Articles
2,279 Documents
Pemodelan Waktu Survival Pekerja dengan Menggunakan Regresi Cox Proportional Hazard
Nadia Rahma Nur Insyira;
R. Mohamad Atok;
Imam Safawi Ahmad
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.879 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34697
Kematian merupakan peristiwa yang tidak dapat diperkirakan waktu kejadiannya sehingga dapat dialami oleh semua orang. Kematian dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, dalam penelitian ini diduga ada lima faktor yang mempengaruhi kematian seorang pekerja atau aparatur sipil negara (ASN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model survival yang terjadi pada kematian seorang pekerja aparatur sipil negara (ASN). Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi kematian seorang pekerja akan dimodelkan dengan waktu ketahanan hidup (waktu survival), sehingga akan diketahui faktor-faktor mana saja yang berpengaruh secara signifikan terhadap waktu survival pekerja. Pada penelitian ini akan dilakukan pendekatan dengan metode bootstrap, yang merupakan pengambilan sampel secara random berdasarkan data asli sehingga akan didapatkan parameter-parameter yang signifikan dengan melakukan pengujian confidence interval. Berdasarkan analisis ini dengan memasukkan semua variabel, hasil Kaplan-Meier menunjukkan menurun sampai rentang waktu 40 tahun. Pengujian log-rank menunjukkan variabel jenis kelamin dan anak tidak ada perbedaan secara signifikan antara kurva survival disetiap kelompoknya. Berbeda dengan variabel golongan pekerja dan pasangan diketahui bahwa variabel tersebut memiliki perbedaan kurva survival antar kelompoknya. Pemodelan regresi cox proportional hazard menghasilkan variabel golongan 4 dan pasangan yang berpengaruh secara signifikan terhadap waktu survival pekerja.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengeluaran Rumah Tangga Miskin (RTM) dan Bukan Rumah Tangga Miskin (Non-RTM) di Jawa Timur untuk Konsumsi Air Bersih Menggunakan Analisis Regresi Tobit
Annisa Nurhadirat;
Ismaini Zain
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (377.306 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34698
Permasalahan kebutuhan air bersih harus teratasi agar dapat memenuhi tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030. Salah satu masalah yang timbul yaitu biaya yang harus dikeluarkan oleh setiap rumah tangga miskin (RTM) dan bukan rumah tangga miskin (non-RTM) dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran untuk konsumsi air bersih dan memodelkan pengeluaran konsumsi air bersih terhadap faktor-faktor yang diduga mempengaruhi dengan analisis regresi tobit. Data yang digunakan adalah data SUSENAS 2016 dengan variabel respon yaitu pengeluaran untuk konsumsi air bersih dan unit penelitiannya yaitu rumah tangga. Hasil analisis yang diperoleh pada model non-RTM yaitu variabel yang berpengaruh signfikan pada model biaya pengeluaran untuk konsumsi air bersih pada non-RTM adalah jenjang pendidikan terakhir kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, total pengeluaran bukan makanan perbulan dan fasilitas air minum dengan nilai Pseudo R2 yang dihasilkan yaitu 5,28%. Selanjutnya hasil analisis pada model RTM diperoleh kesimpulan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap biaya pengeluaran konsumsi air bersih untuk RTM hanya dua variabel yaitu jumlah anggota rumah tangga dan dan fasilitas air minum dengan nilai Pseudo R2 yang dihasilkan yaitu 15,30%.
Pemodelan Tingkat Konsumsi Ikan di Jawa Timur Menggunakan Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline
Dias Setya Prayogo;
Wiwiek Setya Winahju;
Pratnya Paramitha Oktaviana
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.389 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34699
Indonesia merupakan negara maritim dan merupa-kan perairan yang cukup luas. Potensi yang cukup luas terdapat di laut Indonesia, sektor perikanan memiliki peluang yang cukup besar dan berkembang. Namun penduduk Indonesia memiliki ti-ngkat konsumsi ikan yang masih rendah di bandingkan dengan negara-negara tetangga. Mengutip data Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) pertumbuhan konsumsi ikan tahun 2010-2014 Jawa Timur memiliki pertumbuhan diatas 10% sebesar 10,12%. Dalam kaitannya dengan tingkat konsumsi ikan yang masih rendah untuk Indonesia khususnya di daerah Jawa Timur, maka salah satu hal yang dapat dilakukan adalah apa faktor-faktor yang berkaitan dengan tingkat konsumsi ikan di Jawa Timur masih rendah. Sehingga pada penelitian kali ini akan digunakan salah satunya adalah menggunakan pendekatan reg-resi nonparametrik spline untuk melihat pemodelan tingkat kon-sumsi ikan di Jawa Timur tahun 2016. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa seluruh variabel prediktor berpengaruh signi-fikan dan semua asumsi telah terpenuhi. Model regresi nonpara-metrik spline terbaik adalah spline dengan kombinasi knot. Model ini memiliki nilai koefisisen determisani sebesar 85,61%.
Pengelompokan Rumah Tangga di Pulau Madura Berdasarkan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Air Bersih Menggunakan Similarity Weight and Filter Method
Astarani Wili Martha;
Ismaini Zain
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.327 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34700
Clean Water and Sanitation adalah salah satu indikator pada SDGs yang berhubungan dengan kebutuhan air bersih. Tiga dari empat kabupaten di pulau Madura mengalami kekeringan, hal ini tentu menjadi sorotan untuk dilakukannya penelitian supaya terpenuhinya kebutuhan air bersih. Pulau Madura terdapat 3097 rumah tangga yang perlu mengonsumsi air bersih. Namun, belum semua rumah tangga mengakses air bersih. Penelitian ini bertujuan mengelompokan rumah tangga di Pulau Madura berdasarkan faktor yang mempengaruhi konsumsi air bersih dengan analisis kelompok. Pengelompokan berdasarkan data numerik dan data kategorik. Oleh karena itu digunakan pengelompokan dengan metode Similarity Weight and Filter Method. SWFM adalah salah satu metode pengelompokan campuran, pengelompokan data numerik menggunakan metode hirarki ward dan data kategorik menggunakan k-modes. Untuk analisis kelompok data numerik, terdapat 3 variabel dan diperoleh dua jumlah kelompok optimum menggunakan metode ward dengan nilai pseudo-F sebesar 1001,172. Analisis kelompok berskala kategorik terdapat 6 variabel dengan menggunakan k-modes dihasilkan tiga kelompok. Metode ensembel SWFM menghasilkan lima kelompok. Pengambilan lima kelompok karena menghasilkan nilai rasio terkecil pada jumlah kelompok sebesar 0,006627.
Analisis Regresi Logistik Multinomial Pada Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sumber Air Bersih Rumah Tangga Di Jawa Timur
Zabrinna Zenitha Zahroh;
Ismaini Zain
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.697 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34701
Air merupakan sumber daya yang penting bagi kehidupan masyarakat guna memenuhi kebutuhannya seperti untuk minum, masak, mandi/cuci dan lainnya. Hal tersebut dijamin dalam program Sustainable Development Goals atau SDGs, dimana menjadi acuan bagi pembangunan negara, baik untuk negara maju ataupun negara berkembang guna menjawab ketertinggalan pembangunan negara salah satunya dengan tercapainya ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Pada penelitian ini,didapatkan hasil karakteristik yaitu variabel X1 sebanyak 52% terletak didaerah pedesaan dan 48% terletak didaerah perkotaan. Varibel X2 sebanyak 70% yaitu SD, 6% yaitu SMP, 18% yaitu SMA, dan 6% yaitu perguruan tinggi. Variabel X3 sebanyak 91% bangunan rumah tangga berstatus milik sendiri dan 9% berstatus bukan milik sendiri. Vaeiabel X4 sebanyak 47% rumah tangga menggunakan perpipaan/hidran umum dan 53% tidak menggunakan penyaluran air. Variabel X5 atau jumlah anggota keluarga di Jawa Timur rata-rata memiliki anggota keluarga sebanyak 3,4558 atau sebanyak 4 anggota keluarga dengan minimum 1 anggota keluarga dalam keluarga dan maximum 14 anggota keluarga dalam keluarga. Penelitian ini menghasilkan nilai akurasi dalam analisis model sebesar 67,3%.
Menentukan Waktu Penggantian Komponen Dalam Mesin Bottomer Di PT Industri Kemasan Semen Gresik Menggunakan Power Law Process
Miftahul Innayahtul Hakima;
Wiwiek Setya Winahju;
Diaz Fitria Aksioma
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.733 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34702
PT. IKSG merupakan perusahaan yang mem-produksi kemasan semen. Terdapat dua mesin yang digunakan untuk menghasilkan kemasan yaitu mesin Tuber dan Bottomer. Mesin yang sering mengalami kerusakan adalah mesin Botto-mer, penelitian berfokus pada komponen dalam mesin Bottomer. Tujuan dari penelitian adalah menghitung waktu optimasi peng-gantian komponen dalam mesin Bottomer menggunakan power law process (PLP), sehingga bisa meminimumkan biaya yang timbul akibat kerusakan. Hasil analisis dilakukan pengecekan setelah kerusakan pertama atau mesin sudah beroperasi selama 20 hari dengan estimasi biaya sebesar Rp78.468,952/hari. Peng-gantian komponen Bearing dilakukan setelah 2 kali pengecekan dengan MTTF (Mean Time to Failure) 48 hari. Komponen sela-in Bearing dilakukan penggantian komponen setelah melakukan 6 kali pengecekan dengan MTTF 128 hari.
Perancangan Model Bisnis Berbasis Circular Economy
Mucharromatul Aula;
Arman Hakim Nasution;
Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.076 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34746
Meningkatnya pengaruh keberlanjutan dalam praktik manajemen rantai pasok dan operasi dapat dikaitkan dengan fakta bahwa para pemangku kepentingan yang ada di dalam organisasi dituntut untuk meningkatkan kinerja ekonomi yang kuat serta bertanggung jawab atas kinerja lingkungan dan sosial. Penerapan circular economy di Indonesia telah menjadi salah satu yang diperhatikan oleh pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan adanya master plan implementasi circular economy yang dibuat oleh pemerintah hingga tahun 2025. Meskipun master plan yang telah dibuat masih difokuskan untuk perusahaan manufaktur, namun dalam penelitian ini, peneliti mengambil celah di bidang agribisnis khususnya peternakan. KPSP (Koperasi Peternakan Sapi Perah) Setia Kawan merupakan salah satu koperasi penghasil susu terbesar di Kabupaten Pasuruan. Koperasi ini memiliki lebih dari 9.141 anggota peternak yang memproduksi susu kurang lebih 97.000 liter per hari. KPSP Setia Kawan telah menerapkan circular economy meskipun belum maksimal. Penelitian ini akan melakukan perancangan Circular Business Model Canvas (CBMC) KPSP Setia Kawan yang optimal dengan expert opinion. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian ekploratif. Harapannya, dengan penelitian ini dapat membantu KPSP Setia Kawan untuk mengembangkan bisnisnya sesuai dengan model bisnis yang tepat serta dapat memanfaatkan potensi dari peternakan secara maksimal.
Pemodelan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan PT Djarum Unit Karangbener, Kudus-Jawa Tengah Menggunakan Structural Equation Modeling
Yongky Choirul Anam;
Agus Suharsono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.029 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35257
PT Djarum merupakan perusahaan penghasil rokok yang sudah sangat terkenal di Indonesia. Perusahaan memiliki beberapa brak produksi rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT), salah satunya yaitu di Unit Karangbener yang berada di Desa Karangbenar, Kudus-Jawa Tengah. Perusahaan selalu mewujudkan suasana lingkungan kerja agar karyawan selalu merasa senang dan nyaman sehingga dapat optimal dalam bekerja dan dapat menghasilkan produk yang berkualitas baik. Namun dalam menilai kinerja karyawan, perusahaan belum mengetahui indikator-indikator yang dapat digunakan sebagai alat ukur. Oleh karena itu, dilakukan penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan dengan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) dikarenakan variabel yang digunakan adalah variabel yang tidak terukur (laten). Beberapa faktor yang diduga mempengaruhi kinerja karyawan antara lain kemampuan diri, motivasi, dan dukungan yang diterima. Data yang digunakan merupakan data primer dengan melakukan survey secara langsung kepada karyawan giling dan karyawan batil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan diri dan motivasi berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan, serta terdapat pengaruh tidak langsung dari dukungan sosial terhadap kinerja karyawan melalui motivasi.
Karakteristik Rumah Tangga Tingkat Kesejahteraan Rendah di Kota Surabaya dengan Analisis Biplot
Indri Eka Pratiwi;
Sutikno Sutikno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (534.686 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35258
Kemiskinan merupakan ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk layak hidup, baik untuk makanan dan non makanan yang terdiri atas perumahan, pakaian, kesehatan, pendidikan, transportasi, serta aneka barang dan jasa lainnya. Pemerintah sejak lama telah mencanangkan dan mengimplementasikan berbagai kebijakan dan program. Namun seluruh program tersebut dalam proses pelaksanaanya belum mampu melingkupi seluruh masyarakat yang membutuhkan layanan khususnya masyarakat miskin. Kota Surabaya yang merupakan kota besar dengan jumlah kemiskinan yang cukup signifikan. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan pemetaan karakteristik penduduk tingkat kesejahteraan rendah di Surabaya dengan basis kelurahan menggunakan analisis biplot agar pengambilan kebijakan yang dilakukan pemerintah lebih tepat sasaran. Hasil dari penelitian ini yaitu biplot dapat menjelaskan informasi sebesar 51,5% dari kesluruhan data. Selain itu diperoleh 4 kelompok kelurahan yang memiliki kemiripan karakteristik.
Regresi Nonparametrik Spline Truncated untuk Memodelkan Persentase Unmet Need di Kabupaten Gresik
Camelia Nanda Sholicha;
I Nyoman Budiantara;
Madu Ratna
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (446.106 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35259
Kabupaten Gresik merupakan wilayah yang mengalami penurunan persentase unmet need sehingga pada tahun 2017 menjadi urutan terendah kedua di Provinsi Jawa Timur yaitu sebesar 15,6%. Faktor-faktor yang mempengaruhi seperti petugas penyuluh informasi, tempat pelayanan KB, persentase keluarga miskin dan persentase pendidikan terakhir lebih dari SMA yang ditamatakan kepala keluarga diduga cukup berpengaruh dalam capaian Kabupaten Gresik dalam menangani kejadian unmet need. Metode yang sesuai digunakan dalam penelitian yaitu analisis regresi nonparametrik Spline Truncated karena data tidak membentuk sebuah pola tertentu serta menggunakan titik knot optimum berdasarkan nilai Generalized Cross Validation (GCV) yang minimum. Dalam penelitian ini, karakteristik kecamatan dengan persentase unmet need di Kabupaten Gresik sangat tinggi dan tidak memenuhi SPM. Model regresi nonparametrik spline truncated terbaik dengan menggunakan kombinasi titik knot yaitu satu titik knot pada variabel cakupan PKB/PLKB (x1), satu titik knot pada variabel cakupan tempat pelayanan KB (x2), dua titik knot pada variabel persentase keluarga miskin (x3), serta dua titik knot pada variabel persentase pendidikan terakhir lebih dari SMA yang ditamatkan oleh KK (x4). Nilai koefisien determinasi yang dihasilkan dari model ini adalah sebesar 88,09%.