cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2008)" : 11 Documents clear
PEMETAAN PREDIKSI LOKASI MINERAL URANIUM DENGAN CITRA LANDSAT 7 ETM+ (STUDI KASUS : KABUPATEN KETAPANG, KALIMANTAN BARAT) Syamsa, Kholid Noor; Sukojo , Bangun Muljo; Nurcahyadi, M.; W, Kurnia Setiawan; Siwi, Sukentyas Estuti
GEOID Vol. 4 No. 1 (2008)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v4i1.1242

Abstract

Mineral Uranium merupakan salah satu sumber energi alternatif yang selama ini belum maksimal pendaya gunaannya, dikarenakan keterbatasan data dan informasi cadangan mineral uranium, dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dan survei geofisika diharapkan mampu menyediakan data spasial yang memadai dalam inventarisasi sumber cadangan. Satelit yang mendukung penyediaan data spasial untuk pemetaan ini adalah LANDSAT 7 ETM+ yang menghasilkan citra multi band dan memiliki resolusi spasial 30x30 m dengan luas liputan 185 km. Dalam penelitian ini digunakan metode color composit untuk klasifikasi citra, dan menggabungkan data anomali radiometri batuan dari alat SPP2NF. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mineralisasi U diduga terdapat pada satuan batuan malihan pinoh dan urat reolit, dengan nilai rata-rata anomali radiometri lapangan tertinggi 500 c/s dengan sebaran yang tidak merata, karakteristik seperti ini belum cukup untuk dijadikan sebagai daerah prospek uranium. Hasil yang didapatkan berupa peta prediksi mineral uranium daerah Ketapang, Kalimatan Barat.
OPTIMASI JALUR TERBAIK KABEL BAWAH LAUT DARI PERSPEKTIF KEHIDROGRAFIAN Pratama , Pandu Yuri; Pratomo , Danar Guruh; Khomsin, Khomsin
GEOID Vol. 4 No. 1 (2008)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v4i1.1244

Abstract

Penerapan survei hidrografi dapat digunakan untuk menentukan jalur dan kedalaman pemendaman kabel laut. Survei ini dilakukan untuk mendapatkan jalur terbaik rencana penggelaran dan perkiraan kedalaman pemendaman kabel laut guna mencegah kerusakan kabel dalam waktu singkat disepanjang jalur survei. Oleh karena itu diperlukan pemetaan dasar laut untuk menentukan jalur kabel laut yang aman, efektif dan efisien. Data pengamatan yang digunakan adalah data survei hidro-oseanografi perairan Batam-Bintan. Kajian data meliputi batimetri, aturan penggelaran kabel laut dan analisa kriteria pengamatan yaitu topografi dasar laut, kondisi lingkungan, investigasi dasar laut, aktifitas laut, aspek teknis, pengaruh kemiringan dan panjang jalur, keefektifan dan efisiensi serta faktor keamanan penggelaran kabel. Hasil dari penelitian ini adalah rencana jalur kabel laut yang optimum di perairan Batam-Bintan, dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut di atas, faktor oseanografi dan nilai kedalaman rata-rata (24,24 meter) serta kedalaman maksimum (59,19 meter), maka diperoleh tiga rencana jalur yaitu rencana jalur A = 9673,965 meter, jalur B = 11363,750 meter dan jalur C = 9649,398 meter.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI GPS UNTUK PEMANTAUAN PERGERAKAN TANAH DAN KORELASINYA DENGAN ZONASI KERENTANAN GERAKAN TANAH (Studi Kasus: Kampung Singkup, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan,Kabupaten Sumedang) Anisah , Anisah; Handoko , Eko Yuli; Luthfi , Anas; Sutarjono , Jojon
GEOID Vol. 4 No. 1 (2008)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v4i1.1245

Abstract

Desa Ciherang yang terletak di Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang sering mengalami fenomena gerakan tanah (landslide), terutama selama musim hujan. Bencana ini tidak hanya menghancurkan lingkungan hidup serta sarana dan prasarana, tapi juga umumnya menimbulkan korban jiwa. Oleh karena itu proses pemantauan bahaya dan mitigasi bencana pergerakan tanah ini adalah sangat penting dilakukan secara baik dan berkesinambungan. Banyak metode dan teknik yang telah diterapkan untuk mempelajari fenomena gerakan tanah didaerah ini, dimana salah satunya adalah metode survei GPS. Survei GPS yang telah dilakukan adalah sebanyak empat kala dengan selang waktu antara lain 0.8 bulan, 16,5 bulan dan 19 bulan. Penelitian ini menggunakan data survei GPS dan data penunjang berupa data geologi yang akan digunakan dalam proses analisa arah gerakan tanah. Selain analisa arah gerakan tanah, dalam penelitian ini pun akan diprediksi perubahan tinggi titik pada tiap kala. Hasil dari survei GPS menunjukkan bahwa kecepatan perpindahan posisi yang didapat termasuk dalam kelas sangat lambat yaitu dibawah 3x10-5 – 9x10-7 cm/detik. Selain itu hasil dari survei GPS pun akan dikorelasikan dengan zonasi kerentanan gerakan tanah daerah Ciherang agar dapat diketahui hubungan antara satu sama lain .
ANALISA PENGARUH PENURUNAN TANAH (LAND SUBSIDENCE) TERHADAP NILAI TANAH (Studi Kasus : Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara) Setyarini , Agar Sugi; Nurjati , Chatarina
GEOID Vol. 4 No. 1 (2008)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v4i1.1246

Abstract

Penurunan tanah (land subsidence) merupakan suatu fenomena alam yang banyak terjadi di kota – kota besar yang berlokasi di sekitar pantai atau dataran alluvial, seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Penurunan tanah berhubungan dengan fenomena – fenomena alam dan lingkungan yang dibangun manuasia seperti terjadinya banjir, intrusi air laut, perubahan aliran sungai, dan penataan konstruksi bangunan yang nota bene bersifat destruktif. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian untuk mengetahui apakah penurunan tanah dapat mempengaruhi nilai tanah atau tidak. Data yang diperlukan dalam penelitian ini antara lain data spasial yaitu Peta Zona Nilai Tanah, dan Peta Geologi Lambar Jakarta dan Kepulauan Seribu. Sedangkan data non-spasial yaitu data Nilai Indikasi Rata-Rata dan grid penurunan tanah. Data tersebut diolah menggunakan software ArcView. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 1997-1999 korelasi antara penurunan tanah dengan perubahan nilai tanah sebesar 0,164. Sedangkan pada tahun 1999-2000 sebesar 0,318, dan pada tahun 2000-2001 sebesar 0,108. Hal ini menunjukkan bahwa korelasi antara penurunan tanah dan perubahan nilai tanah adalah sangat lemah atau dianggap tidak ada.
ANALISA PENDIDIKAN DASAR DI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB Ali, Hanif; Cahyono, Agung Budi
GEOID Vol. 4 No. 1 (2008)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v4i1.1247

Abstract

Untuk mendapatkan informasi tentang pendidikan dasar biasanya menggunakan buku panduan pendidikan atau informasi dari orang sekitar. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa dan membuat sistem informasi pendidikan dasar yang bisa menjadi alternatif lain dalam menyediakan informasi mengenai pendidikan dasar beserta fasilitas pendukungnya. Pengembangan aplikasi ini diawali dengan merancang basisdata serta implementasinya menggunakan PHP dan MySQL dengan editor Macromedia Dreamweaver 8.0. Untuk menampilkan peta di internet explorer menggunakan MapView SVG. Dalam menguji kinerja sistem dilakukan skenario uji coba yang bertujuan untuk mengetahui kebenaran pemrosesan data mulai dari input sampai output. Terakhir melakukan analisa perbandingan antara sekolah se-Kecamatan Lowokwaru yang berupa nilai UAN, jumlah guru dan murid, sarana pendidikan dan perbandingan antara jumlah penduduk usia sekolah dengan jumlah daya tampung sekolah.  
APLIKASI INDERAJA DAN SIG UNTUK PEMANTAUAN TUTUPAN LAHAN DAN KUALITAS LINGKUNGAN DAMPAK LUMPUR LAPINDO DI SIDOARJO Masita, Dewi; Sukojo, Bangun Muljo; Budisusanto , Yanto; Siwi , Sukentiyas Estuti
GEOID Vol. 4 No. 1 (2008)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v4i1.1248

Abstract

Pada bulan Mei 2006, di Kecamatan Porong,Kabupaten Sidoarjo terjadi sebuah semburan yang pada akhirnya menjadi sebuah bencana ekologi nasional, yang berakibat terjadi perubahan peta tutupan lahan serta kemungkinan terjadi perubahan kualitas lingkungan dari aspek air dan tanah yang meliputi kadar COD, BOD dan pH. Teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan yang terjadi di kecamatan Porong, Tanggulangin, Krembung dan Jabon yang menjadi wilayah penelitian serta menampilkan kondisi kualitas lingkungan. Peta perubahan tutupan lahan ini bersumber dari data citra Landsat 7 ETM+ untuk kondisi tahun 2002 dan citra SPOT 4 untuk kondisi tahun 2006 (awal semburan) dan kondisi tahun 2007 (setahun setelah semburan). Pengolahan citra dilakukan dengan software ER Mapper 7.0 dan untuk proses overlay masing-masing peta untuk mendapatkan perubahan tutupan lahan serta untuk overlay peta dengan data kontur untuk mengetahui aliran lumpur dipergunakan software ArcView 3.3. softtware ini juga dipergunakan untuk menampilkan kondisi COD, BOD dan pH titik-titik di kecamatan yang telah diuji sampel. Hasil yang diperoleh adalah peta tutupan lahan dan perubahannya untuk kondisi sebelum terjadinya semburan pada tahun 2002 dan sesudah semburan tahun 2006 dan 2007 yang menunjukkan perubahan tutupan lahan yang signifikan di Kecamatan Porong, untuk pemukiman dan sawah yang tergenang lumpur sebanyak 54.727 Ha dan 109,149 Ha sedangkan di kecamatan Tanggulangin terjadi perubahan sebesar 91.199 Ha untuk Pemukiman dan 22,665 ha untuk Sawah, serta informasi mengenai kadar COD, BOD dan pH pada masing-masing titik sampel di 4 kecamatan tersebut untuk kelas Pemukiman, Sawah, Sungai, Tambak dan Mangrove yang rata-rata menunjukkan masih memenuhi nilai standar baku mutu PP No.82/2001 mengenai kondisi kualitas air dan tanah kecuali untuk kualitas air sumur pemukiman, sungai dan sawah di Porong yang mempunyai nilai kadar COD dan BOD yang kurang sesuai untuk keberlangsungan makhluk hidup komunitasnya.
STUDI PERBANDINGAN SUHU PERMUKAAN LAUT MENGGUNAKAN CITRA SATELIT NOAA-AVHRR DENGAN ARGO FLOAT DI PERAIRAN SELATAN JAWA, BALI DAN NUSA TENGGARA Irawan Y. P, Farid; Sukojo , Bangun Muljo; S., B. Realino; Jaelani, LM.
GEOID Vol. 4 No. 1 (2008)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v4i1.1249

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari sekitar 17.506  pulau dengan garis pantai sepanjang ± 80.791 km (Djunarsjah, 2004), memiliki wilayah perairan yang cukup luas dengan kekayaan yang terkandung di dalamnya. Dibutuhkan suatu metode yang cepat dan efisiensi dalam menyajikan kondisi laut dan perubahannya secara lengkap, dan terjangkau. Teknologi Penginderaan Jauh (Remote Sensing) memberikan peluang untuk pembuatan peta suhu permukaan laut yang lebih akurat. Citra satelit NOAA-AVHRR sebagai satelit lingkungan sangat baik digunakan untuk memantau kondisi lautan secara temporal. Pada umumnya satelit ini merekam suatu wilayah sebanyak 2 kali waktu siang dan 2 kali pada malam hari dengan cakupan lebar pandang 2.399 km. Teknologi kelautan memunculkan Argo Float (The Array for Real-time Geostropic Oceanography – Float) sebagai alat untuk pengukuran profil suhu dan salinitas secara near real-time dengan menggabungkan metode pengukuran in-situ dan satelit sebagai alat untuk mengirimkan data. Dalam penelitian dilakukan studi perbandingan suhu permukaan laut menggunakan citra NOAA-AVHRR dengan Argo Float sebagai data pengukuruan suhu pengukuran in-situ. Citra NOAA-AVHRR level 1B diolah menggunakan algoritma McMillin & Crosby. Data Argo Float diolah menggunakan software Ocean Data View 3.3.2 untuk mendapatkan suhu lapisan teratas dan digunakan sebagai suhu permukaan laut. Hasil penelitian yang didapat berupa peta suhu permukaan laut perbandingan citra NOAA-AVHRR dengan data Argo Float skala 1 : 4.500.000. Analisa yang telah dilakukan menunjukkan nilai suhu permukaan laut citra NOAA-AVHRR lebih tinggi dari Argo Float dengan selisih antara 0,167 C hingga 4,187 C pada 10 titik pengamatan. Validasi data citra NOAA-AVHRR dengan data Argo Float menggunakan suatu persamaan matematis yaitu y = 0,3979x + 19,045 dengan batasan suhu permukaan laut antara 25, 711 C sampai dengan 28,778 C. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa suhu permukaan laut yang terekam oleh data penginderaan jauh adalah suhu permukaan lapisan atas, sedangkan suhu permukaan laut dari Argo Float adalah suhu pada kedalaman 4-5 meter yang dianggap sebagai suhu permukaan laut dari data Argo Float sehingga terjadi perbedaan nilai suhu permukaan lautnya. 
ANALISA PROSES PENYAJIAN SURAT GAMBAR UKUR UNTUK PERSIL DI BAWAH PERMUKAAN TANAH W., Candra; S. , Chatarina Nurjati; Rudianto , Roedy
GEOID Vol. 4 No. 1 (2008)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v4i1.1251

Abstract

Kebutuhan akan lahan bermukim semakin meningkat, namun ketersediaan akan lahan sangatlah terbatas. Oleh karena itu, pemerintah mulai memanfaatkan ketersediaan lahan yang ada untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah. Telah banyak didirikan bangunan rumah susun sebagai solusi memenuhi kebutuhan akan lahan bermukim. Selain untuk tempat bermukim, rumah susun juga dapat digunakan sebagai tempat usaha seperti mall atau supermarket. Seiring tingginya tingkat ekonomi masyarakat maka terciptalah suatu terobosan baru dengan memanfaatkan lahan yang berada di bawah permukaan tanah. Hal ini memunculkan ide untuk mengikatkan koordinat persil yang berada di bawah permukaan tanah dan juga bagaimana proses penyajiannya dalam bentuk sertifikat. Ide ini dapat dijadikan sebagai masukan kepada pihak berwenang untuk menciptakan peraturan dan kebijakan baru untuk mengatur persil di bawah permukaan tanah tersebut. Data simulasi penelitian diperoleh dari Kantor Pertanahan Kota Surabaya berupa salinan gambar denah dan gambar ukur gedung Darmo Trade Center yang berada di Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Pengolahan data meliputi usulan penggambaran penetapan titik ikat persil serta penggambaran gambar denah dan gambar ukur untuk persil di bawah permukaan tanah.
INTERPRETASI HASIL PENCITRAAN SBP (SUB-BOTTOM PROFILER) UNTUK MENDUKUNG RENCANA PEMASANGAN KABEL BAWAH LAUT Hardian MJ, Sondy; MS , Yuwono; Pratomo, Danar Guruh
GEOID Vol. 4 No. 1 (2008)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v4i1.1252

Abstract

SBP (Sub-Bottom Profiler) adalah alat yang menggunakan gelombang akustik untuk menentukan keadaan fisik dasar samudera dan mengidentifikasi karakterisitik keadaan geologi khususnya lapisan permukaan dasar laut berdasarkan pantulan gelombang. Pengolahan data survei seismik menggunakan SBP dapat menyediakan informasi spasial berupa interpretasi lapisan sedimen dan batimetri untuk menunjang rencana pemasangan kabel bawah laut di Selat Riau. Hasil interpretasi visual yang didukung data grab sampler digambarkan sebagai peta sebaran sedimen. Lapisan penyusun sedimen pada permukaan dasar laut adalah lapisan sangat lunak hingga lunak dari lempung (clay)/lempung lanau (silty clay), lapisan pasir, lapisan pasir tercampur dengan lempung/lanau dan lapisan lain yang diduga lapisan keras di daerah survei. Jenis sedimen ini merupakan material yang aman bagi kabel bawah laut.
PEMANFAATAN BAND THERMAL INFRARED (TIR) CITRA ASTER UNTUK PEMETAAN SUHU PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN SELAT MADURA Santoso, Santoso; Sukojo , Bangun Muljo; Jaelani, LM.; Wijanarto, Antonius B.
GEOID Vol. 4 No. 1 (2008)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v4i1.1253

Abstract

Suhu Permukaan Laut (SPL) merupakan faktor penting dalam oseanografi, saat ini telah banyak satelit yang dilengkapi sensor inframerah termal untuk mengukur SPL. ASTER (Advanced Spaceborn Thermal Emission and Reflection Radiometer) merupakan citra multi band sensor inframerah termal (TIR) pertama di dunia memiliki resolusi spasial 90x90 m dengan luas liputan 60 km. Dalam penelitian ini digunakan dua metode perhitungan SPL dari Citra ASTER yaitu algoritma Alley&Nilsen yang menggunakan perhitungan single band dan algoritma Kishino dengan menggunakan multi band, hasil kedua algoritma tersebut dibandingkan dengan pengukuran lapangan dan SPL dari Citra NOAA-AVHRR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan dengan algoritma Kishino mempunyai kesesuaian yang paling baik dari pada algoritma Alley&Nilsen dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,6093 terhadap data lapangan dan 0,5592 terhadap data Citra NOAA-AVHRR.  

Page 1 of 2 | Total Record : 11