cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Kesetaraan Program Arsitektur berdasarkan Aktivitas Manusia Multazam Akbar Junaedi; Defry Agatha Ardianta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.742 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33869

Abstract

Arsitektur dalam sebuah sistem fungsi sosial seharusnya memikirkan setiap irisan dari segala sistem yang ada dalam lingkungan. Sehingga seharusnya dalam ilmu arsitektur tidak ada hierarki desain dalam rancangan bangunan arsitektur. Dengan pembacaan tersebut permasalahan yang diangkat adalah diferensial lingkungan sosial dalam aspek fisik dan non-fisik pada koridor Tunjungan, Surabaya. Pendekatan Arsitektur dan Perilaku Manusia, menjadi kacamata analisa masalah pada konteks lingkungan dan sosial. Variabel waktu dan kepemilikan ruang di definisikan sebagai acuan dalam menentukan program yang akan dirancang. Sehingga pergerakan penduduk dan non-penduduk Tunjungan dirasa cukup mewakili masalah fisik maupun non-fisik pada konteks, yang kemudian digunakan sebagai dasar olahan formal dan teknis pada rancangan arsitektur. Konsep Equality and No-Segmentation menjadi konsep besar yang digunakan dalam rancangan arsitektur. Memberikan kesetaraan pada subjek penduduk dan non-penduduk Tunjungan dalam kepemilikan ruang di konteks rancang. Sehingga tidak ada lagi kesenjangan desain dalam program arsitektur antara manusia, yaitu penduduk dan non-penduduk di Koridor Tunjungan, Surabaya.
Re-interpreting Memory of History by Fragmented Continuum Concept in Museum Design Nisita Hapsari; Nur Endah Nuffida
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33942

Abstract

Architecture has always been considered as a carrier of messages. Stories and buildings have been tied up together since the beginning of the conscious formation of space and the first attempts to understand the world around us. Architecture that has been ruined or abandoned is also has the same condition. The 'death' could be a new beginning for buildings. An example that still exists in the present is Kedung Cowek Fort. Kedung Cowek Fort is a witness of history that still exists. The design problem which will be proposed in this final project is how the ruins of architecture could be 'revived'. Architect also responsible to how the space could be an instrument which people could experience the memory of history from the event of the past with universal language which people in the present could understand. By using historicism approach, what already happened in the past become a background for the design and by using meaning in architecture approach, those past events are interpreted to story. The tool to transfer the story into architectural design is narrative method. The building type proposed in this final project is historical museum. By giving the interpretation of historical background, people could try to understand the history from the perspective and story architect creates. In this case, history is defined as a fragmented continuum story.
Pemanfaatan Vacant Space dan Optimalisasi RTH pada Bundaran Waru Suci Wahyu Rahmadani; Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.873 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34020

Abstract

Vacant space atau lahan kosong cenderung tidak terawat. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan lingkungan yang tidak terkontrol sehingga aktivitas yang terjadi pada lahan ini juga tertutupi dan berpotensi untuk membentuk ruang-ruang negatif. Selain itu, vacant space dapat berupa RTH atau berpotensi untuk menjadi RTH, sehingga memanfaatkan vacant space, agar ruang ini lebih terpantau, juga berpotensi untuk mengurangi RTH. Lahan yang memiliki kriteria dilematis ini contohnya Bundaran Waru. Perancangan pada Bundaran Waru harus menyasar pada aspek sosial dan lingkungan, serta ekonomi agar ruang ini dapat berkelanjutan. Adapun metode yang digunakan adalah metode analogi dan metode arsitektur sebagai lansekap. Alasan pemilihan metode tersebut diharapkan dapat memberikan solusi desain yang spesifik pada lahan Bundaran Waru.
Penerapan Pendekatan "Human Behavior" pada Gedung Pusat Kerajinan Tangan Anak Jalanan Nurmaya Aini; Purwanita Setijanti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34076

Abstract

Didalam proses perancangan arsitektur merancang terdapat berbagai macam pendekatan perancangan. Adapun pendekatan yang dipilih adalah menggunakan pendekatan Human Behavior (perilaku manusia), untuk Gedung Pusat Kerajinan Anak Jalanan. Pemilihan tersebut dikhususkan untuk anak jalanan yang memiliki karakter berbeda dengan anak pada umumnya. Gedung Pusat Kerajinan yang dimaksud adalah tempat untuk mewadahi kreatifitas anak jalanan yang berlangsung kegiatan bisnis kerajinan tangan mulai dari produksi sampai ke pemasarannya secara online yang bertujuan untuk mempertahankan pola kehidupan sehari – hari yang melibatkan interaksi dengan anak nonjalanan. Adapun metode perancangan yang digunakan yaitu metode Behavior Mapping dalam menyelaraskan konsep desain yang sesuai dengan karakter anak jalanan. Isu yang dipilih akan diwujudkan melalui bentuk dan penataan ruang dalam. Hasil rancangan berupa bangunan yang mengambil karakter dari anak jalanan aktif dan kreatif, mandiri dan bebas, serta adaptif dengan lingkungan.
Arsitektur Produksi Bahan Pangan Pertanian Dengan Konsep Vertical Green House Deny Indra Prasetyo; Asri Dinapradipta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.994 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34101

Abstract

Kepadatan penduduk diprediksi dimasa depan akan semakin meningkat. Kepadatan penduduk memiliki hubungan yang erat dengan kebutuhan akan pangan. Ketika kebutuhan pangan tidak dapat mengimbangi kepadatan penduduk tersebut akan berdampak terjadinya krisis ketahanan pangan. Banyak wilayah yang semakin tahun mengalami pembangunan sangat pesat dan menjadi sebuah perkotaan padat. Bidang pertanian merupakan bidang yang terkena dampaknya. Permasalahan pertanian yang diangkat adalah lahan yang semakin sempit, iklim yang semakin tidak stabil, dan ketertarikan profesi yang semakin menurun. Penulis mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut dengan sebuah desain arsitektur yang memiliki fungsi ruang untuk mencukupi ketersediaan pangan pada lingkup yang ditentukan dan berdampingan dengan fungsi ruang publik dan ruang wisata di kehidupan perkotaan pada umumnya. Pendekatan desain yang digunakan adalah green building untuk menjadikan bangunan yang berusaha menuju ramah lingkungan sebagai batasan sudut pandang mendesain dan metode desain hybrid architecture untuk mengolah konsep mengenai program secara makro, metode desain context analysis untuk mengolah konsep transformasi bentuk bangunan, dan metode ecological architecture untuk mengolah konsep elemen desain mengenai green technology yang digunakan menjadi bagian detail dari bangunan.
Arsitektur Regionalisme: Jelajah Nusantara Melalui Desain Bandar Udara Falahy Mohamad; Purwanita Setijanti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.614 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34552

Abstract

Bandara pada saat ini menjadi pusat perhatian di negara belahan dunia. Bandara merupakan gerbang daerah yang juga sebagai bangunan publik dengan resiko tinggi tentunya wajib memenuhi persyaratan teknis yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan. Perlu adanya pertimbangan prinsip-prinsip utama mengenai terminal moda transportasi ini. Terkadang banyak sekali salah dalam menentukan atau memutuskan segala sesuatu dalam merancang. Seperti konsep desain bangunan, bahan bangunan, pola-pola ruang, dsb. Mereka hidup dalam kotak-kotak dari beton dengan atas nama modern, efisiensi dan lain-lain yang akhirnya mencoba mendefinisikan kembali arti makna ide ruang, bentuk dan sebagainya dalam paham arsitektur regionalisme melalui semiotika pengenalan tanda-tanda dan ekplorasi metafora lokalitas yang ada di Pekalongan. Permasalahan minimnya lokalitas sudah banyak ditemui dibeberapa daerah di Indonesia. Seringkali aspek desain dari bandara lebih kearah internalisasi dengan mengusung teknologi muktahir namun kesan yang timbul hanya unsur modern saja, tetapi nilai kelokalan justru tidak diperhatikan. Dalam perencanangannya, bagaimana caranya identitas-identitas yang melekat pada Pekalongan bisa dimasukkan kedalam arsitektur.
3-Dimensional Approach on Downtown Area to Improve Urban Space Qualities Fauzan Permana Noor; Endy Yudho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.317 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34199

Abstract

Acting as a Capital of Indonesia, Jakarta has become a core of government, economy, commerce, also cultural hustle of the country. Occupied by 14,464 habitants per km2, its density is twice more than Tokyo, creating a bustling metropolis. The needs of living, commuting and productivity spaces slowly degrading the Green Open Spaces of the city, thus lowering the quality of the city space itself from 32% in 1965 to 9,8% in 2017. Ironically, the active & dense area of downtown Jakarta where the necessity of green spaces are the highest, are the one where such spaces cannot be found. An intervention therefore needed to refine the city spaces. Implementing 3-dimensional approach on one of the core of Jakarta’s downtown area, harmonious with government encouraging a development of walkable city and transit-oriented development, architecture should be able to escalate the quality of space in Jakarta. The design resulted in a simple intervention in the city, that if placed accurately would not only improve the space quality but also integrating areas fractured by other elements of the city.
Tumbuh dan Berkembang dalam Arsitektur Faiz Widyastama; Endy Yudho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.914 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37004

Abstract

Secara umum arsitektur merupakan sebuah wadah untuk menaungi berbagai aktivitas. Aktivitas tersebut dilakukan oleh pengguna yang berada di dalamnya, Akan tetapi beberapa pengguna didalamnya beranggapan bahwa arsitektur hanyalah sebuah benda mati yang tidak dapat berubah. Seiring berjalanya waktu penghuni yang berada didalamnya juga akan mengalami pertumbuhan dan perkembagan dan hal itu mempengaruhi kebutuhan aktivitas yang ingin diwadahi. Menanggapi hal tersebut fleksibilitas dalam arsitektur sangat penting karena dapat beradaptasi terhadap perubahan aktivitas yang dilakukan oleh pengguna. Fleksibilitas tersebut akan membuat anggapan bahwa arsitektur sebagai benda hidup yang dapat berubah mengikuti pertumbuhan dan perkembangan pengguna didalamnya.
Jakarta Multipurpose Sports Arena Mahfuz Hadi; Muhammad Faqih
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.752 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34360

Abstract

Fenomena tumbuhnya kompetisi e-sports dalam lingkup global sudah sampai di Indonesia. E-sports merupakan olahraga elektronik yang membutuhkan alat – alat elektronik seperti Personal Computer sebagai medianya. Tumbuhnya kompetisi olahraga semacam ini menimbulkan kebutuhan akan wahana berkompetisi. Bukan tidak mungkin jenis – jenis kegiatan lainnya akan muncul di masa yang akan datang. Dengan menggunakan data dari cabang olahraga yang sudah ada, pembangunan gedung arena harus dapat menampung kegiatan yang spesifikasinya belum diketahui pada hari ini. Dengan memprediksi tipologi – tipologi bangunan yang akan ada, penggunaan sebuah metode performance form dapat dibentuk sebuah bangunan arena yang mampu menampung bermacam kegiatan yang berbeda kebutuhannya. Rancangan ini bertujuan untuk menciptakan bangunan sebagai aksen terhadap lingkungan sekitar, tujuan lainnya adalah menghadirkan konsep bangunan multiguna yang tidak dimiliki oleh bangunan sekitarnya.
Arsitektur Pasar dan Manusia sebagai Penggerak Peradaban Kota Rizky Maulana Ibrahim; Angger Sukma Mahendra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.612 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34439

Abstract

Arsitektur dan manusia sama sekali tidak dapat dipisahkan. Meskipun arsitektur dibentuk oleh manusia sedemikian rupa, tetapi secara tidak sadar arsitektur juga membentuk dimensi berfikir dan pola berperilaku manusia itu sendiri. Mereka adalah sebuah paradoksial yang akan terus berlanjut, dimana arsitektur itu ada karena manusia dan manusia itu ada karena arsitektur. Hubungan mereka sangat sinergis dalam menciptakan suatu peradaban dimasa lampau yang dapat dirasakan saat ini, bahkan hingga masa mendatang. Namun keegoisan manusia dewasa ini, tidak lagi memperdulikan keberadaan arsitektur yang mempunyai pengaruh penting dalam kehidupan manusia. Sehingga arsitektur diciptakan hanya sekedar variabel fisik (alat guna), yang kemudian akan berdampak buruk dalam tatanan kehidupan sosial yang cenderung individualis. Bercermin dari semua itu, re-design Pasar Tradisional Puri Pati dengan pendekatan synomorphy adalah untuk memicu adanya interaksi antar pengguna dan bangunan. Adapun metode riset menggunakan behavior mapping untuk menganalisa data dan fakta-fakta yang terjadi pada lapangan melalui pemetaan perilaku dan metode perancangan menggunakan teori Architectural programing untuk mempermudah alur berfikir dalam menentukan permasalahan desain yang kemudian ditarik menjadi perwujudan kriteria konsep desain. Sehingga perancangan dapat menjadi triger dalam menciptakan keberadaan arsitektur yang akan mengembalikan harmonisnya kehidupan sosial yang arif dan humanis.