cover
Contact Name
Dewi Wachyuni
Contact Email
jurnalkemenhub@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkemenhub@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Tim. No.5 2, RT.2/RW.1
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Penelitian Perhubungan
ISSN : 08521824     EISSN : 25801082     DOI : https://doi.org/10.25104/warlit.v35i2
Core Subject : Engineering,
Warta Penelitian Perhubungan merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi Kontributor Warta Penelitian Perhubungan berasal dari kalangan Peneliti dan Akademisi di bidang transportasi. Warta Penelitian Perhubungan memuat hasil penelitian, ide, dan gagasan dengan cakupan nasional dan global dengan lingkup: Transportasi Antarmoda, Transportasi Jalan dan Perkeretaapian, Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan, serta Transportasi Udara yang diterbitkan 2 (dua) kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles 517 Documents
Pengaruh Muatan Lebih Terhadap Kerusakan Jalan Di Provinsi Kalimantan Timur Muhammadun, H. Haris
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i4.1018

Abstract

East Kalimantan is one of the provinces that have freight operations is very high, because of mining and plantation activities are increasing from year to year. However, the condition of the main roads in the province, was a concern. Between transport actors blame, prompting this research. Survey of traffic and motor vehicle weighing on the road performed for data collection By using this approach to calculating ESAL and Truck Factor, result, from 6 major roads studied, five of which occur overloading, resulting in a reduction in the service life of the road.Keywords : Traffic, Road, Truck Factor, Damage Factor Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki tingkat operasi angkutan barang sangat yang cukup tinggi, karena kegiatan pertambangan dan perkebunan yang meningkat dari tahun ke tahun. Namun, kondisi jalan-jalan utama di provinsi ini, sangat mengkhawatirkan. Diantara pelaku transportasi saling menyalahkan, sehingga perlu penelitian ini dilakukan. Survei lalu lintas dan pengumpulan data dilakukan untuk kendaraan bermotor dan angkutan berat menggunakan pendekatan dan perhitungan dengan Equivalent Standard Axle Load (ESAL) dan faktor kendaraan, hasil penelitian diperoleh dari 6 jalan utama yang diamati, lima di antaranya terjadi kelebihan muatan (overloading), sehingga terjadi penurunan tingkat pelayanan.Kata kunci: Lalu Lintas, Jalan, Faktor Kendaraan, Faktor Kerusakan
Analisa Penyediaan Kebutuhan Fasilitas Air Bersih Untuk Mendukung Rencana Pengoperasian Bandar Udara Baru Karawang Muliasari, Ataline
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i4.1019

Abstract

Density Soekarno Hatta airport has exceeded the capacity of causing the government is trying to provide other airports mempu support aviation activities. Development of airports in Karachi is a top priority among several other areas, because these areas are located not too far to the center of government, industrial centers, and trade center of Indonesia, the Jabodetabek. In addition, with the availability of large tracts of land, the development plan to form an airport aerotropolis can be realized. Activity flight services at an airport can not be separated from the basic human needs for clean water. Planning jetting water at an airport is necessary to consider the estimated number of passengers, introduction and pickup, the estimated number of restaurants, and a mosque. From the analysis the use of quantitative methods in accordance with SKEP 347/XII/99, it can be concluded that the need to prepare the provision of clean water flow at least as much as 392,220 liters per day when the new airport in Karachi operation. Therefore, when the planned maximum speed economy by SKEP 347/XII/99 was 2.5 m /sec, the pipe diameter (d) what is needed is 15:48 cm.Keywords: discharge, diameter, flow velocity Kepadatan Bandar Udara Soekamo Hatta yang telah melebihi kapasitas menyebabkan pemerintah berusaha untuk menyediakan bandar udara lain yang mempu mendukung aktifitas penerbangan. Pembangunan bandar udara di Karawang merupakan prioritas utama diantara beberapa area yang lain, karena area ini berlokasi tidak terlalu jauh dengan pusat pemerintahan, pusat industri, dan pusat perdagangan Indonesia, yaitu Jabodetabek. Selain itu, dengan ketersediaan lahan yang luas, maka rencana pengembangan hingga terbentuk bandar udara aerotropolis dapat diwujudkan. Aktifitas pelayanan penerbangan di suatu bandar udara tidak lepas dari kebutuhan pokok manusia terhadap air bersih. Perencanaan pengaliran air bersih di suatu bandar udara ini perlu mempertimbangkan perkiraan jumlah penumpang, pengantar dan penjemput, perkiraan jumlah restaurant, dan mushola. Dari hasil analisis yang memanfaatkan metode kuantitif sesuai dengan SKEP 347 /XII/ 99, maka dapat disimpulkan bahwa perlu dipersiapkan penyediaan aliran air bersih minimal sebanyak 392.220 liter perhari apabila bandar udara baru di Karawang beroperasi. Oleh sebab itu bila direncanakan kecepatan maksimum ekonomis menurut SKEP 347 /XII/99 adalah 2,Sm / detik, maka diameter pipa (d) yang dibutuhkan adalah 15.48 cm. Kata kunci: debit, diameter, kecepatan aliran
Upaya Meningkatkan Kemudahan Bagi Penyandang Cacat Pada Sarana Transportasi Jalan Sitorus, Budi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i4.1020

Abstract

Provision of the road transportation that justice should reach all levels of society including the disabled passengers, but in fact the ease of access to public transit has not been optimally established that a major problem. Study goal is to formulate recommendations to improve the public bus facilities provide easy access for passengers with disabilities. Study with a descriptive approach to ergonomics to provide harmony between humans and the equipment on a public bus facilities. Is a compilation of policy benefit enhancement facilities for disabled passengers on public buses. The study results suggested revamping the general harmony of physical buses for people with disabilities through compliance with the size and shape in an ergonomic means of public buses in accordance with the priority attribute needs, supported by infrastructure improvements related to harmony with public buses, the need for officers who prioritize comfort and safety of disabled.Keywords: Convenient for the disabled. Penyediaan sarana transportasi jalan yang berkeadilan seyogyanya menjangkau semua lapisan masyarakat termasuk penumpang penyandang cacat, namun kenyataannya kemudahan akses pada angkutan umum belum terselenggara secara optimal yang merupakan masalah utama. Tujuan kajian adalah merumuskan rekomendasi meningkatkan fasilitas bus umu m yang memberikan kemudahan akses bagi pen um pang penyandang cacat. Pendekatan kajian dengan deskriptif ergonomi untuk memberikan keharmonisan antara manusia dengan peralatan pada sarana bus umum. Manfaat adalah tersusunnya rumusan kebijakan peningkatan kemudahan bagi penumpang penyandang cacat pada bus umum. Hasil kajian mengemukakan pembenahan fisik bus umum yang harmonis bagi penyandang cacat melalui pemenuhan syarat ukuran dan bentuk di dalam sarana bus umum yang ergonomis sesuai dengan prioritas atribut kebutuhan, didukung pembenahan prasarana terkait yang harmonis dengan bus umum, kebutuhan akan petugas yang mengutamakan kenyamanan dan keselamatan penyandang cacat.Kata kunci: Kemudahan bagi penyandang cacat.
Identifikasi Kecelakaan Pada Lokasi Black Spot Di Bandar Lampung Noviyanti, Noviyanti
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i4.1021

Abstract

Road transport is the most favourite transportation in Bandar Lampung. Hawever, comparison of traffic volume and road capacity is not balanced, roads damaged due to lack of maintenance, weather, geography, and other problems that are causing to frequent accidents. To solve the problems above, it needs an identification and analysis of accident black spot of Bandar Lampung to provide recommendations in an effort reducing traffic accidents at black spot locations. With deskriktif quantitative methode analysis was found that black spot locations in the Yos Sudarso with highest accident rate that reach 1.18 to Jalan Sukarno Hatta by 0.35. Based on location of the accident, the most common were in front of the office I company with the most casualties in 2011 that 9 died, 7 serious injured, and 21 slight injured. The next location was in front of a public facility. By the types of accidents that occur, died on front-front type crash was the highest based on data on the last 5 years. Although only 6% of the total victims, all VRU (Vulnerable Road User) involved carrying died. From this study provided the best recommendation was to perform traffic management on the black spot locations, such as road widening, road user separation between motorcycles and four-wheeled vehicles, as well as a dedicated facility for the VRU such as pedestrian facilities and road crossing.Keywords: black spot, road accident, traffic management Transportasi jalan merupakan angkutan yang paling dominan di Kota Bandar Lampung. Akan tetapi perbandingan volume kendaraan dan kapasitas jalan yang tidak seimbang, jalan yang rusak karena kurang perawatan, faktor cuaca, kondisi geografisnya dan lain masalah yang menyebabkan beberapa ruas jalan menjadi sering terjadi kecelakaan. Untuk mengatasi permasalahan di atas, perlu identifikasi dan analisa kecelakaan pada lokasi black spot transportasi kota Bandar lampung untuk memberikan rekomendasi dalam upaya untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas pada lokasi black spot. Dengan metode dan analisis deskriptif kuantitatif dalam mengidentifikasi titik rawan kecelakaan diketahui bahwa lokasi black spot tertinggi berada di Y os Sudarso dengan angka kecelakaan sebesar 1,18 dan Jalan Sukarno Hatta sebesar 0,35. Berdasarkan lokasi kecelakaan, yang paling banyak terjadi berada di depan kantor/ perusahaan dengan jumlah korban terbanyak pada tahun 2011 yaitu 9 orang meninggal dunia, 7 orang Iuka ~rat, dan 21 orang Iuka ringan. Lokasi selanjutnya yaitu di depan fasilitas umum. Dan tipe kecelakaan yang terjadi, meninggal dunia pada jenis kecelakaan depandepan merupakan angka tertinggi berdasarkan data pada kurun waktu 5 tahun terakhir. Walaupu_n hanya sebesar. 6% dari total korban, semua VRU (Vulnerable Road User) yang terhbat tercatat merunggal dunia. Dari kajian ini diberikan rekomendasi terbaik yaitu dengan melakukan manajemen lalu lintas pada lokasi black spot, seperti pelebaran mas jalan, pemisahan pengguna jalan antara sepeda motor dan kendaraan roda 4, serta adanya fasilitas khusus untuk VRU seperti fasilitas pejalan kaki dan penyeberangan jalan.Kata Kunci: black spot, kecelakaan jalan raya, manajemen lalu lintas
Evaluasi Penerapan Layanan Tiket Kereta Api On-Line Kuswati, Atik S
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i4.1022

Abstract

The on line booking system is one of the breakthrough to impraue seroice to customer. The implementation of on line ticketing strategy has been both exciting and challenging. This study intends to evaluate the implementation of railway on line ticketing system. The methods of analysis use descriptive analysis and cross tabulation. This method will obtain a data description related to the evaluation of on line train ticket sales after implementing this regulation. There are 81.82 % of respondents that bought a train ticket by coming in the railway station, The age respondents between 25 to 34 years knew about this system as much as 31.8%. A total of 14.4% of respondents is ever buy ticket by that system and 56.8% of total respondent are know well how to buy ticketing by on line but they never do that way. From the Pearson chisquare of the probability value can be obtained a description of the relationship between education respondents with knowledge of on line ticketing, relationship between on line ticketing and a have or have not purchased tickets on line, as well as the relationship between respondents opinions about the on line ticketing system with a successfal application.Keywords: train ticket, on line seroices Penjualan tiket secara on line merupakan salah satu terobosan guna meningkatkan layanan kepada pelanggan. Pelaksanaan sistem on line ini cukup menarik dan banyak tantangan. Penelitian ini bermaksud mengevaluasi penerapan sistem layanan tiket kereta api secara on line. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif serta cross tabulation atau disebut juga tabulasi silang. Melalui metode ini diperoleh gambaran/ deskripsi data terkait dengan evaluasi penerapan sistem on line penjualan tiket kereta api, yaitu sebanyak 81,82% responden membeli tiket kereta api dengan datang ke stasiun, responden yang berusia 25 s.d 34 tahun sebanyak 31.8% mengetahui tentang on line ticketing. Sebanyak 14.4 % responden mengetahui tentang on line ticketing pemah membeli secara on line., tetapi sebanyak 56.8% walaupun sudah mengetahui tentang on line ticketing tetapi belum pemah membeli secara on line. Dari nilai probabilitas untuk pearson chi-square diperoleh gambaran adanya hubungan antara pendidikan responden dengan pengetahuan tentang on line ticketing, hubungan antara mengetahui on line ticketing dengan pemah a tau belum membeli tiket secara on line, serta hubungan antara pendapat responden tentang sistem on line ticketing dengan keberhasilan penerapannya.Kata kunci: tiket kereta api, pelayanan on line.
Peningkatan Keselamatan BRT-Lite Transmusi (Safety Improvemeni' Of BRT-Lite Transmusi) Herawati, Herawati; Mutharuddin, Mutharuddin
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i5.1023

Abstract

Implementation of the BRT-Lite TransMusi has aims to improve services such as more safe, comfortable and high capacity. However, its development are still encountered various problems related to safety for users and the environment. Using analysis of accident data oredered probit modeling, and hierarchy analysis process, the study was to determine the characteristics of crashes which involving Transmusi Indonesia, the safety factor influance, as well as knowing the factors that affect the BRT safety. Based on data and analysis, BRT-Lite Transmusi has more than 80% accidents occurred at bus stops and bus lanes in mix traffic. In line with users, AHP result as experts argue that the safety of BRT-Lite is strongly influenced by the safety facilities on the bus and infrastructure (non-bus). Safety facilities at bus such as seat belt. Moreover, the safety of infrastructure facilities (non-bus) includes safety facilities at shelter,marking, land use and improving driver knowledge.Keywords: Transmusi, Facility, Safety, BRT-Lite Penerapan BRT-lite Transmusi di Kota Palembang dalam memberikan pelayanan yang semakin nyaman, kapasitas angkut semakin besar. Namun seiring dalam perkembangannya masih ditemui berbagai masalah terkait dengan keselamatan baik bagi pengguna maupun lingkungan sekitar. Untuk itu, dengan menggunakan analisis data kecelakaan, Analisis Hirarki Proses (AHP) dan permodelan oredered probit, kajian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik kecelakaan yang melibatkan Transmusi, mengetahui kebutuhan fasilitas keselamatan, sehingga dapat dirumuskan upaya prioritas untuk meningkatkan keselamatan yang ada Transmusi,. Berdasarkan data dan analisis, sebagian besar (lebih dari 80 %)  kecelakaan terjadi di halte dan lajur bus. Senada dengan pengguna jasa, berdasarkan analisis AHP dengan para pakar transportasi sebagai responden bahwa tingkat keselamatan operasi BRT-Lite sangat dipengaruhi oleh kelengkapan fasilitas keselamatan dari sarana (bus yang dilengkapi dengan sabuk pengaman dan halte dengan fasiltas keselamatan) dan prasarana (rambu, marka kondisi geometrid an zebra cro.ss). Upaya dari segi non fisik berupa penyediaan fasilitas penyeberangan dan perungkatan kualitas pengemudi. Kata Kunci: Transmusi, Fasilitas, Keselamatan, BRT-Lite
Kaj1an Kebutuhan Inspektur Penerbangan Unit Kerja Kantor Otoritas Bandara Wilayah Ii Polonia-Medan Siahaan, Juanda
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i5.1024

Abstract

The condition of Indonesia's aviation industry is currently experiencing significant grawth, but there is an imbalance between the growing number of passengers, the number of aircraft and the number of flight inspectors assigned check aircraft airworthiness. Based on the results of data processing at Airport Authority Office Region II is located in Medan Polonia-consist of the Prauince of Aceh, North Sumatra, Riau and Riau Islands. Today, for region II that the number of flight inspectors available are 44 people, while a necessary requirement is estimated as many as 85 people. TNhile the flight inspectors needs of each group of inspectors in the field of air transport aviation, airports, air navigation, aircraft airworthiness and operations and flight safety, aviation inspectors, flight inspectors needs compared to the standard does not meet the minimum requirements specified ratio is still one flight inspector versus 4 -5 planes, which means that future flight inspectors need more so would be good to support airline service performance. The method is done using qualitativedescriptive analysis method to aviation inspectors. To obtain the results of such studies necessary steps to meet the inspector attempts air transport, airports, aviation security, air navigation and aircraft airworthiness and operations assuming the Office of Airports Authority have at least 1 person inspector level 3 for each type of expertise and 4 flight inspector level 2 and have as many as 3 people inspector level 1 for each work area.Keywords: The Needs of Flight Inspectors, Airport Authority, Level Standard Kondisi industri penerbangan di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan namun terjadi ketidakseimbangan antara pertumbuhan jumlah penumpang dan jumlah pesawat serta jumlah inspektur penerbangan yang bertugas memeriksa kelaikan pesawat. Berdasarkan hasil pengolahan data pada Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II yang bertempat di Polonia-Medan terdiri dari Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau. Untuk wilayah II bahwa jumlah inspektur penerbangan saat ini yang tersedia baru sebanyak 44 orang, sedangkan kebutuhan yang diperlukan diperkirakan sebanyak 85 orang. Sedangkan kebutuhan inspektur penerbangan dari masing-masing kelompok inspektur penerbangan di bidang angkutan udara, bandar udara, navigasi penerbangan, kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara serta keamanan penerbangan, jumlah inspektur penerbangan belum sesuai dibandingkan dengan standar kebutuhan rmmmal yang ditetapkan rasionya masih 1 inspektur penerbangan berbanding 4-5 pesawat, yang artinya kedepan semakin banyak inspektur penerbangan dibutuhkan sehingga akan lebih baik dalam mendukung kinerja pelayanan penerbangan. Metode yang dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif terhadap inspektur penerbangan. Untuk memperoleh hasil kajian tersebut diperlukan langkah-langkah upaya untuk memenuhi inspektur angkutan udara, bandar udara, keamanan penerbangan, navigasi penerbangan dan kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara dengan asumsi Kantor Otoritas Bandar Udara sekurang-kurangnya memiliki 1 orang inspektur level 3 untuk tiap jenis bidang keahliannya dan 4 orang inspektur penerbangan level 2 serta memiliki sebanyak 3 orang inspektur level 1 untuk tiap wilayah kerja. Kata kunci: Kebutuhan Inspektur penerbangan, Otoritas Bandara, Standar Level
Fungsi Produksi dan Dampak Ekonomi Industri Perkapalan Beserta Jasa Perbaikannya Suryadi, Suryadi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i5.1025

Abstract

This study aimed to determine the effect of input variables on the production of the shipping industry and its service improvement. Input variables to be tested, namely labor, raw materials and capital. To determine the economic impact of the shipping industry and its service improvement, is used the inverse matrix in updating the Input-Output Tables of 2010. The research results revealed that wage labor (Xl) has a positive and significant impact on the shipping industry output value and repair services to the value of coefficient of 0.536. Feedstock production factor (X2) making a positive impact on the shipping industry output and services improvement, amounting to 0.490. Production factor of capital (X3) does not significantly influence industrial production and ship repair services. The scale of the shipping industry and the results of operations improvement services show increasing returns to scale for all three variables when added together, will result in the value of 1.086. Increasing growth of the shipping industry and improvement services, able to spur other economic sectors to grow through multiplier is created. In the event of an increase in demand in the shipping industry and repair services for one unit, the economic sectors affected most of it coming in the shipping industry and repair services for 1.744 unit; Other electrical equipment industry by 0.077 unit; industrial machinery and equipment amounted to 0.056 units; electricity sector amounted to 0.049 unit; goods industries of iron and steel amounted to 0.042 unit and industrial goods of oil refinery by 0.037 unit.Keywords: Increasing return to scale, multiplier, input and output Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel input terhadap produksi industri perkapalan beserta jasa perbaikannya. V ariabel input yang akan diuji yaitu upah tenaga ketja, bahan baku dan modal. Untuk mengetahui dampak ekonomi industri perkapalan beserta jasa perbaikannya, digunakan matriks invers dalam Tabel InputOutput updating tahun 2010. Dari hasil penelitian diketahui bahwa upah tenaga ketja (Xl) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap nilai output industri perkapalan dan jasa perbaikannya dengan nilai koefisien sebesar 0,536. Faktor produksi bahan baku (X2) memberikan pengaruh yang positif terhadap output industri perkapalan dan jasa perbaikannya, yaitu sebesar 0,490. Sedang faktor produksi modal (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi industri kapal dan jasa perbaikannya. Skala hasil usaha industri perkapalan dan jasa perbaikannya  menunjukkan increasing return to scale karena bila dijumlahkan ketiga variabel bebas, akan menghasilkan nilai 1,086. Peningkatan pertumbuhan industri perkapalan dan jasa perbaikannya, mampu memacu sektor-sektor ekonomi lainnya untuk berkembang lewat multipler (pengganda) yang diciptakannya. Apabila terjadi peningkatan permintaan pada industri perkapalan dan jasa perbaikannya sebesar satu satuan, maka sektor-sektor ekonomi yang terkena dampak paling besar terjadi pada industri perkapalan dan jasa perbaikannya sebesar 1,744 satuan; sektor industri perlengkapan listrik lainnya sebesar 0,077 satuan; sektor industri mesin dan perlengkapannya sebesar 0,056 satuan; sektor ketenagalistrikan sebesar 0,049 satuan; sektor industri barang-barang dari besi dan baja sebesar 0,042 satuan serta sektor industri barang-barang hasil kilang minyak sebesar 0,037 satuan. Kata Kunci : skala hasil yang semakin meningkat, pengganda, masukan dan keluaran
Prosedur Pemeliharaan Landas Pacu (Runway) Bandar Udara SM. Badaruddin II. Palembang ( Mengacu Pada Prosedur Teknis) Najamudin, Ismail
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i5.1026

Abstract

Maintenance activities of both runway rubber deposits and runway sweeper depending on the movement of aircraft at the airport, especially on the movement of aircraft on the runway (runway) were determined on the maneuvering area (manouvering area) is part of the airport used for take-off (take off) , landing, and move off the connecting (taxiway) by aircraft. SM.Badaruddin II Palembang airport has a long runway 3,000 meters with a thickness of 60 meters wide runway PCN 80. Implementation of the maintenance condition of the runway (runway) is done to improve the return characteristics of the runway roughness or roughness on the original condition according to the provisions stipulated in the ICAO, so that the aircraft does not slip out of the runway while landing and aircraft engines are not penetrated dirt and gravel stones, such as Sriwijaya Air plane skidded on landing at airport Adisutjipto Yogyakarta Analysis method using qualitative descriptive analysis approach in terms of aspects of facility cleaning rubber deposits and runway sweeper cleaning, maintenance and aspects of executive personnel and systems aspects airport runway maintenance procedures.Keywords: Maintenance Airport runway Kegiatan pemeliharaan landas pacu baik rubber deposit maupun runway sweeper tergantung dengan pergerakan pesawat udara di bandara khususnya pada pergerakan pesawat di landas pacu (runway) diantaranya ditentukan pada daerah manuver (manouvering area) yaitu: bagian dari bandar udara yang digunakan untuk tinggal landas (take off), mendarat (landing), dan bergerak di landas penghubung (taxiway) oleh pesawat udara. Bandara SM.Badaruddin II Palembang mempunyai panjang landas pacu (runway) 3.000 meter lebar 60 meter dengan ketebalan landas pacu PCN 80. Kondisi pelaksanaan pemeliharaan landas pacu (runway) dilakukan untuk meningkatkan kembali karakteristik tingkat kekesatan a tau kekasaran landas pacu pada kondisi semula sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam ICAO, agar pesawat udara tidak tergelincir keluar dari landas pacu ketika mendarat (landing) dan mesin pesawat tidak dimasuki kotoran dan batu krikil, seperti pesawat Sriwijaya Air tergelincir saat mendarat di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Metode analisis menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif ditinjau dari aspek fasilitas pembersihan rubber deposit, pembersihan runway sweeper, aspek personel pelaksana pemeliharaan dan aspek sistem dan prosedur pemeliharaan landas pacu bandara. Kata Kunci : Pemeliharan landas pacu Bandara
Kebutuhan Personel Air Traffic Controller (ATC) Di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Susetyadi, Ari; Nurhayati, Yati
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i5.1027

Abstract

Assessment of personnel needs of air traffic controllers (ATC) at the Sultan Mahmud Airport Badaruddin II Palembang is to find out how many number of needs of air traffic controllers (ATC) at the Sultan Mahmud Airport Badaruddin II Palembang that has with standards / regulations by the !CAO to support flight operations in order to ensure flight safety. Assessment method was quantitative method with the decomposition of descriptive, exposure and explanation in detail based on the compilation of primary data and secondary data that have been processed. The results of the assessment show that air traffic controller (ATC) at the Sultan Mahmud Airport Badaruddin II Palembang is still not adequate, there is still lack of abaout 11 air traffic controller (ATC) personnel at the Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Airport.Keywords : air traffic controller (ATC), Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Airport Pengkajian tentang kebutuhan personel air traffic controller (ATC) di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang adalah untuk mengetahui bagaimana jumlah kebutuhan air traffic controller (ATC) di Bandara sultan Mahmud Badaruddin II Palembang apakah telah memenuhi standar/peraturan yang ditetapkan oleh ICAO untuk mendukung kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan. Metode pengkajian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan penguraian ( deskriptif), pemaparan dan penjelasan secara rind berdasarkan kompilasi data primer dan data sekunder yang telah diolah. Hasil pengkajian menunjukan personel air traffic controller (ATC) di Bandara sultan Mahmud Badaruddin II Palembang masih belum memadai, yakni masih terdapat kekurangan sekitar 11 personel air traffic controller (A TC) di Bandara sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Kata Kunci: air traffic controller (ATC),Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 2 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 1 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 2 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 1 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 1 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 2 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 1 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 2 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 1 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 2 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 6 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 5 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 3 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 2 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 1 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 6 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 5 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 4 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 3 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 2 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 1 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 12 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 11 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 10 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 9 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 8 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 7 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 6 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 5 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 4 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 3 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 2 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 7 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 6 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 5 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 4 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 3 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 2 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 1 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 6 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 3 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 2 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 1 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 5 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 4 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 3 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 2 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 1 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 12 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 11 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 10 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 9 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 8 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 7 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 6 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 5 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 4 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 3 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 2 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 1 (2010): Warta Penelitian Perhubungan More Issue