapkan dalam mendesain sebuah perancangan arsitektur dan menjadi salah satu alternatif metode dalam merancang suatu arsitektur.
Rumah Singgah untuk Penderita Kanker dengan Konsep Healing Environment Nathania Corry Clarissa; Ima Defiana
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.327 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35295

Abstract

Kanker menjadi salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia. Pengobatan kanker membutuhkan waktu yang lama dan mahalnya biaya pengobatan. Bagi penderita kanker asal luar Jakarta harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi maupun penginapan. Rumah singgah didesain untuk para penderita kanker yang berasal dari luar daerah Jakarta, yang sedang melakukan pengobatan atau menunggu jadwal kemoterapi di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Rumah singgah mampu memberikan pengaruh positif pada proses penyembuhan bagi penderita kanker, dan menghadirkan interaksi sosial antar penderita kanker. Interaksi ini akan memberikan sebuah dukungan psikis. Sebuah teori yang menyatakan bahwa faktor lingkungan merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam proses pengobatan dibandingkan dengan faktor medis. Oleh karena itu, rumah singgah dirancang dengan konsep healing environment agar dapat menciptakan lingkungan positif. Metode merancang dengan menggunakan metode Multi Sensory Experience. Multi Sensory Experience memberikan pengalaman sense seperti visual, pendengaran, peraba dan penciuman yang dapat memberikan efek healing bagi pengguna. Kriteria perancangan secara keseluruhan merujuk pada konsep healing environment. Dalam aspek arsitektur, rancangan dapat memperhatikan bentuk, sirkulasi, tata ruang dan perletakkan bukaan, pencahayaan, penghawaan, warna dan tekstur material. Aspek non-arsitektural dapat dihadirkan melalui rancangan taman merujuk pada kriteria healing garden. Sebuah hasil penelitian bahwa suara alam, alam terbuka dengan suasana hijau dapat memberikan dampak positif bagi pikiran dan tubuh walau hanya beberapa menit.