cover
Contact Name
Herlina Yustati
Contact Email
baabu.alilmi@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
herlina.yustati@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211 Bengkulu, Sumatra Indonesia
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan Syariah
ISSN : 27274163     EISSN : 2654332X     DOI : 10.29300/ba.v9i1.XXX
This journal is an electronic scientific journal focused on advancing knowledge in the fields of Islamic economics and banking. It publishes research articles, theoretical studies, and practical analyses covering topics such as Islamic finance, Islamic banking, halal investment, macro- and microeconomics based on Sharia principles, as well as economic policies aligned with Islamic law. By presenting high-quality scholarly works, Baabu Ilmi aims to serve as a platform for academic discussion and a valuable reference for researchers, academics, practitioners, and policymakers interested in the development of Islamic economics and banking.
Articles 215 Documents
Etika dan Pola Konsumsi Islami dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Pendekatan Maqasid Syariah Annisa Masruri Zaimsyah
Jurnal BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11, No 2 (2026): Islamic economics and banking research
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ba.v11i2.10742

Abstract

Stunting dan ketahanan pangan tetap menjadi tantangan serius dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, mendorong pemerintah untuk menerapkan Program Makan Gratis Bergizi (MBG) sebagai intervensi gizi nasional. Dalam konteks masyarakat mayoritas Muslim, evaluasi kebijakan pangan publik tidak hanya relevan dari perspektif teknokratis tetapi juga dari sudut pandang nilai-nilai etika Islam. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian Program MBG dengan prinsip ḥalālan ṭayyiban dan kerangka maqāṣid al-sharī'ah sebagai landasan etika konsumsi Islami. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui riset pustaka, dengan mengacu pada Al-Qur'an, Hadits, peraturan kebijakan, dan literatur akademis yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa, secara konseptual, Program MBG selaras dengan prinsip ḥalālan ṭayyiban dengan menyediakan makanan halal dan bergizi seimbang berdasarkan sumber daya pangan lokal. Dari perspektif maqāṣid al-sharī'ah, program ini berkontribusi pada perlindungan kehidupan (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-'aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), kekayaan (ḥifẓ al-māl), dan agama (ḥifẓ al-dīn). Namun, pada tingkat implementasi, beberapa tantangan masih ada, termasuk kelemahan dalam manajemen rantai pasokan, potensi penurunan kualitas pangan, dan perilaku konsumsi yang cenderung boros dan tidak seimbang secara nutrisi, sehingga membatasi realisasi optimal prinsip ṭayyib. Oleh karena itu, integrasi pengawasan halal–ṭayyib, pendidikan etika konsumsi Islami, dan penguatan tata kelola program sangat penting untuk memastikan bahwa Program MBG berfungsi tidak hanya sebagai inisiatif mitigasi stunting tetapi juga sebagai kebijakan pangan publik berbasis nilai Islam yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Pengaruh Intership Experience, Self efficacy, dan persepsi kestabilan karir terhadap Kesiapan Kerja Di Lembaga Keuangan Syariah Nadia Damayanti
Jurnal BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11, No 2 (2026): Islamic economics and banking research
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ba.v11i2.10782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh internship experience, self-efficacy, dan persepsi kestabilan karir terhadap kesiapan kerja di lembaga keuangan syariah di Bandar Lampung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 96 responden yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja. Internship experience memiliki koefisien regresi tertinggi (β = 0,535; p = 0,003), diikuti oleh persepsi kestabilan karir (β = 0,293; p = 0,001), dan self-efficacy (β = 0,288; p = 0,008). Model regresi mampu menjelaskan 79,4% variasi kesiapan kerja (R² = 0,794). Temuan ini mengimplikasikan pentingnya program magang terstruktur, penguatan keyakinan diri, dan komunikasi prospek karir yang jelas dalam meningkatkan kesiapan kerja lulusan untuk industri keuangan syariah
Analisis Risiko dan Strategi Mitigasi Layanan Door To Door Pada Produk Pembiayaan Murabahah (Studi Kasus BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional KC Metro) Zahrotul Firdaus; Ika Trisnawati Alawiyah
Jurnal BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11, No 2 (2026): Islamic economics and banking research
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ba.v11i2.10888

Abstract

This study aims to analyze the risks and mitigation strategies implemented in the door-to-door service of murabahah financing products at BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional, Metro Branch Office. The service is designed to improve financing accessibility for members, particularly micro-entrepreneurs; however, its implementation poses potential operational and financing risks. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that operational risks include limited field supervision, potential transaction recording errors, security risks for field officers, and high operational costs, while financing risks involve payment delays and an increase in Non-Performing Financing (NPF) due to members’ business instability. To mitigate these risks, BMT applies prudential principles through 5C analysis, multi-layered supervision, the use of an integrated Mobile Collection digital system, restrictions on large cash transactions, and a gradual mechanism for handling problematic financing. Overall, the study highlights that strengthening internal procedures and leveraging digital technology are key factors in maintaining the quality of murabahah financing and ensuring that the door-to-door service remains effective, secure, and compliant with sharia principles.
Pengaruh Service Excellence Terhadap Kepuasan Nasabah Bank Syariah Dengan Harapan Nasabah Sebagai Variabel Moderasi Mufita Rahmatul Barokah; Rahmawati Khoiriyah
Jurnal BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11, No 2 (2026): Islamic economics and banking research
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ba.v11i2.10807

Abstract

The development of Islamic banking in the Greater Solo area reflects positive dynamics, but changes in customer behavior and the need for digitalization emphasize the need to improve service quality. This study aims to (1) Empirically test the effect of Service Excellence on Customer Satisfaction (2) Analyze the relationship between Customer Expectations and Customer Satisfaction (3) Test the moderating role of Customer Expectations in assessing the extent to which these variables can strengthen or weaken the relationship between Service Excellence and Customer Satisfaction. The research approach applied a quantitative method with a causality design. Primary data was obtained through an online questionnaire administered to 200 active Islamic bank customers in Greater Solo who had interacted with Customer Service. The analysis was conducted using PLS-SEM. The findings revealed that Service Excellence had a positive effect on Customer Satisfaction, with the attitude dimension being the strongest indicator. Conversely, Customer Expectations did not show a significant relationship with Customer Satisfaction and did not act as a moderator in the relationship between Service Excellence and Customer Satisfaction. This conclusion reinforces that customer satisfaction is determined more by actual service experience than by initial expectations. This study suggests that Islamic banks should focus on improving the attitude and responsiveness dimensions of customer service rather than simply manipulating customer expectations through marketing communications.
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Pengangguran Terbuka terhadap Indeks PembangunanManusia di Pulau Sumatera dalam Perspektif Ekonomi Islam Tahun 2020-2024 Regita Putri Febrianti; Fatih Fuadi; Yulistia Devi
Jurnal BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11, No 2 (2026): Islamic economics and banking research
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ba.v11i2.10871

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tela menjadi indikator penting pencapaian pembangunan regional. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji dari sudut pandang ekonomi Islam, bagaimana Indeks Pembangunan Manusia Pulau Sumatra dipengaruhi oleh Pertumbuhan Ekonomi Dan Tingkat Pengangguran Terbuka. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif, dengan memanfaatkan data panel dari sepuluh provinsi di Pulau Sumatra. Indeks Pembangunan Manusia di Pulau Sumatra tidak terlalu terpengaruh secara signifikan dan terpengaruh secara positif oleh pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, indeks pembangunan manusia Pulau Sumatra secara signifikan dan negatif terpengaruh Tingkat pengangguran terbuka. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa indeks pembangunan manusia Pulau Sumatra sangat dipengaruhi oleh tingkat pengangguran terbuka dan pertumbuhan ekonomi. Ekonomi Islam memprioritaskan falah (kesejahteraan di dunia dan akhirat) di atas sekadar meningkatkan pendapatan atau metric statistik. Oleh karena itu, Islam berpendapat bahwa di sampan unsur ekonomi dan fisik, kemajuan manusia harus mencakup dimensi spiritual, moral, dan sosial.