cover
Contact Name
Adinda Juwita Sari
Contact Email
adindajuwitasari@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dietetics@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Natar No. 100, Natar, Lampung Selatan
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Journal of Dietetics Science
ISSN : -     EISSN : 31092446     DOI : https://doi.org/10.26630
Core Subject : Health, Science,
Journal of Dietetics Science (ISSN : 3109-2446) publishes peer-reviewed original research articles across the full spectrum of nutritional science. This includes experimental nutrition in humans, food technology, food services, dietetics, and other related fields. Additionally, the journal features special articles such as comprehensive reviews, biographies of prominent nutrition scientists, and thought-provoking discussions on controversial issues in nutrition. The primary goal of all publications submitted to the journal should be to advance the body of knowledge in nutritional science. JDS encourages submissions that address key topics, including, but not limited to, nutritional epidemiology, dietary requirements, metabolic investigations, body composition, energetics, appetite regulation, stunting, wasting, obesity, and other nutritional health issues impacting populations worldwide.
Articles 12 Documents
Pentingnya Indikator Satuan Epidmiolog Dalam Rangka Kebijakan Pada Pencegahan Kejadian Stunting Sutarto, Sutarto; Indriyani, Reni
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4905

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan global yang sangat berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan, terutama di Indonesia. Meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan untuk mengurangi prevalensi stunting, angka stunting masih tinggi, menunjukkan perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap efektivitas kebijakan tersebut. Artikel ini membahas pentingnya penggunaan indikator satuan epidemiologi, seperti prevalensi stunting, angka kematian bayi, cakupan imunisasi, dan sanitasi, dalam memantau dan merancang kebijakan pencegahan stunting yang lebih efektif. Indikator ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kebijakan, serta mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data. Selain itu, pendidikan kesehatan juga memiliki peranan penting dalam upaya pencegahan stunting, terutama melalui program penyuluhan yang berkelanjutan untuk masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui. Program penyuluhan yang efektif dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang dan pengasuhan yang baik selama 1000 Hari Pertama Kehidupan. Melalui pendekatan multisektoral yang melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, dan sosial, serta penguatan peran kader kesehatan, diharapkan prevalensi stunting dapat menurun secara signifikan. Artikel ini juga merekomendasikan pemanfaatan teknologi untuk memperluas jangkauan pendidikan kesehatan dan melakukan evaluasi kebijakan secara berkala untuk menyesuaikan dengan temuan di lapangan.
Gambaran Karakteristik dan Pengetahuan Kader Posyandu dalam Pengukuran Antropometri Di Wilayah Puskesmas Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang 2024 Rusyantia, Anggun; Putri, Sefanadia; Arsyad Temenggung, Mara Sari
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4919

Abstract

Integrated Health Service Posts (Posyandu) are community-based health efforts managed by cadres to provide easy access to basic health services, including anthropometric measurements of toddlers. The characteristics and roles of cadres influence the monitoring of toddler growth and development. This study aims to assess the characteristics, knowledge, and skills of Posyandu cadres in performing anthropometric measurements of toddlers at the Gedung Meneng Community Health Center, Tulang Bawang Regency. This research uses a quantitative descriptive approach with a sample of 46 cadres from the Gedung Meneng Community Health Center area. The results showed that the average age of the cadres is 41 years, with most having completed elementary school (45.7%), junior high school (28.3%), and high school (26.1%). All cadres have more than one year of work experience. The knowledge of cadres regarding anthropometric measurements is predominantly good (80.4%), while 19.6% have moderate knowledge. In terms of skills, 52.1% of cadres are skilled in measuring infant weight, 60.9% in digital weighing, and 63% in height measurement. However, 65.2% were not skilled in measuring body length, 71.8% in measuring arm circumference, and 58.7% in measuring head circumference. Despite good knowledge, skills were not fully optimized. Therefore, it is recommended that the Gedung Meneng Community Health Center involve nutritionists to provide re-training and continuous support to improve the skills of cadres.
Kajian Pembuatan Cupcake dengan Penambahan Tepung Bayam Merah dan Tepung Ikan Teri sebagai Alternatif Makanan Selingan Tinggi Zat Besi dan Kalsium bagi Ibu Hamil Indriyani, Reni; Merita Putri; Nugroho, Arie; Sejati, Nawasari Indah Putri
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4929

Abstract

Cupcake merupakan salah satu makanan selingan yang banyak disukai oleh masyarakat, baik anak-anak hingga dewasa. Produk cupcake yang dikonsumsi saat ini masih memiliki kandungan gizi terbatas, sehingga perlu ditambahkan beberapa pangan lain untuk meningkatkan nilai gizi cupcake. Nilai gizi cupcake dapat ditingkatkan dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri yang mempunyai kandungan zat besi dan kalsium yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur dan penerimaan keseluruhan) serta kandungan zat besi dari cupcake dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri yang paling disukai. Metode yang digunakan berupa deskriptif dengan satu kali pengulangan dalam pembuatan produknya. Penelitian ini menggunakan 2 faktor, faktor pertama yaitu penambahan tepung bayam merah dengan konsentrasi 8%, 12%, 16%, dan 20%, faktor kedua yaitu penambahan tepung ikan teri dengan konsentrasi 8%, 12%, 16% dan 20%. Uji organoleptik menggunakan metode uji hedonik, kemudian dilanjutkan uji kadar zat besi dengan metode Plasma Terpasang Secara Induktif Spektrometri Massa (ICP – MS), kandungan zat gizi menggunakan TKPI 2020, dan foodcost pada cupcake yang paling disukai. Berdasarkan uji organoleptik didapatkan hasil cupcake dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri yang paling disukai yaitu formula 1 dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri sebanyak 8%. Hasil analisis zat besi cupcake dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri dengan menggunakan TKPI yaitu sebesar 1,28 mg, sedangkan berdasarkan uji laboratorium kadar zat besi didapatkan sebesar 8,7 mg. Perlu dilakukan uji umur simpan untuk mengetahui berapa lama produk cupcake bisa dikonsumsi dengan baik. Dan pada saat pencampuran mentega cair kedalam adonan harus dipastikan tercampur dengan rata karena jika tidak tercampur rata maka cupcake tidak mengembang dengan sempurna.
Tingkat Pengetahuan, Sikap, Pola Konsumsi Makanan Mengandung Zat Besi Dan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Bertalina, Bertalina; Diwala, Elsa
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4932

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang terjadi pada remaja. Pada tahun 2018, anemia di Provinsi Lampung adalah sebesar 11,67%, sedangkan prevalensi anemia di kota Bandar Lampung sebesar 23,37% (Dinas KesehatanProvinsi Lampung, 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap, pola konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri kelas VII dan VIII di SMP IT Fitrah Insani Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri sebanyak 38 responden, pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan FFQ. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMP IT Fitrah Insani Bandar Lampung. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri memilikipengetahuan anemia yang baik (55,3%), sikap positif terkait penanganan anemia (52,6%), dan pola konsumsi makanan mengandung zat besi yang kurang baik (57,9%). Selain itu diketahui bahwa hanya 2,6% remaja putri yang mengkonsumsiTablet Tambah Darah (TTD). Program pemberian tablet tambah darah sudah ada dari pemerintah, sehingga diharapkan kepada pihak sekolah agar menyediakan media kesehatan seputar manfaat dan ajakan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dilingkungan sekolah, sekolah juga dapat menyelenggarakan minum TTD bersama setiap 1xdalam seminggu serta menyediakan TTD mandiri, dan diharapkan kepada puskesmas setempat agar dapat memberi motivasi dan edukasi seputar anemia dan manfaaat TTD untuk meningkatkan efektivitas konsumsi TTD.
Status Gizi, Riwayat Penyakit Tidak Menular Dan Kebiasaan Olahraga Pada Lansia Di Posyandu Lansia Kelurahan Kotabumi Tengah Kabupaten Lampung Utara Syakir, Sutrio
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4940

Abstract

Nutritional problems that are often experienced by the elderly in addition to malnutrition, obesity problems are also often experienced by the elderly, which can arise because activity in this group has decreased while food intake is not reduced or even excessive, The purpose of the study was to determine the description of nutritional status and history of non-communicable diseases and exercise habits in the elderly at the Elderly Posyandu, Kotabumi Tengah Village, North Lampung Regency. The type of research used was descriptive research with a cross-sectional approach. The location of the study was at the Elderly Posyandu, Kota Bumi Tengah Village with a population of 48 people. The variables used were nutritional status, disease history, exercise habits and characteristics (gender, age, education, work). The data collection method used was Random Sampling (simple random). Data collection in this study used a questionnaire in the form of questions to determine the nutritional status, disease history and exercise habits of elderly participants. Data analysis used univariate analysis. The results of the study obtained as many as the nutritional status of the elderly according to BMI, namely 5% very thin, 5% thin, 57.5% normal, 15% fat, 17.5% obesity, history of NCDs in the elderly category who have a history of NCDs 85%, those who do not have a history of NCDs 15%, exercise habits in the elderly category rarely / do not exercise 62.5%, often exercise 37.5%. It is hoped that health workers can increase the knowledge of the elderly about non-communicable diseases by providing education and assistance. Counseling is more interactive, creative with lecture methods and two-way discussions with adult learning methods.
Pengaruh Pemberian Onde-Onde Ubi Ungu Isi Hati Ayam dengan Penambahan Tepung Kacang Hijau pada Siswi Anemia SMAN 1 Liwa, Lampung Barat 2025 Ryan Agusta; Siregar, Afriyana; Sartono; Eliza
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i2.5291

Abstract

ABSTRACT Anemia is a pressing health problem worldwide, especially in developing countries like Indonesia. This condition occurs when the hemoglobin (Hb) level in the blood is below normal, disrupting the oxygen transport process to body tissues. The aim was to determine the effect of giving purple sweet potato onde-onde on increasing hemoglobin in students of SMA 1 Liwa, West Lampung 2025 who suffer from anemia. This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design. The subjects were 60 female adolescents suffering from anemia at SMA 1 Liwa, West Lampung 2025 who were divided into treatment and comparison groups. The treatment group was given purple sweet potato onde-onde twice a day, each time giving 60 grams for 10 consecutive days. The data collected included hemoglobin levels, macronutrient intake, and iron, and were analyzed using appropriate statistical tests. Results The average hemoglobin level before treatment was 10.85 g/dl and after treatment was 11.94 g/dl with an average decrease of 1.090 g/dl. The results of the paired t-test showed a p-value of 0.001 (<0.05) which indicates that there is an effect of giving purple sweet potato onde-onde filled with chicken liver with the addition of green bean flour on increasing hemoglobin levels in students of SMA 1 Liwa, West Lampung 2025 who suffer from anemia. There is an effect of giving purple sweet potato onde-onde on increasing hemoglobin in students of SMA 1 Liwa, West Lampung 2025 who suffer from anemia. ABSTRAK Anemia merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang bersifat mendesak di seluruh dunia, khususnya di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Kondisi ini terjadi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah nilai normal, sehingga proses transportasi oksigen ke jaringan tubuh menjadi terganggu. Tujuan mengetahui pengaruh pemberian onde-onde ubi ungu terhadap peningkatan hemoglobin pada siswa SMA 1 Liwa Lampung Barat 2025 yang menderita anemia. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah 60 remaja putri yang menderita anemia di SMA SMA 1 Liwa Lampung Barat 2025 yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan pembanding. Kelompok perlakuan diberikan onde-onde ubi ungu 2 kali sehari, setiap kali pemberian sebanyak 60 gr diberikan selama 10 hari secara berturut-turut. Data yang dikumpulkan meliputi hasil kadar hemoglobin, asupan zat gizi makro, dan fe, serta dianalisis menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil Rata-rata kadar hemoglobin sebelum perlakuan sebesar 10,85 g/dl dan sesudah perlakuan sebesar 11,94 g/dl dengan rata-rata penurunan sebesar 1,090 g/dl. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p-value 0.001 (<0.05) yang menunjukkan ada pengaruh pemberian onde-onde onde-onde ubi ungu isi hati ayam dengam penambahan tepung kacang hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswa SMA 1 Liwa Lampung Barat 2025 yang menderita anemia. Ada pengaruh pemberian onde-onde ubi ungu terhadap peningkatan hemoglobin pada siswa SMA 1 Liwa Lampung Barat 2025 yang menderita anemia.
Asupan Karbohidrat dan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Darah Puasa Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 atmadja, taufiq; Marwah, Salma Fadila; Husnul, Nisatami
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i2.5243

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a metabolic disease that occurs because blood glucose levels increase due to impaired insulin secretion. The purpose of this study was to analyze the relationship between carbohydrate intake and physical activity with fasting blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus at Puskesmas Mangkubumi in 2025. We used a cross-sectional design with 72 subject selected by quota sampling method. Chi-square was used to data analyze. The results showed that the majority of respondents were female (68.1%), and aged 50-69 years (76.4%). The majority of respondents were in excess carbohydrate intake (41.7%), moderate physical activity (45.8%), and uncontrolled blood glucose levels (61.1%). Bivariate results showed carbohydrate intake (p=0.018) had a significant relationship with fasting blood glucose levels, while physical activity had no significant relationship with fasting blood glucose levels (p=0.128). Carbohydrate intake showed a significant association with fasting blood glucose levels, while physical activity is not significantly related to blood glucose levels in patients with T2DM. ABSTRAK Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang terjadi karena kadar glukosa darah meningkat akibat adanya gangguan sekresi insulin. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara asupan karbohidrat dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah puasa pada penderita diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian cross sectional dengan sampel 72 responden menggunakan metode quota sampling. Analisis data yang digunakan yaitu uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (68,1%), dan berusia 50-69 tahun (76,4%). Mayoritas responden berada pada asupan karbohidrat berlebih (41,7%), aktivitas fisik sedang (45,8%), dan kadar glukosa darah tidak terkontrol (61,1%). Hasil bivariat menunjukkan asupan karbohidrat (p=0,018) terdapat hubungan signifikan dengan kadar glukosa darah puasa, sedangkan aktivitas fisik tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kadar glukosa darah puasa (p=0,128). Asupan karbohidrat memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar glukosa darah, sedangkan aktivitas fisik tidak berhubungan signifikan dengan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe 2.
Analisis Faktor Gizi dan Konsumsi Makanan sebagai Prediktor Prestasi Belajar Anak Sekolah Dasar Rahmadi, Antun; Fitricia Andreani
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i2.5399

Abstract

ABSTRACT Academic achievement among elementary school children is influenced by various factors, including nutritional status, diet quality, and nutrition knowledge. These factors play a crucial role in supporting cognitive development and learning performance. This study aimed to analyze the association between diet quality, nutritional status, and nutrition knowledge as predictors of academic achievement among elementary school children. A cross-sectional design was employed, involving 60 students selected using simple random sampling. Nutritional status was assessed using body mass index-for-age (BMI/A), diet quality was evaluated using a diet quality index score (range 0–100), and nutrition knowledge was measured using a standardized questionnaire. Data were analyzed using SPSS version 26. The Kolmogorov–Smirnov test was performed to confirm normality before conducting Pearson correlation and multiple linear regression analyses. The results showed significant correlations between academic achievement and diet quality (r = 0.42; p = 0.0012), nutritional status (r = 0.36; p = 0.0045), and nutrition knowledge (r = 0.28; p = 0.0321). Multiple regression analysis revealed that all three variables were significant predictors of academic achievement, with R² = 0.42 and adjusted R² = 0.39, indicating that 39% of the variance in academic achievement was explained by these predictors. In conclusion, diet quality, nutritional status, and nutrition knowledge contribute significantly to improving academic achievement among elementary school children. ABSTRAK Prestasi belajar anak sekolah dasar dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya status gizi, kualitas konsumsi makanan, dan pengetahuan gizi. Ketiga faktor tersebut berperan penting dalam mendukung perkembangan kognitif dan kemampuan akademik anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas konsumsi makanan, status gizi, dan pengetahuan gizi dengan prestasi belajar pada anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan jumlah sampel sebanyak 60 anak yang dipilih secara acak sederhana. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan status gizi berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U), penilaian kualitas konsumsi makanan menggunakan skor indeks kualitas diet (rentang 0–100), serta kuesioner pengetahuan gizi terstandar. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26. Uji normalitas Kolmogorov–Smirnov dilakukan sebelum analisis bivariat dengan korelasi Pearson dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas konsumsi makanan (r = 0,42; p = 0,0012), status gizi (r = 0,36; p = 0,0045), dan pengetahuan gizi (r = 0,28; p = 0,0321) berhubungan signifikan dengan prestasi belajar. Hasil analisis multivariat menunjukkan ketiga variabel tersebut merupakan prediktor signifikan terhadap prestasi belajar, dengan nilai R² sebesar 0,42 dan Adjusted R² sebesar 0,39. Dengan demikian, kualitas konsumsi makanan, status gizi, dan pengetahuan gizi terbukti berkontribusi terhadap peningkatan prestasi belajar anak sekolah dasar.
Hubungan Kadar Asam Urat dengan Kadar Kolesterol HDL pada Peserta Prolanis di Puskesmas Kedaton Bandar Lampung Eka Yunianto, Andi; Sutrio
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i2.5367

Abstract

ABSTRACT Uric acid and High-Density Lipoprotein (HDL) are important biomarkers associated with the risk of metabolic and cardiovascular diseases. Hyperuricemia is known to increase the risk of hypertension, metabolic syndrome, and heart disease, while low HDL levels contribute to atherosclerosis. However, the relationship between uric acid and HDL levels is still not entirely consistent in various studies. This study aims to analyze the relationship between uric acid and HDL levels in Prolanis patients at the Kedaton Community Health Center, Bandar Lampung. The study used a cross-sectional design involving 42 respondents aged 42–76 years. Data were collected through venous blood examination of 8 ml. HDL levels were measured using the Chod-Pap method, while uric acid levels were measured using the Uricase method. Data analysis used the Pearson test with a significance level of p <0.05. Based on the average HDL level of respondents was 49.79 ± 7.67 mg/dl, while uric acid levels were 7.17 ± 8.13 mg/dl. Correlation analysis showed a significant positive relationship between uric acid levels and HDL (r=0.339; p=0.028). There was a positive relationship between uric acid levels and HDL, indicating that uric acid, at certain levels, may act as an antioxidant that supports lipid metabolism. However, high uric acid levels remain a risk factor for metabolic disease. Further research with larger samples is needed to confirm these findings. ABSTRAK Asam urat dan High-Density Lipoprotein (HDL) merupakan biomarker penting yang berhubungan dengan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. hiperurisemia diketahui meningkatkan risiko hipertensi, sindrom metabolik, dan penyakit jantung, sementara kadar hdl rendah berkontribusi pada aterosklerosis. namun, hubungan antara kadar asam urat dan HDL masih belum sepenuhnya konsisten dalam berbagai studi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar asam urat dan kadar HDL pada pasien prolanis di puskesmas kedaton, bandar lampung. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 42 responden berusia 42–76 tahun. data dikumpulkan melalui pemeriksaan darah vena sebanyak 8 ml. kadar hdl diukur dengan metode chod-pap, sedangkan kadar asam urat dengan metode uricase. analisis data menggunakan uji pearson dengan tingkat signifikansi p<0,05. Berdasarkan rata-rata kadar HDL responden adalah 49,79 ± 7,67 mg/dl, sedangkan kadar asam urat 7,17 ± 8,13 mg/dl. analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara kadar asam urat dan hdl (r=0,339; p=0,028). Terdapat hubungan positif antara kadar asam urat dan HDL, yang mengindikasikan bahwa asam urat pada kadar tertentu mungkin berperan sebagai antioksidan yang mendukung metabolisme lipid. namun, kadar asam urat yang tinggi tetap berisiko terhadap penyakit metabolik. penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini.
Teknik Menyusui Berhubungan dengan Keberhasilan ASI Eksklusif Bertalina, Bertalina Bertalina; Sri Wahyuni, Endang; Bela Martina, Keke
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i2.5430

Abstract

ABSSTRACT Breast milk is the best nutrition for optimal growth and development in infants. It is essential for a child's growth and intelligence. Infants who are not exclusively breastfed until the first six months of life are at risk of developing infectious diseases such as severe diarrhea. This study was descriptive with a cross-sectional approach. The sample size was 38 respondents. The study was conducted in Bumi Waras Village, Bumi Waras District, Bandar Lampung City. Data collection took place in April 2024. Data analysis used chi square test. The results of the study showed that 10.5% of babies received exclusive breastfeeding. Mother who had low knowledge of exclusive breastfeeding was 63.2%, received rooming in care were 34.2%, carried out early breastfeeding initiation were 50%, found history difficulty in breastfeeding were 92.1%. Chi square test showed that there were no significant relationship between  exclusive breastfeeding and early breastfeeding initiation (p = 0.113), rooming in (p = 0.207), mothers' knowledge (p = 0.788). There was a significant relationship between breastfeeding techniques exclusive breastfeeding and exlusive breastfeeding (p = 0.02). The Community Health Center can provide education to pregnant women to choose health facilities that provide Rooming In and Early Breastfeeding Initiation (IMD). Health workers should provide education on exclusive breastfeeding and breastfeeding techniques to mothers from pregnancy through integrated health posts, pregnancy classes, and community health centers. ABSTRAK Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi. Air susu ibu sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak. Bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif hingga usia enam bulan pertama kehidupan akan berisiko terkena diare yang parah dan fatal. Jenis penelitian ini adalah jenis deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 38 responden. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Bumi Waras Kecamatan Bumi Waras Kota Bandar Lampung. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan April 2024. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif 10,5% . Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan kategori cukup 63,2%,  Ibu yang mendapatkan perawatan rooming in 34,2%, melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sebesar 50%, ditemukan riwayat kesukaran pada saat menyusui sebesar 92,1%.  Hasil uji chi square  didapat tidak ada hubungan yang signifikan antara  ASI eksklusif dengan IMD (p= 0.113), rooming in (p= 0.207), pengetahuan ibu ( p= 0,788). Teknik menyusui berhubungan dengan  ASI eksklusif (p= 0.02).  Puskesmas dapat memberikan edukasi kepada ibu hamil untuk memilih fasilitas kesehatan yang menyediakan Rooming In dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Petugas kesehatan agar dapat memberikan edukasi tentang ASI eksklusif dan teknik menyusui kepada ibu sejak kehamilan melalui posyandu dan kelas ibu hamil serta puskesmas.

Page 1 of 2 | Total Record : 12