cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Arsitektur Biomimikri untuk Perawatan Paliatif: Griya Alzheimer Alia Ghinantatia Thahir; Purwanita Setijanti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.596 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.46964

Abstract

Arsitektur Biomimikri dapat dijadikan acuan konsep dalam perancangan fasilitas perawatan penyakit Alzheimer, yaitu penyakit paliatif karena terjadinya kerusakan jaringan otak dan menyebabkan degradasi fungsi tubuh serta perubahan perilaku. Arsitektur Biomimikri mampu memberikan pengaruh penting pada perilaku. Strategi alam dapat diadopsi dalam menciptakan lingkungan positif yang dapat dipersepsi oleh penderita Alzheimer. Dengan segala perubahan perilaku penderita, lingkungan yang positif akan membantu memperlambat penyakit Alzheimer dan menstimuli psikologis penderita. Model biomimikri yang diambil yaitu Otak Penderita Alzheimer, dimana otak memiliki struktur kompleks yang sangat tertata dan dapat beradaptasi dengan cepat walaupun telah mengalami beberapa perubahan. Aspek – aspek dari otak diadopsi pada konsep perancangan fasilitas perawatan ini, yaitu Griya Alzheimer. Dari perancangan Griya Alzheimer ini, diharapkan objek rancang mampu meningkatkan kualitas hidup pengguna dan mempermudah pengguna untuk beradaptasi dengan perubahan perilakunya dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan memberikan berbagbeai terapi, fasilitas penunjang, dan konsep perancangan yang dapat menciptakan kenyamanan dan aktivitas berinteraksi penghuni.
Minimizing Dust in Low Rise Housing Design Through Surface: A Literature Review Rizka Tiara Maharani; Sri Nastiti Nugrahani Ekasiwi; Franciscus Teddy Badai Samodra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.169 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49733

Abstract

The existence of dust in a building environment can cause many problems for those who continually exposed, especially for residential housing which is located near the industrial area. There are so many kinds of dust included PM10 in which it can make upper respiratory tract infection. So, it needs a treatment process for reducing the dust intensity, one of the ways is through exploring the surface. In this paper highlighted about literature review for knowing the element surfaces that related to the way for reducing dust. Therefore, in this stage is needed for searching the surface elements that can be used in the next design process. The result of this review is the selection of building shape can help in controlling dust spread such as in courtyard typology. After that, it should consider with tilt angle of the surface in order to dust cannot be trapped and the position of surface from the direction of wind. The surface should have a minimum opening regarding to standard so that the view should face to the area where is not exposed by dust and air exchange can use shaft ventilation or hidden gap in the wall for helping to air flow.
Pengembangan Budaya Surabaya Melalui Pendekatan Sense Manusia Henriansah Wahyu Utomo; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1515.231 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47856

Abstract

Kemajuan teknologi yang semakin berkembang di jaman globalisasi saat ini dapat mengakibatkan dampak positif dan juga negatif bagi kebudayaan di sebuah daerah. Pada saat ini muncul berbagai macam kebudayaan baru yang dihasilkan oleh jaman globalisasi. Dengan seiring jalannya waktu, budaya lama tetap ada dan beralih pada budaya baru, sehingga kurangnya minat dan keinginan untuk melestarikan budaya lama dan beralih pada budaya baru. Kebudayaan lama yang kental sering dilakukan pada masa lalu kini seakan menghilang dan berkurangnya minat pada budaya tersebut. Seharusnya kebudayaan lama tetap dilestarikan dan kebudayaan baru dapat tetap dilakukan. Terdapat banyak kebudayaan baru yang muncul, sebagai contohnya olahraga. Sehingga olahraga sangat populer dikalangan remaja dan tidak tertarik dengan kebudayaan lama. Dibutuhkan sebuah respon arsitektur yang dapat mewadahi kebudayaan lama dan kebudayaan baru di satu area, sehingga budaya lama dan masa kini tetap dilakukan dan dikembangkan. Metode trans-programming diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan minat budaya lama. Dengan menggunakan pendekatan architecture and the sense, pengunjung dapat merekam kejadian, suasana dan aktivitas yang terjadi pada objek rancang. Sehingga pengunjung juga secara sadar atau tidak sadar dapat belajar budaya secara langsung.
Pendekatan Biofilik untuk Mengurangi Faktor Lingkungan Pemicu Asma pada Apartemen Hana Muthiara Sari; Asri Dinapradipta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.619 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47895

Abstract

Kini banyak muncul fenomena Sick Building Syndrome (SBS), sebuah kondisi medis di mana seseorang mengalami gejala penyakit atau perasaan tidak nyaman/sehat disebabkan oleh lingkungan dalam bangunan ia berada. Salah satu gejala dari SBS yang sering dijumpai yaitu asma. Asma adalah penyempitan saluran pernapasan yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan  kualitas hidup bagi penderitanya. Faktor lingkungan penyebab asma pada apartemen dari segi fisik yaitu kualitas udara yang buruk karena polutan dan debu serta ventilasi dan paparan sinar matahari yang kurang. Sedangkan dari segi psikis yaitu dimensi ruang, pencahayaan alami, dan outdoor & communal space yang kurang yang menyebabkan stres. Untuk itu digunakan pendekatan biofilik yang dapat meningkatkan health & well-being penghuni apartemen dengan menghadirkan unsur alam pada apartemen. Penerapan biofilik dalam desain berupa sirkulasi terpusat, transitional space, green façade, cross ventilation, tipe hunian dupleks, dan interior dari objek rancang.
Pendekatan Critical Regionalism pada Bangunan Kantor Sewa Tahani Bamazroek; Endy Yudho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.622 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47913

Abstract

Revolusi industri kedua memunculkan era modernisme. Era modernisme mengantarkan arsitektur pada arsitektur yang generik atau international style. Kritik terhadap arsitektur modern yang dipopulerkan oleh Charles Jencks dengan nama post-modernism tidak membawa kita lari dari international style. Hal ini mengakibatkan mulai hilangnya sebuah identitas dari arsitektur atau “notopia”. Notopia pertama kali dikenalkan oleh The Architectural Review. Notopia adalah hilangnya identitas dan semangat budaya akibat munculnya fenomena arsitektur generik secara global. Untuk melepaskan diri dari belenggu arsitektur generik yang tiada hentinya dapat dilakukan dengan pendekatan critical regionalism. Critical regionalism merupakan sebuah pendekatan yang membawa kembali unsur lokal dan budaya ke dalam arsitektur tanpa menutup mata pada perkembangan zaman dan teknologi. Dua hal tersebut menjadi strategi desain yang kemudian dihibridisasi untuk menghasilkan rancangan bangunan kantor sewa di Indonesia.
Narasi sebagai Penyampaian Proses Secara Atraktif pada Penyadaran Potensi Diri Fadel Dzahabi; Andy Mappa Jaya
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.333 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47970

Abstract

Manusia terlahir dengan beragam potensi. Permasalahannya, potensi tersebut tertutup oleh lingkungan sosial yang mempersulit individu meraih impiannya. Untuk membukanya, perlu mengetahui kode/makna tertentu. Dalam membuka diri untuk potensi diri membutuhkan pengalaman dan interaksi.   Penyelesaian berupa pemberian pengalaman untuk pembelajaran individu dengan penciptaaan nuansa sebagai bahan untuk berinteraksi dengan saling membuka diri agar menyadari potensi dirinya, berdasarkan prinsip membuka potensi diri dari segi terluar (Ditunjukkan bentuk kesulitan dalam meraih potensi diri) hingga segi terdalam (impian, harapan, dan tujuan meraih potensi diri). Pada arsitektur diwakili dengan fasilitas ruang, nuansa, hingga ruang ditata dengan irama, naik turun, ruang luas dan sempit, beruap, jalanan tidak rata, dsb. Dengan narasi dan pemaknaan, penyampaian proses memiliki nilai atraktif pada pengunjung dan akan memiliki keinginan bereksplorasi sambil membuka potensi diri. Ruang yang dihadirkan berupa visualisasi kebingungan diri, ruang kontemplasi, ruang harapan, ruang keseimbangan, pengembangan diri, ruang konsultasi, dan family gathering. Dengan mengenali potensi diri, manusia dapat berkompetensi dengan baik.
Penerapan Konsep Material Lightweight pada Desain Amphibious House Salsabila Adelia Putri; Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48692

Abstract

Kota Pekalongan merupakan salah satu kota yang terkena bencana banjir rob setiap tahunnya. Banjir rob sendiri dalam setahun bisa melanda beberapa kali. Salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak banjir rob ini adalah daerah pesisir Pantai Sari Pekalongan. Banjir yang merendam rumah warga menjadikan rumah cepat rusak dan permukiman warga pun menjadi terkesan kumuh, karena banyaknya rumah yang rusak dan lingkungan yang menjadi kotor akibat genangan air banjir. Dengan isu banjir yang melanda permukiman, maka warga membutuhkan solusi bagi permukiman agar bisa hidup berdampingan dengan banjir. Dilakukan redesain pada wilayah permukiman warga, dimana dibuat sistem baru untuk bangunan rumah untuk menghadapi banjir. Metode yang digunakan adalah force-based framework, dimana banjir sebagai penggerak utama dalam menentukan tujuan desain, dan konsep yang keluar pun merespon adanya banjir rob dan juga lingkungan sekitar, berupa desain unit rumah dengan material lightweight. Bangunan juga menggunakan sistem amfibi yang dikombinasikan dengan sistem modular dan memperhatikan material-material yang ramah lingkungan dan ringan agar mudah terapung.
Komunikasi dalam Arsitektur bagi Penyandang Autisme dan Tuna Grahita Adviza Rindang Cahyaning; Sarah Cahyadini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48769

Abstract

Penyandang Autisme dan tuna grahita merupakan dua developmental delayed yang paling banyak terjadi di dunia, Autisme dan tuna grahita masing-masing memiliki gejala yang berbeda, namun keduanya memiliki isyu hambatan dalam hal komunikasi dan interaksi terhadap lingkungan sosial mereka. Arsitektur sebagai ruang terbangun turut andil dalam membentuk perilaku anak autisme dan tuna grahita; oleh karena itu isu komunikasi dihadirkan dalam arsitektur untuk membantu penyandang autisme dan tuna grahita dalam menggunakan ruang terbangun tersebut.
Ekplorasi Program Ruang sebagai Aspek Redefinisi Penjara Fachri Abidzar; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.156 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48645

Abstract

Penjara merupakan sebuah sistem penghukuman kepada manusia yang melakukan kesalahan, yang berakhir dari mulai penahanan hingga eksekusi. Yang tentunya hal tersebut telah dilatur oleh hukum yang berlaku pada wilayah tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, kehadiran penjara dianggap tidak dapat menyelesaikan masalah, ia malah menciptakan masalah masalah sosial baru yang lebih pelik. Redefinisi penjara mencoba untuk melihat dan mempertanyakan kembali fungsi penjara dan perannya dalam institusi hukum yang memiliki kewenangan tidak hanya dalam menjalani putusan hukuman para narapidana, namun juga dapat merehabilitasi mereka menuju arah yang lebih baik, yang dalam hal ini ditinjau dari studi mengenai tipologi program ruang yang terdapat pada penjara yang kemudian akan di eliminasi menjadi sebuah tipologi program ruang baru yang terfokus pada sirkulasi dari penghuninya. 
Konsep Katalis Waktu Dalam Perancangan Museum Kota Bogor Lalu Fatih Azzam; Arina Hayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48649

Abstract

Arsitektur sebagai katalis waktu merupakan konsep dimana persepsi waktu sebuah aktivitas dipercepat tanpa merubah bagaimana aktivitas yang dikatalisasi dijalankan. Perancangan ini mencoba melihat sisi lain dari bagaimana memahami keterkaitan antara waktu dan perilaku manusia serta interpretasinya dalam arsitektur. Ketika seseorang menjalani sebuah aktivitas tertentu dengan persepsi waktu yang lambat, arsitektur dapat diperankan sebagai sebuah katalisator untuk membentuk persepsi waktu yang baru  dengan memanipulasi ruang dimana aktivitas tersebut diadakan. Perancangan ini menggunakan metode narasi  untuk menarik abstraksi pengalaman ruang. Abstraksi ini yang kemudian dieksplorasi untuk menciptakan elemen arsitektur dengan menghadirkan pengalaman ruang baru dengan cara brainstorming dan SWOT Analysis. Untuk dapat menciptakan ruang katalis tersebut, pengalaman ruang aktivitas dengan persepsi waktu cepat ditanamkan ke dalam aktivitas dengan persepsi waktu lambat. Dengan melakukan pemograman ulang ruang aktivitas menggunakan  elemen baru, maka akan terbentuk pula persepsi yang baru dari pengguna ruang.