cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Pengaruh Variasi Loading Zn Dalam CaF2 Terhadap Struktur ZnO/CaF2 Ika Fitri Ulfindrayani; Irmina Kris Murwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.577 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1446

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis CaF2 dan ZnO/CaF2 dengan variasi loading ZnO. Padatan yang dihasilkan dikarakterisasi strukturnya menggunakan difraksi sinar-X. Difraktogram hasil sintesis CaF2 menunjukkan adanya puncak-puncak yang sesuai dengan data base JCPDS- International Centres for Diffraction Data Tahun 1997 PDF nomor 35-0816. Sedangkan difraktogram ZnO/CaF2 menunjukkan difraktogram gabungan antara ZnO dan CaF2 dimana semakin besar loading Zn yang diimpregnasikan maka intensitas puncak ZnO semakin meningkat.
Sintesis dan karakterisasi Aurivillius Lapis Dua CaBi2Ta2O9 dan Aurivillius Lapis Dua BaBi2NbTaO9 dengan Metode Solid State Muhammad Farid Teguh Arifianto; Afifah Rosyidah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.426 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.2041

Abstract

Aurivillius lapis dua CaBi2Ta2O9 telah berhasil disintesis dengan menggunakan metode kimia padat sedangkan Aurivillius lapis dua BaBi2NbTaO9 belum terbentuk sempurna. Pembakaran dilakukan bertahap pada Suhu 400 °C selama 8 jam, 900 °C selama 2 jam, dan 1100 °C selama 12 jam. Fasa BaBi2NbTaO9 yang terbentuk berupa BaNbTaO9. Senyawa CaBi2Ta2O9 memiliki struktur kristal ortorombik dengan grup ruang Fm2m sedangkan BaNbTaO6 berstruktur monoklinik dengan grup ruang P21/c. Perubahan subtituen pada kation A (Ca, Ba) memberikan pengaruh berarti dalam pembentukan struktur Aurivillius sedangkan pada kation B (Ta2, NbTa) mempengaruhi intensitas dan suhu sintesis. Intensitas puncak yang dihasilkan menunjukkan kristalinitas Aurivillius CaBi2Ta2O9 lebih tinggi daripada  BaNbTaO6
Pemanfaatan Kulit Telur Ayam dan Abu Layang Batubara sebagai Katalis Heterogen untuk Reaksi Transesterifikasi Minyak Nyamplung (Calophyllum Inophyllum Linn) Ekky Riza Enggawati; Ratna Ediati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.982 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2764

Abstract

Padatan CaO telah berhasil dipreparasi dengan kalsinasi kulit telur ayam pada suhu 1000 ºC. Hasil karaterisasi dengan XRD dan SEM menunjukkan bahwa CaO yang dihasilkan memiliki pola difraktogram serta morfologi yang sama dengan CaO standar. Padatan CaO hasil preparasi tersebut ditanamkan pada permukaan abu layang dengan metode impregnasi, sehingga diperoleh katalis CaO/abu layang dan CaO/abu layang leaching. Hasil karakterisasi dengan SEM dan FTIR menunjukkan bahwa CaO menempel pada permukaan abu layang, serta membentuk ikatan Si-O-Ca dengan silika dari abu layang. Hasil uji katalis pada reaksi transesterifikasi minyak nyamplung dengan metanol menunjukkan bahwa kadar FAME paling besar dicapai oleh katalis 75CFAL, diikuti oleh katalis 75CFA, 50CFAL, CaO, dan 50CFA. Katalis CaO dengan pendukung abu layang menunjukkan aktivitas lebih tinggi dari pada katalis CaO
Sintesis dan Karakterisasi Aurivillius CaBi2Nb2O9 dan LaBi2TiNbO9 dengan Metode Solid State Jahidul Umam; Afifah Rosyidah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.525 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.3221

Abstract

Aurivillius CaBi2Nb2O9 dan LaBi2TiNbO9 telah berhasil disintesis menggunakan metode solid state. Kedua Aurivillius tersebut dianalisa dengan X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui struktur dan tingkat kristalinitas, X-Ray Fluorosence (XRF) dan Energi Dispersive X Ray (EDX) untuk analisa konposisi penyusunnya, dan Scanning Electron Mycroscopy (SEM) untuk analisa morfologi permukaan Aurivillius. Kation A dan kation B yang berbeda pada Aurivillius tersebut mengakibatkan perbedaan nilai faktor toleransi perovskit, tingkat kristalinitas, morfologi permukaan, dan space group. Kedua Aurivillius tersebut memiliki struktur ortorombik, CaBi2Nb2O9 memiliki group ruang Fm2m sedangkan LaBi2TiNbO9 yang memiliki group ruang A21am. Lapisan perovskit pada kedua Aurivillius berhasil terbentuk sempurna dengan nilai faktor toleransi perovskit masing-masing sebesar 0,947 dan 0,962. Morfologi permukaan CaBi2Nb2O9 berbentuk batang sedangkan morfologi LaBi2TiNbO9 berbentuk biji-bijian yang berorientasi acak
Pengaruh Penambahan Al3+ dalam Penentuan Analisa Fe2+ pada pH 4,5 dengan Pengompleks 1,10-Fenantrolin Secara Spektrofotometri Sinar Tampak Andreana Rifki; Djarot Sugiarso
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.838 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3728

Abstract

Penentuan analisa besi menggunakan instrument spektrofotometer sinar tampak, dimana besi dikomplekskan dengan menggunakan ligan 1,10-fenantrolin. Sebelum dikomplekskan, Fe3+ direduksi terlebih dahulu menjadi Fe2+ dengan pereduksi natrium tiosulfat akan membentuk kompleks Fe2+ dengan 1,10-fenantrolin yang memberikan serapan di daerah visible pada panjang gelombang 507 nm dengan penampakan warna merah orange. Analisa penentuan Fe2+ dengan pengompleks 1,10-fenantrolin ditambahkan ion Al3+ pada kondisi pH 4,5. Penambahan Al3+ mulai mengganggu analisa besi pada saat penambahan 0,122 ppm dengan persen recovery sebesar 90,74%.
Preparasi Penentuan Kadar Logam Pb, Cd dan Cu dalam Nugget Ayam Rumput Laut Merah (Eucheuma cottonii) Eka Amelia Wulandari; Sukesi Sukesi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.797 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3729

Abstract

Telah dilakukan penentuan kadar logam Pb, Cd dan Cu dalam sampel nugget ayam rumput laut Eucheuma cottonii. Nugget ayam pada umumnya menggunakan tepung terigu sebagai bahan pengikatnya. Pada penelitian ini digunakan rumput laut merah yang mengandung karagenan sebagai bahan pengikat.  Dalam penelitian ini dilakukan penentuan logam Pb, Cd dan Cu dalam sampel dengan menggunakan metode destruksi basah dengan campuran asam HNO3 65% dan H2O2 30 %.
Elektrolisis Larutan Garam Grosok dengan Merkuri dan Polivinil Asetal Komersial (Kanebo) Sebagai Pemisah Anolit Katolit : Perbandingan Kadar Natrium Mike Natalia Kristanti; Suprapto Suprapto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.158 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3730

Abstract

Elektrolisis larutan garam grosok dengan merkuri dan polivinil asetal komersial (kanebo) sebagai pemisah anolit katolit telah diteliti. Dalam penelitian ini digunakan larutan garam 35% dengan variasi beda potensial 8 V, 10 V dan 12 V. Proses elektrolisis dilakukan selama 180 menit. Larutan hasil elektrolisis kemudian dianalisis dengan menggunakan Inductively Coupled Plasma-Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES). Berdasarkan hasil elektrolisis diketahui bahwa produksi natrium dengan elektrolisis menggunakan penyekat polivinil asetal komersial (kanebo) menghasilkan kadar natrium yang lebih banyak yaitu 44% sampai 48% dibandingkan dengan elektrolisis menggunakan sel merkuri. Pada elektrolisis larutan garam 35% selama 180 menit pada beda potensial 12 V, elektrolisis menggunakan kanebo menghasilkan kadar natrium sebesar 45,94% sedangkan merkuri sebesar 0,99%.
Ekstraksi Senyawa Antioksidan pada Nugget-Rumput Laut Merah, Eucheuma cottonii Saldhyna Di Amora; Sukesi Sukesi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.362 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3731

Abstract

Pada penelitian ini telah dibuat nugget-rumput laut dengan bahan dasar daging ayam dan rumput laut merah, Eucheuma cottonii, yang berfungsi sebagai pengganti tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak senyawa antioksidan yang terdapat pada Nuggeit-Rumput Laut. Rumput laut merupakan salah satu sumber pangan yang kaya akan antioksidan. Beberapa senyawa antioksidan yang terkandung di dalamnya diantaranya vitamin C, vitamin E, senyawa polifenol, serta beberapa pigmen. Metode yang digunakan untuk mengekstrak senyawa-senyawa antioksidan tersebut yaitu metode maserasi dengan pelarut metanol. Maserasi dilakukan pada Rumput Laut (RL) dan Nugget Tepung (NT) sebagai sampel kontrol serta pada sampel Nugget dengan penambahan Rumput Laut (NRL) sebesar 16,7%; 23,1%; 28,6%; 33,3%; dan 37,5%.
Proses Maserasi untuk Analisa Serat Kasar pada Nugget-Rumput Laut Merah (Eucheuma cottonii) Ervita Dian Prastica; Sukesi Sukesi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.21 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3733

Abstract

Nugget yang difortifikasi dengan rumput laut merah (Eucheuma cottonii) telah diteliti. Rumput laut merah banyak mengandung karagenan dan serat, penambahan rumput laut merah digunakan untuk meningkatkan kadar serat pada nugget. Serat kasar (dietary fibre) merupakan bagian tanaman yang tidak dapat dicerna oleh enzim dalam saluran pencernaan. Serat kasar dalam makananmembantu memperlancar proses metabolisme dan meminimalisir kemungkinan adanya penyakit dalam saluran pencernaan. Cuplikan nugget dipreparasi menggunakan proses maserasi dengan etanol.
Studi Gangguan Ag(I) dalam Analisa Besi dengan Pengompleks 1,10-Fenantrolin pada pH 4,5 secara Spektrofotometri UV-Vis Sisca Dianawati; Djarot Sugiarso
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.313 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3734

Abstract

Analisa besi ini dilakukan dengan menggunakan pereduksi natrium tiosulfat dan pengompleks 1,10-fenantrolin pada pH 4,5 secara spektrofotometri UV-Vis. Kompleks yang dihasilkan yaitu Fe(II)-1,10-fenantrolin yang berwarna merah-jingga memberikan serapan di daerah sinar tampak pada panjang gelombang maksimum 507 nm dan dapat diganggu oleh adanya ion Ag+ dengan cara menurunkan absorbansi. Ion Ag+ dipilih sebagai ion pengganggu dalam analisa  besi ini karena perak dapat membentuk kompleks dengan 1,10-fenantrolin sehingga terjadi kompetisi antara perak dan besi untuk membentuk kompleks dengan 1,10-fenantrolin. Kompetisi ini dapat mempengaruhi nilai absorbansi. Penambahan ion Ag+ mulai mengganggu analisa penentuan besi pada penambahan 0,03 ppm dengan persen recovery sebesar 92,88 %; RSD sebesar 3,645 ppt; dan CV sebesar 0,364 %.

Page 72 of 228 | Total Record : 2279