cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 504 Documents
VISUALISASI MODEL 3D UNTUK SISTEM INFORMASI PENGGUNAAN GEDUNG (Studi Kasus : Gedung Teknik Geomatika, UPMB dan UPMS Kampus ITS) Cahyono , Agung Budi; Rafitricia, Anindya N
GEOID Vol. 12 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v12i2.1527

Abstract

Buildings serve several needs of society – primarily as shelter from weather, security, living space, privacy, to store belongings, and to comfortably live and work, including using it for classes in ITS Surabaya. The development of information provision can be done by improving the visual aspect and the accuracy of the information as well. It is time to begin improving the 3D visualization which accommodates the space aspect. 3 dimensional approach deemed appropriate for the provision of management information related to the building utilization. In this case, it is about classrooms.There are several phases in 3D modeling integrated with the non-spatial database to make a system that provide the information about building utilization. Those are the data collection process, 3D model visualization, creating a database for textual data, relating spatial data and non-spatial data and creating the interface which will provide the whole information using Visual Studio. 3D modeling data obtained from the building blueprint construction by PIMPITS and the class schedules obtained from UPMB ITS. The final outcome from the visualization of the 3D models contains 3 buildings with a total of 138 rooms with 72 rooms in Geomatics Engineering, 36 rooms in UPMB and 30 rooms in UPMS. Yet the 3D model had connected with the non-spatial database which contains 7 tables and queries that provides the information of the objects.
ANALISIS KETELITIAN HORIZONTAL ORTHOREKTIFIKASI CITRA PLEIADES UNTUK PEMBUATAN PETA DASAR RDTR PESISIR (Studi Kasus : Kecamatan Semampir, Kota Surabaya) Sukojo, Bangun Muljo; Hidayat, Husnul; Santoso, Romario
GEOID Vol. 12 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v12i2.1528

Abstract

The quality of accuracy and precision was the main problem in survey and mapping. One of the problems these there were in remote sensing, namely in the geometric correction is orthorectification on the satellite image. Products from orthorectification is needed in the manufacture of large-scale maps of 1: 5000 as for the purpose of detailed spatial plan map. The data used for the orthorectification process is a high resolution image of the Pleiades, a Ground Control Point and DEM Alos PALSAR. DEM used as elevation data to correct or eliminate the influence of relief displacement of image data due to variations in the earth's surface terrain. In this study, using seven of ground control points spread evenly on the location of the research, which is in District Semampir, Surabaya. The ground control points obtained through direct measurements in the field with GPS Geodetic using static methods. Orthorectification method using Rigorous. The results of this study indicate CE90 and LE90 values using the Rigorious methods, geometric precision can be seen from the CE90 and LE90 where the smaller the value, the result of more thorough and accurate image. For eligibility image, obtained by multiplying the value of the coefficient RMSE and thoroughness in which the image of the Pleiades 1 qualifies a map scale of 1: 5000.
EVALUASI PENURUNAN TANAH KAWASAN LUMPUR SIDOARJO MENGGUNAKAN GPS GEODETIK DAN PERANGKAT LUNAK GAMIT/GLOBK Hariyanto, Teguh; Kurniawan, Akbar; Sudarsono, Kukuh Prakoso
GEOID Vol. 12 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v12i2.1529

Abstract

Peristiwa alam yang terjadi di Indonesia banyak sekali terjadi, dikarenakan lokasi geografis Indonesia dan tatanan tektonik yang sering memicu peristiwa alam. Salah satu peristiwa alam yang terjadi di Indonesia adalah lumpur Sidoarjo. Lumpur Sidoarjo atau lebih dikenal sebagai lumpur Lapindo, adalah peristiwa yang terjadi akibat munculnya lumpur panas dan gas dari lokasi pengeboran PT. Lapindo Brantas di Dusun Balongnongo, Desa Renokenogo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Fenomena yang terjadi pada lumpur Sidoarjo ini disebut mudflow. Dampak yang ditimbulkan oleh adanya peristiwa mudflow khususnya lumpur Sidoarjo ini adalah adanya fenomena penurunan tanah/amblesan (land subsidence) di sekitar kawasan tersebut. Terletak di pemukiman padat penduduk, penurunan tanah/land subsidence menjadi salah satu faktor yang harus diawasi. Penurunan tanah (land subsidence) terjadi secara perlahan sehingga analisanya perlu dilakukan secara berkala (fungsi waktu). Pemantauan land subsidence dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satunya menggunakan Global Navigation Satellite System (GNSS) khususnya Global Positioning System (GPS, satelit milik Amerika Serikat). Selain penggunaan GPS Geodetik dan CORS, penelitian ini digunakanlah perangkat lunak GAMIT/GLOBK. Dari analisa hasil pengamatan di lapangan pada April, Mei, Juni, dan Oktober 2016 terlihat adanya penaikan tertinggi dan penurunan. Nilai penurunan terendah adalah -0,26709 m pada titik TTG 1307 dan penaikan tertinggi adalah 0,08758 m pada titik VK14. Terdapat 14 titik yang mengalami penurunan tanah secara signifikan (TTG 1304, TTG 1305, TTG 1307, BPN PT01, BPN PT06, BT01, BT03, BW08, BW13, GEMPOL NEW, KD01, KJ01, BPN PT11, dan VK13), dan terdapat lima titik yang mengalami penurunan tanah bersifat tidak signifikan atau hanya bersifat numeris (BM ARTERI, KB01, BM MARITIM, VK09, dan VK14).
PEMBUATAN PETA DASAR SKALA 1:5000 MENGGUNAKAN CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI (CSRT) PLEIADES 1-A SEBAGAI ACUAN PEMBUATAN PETA RDTR PADA BAGIAN WILAYAH PERKOTAAN (BWP) LUMAJANG, KABUPATEN LUMAJANG Pribadi, Cherie Bhekti; Hariyanto, Teguh; Puspita, Atik Indra
GEOID Vol. 12 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v12i2.1530

Abstract

Peta dasar merupakan peta yang menyajikan unsur-unsur alam dan atau buatan manusia, yang berada di permukaan bumi, digambarakan pada suatu bidang datar dengan skala, penomoran, proyeksi, dan georeferensi tertentu digunakan sebagai acuan dalam pembuatan peta tematik yang digunakan dalam penyusunan peta rencana tata ruang yang sesuai dengan ketelitian dan spesifikasi teknis yang meliputi kerincian, kelengkapan data dan atau informasi georeferensi dan tematik, skala, akurasi, format penyimpanan digital termasuk kode unsur, penyajian kartografis mencakup simbol, warna, arsiran dan notasi serta kelengkapan muatan peta (Peraturan Kepala BIG No 16, 2014). Sesuai dengan isu penataan ruang yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas Perencanaan Tata Ruang dengan mewujudkannya pembuatan peta) Kabupatn/Kota dala skala 1:5000 atau 1:10000. Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) dalam pembutannya menggunakan peta RBI skala 1:5000, namun jika belum tersedia, dapat menggunakan citra satelit resolusi tinggi atau foto udara sebagai dasar update dan harus dilakukan koreksi secara geometris terlebih dahulu. Pleiades merupakan satelit penghasil citra satelit resolusi tinggi yang menghasilkan data citra satelit dalam dua moda, yaitu moda pankromatik dan moda multispektral. Bagian Wilayah Perkotaan (BWP) Kecamatan Lumajang merupakan bagian dari kawasan strategis kabupaten Lumajang yang perlu disusun rencana rincinya sesuai arahan atau yang ditetapkan di dalam RTRW kabupaten Lumajang. Metode yang dignakan dalam pembuatan peta ini adalah dengan dgitai unsur dasa yangterdapt pada citra, dengan melakukan analisa spasial. Sehingga didapatkanhasil berua pea dasar skala 1:5000 ada wilayah BWP Lumajang yang dapat digunakan sebai acuan pembuatan peta RDTR.
ANALISIS POTENSI MATA AIR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : WILAYAH PERBATASAN KABUPATEN LUMAJANG DAN KABUPATEN PROBOLINGGO) Hariyanto, Teguh; Ekaprathama, Sri Aditya; Kurniawan, Akbar
GEOID Vol. 12 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v12i2.1531

Abstract

Ketersediaan air merupakan sumberdaya utama bagi kehidupan manusia. Perkembangan Kawasan perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo saat ini telah mengakibatkan perubahan berbagai aspek baik kondisi fisik, lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya. Pertumbuhan daerah juga diikuti dengan peningkatan ekploitasi sumber daya air yang ada. Pemanfaatan air bawah tanah terus mengalami peningkatan seiring dengan berkembangnya kegiatan pertanian, perkebunan, pengolahan ladang serta untuk pemenuhan kebutuhan pemukiman. Hal ini dapat menyebabkan kekeringan pada kawasan tersebut, hal ini dapat diantisipasi dengan salah satu cara yang dapat dilakukan yakni melakukan klasifikasi potensi mata air dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). Klasifikasi potensi mata air merupakan hasil berdasarkan overlay dari hasil analisis dari berbagai parameter yang telah ditentukan. Kemudian daerah yang memiliki potensi mata air hanya terdapat di Kecamatan Tiris dengan jumlah titik potensi mata air sebanyak 5 titik.
METODE KALIBRASI IN-FLIGHT KAMERA DIGITAL NON-METRIK UNTUK KEPERLUAN CLOSE-RANGE PHOTOGRAMMETRY Hidayat, Husnul; Cahyono, Agung Budi; Avicenna, Mohammad
GEOID Vol. 12 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v12i2.1532

Abstract

Perkembangan perangkat lunak yang tersedia dan turunnya harga kamera digital non-metrik membuat metode Close Range Photogrammetry (CRP) menjadi salah satu teknik alternatif untuk diterapkan pada pekerjaan-pekerjaan survey dan pengukuran seperti penentuan dimensi fisik maupun penyajian informasi visual objek yang cepat dan akurat. Untuk itu dilakukan sebuah uji coba dengan menggunakan metode CRP dalam aplikasi pengukuran titik kontrol. Pada penelitian ini dilakukan analisa pengukuran titik kontrol sampling dengan metode terestris serta pengukuran titik kontrol dengan metode CRP menggunakan Kamera Sony Exmor. Pengambilan data foto udara untuk CRP dilakukan dengan 9 orientasi pengambilan foto pada saat pemotretan udara dan setelah itu dilakukan kalibrasi kamera In-Flight dengan menggunakan bundle adjustment self calibration yang menghasilkan parameter IOP (Interior Orientation Parameter) dan EOP (Exterior Orientation Parameter). Dari hasil pengujian kamera memiliki nilai RMS sebesar 0.56 piksel pada tahap kalibrasi In-Flight. Titik sampling yang dihasilkan dengan metode CRP dibandingkan dengan hasil titik sampling metode terestris menghasilkan RMS sebesar 0.104 m, yang berpengaruh terhadap pergeseran pada titik sampling foto, di mana pergeseran linier terbesar terjadi pada titik sampling CRP koordinat Y sebesar 0.187 m dan koordinat X sebesar 0,173 m sehingga dapat disimpulkan bahwa metode CRP dapat digunakan untuk pemetaan skala besar dengan area yang relatif kecil.
PEMANFAATAN PETA KONTUR ZONA NILAI TANAH PADA DATA NILAI JUAL OBJEK PAJAK TAHUN 2015 UNTUK IDENTIFIKASI LOKASI CENTRAL BUSSINESS DISTRICT (STUDI KASUS: UPTD 8 KOTA SURABAYA) Deviantari, Udiana Wahyu; Budisusanto, Yanto; Majdi , Naufal
GEOID Vol. 12 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v12i2.1533

Abstract

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) 8 di kota Surabaya merupakan salah satu wilayah UPTD Dinas Pendapatan Daerah kota Surabaya yang terletak di bagian timur kota Surabaya. Wilayah ini terdiri dari 4 kecamatan yaitu kecamatan Mulyorejo, kecamatan Sukolillo, kecamatan Rungkut, dan kecamatan Gunung Anyar. Di wilayah UPTD 8 ini merupakan daerah berkembang yang banyak tumbuh pusat perekonomian kota yaitu mall, pusat pertokoan, dan pusat kuliner. Zona nilai tanah yang merupakan kumpulan wilayah atau area yang terdiri dari nilai harga tanah yang sama. Dalam zona nilai tanah ini akan ditentukan titik tengahnya (centroid) sebagai perwakilan harga di zona tersebut yang akan digunakan untuk pembuatan peta kontur zona nilai tanah. Setelah dibuat peta kontur zona niali tanah akan ditentukan lokasi CBD dan akan disesuaikan lokasinya dengan data existing. Central Bussiness District (CBD) merupakan suatu wilayah yang menjadi pusat perekonomian suatu daerah atau kota. Dalam suatu kota dapat memiliki satu atau lebih dari lokasi CBD. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa di wilayah UPTD 8 kota Surabaya terdapat 346 zona nilai tanah yang berasal dari data nilai jual objek pajak (NJOP) tahun 2015. Setelah dibuat peta kontur zona nilai tanah dari data NJOP diwilayah UPTD 8 kota Surabaya didapat 25 lokasi CBD. Dari 25 lokasi CBD didapat data kontur zona nilai tanah hanya 15 lokasi yang sesuai dengan lapangan. Dan dari profil harga tanah dapat dilihat bahwa harga tanah yang jaraknya semakin menjauh dari lokasi CBD mengalami penurunan harga, begitu sebaliknya dengan harga tanah yang lokasinya mendekati lokasi CBD mengalami peningkatan harga tanah.
STUDI TENTANG PEMBANGUNAN PELABUHAN CILAMAYA DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS (Studi Kasus : Pelabuhan Cilamaya Karawang) Yuwono, Yuwono; Sidad, Balya Farras
GEOID Vol. 12 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v12i2.1534

Abstract

Cilamaya port is a commercial port located in Karawang regency. Currently the Port Cilamaya is still in the first stage of construction process. Information about bathymetry and sea bottom sediments is needed to support post-development shipping lines. This research aims to provide information about bathymetry and define the depth of shipping lines. This research was carried out on March - 2015 in Cilamaya port area. The data used for the research are sounding data recorded by Singlebeam echosounder Kongsberg EA400, tide data, and sediment sample of Cilamaya waters , and the data was processed using software Caris Hips and Sips 8.1, Surfer 12, AutoCad Land Desktop 2007 and ArcGIS 10.1. The results showed that Cilamaya waters of Cilamaya Port is categorized into shallow waters with the depth on survey location ranged from 0.615 m - 10.684 m. Sea bottom morphology was flat with average slope 0.76% and it was categorized flat to almost flat. Sea bottom sediments is dominated by muddy sand. shipping lanes currently used by general cargo (General Cargo) and tankers ship with DWT value (Death Weight Tonnage) 5000 with minimum depth of 6.1 m and width of 130 m. Shipping lane plans for container ship with 10000 maximum value of DWT (Dead Weight Tonnange) was required minimum depth of 10.3 m. To optimize shipping line planning required capital dredge for shipping line area which have a depth of less than 10.3 m.
ANALISIS KETINGGIAN MODEL PERMUKAAN DIGITAL PADA DATA LiDAR (LIGHT DETECTION AND RANGING) (Studi Kasus: Sei Mangkei, Sumatera Utara) Cahyono, Agung Budi; Duantari , Novita
GEOID Vol. 12 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v12i2.1535

Abstract

Model Permukaan Digital (DTM) adalah gambaran model relief rupabumi tiga dimensi (3D) yang menyerupai keadaan sebenarnya di dunia nyata (real world). Terdapat beberapa sumber data dalam pembentukan DTM, salah satu sumber data yang digunakan untuk membuat data ini adalah menggunakan data LiDAR (Light Detection and Ranging). Salah satu metode untuk pembentukan DTM dengan data LiDAR adalah menggunakan Triangular Irregular Network (TIN). Untuk membandingkan digunakan metode fotogrametri melalui stereoplotting data foto udara. Ketinggian yang dihasilkan dari kedua data kemudian dilakukan analisis perbedaan ketinggiannya. Penelitian ini mengambil studi kasus di daerah Sei Mangkei, Sumatera Utara. Sei Mangkei merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Metodologi yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi pengolahan masing-masing data yaitu data LiDAR dan foto udara hingga mendapatkan data ketinggian dan kontur. Dari ketinggian dan kontur yang dihasilkan, kemudian dilakukan analisis perbandingan hasil yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan kontur data LiDAR tergantung pada model TIN yang dihasilkan. Kontur LiDAR lebih rapat dan menampilkan banyak titik hasil perekaman LiDAR yang tidak semua diperlukan. Sedangkan, kontur data foto udara sangat tergantung pada pembuatan breakline dan masspoint pada proses stereoplotting sehingga hanya kontur yang diperlukan saja yang tergambar. Hal tersebut membuat kontur dari foto udara lebih mudah polanya. Pengambilan sampel menghasilkan selisih rata-rata paling besar atau perbedaan yang signifikan antara data LiDAR dan foto udara yaitu vegetasi sebesar 0,640 m. Sedangkan, untuk jalan memiliki rata-rata paling kecil sebesar 0,218 m karena jalan termasuk area yang terbuka sehingga mudah untuk menentukan ground atau tanah.
PEMODELAN SEBARAN TUMPAHAN MINYAK DI ALUR PELAYARAN BARAT SURABAYA Khomsin, Khomsin; Ardi, Muhammad Maulana
GEOID Vol. 12 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v12i2.1536

Abstract

Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) didesain hanya untuk kapasitas 27 ribu pergerakan setiap tahunnya, akan tetapi kenyataannya terhitung setiap tahunnya 43 ribu pergerakan kapal. Dengan kondisi seperti ini akan mengakibatkan rawan terjadinya kecelakaan pelayaran dan juga bencana tumpahan minyak akibat bahan bakar kapal yang mengalami kecelakaan maupun dari muatan kapal yang tumpah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa titik rawan kecelakaan pelayaran dan pemodelan simulasi tumpahan minyak yang bersumber dari kapal yang mengalami kecelakaan. Hasil pemodelan tersebut menunjukkan bahwa kecepatan arus rata-rata tertinggi adalah 0,148 m/s pada tanggal 11 Januari tahun 2013 jam 20:00 yaitu pada angina muson barat. Pada musim angin barat, angina bergerak ke arah Pulau Madura. Pada angin musim timur, arus maksimal sebesar 0,136 m/s yang terjadi pada tanggal 12 Juli tahun 2014 jam 08:00. Sedangkan arah arus hasil simulasi pada musim angin timur sebagian besar mengarah ke utara Kabupate Gresik mengikuti arah arus laut jawa yang mengarah ke barat. Pemodelan pergerakan tumpahan minyak yang terjadi pada tahun 2013 pada musim angin barat menunjukkan bahwa setelah 24 jam terjadinya tumpahan minyak, area yang terdampak sebesar 2.054.548 m2 dengan konsentrasi tumpahan maksimal sebesar 78,521 kg/m3. dan pada musim angin timur terjadi pada tahun 2014 dengan luas sebesar 1.320.039 m2 dengan konsentrasi tumpahan maksimal sebesar 32,906 kg/m3.