cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 2 (2022)" : 14 Documents clear
Analitik Visual Deteksi Dampak Pemanfaatan Lahan Terhadap Kemacetan Lalu Lintas Melalui Crowdsourced dan Citra Penginderaan Jauh Di Kawasan Peri-Urban Kota Yogyakarta Purnama, Syaiful Muflichin; Aditya, Trias
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1735

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang cepat mengakibatkan munculnya beragam media komunikasi untuk bertukar informasi dan/atau menyebarkan informasi. Informasi kemacetan menjadi salah satu fenomena sehari-hari yang marak di media sosial. Informasi kemacetan disampaikan dalam bentuk pesan teks, gambar, dan geolokasi. Melalui geolokasi membuka peluang baru untuk mengumpulkan data secara crowdsourced. Melalui crowdsourced mampu memberikan informasi secara cepat dan aktual. Kemacetan lalulintas terjadi diakibatkan oleh perubahan lahan yang terjadi secara cepat baik di pusat kota maupun di peri-peri kota. Perkembangan kota dapat dilihat melalui Citra Penginderaan Jauh Resolusi Tinggi (CSRT) secara timeseries. Dengan melihat pola perubahan lahan dan pola kemacetan secara timeseries, dapat dilakukan analisis tingkaat keterkaitan kemacetan lalulintas dengan perubahan lahan. Analisis tersebut dapat didesiminasikan melalui Geovisualisai Heat-Maps dan Space Time Cube (STC).
Studi Implementasi RRR (Right, Restiction and Responsibilities) untuk Pemanfaatan di Wilayah Pesisir Perindustrian. (Studi Kasus: Pesisir Perindustrian Kabupaten Gresik) Pribadi, Cherie Bhekti; Budisusanto, Yanto
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1736

Abstract

Ruang laut dan pesisir adalah lingkungan yang sangat kompleks, berbagai macam kegiatan dilangsukan di ruang laut. Konsep RRR adalah suatu dasar untuk mengelola sumber daya wilayah pesisir dan laut dalam lingkup penetapan batas laut wilayah (restriction), batas kewenangan (right) izin dan (responsibility) tanggung jawab, yang membentuk keterpaduan antara wilayah administrasi [1]. ada penelitian kali ini dilakukan evaluasi terkait penerapan konsep kadaster laut RRR di wilayah pesisir perindustrian di wilayah Kabupaten Gresik, dengan melakukan analisis kesesuaian terhadap rencana oleh pemerintah melalui RZWP-3-K.Melakukan proses inventarisasi jenis pengelolaan ruang laut di sekitar wilayah studi kasus, lalu melakukan analisis perubahan fungsi lahan wilayah perairan menjadi daratan dengan metode NDWI (Normalized Different Water Index), dan evaluasi ketersediaan penjagaan ekosistem di wilayah perindustrian.Dari penelitian ini didapatkan hasil inventarisasi dari Peta RZWP-3-K dan juga Peta Eksisting mengenai jenis pengelolaan di sekitar wilayah perairan PT.Petrokimia Gresik. Didapatkan pula hasil identifikasi tiap konsep RRR (Right, Restriction, and Responsibility) yakni konsep Right yang terimplementasikan dalam bentuk izin. PT.Petrokimia Gresik telah izin yang sesuai di kawasan, zona, dan sub-zona peruntukannya dalam rencana oleh pemerintah yang tertuang dalam peta RZWP-3-K sebagai bentuk kesesuaian rencana jangka panjang wilayah perairan di Jawa Timur. Lalu penerapan konsep Restriction tertuang dalam bentuk batasan pengelolaan wilayah perairan di sekitar wilayah pesisir dan perairan PT.Petrokimia Gresik, yang dalam 4 tahun terakhir mengalami perubahan alih fungsi wilayah perairannya menjadi daratan. Sedangkan konsep Responsibility di implementasikan dalam bentuk penjagaan ekosistem di sekitar wilayah perindustrian PT.Petrokimia Gresik melalui aktivitas terkait pengelolaan lingkungan yang tertulisdalam izin-izin lingkungan yang telah dikantongi PT.Petrokimia Gresik dan beberapa penghargaan yang diraih dalam pengelolaan limbah.
Pemanfaatan UAV dengan Sensor Kamera dan Lidar untuk Pemetaan Situs Cagar Budaya Kawasan Candi Prambanan Arrofiqoh, Erlyna Nour; Muryamto, Rochmad; Afiyanti, Dhiha; Azizah, Siti Chikal; Kresnawan, Dicky Satria; Fabiola, Amelinda Nuron
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1737

Abstract

Kawasan Candi Prambanan merupakan situs warisan cagar budaya yang harus dirawat dan dilindungi keberadaannya. Wilayah yang dilintasi patahan tektonik aktif yaitu sesar Opak, membuat wilayah ini memiliki kerentanan yang tinggi terhadap kerusakan karena gempa bumi. Untuk mendukung pelestarian kawasan cagar budaya, diperlukan pendokumentasian kawasan cagar budaya yang dapat merekam kondisi objek dengan baik untuk kepentingan inventarisasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memotret kawasan candi Prambanan dengan menggunakan teknologi UAV (Unmanned Aerial Vehicles). Semakin berkembangnya teknologi, UAV tidak hanya dapat membawa sensor kamera tetapi juga dapat membawa sensor LIDAR (Light Detection and Ranging). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pemanfaatan teknologi UAV yang membawa sensor kamera dan LIDAR untuk pemetaan situs cagar budaya di kawasan Candi Prambanan dan mengetahui potensi hasil point cloud pengolahan data dari kamera dan LIDAR untuk pemodelan 3D. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemotretan kawasan Candi Prambanan menghasilkan foto udara dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Resolusi yang dihasilkan dari proses pemotretan udara kawasan Candi Prambanan adalah 8 mm. Foto udara tersebut dapat dimanfaatkan untuk pemetaan skala detail yaitu 1:1000 dengan ketelitian horizontal dan vertikal masuk ke dalam kelas 2. Hasil point cloud dari LIDAR dapat memberikan tampilan geometri 3 dimensi. Bagian atas candi yang tinggi menjulang dapat terekam dengan cukup baik, dimana point cloud dari hasil pengolahan foto udara kurang dapat terekam dengan baik. Point cloud dari LIDAR dan foto udara berpotensi untuk dapat membuat model 3 dimensi dengan teliti.
Pemetaan Dan Penilaian Kerentanan Bencana Alam Di Kabupaten Jepara Berbasis Sistem Informasi Geografis Nugraha, Arief Laila; Awaluddin, Moehammad; Sukmono, Abdi; Wakhidatus, Nella
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1738

Abstract

Kabupaten Jepara memliki ancaman bencana alam yang tinggi di seluruh wilayahnya. Dalam perencanaan strategi nasional, tertuang kebijakan Peraturan Kepala BNPB No. 2 tahun 2012 tentang penyusunan risiko bencana, yang menyebutkan bahwa pentingnya pemetaan kerentanan bencana untuk strategi mitigasi bencana. Dengan urgensi tersebut dan dengan ketersediaan data yang ada, perlunya dibangun peta kerentanan bencana di Kabupaten Jepara yang belum dilakukan oleh Badan Penanggulangn Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Jepara. Penelitian ini mencoba melakukan pemetaan dan penilaian kerentanan di kabupaten Jepara yang terdiri dari kerentanan sosial, kerentanan ekonomi, dan kerentanan fisik, berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil yang diperoleh yaitu Kecamatan yang wilayahnya memiliki dominasi kerentanan yang tinggi terdapat di Kecamatan Jepara, Tahunan, dan Kedung. Berdasarkan hasil pemetaan dan penilaian kerentanan tersebut, maka perencanaan mitigasi bencana dengan melakukan tindakan kesiapsiagaan dapat disiapkan sedini mungkin terhadap wilayah dengan kerentanan tinggi.
Aplikasi Data SAR-Mode Level 2 Satelit Cryosat-2 untuk Pengamatan Inland Water di Danau Towuti Saifudin, Ahmad; Handoko, Eko Yuli
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1739

Abstract

Data altimetri biasanya digunakan untuk penelitian di wilayah laut. Namun seiring berkembangnya teknologi, resolusi spasial satelit altimetri meningkat sehingga dapat digunakan untuk melakukan penelitian tentang perairan di wilayah darat. Pada penelitian ini bermaksud mengaplikasikan salah satu satelit altimetri yaitu CryoSat-2. Data yang digunakan adalah SAR Intermediate Level 2 untuk menentukan water level di Danau Towuti dengan cakupan waktu pengukuran tahun 2011 hingga 2018. Metode yang digunakan yaitu membandingkan data satelit altimetri dengan data in-situ. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa data satelit altimetri CryoSat-2 dapat digunakan untuk menentukan water level di Danau Towuti dengan menghilangkan data outliner.
Pemanfaatan Data GPS Tahun 2017-2020 untuk Monitoring Aktivitas Sesar Kendeng di Kota Surabaya Riastama, Cindy Nandya; Anjasmara, Ira Mutiara; Kurniawan, Akbar
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1740

Abstract

Lempeng di bumi terbagi menjadi dua bentuk, yaitu lempeng samudera dan lempeng benua. Lempeng ini selalu bergerak sehingga zona batas antar lempeng dan sistem patahan terbentuk dan memengaruhi sekitar wilayah batas pertemuan. Salah satu wilayah yang terdampak akan pergerakan tersebut adalah Indonesia. Hal ini karena letak Indonesia dikelilingi oleh tiga lempeng utama bumi dan mengakibatkan aktivitas vulkanik dan tektonik yang tinggi di sekitarnya. Aktivitas ini dapat membentuk suatu sistem sesar. Terdapat satu sistem sesar yang perlu menjadi perhatian khusus karena patahan ini diteliti aktif dan bergerak terus menerus, yaitu Sesar Kendeng di Jawa Timur. Sesar Kendeng membentang dari selatan Semarang ke Jawa Timur. Sesar Kendeng diidentifikasi di Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia yang memiliki populasi hingga 3 juta jiwa. Sebagai kota metropolitan, Surabaya telah menjadi pusat berbagai kegiatan dengan fasilitas yang dibangun dengan baik. Dengan demikian, aktivitas tektonik yang dimungkinkan terjadi karena pengaruh Sesar Kendeng akan menjadi ancaman di daerah ini. Oleh karena itu, sebagai upaya untuk mengurangi tingkat risiko yang terjadi maka perlu dilakukan pemantauan pada aktivitas Sesar Kendeng tersebut. Salah satu metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pemanfaatan GPS untuk melakukan pengukuran secara geodetik di 25 titik pada segmen sesar. Hasil pengukuran ini kemudian dilakukan pengolahan secara ilmiah dengan software GAMIT/GLOBK. Dari hasil pengolahan, didapatkan nilai kecepatan pergeseran horizontal berkisar antara 2,67 mm/tahun – 124 mm/tahun. Pergeseran vertikal menunjukkan terdapat 10 titik yang mengalami uplift. Titik yang mengalami uplift berada di wilayah bagian barat dan bagian timur Kota Surabaya. Selanjutnya, 8 titik mengalami subsidence yang berada di wilayah utara dan selatan dari Kota Surabaya. Dari 18 vektor kecepatan horizontal digunakan untuk menghitung nilai regangan dengan metode delaunay triangle. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa wilayah pada zona Sesar Kendeng didominasi oleh peristiwa regangan kompresional. Nilai regangan yang didapatkan melebihi -0,5  strain. Dengan demikian, Sesar Kendeng termasuk dalam sesar aktif dengan pergerakan sesar naik.
Analisis Nilai Tanah Di Wilayah Kota Penyangga (Studi Kasus: Kota Surabaya) Maharani, Kartika Tamara; Deviantari, Udiana Wahyu; Budisusanto, Yanto
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1741

Abstract

Kebutuhan lahan permukiman yang semakin terbatas dan mahalnya lahan permukiman di daerah Kota Surabaya terutama yang berada di pusat kota membuat masyakarat lebih memilih bermukim di wilayah penyangga yaitu pinggiran kota Surabaya. Oleh karena itu, para pengembang cenderung membangun perumahan di wilayah penyangga tersebut yang harga lahannya relatif murah dan lahan yang masih tersedia. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui nilai tanah di wilayah penyangga di Kota Surabaya dan dapat menggambarkannya dalam bentuk peta ZNT. Pada jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan pasar. Hasil nya terdapat 19 zona yang terdiri dari Kecamatan Karangpilang, Kecamatan Jambangan, Kecamatan Gayungan, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kecamatan Rungkut, dan Kecamatan Gununganyar dengan rentang nilai tanah 1 s/d 1,500,000 sampai dengan 12.000.001 s/d 13.500.000. Hasil untuk zona tertinggi ada di zona SUB2 yang merupakan zona Perumahan di Kecamatan Gayungan dengan NIR Rp 11,775,252 dan zona dengan nilai terendah adalah SUB17 yang merupakan zona Pemukiman di Kecamatan Karang Pilang dengan NIR Rp 4,394,569 dan zona dengan nilai tengah adalah SUB13 yang merupakan zona industri di Kecamatan Gununganyar dengan NIR Rp 7,869,938.
Studi Pengamatan Penurunan Permukaan Tanah Menggunakan Metode PS-InSAR di Daerah Blok Cepu Mu'amalah, Arifatul; Anjasmara, Ira Mutiara; Taufik, Muhammad
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1742

Abstract

Pengambilan bahan cair dari dalam tanah dapat berupa pengambilan air tanah atau ekstraksi minyak bumi dari dalam tanah. Pengambilan bahan cair dapat menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya penurunan tanah. Salah satu wilayah eksploitasi minyak bumi adalah Blok Cepu, yang terletak di Kabupaten Blora, Jawa Tengah dan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Saat ini Blok Cepu diproyeksikan menjadi tulang punggung produksi minyak nasional dengan produksi minyak mencapai 225 ribu barel per hari. Dengan besarnya eksploitasi tersebut, perlu dilakukan pengamatan terkait kemungkinan adanya penurunan tanah di wilayah tersebut. Studi pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode PS-InSAR dengan data Sentinel-1A dari akhir tahun 2014 hingga 2019 menggunakan perangkat lunak SARProz. Dari hasil pengolahan data menunjukkan bahwa penurunan tanah terjadi di semua blok dari Blok Cepu, kecuali di Blok D yang tidak terdeteksi titik PS. Penurunan tanah tertinggi terjadi di Blok dengan rata-rata laju mencapai -27,75 mm/tahun. Selama rentang akuisisi citra, jumlah produksi minyak pun berangsur angsur meningkat sehingga dilakukan potongan melintang untuk Blok A dimana terdapat cukup banyak sumur di wilayah tersebut.
Analisis Peta Rawan Banjir Metode Pembobotan dan Peta Genangan Banjir Metode NDWI terhadap Kejadian Banjir (Studi Kasus: Kabupaten Sidoarjo) Ramadhan, Alkindi Gifty; Handayani, Hepi Hapsari; Darminto, Mohammad Rohmaneo
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1743

Abstract

Perkembangan Sistem Informasi Geografis dan penginderaan jauh memberikan manfaat di berbagai bidang, salah satunya adalah kebencanaan. Banjir merupakan bencana yang rawan terjadi di negara-negara tropis yang memiliki curah hujan tinggi. Kabupaten Sidoarjo mengalami genangan banjir hampir setiap tahun. Pemanfaatan SIG dan penginderaan jauh dapat meminimalkan dampak bencana banjir. Peta rawan banjir bertujuan untuk memetakan wilayah yang berpotensi terjadi banjir dengan menerapkan metode skoring dan pembobotan parameter-parameter penyebab terjadinya genangan banjir. Penginderaan jauh bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi genangan banjir yang terjadi dengan menerapkan analisis Normalized Difference Water Index (NDWI). Pemanfaatan kedua analisis ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sebaran kelas tingkat kerawanan banjir dari genangan banjir yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Daerah rawan banjir diidentifikasi menggunakan metode skoring dan pembobotan parameter untuk mengetahui sebaran tingkat kerawanan banjir di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Parameter tingkat kerawanan banjir yang digunakan meliputi tutupan lahan, kelerengan, curah hujan, densitas drainase, dan jenis tanah. Genangan banjir didapatkan dari analisis NDWI pada platform Google Earth Engine (GEE). Data citra pada musim kemarau dan hujan yang di-threshold sebesar <0,3 untuk mengeliminasi data yang dianggap non-air sehingga menghasilkan genangan banjirnya. Hasil pengolahan menunjukkan tingkat rawan banjir di Kabupaten Sidoarjo yang terbagi menjadi 4 kelas yaitu kelas rawan dengan 17.06%, kelas sedang dengan 65.10%, kelas kurang rawan dengan 17.84%, dan kelas aman dengan 0,00% dari luas wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan mayoritas daerahnya dalam kelas rawan di Kecamatan Jabon dan Sedati. Peta genangan banjir dan peta rawan banjir sesuai terhadap kejadian banjir dari BPBD Kabupaten Sidoarjo karena hasil analisis menunjukkan bahwa kejadian genangan banjir dengan kelas rawan sebesar 86,56% dari total luas kejadian genangan banjir.
Visualisasi Objek Fisik dan Yuridis Kadaster 3 Dimensi Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tentang Rumah Susun Tahun 2011 (Studi Kasus: Rumah Susun Grudo, Surabaya) Imani , Daud Wahyu; Budisusanto, Yanto
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1744

Abstract

Berdasarkan pasal 1 ayat 7 Undang-Undang nomor 20 tahun 2011, Rumah Susun Grudo merupakan Rumah susun umum yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Rumah susun sederhana sewa Grudo, berdasarkan peraturan Walikota nomor 24 tahun 2019 merupakan Rumah Susun Sederhana Sewa yang dikuasai oleh pemerintah Surabaya.Rumah Susun Grudo memiliki 97 unit rumah susun. Lantai 1 terdiri atas Ruang BLC, Ruang Panel serta Genset, Ruang Tidur Penjaga, Kantor Kelurahan Dr Soetomo (Sementara), Ruang Serbaguna, Musala, dua Lokasi Parkir Sepeda Motor, Perpustakaan, Gudang, sebuah satuan rumah susun, dan Ruang Pengelola Satuan Rumah Susun, Lantai 2-4 Terdapat 72 unit rumah susun dengan 3 tangga setiap lantainya dan di lantai 5 terdapat 24 unit. Bagian atap terdiri dari dua genting, tiga tandon air, dan bagian atap. Rumah Susun Grudo terdiri atas 5 lantai, 108 ruang yang terbagi atas 11 bagian bersama berupa ruangan, 12 benda bersama berupa tangga, 2 benda bersama berupa dua genting, 3 benda bersama berupa 3 tandon air dan 97 satuan rumah susun. Pembuatan model tiga dimensi dapat diambil dari Detailed Engineering Design. Metode yang digunakan pure 3D cadastre yang menyatakan volume digunakan sebagai entitas dasar dari kadaster, suatu hak atas tanah tidak dapat dikenakan pada bentuk persil tanah saja namun pada bentuk volume [14]. Pemodelan tiga dimensi bertujuan untuk mengerintegrasikan objek yuridis dengan objek fisik sesuai undang-undang nomor 20 tahun 2011. Pada kadaster dua dimensi di mana bidang tanah (benda hukum) mewakili batas fisik tanah yang secara hukum memiliki hak atas ruang ke atas dan ke bawah yang tidak terbatas. Sehingga pada kadaster tiga dimensi objek direpresentasikan oleh struktur fisik seperti dinding, lantai, dan langit-langit pada gedung adalah sebagai obyek fisik yang terintegrasi dengan obyek yuridisnya yaitu berupa ruang yang terbatas oleh obyek fisik tersebut.

Page 1 of 2 | Total Record : 14