cover
Contact Name
Anom Dwi Prakoso
Contact Email
anomdwiprakoso26@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal@ymci.my.id
Editorial Address
Jl. Rahtawu Raya, Desa Menawan RT 02/ 03, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Physiotherapy Journal of Science
ISSN : 30627842     EISSN : 30631130     DOI : https://doi.org/10.64094/vkg9g213
Core Subject : Health, Science,
Media Physiotherapy Journal of Science adalah publikasi yang fokus pada penelitian ilmiah terkini dalam bidang fisioterapi. Jurnal ini menyediakan platform untuk peneliti, praktisi, dan profesional kesehatan untuk berbagi temuan terbaru, teknik pengobatan terkini, dan pengetahuan mendalam tentang rehabilitasi fisik dan perawatan pasien. Dengan cakupan yang luas, jurnal ini mempromosikan pertukaran informasi yang berharga dalam upaya untuk meningkatkan pemahaman kita tentang praktik fisioterapi yang efektif dan inovatif. Jurnal ini terbit tiga kali dalam satu tahun pada bulan Mei dan November tiap tahunnya.
Articles 15 Documents
Survey Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3), Lingkungan Kerja, Produktivitas Kerja CV Jali Food Sukses Abadi Amin Mayu, Abdul Rahmat; Rahmanto, Safun; Jali Nurdin
Media Physiotherapy Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025): Media Physiotherapy Journal of Science
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/b1nav269

Abstract

Latar belakang: Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri, termasuk sektor produksi makanan, untuk memastikan kesejahteraan karyawan dan efisiensi operasional. Tujuan: Penelitian bertujuan mengevaluasi implementasi K3, kondisi lingkungan kerja, dan tingkat produktivitas karyawan di CV Jali Food Sukses Abadi serta menganalisis peran fisioterapi dalam meningkatkan aspek-aspek tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 24 karyawan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sistem K3 masih memiliki kekurangan, terutama dalam pembiayaan kesehatan yang masih ditanggung pribadi oleh karyawan. Lingkungan kerja juga memerlukan perbaikan dalam hal ventilasi dan pencahayaan, meskipun memiliki keunggulan dalam kebisingan rendah dan ruang kerja yang luas. Dari segi produktivitas, mayoritas karyawan mampu memahami peran mereka dan menyelesaikan target kerja dengan baik. Kesimpulan: Peningkatan sistem K3 dan perbaikan lingkungan kerja sangat diperlukan untuk mendukung kesehatan dan efisiensi kerja karyawan. Fisioterapi dapat berperan dalam upaya pencegahan cedera akibat pekerjaan repetitif serta meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja melalui penerapan ergonomi dan program kesehatan kerja. Implementasi strategi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, nyaman, dan produktif secara berkelanjutan
Latihan Penguatan dan Stabilitas untuk Meningkatkan Kemampuan Fungsional Pada Pasien Sprain Ankle : Laporan Kasus Nur Afni Agustyaningsih; Taufik Eko Susilo; Imam Fadli
Media Physiotherapy Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025): Media Physiotherapy Journal of Science
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/mk0tk727

Abstract

Latar belakang: Sehat menurut WHO adalah suatu kondisi fisik, mental dan kesejahteraaan sosial yang merupakan kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. Olahraga merupakan aktivitas fisik yang dilakukan sengaja ataupun direncanakan. Cedera olahraga dapat terjadi dari beberapa faktor, dan sprain ankle merupakan salah satu cedera olahraga yang sering ditemui. Sprain ankle terjadi karena ketidakseimbangan ligament yang mengalami peregangan atau robekan yang berlebihan. Cedera ini akan mengakibatkan adanya nyeri, penurunan kekuatan otot, penurunan lingkup gerak sendi dan aktivitas fungsional. Fisioterapi berperan dalam penanganan kondisi sprain ankle dengan pemberian intervensi berupa latihan penguatan dan stabilisasi dengn fokus peningkatan untuk aktivitas fungsional. Tujuan: Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui pemberian latihan penguatan dan stabilisasi untuk meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional pasa kondisi sprain ankle. Metode: Studi kasus ini dilakukan di Club Sepak Bola Persis Solo U-16 pada pasien cedera pergelangan kaki (sprain ankle) dengan keluhan mengalami nyeri, penurunan kekuatan otot, penurunan lingkup gerak sendi dan aktivitas fungsional. Hasil: Dari problem yang di temukan pada penelitian ini, pasien mengalami nyeri, penurunan kekuatan otot, penurunan lingkup gerak sendi dan aktivitas fungsional. Penilaian nyeri diukur dengan Visual Analog Scale didapatkan nyeri diam menurun dari 3 menjadi 0, nyeri gerakan menurun dari 7 menjadi 4 dan nyeri tekanan menurun dari 9 menjadi 2. Kekuatan pergelangan kaki dorsofleksi, plantarfleksi, inversi dan eversi menggunakan Manual Muscle Testing menguji kekuatan otot didapatkan peningkatan dari 3 menjadi 4. Goniometer untuk mengukur lingkup gerak sendi saat bergerak plantar-dorso fleksi S 10° - 0° - 10° menjadi S 20° - 0° - 35° sedangkan gerakan eversi-inversi R 10° - 0° - 10° menjadi R 30° - 0° - 20°. Aktivitas fungsional yang diukur dengan Foot and Ankle Ability Measure (FAAM) menunjukkan yang awalnya dengan nilai 61 mengalami peningkatan menjadi 102. Kesimpulan: Pemberian fisioterapi selama empat pertemuan dengan intervensi cooling therapy, ultrasound, active resisted exercise, isometric exercise dan core setting strengthening mampu menurunan nyeri dan bengkak, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan lingkup gerak sendi dan aktivitas fungsional.
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Carpal Tunnel Syndrome Dextra dengan Modalitas Ultrasound, TENS, Gliding Exercise dan Stretching: Case report Rahmi, Aulia; Totok Budi Santoso; Melur Belinda
Media Physiotherapy Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025): Media Physiotherapy Journal of Science
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/e8vx9t27

Abstract

Latar belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan kondisi yang disebabkan oleh penjepitan nervus medianus di area pergelangan tangan, mengakibatkan keluhan nyeri, kesemutan, dan gangguan motorik tangan. Gangguan ini kerap dijumpai pada individu yang melakukan aktivitas repetitif dalam waktu lama, seperti mengetik. Jumlah penderita CTS meningkat selama masa pandemi COVID-19, terutama akibat perubahan pola kerja menjadi work from home (WFH) yang menyebabkan intensitas penggunaan tangan meningkat. Tujuan: Tujuan dari studi ini adalah untuk menilai efektivitas kombinasi modalitas fisioterapi, termasuk terapi ultrasound, stimulasi listrik saraf transkutan (TENS), latihan gliding, dan stretching dalam menangani gejala CTS tangan kanan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap seorang wanita berusia 42 tahun yang terdiagnosis CTS pada tangan kanan. Program terapi terdiri dari tiga sesi yang mencakup penggunaan US, TENS, latihan penguatan otot, gliding tendon, serta edukasi untuk mencegah aktivitas yang memperparah gejala. Evaluasi dilakukan terhadap tingkat nyeri (menggunakan NRS), kekuatan otot (MMT), rentang gerak sendi (ROM), dan fungsi tangan (WHDI). Hasil: Setelah tiga sesi terapi, ditemukan penurunan tingkat nyeri baik saat gerak maupun saat ditekan, serta peningkatan fungsi tangan berdasarkan skor WHDI. Meskipun belum terdapat perbaikan signifikan dalam kekuatan otot, terjadi perbaikan pada rentang gerak sendi yang mendekati normal. Kesimpulan: Terapi kombinasi yang terdiri dari modalitas US, TENS, stretching, gliding exercise, dan edukasi terbukti efektif dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi tangan pada pasien CTS. Pendekatan ini dapat dijadikan salah satu pilihan intervensi konservatif dalam praktik fisioterapi.
TINJAUAN LITERATUR : REKOMENDASI, MEKANISME AKSI, RISIKO, DAN PENDEKATAN EXERCISE INOVATIF PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KRONIS Hidayat, Adil
Media Physiotherapy Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025): Media Physiotherapy Journal of Science
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/p9kwwe36

Abstract

Heart failure (HF) is a complex clinical syndrome that can occur due to various structural or functional cardiac disorders, leading to impaired ventricular function in terms of blood filling or ejection. This condition represents the advanced stage of cardiovascular diseases. HF is associated with a decrease in the proliferation rate of cardiac muscle cells and the occurrence of cardiomyocyte apoptosis (cell death). The progressive pathological process of cardiomyocyte apoptosis is linked to the age-related decline in cardiomyocyte renewal, resulting in the accumulation of intracellular waste products. Consequently, this further contributes to cardiomyocyte apoptosis, leading to increased metabolic demand and continued cardiac dysfunction. As is known, this condition is irreversible, and currently, no medical interventions can cure HF. However, individuals with chronic heart failure have several strategies and options available to actively manage their condition. Engaging in physical activity is considered one of the most effective non-pharmacological approaches. Therefore, this review presents an extensive and thorough examination of the exercise guidelines recommended for individuals with chronic heart failure. It provides a comprehensive analysis of the effects of exercise on heart function, along with explanations of the underlying mechanisms. Additionally, the review briefly discusses the potential risks associated with exercise in individuals with heart failure and explores innovative exercise approaches that can improve the condition for HF patients.  
PERBANDINGAN CONSTRAINT INDUCED MOVEMENT THERAPY DENGAN BOBATH EXERCISE PADA EKSTREMITAS ATAS TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS FUNGSIONAL INSAN PASCA STROKE Nabila Salsabillah Warasti
Media Physiotherapy Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025): Media Physiotherapy Journal of Science
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/jg5szn83

Abstract

Background: Stroke is the result of one of the main disabilities in adults. Approximately 80% of people after stroke have motor disorders in the upper extremities, and 40% suffer from upper extremity dysfunction which greatly affects their ability to carry out daily activities and social participation, Objective: This study aims to determine the comparison of CIMT with bobath exercise on increasing human functional activity after stroke. Method: This research is a quasi-experiment research with a pre-test research design and post-test group design. The measurements in this study were for upper extremity functional activity, which was measured using the WMFT measuring instrument. Post-Stroke People consisted of 16 patients at the Physiotherapy Care Center Tangerang clinic. Treatment group I consisted of 8 patients with CIMT exercise intervention and treatment group II consisted of 8 patients with bobath exercise intervention. Results: The results of the examination using the WMFT before and after the intervention was given to each group were then followed by a statistical test to see the comparison of the intervention with the independent t-test in treatment group I. It was found that there was an insignificant increase in the value p value = 0.1607 or p value > 0.05, while in treatment group 2 there was also a non-significant increase with p value = 0.1175 or p value > 0.05. The results of this study indicate that administering CIMT and bobath exercise can increase functional activity which is not significant. Conclusion: There is no comparison between CIMT exercise and bobath exercise on the upper extremities in increasing human functional ability after stroke.

Page 2 of 2 | Total Record : 15