cover
Contact Name
Reiga Ritomiea Ariescy
Contact Email
reiga.mnj@upnjatim.ac.id
Phone
+628123481702
Journal Mail Official
potensiabdimas@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya, 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 31089615     DOI : -
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi & Bisnis adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, yang memfokuskan pada publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di bidang ekonomi dan bisnis. Jurnal ini menjadi wadah bagi para akademisi, praktisi, dan masyarakat luas untuk berbagi pengalaman, solusi, serta kontribusi nyata dalam mengembangkan potensi ekonomi dan bisnis di berbagai lapisan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Optimalisasi Kolaborasi Karang Taruna dan Home Industri Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dusun Parenan 2 Melalui Digital Marketing syifa, Hamidah Tussifah; Qatrunnada Salsabila; Salma Rizani; Arfita Maula Nugraheni; Shaafa Amaliah Marendengi; Hilya Laila Karima Abidin; Zahro Nita Bil Mai; Ummu Salamah; Faradina Ilma Deannova; Asif Trisnani
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i1.62

Abstract

Abundant natural resources cannot guarantee the welfare of a community. Without superior human resources and collaboration between various elements of society, natural resources will be underutilized. The community service program in Parenan 2 hamlet seeks to optimize natural resources through collaboration between Karang Taruna (Youth Organization) and home industries to improve community welfare through the implementation of digital marketing. The main problems faced by home industry players are low digital literacy, limited market access and a lack of branding and online marketing strategies. The program’s implementation methods include digital marketing training, social media optimization, and strengthening product identity through packaging design and promotional strategies. This collaboration has resulted in increased human resources capacity, expanded market research, and increased sales volume of local products. Furthermore, youth involvement in the digital marketing process encourages the growth of innovation and community-based economic independence. The results of the activity indicate that the synergy between Karang Taruna and home industry players is able to create a business ecosystem that is more adaptive to technological developments, thus positively impacting the sustainable increase in income and welfare of the Parenan 2 hamlet community.Kekayaan alam yang melimpah tidak bisa menjadi jaminan kesejahteraan suatu masyarakat. Tanpa disertai sumber daya manusia yang unggul dan kolaborasi berbagai elemen masyarakat kekayaan alam akan kurang termanfaatkan secara optimal. Program pengabdian masyarakat di dusun Parenan 2 berusaha untuk mengoptimalkan kekayaan alam melalui kolaborasi antara Karang Taruna dan home industri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan digital marketing. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku home industri adalah rendahnya literasi digital, keterbatasan akses pasar, serta kurangnya strategi branding dan pemasaran online. Metode pelaksanaan program ini meliputi pelatihan digital marketing, optimalisasi media sosial, serta penguatan identitas produk melalui desain kemasan dan strategi promosi. Kolaborasi ini menghasilkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan jangkauan pasar, serta peningkatan volume penjualan produk lokal. Selain itu, keterlibatan pemuda dalam proses pemasaran digital mendorong tumbuhnya inovasi dan kemandirian ekonomi berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sinergi antara Karang Taruna dan pelaku home industri mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Dusun Parenan 2 secara berkelanjutan.
Program Waste to Value: Pemberdayaan Masyarakat Desa Pungging Melalui Produksi Lilin Aromaterapi Dari Minyak Jelantah Jazilah, Khoirul; Resti Fridiana, Indira; Alfiyah, Alfiyah; Wiji Astutik, Riyani; Rafinda Alfredo, Muchammad; Istiqomah
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i1.64

Abstract

Waste cooking oil from household activities is one of the sources of environmental pollution when not properly managed. In Pungging Village, used cooking oil is generally discarded or sold at very low prices, resulting in minimal economic value for the community. This community service program aims to improve community knowledge and skills in utilizing used cooking oil to produce aromatherapy candles with economic value through the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The implementation method consisted of four stages: discovery, dream, design, and destiny, focusing on identifying local potentials, program planning, practical training, and production assistance. The program involved 17 participants consisting of housewives and micro-enterprise actors. The evaluation results showed an increase in participants’ understanding by approximately 30–40% based on the pre-test and post-test results. Furthermore, participants were able to independently produce aromatherapy candles with an estimated production cost of around IDR 4,000–5,000 per unit and a potential selling price ranging from IDR 8,000 to IDR 15,000 per unit. This program not only improved community skills but also generated economic added value and contributed to reducing household used cooking oil waste. However, the sustainability of the program still requires strengthening institutional support and marketing access to ensure systematic and long-term development.Permasalahan limbah minyak jelantah rumah tangga menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Di Desa Pungging, minyak jelantah umumnya dibuang atau dijual dengan harga rendah sehingga belum memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan minyak jelantah menjadi produk lilin aromaterapi yang bernilai ekonomis melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Metode pelaksanaan meliputi tahapan discovery, dream, design, dan destiny yang difokuskan pada identifikasi potensi lokal, perancangan program, pelatihan praktik, serta pendampingan produksi. Kegiatan diikuti oleh 17 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 30–40% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, peserta mampu memproduksi lilin aromaterapi secara mandiri dengan estimasi biaya produksi sekitar Rp4.000–Rp5.000 per unit dan potensi harga jual Rp8.000–Rp15.000 per unit. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi serta berkontribusi terhadap pengurangan limbah minyak jelantah di lingkungan rumah tangga. Meskipun demikian, keberlanjutan program masih memerlukan penguatan pada aspek kelembagaan usaha dan akses pemasaran agar dapat berkembang secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Pelatihan Literasi dan Karakter bagi Generasi Muda Lia Mazia; Ratna Puspita; Fajar Sarasati
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i1.67

Abstract

The younger generation is a crucial asset in national development, and therefore needs to be equipped with strong literacy skills and character to face the challenges of globalization and the development of information technology. The high internet penetration in Indonesia, particularly among teenagers, has not been fully matched by adequate digital literacy skills. This leaves the younger generation vulnerable to misinformation, hoaxes, exposure to negative content, and various digital ethics issues such as cyberbullying. Therefore, systematic efforts are needed to improve literacy and instill positive character values ​​in the younger generation. This Community Service (PM) activity aims to improve literacy skills and strengthen the character of the younger generation through literacy training and character education. The methods used in this activity include material delivery, interactive discussions, and practical activities aimed at increasing participants' understanding of information literacy, digital literacy, and the importance of character values ​​in everyday life. The results of the activity indicate that participants gained an increased understanding of the importance of literacy, the ability to filter information more critically, and an awareness of the importance of ethics and character in the use of digital media. Thus, this literacy training and character building activity is expected to be one of the efforts in forming a young generation that is intelligent, critical, and has a positive character.Generasi muda merupakan aset penting dalam pembangunan bangsa sehingga perlu dibekali dengan kemampuan literasi yang baik serta karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Tingginya penetrasi internet di Indonesia, khususnya pada kalangan remaja, belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai. Kondisi ini menyebabkan generasi muda rentan terhadap misinformasi, hoaks, paparan konten negatif, serta berbagai permasalahan etika digital seperti cyberbullying. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang sistematis untuk meningkatkan literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter positif pada generasi muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi serta memperkuat karakter generasi muda melalui pelatihan literasi dan edukasi karakter. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta kegiatan praktik yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai literasi informasi, literasi digital, serta pentingnya nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan pemahaman mengenai pentingnya literasi, kemampuan dalam menyaring informasi secara lebih kritis, serta kesadaran terhadap pentingnya etika dan karakter dalam penggunaan media digital. Dengan demikian, kegiatan pelatihan literasi dan penguatan karakter ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, serta berkarakter positif.
Efektifitas Rebranding Logo dan Foto Produk dalam Strategi Pemasaran UMKM Seblak 55 dan Nura Kripik Pisang Lumer di Kelurahan Rungkut Menanggal Kota Surabaya Afrizal, Afrizal Akbar Sanjaya
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i1.70

Abstract

The implementation of the Entrepreneurship Village Development Program aims to improve knowledge and technical knowledge among MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) in building the image of the products they are pioneering. With business actors paying attention to strategy and creativity in building and developing the value of their products. By understanding the importance of logo branding and attractive product photography, it will give a unique and differentiating impression to other business actors. A logo is the identity of a product that has certain characteristics or philosophy. Product photography will be something that must be paid attention to because it is a form of branding or image of a product. The methods used are the observation and preparation, implementation and evaluation stages. Logo branding and product photography are very important because they provide a visual impression to attract consumers' interest in buying a product.Pelaksanaan Program Bina Desa Kewirausahaan memiliki tujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknikal kepada para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dalam membangun citra produk yang dirintis. Dengan pelaku usaha memperhatikan strategi dan kreativitas dalam membangun dan mengembangkan value produknya. Melalui pemahaman mengenai pentingnya branding logo dan fotografi produk yang menarik akan memberikan kesan yang unik dan pembeda bagi pelaku usaha lainnya. Logo merupakan identitas dari suatu produk yang memiliki ciri khas atau filosofi tertentu. Fotografi produk akan menjadi hal yang harus diperhatikan karena menjadi salah satu bentuk branding atau citra dari sebuah produk. Metode yang dilakukan yakni tahap observasi dan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Branding logo dan fotografi produk menjadi sangat penting karena memberikan kesan visual untuk menarik minat konsumen untuk membeli suatu produk.
Urgensi Legalitas Usaha Bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Dengan Pembentukan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Kelurahan Rungkut Menanggal Rafli, Rafli Pandu Hernanto
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i1.71

Abstract

Business legality plays a very important role in the sustainability of MSME activities. However, if MSME actors do not know the urgency related to legality due to the lack of information and knowledge. This encourages community service activities by introducing MSME actors in Rungkut Menanggal Village to the importance of business legality by making a Business Identification Number (NIB). The implementation method carried out is socialization to provide an overview of the Business Identification Number (NIB) and assistance in making NIB through the OSS Account (Online Single Submission) as well as submitting printed NIB documents to MSME actors. The results of the socialization activities received a positive response from MSME actors in Rungkut Menanggal Village. Business actors have a Business Identification Number (NIB) which is useful as business protection from the government, ease of access in finding business capital, ease of licensing so that minimal bureaucracy occurs and ease of greater business development and empowerment.Legalitas usaha berperan sangat penting bagi keberlangsungan dalam berjalannya kegiatan UMKM. Namun, jika pelaku UMKM belum mengetahui urgensi terkait legalitas karena minimnya informasi dan pengetahuan. Hal tersebut mendorong dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengenalkan kepada pelaku UMKM di Kelurahan Rungkut Menanggal akan pentingnya sebuah legalitas usaha dengan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Metode pelaksanaan yang dilakukan yakni sosialisasi untuk memberikan gambaran umum mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pendampingan pembuatan NIB melalui Akun OSS (Online Single Submission) sekaligus penyerahan dokumen cetak NIB kepada pelaku UMKM. Hasil dari kegiatan sosialisasi menuai respon positif dari pelaku UMKM di Kelurahan Rungkut Menanggal. Pelaku usaha memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang bermanfaat sebagai perlindungan berusaha dari pemerintah, kemudahan akses dalam mencari modal usaha, kemudahan dalam perizinan sehingga minimnya terjadinya birokrasi. serta kemudahan dalam pengembangan dan pemberdayaan usaha yang lebih besar.
Optimalisasi Pemasaran Digital dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Kerajinan Bambu dan Rotan Berbasis Ekonomi Kreatif di Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri Yulinda Darwiyanti
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 2: Juni 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i2.69

Abstract

This community service initiative aims to optimize digital marketing for community empowerment through the development of bamboo and rattan crafts based on the creative economy in Purwantoro District. The main challenges faced include low digital literacy, limited market access, and the continued reliance on conventional marketing methods. The implementation method employs a Participatory Action Research (PAR) approach through the stages of problem identification, training, mentoring, and evaluation. The program includes training in digital marketing, creative content creation, social media management, and the utilization of online marketplaces. The results of the activities showed an improvement in the community’s digital capabilities, an expansion of marketing reach, and increased interaction with consumers. Additionally, there were changes in branding and product innovation that better align with market needs. Thus, the optimization of digital marketing has proven effective in enhancing the competitiveness and economic self-reliance of the community based on local potential.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemasaran digital dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan kerajinan bambu dan rotan berbasis ekonomi kreatif di Kecamatan Purwantoro. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital, keterbatasan akses pasar, serta masih digunakannya metode pemasaran konvensional. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi masalah, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi. Program yang dilaksanakan meliputi pelatihan pemasaran digital, pembuatan konten kreatif, pengelolaan media sosial, dan pemanfaatan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan digital masyarakat, perluasan jangkauan pemasaran, serta peningkatan interaksi dengan konsumen. Selain itu, terjadi perubahan pada aspek branding dan inovasi produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan demikian, optimalisasi pemasaran digital terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Pendampingan Pembukuan Sederhana Berbasis Macro Vba Microsoft Excel Pada Pelaku UMKM Esco Cincau Hijau Bangun Busana; Ria Yunita; Wiendi Ratnasari; Dinar Nurhayati; Driana Leniwati
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 2: Juni 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i2.73

Abstract

Esco Cincau Hijau is a Small Medium Enterprise (SME) in food and beverage sector. Like many other SMEs, Esco Cincau Hijau were facing the common challenge which are disorganized financial record-keeping and maintained it in a rudimentary manner using physical ledgers. This condition leads to financial reports being inaccurate, unstructured, and difficult to use as a basis for business decision-making. Consequently, finansial access  from finance institutions is limited and business growth is hampered. To address these issues, a solution was devised involving the use of Microsoft Excel with VBA macros to record daily financial transactions and generate simple reports tailored to the needs of Esco Cincau Hijau. The methods used were problem identification, solution design, application implementation, monitoring, evaluation and joint reflection. The implementation of VBA’s macro-based bookkeeping in Excel, can facilitates Esco Cincau Hijau, as an SME operator, in recording daily financial transactions, viewing daily and monthly profit and loss statements. Furthermore, with systematic bookkeeping records, enables Esco Cincau Hijau to use these records as a basis for consideration seeking access to capital from banking institution.Esco Cincau Hijau merupakan salah satu pelaku UMKM di bidang kuliner. Sebagai pelaku UMKM, Esco Cincau Hijau menghadapi masalah umum yang dihadapi oleh pelaku UMKM yaitu pencatatan keuangan yang tidak tertib dan masih dilakukan dengan sederhana menggunakan buku fisik. Kondisi ini menyebabkan laporan keuangan tidak akurat, tidak terstruktur, dan sulit dijadikan dasar pengambilan keputusan bisnis. Akibatnya, akses pembiayaan dari lembaga keuangan menjadi terbatas dan pertumbuhan usaha terhambat. Atas permasalahan tersebut disusunlah sebuah solusi yaitu pemanfaatan Microsoft Excel berbasis Macro VBA untuk mencatat transaksi keuangan harian dan menghasilkan laporan sederhana sesuai kebutuhan Esco Cincau Hijau. Metode yang digunakan yaitu identifikasi masalah, perancangan solusi, implementasi aplikasi, monitoring evaluasi dan refleksi bersama. Dengan dilakukannya pembukuan berbasis macro VBA Excel dapat mempermudah Esco cincau Hijau sebagai pelaku UMKM mencatatkan keuangan harian, melihat laporan laba dan rugi harian maupun bulanan, serta dengan catatan pembukuan yang sistematis, dapat mempermudah Esco Cincau Hijau jika ingin menggunakan catatan tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk mendapatkan akses permodalan perbankan.
Pengembangan Business Model Canvas (BMC) Sebagai Upaya Penguatan Bisnis UMKM di SWK Gayungan Kota Surabaya Kezia Youan Vebrina
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 2: Juni 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i2.81

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a significant role in supporting the community’s economy. However, many MSMEs still operate conventionally and lack a structured business model. This study aims to analyze and develop the Business Model Canvas (BMC) as an effort to strengthen MSMEs at the Gayungan Culinary Tourism Center (SWK) in Surabaya City. The study employed a qualitative descriptive approach through observation, interviews, documentation, and Business Model Canvas analysis. The findings reveal that most MSMEs at SWK Gayungan face limitations in digital marketing, branding, customer relationships, and product differentiation. In addition, there is a mismatch between product pricing and consumers’ perceptions of the culinary center concept. The development of the BMC was carried out through the utilization of digital platforms, strengthening business branding, improving customer relationships, and expanding marketing channels. The implementation of the Business Model Canvas provides a more structured overview of business conditions and assists MSME owners in formulating business development strategies to enhance competitiveness and business sustainability.Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, namun di dalamnya masih didapati banyak pelaku usaha yang menjalankan bisnis secara konvensional dan belum memiliki model bisnis yang terstruktur. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis serta mengembangkan Business Model Canvas (BMC) sebagai upaya penguatan bisnis UMKM di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Gayungan Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis Business Model Canvas. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM di SWK Gayungan masih memiliki keterbatasan pada aspek pemasaran digital, branding, hubungan pelanggan, dan diferensiasi produk. Selain itu, terdapat ketidaksesuaian antara harga produk dengan persepsi konsumen terhadap konsep sentra kuliner. Pengembangan BMC dilakukan melalui pemanfaatan platform digital, penguatan branding usaha, peningkatan hubungan pelanggan, serta perluasan pada saluran pemasaran. Penerapan Business Model Canvas memberikan gambaran yang lebih terstruktur mengenai kondisi usaha serta membantu pelaku UMKM dalam menentukan strategi pengembangan bisnis guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
Penguatan Standardisasi Produk melalui Coaching Clinic bagi Pelaku UMKM di Kabupaten Pacitan Aditya Riza; Arief Budiman
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 2: Juni 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i2.82

Abstract

This community service activity aims to improve the capacity of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Pacitan Regency through coaching clinics and business assistance programs. The activities focused on product standardization, business legality, packaging design, product branding, and digital marketing to enhance the competitiveness of local MSMEs. The program was conducted on April 16–17, 2026 at PLUT KUMKM Kabupaten Pacitan in collaboration with Dinas Koperasi Kabupaten Pacitan and involved 45 MSME participants from processed food and handicraft sectors. The method used was a qualitative approach through lectures, discussions, consultations, observations, and direct mentoring for business actors. The results showed an increase in participants’ understanding of the importance of product standardization, business licensing, and the use of digital media for marketing. In addition, the activity successfully identified potential regional superior products that can be developed as a unique identity of Pacitan Regency. The mentoring process also improved the readiness of MSME actors to participate in further facilitation programs such as halal certification, PIRT licensing, and product branding strengthening to support local economic development based on regional potential.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pacitan melalui kegiatan coaching clinic dan pendampingan usaha. Fokus kegiatan meliputi standarisasi produk, legalitas usaha, desain kemasan, branding produk, dan pemasaran digital guna meningkatkan daya saing UMKM lokal. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16–17 April 2026 di PLUT KUMKM Kabupaten Pacitan bekerja sama dengan Dinas Koperasi Kabupaten Pacitan dengan peserta sebanyak 45 pelaku UMKM sektor pangan olahan dan kerajinan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui ceramah, diskusi, konsultasi, observasi, dan pendampingan langsung kepada pelaku usaha. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya standarisasi produk, pengurusan legalitas usaha, dan pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran. Selain itu, kegiatan ini berhasil mengidentifikasi potensi produk unggulan daerah yang dapat dikembangkan sebagai identitas khas Kabupaten Pacitan. Pendampingan yang dilakukan juga meningkatkan kesiapan pelaku usaha dalam mengikuti program fasilitasi lanjutan seperti sertifikasi halal, PIRT, dan penguatan branding produk sehingga diharapkan mampu mendukung pengembangan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Pengelolaan Keuangan Sehari-Hari yang Bijak untuk Lansia Sejahtera Berbasis Bela Negara Aliya Nawra Rahmanindita; Yunita Ayu Kusuma; Kumala Puspita Sari; Fira Sherlinda; Jhosua Sibuea
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 2: Juni 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i2.83

Abstract

This community service activity aims to improve financial literacy and well-being among the elderly at Yayasan Karya Luhur BINA KASIH, Surabaya, while also instilling the values of Bela Negara (State Defense). The main problems identified include low understanding of daily financial management and high vulnerability to financial fraud. The methods applied were interactive seminars using a storytelling approach through simple living and fraud awareness stories, supported by brochure media. The activity was conducted on May 17, 2026, and involved 13 elderly participants. The results show an improvement in the elderly's understanding, indicated by active participation during the seminar, the ability to recall the "3 Always" strategy (always be grateful, enjoy togetherness, share smiles) and the "3 Don'ts" strategy (don't believe immediately, don't give personal data, don't hesitate to ask), as well as positive behavioral changes such as practicing daily gratitude and verifying suspicious information before acting. This activity successfully instilled the values of discipline, responsibility, and simplicity as tangible manifestations of Bela Negara in the economic field. In conclusion, the storytelling method combined with brochures proves effective for financial education among the elderly and is recommended for similar programs in other locations.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan kesejahteraan lansia di Yayasan Karya Luhur BINA KASIH, Surabaya, sekaligus menanamkan nilai-nilai Bela Negara. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya pemahaman dalam pengelolaan keuangan sehari-hari serta tingginya kerentanan terhadap kejahatan finansial. Metode yang digunakan adalah seminar interaktif dengan pendekatan storytelling melalui kisah hidup sederhana dan kewaspadaan terhadap penipuan, serta didukung media brosur. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Mei 2026 dan melibatkan 13 lansia sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman lansia yang ditandai dengan partisipasi aktif selama seminar, kemampuan mengingat strategi "3 Selalu" (selalu bersyukur, menikmati kebersamaan, berbagi senyuman) dan "3 Jangan" (jangan langsung percaya, jangan berikan data pribadi, jangan malu bertanya), serta perubahan sikap positif seperti membiasakan bersyukur setiap pagi dan memverifikasi informasi mencurigakan sebelum bertindak. Kegiatan ini berhasil menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kesederhanaan sebagai wujud nyata Bela Negara di bidang ekonomi. Dengan demikian, metode storytelling dan brosur terbukti efektif digunakan dalam edukasi keuangan bagi lansia dan direkomendasikan untuk program serupa di lokasi lain.

Page 3 of 3 | Total Record : 30