cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Akses Melihat, Terlihat dan Sirkulasi yang Berkelindan pada Ruang Publik Wisnu Retno Kartika Sari; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.607 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48837

Abstract

Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Meningkatnya kasus tindak kriminal di ruang publik yang disebabkan oleh faktor ruang mengakibatkan ruang gerak masyarakat menjadi terbatas. Dalam sudut pandang arsitektur dan perencanaan kota, ruang yang tidak dirancang dengan baik akan semakin rentan terhadap tindak kriminal. Ruang publik yang pada mulanya dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dalam beberapa kondisi justru memberikan peluang terjadinya tindak kriminal. Untuk itu diperlukan upaya untuk menjamin keamaan setiap pengguna yang melakukan aktivitas di ruang publik tanpa memberi batasan-batasan yang rigid. Ditinjau dari pendekatan environmental design based on crime prevention yang membahas tentang perancangan arsitektur atau lingkungan yang berfokus pada pencegahan tindak kriminal akan menurunkan resiko terjadinya tindak kriminal. Menerapkan prinsip CPTED (Crime Prevention Through Environmental Design) dalam rancangan arsitektur merupakan upaya menekan resiko terjadinya tindak kriminal di ruang publik. Peripheral vision, permutasi bentuk interaksi, modifikasi sirkulasi dan hirarki ruang digunakan sebagai dasar dalam eksplorasi tatanan ruang. Eksplorasi tersebut menghasilkan sebuah desain yang memiliki sistem sirkulasi yang bekelindan (antar ruang saling terikat dan terhubung) serta kemampuan ruang untuk dapat terlihat dari berbagai titik dan mampu melihat ke berbagai titik. Kualitas dari arsitektur yang dihadirkan akan membantu mewujudkan kondisi kontrol sosial yang memungkinkan setiap penggunanya bisa saling berinteraksi dan saling mengawasi.
Desain Hotel dengan Konsep Shifting di Kawasan Kenjeran Joshua Alexandre Pratasik; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.164 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48857

Abstract

Perkembangan teknologi selain memudahkan merancang juga memudahkan replikasi arsitektur. Akibatnya, identitas wilayah dimana arsitektur tersebut berdiri menjadi terpengaruh. Wilayah memiliki identitas yang dapat dikenali melalui karakteristik tapak, kondisi iklim dan cuaca setempat, serta tradisi dan kehidupan masyarakat sekitar. Akibat replikasi arsitektur yang tidak memerhatikan konteks, teknologi mendominasi dan menjadi objek asing di tengah kondisi tapak, memengaruhi identitas wilayah tersebut. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pendekatan yang dipakai adalah critical regionalism yang mengangkat kehidupan masyarakat kampung nelayan Kenjeran sebagai konsep. Metode yang digunakan adalah interpretasi ulang menggunakan idiom kontemporer agar solusi yang dihasilkan tidak menyerupai bangunan tradisional. Manifestasi solusi tersebut adalah Hotel Kampung Nelayan Kenjeran dengan konsep shifting yang berfokus pada permainan material dan elevasi pada sirkulasi dalam desain.  
Pengolahan Visual pada Interior dan Eksterior Galeri Seni Afiya Afwa Layli; Endy Yudho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.042 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49089

Abstract

Visual merupakan aspek yang dianggap penting oleh masyarakat umum. Seiring dengan berkembangnya zaman, akses terhadap konten visual menjadi semakin mudah karena adanya peran media. Hal tersebut secara tidak langsung menjadikan aspek visual menjadi prioritas dalam berbagai hal, termasuk salah satunya arsitektur. Arsitektur saat ini berlomba-lomba menampilkan wujudnya yang indah sehingga tidak sedikit arsitektur yang ingin tampil lebih menonjol dibanding sekitarnya. Tidak hanya melalui eksterior, interior dari arsitektur juga ditata agar ia visually appealing. Salah satu dampaknya, muncul tempat-tempat yang memiliki predikat ‘instagramable’. Dominasi peran visual dan predikat ‘instagramable’ pada arsitektur mampu berpotensi mengurangi esensi dari suatu objek arsitektur. Untuk mengurangi dominasi tersebut dan mengembalikan peran arsitektur yang lebih esensial, diperlukan suatu langkah dan pendekatan yang spesifik. Teori gestalt, konfigurasi spasial, dan konfigurasi visual diterapkan pada objek rancang agar peran visual yang hadir tidak terlalu dominan diimbangi fungsi eksibisi dari galeri seni untuk mewujudkan arsitektur yang utuh.
Konsep Desain Aktif pada Rancangan Coworking Space Khodijah Mustofa; Arina Hayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49095

Abstract

Generasi Z memiliki kecenderungan sifat tenggelam dalam dunia maya dan individualis, sehingga diperlukan tempat kerja yang dapat mendorong mereka lebih aktif bergerak serta bersosialisasi. Hal ini berpengaruh pada bagaimana merancang bangunan arsitektural yang dapat mewadahi gabungan aktivitas fisik dalam kegiatan sehari-hari di dalam maupun dari luar bangunan. Makalah ini memaparkan proses merancang coworking space dengan merespon sifat kerja Generasi Z. Proses rancang menggunakan Design Active sebagai konsep utama serta metode context analysis dalam kerangka berpikir force-based. Rancangan bangunan berfokus pada penyediaan ruang kerja bersama yang dapat memperbaiki perilaku pengguna untuk hidup lebih sehat selama bekerja. Makalah ini juga menjelaskan implementasi Desain Aktif dan green building dalam rancangan coworking space dengan menguraikan parameter serta kriteria rancangan berbasis force-based framework.
Sequence Narrative pada ‘Aktivasi’ Koridor Melalui Intervensi Residual Space David Islamuddin; Franciscus Teddy Badai Samodra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.273 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49254

Abstract

Sequence Narrative sebagai salah satu metode mendesain pada ranah arsitektur, menempatkan penghadiran sebuah situasi menjadi fokusan utama. Pengalaman akan ruang dan keterhubungannya diskenariokan secara holistik menurut kronologisnya. Dalam satu cerita narasi yang utuh, perancang berusaha menghadirkan pengalaman antar ruang sehingga pengguna secara tidak sadar mampu menikmati satu kesatuan desain. Pada skala yang lebih besar, ruang yang dimaksud tidak hanya pada single building, lebih dari itu pada skala urban. Sebuah koridor merupakan salah satu media urban yang memili cakupan lebih besar dan intervensi yang lebih kompleks. Permasalahn koridor yang berusaha diselesaikan adalah mengenai residual space. Dimana residual space merupakan lahan sisa yang tidak memiliki manfaat bagi sekitar. Dimana pada suatu permasalahn kontekstual, residual space menjadi salah satu faktor degradasi nilai kawasan. Kerangka konsep yang berusaha diusulkan adalah dengan cara mengintervensi residual space menggunakan metode sequence narrative, dimana ruang sisa ini deskenariokan secara holistik, sehingga memiliki kesatuan cerita dalam satu koridor.
Strategy Analysis to Improve Consultant Qualification in Surabaya Faris Afif Octavio; I Putu Artama Wiguna
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.519 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49682

Abstract

Electronic Procurement Agency indicated that in the 2015 up to 2017 project for infrastructure consulting services with qualifying middle to upper class in the Minister for Republic Works and Human Sattlements increased 5% per year. The Development Institution Construction Services shows that number of consulting firm in Surabaya city with qualifying middle to upper level less than 20 company, while the company consultant were at the middle to lower is very much. This research aimed to producing strategy in the qualification a consulting firm in Surabaya city. The variables used in a study are internal and external factors in increasing the consultant qualification. This variables analysis using Strength Weakness Opportunity Treats Matrix (SWOT), External Internal Matrix (I-E), and Quantities Strategic Planning Matrix (QSPM) used to determine the best strategy. The result of the study indicate several strategies that can be used to improve consultans qualification. The first strategy is joint venture with other consulting firm to enhance experiences and increase the income of company. The second strategy is improve the quality of human resources and adjust infrastructure facilities with international quality standard namely ISO 9001. The third strategy is work on projects that have high risk.
Dimensi Metrik Lokal pada Amalgamasi Graf Lengkap dengan Graf Roda dan Graf Kincir Seagel Levin; Darmaji Darmaji
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i1.52129

Abstract

Diberikan graf terhubung G dengan himpunan simpul V(G), dan simpul u,v∈V(G). Jarak antara u dan v, dinotasikan d(u,v), didefinisikan sebagai panjang lintasan terpendek dari u ke v pada G. Jika W={w_1,w_2,w_3,…,w_k} himpunan terurut dari simpul-simpul dalam graf terhubung G dan v∈V(G), maka representasi dari v terhadap W adalah r(v│W)=(d(v,w_1 ),d(v,w_2 ),…,d(v,w_k )). Jika r(v│W) untuk setiap v∈V(G) berbeda, maka W dikatakan sebagai himpunan pembeda dari G. Himpunan pembeda dengan banyak anggota minimum disebut dimensi metrik dan dinotasikan dim⁡(G). Apabila representasi untuk setiap dua simpul yang bertetangga di V(G) berbeda terhadap W, maka W dikatakan sebagai himpunan pembeda lokal dari G. Himpunan pembeda lokal dari G dengan banyak anggota minimum disebut dimensi metrik lokal dari G yang dinotasikan dengan 〖dim〗_l (G). Pada penelitian ini diperoleh dimensi metrik lokal dari graf hasil operasi amalgamasi pada graf lengkap dengan graf roda dan graf kincir.
Penerapan Metode Color Invariant untuk Penghapusan Bayangan pada Citra Digital Saskia Rizkiana Putri; Dwi Ratna Sulistyaningrum
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58204

Abstract

Bayangan terjadi ketika cahaya dari sebuah sumber cahaya terhalangi oleh sebuah objek. Pada pengolahan citra digital bayangan dapat menyebabkan banyak kendala dan kesalahan informasi. Terlebih saat ada sebuah objek yang terhalangi oleh bayangan. Hal tersebut dapat menyebabkan kesalahan dalam proses deteksi atau pengenalan objek. Salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan proses reduksi bayangan. Metode Color Invariant digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Langkah pertama dari metode ini adalah menentukan kromatisitas log dari citra input. Selanjutnya adalah mendapatkan citra illumination invariant 1D dengan menggunakan minimasi entropi. Setelahnya akan dihasilkan citra kromatisitas dimana bayangan sudah tereduksi. Pada tugas akhir ini, citra kromatisitas diubah menjadi citra grayscale untuk memperoleh nilai RMSE. Namun, hasil citra output masih kurang bagus dari sisi visual karena tingkat kecerahan yang berbeda dengan citra input tanpa bayangan. Nilai RMSE tertinggi yang didapat adalah 0,361 dan terendah 0,013.
Niat Adopsi dan Preferensi Konsumen terhadap Produk Baru Pupuk Mini Size untuk Petani Kecil Venny Novinita Agustina Putri; Janti Gunawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i1.50487

Abstract

Permasalahan yang dialami petani terkait pupuk non-organik bersubsidi menjadi peluang bagi AMINA (pupuk non-organik hasil samping produksi penyedap masakan PT Ajinomoto Indonesia) untuk memasuki pasar. AMINA selama ini dijual dalam skala besar (tangki) yang hanya bisa dikonsumsi oleh petani skala besar. Demi meningkatkan penjualan, PT Ajinomoto Indonesia hendak menyasar petani kecil dengan meluncurkan produk AMINA skala kecil yang disebut mini size AMINA. Sebagai produk baru, perusahaan melakukan uji coba pasar pada petani jagung dan bawang merah di Lamongan untuk mengetahui tingkat penerimaan mini size AMINA agar terhindar dari kegagalan pasar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat niat adopsi, faktor yang memengaruhi niat adopsi, dan preferensi atribut produk pada petani jagung dan bawang merah di Lamongan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus kepada dua belas petani. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat niat adopsi dari petani jagung dan bawang merah cukup besar, yaitu 7 dari 12 petani (58%) menyatakan memiliki niat adopsi terhadap produk dengan skor kepuasan 8-10 yang diukur dari tampak fisik tanaman dan kemudahan penggunaan produk. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor relative advantage, compatibility, complexity, observability, dan trialability memengaruhi petani untuk berniat mengadopsi produk. Preferensi sebagian besar responden terkait atribut produk mini size AMINA antara lain harga dengan rentang Rp5.000-Rp6.000, volume 20 liter, tidak memiliki keterangan sertifikasi produk, dan tempat pembelian berjarak antara 2-3 kilometer dari lahan bertani.
Evaluasi Efisiensi Penyelenggaraan Pendidikan di Indonesia Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis. Studi Kasus: Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan Tahun 2018 Ilun Tisrinasari; Syarifa Hanoum
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i1.50923

Abstract

Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam perekonomian suatu negara, salah satu cara untuk memeroleh sumber daya manusia yang berkualitas adalah dengan penyelenggaraan sistem pendidikan yang berkualitas pula. Pendidikan termasuk dalam pertimbangan penting yang diupayakan pemerintah, terbukti dari besarnya anggaran yang diperuntukan untuk pendidikan. Oleh karena itu, mengevaluasi efisiensi penyelenggaraan pendidikan di Indonesia diperlukan untuk dapat mengetahui kondisi kinerja sektor pendidikan. Salah satu jenjang pendidikan di Indonesia adalah jenjang sekolah menengah kejuruan, jenjang ini merupakan jenjang pendidikan yang bertujuan menyiapkan lulusan yang siap untuk bekerja. Tujuan penelitian ini dapat diselesaikan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Penelitian ini akan mengukur jenjang pendidikan sekolah menengah kejuruan pada tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 provinsi pada sekolah menengah kejuruan yang mengalami efisiensi. Selain itu, diperoleh juga referensi dan perbaikan untuk provinsi yang belum efisien, salah satunya pada Provinsi Maluku Utara yang memiliki nilai terkecil. Analisis skala efisiensi juga menunjukkan bahwa sebagian besar provinsi beroperasi dalam skala decreasing return to scale.