cover
Contact Name
Jurnal Teknologi Dan Ilmu Pertanian (TIP)
Contact Email
publishercdf@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
publishercdf@gmail.com
Editorial Address
Cattleya Darmaya Fortuna (CDF) Marindal 1, Pasar IV Jl. Karya Gg. Anugerah Kecamatan. Patumbak, Medan - Sumatera Utara
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknologi Dan Ilmu Pertanian (TIP)
ISSN : -     EISSN : 29883180     DOI : https://doi.org/10.54209/tip.v3i02
Jurnal Pertanian aims to encourage the development of science and technology in agriculture based on research results including: agribusiness, animal husbandry, fisheries, agro-industry, post-harvest industry, genetic engineering, environment, and food science, bioprocess engineering, food technology, food microbiology, food biotechnology, food chemistry, food nutrition, food processing, food waste management, industrial and system engineering, food and post-harvest engineering.
Articles 20 Documents
Characterization of Bioactive Compounds from Moringa Leaves and Their Application in High-Antioxidant Functional Drinks Sembiring, Terkeliat
Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 3 No. 02 (2025): Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/tip.v3i02.384

Abstract

Moringa oleifera leaves are known to be rich in bioactive compounds such as polyphenols (main flavonoids: quercetin, kaempferol, myricetin), vitamins (A, C), minerals, and essential amino acids[27][28]. This study characterized the main phytochemical components of Moringa leaf extract and evaluated the formulation of a high-antioxidant functional drink based on the extract. High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) assay identified the dominant compounds: quercetin-3-O-glucoside (≈960 µg/g), kaempferol (≈840 µg/g) and rutin (≈835 µg/g) in dried leaves[29][30]. The in-vitro antioxidant activity (DPPH, FRAP) of Moringa leaf aqueous extract reached IC₅₀ 50 µg/mL, comparable to ascorbic acid, indicating a strong radical scavenging capacity. The extract was formulated into a functional drink (moringa leaf infusion + orange juice) with a total phenolic content of 0.45 mg/mL and DPPH scavenging activity of 45% at a dose of 0.5 mg/mL[31][32]. Hedonic tests on 50 panelists showed good taste acceptance (score >80%) after the addition of honey as a natural sweetener. In vivo test results in mice on a high-fat diet showed that supplementation of moringa leaf infusion reduced liver malondialdehyde levels and improved glucose tolerance, indicating potential antioxidant and anti-metabolic syndrome[33][34]. In conclusion, moringa leaves are rich in bioactive compounds with high antioxidant activity; their application in functional drinks can provide health benefits as a source of natural antioxidants.
Pengembangan Edible Coating Berbasis Pati Sagu Termodifikasi untuk Menghambat Pencoklatan Buah Potong Syahputra, Mhd. Irwan
Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 2 No. 01 (2024): Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/tip.v2i01.386

Abstract

Penelitian ini mengembangkan edible coating berbasis pati sagu termodifikasi (oksidasi–asetilasi ringan) yang diperkaya asam askorbat untuk menekan reaksi pencoklatan enzimatis pada buah potong (apel/pepaya) dalam rantai dingin sederhana (5–10 °C). Formulasi diuji pada empat tingkatan: kontrol tanpa pelapis; sagu 2%; sagu 2% + askorbat 0,3%; sagu 2% + askorbat 0,5%. Parameter mutu meliputi indeks pencoklatan (BI), kehilangan berat (WL), laju respirasi (CO₂), kekerasan (firmness), warna (L*a*b*), dan total mikroba (TPC). Hasil menunjukkan bahwa pelapis sagu 2% + askorbat 0,5% menurunkan BI hari-3 sebesar ~45% dibanding kontrol, menekan WL sebesar 28%, mempertahankan kekerasan jaringan, dan menurunkan TPC ~0,9 log CFU/g. Analisis mekanistik mengindikasikan kombinasi barrier fisik (film sagu rendah-permeabilitas) dan anti-browning kimia (reduksi o-quinon oleh askorbat) bekerja sinergis. Secara praktis, pendekatan celup–kering mudah diadopsi oleh UMKM buah potong serta berbiaya rendah, sehingga berpotensi memperpanjang umur simpan operasional hingga ≥3–5 hari.
Identifikasi dan Pengendalian Biofilm Listeria monocytogenes pada Lini Produksi Daging Olahan sanjaya, rizki
Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 2 No. 01 (2024): Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/tip.v2i01.387

Abstract

Studi ini memetakan hotspot biofilm L. monocytogenes pada lini produksi daging olahan (drain, conveyor, slicer, area packaging) dan mengevaluasi protokol pembersihan–sanitasi (CIP/SSOP) berbasis alkali panas dan sanitan perasetat/quats. Swab ATP, qPCR (gen hlyA), serta model biofilm pada kupon SS304 digunakan untuk verifikasi. Kombinasi CIP alkali 2% 70 °C (20 min) + perasetat 200 ppm (5 min) menurunkan biomassa (OD590) 78% dan viabilitas 4,1 log CFU/cm². Skema validasi harian–mingguan mengurangi variabilitas higiene dan menurunkan risiko Listeria persisten.
Inovasi Teknologi Pertanian Organik terhadap Peningkatan Produktivitas dan Keberlanjutan Usahatani Padi di Pedesaan Sentosa, Budi; Syaputri, Indri
Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 2 No. 01 (2024): Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/tip.v2i01.388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan teknologi pertanian organik terhadap produktivitas padi serta dampaknya pada keberlanjutan lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei dan analisis deskriptif serta uji statistik regresi linier. Data diperoleh dari 60 responden petani padi di Kabupaten X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi organik (pupuk hayati, pestisida nabati, dan pola tanam ramah lingkungan) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil panen sebesar 18% dibanding metode konvensional. Selain itu, tingkat kesuburan tanah meningkat dan ketergantungan terhadap pupuk kimia menurun. Kesimpulannya, pertanian organik dapat menjadi solusi keberlanjutan usahatani padi di pedesaan.
Penerapan Sistem Irigasi Tetes terhadap Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi Air pada Budidaya Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Andrian, Rendy
Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 2 No. 01 (2024): Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/tip.v2i01.389

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia. Namun, salah satu kendala utama dalam budidaya cabai adalah keterbatasan air dan rendahnya efisiensi penggunaan air dalam praktik pertanian tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sistem irigasi tetes terhadap pertumbuhan, produktivitas, dan efisiensi penggunaan air pada tanaman cabai merah, dibandingkan dengan metode irigasi manual (konvensional). Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua perlakuan, yaitu P1 (irigasi tetes) dan P2 (irigasi manual), masing-masing diulang lima kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, berat panen per petak, serta volume air yang digunakan. Data dianalisis menggunakan uji t untuk membandingkan hasil kedua perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem irigasi tetes (P1) menghasilkan rata-rata berat panen 42,5 kg/petak, lebih tinggi 25% dibandingkan irigasi manual (P2) yang hanya 33,9 kg/petak. Selain itu, penggunaan air pada P1 lebih hemat hingga 35% dibandingkan P2, dengan efisiensi air hampir dua kali lipat. Dengan demikian, irigasi tetes terbukti mampu meningkatkan hasil panen sekaligus mengurangi penggunaan air.
Aplikasi Bacillus Sp. Melalui Pupuk Kandang Sapi Untuk Menekan Persentase Serangan Hama Wereng Coklat ( Nilaparvata lugens ) Pada Tanaman padi( Oryza Sativa L. ) Gurusinga, Wandana
Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/tip.v2i02.390

Abstract

The abstract should be clear and informative in one paragraph (between 150 and 300 words). Use the Book Antiqua font size 9 pt with single spacing. It should describe your entire paper in a concise manner containing an introduction indicating research gaps, objectives, methodology, findings, conclusions, and implications/contributions of the research. It should tell potential readers what you did and highlight key findings. Avoid using technical jargon and unfamiliar abbreviations. The abstract should appear at the top of the first page after the title, author. Email address of the corresponding author (who will handle correspondence at all stages of assessment and publication, as well as post-publication; this responsibility includes answering any future questions about the Methodology and Materials) of the paper. Keywords are your manuscript labels and are important for proper indexing and searching. They should be well chosen and closely related to the topic to make it easier for readers to find and should represent the content of your article. Use only abbreviations that are commonly used in the field. There should be 3-7 keywords (phrases). Each phrase in Keywords must be separated by a semicolon.
Pengaruh Jarak Tanam Dalam Upaya Menekan Pertumbuhan Gulma Pada Pertanaman Dan Produksi Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Manihuruk, Edo Cristofer
Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/tip.v2i02.391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi jarak tanam dan menekan pertumbuhan gulma pertanaman cabai merah (Capsicum annum L) serta untuk mengetahui hasil produksi cabai merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan J1 = Jarak Tanam 30 x 60 cm, J2 = Jarak Tanam 40 x 60 cm, J3 = Jarak Tanam 50 x 60 cm dan J4 = Jarak Tanam 60 x 60 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 8 MST dan bobot buah cabai merah per plot. Semakin sempit jarak tanam maka produksi cabai merah semakin tinggi. Jumlah gulma paling banyak pada J1 dan paling sedikit pada J2.
Pengaruh Konsentrasi Indole Butyrid Acid (Iba) Terhadap Pertumbuhan Stek Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Everest Sigalingging, Rey Paif S
Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/tip.v2i02.392

Abstract

Penelitian ini menggunakan Rancangaan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu : I0 :tanpa pemberian Auksin IBA (Indole Butirid Acid), I1: 50 ppm/l, I2:100 ppm/l, I3:150 ppm/l, I4:200 ppm/l, I5:250 ppm/l.Perlakuan masing-masing diulang sebanyak 4 kali sehingga didapatkan 24 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 10 tanaman/polybag sehingga jumlah tanaman 24 x 10 = 240 tanaman. Pengamatan Parameter Pada penelitian ini dilakukan kegiatan parameter untuk mengetahui pertumbuhan tanaman yang meliputi persentase tumbuh setek (%), umur bertunas (HST), jumlah tunas (HST),panjang tunas(cm), jumlah daun (helai) dan jumlah stek hidup(HST). Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa, konsentrasi perlakuan IBA berpengaruh nyata terhadap persentase bertunas ,umur bertunas. Panjang tunas 37, 44, 51, 58, dan 65 HST dan jumah daun 37, 44, 51, 58, dan 65 HST, pemberian konsentrasi IBA 50 ppm/l merupakan dosis terbaik untuk mendorong pertumbuhan tuna,panjang tunas dan jumlah daaun pada stek batang angggur.
Pengaruh Konsentrasi Triakontanol Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Wijaya, Harly
Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/tip.v2i02.393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Triakontanol terhadap pertumbuhan produksi tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Faktor tersebut adalah faktor konsentrasi giberelin yang terdiri dari enam taraf perlakuan dan empat ulangan/blok. Jumlah polybag yang digunakan sebanyak 24 polybag. Enam taraf Triakontanol terdiri dari: T0 = tanpa pemberian Triakontanol (kontrol), T1 = 2,5 ml/l liter air, T2 = 5,0 ml/l liter air, T3 = 7,5 ml/l liter air, T4 = 10 ml/l liter air, T5 = 12,5 ml/l liter air. Parameter yang diamati pada penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah kanopi, bobot basah akar, bobot kering kanopi dan bobot kering akar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi Triakontanol berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman tertinggi, berat basah kanopi terberat, berat basah akar terberat, berat kering kanopi terberat dan berat kering akar terberat. Penggunaan konsentrasi Triakontanol 5 ml/1 liter air menghasilkan tinggi tanaman tertinggi 17,54 cm, berat basah kanopi terberat 14,98 g, berat basah akar terberat 0,94 g, berat kering kanopi terberat 0,64 g dan berat kering akar terberat 0,19 g. Produksi bobot basah kanopi terberat dengan penggunaan triakontanol Topt sebesar 6,08ml/1 liter air menghasilkan Ymaks 13,07 g.
Penilaian Jejak Karbon (LCA) pada Industri Pengolahan Sawit Mikro-Skala: Titik Kendali Emisi dan Opsi Dekarbonisasi Adi, Suparman
Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Teknologi dan Ilmu Pertanian
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/tip.v2i02.409

Abstract

Industri pengolahan sawit mikro-skala kerap terabaikan dalam kajian jejak karbon, padahal praktik operasionalnya berpotensi memunculkan emisi tinggi dari pengelolaan POME dan sistem uap sederhana. Penelitian ini melakukan penilaian daur hidup (LCA) beracuan ISO 14040/14044 dengan unit fungsional 1 ton CPO (cradle-to-gate), menggabungkan data primer operasi pabrik mikro dan data sekunder (IPCC 2019, inventori LCI) untuk memetakan titik kendali emisi dan mengevaluasi opsi dekarbonisasi yang layak. Hasil menunjukkan intensitas emisi baseline sekitar ~900 kg CO₂e/ton CPO (P5–P95: 760–1080), dengan kontribusi dominan POME anaerob terbuka (~52%) dan ketel/uap (~27%). Analisis sensitivitas mengidentifikasi MCF POME (elastisitas 0,52) dan efisiensi ketel (0,31) sebagai pendorong utama variasi. Skenario kolam tertutup + CHP biogas menurunkan emisi hingga ~360 kg CO₂e/ton, sementara retrofit ketel (economizer/kontrol O₂) dan optimasi logistik TBS termasuk opsi biaya negatif. Paket terintegrasi CHP biogas + retrofit ketel + optimasi rute menurunkan emisi hingga ~49% dari baseline. Kurva biaya marjinal (MACC) memprioritaskan tindakan operasional berbiaya rendah/negatif lebih dulu, diikuti investasi menengah untuk memaksimalkan pengurangan emisi. Temuan ini memberikan peta jalan dekarbonisasi bertahap yang praktis dan ekonomis bagi UMKM sawit, sekaligus menyoroti kebutuhan pemantauan parameter kunci POME dan efisiensi ketel guna memastikan kinerja emisi yang robust di lapangan.  

Page 2 of 2 | Total Record : 20